SENYAWA HIDROKARBON
BAGIAN 1
By Mulyadi Kertagama
SMAN Negeri 3 Mukomuko
KTSP
Indikator pembelajaran
1. Membedakan senyawa organik dan anorganik
2. Menyebutkan keunikan atom karbon
3. Mendeskripsikan ikatan pada senyawa hidrokarbon
4. Menuliskan rumus Lewis, rumus bangun, rumus
bola-pasak, rumus mampat, dan rumus molekul
5. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan
bentuk rantai dan jenis ikatan
6. Mengidentifikasi atom karbon primer, skunder,
tersier, dan kuarterner
2
SEJARAH
 Hidrokarbon : senyawa yang terbentuk hanya oleh
unsur hidrogen (H) dan karbon (C) serta beberapa
unsur lain seperti nitrogen (N), oksigen (O), sulfur (S).
Tetapi pada bab ini fokus pada senyawa yang
terbentuk dari unsur C dan H.
 Dahulu senyawa hidrokarbon dianggap hanya senyawa
yang diperoleh dari makhluk hidup sehingga dinamakan
senyawa organik.
 Pada tahun 1828 senyawa organik berhasil disintesis.
Urea berhasil dibuat dari amonium sianat oleh Fredick
Wohler:
NH4OCN  CO(NH2)2
3
KEISTIMEWAAN HIDROKARBON
 Senyawa karbon (organik) memiliki keistimewaan:
 Jumlahnya sangat banyak karena kemampuan
membentuk rantai.
 Sangat besar perannya bagi makhluk hidup.
4
PERBANDINGAN SIFAT SENYAWA ORGANIK
DG ANORGANIK
Sifat
organik
(benzena)
anorganik
(NaCl)
rumus kimia
kelarutan dalam air
kelarutan dalam minyak
dapat terbakar
titik cair
titik didih
kerapatan (g cm-3)
tipe ikatan
C6H6
tidak
larut
dapat
5,5oC
80oC
0,99
kovalen
NaCl
larut
tidak
tidak dapat
801oC
1.413oC
2,7
ionik
5
KEUNIKAN ATOM KARBON
1. Memiliki 4 elektron valensi sehingga dapat
membentuk 4 ikatan kovalen dengan sesama unsur
non-logam terutama dengah H, O, unsur halogen (F,
Cl, Br, I) dan N bahkan dengan sesama C.
2. Atom karbon relatif kecil (memiliki dua kulit),
sehingga:
a. ikatan kovalen cukup kuat
b. dapat membentuk ikatan rangkap dan
rangkap 3
c. dapat membentuk rantai karbon
6
PEMB. SENYAWA HIDROKARBON
6C : 2, 4  EV : 4
1H : 1  EV: 1
Prinsip ikatan hidrokarbon: aturan oktet dan duplet
aturan oktet : EV = 8  untuk karbon
aturan duplet : EV = 2  untuk hidrogen
7
C Hx
+ C
H
x
H
x
H
x C H
H
H
H
2 H
x
x
H
PEMBENTUKAN RANTAI HIDROKARBON
Salah satu penyebab jumlah senyawa hidrokarbon
sangat banyak jumlahnya adalah kemampuannya
membentuk rantai hidrokarbon.
8
C Hx
4
+ C
H
x
H
x
H
x C C
H
H
H
3 C
H
x
H
x
C
H
x
H
x
H
x C H
H
H
H
H
x
H
PEMB IKATAN RANGKAP DAN RANGKAP 3 9
C +
2 C
H
x
H
x
C
H
x
H
x
C C
H
H
H
H
2 H
x
x
H
C +
2 C
H x C H
x HC CH
H
x
x
H
CARA MENYATAKAN SENYAWA KARBON
Sen-
yawa
Rumus
Lewis
Rumus
bangun
Rumus
bola-
pasak
Rumus
mampat
RM
Metana CH4 CH4
Etena CH2-CH2
atau
CH2CH2
C2H4
Hx C
H
x
H
x
H
x C H
H
H
H
C
H
x
H
x
C
H
x
H
x
C C
H
H
H
H
10
BERBAGAI SENYAWA KARBON
Persenyawaan unsur karbon dengan oksigen (O), klor
(Cl), dan nitrogen (N).
