BAB I 
STOIKIOMETRI 
Stoikiometri : 
Kajian tentang hubungan-hubungan 
kuantitatif dalam reaksi 
By LB & DW_Kimia ITB 
kimia
Hukum-Hukum Dasar 
Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier, 1783) 
Hukum Perbandingan Tetap (Proust, 1799) 
Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton, 
1803) 
Hukum Penyatuan volume (Gay-Lussac, 
1808) 
Hukum Avogadro (1811) 
By LB & DW_Kimia ITB
Hukum Kekekalan Massa 
“Pada setiap reaksi kimia, massa zat-zat 
yang bereaksi adalah sama dengan 
massa produk reaksi.” 
Contoh : 
Hidrogen + Oksigen ® 
Air 
g g g 
2 16 18 
Dalam versi modern : Setiap reaksi 
kimia tidak dapat dideteksi perubahan 
massa 
By LB & DW_Kimia ITB
+ ® D ° = 
c Hidrogen Oksigen Air H x J 
g g 
100 900 
2 
E = 
mc 
x 6 = 
m ( x 
8 ) 
2 
m x x kg 
12 10 3 10 
6 
12 10 1,33 10 
- 
10 
9 10 
1,33 10 (kecil sekali) 
= = 
16 
= 
- 
10 
m x g 
By LB & DW_Kimia ITB 
Bukti : 
Menurut Einstein : 
12 106 
x 
Pada pembentukkan 900 gram air, 
1,33x10-10 gram diubah menjadi energi
Hukum Perbandingan Tetap 
(Proust) 
“Pada setiap reaksi kimia, massa zat 
yang bereaksi dengan sejumlah 
tertentu zat lain, selalu tetap.” 
Contoh : 
Air mengandung hidrogen 11,19% 
By LB & DW_Kimia ITB 
1:8 
oksigen 88,81% 
üýþ
Hukum Kelipatan Perbandingan 
(Dalton) 
“Bila dua unsur dapat membentuk lebih 
dari satu senyawa, maka perbandingan 
massa dari unsur yang satu, yang 
bersenyawa dengan sejumlah tertentu 
zat lain, merupakan bilangan yang 
mudah dan bulat.” 
Contoh : 
By LB & DW_Kimia ITB
Senyawa % N % O Massa N 
Untuk tiap 1 bagian Nitrogen, massa O dalam 
senyawa I, II, dan III adalah 0,57 : 1,14 : 1,74 
atau 1 : 2 : 3 
By LB & DW_Kimia ITB 
Massa O 
I 
II 
III 
63,7 
46,7 
36,9 
36,3 
53,3 
63,11 
1:0,57 
1:1,14 
1:1,74
Hukum Penyatuan Volume 
(Gay-Lussac) 
“Pada kondisi suhu dan tekanan yang 
sama, perbandingan volume gas-gas 
yang bereaksi dan gas-gas produk 
reaksi merupakan bilangan yang 
mudah dan bulat.” 
Hidrogen + Oksigen ® 
uap air 
vol vol vol 
2 1 2 
hidrogen + nitrogen ® 
amonia 
By LB & DW_Kimia ITB 
Contoh : 
vol vol vol 
3 1 2
Hukum Avogadro 
“Pada suhu dan tekanan yang sama, 
volume yang sama dari semua gas 
mengandung sejumlah molekul yang 
sama.” 
Contoh : 
hidrogen + oksigen ® 
air 
vol vol vol 
2 1 2 
molekul molekul molekul 
2 1 2 
By LB & DW_Kimia ITB
misal :1 molekul =1 bola 
ada teori yang dilanggar, yaitu Teori Dalton 
bahwa atom tak dapat dibelah-belah 
æ ö 
ç ¸ 
è ø 
misal : 1 molekul = 2 bola 
( tidak ada teori yang dilanggar) 
By LB & DW_Kimia ITB 
2
Teori Atom Dalton 
1. Materi terdiri dari partikel yang tak dapat dibagi-bagi 
By LB & DW_Kimia ITB 
lagi. 
2. Atom suatu unsur tertentu adalah sama dalam 
semua hal dan berbeda dari atom unsur lain. 
3. Jika atom-atom bergabung membentuk 
senyawa, perbandingan atom-atom ini 
merupakan angka yang sederhana. 
• Menurut hipotesis Avogadro : 
( ) H massa molekul relatif=2xRapat Uap R 
dan 
gas-gas pada umumnya diatomik
Kelemahan Teori Atom Dalton 
Postulat 1 dengan ditemukannya 
penembakan atom nitrogen oleh 
neutron menghasilkan atom karbon dan 
tritium 
Postulat 2 dengan ditemukannya 
isotop-isotop di alam 
Postulat 3 dengan ditemukannya 
senyawa yang tidak sederhana contoh 
C6H7N3O11 By LB & DW_Kimia ITB
Massa Atom Relatif (Ar) 
“Sejak 1961 ditetapkan isotop C-12 sebagai 
dasar penentuan Ar.” 
