1
ALKANA
2
3
Alkana : senyawa organik yang miskin gugus fungsi
How to make “alkana” more useful in organic
synthesis?
Functionalization
Alkana umumnya non polar dan tak reaktif
4
Review
Jenis pemutusan ikatan:
- homolitik (terjadi pada pelarut non polar dan fasa gas)
- heterolitik (terjadi pada pelarut polar dan terbatas pada situasi
di mana keelektronegatifan A dan B dan gugus-gugus
yang terikat pada mereka saling menstabilkan muatan
(+) dan (-))
Kestabilan radikal menentukan kekuatan ikatan C-H
Energi ikatan kekuatan berkurang : CH4> 1o
C > 2o
C > 3o
C
Kestabilan radikal ditentukan oleh delokalisasi elektron di mana orbital p pada
pusat radikal overlapping dengan ikatan C-H di sebelahnya ………⇒
hiperkonyugasi
>>>struktur hampir planar, dengan posisi elektron tunggal pada orbital p pada
posisi tegak lurus terhadap bidang molekul
A B A B+
A B A B+
5
Resonansi dan hiperkonyugasi:
- pada keduanya terjadi interaksi elektron pada orbital p yang memberikan
delokalisasi elektron → stabil
- terdapat perbedaan pada tipe orbital:
pada resonansi ⇒ tipe π overlap dengan orbital p
pada hiperkonyugasi ⇒ overlap orbital-orbital ikatan tipe σ
Kestabilan radikal
-pengaruh terjejalnya halangan antara substituen-substituen pada radikal
alkil sekunder dan alkil tersier (steric crowding) yang semakin leluasa
karena pengaruh perubahan geometri tetrahedral → planar (dalam radikal)
(pada radikal tersier, substituen-substituen semakin berjauhan → halangan
sterik makin berkurang, jadi makin stabil)
6
Rumus umum: CnH2n + 2
CH4 metana (natural gas, gas rawa (swamp)
CH3–CH3 (C2H6) ethana
CH3–CH2–CH3 (C3H8) propana (LPG)
CH3CH2CH2CH3 (C4H10) butana
75-85% CH4
5-10% C2H6
1-5% C3H8
7
Isomers: normal and bercabang
n-butana
“straight chain”
Rantai bercabang
isobutana
CH3 CH2 CH2 CH3
CH3 CH CH3
CH3
H
C
C
C
C
H
H H
H H
H H
H H
isomer
konstitutional
C4H10
Pemantik “butane” :
5% n-butana
95% isobutana
Chem3D
8
C5H12 n-pentana
isopentana
neopentana
CH3 CH2 CH CH3
CH3
CH3 C
CH3
CH3
CH3
CH3 CH2 CH2 CH2 CH3
C6H14 5 isomer
C10H22 75 isomer
C20H42 366,319 isomer
obviously need system of nomenclature
9
Contoh soal:
Gambarkan isomer konstitusional berikut.
C6H14 (5)
C7H16 (9)
Check Answer
10
Jawaban:
C6H14 (5)
C7H16 (9)
11
Jenis-jenis karbon dalam senyawa:
CH3 CH
CH3
CH2 CH3
methyl carbons
methylene carbon
methine carbon
12
Senyawa hidrokarbon ⇒ hanya mengandung karbon dan hidrogen
 Hidrokarbon jenuh : ikatan tunggal (ikatan σ) …………. Alkana CnH2n+2
 Hidrokarbon tak jenuh : mengandung ikatan ganda (ikatan π) ……CnH2n
 Hidrokarbon alifatik : rantai terbuka (lurus atau bercabang)
 Hidrokarbon siklik : CnH2n
Cincin atau ikatan rangkap mengurangi 2 H pada ikatan rangkap atau tiap cincin
Contoh:
CH3CH2CH2CH3 CH3CH2CH=CH2
C4H10 C4H8 C4H8
CnH2n ⇒ mengandung 1 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap
atau1 cincin
CnH2n-2 ⇒ mengandung 2 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap,
1 cincin, 2 ikatan rangkap, atau 2 cincin
13
Tatanama
IUPAC
Rantai induk: normal alkana
Rantai induk:
CH4 metana n-C11H24 undekana
CH3CH3 etana n-C12H26 dodekana
CH3CH2CH3 propana n-C13H28 tridekana
CH3(CH2)2CH3 butana n-C14H30 tetradekana
CH3(CH2)3CH3 pentana ¦
CH3(CH2)4CH3 heksana n-C20H42 ikosana
n-C7H16 heptana n-C30H62 triakontana
n-C8H18 oktana n-C40H82 tetrakontana
n-C9H20 nonana ¦
n-C10H22 dekana etc.
