Your Logo
Askep pada pasien dengan ventilator
Sisilia Indriasari W
Pengertian
ď‚§Ventilator adalah suatu alat
yang digunakan untuk
membantu sebagian atau
seluruh proses ventilasi
untuk mempertahankan
oksigenasi.
Askep pd px dengan ventilator
Jalan Nafas Pasien dengan Ventilator
Infeksi Nosokomial/ Sisilia I.W
Jalan Nafas
ď‚§ Jalan nafas buatan yang
digunakan untuk ventilasi
mekanik dapat berupa
(endotrakeal tube) di masukkan
ke hidung atau pada trakea
dengan menggunakan
trakeostomi.
Askep pd px dengan ventilator
Pengertian
ď‚§Ventilasi mekanik merupakan terapi definitif pada klien
kritis yang mengalami hipoksemia dan hiperkapnia.
ď‚§Memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan
ventilasi mekanik dilakukan antara lain pada unit
perawatan kritis
Askep pd px dengan ventilator
Indikasi Pemasangan Ventilator
1. Pasien dengan respiratory failure (gagal nafas)
2. Pasien dengan operasi teknik hemodilusi
3. Post trepanasi dengan block out
4. Respiratory arrest
Askep pd px dengan ventilator
Penyebab Gagal Nafas
ď‚§Gagal nafas adalah ketidakmampuan sistem pernafasan
untuk memasukkan oksigen atau mengeluarkan
karbondioksida.
ď‚§Dapat terjadi secara mendadak pada paru-paru yang
sebelumnya sehat seperti pada kasus pneumonia, emboli
paru, edema paru dapat juga terjadi pada paru-paru yang
sebelumnyamemang ada kelainan menahun.
Askep pd px dengan ventilator
Kriteria pemasangan ventilator
Menurut Ponto pidan seseorang perlu mendapat
bantuan ventilasi mekanik (ventilator) bila
frekuensi nafas lebih dari 35x/mnt, hasil AGD dengan O2
masker PaO2 kurang dari 70 mmHg, PaCO2 lebih dari 60
mmHg. Dan kapasitas vital kurang dari 15 ml/Kg BB.
Askep pd px dengan ventilator
Modus Operasional
Terdapat empat parameter yang diperlukan untuk
pengaturan pada penggunaan volume cycle ventilator,
yaitu :
ď‚§Frekuensi pernafasan permenit
ď‚§Tidal volume
ď‚§Konsentrasi oksigen (FiO2)
ď‚§Positive end expiratory pressure
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§ Pada klien dewasa, frekuensi ventilator diatur antara 12-15 x /
menit.
ď‚§ Tidal volume istirahat 7 ml / kg BB, dengan ventilasi mekanik tidal
volume yang digunakan adalah 10-15 ml / kg BB.
ď‚§ PEEP digunakan untuk mencegah kolaps alveoli dan untuk
meningkatkan difusi alveolikapiler.
Askep pd px dengan ventilator
Modus operasional ventilasi mekanik terdiri dari :
ď‚§Controlled Ventilation
Ventilator mengontrol volume dan frekuensi pernafasan.
Indikasi untuk pemakaian ventilator meliputi pasien dengan
apnoe.
Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau
positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian
oksigen dalam waktu yang lama.
Ventilator tipe ini meningkatkan kerja pernafasan klien.
Askep pd px dengan ventilator
2. Assist/Control
Ventilator jenis ini dapat mengontrol ventilasi, volume tidal
dan kecepatan.
Bila klien gagal untuk ventilasi, maka ventilator secara
otomatis membantu.
Ventilator ini diatur berdasarkan atas frekuensi pernafasan
yang spontan dari klien, biasanya digunakan pada tahap
pertama pemakaian ventilator.
Askep pd px dengan ventilator
3. Intermitten Mandatory Ventilation
Model ini digunakan pada pernafasan asinkron dalam penggunaan
model kontrol, klien dengan hiperventilasi.
Klien yang bernafas spontan dilengkapi dengan mesin dan sewaktu-
waktu diambil alih oleh ventilator.
Askep pd px dengan ventilator
4. Synchronized Intermitten Mandatory Ventilation (SIMV)
SIMV dapat digunakan untuk ventilasi dengan tekanan udara rendah,
otot tidak begitu lelah dan efek barotrauma minimal. Pemberian gas
melalui nafas spontan biasanya tergantung pada aktivasi klien.
