ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN WILMS TUMOR
Pengertian Wilm’s Tumor
ď‚— Wilm,s tumor (nefroblastoma) merupakan tumor
ginjal yang terjadi pada anak.
ď‚— Tumor wilms adalah tumor yang tumbuh dari
sel embrional primitive diginjal.
ď‚— Tumor wilms biasanya ditemukan pada anak-
anak yang berumur dibawah 5 tahun, tetapi
kadang ditemukan pada anak yang lebih besar
atau orang dewasa.
Etiologi
ď‚— Penyebabnya tidak diketahui pasti, tetapi
diduga melibatkan faktor genetic.
ď‚— Tumor wilms berasal dari poliferasi
patologik blastema meta nefron akibat
tidak adanya stimulasi yang normal dari
duktus metanefron untuk menghasilkan
tubuli dan glomeruli yang berdiferensiasi
baik. Perkembangan blastema renalis
untuk membentuk struktur ginjal terjadi
pada umur kehamilan 8-34 minggu.
Manifestasi Klinis
ď‚— Adanya massa dalam perut (tumor abdomen)
ď‚— Hematuri akibat infiltrasi tumor ke dalam sistem kaliks
ď‚— Hipertensi diduga karena penekanan tumor atau hematom
pada pembuluh- pembuluh darah yang mensuplai darah ke
ginjal, sehingga terjadi iskemi jaringan yang akan
merangsang pelepasan renin atau tumor sendiri
mengeluarkan rennin
ď‚— Anemia
ď‚— Penurunan berat badan
ď‚— Infeksi saluran kencing
ď‚— Demam
ď‚— Malaise
ď‚— Anoreksia
ď‚— Nyeri perut yang bersifat kolik akibat perdarahan sehingga
terjadi penggumpalan darah dalam saluran kencing
Patofisiologi
Wilm,s tumor ini terjadi pada perenchyema renal.
Tumor tersebut tumbuh dengan cepat dengan lokasi dapat
unilateral atau bilateral. Pertumbuhan tumor tersebut akan
meluas atau menyimpang luar renal. Mempunyai gambaran
khas, berupa glomerulus dan tubulus yang primitive atau
abortif, dengan ruangan bowmen yang tidak nyata, dan
tubulus abortif dikelilingi stroma sel kumparan.
Tumor ini pada nyatanya memperlihatkan warna yang
putih atau keabu-abuan homogen, lunak dan encepaloid
(menyerupai jaringan otak). Tumor tersebut akan menyebar
atau meluas hingga abdomen dan dikatakan sebagai suatu
masa abdomen. Akan teraba pada abdominal dengan
dilakukan palpasi.
Munculnya tumor wilm sejak dalam perkembangan
embrio dan tumbuh dengan cepat setelah lahir. Pertumbuhan
tumor akan mengenai ginjal atau pembuluh vena renal
menyebar ke organ lain. Tumor yang biasanya baik terbatas
dan terjadi nekrosis, cystic dan perdarahan. Terjadinya
hipertensi bi, hati, biasanya terkait dngan iskemik pada renal.
Metastase tumor secara hematogen dan limfogen; paru, hati,
Stadium Tumor Wilms
ď‚— Stdium I
Tumor terbatas didalam jaringan ginjal tanpa menembus
pseudokapsul. Tumor tidak ruptur sebelum atau sesudah
pengangkatan atau sesudah dibiopsi. Tidak ada sisa tumor yang
nyata melebihi batas eksisi
ď‚— Stadium II
Tumor meluas menembuh kapsul dan masuk ke jaringan ginjal dan
sekitar ginjal seperti jaringan perirenal, hilus renalis, venarenalis
(trombosis vena renalis). Stadium III
Tumor menyebar ke rongga abdomen secara non-hematogen
(perkontinuitatum), misalnya ke hepar, periteneum.
ď‚— Stadium IV
Metastasis hematogen, adanya deposit tumor diluar stadium III
yaitu pada paru, hati, tulang dan otot
ď‚— Stadium V
Tumor sudah mengenai kedua ginjal (lesi, bilateral). Pada saat
Penatalaksanaan Tumor
Wilms
ď‚— Kemoterapi
ď‚— Pembedahan
Pemeriksaan Diagnostik
ď‚— USG : Merupakan pemeriksaan non
invasif yang dapat membedakan tumor
solid dengan tumor yang mengandung
cairan
ď‚— IVP :Untuk mengetahui fungsi ginjal
ď‚— CT scan
ď‚— Foto rotgen :Merupakan pemeriksaan
untuk mengevaluasi ada tidaknya
metastasis ke paru-paru.
