Dr. HERNAYANTI, M.Si
 Fenol atau asam karbolat atau
benzenol adalah zat kristal tak
berwarna yang memiliki bau khas.
Rumus kimianya adalah C6H5OH
dan strukturnya memiliki gugus
hidroksil (-OH) yang berikatan
dengan cincin fenil
 Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air,
yakni 8,3 gram/100 ml.
 Fenol memiliki sifat yang cenderung asam,
artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus
hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut
menjadikan anion fenoksida C6H5O− yang dapat
dilarutkan dalam air.
 Dibandingkan dengan alkohol
alifatik lainnya, fenol bersifat lebih
asam. Hal ini dibuktikan dengan
mereaksikan fenol dengan NaOH, di
mana fenol dapat melepaskan H+.
Berdasarkan jalur sintesis , Senyawa fenol
dibedakan atas :
 Senyawa fenol yang berasal dari asam
sikimat atau jalur sikimat
 Senyawa fenol yang berasal dari jalur asetat
malonat
 Senyawa fenol yang berasal dari kombinasi
antara kedua jalur biosintesa ini yaitu
senyawa-senyawa flavonoid.
 Lignan, Neolignan, Lignin
 Naftokinon
 Antrakinon
 Flavonoid
 Antosianin
 Tanin
 Kumarin
 Fenol adalah senyawa yang memiliki sebuah
gugus hidroksil yang terikat langsung pada
cincin benzena.
 Jadi fenol adalah nama spesifik untuk
hidroksibenzena dan merupakan nama
umum untuk kelompok senyawa yang
diturunkan hidroksi benzena.
OH
H3C
OH
Fenol 4-Metilfenol
 Senyawa-senyawa yang memiliki sebuah
gugus hidroksil yang terikat pada cincin
benzenoid polisiklik adalah mirip dengan
fenol secara kimiawi, tetapi dinamakan
naftol dan fenantrol.
OH
OH
OH
1
2
3
4
5
6
7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1-Naftol
(-naftol) 2-Naftol 9-Fenantrol
 Pada banyak senyawa, fenol merupakan
nama dasar.
OH
Cl
NO2
OH OH
Br
4-Klorofenol 2-Nitrofenol 3-Bromofenol
TATA NAMA FENOL
 Senyawa metilfenol umumnya disebut kresol:
2-Metilfenol
(o-kresol)
3-Metilfenol
(m-kresol)
4-Metilfenol
(p-kresol)
Senyawa benzenadiol memiliki nama umum:
1,2-Benzenadiol
(katekol)
1,3-Benzenadiol
(resorsinol)
1,4-Benzenadiol
(hidrokuinon)
 Dalam kehidupan sehari-hari fenol dikenal
sebagai karbol atau lisol yang berfungsi
sebagai zat disenfektan
 sebagai antiseptik , fenol merupakan
komponen utama dari TCP (trichlorophenol).
 bagian komposisi beberapa anestitika oral,
misalnya semprotan kloraseptik
 pembuatan obat-obatan (bagian dari
produksi aspirin, pembasmi rumput liar,
KEGUNAAN FENOL
 Fenol dan senyawa sejenisnya tersebar
meluas di alam.
 Tirosina adalah asam amino yang terdapat
dalam protein.
 Metil salisilat didapatkan dalam wintergreen
oil (tumbuhan).
 Eugenol didapatkan dalam minyak cengkeh.
 Timol didapatkan dalam thyme (tumbuhan).
 Urushiol adalah blistering agent (vesicant)
yang didapatkan dalam ivy (tumbuhan)
beracun.
FENOL DI ALAM
 Estradiol adalah hormon seks pada wanita.
 Tetrasiklin adalah antibiotika penting.
Estradiol Tetrasiklin
(Y=Cl, Z=H; Aureomisin)
(Y=H, Z=OH; Teramisin)
HO
H
H H
H3C
OH
OH
Y
O
HO CH3 Z N(CH3)2
OH
H
OH
CONH2
OH
O
 Adanya gugus hidroksil dalam fenol berarti
fenol adalah seperti alkohol yang dapat
membentuk ikatan hidrogen intermolekular
yang kuat.
 Ikatan hidrogen ini menyebabkan fenol
berasosiasi sehingga memiliki titik didih
yang lebih tinggi dibanding hidrokarbon
dengan berat molekul yang sama.
 Fenol (bp, 182ºC) memiliki titik didih 70ºC
lebih tinggi dibanding toluena (bp, 106ºC),
meskipun berat molekulnya hampir sama.