Indikasi pada pernafasan spontan tapi tidal volume dan/atau
frekuensi nafas kurang adekuat.
5. Positive End-Expiratory pressure
Modus yang digunakan dengan menahan tekanan akhir ekspirasi
positif dengan tujuan untuk mencegah Atelektasis. Dengan
terbukanya jalan nafas oleh karena tekanan yang tinggi, atelektasis
akan dapat dihindari.
Askep pd px dengan ventilator
Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul dari penggunaan ventilasi
mekanik, yaitu :
1. Obstruksi jalan nafas
2. Hipertensi
3. Tension pneumotoraks
4. Atelektase
5. Infeksi pulmonal
6. Kelainan fungsi gastrointestinal ; dilatasi lambung,
perdarahan gastrointestinal.
7. Kelainan fungsi ginjal
8. Kelainan fungsi susunan saraf pusat
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§ Atelektasis
Kolapnya parenkim paru karena sumbatan aliran udara. Penyebabnya
adalah adanya obstruksi dan kemungkinan kurangnya periode
inflasi pada pasien dengan ventilasi mekanik dengan tidal volume
kecil.
Tanda-tanda yang muncul pada atelektasis adalah suara nafas
berkurang, rales atau crackles menurunnya komplien paru.
Pencegahan atelektasis antara lain dengan pemberian tidal volume
yang adekuat, penghisapan trakea sesuai kebutuhan dan
kelembaban yang cukup, fisioterapi dada dan dan mobilisasi yang
adekuat
Askep pd px dengan ventilator
Jalan nafas buatan
King-king (tertekuk)
Terekstubasi
Tersumbat
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§Infeksi
Alat-alat ventilator dapat menjadi carrier infeksi, tehnik
suction yang tidak steril, kemungkinan infeksi silang
antara pasien dengan staff atau auto kontaminasi, posisi
pasien yang kurang tepat sehingga dapat terjadi aspirasi.
Askep pd px dengan ventilator
Sistem Cardiovaskuler
Tensi turun karena cardiac output turun akibat
menurunnya venus return.
Tanda-tanda yang muncul perubahan nadi, menurunnya
produksi urine dan tekanan darah.
Kalau CO menurun maka terjadi penurunan perfusi baik
ke ginjal, paru-paru maupun otak. Sehingga bisa terjadi
peningkatan TIK.
Kemungkinan Disrhytmia
Penyebabnya adalah hypoxemia dan pH yang abnormal
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§Pada sistem saraf pusat
a. Gangguan kesadaran
b. Peningkatan TIK
ď‚§Gangguan Psikologis
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§ Sistem Alarm
Ventilator digunakan untuk mendukung hidup. Sistem alarm perlu
untuk mewaspadakan perawat tentang adanya masalah pada pasien.
Alarm tekanan rendah menandakan adanya pemutusan dari pasien
(ventilator terlepas dari pasien) sedangkan
Alarm tinggi menandakan adanya peningkatan tekanan misalnya
keadaan batuk, cubing tertekuk, terjadi fighting dll.
Alarm jangan diabaikan, tidak dianggap dan harus dipasang pada
kondisi siap.
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§Humidifier
Askep pd px dengan ventilator
Pelembaban dan suhu
ď‚§ Ventilasi mekanik yang melewati jalan nafas buatan meniadakan
mekanisme pertahanan tubuh untuk pelembaban dan penghangatan.
2 proses ini harus digantikan dengan alat yang disebut dengan
humidifier, dihangatkan.
Askep pd px dengan ventilator
Pengkajian
1. Biodata
ď‚§Meliputi : nama, umur, pendidikan, pekerjaan, suku
bangsa, agama, alamat dll. Pengkajian ini penting
dilakukan untuk mengetahui latar belakang status social
ekonomi, adat kebudayaan dan keyakinan spiritual
sehingga mempermudah dalam berkomunikasi dan
menentukan tindakan keperawatan yang sesuai.
Askep pd px dengan ventilator
2. Riwayat keperawatan
ď‚§ Informasi mengenai latar belakang timbulnya penyakit sekarang
dapat diperoleh melalui orang lain(keluarga dan tim medis lain).