Ar massa satu atomunsur 
By LB & DW_Kimia ITB 
12 
1 
12 
- 
= 
massa satu atomC
2. Penentuan Massa atom realtif untuk: 
Kelimpahan isotop 
Massa isotop relatif 
By LB & DW_Kimia ITB 
Contoh : 
69Ga dan 31 
31 
71Ga dengan kelimpahan berturut-turut 
60% dan 40%. 
Ar Ga yang tepat 
60 69 40 71 69,8 
100 100 
= æç x ö¸+ æç x ö¸= è ø è ø
( ) 
( ) 
massa g 
massa molar g mol 
By LB & DW_Kimia ITB 
Mol 
mol 
= 
Contoh : 
Mr NaOH = 40 
maka massa molar NaOH = 40 g/mol 
(Massa satu mol zat/ Mm) 
Yang artinya, 1 mol NaOH = 40 g
Mol 
Satuan untuk menyatakan jumlah 
partikel (atom, ion, atau molekul) 
1 mol = 12 gram masa atom C-12 
1 mol = bilangan avogadro (6,02 X 1023) 
By LB & DW_Kimia ITB
1. Penerapan konsep mol pada gas 
a) Persamaan gas ideal : PV = nRT 
b) Pada keadaan STP (T=0°C;P=1 atm), volume 
satu mol gas = 22,4 L 
Contoh : Suatu gas sebanyak 11,09 g 
menempati wadah 5,6 L pada STP. Hitung 
massa molar! 
Jawab : 5,6 L » 5,6 L x 1 mol = 
0,25 
mol 
22, 4 
L 
mol g 
0, 25 11,09 
massa molar g mol 
( / ) 
11,09 44 / 
0, 25 
= 
massa molar g mol 
 = = 
By LB & DW_Kimia ITB
2. Penerapan konsep mol pada 
molar = mol = 
mmol 
liter mL 
mol = g = 
mol 
g mol 
C = mol = 
M 
By LB & DW_Kimia ITB 
larutan 
Contoh : hitung kemolaran larutan yang 
mengandung 24,5 g H2SO4 dalam 2 L larutan! 
Jawab: 
24,5 0,25 
98 / 
0, 25 0,125 
M 2 
L
Persen komposisi 
% unsur jumlah atom x Ar x 100% 
Mr 
Contoh : 
Hitung % Na dalam Na2SO4 (Ar Na = 23; S = 32; 
O = 16) 
Jawab : 
Na = x x = 
By LB & DW_Kimia ITB 
= 
% 2 23 100% 32,4% 
142
Rumus senyawa 
1. Rumus empiris : perlu data 
 Macam unsur dalam senyawa 
 % komposisi unsur 
 Massa atom relatif unsur yang 
bersangkutan 
2. Rumus molekul : perlu data 
 RE (Rumus Empiris) 
 Massa molekul dari hasil eksperimen 
By LB & DW_Kimia ITB
Urutan Menentukan Rumus 
Empiris Suatu Senyawa 
Tentukan Massa setiap unsur 
Membagi massa unsur tersebut dengan 
massa molar sehingga diperoleh 
perbandingan mol setiap unsur 
Mengubah perbandingan mol yang 
diperoleh menjadi bilangan sederhana 
By LB & DW_Kimia ITB
Menentukan Rumus Empiris 
Contoh : 
Tentukan rumus molekul suatu 
senyawa dengan persen komposisi, 
H=2,38%; C=42,86%; N=16,67%; 
O=38,09%. Massa molekul relatif 
168±0,5 
By LB & DW_Kimia ITB
By LB & DW_Kimia ITB 
Macam unsur 
Lambang unsur 
%massa 
Ar 
Jumlah mol dlm 
100 g senyawa 
Perbandingan 
mol 
Karbon 
C 
42,86% 
12 
42,86 
12 
3,57 
3 
Hidrogen 
H 
2,38% 
1 
2,38 
1 
2,38 
2 
Nitrogen 
N 
16,67% 
14 
16,67 
14 
1,19 
1 
Oksigen 
O 
38,09% 
16 
38,09 
16 
2,38 
2
Menentukan Rumus Molekul 
Rumus empiris: C3H2NO2 
(3x12+2x1+1x14+2x16)n = 168±0,5 
n ≈ 2 
Jadi, RM : C6H4N2O4 
By LB & DW_Kimia ITB
Reaksi Kimia 
1. Reaksi sintesis 
2. Reaksi penetralan 
3. Reaksi redoks 
4. Reaksi metatesis 
5. Reaksi lainnya: adisi, substitusi, 
eliminasi, fotosintesis, dll. 