SIFAT FISIK FENOL
16
3-Bromofenol (66%)
3-Nitrofenol (80%)
2-Bromo-4-metilfenol (80-92%)
2 Sintesis Industrial
 Fenol merupakan bahan kimia industri yang
sangat penting, sebagai material awal untuk
sejumlah besar produk komersial mulai dari
aspirin sampai plastik.
a Hidrolisis Klorobenzena (Proses Dow)
Cl
(high pressure)
3500
C
+ 2 NaOH
ONa
+ NaCl + H2O
ONa
HCl
OH
+ NaCl
b Peleburan Natrium Benzensulfonat
SO3Na
3500
C
+ 2 NaOH
ONa
+ Na2SO4 + H2O
Kumena
H2C CHCH3
2500
C
H3PO4
pressure
CH
H3C CH3
+
c Hidroperoksida Kumen
C6H5 CH
CH3
CH3
+ O2
95-1350
C
C6H5 C
CH3
CH3
O O H
C6H5 C
CH3
CH3
O O H
50-900
C
H+
, H2O
C6H5OH + C
CH3
CH3
O
Kumena hidroperoksida
Fenol Aseton
 Meskipun fenol secara struktural mirip
dengan alkohol tapi fenol merupakan asam
yang lebih kuat.
 Harga pKa kebanyakan alkohol adalah 18,
sedangkan pKa fenol lebih kecil dari 11.
 Bandingkan sikloheksanol dan fenol.
OH
OH
Sikloheksanol
pKa = 18
Fenol
pKa = 9,89
REAKSI FENOL
SEBAGAI ASAM
 Meskipun fenol bersifat asam lemah bila
dibanding dengan asam karboksilat misal
asam asetat (pKa = 4,74), namun fenol lebih
asam daripada sikloheksanol.
 Cincin benzena bertindak sebagai gugus
penarik elektron sehingga atom O dari
gugus – OH bermuatan positif dan proton
mudah dilepaskan.
Struktur resonansi fenol
 Fenol bereaksi dengan anhidrida karboksilat
dan klorida asam membentuk ester.
 Reaksi ini serupa dengan reaksi dari alkohol.
OH O +
basa
RC
O
2O
CR
O
RCO
O
OH
RCCl
O
basa
O CR
O
+ Cl
 Fenol dalam Sintesis Williamson
 Fenol dapat diubah menjadi eter melalui
sintesis Williamson.
 Karena fenol lebih asam dibanding alkohol,
maka fenol diubah menjadi natrium
fenoksida dengan memakai NaOH (logam
Na dipakai untuk mengubah alkohol menjadi
ion alkoksida).
ArOH
NaOH
ArO Na
R X
X = Cl, Br, I,
OSO2OR atau
OSO2R'
ArOR + NaX
Reaksi Umum
Contoh
spesifik
Anisol
(Metoksibenzena)
+ NaI
OH
OH
NaOH
O
OH
Na
CH3CH2
OCH2CH3
OH
OH
NaOH
H2O
O Na
CH3OSO2OCH3
OCH3
+ NaOSO2OCH3
I
 Jika dialkil eter dipanaskan dengan HBr atau
HI berlebih, maka terjadi pemutusan eter dan
dihasilkan alkil halida dari kedua gugus alkil.
R O R
HX pekat
panas
R X R' X
+ + H2O
Jika alkil aril eter bereaksi dengan asam kuat
seperti HI dan HBr akan menghasilkan suatu
alkil halida dan fenol.
 Fenol tidak akan bereaksi lebih lanjut untuk
menghasilkan aril halida karena ikatan
karbon – oksigen sangat kuat dan karena
kation fenil tidak mudah terbentuk.
Ar O R
HX pekat
panas
Ar OH + R X
Reaksi Umum
OCH3 OH +CH3Br
H2O
H3C
H3C + HBr
p-Metilanisol 4-Metilfenol
HBr
no reaction
Metil bromida
Contoh
spesifik
 Brominasi
 Nitrasi
 Hasil relatif rendah karena oksidasi cincin.
 Dihasilkan campuran o- dan p-nitrofenol.
 Isomer orto dan para dipisahkan dengan distilasi uap air. o-
Nitrofenol lebih mudah menguap karena ikatan hidrogennya
adalah intramolekular.
 p-Nitrofenol lebih sukar menguap karena memiliki ikatan
hidrogen intermolekular yang menyebabkan asosiasi antar
molekulnya.
 o-Nitrofenol terdistilasi bersama uap air, sedangkan p-nitrofenol
tertinggal dalam labu distilasi.