ď‚§ Karena kondisi pasien yang mendapat bantuan ventilator tidak
mungkin untuk memberikan data secara detail
ď‚§ Pengkajian ini ditujukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab
atau faktor pencetus terjadinya gagal nafas atau dipasangnya
ventilator.
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§Keluhan
ď‚§Untuk mengkaji keluhan pasien, bila pasien dalam
keadaan sadar baik bisa dilakukan dengan cara pasien
diberi alat tulis untuk menyampaikan keluhannya.
ď‚§Keluhan pasien yang perlu dikaji adalah rasa sesak nafas,
nafas terasa berat, kelelahan dan ketidaknyamanan.
Askep pd px dengan ventilator
Sistem pernafasan
a . Setting ventilator meliputi :
ď‚§ 1. Mode ventilator
ď‚§ - CR/CMV/IPPV
ď‚§ - SIM V
ď‚§ - ASB/PS
ď‚§ - CPAP
ď‚§ 2. FiO2 : Prosentase oksigen yang diberikan
ď‚§ 3. Peep
ď‚§ 4. Frekuensi pernafasan
b. Gerakan nafas apakah sesuai dengan irama ventilator
c. Ekspansi dada kanan dan kiri apakah simetris atau tidak
d. Suara nafas : adakah ronkhi, wheezing, penurunan suara nafas
Askep pd px dengan ventilator
e. Adakah gerakan cuping hidung dan penggunaan otot
bantu pernafasan
f. Sekret : Jumlah, konsistensi, warna dan bau
g. Humidifier : Kehangatan dan batas aqua
h. Tubing : adakah tertekuk, kebocoran atau terlepas
i. Hasil AGD atau saturasi oksigen
j. Hasil foto thorak terakhir.
k.Bukti hipoksia (gelisah, ansietas, takhikardia, peningkatan
RR, sianosis)
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§ Status nutrisi
ď‚§ Status psikologis
ď‚§ Kebutuhan penghisapan
Askep pd px dengan ventilator
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. KETIDAK EFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS S/D PENINGKATAN
PRODUKSI SEKRAT
2. GANGGUAN PERTUKARAN GAS S/D SEKRESI TERTAHAN PROSES
PENYAKIT
3. KETIDAK EFEKTIFAN POLA NAPAS S/D KELELAHAN, PENGESETAN
VENTILATOR YANG TIDAK TEPAT
4. CEMAS S/D PENYAKIT KRITIS, TAKUT TERHADAP KEMATIAN
5. GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL SEHUBUNGAN DENGAN
PEMASANGAN ENDOTRACHEAL TUBE
6. RESIKO TINGGI TERJADINYA INFEKSI S/D PEMASANGAN SELANG
ENDO TRACHEAL
ď‚§ 7. RESIKO TINGGI CIDERA S/D VENTILASI MEKANIS, SELANG
ENDOTRACHEAL, ANSIETAS, STRESS
 8. GANGGUAN RASA NYAMAN “NYERI” S/D VENTILASI MEKANIS,
LETAK SELANG ENDOTRACHEAL
Askep pd px dengan ventilator
PERENCANAAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN
KETIDAK EFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS SEHUBUNGAN DENGAN
PENINGKATAN PRODUKSI SEKRET
TUJUAN
MENINGKATKAN DAN MEMPERTAHANKAN KEEFEKTIFAN JALAN NAPAS
KRITERIA HASIL
BUNYI NAPAS TERDENGAR BERSIH
RONCHI (-)
TRACHEAL TUBE BEBAS SUMBATAN
TINDAKAN KEPERAWATAN
INTERVENSI RASIONAL
1. AUSKULTASI BUNYI NAPAS 1. MENGEVALUASI KEEFEKTIFAN
TIAP 2 – 4 JAM DAN KALAU JALAN NAPAS