By LB & DW_Kimia ITB
Penyetaraan Persamaan 
Reaksi Sederhana 
Diketahui rumus zat pereaksi dan 
produk 
Jumlah atom setiap unsur dalam 
pereaksi sama dengan jumlah atom 
unsur dalam produk 
Koefisien rumus diubah menjadi 
bilangan bulat terkecil 
By LB & DW_Kimia ITB
Bilangan Oksidasi (biloks) 
1. Dalam senyawa, biloks flour sama dengan 
-1 : HF; F = -1 
2. Senyawa netral, biloks sama dengan nol ; 
By LB & DW_Kimia ITB 
H2SO4 = 0 
3. Senyawa bermuatan, biloks sama dengan 
muatan ion ; SO4 
2- = -2 
4. Unsur bebas, biloks sama dengan nol; H2 = 0
Bilangan Oksidasi (biloks) 
5. Unsur gol IA dan IIA dalam senyawa diberi biloks 
sesuai dengan golongannya ; KMnO4; K=+1 
6. Tiap hidrogen dalam senyawa, biloks sama 
dengan +1; H2SO4; H = 2x1 = +2, kecuali dalam 
senyawa hidrida -1, contohnya NaH 
7. Tiap oksigen dalam senyawa, biloks sama 
dengan -2. H2SO4 ; O = 4x(-2) = -8, kecuali dalam 
peroksida -1, dalam OF2 sama dengan +2 
Catatan: Posisi nomor 1, 6, dan 7 harus sesuai dengan urutannya, 
tidak boleh ditukar-tukar, By LB & karena DW_Kimia dapat ITB 
menyebabkan 
perhitungan biloks bagi unsur yang akan ditentukan menjadi 
salah
Penyetaraan Reaksi Redoks 
1. Cara setengah reaksi 
2. Cara perubahan biloks 
By LB & DW_Kimia ITB
Cara perubahan biloks 
1. Tulis pereaksi dan hasil reaksi 
By LB & DW_Kimia ITB 
Cr2O7 
2- + H2SO3 Cr3+ + HSO4 
- 
2. Tandai unsur-unsur yang mengalami 
perubahan biloks untuk tiap atom 
Cr2O7 
2- + H2SO3 Cr3+ + HSO4 
- 
+6 +4 +3 +6
3. Setarakan jumlah atom yang 
mengalami perubahan biloks di ruas 
kiri dan kanan persamaan reaksi 
Cr2O7 
2- + H2SO3 2Cr3+ + HSO4 
By LB & DW_Kimia ITB 
- 
+12 +4 +6 +6
4. Hitung jumlah berkurang dan 
bertambahnya biloks 
Cr2O7 
2- + H2SO3 2Cr3+ + HSO4 
By LB & DW_Kimia ITB 
- 
6 
+12 +4 +6 +6 
2
5. Samakan jumlah berkurang dan 
bertambahnya bilangan oksidasi (cari KPK) 
CrO2- + HSO2Cr3+ + HSO27 
23 4 
By LB & DW_Kimia ITB 
- 
6 x (1) 
2 x (3) 
Cr2O7 
2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 
- 
Catatan: angka yang di dalam kurung adalah faktor pengali
6. Samakan jumlah muatan di ruas kiri dan 
kanan dengan menambahkan H+ bila 
larutan bersifat asam, OH- bila bersifat 
basa 
Cr2O7 
2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 
By LB & DW_Kimia ITB 
- 
-2 + 0 = -2 +6 – 3 = +3 
Asam : 
5H+ + Cr2O7 
2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 
- 
Basa : 
Cr2O7 
2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 
- + 5OH-
7. Tambahkan H2O untuk menyamakan 
jumlah atom H di ruas yang kekurangan 
atom H 
=11 H = 3 
By LB & DW_Kimia ITB 
Asam : 
5H+ + Cr2O7 
2- + 3H2SO3 2Cr3++ 3HSO4 
- 
5H++Cr2O7 
2-+3H2SO3 2Cr3++3HSO4 
-+4H2O 
Basa : 
Cr2O7 
2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 
- + 5OH-Cr 
2O7 
2- + 3H2SO3 +H2O 2Cr3+ + 3HSO4 
- + 5OH-H 
H = 6 H = 8
Ekivalen 
Ekivalen asam-basa 
 Satu ekivalen asam adalah masa (dalam 
gram)sejumlah asam yang dapat 
menghasilkan satu mol H+ 
 Satu ekivalen basa adalah masa (dalam 
gram) sejumlah basa yang dapat 
meghasilkan satu mol OH- atau yang dapat 
menetralkan satu mol H+ 
By LB & DW_Kimia ITB 
 Contoh :
HCl H+ + Cl- 
1 mol 1 mol 
1 mol H+ = 1 ekiv 
1 mol HCl ~ 1 ekiv 
1 mol HCl = 36,5 gram 
Jadi, massa 1 ekiv HCl = 36,5 gram 
H2SO4 2H+ + SO4 
By LB & DW_Kimia ITB 
2- 
1 mol 2 mol 
2 mol H+ = 2 ekiv 