11
Hx C
H
x
H
x
H
x Hx C
H
x
Cl
x
Cl
x
C O Hx C
H
x
H
x
H
x
N
H
x
x
x
x
x
x x
x x
x x
x
x
C
H
O
H
H H C
Cl
Cl
H
H
x x
x x
x
x
x x
x
x
x
x
C
H
N
H
H H
H
PENGGOLONGAN HIDROKARBON
Berdasarkan bentuk rantai:
 alifatik : rantai terbuka
 alisiklik: rantai tertutup (melingkar/membentuk cincin)
 aromatik: rantai tertutup dan ikatannya bersifat
kunjugat (tunggal dan rangkap berselang-seling)
C
C
C
C
H
H
H
H
H
H
H
H
CH3 CH CH2 CH3
CH CH3
CH3
C
C
C
C
C
C
H
H
H
H
H
H
12
PENGGOLONGAN HIDROKARBON
Berdasarkan jenis ikatan:
 hidrokarbon jenuh: ikatannya tunggal
 hidrokarbon tak jenuh: ikatannya rangkap atau
rangkap tiga
H C C C C H
H
H
H
H
H
H
H
H
C C C C H
H
H
H
H
H
H
H
C
H C H
13
LATIHAN
Nyatakanlah senyawa berikut ini (alifatik jenuh/tak
jenuh, alisiklik jenuh/tak jenuh, atau aromatik)
.
H C C C C H
H
H
H
H
H
H
H
H
C C C C
H
H H
H
H H H2C
H2C
CH2
C
H
CH3
C C
C C
C C
H
H
H
H
H
H
H
H
H H
H
H
H
H
H
H
H
H
14
JENIS ATOM KARBON DALAM RANTAI
Atom karbom primer, skunder, tersier, dan kuarterner
Atom C primer: mengikat 1 atom C lain (1o) = 5
Atom C skunder: mengikat 2 atom C lain (2o) = 3
Atom C tersier: mengikat 3 atom C lain (3o) = 1
Atom C kuarterner: mengikat 4 atom C lain (4o) = 1
Jumlah = 10
CH2 CH CH2 C CH3
CH3
CH3
CH2
CH3
CH3
1O
1O
1O
1O
1O
2O
2O
2O 3O
4O
15
LATIHAN
1. Tetukan jumlah atom karbom primer, skunder,
tersier, dan kuarterner pada senyawa berikut.
Atom C primer = …
Atom C skunder = …
Atom C tersier = …
Atom C kuarterner = …
CH3 C CH2 CH CH CH2 CH3
CH2
CH3
CH3
CH3
CH3
16
LATIHAN SOAL
1. Sebutkan perbedaan senyawa organik dan anorganik
berdasarkan titik didih, kelarutan dalam air, sifat
terbakarnya, dan tipe ikatannya.
2. Sebutkan keunikan atom karbon dibandingkan atom
lainnya.
3. Gambarkan proses pembentukan senyawa berikut
menggunakan rumus Lewis dan rumus bangun.
a. CH4
b. C2H6
c. CH3OH
17
BAGIAN 2:
ALKANA, ALKENA,
DAN ALKUNA
By Mulyadi Kertagama
SMAN Negeri 3 Mukomuko
KTSP
Indikator pembelajaran
7. Menyebutkan 10 deret homolog alkana
8. Mengidentifikasi deret homolog alkana
9. Mengidentifikasi alkana dan alkil
10.Memberi nama senyawa alkana
11.Memberi nama alkena
12.Memberi nama alkuna
19
DERET HOMOLOG
adalah senyawa dengan rumus umum sama dan sifat
yang mirip.
