By: 
Tirolyn Panjaitan, S.Kep, Ns
Kebutuhan dasar manusia yang digunakan 
untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh 
mempertahankan hidup dan aktivitas 
berbagai organ atau sel
Saluran pernapasan bagian atas 
 Fungsi : menyaring, menghangatkan, dan 
melembabkan udara yang terhirup 
 Terdiri: 
▪ Hidung 
▪ Faring 
▪ Laring 
▪ Epiglotis
Saluran pernapasan bagian bawah 
 Fungsi: mengalirkan udara dan memproduksi 
surfaktan 
 Terdiri dari: 
▪ Trakea 
▪ Bronkus 
▪ Bronkiolus
Paru 
 Organ utama pernapasan 
 Terdiri dari: 
▪ Paru kanan 3 lobus 
▪ Paru kiri 2 lobus
Ventilasi 
 Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke 
dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer 
 Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan 
paru 
Difusi Gas 
 Pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler 
paru danCO2 di kapiler dengan alveoli 
 Dipengaruhi: luas permukaan paru, tebal membran, 
perbedaan tekanan dan konsentrasi O2
Transportasi Gas 
 Proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan 
tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler 
 O2 + Hb Oksihemoglobin (97%), larut dalam 
plasma (3%) 
 CO2 + Hb Karbominohemoglobin (30%), larut 
dalam plasma (5%), HCO3 (65%) 
 Dipengaruhi: curah jantung, kondisi pembuluh 
darah, latihan, hematokrit, eritrosit, Hb
Saraf Otonomik 
Hormon dan Obat 
Alergi pada Saluran Napas 
Perkembangan 
Lingkungan 
Perilaku
Pernapasan eksternal 
 Proses masuknya O2 dan keluarnya CO2 dari 
tubuh 
 O2 Hidung & mulut trakea 
bronkhialalveoli menembus membranO2 
diikat Hb sel darah merah jantung 
 CO2 membran kapiler alveolarkapiler 
darahalveoli bronkhialtrakea 
hidung/mulut
Pertukaran gas antarsel jaringan dengan 
cairan sekitarnya. 
Darah Hb jaringan mangambilO2
Kemampuan faal paru dapat dinilai dari 
volume dan kapasitas paru 
Volume paru (volume udara yang mengisi 
ruangan udara dalam paru, tdd: 
 Volume tidal: jumlah udara keluar-masuk paru 
pada saat pernapasan biasa. N=500 cc 
 Inspiratory reserve volume (IRV): jumlah udara 
yang masih bisa dihirup secara maksimal setelah 
menghirup pernapasan biasa. N=3000 cc
Expiratory reserve volume (ERV): jumlah 
udara yang masih bisa dihembuskan secara 
maksimal setelah menghembuskan udara 
pada pernapasan biasa, 1100 cc 
Residual volume (RV): jumlah udara yang 
masih tertinggal di dalam paru meskipun 
telah menghembuskan napas secara 
maksimal, 1200 cc
Hipoksia 
 Kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan 
oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau 
peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel 
 Ditandai dengan: Warna kebiruan pada kulit (sianosis) 
 Penyebab: 
▪ kadar Hb ↓ 
▪ Difusi O2 dari alveoli ↓ ke dalam darah 
▪ Perfusi jaringan ↓ 
▪ Gangguan ventilasi
Tachypnea 
Bradypnea 
Hiperventilasi 
Kusmaul 
Hipoventilasi 
Dispnea 
Orthopnea 
Cheyne Stokes 
Pernapasan paradoksial 
Biot 
Stridor
Kondisi pernapasan yang tidak normal akibat 
ketidakmampuan batuk secara efektif 
Disebabkan: 
 Sekresi yang kental & berlebihan 
 Batuk tidak efektif 
 Efek pengobatan sedatif 
Tanda Klinis 
 Batuk tidak efektif 
 Tidak mampu mengeluarkan sekresi di jalan napas 
 Suara napas menunjukkan adanya sumbatan 
 Jumlah, irama, dan kedalaman pernapasan tdk normal
Kondisi penurunan gas, baik oksigen maupun 
karbondioksida antara alveoli paru dan sistem 
vaskuler 
Tanda Klinis: 
 Dispnea 
 Napas dengan bibir pada fase ekspirasi panjang 
 Agitasi 
 Lelah, letargi 
 Meningkatnya tahanan vasskular paru 
 Menurunnya saturasi oksigen, meningkatnya pCO2 
 Sianosis
Riwayat Kesehatan 
 Gangguan pernapasan, obstruksi nasal, keadaan 
infeksi 
Pola Batuk dan Produksi Sputum 
 Batuk kering, batuk berdahak, batuk produktif 
 Sputumwarna, kejernihan, dan bercampur 
darah 
Sakit Dada 