1 mol H2SO4 ~ 2 ekiv 
1 mol H2SO4 = 98 gram 
Jadi, massa 1 ekiv H2SO4 = 49 gram
H3PO4+ NaOH Na2HPO4 +H2O 
Massa : 98 g 80 g 
Mr : 98 40 
Mol : 1 mol 2 mol 
Ekiv : 2 ekiv 2 ekiv 
Catatan: tanda panah ke bawah berarti senyawa 
yang telah diketahui, sedangkan tanda panah ke 
atas menunjukkan yang dicari (massa NaOH) 
Kesimpulan: 
ekiv asam = ekiv basa 
By LB & DW_Kimia ITB
Ekivalen redoks 
Satu ekivalen oksidator/reduksi adalah masa 
sejumlah zat tertentu yang dapat menerima 
satu mol elektron 
Contoh : Fe3+ + e Fe2+ 
1 mol Fe3+ = 1 mol elektron 
1 mol Fe3+ ~ 1 ekiv (tergantung 
senyawa yang dibentuk) 
Satu ekivalen reduktor/oksidasi adalah masa 
sejumlah zat tertentu yang dapat melepaskan 
satu mol elektron 
Contoh : Cu Cu2+ + 2e 
1 mol Cu = 2 mol elektron 
1 mol By Cu LB & ~ DW_2 Kimia ekiv 
ITB
Dalam reaksi redoks 
1. Jumlah elektron yang diterima = 
jumlah elektron yang dilepaskan 
8H+ + MnO4 
- + 5e Mn2+ + 4H2O 
5Fe2+ 5Fe3+ + 5e 
2. Jumlah ekivalen oksidator = jumlah 
ekivalen reduktor 
0,1 ekiv MnO4 
- = 0,1 ekiv Fe2+ 
By LB & DW_Kimia ITB
3. massa 1 ekiv oksidator = massa 1 mol oksidator 
jumlah mol elektron yang diterima 
V2O5 2VO 
+10 6 +4 
Mr V2O5 = 182 
1 mol V2O5 = 182 gram 
massa 1 ekiv V2O5 = (182/6) gram 
By LB & DW_Kimia ITB
4. massa 1 ekiv reduktor = massa 1 mol reduktor 
jumlah mol elektron yg dilepaskan 
Fe FeO 
0 2 +2 
Ar Fe = 56 
1 mol Fe = 56 gram 
massa 1 ekiv Fe = (56/2) gram 
By LB & DW_Kimia ITB
Pereaksi pembatas 
Pereaksi yang habis bereaksi disebut 
pereaksi pembatas 
Contoh : 2 Zn + O2 2 ZnO 
Massa : 28,6 g 7,44 
Ar : 65,4 16 
Mol : 0,438 0,232 
Dibagi 
koefisien : 0,219 0,232 
By LB & DW_Kimia ITB
Setelah dibagi dengan koefisien 
masing-masing, zat dengan mol terkecil 
merupakan pereaksi pembatas atau yg 
habis bereaksi. Dalam hal ini Zn. 
Jadi, mol ZnO = mol Zn 
= 0,438 mol 
massa ZnO = 
0,438mol(65,4+16)gram/mol 
= 35,6 gram 
By LB & DW_Kimia ITB
Persen Hasil 
% hasil = massa produk nyata 100% 
massa produk menurut perhitungan 
By LB & DW_Kimia ITB 
x
Contoh 
Etilena, C2H4 sebanyak 3,86 gram 
dibakar dengan 11,84 gram O2 di udara. 
Jika CO2 yang terbentuk 6,96 gram. 
Hitunglah persen hasil CO2 
By LB & DW_Kimia ITB
Penyelesaian : 
C2H4 + 3O2 2CO2+2H2O 
Massa : 3,86 g 11,84 g 
Mr : 28 32 
Mol : 0,1378 0,37 
Dibagi 
Koefisien : 0,1378 0,123 
By LB & DW_Kimia ITB
Jadi, pereaksi pembatas, O2, sehingga 
menurut perhitungan : 
massa CO2 = 
2 0,37 mol x 44 g 10,85 gram 
3 mol 
æç x ö¸ = è ø 
massa hasil eksperimen CO2 = 6,96 g 
shg, 
% hasil = 6,96 100% 64% 
10,85 
x = 
By LB & DW_Kimia ITB
Perhatikan reaksi antara hidrogen, H2 
dengan Nitrogen, N2 menghasilkan 
ammonia, NH3 
H2(g)+N2(g) NH3(g) 
Jika gas hidrogen yang direaksikan 
berlebih dan gas nitrogen sebanyak 42, 
0 gram. Maka massa ammonia yang 
terbentuk adalah ….(Ar N = 14, H = 1) 
By LB & DW_Kimia ITB
Reaksi yang terjadi pada soda kue 
(NaHCO3) dengan krim tartar 
(KHC4H4O6) adalah sebagai berikut 
KHC4H4O6 + NaHCO3KNaC4H4O6 + H2O 
+ CO2. Suatu resep menyarankan 
penggunaan dua sendok makan (24,0 
gram) krim tartar, maka soda kue yang 
diperlukan agar keduanya tepat habis 
bereaksi adalah….(Ar Na = 23, H = 1, C 
= 12, O = 16, By K LB = & DW_39) 
Kimia ITB
Rumus sederhana dari suatu senyawa 
yang mengandung Mg 21,9% P 27,8%, 
dan O 50,3% adalah…. 