1. alkana
2. alkena
3. alkuna
20
ALKANA
 merupakan hidrokarbon alifatik jenuh
 rumus umum alkana: CnH2n+2
21
ALKANA
Sen-
yawa
Rumus Lewis Rumus
bangun
Rumus
bola-pasak
RM
metana CH4
etana C2H6
Hx C
H
x
H
x
H
x C H
H
H
H
Contoh rumus kimia dua suku pertama alkana:
22
C C
H
H
H
H
H
H
C
H
x
H
x
C
H
x
H
x
x H
x
H
ALKANA
Nama 10 suku pertama alkana
Jumlah atom C Rumus Molekul Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
CH4
C2H6
C3H8
C4H10
C5H12
C6H14
C7H16
C8H18
C9H20
C10H22
Meta na
Eta na
Propa na
Buta na
Penta na
Heksa na
Hepta na
Okta na
Nona na
Deka na
23
HOMOLOG ALKANA
Latihan
Nyatakanlah apakah senyawa berikut tergolong homolog
alkana atau tidak. Berikan alasanmu.
a. C13H26
b. C27H52
c. C31H64
Jawab.
a. Tidak; jika C = 13, maka H = (2x13+2) = 28
b. …. …; jika C = 27, maka H = ….
c. …. …; jika C = …, maka H =
24
ALKIL
Alkil adalah alkana yang kehilangan 1 atom H. Jadi
rumus alkil: CnH(2n+2)-1 = CnH2n+1
C
x
H
x
x
x
H
H
H C
x
H
x
x
x
H
H
H
+
C H
H
H
H
metana (suatu alkana)
X C
H
H
H
H
+
metil (suatu alkil)
X
25
ALKIL
Alkil adalah alkana yang kehilangan 1 atom H. Jadi
rumus alkil: CnH(2n+2)-1 = CnH2n+1
R. molekul Rumus bangun Nama
 CH3 metil
 C2H5 CH2CH3
etil
 C3H7 CH2CH2CH3
propil
 C4H9 isopropil
C
H
H
H
CH CH3
CH3
26
ALKIL
R. Molekul Rumus bangun Nama
 C4H9
CH2CH2CH2CH3
butil
isobutil
sekunder
butil
(sek-butil)
tersier butil
(ters-butil)
CH2 CH
CH3
CH3
CH CH2 CH3
CH3
2o
C CH3
CH3
CH3
3o
27
TATA NAMA ALKANA
 Nama IUPAC (International Union Pure and
Application Chemistry)
 Nama Trivial (berdasarkan kebiasaan)
28
TATA NAMA ALKANA
Aturan penamaan
1. Memilih rantai induk (paling panjang dan paling
banyak cabang)
2. Menomori rantai dari ujung sedemikian hingga
cabang-cabang mendapat nomor terkecil
3. Menamai:
nama depan : nomor & nama cabang
nama belakang : nama rantai induk
29
TATA NAMA ALKANA
a.
2-metil pentana
b.
2,2,3-trimetil heksana
CH3 CH CH2 CH2 CH3
6
5
4
3
C
CH3
CH3
H3C
2
1
CH3 CH2 CH2 CH CH3
CH3
1
2
3
4
5
metil
30
TATA NAMA ALKANA
a.
……………………….
b.
……………………….