Nama sistematik: {rantai samping}rantai induk{suffix}
know
to here
(teens)
Tatanama IUPAC (tatanama sistematik
Trivial
14
Substituent: gugus alkil
CH3
CH3 CH2 CH2
CH3CH2CH2CH2
CH3 CH CH2
CH3
CH3 CH2
CH3 CH CH3
CH3CH2CHCH3
CH3 C CH3
CH3
methyl group ethyl group
propyl isopropyl
butyl sec-butyl
isobutyl tert-butyl
15
Aturan IUPAC
1. Tentukan rantai terpanjang yang kontinu (straight) =rantai
induk
2. Beri nomor rantai induk, dengan no rendah ada pada karbon
yang tersubstitusi
3. Dua atau lebih gugus yang identik diberi nama di, tri, tetra dll
CH3 CH2 CH2 CH2 CH
CH2 CH3
CH3
Rantai terpanjang 7 (not 6).
⇒ 3-metilheptana. .
2,3,6-trimetilheptana (not 2,5,6-trimetil
heptana)
2,2,6,6,7-pentametiloktana (not
2,3,3,7,7-pentametiloktane)
16
4. Gugus yang berbeda diurut secara alfabetis (di, tri, tetra,
etc. don’t count; n, sec, tert don’t count; iso does).
5. Jika penomoran sama untuk arah yang berbeda, pilih
penomoran yang mengikuti alfabetis
6-etil-5-isopropil-2,2-dimetiloktana
5-etil-6-metildekana
17
6. Jika dua atau lebih rantai sama panjangnya, pilih rantai
yang memiliki jumlah substituen terbesar
7. Rantai samping kompleks (biasanya > 4 carbon) diberi nama
sistematis
a. mulai penomoran pada karbon yang terikat pada rantai induk
b. nama ditulis dalam tanda kurung
c. Huruf pertama diurut alfabetis, (regardless of what it is)
2,4,6-trimetil-5-propiloktana
4-(1,2-dimethylpropyl)-3-(1-methylethyl)-
decane
1
2
3
1
2
18
Soal. Beri nama senyawa berikut:
Check Answer
19
Jawaban
6-etil-2,2,5,7-tetrametilnonana (not
6,7-dietil-2,2,5-trimetiloktana. :)
8-sec-butil-7-tert-butil-4-isopropildodecana
(hyphenated words aren’t alphabetized).
OR
7-(2,2-dimetiletiyl)-4-(1-metiyletil)-
8-(2-metilpropiyl)dodecana
20
SIKLOALKANA
CH2
CH2H2C
= siklopropana
RUMUS UMUM
CnH2n
etilsiklobutana
1-isopropil-3-metilsiklopentana
21
Soal : Berilah nama senyawa-senyawa di bawah ini
Check Answer
22
1,1,2-trimetilkloheksana
4-sikopentil-2,3-dimetilheksana
1,2-disiklopropiletana
23
Hubungan struktur dan sifat senyawa:
Antaraksi intermolekular : Gaya London (or van der Waals) (lemah)
Gaya London = antaraksi dipol-dipol yang lemah antar molekul non polar
Gaya Van der Waals = antaraksi berbagai dipol-dipol secara kolektif
b.p.
CH4 -160ºC
C2H6 -89
C3H8 -42
n-C4H10 -0.4
n-C5H10 36
Percabangan ⇒ titik didih rendah
-0.4°C -10.2°C
36°C 28°C 9°C
vs
greater surface area
for attraction
Chem3D
Senyawa non polar, larut dalam pelarut non polar (dietil eter, benzena)
24
Sifat kimia dari alkana (reaksi alkana)
Alkana ⇒ kurang reaktif = parafin (parum afin = afinitas kecil)
A. Pembakaran (Combustion)
C8H18 + →
Heats (enthalpies) of combustion: Hcomb
More branched isomers have lower ∆Hcomb, are more stable.