Mg2P3O5 c. Mg2P2O7 e. Mg3(PO4)2 
MgP2O4 d. MgPO4 
By LB & DW_Kimia ITB

Stoikiometri

  • 1.
    BAB I STOIKIOMETRI Stoikiometri : Kajian tentang hubungan-hubungan kuantitatif dalam reaksi By LB & DW_Kimia ITB kimia
  • 2.
    Hukum-Hukum Dasar HukumKekekalan Massa (Lavoisier, 1783) Hukum Perbandingan Tetap (Proust, 1799) Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton, 1803) Hukum Penyatuan volume (Gay-Lussac, 1808) Hukum Avogadro (1811) By LB & DW_Kimia ITB
  • 3.
    Hukum Kekekalan Massa “Pada setiap reaksi kimia, massa zat-zat yang bereaksi adalah sama dengan massa produk reaksi.” Contoh : Hidrogen + Oksigen ® Air g g g 2 16 18 Dalam versi modern : Setiap reaksi kimia tidak dapat dideteksi perubahan massa By LB & DW_Kimia ITB
  • 4.
    + ® D° = c Hidrogen Oksigen Air H x J g g 100 900 2 E = mc x 6 = m ( x 8 ) 2 m x x kg 12 10 3 10 6 12 10 1,33 10 - 10 9 10 1,33 10 (kecil sekali) = = 16 = - 10 m x g By LB & DW_Kimia ITB Bukti : Menurut Einstein : 12 106 x Pada pembentukkan 900 gram air, 1,33x10-10 gram diubah menjadi energi
  • 5.
    Hukum Perbandingan Tetap (Proust) “Pada setiap reaksi kimia, massa zat yang bereaksi dengan sejumlah tertentu zat lain, selalu tetap.” Contoh : Air mengandung hidrogen 11,19% By LB & DW_Kimia ITB 1:8 oksigen 88,81% üýþ
  • 6.
    Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton) “Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, maka perbandingan massa dari unsur yang satu, yang bersenyawa dengan sejumlah tertentu zat lain, merupakan bilangan yang mudah dan bulat.” Contoh : By LB & DW_Kimia ITB
  • 7.
    Senyawa % N% O Massa N Untuk tiap 1 bagian Nitrogen, massa O dalam senyawa I, II, dan III adalah 0,57 : 1,14 : 1,74 atau 1 : 2 : 3 By LB & DW_Kimia ITB Massa O I II III 63,7 46,7 36,9 36,3 53,3 63,11 1:0,57 1:1,14 1:1,74
  • 8.
    Hukum Penyatuan Volume (Gay-Lussac) “Pada kondisi suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas produk reaksi merupakan bilangan yang mudah dan bulat.” Hidrogen + Oksigen ® uap air vol vol vol 2 1 2 hidrogen + nitrogen ® amonia By LB & DW_Kimia ITB Contoh : vol vol vol 3 1 2
  • 9.
    Hukum Avogadro “Padasuhu dan tekanan yang sama, volume yang sama dari semua gas mengandung sejumlah molekul yang sama.” Contoh : hidrogen + oksigen ® air vol vol vol 2 1 2 molekul molekul molekul 2 1 2 By LB & DW_Kimia ITB
  • 10.
    misal :1 molekul=1 bola ada teori yang dilanggar, yaitu Teori Dalton bahwa atom tak dapat dibelah-belah æ ö ç ¸ è ø misal : 1 molekul = 2 bola ( tidak ada teori yang dilanggar) By LB & DW_Kimia ITB 2
  • 11.
    Teori Atom Dalton 1. Materi terdiri dari partikel yang tak dapat dibagi-bagi By LB & DW_Kimia ITB lagi. 2. Atom suatu unsur tertentu adalah sama dalam semua hal dan berbeda dari atom unsur lain. 3. Jika atom-atom bergabung membentuk senyawa, perbandingan atom-atom ini merupakan angka yang sederhana. • Menurut hipotesis Avogadro : ( ) H massa molekul relatif=2xRapat Uap R dan gas-gas pada umumnya diatomik
  • 12.
    Kelemahan Teori AtomDalton Postulat 1 dengan ditemukannya penembakan atom nitrogen oleh neutron menghasilkan atom karbon dan tritium Postulat 2 dengan ditemukannya isotop-isotop di alam Postulat 3 dengan ditemukannya senyawa yang tidak sederhana contoh C6H7N3O11 By LB & DW_Kimia ITB
  • 13.