 Lokasi, luas, intensitas, penyebab, frekuensi
Inspeksi 
 Jalan napas: hidung, mulut, atau menggunakan 
alat bantu 
Palpasi 
 Nyeri tekan akibat luka, peradangan 
 Menentukan gerakan dinding dada pada saat 
inspirasi dan ekspirasi 
Perkusi 
 Normal: Sonor 
 Abnormal: redup, hipersonor, tymphani
Auskultasi 
 Suara napas atau bunyi napas 
▪ Vesikuler 
▪ Bronkhial 
▪ Mengi 
▪ Bronkovesikuler 
▪ Ronkhi
Bersihan jalan napas tidak efektif 
Pola napas tidak efektif 
Kerusakan pertukaran gas 
Gangguan perfusi jaringan
Mempertahankan jalan napas agar efektif 
Mempertahankan pola pernapasan kembali 
efektif 
Mempertahankan pertukaran gas 
Memperbaiki perfusi jaringan
Latihan Napas 
 Cara bernapas untuk memperbaiki ventilasi alveoli 
atau memelihara pertukaran gas, meningkatkan 
efisiensi batuk, dan mengurangi stres 
 Prosedur Kerja 
▪ Cuci tangan 
▪ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 
▪ Anjurkan untuk mulai latihan dengan cara menarik napas 
melalui hidung dengan mulut tertutup 
▪ Anjurkan untuk menahan napas selama 1-1,5 detik, kemudian 
disusul dengan menghembuskan napas melalui bibir dengan 
bentuk mulut mencucu atau seperti orang meniup 
▪ Catat respon yang terjadi 
▪ Cuci tangan
Cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki 
kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan 
membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret 
atau benda asing di jalan napass 
 Prosedur Kerja 
▪ Cuci tangan 
▪ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 
▪ Atur posisi pasien dengan duduk di tepi tempat tidur membungkuk ke 
depan 
▪ Anjurkan untuk menarik napas secara pelan dan dalam dengan 
menggunakan pernapasan diagfragma 
▪ Setelah itu tahan napas kurang lebih 2 detik 
▪ Batukkan 2 kali dengan mulut terbuka 
▪ Tarik napas dengan ringan 
▪ Istirahat 
▪ Catat respon yang terjadi 
▪ Cuci tangan
Tindakan keperawatan dengan cara 
memberikan oksigen ke dalam paru melalui 
saluran pernapasan dengan menggunakan 
alat bantu oksigen. 
Tujuan memenuhi kebutuhan oksigen dan 
mencegah terjadinya hipoksia 
Pemberian oksigen ada 3 cara: 
 Kanula 
 Nasal 
 Masker
Kebutuhan oksigenasi

Kebutuhan oksigenasi

  • 1.
  • 2.
    Kebutuhan dasar manusiayang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel
  • 3.
    Saluran pernapasan bagianatas  Fungsi : menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara yang terhirup  Terdiri: ▪ Hidung ▪ Faring ▪ Laring ▪ Epiglotis
  • 4.
    Saluran pernapasan bagianbawah  Fungsi: mengalirkan udara dan memproduksi surfaktan  Terdiri dari: ▪ Trakea ▪ Bronkus ▪ Bronkiolus
  • 5.
    Paru  Organutama pernapasan  Terdiri dari: ▪ Paru kanan 3 lobus ▪ Paru kiri 2 lobus
  • 6.
    Ventilasi  Proseskeluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer  Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru Difusi Gas  Pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru danCO2 di kapiler dengan alveoli  Dipengaruhi: luas permukaan paru, tebal membran, perbedaan tekanan dan konsentrasi O2
  • 7.
    Transportasi Gas Proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler  O2 + Hb Oksihemoglobin (97%), larut dalam plasma (3%)  CO2 + Hb Karbominohemoglobin (30%), larut dalam plasma (5%), HCO3 (65%)  Dipengaruhi: curah jantung, kondisi pembuluh darah, latihan, hematokrit, eritrosit, Hb
  • 8.
    Saraf Otonomik Hormondan Obat Alergi pada Saluran Napas Perkembangan Lingkungan Perilaku
  • 9.
    Pernapasan eksternal Proses masuknya O2 dan keluarnya CO2 dari tubuh  O2 Hidung & mulut trakea bronkhialalveoli menembus membranO2 diikat Hb sel darah merah jantung  CO2 membran kapiler alveolarkapiler darahalveoli bronkhialtrakea hidung/mulut
  • 10.
    Pertukaran gas antarseljaringan dengan cairan sekitarnya. Darah Hb jaringan mangambilO2
  • 11.