CH2 CH CH2 CH2 CH3
C
CH3
CH3
CH3
CH3
C
H3 CH
CH3
C CH3
CH3
CH3
31
ALKENA
Rumus Struktur RM Nama
C2H4 Etena
C3H6 Propena
C C
H
H
H
H
C C
H
H
C
H
H
H
H
Ciri: adanya ikatan rangkap. Rumus: C2H2n
32
ALKENA
Rumus Struktur RM Nama
C4H8 1-butena
n-butena
C4H8 2-butena
C C
H
H
C
H
H
H
C
H
H
H
C C
H
H
C
H
H
C
H
H
H
H
33
ALKENA
Tata Nama
1. Pilih rantai induk : mengandung ikatan rangkap dua,
terpanjang, dan paling banyak cabang
2. Pemberian nomor, ikatan rangkap dan cabang
mendapat nomor terkecil
3. Posisi ikatan rangkap dinyatakan dengan angka
4. Penulisan cabang sama dengan alkana
34
TATA NAMA ALKENA
Contoh :
5-metil-2-heksena
Latihan:
1.
……………………
2-etil-4-metil-1-pentena
2.
……………………
CH3 CH CH2 CH CH CH3
CH3
CH3 CH2 C CH2 CH CH3
CH2 CH3
CH3 C C CH CH3
CH3 CH3 CH3
35
ALKUNA
R. Bangun RM Nama
C2H2 Etuna
C3H4 1-propuna
… …
C C H
H
C C CH3
H
H3C C C CH3
Ciri: ikatan rangkap 3. Rumus umum: CnH2n-2
36
KESIMPULAN
Alkana : CnH2n+2
Alkena : CnH2n
Alkuna : CnH2n2
37
BAGIAN 3:
KEISOMERAN
By Mulyadi Kertagama
SMAN Negeri 3 Mukomuko
KEISOMERAN
 Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki
rumus molekul sama tetapi rumus bangun (rumus
struktur) berbeda.
1. Isomer struktur: disebabkan karena perbedaan
kerangka (rantai induk atau perbedaan posisi
cabang-cabang/ikatan rangkap)
2. Isomer geometeri: keisomeran yg disebabkan
karena perbedaan penempatan gugus-gugus atom
di sekitar ikatan rangkap.
39
KEISOMERAN STRUKTUR PADA ALKANA
1. Tentukan isomer dari butana (C4H10).
Jawab.
(1)
n-butana [t.d = 0,5oC)
(2)
2-metil propana (isobutana) [t.d = 10oC]
Jadi, ada 2 isomer butana yakni n-butana dan 2-
metil propana.
CH3 CH2 CH2 CH3
CH3 CH CH3
CH3
40
KEISOMERAN STRUKTUR PADA ALKENA
1. Tentukan isomer dari butena (1-butena)
Jawab.
(1) ……………………… (2) ………………….
(3) ……………………….
CH2 CH CH2 CH3 CH3 CH CH CH3
CH2 C CH3
CH3
41
ISOMER STRUKTUR PADA ALKUNA
1. Berapakah jumlah isomer dari butuna? Gambarkan
semua isomernya!
Penyelesaian.
(1) CHCCH2CH3 : 1-butuna
(2) CH3CCCH3 : 1-butuna
42
LATIHAN
1. Berapakah jumlah isomer dari pentena? Gambarkan
semua isomernya! (ans. 3 isomer)
2. Berapakah jumlah isomer dari pentena? Gambarkan
semua isomernya! (ans. 5 isomer)
3. Berapakah jumlah isomer dari pentuna? Gambarkan
semua isomernya! (ans. 3 isomer)
43
ISOMER GEOMETRI
Isomer geometri: keisomeran yg disebabkan karena
perbedaan penempatan gugus-gugus atom di sekitar
ikatan rangkap (bukan rangkap 3).
Syarat : kedua C yang berikatan rangkap harus
mengikat atom/gugus atom yang berbeda.
C C
H
CH3
H3C
H
trans-2-butena ( td 1o
C)
44
2 gugus
atom
berbeda
C C
CH3
H
H3C
H
cis-2-butena ( td 4oC)
terletak pada
sisi yang sama ( cis)
2 3
ISOMER GEOMETRI
C C
CH3
H
H3C
H
C C
H
CH3
H3C
H
45
2 gugus
atom
berbeda
Ikatan rangkap membuat
ikatan CC tidak dapat
berputar, shg molekul
menjadi kaku dan posisi
masing-masing atom
adalah tetap
LATIHAN
1. Apakah senyawa di bawah ini memiliki isomer
geometri. Jelaskan!
a.
b.
c.