1307.5 kcal 1306.3 kcal 1304.6 kcal 1303.0 kcal
~ ~ ~ ~
~~~~
CO2 + H2O
25
B. Reaksi halogenasi
250o
C – 400o
C
sinar
CH4 + X2 CH3X + HX
Reaktivitas X2 : Cl2> Br2 (iodinasi tak terjadi)
H : 3o
> 2o
> 1o
250o
C – 400o
C
sinar
CH4 + Cl2 CH3Cl + HCl
26
B. Reaksi oksidasi dan reduksi dalam senyawa organik
H3C CH3 H2C CH2 HC CH
oxidation
fewer C-H bonds
reduction
more C-H bonds
H2C=CH2 + H2O2 → HO–CH2–CH2–OH
H2C=CH2 + H2O → CH3–CH2–OH
H2C=CH2 + H2 → CH3–CH3
27
Penentuan bilangan oksidasi ]
1. Untuk setiap atom dalam ikatan, atom elektropositif
bilangan oksidasinya +1, dan atom yang elektronegatif
bilangan oksidasi -1
(If the atoms are the same, each atom gets a 0.)
2. Jumlah atom total
.
C O
Cl
-1+1
-1+1
H
-1
-1
+1
+1
C O
Cl
-1+1
-1+1
H
-1
-1
+1
+1 Oxidation number of carbon is
+1 +1 +1 -1 = +2
28
Soal : tentukan bilangan oksidasi untuk karbon dalam tiap
molekul
Check Answer
H C N
C
H
H
Br
C
O
O H
12
C
H
H
OH
Cl
29
Jawaban:
H C N
C
H
H
Br
C
O
O H
12
C
H
H
OH
Cl
C = +2
C1 = +3; C2 = -1
C = 0
30
Tentukanlah apakah reaksi berikut oksidasi, reduksi
atau bukan keduanya.
Check Answer
H2C CH2 + Br2 H2C CH2
Br Br
H2C CH2 + H2O C
H
H
H
C
H
H
OH
31
Jawaban:
Check Answer
H2C CH2 + Br2 H2C CH2
Br Br
H2C CH2 + H2O C
H
H
H
C
H
H
OH
Oxidation: Each carbon
changes from a -2 to a -1.
Neither. One carbon changes from a -2 to a -3 (gets
reduced), but the other carbon goes from a -2 to a -1
(gets oxidized.) No net change.
32
B. Reaksi halogenasi
250o
C – 400o
C
sinar
CH4 + X2 CH3X + HX
C HH
H
H
C HH
OH
H
C
O
H H
C
O
H OH
C
O
O
oxidation
more C-O bonds, fewer C-H bonds
reduction
fewer C-O bonds, more C-H bonds

Alkana

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    3 Alkana : senyawaorganik yang miskin gugus fungsi How to make “alkana” more useful in organic synthesis? Functionalization Alkana umumnya non polar dan tak reaktif
  • 4.
    4 Review Jenis pemutusan ikatan: -homolitik (terjadi pada pelarut non polar dan fasa gas) - heterolitik (terjadi pada pelarut polar dan terbatas pada situasi di mana keelektronegatifan A dan B dan gugus-gugus yang terikat pada mereka saling menstabilkan muatan (+) dan (-)) Kestabilan radikal menentukan kekuatan ikatan C-H Energi ikatan kekuatan berkurang : CH4> 1o C > 2o C > 3o C Kestabilan radikal ditentukan oleh delokalisasi elektron di mana orbital p pada pusat radikal overlapping dengan ikatan C-H di sebelahnya ………⇒ hiperkonyugasi >>>struktur hampir planar, dengan posisi elektron tunggal pada orbital p pada posisi tegak lurus terhadap bidang molekul A B A B+ A B A B+
  • 5.
    5 Resonansi dan hiperkonyugasi: -pada keduanya terjadi interaksi elektron pada orbital p yang memberikan delokalisasi elektron → stabil - terdapat perbedaan pada tipe orbital: pada resonansi ⇒ tipe π overlap dengan orbital p pada hiperkonyugasi ⇒ overlap orbital-orbital ikatan tipe σ Kestabilan radikal -pengaruh terjejalnya halangan antara substituen-substituen pada radikal alkil sekunder dan alkil tersier (steric crowding) yang semakin leluasa karena pengaruh perubahan geometri tetrahedral → planar (dalam radikal) (pada radikal tersier, substituen-substituen semakin berjauhan → halangan sterik makin berkurang, jadi makin stabil)
  • 6.