DIPERLUKAN
2. LAKUKAN PENGHISAPAN BILA
TERDENGAR RONCHI, DENGAN CARA :
A. JELASKAN PADA KLIEN TENTANG 2. A. PARTISIPASI AKTIF
TUJUAN DARI TINDAKAN PENGHISAPAN
B. BERIKAN OKSIGENASI DENGAN O2 B. MEMBERI CADANGAN O2
100 % SEBELUM DILAKUKAN PENGHISAP UNTUK MENGHINDARI
AN MINIMAL 4 – 5 KALI PERNAPASAN HIPOKSIA
INTERVENSI RASIONAL
C. PERHATIKAN TEHNIK ASEPTIK, C. MENCEGAH INFEKSI
GUNAKAN SARUNG TANGAN STERIL, NOSOKOMIAL
KATETER PENGHISAP STERIL
D. MASUKKAN KATETER KEDALAM D. ASPIRASI LAMA DAPAT MENIM-
SELANG ENDOTRACHEAL DALAM BULKAN HIPOKSEMIA BERAT,
KEADAAN TIDAK MENGHISAP PENGHISAPAN AKAN MENGE-
(DITEKUK), LAMA PENGHISAPAN LUARKAN SEKRET DAN OKSIGEN
TIDAK LEBIH DARI 10 DETIK
E. ATUR TEKANAN PENGHISAP E. TEKANAN NEGATIF YANG BERLE-
TIDAK LEBIH DARI 100 – 120 mmHg BIHAN DAPAT MERUSAK MUKOSA
JALAN NAPAS
F. LAKUKAN OKSIGENASI LAGI DENGAN F. MEMBERIKAN CADANGAN
O2 100 % SEBELUM MELAKUKAN OKSIGEN DALAM PARU
PENGHISAPAN BERIKUTNYA
G. LAKUKAN PENGHISAPAN BER- G. MENJAMIN KEEFEKTIFAN JALAN
ULANG – ULANG SAMPAI SUARA NAPAS
NAPAS BERSIH
INTERVENSI RASIONAL
3. PERTAHANKAN SUHU HUMIDIFIER 3. MEMBANTU MENGENCERKAN
TETAP HANGAT (35 – 37,8 0 C) SEKRET
4. MONITOR STATUS HIDRASI KLIEN 4. MENCEGAH SEKRESI MENJADI
KENTAL
5. LAKUKAN FISIOTERAPI NAPAS / 5. MEMUDAHKAN PELEPASAN
DADA SESUAI INDIKASI DENGAN SEKRESI
CARA CLAPPING, VIBRATING DAN
POSTURAL DRAINAGAE
6. BERIKAN OBAT MUKOLITIK 6. MENGENCERKAN SEKRET
SESUAI INDIKASI / PROGRAM
7. KAJI SUARA NAPAS SEBELUM DAN 7. MENENTUKAN LOKASI PENUM-
SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN PUKAN SEKRET DAN MENGEVA-
PENGHISAPAN LUASI KEBERHASILAN TINDAKAN
8. OBSERVASI TANDA – TANDA VITAL 8. DETEKSI DINI ADANYA KELAINAN
SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN
TINDAKAN
KRITERIA EVALUASI
1. KLIEN MENGALAMI PERBAIKAN VENTILASI DAN OKSIGENASI
2. KLIEN MENDAPAT PERFUSI YANG ADEKUAT
3. KLIEN MENGALAMI PERBAIKAN POLA NAPAS
4. KENYAMANAN FISIOLOGIS & PSIKOLOGIS MENINGKAT
5. KEBUTUHAN KOMUNIKASI VERBAL TERPENUHI
6. TIDAK TAMPAK TANDA – TANDA KOMPLIKASI PEMASANGAN
VENTILATOR
Penyapihan = weaning
Kriteria Penyapihan :
ď‚§ Kapasitas vital = 10-15 cc/Kg
ď‚§ VT = 4-5 cc/Kg
ď‚§ Ventilasi per menit = 6-10 liter
ď‚§ Kekuatan inspirasi = 20 cm H2O
ď‚§ GDA normal
ď‚§ Selang endotrakeal di atas karina pada foto rongent, diameter
8,5 mm
ď‚§ Nutrisi 2000-2500 kal/hari
ď‚§ Kesiapan emosi baik
ď‚§ Tanda fisik stabil.
Askep pd px dengan ventilator
ď‚§ Indikator penyapihan :
ď‚§ Perbaikan penyebab kegagalan pernapasan, mempertahankan
kekuatan otot, nutrisi sesuai, persiapan psikologis.
Askep pd px dengan ventilator
Askep pd px dengan ventilator

Askep dengan pasien dengan ventilator

  • 1.
    Your Logo Askep padapasien dengan ventilator Sisilia Indriasari W
  • 2.