46
a. Tidak. Karena tidak
memiliki ikatan rangkap
sehingga semua atom/gugus
atom dapat berpindah-pindah
posisi.
b. Tidak. Karena atom C
sebelah kiri mengikat atom
yang sama.
c. Ya. Karena atom C2 dan
C3 mengikat atom yang
berbeda. Dan antara C2 dan
C3 terdapat ikatan rangkap
TUGAS
1. Apakah senyawa di bawah ini memiliki isomer
geometri. Jelaskan!
a. c.
b. d.
47
C C
H
CH3 CH3
H
2 3
C C
CH3
CH3 CH3
Cl
2 3
C C CH3
H3C
C C
CH3
Cl C2H5
Cl
SIFAT FISIKA SENYAWA HIDROKARBON
C1 – C4 : gas; C5 – C17 : cair; C >18 : padat
Dengan jumlah atom karbon sama, isomer yang
bercabang memiliki t.l dan t.d yg lebih rendah.
Senyawa Kerangka t.l (oC) t.d (oC)
n-butana CCCC 138 0,5
Isobutana 145 10
n-pentana CCCCC 130 +36
Isopentana 160 +28
neopentana 200 +9
C C C
C
C
C C C
C
C C C C
C
48
SIFAT KIMIA HIDROKARBON
Yang dimaksud sifat kimia disini adalah reaksi-reaksinya
a. Reaksi-reaksi alkana
1. Pembakaran
- Pembakaran sempurna menghasilkan CO2,
H2O dan kalor.
C3H8 + 5O2  3CO2 + 4H2O
- Pembakaran tidak sempurna menghasilkan
CO, H2O, jelaga (partikel C), dan kalor.
49
SIFAT KIMIA HIDROKARBON
2. Reaksi substitusi (pergantian)
3. Perengkahan (cracking)
Memecah molekul besar menjadi molekul kecil.
C14H30  C7H16 + C7H14.
tetradekana heptana heptena
50
C
H
H
H
H + Cl2 C
H
Cl
H
H + HCl
SIFAT KIMIA HIDROKARBON
b. Reaksi Alkena
1. Reaksi pembakaran
Pembakaran sempurna menghasilkan CO2,
H2O dan kalor.
2C3H6 + 9O2  6CO2 + 6H2O
2. Adisi (penambahan)
Selain atomnya bertambah, juga terjadi
penjenuhan (ik. rangkap diubah  tunggal)
CH2=CH2 + H2  CH3CH3.
51
SIFAT KIMIA HIDROKARBON
c. Reaksi Alkuna
1. Adisi (penambahan)
CHCH + 2H2  CH3CH3.
52
LATIHAN
1. Tuliskan reaksi-reaksi:
a. pembakaran sempurna heksana (C6H14)
b. klorinasi etana (reaksi etana dengan Cl2)
c. propena dengan gas hidrogen
d. pembakaran propena
Penyelesaian
a. 2C6H14 + 19O2  12CO2 + 14H2O
b. CH3CH3 + Cl2  CH3CH2Cl + HCl
c. CH2=CHCH3 + H2  CH3CH2CH3
d. 2C3H6 + 9O2  6CO2 + 6H2O
53
LATIHAN
1. Tuliskan reaksi-reaksi:
a. pembakaran sempurna hepsana (C7H16)
b. klorinasi propana (reaksi propana dengan Cl2)
c. propuna dengan gas hidrogen
d. Pembakaran butena
54
SEKIAN … SAMPAI JUMPA
55

alkana-alkena-alkuna1.pptx

  • 1.
    SENYAWA HIDROKARBON BAGIAN 1 ByMulyadi Kertagama SMAN Negeri 3 Mukomuko
  • 2.