    6 Rumus umum: CnH2n+ 2 CH4 metana (natural gas, gas rawa (swamp) CH3–CH3 (C2H6) ethana CH3–CH2–CH3 (C3H8) propana (LPG) CH3CH2CH2CH3 (C4H10) butana 75-85% CH4 5-10% C2H6 1-5% C3H8
  • 7.
    7 Isomers: normal andbercabang n-butana “straight chain” Rantai bercabang isobutana CH3 CH2 CH2 CH3 CH3 CH CH3 CH3 H C C C C H H H H H H H H H isomer konstitutional C4H10 Pemantik “butane” : 5% n-butana 95% isobutana Chem3D
  • 8.
    8 C5H12 n-pentana isopentana neopentana CH3 CH2CH CH3 CH3 CH3 C CH3 CH3 CH3 CH3 CH2 CH2 CH2 CH3 C6H14 5 isomer C10H22 75 isomer C20H42 366,319 isomer obviously need system of nomenclature
  • 9.
    9 Contoh soal: Gambarkan isomerkonstitusional berikut. C6H14 (5) C7H16 (9) Check Answer
  • 10.
  • 11.
    11 Jenis-jenis karbon dalamsenyawa: CH3 CH CH3 CH2 CH3 methyl carbons methylene carbon methine carbon
  • 12.
    12 Senyawa hidrokarbon ⇒hanya mengandung karbon dan hidrogen  Hidrokarbon jenuh : ikatan tunggal (ikatan σ) …………. Alkana CnH2n+2  Hidrokarbon tak jenuh : mengandung ikatan ganda (ikatan π) ……CnH2n  Hidrokarbon alifatik : rantai terbuka (lurus atau bercabang)  Hidrokarbon siklik : CnH2n Cincin atau ikatan rangkap mengurangi 2 H pada ikatan rangkap atau tiap cincin Contoh: CH3CH2CH2CH3 CH3CH2CH=CH2 C4H10 C4H8 C4H8 CnH2n ⇒ mengandung 1 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap atau1 cincin CnH2n-2 ⇒ mengandung 2 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap, 1 cincin, 2 ikatan rangkap, atau 2 cincin
  • 13.
    13 Tatanama IUPAC Rantai induk: normalalkana Rantai induk: CH4 metana n-C11H24 undekana CH3CH3 etana n-C12H26 dodekana CH3CH2CH3 propana n-C13H28 tridekana CH3(CH2)2CH3 butana n-C14H30 tetradekana CH3(CH2)3CH3 pentana ¦ CH3(CH2)4CH3 heksana n-C20H42 ikosana n-C7H16 heptana n-C30H62 triakontana n-C8H18 oktana n-C40H82 tetrakontana n-C9H20 nonana ¦ n-C10H22 dekana etc. Nama sistematik: {rantai samping}rantai induk{suffix} know to here (teens) Tatanama IUPAC (tatanama sistematik Trivial
  • 14.
    14 Substituent: gugus alkil CH3 CH3CH2 CH2 CH3CH2CH2CH2 CH3 CH CH2 CH3 CH3 CH2 CH3 CH CH3 CH3CH2CHCH3 CH3 C CH3 CH3 methyl group ethyl group propyl isopropyl butyl sec-butyl isobutyl tert-butyl
  • 15.
    15 Aturan IUPAC 1. Tentukanrantai terpanjang yang kontinu (straight) =rantai induk 2. Beri nomor rantai induk, dengan no rendah ada pada karbon yang tersubstitusi 3. Dua atau lebih gugus yang identik diberi nama di, tri, tetra dll CH3 CH2 CH2 CH2 CH CH2 CH3 CH3 Rantai terpanjang 7 (not 6). ⇒ 3-metilheptana. . 2,3,6-trimetilheptana (not 2,5,6-trimetil heptana) 2,2,6,6,7-pentametiloktana (not 2,3,3,7,7-pentametiloktane)
  • 16.
    16 4. Gugus yangberbeda diurut secara alfabetis (di, tri, tetra, etc. don’t count; n, sec, tert don’t count; iso does). 5. Jika penomoran sama untuk arah yang berbeda, pilih penomoran yang mengikuti alfabetis 6-etil-5-isopropil-2,2-dimetiloktana 5-etil-6-metildekana
  • 17.
    17 6. Jika duaatau lebih rantai sama panjangnya, pilih rantai yang memiliki jumlah substituen terbesar 7. Rantai samping kompleks (biasanya > 4 carbon) diberi nama sistematis a. mulai penomoran pada karbon yang terikat pada rantai induk b. nama ditulis dalam tanda kurung c. Huruf pertama diurut alfabetis, (regardless of what it is) 2,4,6-trimetil-5-propiloktana 4-(1,2-dimethylpropyl)-3-(1-methylethyl)- decane 1 2 3 1 2
  • 18.