    Pengertian ď‚§Ventilator adalah suatualat yang digunakan untuk membantu sebagian atau seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi. Askep pd px dengan ventilator
  • 3.
    Jalan Nafas Pasiendengan Ventilator Infeksi Nosokomial/ Sisilia I.W
  • 4.
    Jalan Nafas ď‚§ Jalannafas buatan yang digunakan untuk ventilasi mekanik dapat berupa (endotrakeal tube) di masukkan ke hidung atau pada trakea dengan menggunakan trakeostomi. Askep pd px dengan ventilator
  • 5.
    Pengertian ď‚§Ventilasi mekanik merupakanterapi definitif pada klien kritis yang mengalami hipoksemia dan hiperkapnia. ď‚§Memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan ventilasi mekanik dilakukan antara lain pada unit perawatan kritis Askep pd px dengan ventilator
  • 6.
    Indikasi Pemasangan Ventilator 1.Pasien dengan respiratory failure (gagal nafas) 2. Pasien dengan operasi teknik hemodilusi 3. Post trepanasi dengan block out 4. Respiratory arrest Askep pd px dengan ventilator
  • 7.
    Penyebab Gagal Nafas ď‚§Gagalnafas adalah ketidakmampuan sistem pernafasan untuk memasukkan oksigen atau mengeluarkan karbondioksida. ď‚§Dapat terjadi secara mendadak pada paru-paru yang sebelumnya sehat seperti pada kasus pneumonia, emboli paru, edema paru dapat juga terjadi pada paru-paru yang sebelumnyamemang ada kelainan menahun. Askep pd px dengan ventilator
  • 8.
    Kriteria pemasangan ventilator MenurutPonto pidan seseorang perlu mendapat bantuan ventilasi mekanik (ventilator) bila frekuensi nafas lebih dari 35x/mnt, hasil AGD dengan O2 masker PaO2 kurang dari 70 mmHg, PaCO2 lebih dari 60 mmHg. Dan kapasitas vital kurang dari 15 ml/Kg BB. Askep pd px dengan ventilator
  • 9.
    Modus Operasional Terdapat empatparameter yang diperlukan untuk pengaturan pada penggunaan volume cycle ventilator, yaitu : ď‚§Frekuensi pernafasan permenit ď‚§Tidal volume ď‚§Konsentrasi oksigen (FiO2) ď‚§Positive end expiratory pressure Askep pd px dengan ventilator
  • 10.
    ď‚§ Pada kliendewasa, frekuensi ventilator diatur antara 12-15 x / menit. ď‚§ Tidal volume istirahat 7 ml / kg BB, dengan ventilasi mekanik tidal volume yang digunakan adalah 10-15 ml / kg BB. ď‚§ PEEP digunakan untuk mencegah kolaps alveoli dan untuk meningkatkan difusi alveolikapiler. Askep pd px dengan ventilator
  • 11.
    Modus operasional ventilasimekanik terdiri dari : ď‚§Controlled Ventilation Ventilator mengontrol volume dan frekuensi pernafasan. Indikasi untuk pemakaian ventilator meliputi pasien dengan apnoe. Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama. Ventilator tipe ini meningkatkan kerja pernafasan klien. Askep pd px dengan ventilator
  • 12.
    2. Assist/Control Ventilator jenisini dapat mengontrol ventilasi, volume tidal dan kecepatan. Bila klien gagal untuk ventilasi, maka ventilator secara otomatis membantu. Ventilator ini diatur berdasarkan atas frekuensi pernafasan yang spontan dari klien, biasanya digunakan pada tahap pertama pemakaian ventilator. Askep pd px dengan ventilator
  • 13.
    3. Intermitten MandatoryVentilation Model ini digunakan pada pernafasan asinkron dalam penggunaan model kontrol, klien dengan hiperventilasi. Klien yang bernafas spontan dilengkapi dengan mesin dan sewaktu- waktu diambil alih oleh ventilator. Askep pd px dengan ventilator
  • 14.