OH
20% HNO3
OH
+
NO2
250
C
(30-40%)
OH
NO2
15%
 Sulfonasi
OH
H2SO4
pekat
OH
SO3H
OH
SO3H
250
C
1000
C
H2SO4, pekat,
Produk utama,
kontrol kecepatan
Produk utama, kontrol
kesetimbangan
 Reaksi Kolbe
 Natrium fenoksida mengabsorpsi CO2 dan dipanaskan pada
125ºC di bawah tekanan beberapa atmosfer CO2.
O Na O
C
O
O
H
C O
O
Na tautomerisasi
- H+
, + H+
O
C O
O
Na
H
H+
O
C OH
O
H
Natrium salisilat Asam salisilat
 Metode Folin Ciocalteu (FC)
 Identifikasi dan karakterisasi,
menggunakan:
Thin layer chromatography (TLC);
Gas chromatography (GC);
Liquid chromatography (LC)
Pada teknik identifikasi dan
karakterisasi, hasilyang didapat
adalah:
 Jenis –jenis fenol yang dikandung
 Kandungan total
 Metode Folin Chiocalteau mrpkn
metode paling umum untuk
menentukan fenol total
 Hsl yg didapat adlh estimasi
kandungan fenol total
 Lebih murah dan sederhana
pengerjaannya
 Menggunakan spektrofotometer
 Kromatografi lapis tipis merupakan
salah satu analisis kualitatif dari
suatu sampel yang ingin dideteksi
dengan memisahkan komponen-
komponen sampel berdasarkan
perbedaan kepolaran
 Prinsip kerjanya : memisahkan
sampel berdasarkan perbedaan
kepolaran antara sampel dengan
pelarut yang digunakan.
 Teknik ini biasanya menggunakan
fase diam dari bentuk plat silika dan
fase geraknya disesuaikan dengan
jenis sampel yang ingin dipisahkan.
 Larutan atau campuran larutan yang
digunakan dinamakan eluen.
Semakin dekat kepolaran antara
sampel dengan eluen maka sampel
akan semakin terbawa oleh fase
gerak tersebut.
 Sebagai pembanding kandungan
fenol digunakan asam galat yg
mrpkn senyawa standar yg umum
digunakan selain asam klorogenat
 Asam galat merupakan senyawa
polifenol yang terdapt pada hampir
semua tanaman
 Cara penanaman
 Bagian tanaman
 Kondisi lingkungan
 Prosedur pengolahan
 Kenikir (Cosmos caudatus)
Tanaman ini memiliki kandungan total flavonoid
420,85 miligram per 100 gram dan total fenol
1225,88 miligram per 100 gram
 Beluntas (Pluchea indica)
 mengandung fenol sebesar 1030,03 miligram
per 100 gram. tanaman ini dikenal sebagai
pengusir bau badan yang ampuh.

FENOL.pptx

  • 1.
  • 2.
     Fenol atauasam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil
  • 3.
     Fenol memilikikelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml.  Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O− yang dapat dilarutkan dalam air.
  • 4.
     Dibandingkan denganalkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H+.
  • 5.
    Berdasarkan jalur sintesis, Senyawa fenol dibedakan atas :  Senyawa fenol yang berasal dari asam sikimat atau jalur sikimat  Senyawa fenol yang berasal dari jalur asetat malonat  Senyawa fenol yang berasal dari kombinasi antara kedua jalur biosintesa ini yaitu senyawa-senyawa flavonoid.
  • 6.
     Lignan, Neolignan,Lignin  Naftokinon  Antrakinon  Flavonoid  Antosianin  Tanin  Kumarin
  • 7.
     Fenol adalahsenyawa yang memiliki sebuah gugus hidroksil yang terikat langsung pada cincin benzena.  Jadi fenol adalah nama spesifik untuk hidroksibenzena dan merupakan nama umum untuk kelompok senyawa yang diturunkan hidroksi benzena. OH H3C OH Fenol 4-Metilfenol
  • 8.
     Senyawa-senyawa yangmemiliki sebuah gugus hidroksil yang terikat pada cincin benzenoid polisiklik adalah mirip dengan fenol secara kimiawi, tetapi dinamakan naftol dan fenantrol. OH OH OH 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1-Naftol (-naftol) 2-Naftol 9-Fenantrol
  • 9.