    18 Soal. Beri namasenyawa berikut: Check Answer
  • 19.
    19 Jawaban 6-etil-2,2,5,7-tetrametilnonana (not 6,7-dietil-2,2,5-trimetiloktana. :) 8-sec-butil-7-tert-butil-4-isopropildodecana (hyphenatedwords aren’t alphabetized). OR 7-(2,2-dimetiletiyl)-4-(1-metiyletil)- 8-(2-metilpropiyl)dodecana
  • 20.
  • 21.
    21 Soal : Berilahnama senyawa-senyawa di bawah ini Check Answer
  • 22.
  • 23.
    23 Hubungan struktur dansifat senyawa: Antaraksi intermolekular : Gaya London (or van der Waals) (lemah) Gaya London = antaraksi dipol-dipol yang lemah antar molekul non polar Gaya Van der Waals = antaraksi berbagai dipol-dipol secara kolektif b.p. CH4 -160ºC C2H6 -89 C3H8 -42 n-C4H10 -0.4 n-C5H10 36 Percabangan ⇒ titik didih rendah -0.4°C -10.2°C 36°C 28°C 9°C vs greater surface area for attraction Chem3D Senyawa non polar, larut dalam pelarut non polar (dietil eter, benzena)
  • 24.
    24 Sifat kimia darialkana (reaksi alkana) Alkana ⇒ kurang reaktif = parafin (parum afin = afinitas kecil) A. Pembakaran (Combustion) C8H18 + → Heats (enthalpies) of combustion: Hcomb More branched isomers have lower ∆Hcomb, are more stable. 1307.5 kcal 1306.3 kcal 1304.6 kcal 1303.0 kcal ~ ~ ~ ~ ~~~~ CO2 + H2O
  • 25.
    25 B. Reaksi halogenasi 250o C– 400o C sinar CH4 + X2 CH3X + HX Reaktivitas X2 : Cl2> Br2 (iodinasi tak terjadi) H : 3o > 2o > 1o 250o C – 400o C sinar CH4 + Cl2 CH3Cl + HCl
  • 26.
    26 B. Reaksi oksidasidan reduksi dalam senyawa organik H3C CH3 H2C CH2 HC CH oxidation fewer C-H bonds reduction more C-H bonds H2C=CH2 + H2O2 → HO–CH2–CH2–OH H2C=CH2 + H2O → CH3–CH2–OH H2C=CH2 + H2 → CH3–CH3
  • 27.
    27 Penentuan bilangan oksidasi] 1. Untuk setiap atom dalam ikatan, atom elektropositif bilangan oksidasinya +1, dan atom yang elektronegatif bilangan oksidasi -1 (If the atoms are the same, each atom gets a 0.) 2. Jumlah atom total . C O Cl -1+1 -1+1 H -1 -1 +1 +1 C O Cl -1+1 -1+1 H -1 -1 +1 +1 Oxidation number of carbon is +1 +1 +1 -1 = +2
  • 28.
    28 Soal : tentukanbilangan oksidasi untuk karbon dalam tiap molekul Check Answer H C N C H H Br C O O H 12 C H H OH Cl
  • 29.
    29 Jawaban: H C N C H H Br C O OH 12 C H H OH Cl C = +2 C1 = +3; C2 = -1 C = 0
  • 30.
    30 Tentukanlah apakah reaksiberikut oksidasi, reduksi atau bukan keduanya. Check Answer H2C CH2 + Br2 H2C CH2 Br Br H2C CH2 + H2O C H H H C H H OH
  • 31.
    31 Jawaban: Check Answer H2C CH2+ Br2 H2C CH2 Br Br H2C CH2 + H2O C H H H C H H OH Oxidation: Each carbon changes from a -2 to a -1. Neither. One carbon changes from a -2 to a -3 (gets reduced), but the other carbon goes from a -2 to a -1 (gets oxidized.) No net change.
  • 32.
    32 B. Reaksi halogenasi 250o C– 400o C sinar CH4 + X2 CH3X + HX C HH H H C HH OH H C O H H C O H OH C O O oxidation more C-O bonds, fewer C-H bonds reduction fewer C-O bonds, more C-H bonds