    Kemampuan faal parudapat dinilai dari volume dan kapasitas paru Volume paru (volume udara yang mengisi ruangan udara dalam paru, tdd:  Volume tidal: jumlah udara keluar-masuk paru pada saat pernapasan biasa. N=500 cc  Inspiratory reserve volume (IRV): jumlah udara yang masih bisa dihirup secara maksimal setelah menghirup pernapasan biasa. N=3000 cc
  • 12.
    Expiratory reserve volume(ERV): jumlah udara yang masih bisa dihembuskan secara maksimal setelah menghembuskan udara pada pernapasan biasa, 1100 cc Residual volume (RV): jumlah udara yang masih tertinggal di dalam paru meskipun telah menghembuskan napas secara maksimal, 1200 cc
  • 13.
    Hipoksia  Kondisitidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel  Ditandai dengan: Warna kebiruan pada kulit (sianosis)  Penyebab: ▪ kadar Hb ↓ ▪ Difusi O2 dari alveoli ↓ ke dalam darah ▪ Perfusi jaringan ↓ ▪ Gangguan ventilasi
  • 14.
    Tachypnea Bradypnea Hiperventilasi Kusmaul Hipoventilasi Dispnea Orthopnea Cheyne Stokes Pernapasan paradoksial Biot Stridor
  • 15.
    Kondisi pernapasan yangtidak normal akibat ketidakmampuan batuk secara efektif Disebabkan:  Sekresi yang kental & berlebihan  Batuk tidak efektif  Efek pengobatan sedatif Tanda Klinis  Batuk tidak efektif  Tidak mampu mengeluarkan sekresi di jalan napas  Suara napas menunjukkan adanya sumbatan  Jumlah, irama, dan kedalaman pernapasan tdk normal
  • 16.
    Kondisi penurunan gas,baik oksigen maupun karbondioksida antara alveoli paru dan sistem vaskuler Tanda Klinis:  Dispnea  Napas dengan bibir pada fase ekspirasi panjang  Agitasi  Lelah, letargi  Meningkatnya tahanan vasskular paru  Menurunnya saturasi oksigen, meningkatnya pCO2  Sianosis
  • 17.
    Riwayat Kesehatan Gangguan pernapasan, obstruksi nasal, keadaan infeksi Pola Batuk dan Produksi Sputum  Batuk kering, batuk berdahak, batuk produktif  Sputumwarna, kejernihan, dan bercampur darah Sakit Dada  Lokasi, luas, intensitas, penyebab, frekuensi
  • 18.
    Inspeksi  Jalannapas: hidung, mulut, atau menggunakan alat bantu Palpasi  Nyeri tekan akibat luka, peradangan  Menentukan gerakan dinding dada pada saat inspirasi dan ekspirasi Perkusi  Normal: Sonor  Abnormal: redup, hipersonor, tymphani
  • 19.
    Auskultasi  Suaranapas atau bunyi napas ▪ Vesikuler ▪ Bronkhial ▪ Mengi ▪ Bronkovesikuler ▪ Ronkhi
  • 20.
    Bersihan jalan napastidak efektif Pola napas tidak efektif Kerusakan pertukaran gas Gangguan perfusi jaringan
  • 21.
    Mempertahankan jalan napasagar efektif Mempertahankan pola pernapasan kembali efektif Mempertahankan pertukaran gas Memperbaiki perfusi jaringan
  • 22.
    Latihan Napas Cara bernapas untuk memperbaiki ventilasi alveoli atau memelihara pertukaran gas, meningkatkan efisiensi batuk, dan mengurangi stres  Prosedur Kerja ▪ Cuci tangan ▪ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan ▪ Anjurkan untuk mulai latihan dengan cara menarik napas melalui hidung dengan mulut tertutup ▪ Anjurkan untuk menahan napas selama 1-1,5 detik, kemudian disusul dengan menghembuskan napas melalui bibir dengan bentuk mulut mencucu atau seperti orang meniup ▪ Catat respon yang terjadi ▪ Cuci tangan
  • 23.
    Cara untuk melatihpasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret atau benda asing di jalan napass  Prosedur Kerja ▪ Cuci tangan ▪ Jelaskan prosedur yang akan dilakukan ▪ Atur posisi pasien dengan duduk di tepi tempat tidur membungkuk ke depan ▪ Anjurkan untuk menarik napas secara pelan dan dalam dengan menggunakan pernapasan diagfragma ▪ Setelah itu tahan napas kurang lebih 2 detik ▪ Batukkan 2 kali dengan mulut terbuka ▪ Tarik napas dengan ringan ▪ Istirahat ▪ Catat respon yang terjadi ▪ Cuci tangan
  • 24.
    Tindakan keperawatan dengancara memberikan oksigen ke dalam paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Tujuan memenuhi kebutuhan oksigen dan mencegah terjadinya hipoksia Pemberian oksigen ada 3 cara:  Kanula  Nasal  Masker