    4. Synchronized IntermittenMandatory Ventilation (SIMV) SIMV dapat digunakan untuk ventilasi dengan tekanan udara rendah, otot tidak begitu lelah dan efek barotrauma minimal. Pemberian gas melalui nafas spontan biasanya tergantung pada aktivasi klien. Indikasi pada pernafasan spontan tapi tidal volume dan/atau frekuensi nafas kurang adekuat. 5. Positive End-Expiratory pressure Modus yang digunakan dengan menahan tekanan akhir ekspirasi positif dengan tujuan untuk mencegah Atelektasis. Dengan terbukanya jalan nafas oleh karena tekanan yang tinggi, atelektasis akan dapat dihindari. Askep pd px dengan ventilator
  • 15.
    Komplikasi Komplikasi yang dapattimbul dari penggunaan ventilasi mekanik, yaitu : 1. Obstruksi jalan nafas 2. Hipertensi 3. Tension pneumotoraks 4. Atelektase 5. Infeksi pulmonal 6. Kelainan fungsi gastrointestinal ; dilatasi lambung, perdarahan gastrointestinal. 7. Kelainan fungsi ginjal 8. Kelainan fungsi susunan saraf pusat Askep pd px dengan ventilator
  • 16.
    ď‚§ Atelektasis Kolapnya parenkimparu karena sumbatan aliran udara. Penyebabnya adalah adanya obstruksi dan kemungkinan kurangnya periode inflasi pada pasien dengan ventilasi mekanik dengan tidal volume kecil. Tanda-tanda yang muncul pada atelektasis adalah suara nafas berkurang, rales atau crackles menurunnya komplien paru. Pencegahan atelektasis antara lain dengan pemberian tidal volume yang adekuat, penghisapan trakea sesuai kebutuhan dan kelembaban yang cukup, fisioterapi dada dan dan mobilisasi yang adekuat Askep pd px dengan ventilator
  • 17.
    Jalan nafas buatan King-king(tertekuk) Terekstubasi Tersumbat Askep pd px dengan ventilator
  • 18.
    ď‚§Infeksi Alat-alat ventilator dapatmenjadi carrier infeksi, tehnik suction yang tidak steril, kemungkinan infeksi silang antara pasien dengan staff atau auto kontaminasi, posisi pasien yang kurang tepat sehingga dapat terjadi aspirasi. Askep pd px dengan ventilator
  • 19.
    Sistem Cardiovaskuler Tensi turunkarena cardiac output turun akibat menurunnya venus return. Tanda-tanda yang muncul perubahan nadi, menurunnya produksi urine dan tekanan darah. Kalau CO menurun maka terjadi penurunan perfusi baik ke ginjal, paru-paru maupun otak. Sehingga bisa terjadi peningkatan TIK. Kemungkinan Disrhytmia Penyebabnya adalah hypoxemia dan pH yang abnormal Askep pd px dengan ventilator
  • 20.
    ď‚§Pada sistem sarafpusat a. Gangguan kesadaran b. Peningkatan TIK ď‚§Gangguan Psikologis Askep pd px dengan ventilator
  • 21.
    ď‚§ Sistem Alarm Ventilatordigunakan untuk mendukung hidup. Sistem alarm perlu untuk mewaspadakan perawat tentang adanya masalah pada pasien. Alarm tekanan rendah menandakan adanya pemutusan dari pasien (ventilator terlepas dari pasien) sedangkan Alarm tinggi menandakan adanya peningkatan tekanan misalnya keadaan batuk, cubing tertekuk, terjadi fighting dll. Alarm jangan diabaikan, tidak dianggap dan harus dipasang pada kondisi siap. Askep pd px dengan ventilator
  • 22.
  • 23.
    Pelembaban dan suhu ď‚§Ventilasi mekanik yang melewati jalan nafas buatan meniadakan mekanisme pertahanan tubuh untuk pelembaban dan penghangatan. 2 proses ini harus digantikan dengan alat yang disebut dengan humidifier, dihangatkan. Askep pd px dengan ventilator
  • 24.
    Pengkajian 1. Biodata ď‚§Meliputi :nama, umur, pendidikan, pekerjaan, suku bangsa, agama, alamat dll. Pengkajian ini penting dilakukan untuk mengetahui latar belakang status social ekonomi, adat kebudayaan dan keyakinan spiritual sehingga mempermudah dalam berkomunikasi dan menentukan tindakan keperawatan yang sesuai. Askep pd px dengan ventilator
  • 25.