    Massa Atom Relatif(Ar) “Sejak 1961 ditetapkan isotop C-12 sebagai dasar penentuan Ar.” Ar massa satu atomunsur By LB & DW_Kimia ITB 12 1 12 - = massa satu atomC
  • 14.
    2. Penentuan Massaatom realtif untuk: Kelimpahan isotop Massa isotop relatif By LB & DW_Kimia ITB Contoh : 69Ga dan 31 31 71Ga dengan kelimpahan berturut-turut 60% dan 40%. Ar Ga yang tepat 60 69 40 71 69,8 100 100 = æç x ö¸+ æç x ö¸= è ø è ø
  • 15.
    ( ) () massa g massa molar g mol By LB & DW_Kimia ITB Mol mol = Contoh : Mr NaOH = 40 maka massa molar NaOH = 40 g/mol (Massa satu mol zat/ Mm) Yang artinya, 1 mol NaOH = 40 g
  • 16.
    Mol Satuan untukmenyatakan jumlah partikel (atom, ion, atau molekul) 1 mol = 12 gram masa atom C-12 1 mol = bilangan avogadro (6,02 X 1023) By LB & DW_Kimia ITB
  • 17.
    1. Penerapan konsepmol pada gas a) Persamaan gas ideal : PV = nRT b) Pada keadaan STP (T=0°C;P=1 atm), volume satu mol gas = 22,4 L Contoh : Suatu gas sebanyak 11,09 g menempati wadah 5,6 L pada STP. Hitung massa molar! Jawab : 5,6 L » 5,6 L x 1 mol = 0,25 mol 22, 4 L mol g 0, 25 11,09 massa molar g mol ( / ) 11,09 44 / 0, 25 = massa molar g mol = = By LB & DW_Kimia ITB
  • 18.
    2. Penerapan konsepmol pada molar = mol = mmol liter mL mol = g = mol g mol C = mol = M By LB & DW_Kimia ITB larutan Contoh : hitung kemolaran larutan yang mengandung 24,5 g H2SO4 dalam 2 L larutan! Jawab: 24,5 0,25 98 / 0, 25 0,125 M 2 L
  • 19.
    Persen komposisi %unsur jumlah atom x Ar x 100% Mr Contoh : Hitung % Na dalam Na2SO4 (Ar Na = 23; S = 32; O = 16) Jawab : Na = x x = By LB & DW_Kimia ITB = % 2 23 100% 32,4% 142
  • 20.
    Rumus senyawa 1.Rumus empiris : perlu data  Macam unsur dalam senyawa  % komposisi unsur  Massa atom relatif unsur yang bersangkutan 2. Rumus molekul : perlu data  RE (Rumus Empiris)  Massa molekul dari hasil eksperimen By LB & DW_Kimia ITB
  • 21.
    Urutan Menentukan Rumus Empiris Suatu Senyawa Tentukan Massa setiap unsur Membagi massa unsur tersebut dengan massa molar sehingga diperoleh perbandingan mol setiap unsur Mengubah perbandingan mol yang diperoleh menjadi bilangan sederhana By LB & DW_Kimia ITB
  • 22.
    Menentukan Rumus Empiris Contoh : Tentukan rumus molekul suatu senyawa dengan persen komposisi, H=2,38%; C=42,86%; N=16,67%; O=38,09%. Massa molekul relatif 168±0,5 By LB & DW_Kimia ITB
  • 23.
    By LB &DW_Kimia ITB Macam unsur Lambang unsur %massa Ar Jumlah mol dlm 100 g senyawa Perbandingan mol Karbon C 42,86% 12 42,86 12 3,57 3 Hidrogen H 2,38% 1 2,38 1 2,38 2 Nitrogen N 16,67% 14 16,67 14 1,19 1 Oksigen O 38,09% 16 38,09 16 2,38 2
  • 24.
    Menentukan Rumus Molekul Rumus empiris: C3H2NO2 (3x12+2x1+1x14+2x16)n = 168±0,5 n ≈ 2 Jadi, RM : C6H4N2O4 By LB & DW_Kimia ITB
  • 25.
    Reaksi Kimia 1.Reaksi sintesis 2. Reaksi penetralan 3. Reaksi redoks 4. Reaksi metatesis 5. Reaksi lainnya: adisi, substitusi, eliminasi, fotosintesis, dll. By LB & DW_Kimia ITB
  • 26.
    Penyetaraan Persamaan ReaksiSederhana Diketahui rumus zat pereaksi dan produk Jumlah atom setiap unsur dalam pereaksi sama dengan jumlah atom unsur dalam produk Koefisien rumus diubah menjadi bilangan bulat terkecil By LB & DW_Kimia ITB
  • 27.