     Pada banyaksenyawa, fenol merupakan nama dasar. OH Cl NO2 OH OH Br 4-Klorofenol 2-Nitrofenol 3-Bromofenol TATA NAMA FENOL
  • 10.
     Senyawa metilfenolumumnya disebut kresol: 2-Metilfenol (o-kresol) 3-Metilfenol (m-kresol) 4-Metilfenol (p-kresol) Senyawa benzenadiol memiliki nama umum: 1,2-Benzenadiol (katekol) 1,3-Benzenadiol (resorsinol) 1,4-Benzenadiol (hidrokuinon)
  • 11.
     Dalam kehidupansehari-hari fenol dikenal sebagai karbol atau lisol yang berfungsi sebagai zat disenfektan  sebagai antiseptik , fenol merupakan komponen utama dari TCP (trichlorophenol).  bagian komposisi beberapa anestitika oral, misalnya semprotan kloraseptik  pembuatan obat-obatan (bagian dari produksi aspirin, pembasmi rumput liar, KEGUNAAN FENOL
  • 12.
     Fenol dansenyawa sejenisnya tersebar meluas di alam.  Tirosina adalah asam amino yang terdapat dalam protein.  Metil salisilat didapatkan dalam wintergreen oil (tumbuhan).  Eugenol didapatkan dalam minyak cengkeh.  Timol didapatkan dalam thyme (tumbuhan).  Urushiol adalah blistering agent (vesicant) yang didapatkan dalam ivy (tumbuhan) beracun. FENOL DI ALAM
  • 13.
     Estradiol adalahhormon seks pada wanita.  Tetrasiklin adalah antibiotika penting. Estradiol Tetrasiklin (Y=Cl, Z=H; Aureomisin) (Y=H, Z=OH; Teramisin) HO H H H H3C OH OH Y O HO CH3 Z N(CH3)2 OH H OH CONH2 OH O
  • 14.
     Adanya gugushidroksil dalam fenol berarti fenol adalah seperti alkohol yang dapat membentuk ikatan hidrogen intermolekular yang kuat.  Ikatan hidrogen ini menyebabkan fenol berasosiasi sehingga memiliki titik didih yang lebih tinggi dibanding hidrokarbon dengan berat molekul yang sama.  Fenol (bp, 182ºC) memiliki titik didih 70ºC lebih tinggi dibanding toluena (bp, 106ºC), meskipun berat molekulnya hampir sama. SIFAT FISIK FENOL
  • 16.
  • 17.
    2 Sintesis Industrial Fenol merupakan bahan kimia industri yang sangat penting, sebagai material awal untuk sejumlah besar produk komersial mulai dari aspirin sampai plastik. a Hidrolisis Klorobenzena (Proses Dow) Cl (high pressure) 3500 C + 2 NaOH ONa + NaCl + H2O ONa HCl OH + NaCl
  • 18.
    b Peleburan NatriumBenzensulfonat SO3Na 3500 C + 2 NaOH ONa + Na2SO4 + H2O Kumena H2C CHCH3 2500 C H3PO4 pressure CH H3C CH3 + c Hidroperoksida Kumen
  • 19.
    C6H5 CH CH3 CH3 + O2 95-1350 C C6H5C CH3 CH3 O O H C6H5 C CH3 CH3 O O H 50-900 C H+ , H2O C6H5OH + C CH3 CH3 O Kumena hidroperoksida Fenol Aseton
  • 20.
     Meskipun fenolsecara struktural mirip dengan alkohol tapi fenol merupakan asam yang lebih kuat.  Harga pKa kebanyakan alkohol adalah 18, sedangkan pKa fenol lebih kecil dari 11.  Bandingkan sikloheksanol dan fenol. OH OH Sikloheksanol pKa = 18 Fenol pKa = 9,89 REAKSI FENOL SEBAGAI ASAM
  • 21.
     Meskipun fenolbersifat asam lemah bila dibanding dengan asam karboksilat misal asam asetat (pKa = 4,74), namun fenol lebih asam daripada sikloheksanol.  Cincin benzena bertindak sebagai gugus penarik elektron sehingga atom O dari gugus – OH bermuatan positif dan proton mudah dilepaskan. Struktur resonansi fenol
  • 22.
     Fenol bereaksidengan anhidrida karboksilat dan klorida asam membentuk ester.  Reaksi ini serupa dengan reaksi dari alkohol. OH O + basa RC O 2O CR O RCO O OH RCCl O basa O CR O + Cl
  • 23.