    2. Riwayat keperawatan ď‚§Informasi mengenai latar belakang timbulnya penyakit sekarang dapat diperoleh melalui orang lain(keluarga dan tim medis lain). ď‚§ Karena kondisi pasien yang mendapat bantuan ventilator tidak mungkin untuk memberikan data secara detail ď‚§ Pengkajian ini ditujukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab atau faktor pencetus terjadinya gagal nafas atau dipasangnya ventilator. Askep pd px dengan ventilator
  • 26.
    ď‚§Keluhan ď‚§Untuk mengkaji keluhanpasien, bila pasien dalam keadaan sadar baik bisa dilakukan dengan cara pasien diberi alat tulis untuk menyampaikan keluhannya. ď‚§Keluhan pasien yang perlu dikaji adalah rasa sesak nafas, nafas terasa berat, kelelahan dan ketidaknyamanan. Askep pd px dengan ventilator
  • 27.
    Sistem pernafasan a .Setting ventilator meliputi : ď‚§ 1. Mode ventilator ď‚§ - CR/CMV/IPPV ď‚§ - SIM V ď‚§ - ASB/PS ď‚§ - CPAP ď‚§ 2. FiO2 : Prosentase oksigen yang diberikan ď‚§ 3. Peep ď‚§ 4. Frekuensi pernafasan b. Gerakan nafas apakah sesuai dengan irama ventilator c. Ekspansi dada kanan dan kiri apakah simetris atau tidak d. Suara nafas : adakah ronkhi, wheezing, penurunan suara nafas Askep pd px dengan ventilator
  • 28.
    e. Adakah gerakancuping hidung dan penggunaan otot bantu pernafasan f. Sekret : Jumlah, konsistensi, warna dan bau g. Humidifier : Kehangatan dan batas aqua h. Tubing : adakah tertekuk, kebocoran atau terlepas i. Hasil AGD atau saturasi oksigen j. Hasil foto thorak terakhir. k.Bukti hipoksia (gelisah, ansietas, takhikardia, peningkatan RR, sianosis) Askep pd px dengan ventilator
  • 29.
    ď‚§ Status nutrisi ď‚§Status psikologis ď‚§ Kebutuhan penghisapan Askep pd px dengan ventilator
  • 30.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS S/D PENINGKATAN PRODUKSI SEKRAT 2. GANGGUAN PERTUKARAN GAS S/D SEKRESI TERTAHAN PROSES PENYAKIT 3. KETIDAK EFEKTIFAN POLA NAPAS S/D KELELAHAN, PENGESETAN VENTILATOR YANG TIDAK TEPAT 4. CEMAS S/D PENYAKIT KRITIS, TAKUT TERHADAP KEMATIAN 5. GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL SEHUBUNGAN DENGAN PEMASANGAN ENDOTRACHEAL TUBE 6. RESIKO TINGGI TERJADINYA INFEKSI S/D PEMASANGAN SELANG ENDO TRACHEAL
  • 31.
     7. RESIKOTINGGI CIDERA S/D VENTILASI MEKANIS, SELANG ENDOTRACHEAL, ANSIETAS, STRESS  8. GANGGUAN RASA NYAMAN “NYERI” S/D VENTILASI MEKANIS, LETAK SELANG ENDOTRACHEAL Askep pd px dengan ventilator
  • 32.
    PERENCANAAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KETIDAK EFEKTIFANBERSIHAN JALAN NAPAS SEHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN PRODUKSI SEKRET TUJUAN MENINGKATKAN DAN MEMPERTAHANKAN KEEFEKTIFAN JALAN NAPAS KRITERIA HASIL BUNYI NAPAS TERDENGAR BERSIH RONCHI (-) TRACHEAL TUBE BEBAS SUMBATAN
  • 33.
    TINDAKAN KEPERAWATAN INTERVENSI RASIONAL 1.AUSKULTASI BUNYI NAPAS 1. MENGEVALUASI KEEFEKTIFAN TIAP 2 – 4 JAM DAN KALAU JALAN NAPAS DIPERLUKAN 2. LAKUKAN PENGHISAPAN BILA TERDENGAR RONCHI, DENGAN CARA : A. JELASKAN PADA KLIEN TENTANG 2. A. PARTISIPASI AKTIF TUJUAN DARI TINDAKAN PENGHISAPAN B. BERIKAN OKSIGENASI DENGAN O2 B. MEMBERI CADANGAN O2 100 % SEBELUM DILAKUKAN PENGHISAP UNTUK MENGHINDARI AN MINIMAL 4 – 5 KALI PERNAPASAN HIPOKSIA
  • 34.