ď‚— Laboratorium
TERIMAKASIH

Wilms tumor

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Wilm’s Tumor Wilm,s tumor (nefroblastoma) merupakan tumor ginjal yang terjadi pada anak.  Tumor wilms adalah tumor yang tumbuh dari sel embrional primitive diginjal.  Tumor wilms biasanya ditemukan pada anak- anak yang berumur dibawah 5 tahun, tetapi kadang ditemukan pada anak yang lebih besar atau orang dewasa.
  • 4.
    Etiologi ď‚— Penyebabnya tidakdiketahui pasti, tetapi diduga melibatkan faktor genetic. ď‚— Tumor wilms berasal dari poliferasi patologik blastema meta nefron akibat tidak adanya stimulasi yang normal dari duktus metanefron untuk menghasilkan tubuli dan glomeruli yang berdiferensiasi baik. Perkembangan blastema renalis untuk membentuk struktur ginjal terjadi pada umur kehamilan 8-34 minggu.
  • 5.
    Manifestasi Klinis ď‚— Adanyamassa dalam perut (tumor abdomen) ď‚— Hematuri akibat infiltrasi tumor ke dalam sistem kaliks ď‚— Hipertensi diduga karena penekanan tumor atau hematom pada pembuluh- pembuluh darah yang mensuplai darah ke ginjal, sehingga terjadi iskemi jaringan yang akan merangsang pelepasan renin atau tumor sendiri mengeluarkan rennin ď‚— Anemia ď‚— Penurunan berat badan ď‚— Infeksi saluran kencing ď‚— Demam ď‚— Malaise ď‚— Anoreksia ď‚— Nyeri perut yang bersifat kolik akibat perdarahan sehingga terjadi penggumpalan darah dalam saluran kencing
  • 6.
    Patofisiologi Wilm,s tumor initerjadi pada perenchyema renal. Tumor tersebut tumbuh dengan cepat dengan lokasi dapat unilateral atau bilateral. Pertumbuhan tumor tersebut akan meluas atau menyimpang luar renal. Mempunyai gambaran khas, berupa glomerulus dan tubulus yang primitive atau abortif, dengan ruangan bowmen yang tidak nyata, dan tubulus abortif dikelilingi stroma sel kumparan. Tumor ini pada nyatanya memperlihatkan warna yang putih atau keabu-abuan homogen, lunak dan encepaloid (menyerupai jaringan otak). Tumor tersebut akan menyebar atau meluas hingga abdomen dan dikatakan sebagai suatu masa abdomen. Akan teraba pada abdominal dengan dilakukan palpasi. Munculnya tumor wilm sejak dalam perkembangan embrio dan tumbuh dengan cepat setelah lahir. Pertumbuhan tumor akan mengenai ginjal atau pembuluh vena renal menyebar ke organ lain. Tumor yang biasanya baik terbatas dan terjadi nekrosis, cystic dan perdarahan. Terjadinya hipertensi bi, hati, biasanya terkait dngan iskemik pada renal. Metastase tumor secara hematogen dan limfogen; paru, hati,
  • 7.
    Stadium Tumor Wilms ď‚—Stdium I Tumor terbatas didalam jaringan ginjal tanpa menembus pseudokapsul. Tumor tidak ruptur sebelum atau sesudah pengangkatan atau sesudah dibiopsi. Tidak ada sisa tumor yang nyata melebihi batas eksisi ď‚— Stadium II Tumor meluas menembuh kapsul dan masuk ke jaringan ginjal dan sekitar ginjal seperti jaringan perirenal, hilus renalis, venarenalis (trombosis vena renalis). Stadium III Tumor menyebar ke rongga abdomen secara non-hematogen (perkontinuitatum), misalnya ke hepar, periteneum. ď‚— Stadium IV Metastasis hematogen, adanya deposit tumor diluar stadium III yaitu pada paru, hati, tulang dan otot ď‚— Stadium V Tumor sudah mengenai kedua ginjal (lesi, bilateral). Pada saat
  • 9.
  • 10.
    Pemeriksaan Diagnostik ď‚— USG: Merupakan pemeriksaan non invasif yang dapat membedakan tumor solid dengan tumor yang mengandung cairan ď‚— IVP :Untuk mengetahui fungsi ginjal ď‚— CT scan ď‚— Foto rotgen :Merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi ada tidaknya metastasis ke paru-paru. ď‚— Laboratorium
  • 11.