     Fenol dalamSintesis Williamson  Fenol dapat diubah menjadi eter melalui sintesis Williamson.  Karena fenol lebih asam dibanding alkohol, maka fenol diubah menjadi natrium fenoksida dengan memakai NaOH (logam Na dipakai untuk mengubah alkohol menjadi ion alkoksida). ArOH NaOH ArO Na R X X = Cl, Br, I, OSO2OR atau OSO2R' ArOR + NaX Reaksi Umum
  • 24.
  • 25.
     Jika dialkileter dipanaskan dengan HBr atau HI berlebih, maka terjadi pemutusan eter dan dihasilkan alkil halida dari kedua gugus alkil. R O R HX pekat panas R X R' X + + H2O Jika alkil aril eter bereaksi dengan asam kuat seperti HI dan HBr akan menghasilkan suatu alkil halida dan fenol.
  • 26.
     Fenol tidakakan bereaksi lebih lanjut untuk menghasilkan aril halida karena ikatan karbon – oksigen sangat kuat dan karena kation fenil tidak mudah terbentuk. Ar O R HX pekat panas Ar OH + R X Reaksi Umum OCH3 OH +CH3Br H2O H3C H3C + HBr p-Metilanisol 4-Metilfenol HBr no reaction Metil bromida Contoh spesifik
  • 27.
  • 28.
     Nitrasi  Hasilrelatif rendah karena oksidasi cincin.  Dihasilkan campuran o- dan p-nitrofenol.  Isomer orto dan para dipisahkan dengan distilasi uap air. o- Nitrofenol lebih mudah menguap karena ikatan hidrogennya adalah intramolekular.  p-Nitrofenol lebih sukar menguap karena memiliki ikatan hidrogen intermolekular yang menyebabkan asosiasi antar molekulnya.  o-Nitrofenol terdistilasi bersama uap air, sedangkan p-nitrofenol tertinggal dalam labu distilasi. OH 20% HNO3 OH + NO2 250 C (30-40%) OH NO2 15%
  • 29.
     Sulfonasi OH H2SO4 pekat OH SO3H OH SO3H 250 C 1000 C H2SO4, pekat, Produkutama, kontrol kecepatan Produk utama, kontrol kesetimbangan
  • 30.
     Reaksi Kolbe Natrium fenoksida mengabsorpsi CO2 dan dipanaskan pada 125ºC di bawah tekanan beberapa atmosfer CO2. O Na O C O O H C O O Na tautomerisasi - H+ , + H+ O C O O Na H H+ O C OH O H Natrium salisilat Asam salisilat
  • 31.
     Metode FolinCiocalteu (FC)  Identifikasi dan karakterisasi, menggunakan: Thin layer chromatography (TLC); Gas chromatography (GC); Liquid chromatography (LC)
  • 32.
    Pada teknik identifikasidan karakterisasi, hasilyang didapat adalah:  Jenis –jenis fenol yang dikandung  Kandungan total
  • 33.
     Metode FolinChiocalteau mrpkn metode paling umum untuk menentukan fenol total  Hsl yg didapat adlh estimasi kandungan fenol total  Lebih murah dan sederhana pengerjaannya  Menggunakan spektrofotometer
  • 34.
     Kromatografi lapistipis merupakan salah satu analisis kualitatif dari suatu sampel yang ingin dideteksi dengan memisahkan komponen- komponen sampel berdasarkan perbedaan kepolaran
  • 35.
     Prinsip kerjanya: memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan.  Teknik ini biasanya menggunakan fase diam dari bentuk plat silika dan fase geraknya disesuaikan dengan jenis sampel yang ingin dipisahkan.
  • 36.
     Larutan ataucampuran larutan yang digunakan dinamakan eluen. Semakin dekat kepolaran antara sampel dengan eluen maka sampel akan semakin terbawa oleh fase gerak tersebut.
  • 37.
     Sebagai pembandingkandungan fenol digunakan asam galat yg mrpkn senyawa standar yg umum digunakan selain asam klorogenat  Asam galat merupakan senyawa polifenol yang terdapt pada hampir semua tanaman
  • 38.
     Cara penanaman Bagian tanaman  Kondisi lingkungan  Prosedur pengolahan
  • 39.
     Kenikir (Cosmoscaudatus) Tanaman ini memiliki kandungan total flavonoid 420,85 miligram per 100 gram dan total fenol 1225,88 miligram per 100 gram  Beluntas (Pluchea indica)  mengandung fenol sebesar 1030,03 miligram per 100 gram. tanaman ini dikenal sebagai pengusir bau badan yang ampuh.