    INTERVENSI RASIONAL C. PERHATIKANTEHNIK ASEPTIK, C. MENCEGAH INFEKSI GUNAKAN SARUNG TANGAN STERIL, NOSOKOMIAL KATETER PENGHISAP STERIL D. MASUKKAN KATETER KEDALAM D. ASPIRASI LAMA DAPAT MENIM- SELANG ENDOTRACHEAL DALAM BULKAN HIPOKSEMIA BERAT, KEADAAN TIDAK MENGHISAP PENGHISAPAN AKAN MENGE- (DITEKUK), LAMA PENGHISAPAN LUARKAN SEKRET DAN OKSIGEN TIDAK LEBIH DARI 10 DETIK E. ATUR TEKANAN PENGHISAP E. TEKANAN NEGATIF YANG BERLE- TIDAK LEBIH DARI 100 – 120 mmHg BIHAN DAPAT MERUSAK MUKOSA JALAN NAPAS F. LAKUKAN OKSIGENASI LAGI DENGAN F. MEMBERIKAN CADANGAN O2 100 % SEBELUM MELAKUKAN OKSIGEN DALAM PARU PENGHISAPAN BERIKUTNYA G. LAKUKAN PENGHISAPAN BER- G. MENJAMIN KEEFEKTIFAN JALAN ULANG – ULANG SAMPAI SUARA NAPAS NAPAS BERSIH
  • 35.
    INTERVENSI RASIONAL 3. PERTAHANKANSUHU HUMIDIFIER 3. MEMBANTU MENGENCERKAN TETAP HANGAT (35 – 37,8 0 C) SEKRET 4. MONITOR STATUS HIDRASI KLIEN 4. MENCEGAH SEKRESI MENJADI KENTAL 5. LAKUKAN FISIOTERAPI NAPAS / 5. MEMUDAHKAN PELEPASAN DADA SESUAI INDIKASI DENGAN SEKRESI CARA CLAPPING, VIBRATING DAN POSTURAL DRAINAGAE 6. BERIKAN OBAT MUKOLITIK 6. MENGENCERKAN SEKRET SESUAI INDIKASI / PROGRAM 7. KAJI SUARA NAPAS SEBELUM DAN 7. MENENTUKAN LOKASI PENUM- SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN PUKAN SEKRET DAN MENGEVA- PENGHISAPAN LUASI KEBERHASILAN TINDAKAN 8. OBSERVASI TANDA – TANDA VITAL 8. DETEKSI DINI ADANYA KELAINAN SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN
  • 36.
    KRITERIA EVALUASI 1. KLIENMENGALAMI PERBAIKAN VENTILASI DAN OKSIGENASI 2. KLIEN MENDAPAT PERFUSI YANG ADEKUAT 3. KLIEN MENGALAMI PERBAIKAN POLA NAPAS 4. KENYAMANAN FISIOLOGIS & PSIKOLOGIS MENINGKAT 5. KEBUTUHAN KOMUNIKASI VERBAL TERPENUHI 6. TIDAK TAMPAK TANDA – TANDA KOMPLIKASI PEMASANGAN VENTILATOR
  • 37.
    Penyapihan = weaning KriteriaPenyapihan : ď‚§ Kapasitas vital = 10-15 cc/Kg ď‚§ VT = 4-5 cc/Kg ď‚§ Ventilasi per menit = 6-10 liter ď‚§ Kekuatan inspirasi = 20 cm H2O ď‚§ GDA normal ď‚§ Selang endotrakeal di atas karina pada foto rongent, diameter 8,5 mm ď‚§ Nutrisi 2000-2500 kal/hari ď‚§ Kesiapan emosi baik ď‚§ Tanda fisik stabil. Askep pd px dengan ventilator
  • 38.
    ď‚§ Indikator penyapihan: ď‚§ Perbaikan penyebab kegagalan pernapasan, mempertahankan kekuatan otot, nutrisi sesuai, persiapan psikologis. Askep pd px dengan ventilator
  • 39.
    Askep pd pxdengan ventilator