    Bilangan Oksidasi (biloks) 1. Dalam senyawa, biloks flour sama dengan -1 : HF; F = -1 2. Senyawa netral, biloks sama dengan nol ; By LB & DW_Kimia ITB H2SO4 = 0 3. Senyawa bermuatan, biloks sama dengan muatan ion ; SO4 2- = -2 4. Unsur bebas, biloks sama dengan nol; H2 = 0
  • 28.
    Bilangan Oksidasi (biloks) 5. Unsur gol IA dan IIA dalam senyawa diberi biloks sesuai dengan golongannya ; KMnO4; K=+1 6. Tiap hidrogen dalam senyawa, biloks sama dengan +1; H2SO4; H = 2x1 = +2, kecuali dalam senyawa hidrida -1, contohnya NaH 7. Tiap oksigen dalam senyawa, biloks sama dengan -2. H2SO4 ; O = 4x(-2) = -8, kecuali dalam peroksida -1, dalam OF2 sama dengan +2 Catatan: Posisi nomor 1, 6, dan 7 harus sesuai dengan urutannya, tidak boleh ditukar-tukar, By LB & karena DW_Kimia dapat ITB menyebabkan perhitungan biloks bagi unsur yang akan ditentukan menjadi salah
  • 29.
    Penyetaraan Reaksi Redoks 1. Cara setengah reaksi 2. Cara perubahan biloks By LB & DW_Kimia ITB
  • 30.
    Cara perubahan biloks 1. Tulis pereaksi dan hasil reaksi By LB & DW_Kimia ITB Cr2O7 2- + H2SO3 Cr3+ + HSO4 - 2. Tandai unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks untuk tiap atom Cr2O7 2- + H2SO3 Cr3+ + HSO4 - +6 +4 +3 +6
  • 31.
    3. Setarakan jumlahatom yang mengalami perubahan biloks di ruas kiri dan kanan persamaan reaksi Cr2O7 2- + H2SO3 2Cr3+ + HSO4 By LB & DW_Kimia ITB - +12 +4 +6 +6
  • 32.
    4. Hitung jumlahberkurang dan bertambahnya biloks Cr2O7 2- + H2SO3 2Cr3+ + HSO4 By LB & DW_Kimia ITB - 6 +12 +4 +6 +6 2
  • 33.
    5. Samakan jumlahberkurang dan bertambahnya bilangan oksidasi (cari KPK) CrO2- + HSO2Cr3+ + HSO27 23 4 By LB & DW_Kimia ITB - 6 x (1) 2 x (3) Cr2O7 2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 - Catatan: angka yang di dalam kurung adalah faktor pengali
  • 34.
    6. Samakan jumlahmuatan di ruas kiri dan kanan dengan menambahkan H+ bila larutan bersifat asam, OH- bila bersifat basa Cr2O7 2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 By LB & DW_Kimia ITB - -2 + 0 = -2 +6 – 3 = +3 Asam : 5H+ + Cr2O7 2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 - Basa : Cr2O7 2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 - + 5OH-
  • 35.
    7. Tambahkan H2Ountuk menyamakan jumlah atom H di ruas yang kekurangan atom H =11 H = 3 By LB & DW_Kimia ITB Asam : 5H+ + Cr2O7 2- + 3H2SO3 2Cr3++ 3HSO4 - 5H++Cr2O7 2-+3H2SO3 2Cr3++3HSO4 -+4H2O Basa : Cr2O7 2- + 3H2SO3 2Cr3+ + 3HSO4 - + 5OH-Cr 2O7 2- + 3H2SO3 +H2O 2Cr3+ + 3HSO4 - + 5OH-H H = 6 H = 8
  • 36.
    Ekivalen Ekivalen asam-basa  Satu ekivalen asam adalah masa (dalam gram)sejumlah asam yang dapat menghasilkan satu mol H+  Satu ekivalen basa adalah masa (dalam gram) sejumlah basa yang dapat meghasilkan satu mol OH- atau yang dapat menetralkan satu mol H+ By LB & DW_Kimia ITB  Contoh :
  • 37.
    HCl H+ +Cl- 1 mol 1 mol 1 mol H+ = 1 ekiv 1 mol HCl ~ 1 ekiv 1 mol HCl = 36,5 gram Jadi, massa 1 ekiv HCl = 36,5 gram H2SO4 2H+ + SO4 By LB & DW_Kimia ITB 2- 1 mol 2 mol 2 mol H+ = 2 ekiv 1 mol H2SO4 ~ 2 ekiv 1 mol H2SO4 = 98 gram Jadi, massa 1 ekiv H2SO4 = 49 gram
  • 38.
    H3PO4+ NaOH Na2HPO4+H2O Massa : 98 g 80 g Mr : 98 40 Mol : 1 mol 2 mol Ekiv : 2 ekiv 2 ekiv Catatan: tanda panah ke bawah berarti senyawa yang telah diketahui, sedangkan tanda panah ke atas menunjukkan yang dicari (massa NaOH) Kesimpulan: ekiv asam = ekiv basa By LB & DW_Kimia ITB
  • 39.
    Ekivalen redoks Satuekivalen oksidator/reduksi adalah masa sejumlah zat tertentu yang dapat menerima satu mol elektron Contoh : Fe3+ + e Fe2+ 1 mol Fe3+ = 1 mol elektron 1 mol Fe3+ ~ 1 ekiv (tergantung senyawa yang dibentuk) Satu ekivalen reduktor/oksidasi adalah masa sejumlah zat tertentu yang dapat melepaskan satu mol elektron Contoh : Cu Cu2+ + 2e 1 mol Cu = 2 mol elektron 1 mol By Cu LB & ~ DW_2 Kimia ekiv ITB
  • 40.
    Dalam reaksi redoks 1. Jumlah elektron yang diterima = jumlah elektron yang dilepaskan 8H+ + MnO4 - + 5e Mn2+ + 4H2O 5Fe2+ 5Fe3+ + 5e 2. Jumlah ekivalen oksidator = jumlah ekivalen reduktor 0,1 ekiv MnO4 - = 0,1 ekiv Fe2+ By LB & DW_Kimia ITB
  • 41.
    3. massa 1ekiv oksidator = massa 1 mol oksidator jumlah mol elektron yang diterima V2O5 2VO +10 6 +4 Mr V2O5 = 182 1 mol V2O5 = 182 gram massa 1 ekiv V2O5 = (182/6) gram By LB & DW_Kimia ITB
  • 42.
    4. massa 1ekiv reduktor = massa 1 mol reduktor jumlah mol elektron yg dilepaskan Fe FeO 0 2 +2 Ar Fe = 56 1 mol Fe = 56 gram massa 1 ekiv Fe = (56/2) gram By LB & DW_Kimia ITB
  • 43.
    Pereaksi pembatas Pereaksiyang habis bereaksi disebut pereaksi pembatas Contoh : 2 Zn + O2 2 ZnO Massa : 28,6 g 7,44 Ar : 65,4 16 Mol : 0,438 0,232 Dibagi koefisien : 0,219 0,232 By LB & DW_Kimia ITB
  • 44.
    Setelah dibagi dengankoefisien masing-masing, zat dengan mol terkecil merupakan pereaksi pembatas atau yg habis bereaksi. Dalam hal ini Zn. Jadi, mol ZnO = mol Zn = 0,438 mol massa ZnO = 0,438mol(65,4+16)gram/mol = 35,6 gram By LB & DW_Kimia ITB
  • 45.
    Persen Hasil %hasil = massa produk nyata 100% massa produk menurut perhitungan By LB & DW_Kimia ITB x
  • 46.
    Contoh Etilena, C2H4sebanyak 3,86 gram dibakar dengan 11,84 gram O2 di udara. Jika CO2 yang terbentuk 6,96 gram. Hitunglah persen hasil CO2 By LB & DW_Kimia ITB
  • 47.
    Penyelesaian : C2H4+ 3O2 2CO2+2H2O Massa : 3,86 g 11,84 g Mr : 28 32 Mol : 0,1378 0,37 Dibagi Koefisien : 0,1378 0,123 By LB & DW_Kimia ITB
  • 48.
    Jadi, pereaksi pembatas,O2, sehingga menurut perhitungan : massa CO2 = 2 0,37 mol x 44 g 10,85 gram 3 mol æç x ö¸ = è ø massa hasil eksperimen CO2 = 6,96 g shg, % hasil = 6,96 100% 64% 10,85 x = By LB & DW_Kimia ITB
  • 49.
    Perhatikan reaksi antarahidrogen, H2 dengan Nitrogen, N2 menghasilkan ammonia, NH3 H2(g)+N2(g) NH3(g) Jika gas hidrogen yang direaksikan berlebih dan gas nitrogen sebanyak 42, 0 gram. Maka massa ammonia yang terbentuk adalah ….(Ar N = 14, H = 1) By LB & DW_Kimia ITB
  • 50.
    Reaksi yang terjadipada soda kue (NaHCO3) dengan krim tartar (KHC4H4O6) adalah sebagai berikut KHC4H4O6 + NaHCO3KNaC4H4O6 + H2O + CO2. Suatu resep menyarankan penggunaan dua sendok makan (24,0 gram) krim tartar, maka soda kue yang diperlukan agar keduanya tepat habis bereaksi adalah….(Ar Na = 23, H = 1, C = 12, O = 16, By K LB = & DW_39) Kimia ITB
  • 51.
    Rumus sederhana darisuatu senyawa yang mengandung Mg 21,9% P 27,8%, dan O 50,3% adalah…. Mg2P3O5 c. Mg2P2O7 e. Mg3(PO4)2 MgP2O4 d. MgPO4 By LB & DW_Kimia ITB