    KTSP Indikator pembelajaran 1. Membedakansenyawa organik dan anorganik 2. Menyebutkan keunikan atom karbon 3. Mendeskripsikan ikatan pada senyawa hidrokarbon 4. Menuliskan rumus Lewis, rumus bangun, rumus bola-pasak, rumus mampat, dan rumus molekul 5. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan bentuk rantai dan jenis ikatan 6. Mengidentifikasi atom karbon primer, skunder, tersier, dan kuarterner 2
  • 3.
    SEJARAH  Hidrokarbon :senyawa yang terbentuk hanya oleh unsur hidrogen (H) dan karbon (C) serta beberapa unsur lain seperti nitrogen (N), oksigen (O), sulfur (S). Tetapi pada bab ini fokus pada senyawa yang terbentuk dari unsur C dan H.  Dahulu senyawa hidrokarbon dianggap hanya senyawa yang diperoleh dari makhluk hidup sehingga dinamakan senyawa organik.  Pada tahun 1828 senyawa organik berhasil disintesis. Urea berhasil dibuat dari amonium sianat oleh Fredick Wohler: NH4OCN  CO(NH2)2 3
  • 4.
    KEISTIMEWAAN HIDROKARBON  Senyawakarbon (organik) memiliki keistimewaan:  Jumlahnya sangat banyak karena kemampuan membentuk rantai.  Sangat besar perannya bagi makhluk hidup. 4
  • 5.
    PERBANDINGAN SIFAT SENYAWAORGANIK DG ANORGANIK Sifat organik (benzena) anorganik (NaCl) rumus kimia kelarutan dalam air kelarutan dalam minyak dapat terbakar titik cair titik didih kerapatan (g cm-3) tipe ikatan C6H6 tidak larut dapat 5,5oC 80oC 0,99 kovalen NaCl larut tidak tidak dapat 801oC 1.413oC 2,7 ionik 5
  • 6.
    KEUNIKAN ATOM KARBON 1.Memiliki 4 elektron valensi sehingga dapat membentuk 4 ikatan kovalen dengan sesama unsur non-logam terutama dengah H, O, unsur halogen (F, Cl, Br, I) dan N bahkan dengan sesama C. 2. Atom karbon relatif kecil (memiliki dua kulit), sehingga: a. ikatan kovalen cukup kuat b. dapat membentuk ikatan rangkap dan rangkap 3 c. dapat membentuk rantai karbon 6
  • 7.
    PEMB. SENYAWA HIDROKARBON 6C: 2, 4  EV : 4 1H : 1  EV: 1 Prinsip ikatan hidrokarbon: aturan oktet dan duplet aturan oktet : EV = 8  untuk karbon aturan duplet : EV = 2  untuk hidrogen 7 C Hx + C H x H x H x C H H H H 2 H x x H
  • 8.
    PEMBENTUKAN RANTAI HIDROKARBON Salahsatu penyebab jumlah senyawa hidrokarbon sangat banyak jumlahnya adalah kemampuannya membentuk rantai hidrokarbon. 8 C Hx 4 + C H x H x H x C C H H H 3 C H x H x C H x H x H x C H H H H H x H
  • 9.
    PEMB IKATAN RANGKAPDAN RANGKAP 3 9 C + 2 C H x H x C H x H x C C H H H H 2 H x x H C + 2 C H x C H x HC CH H x x H
  • 10.
    CARA MENYATAKAN SENYAWAKARBON Sen- yawa Rumus Lewis Rumus bangun Rumus bola- pasak Rumus mampat RM Metana CH4 CH4 Etena CH2-CH2 atau CH2CH2 C2H4 Hx C H x H x H x C H H H H C H x H x C H x H x C C H H H H 10
  • 11.
    BERBAGAI SENYAWA KARBON Persenyawaanunsur karbon dengan oksigen (O), klor (Cl), dan nitrogen (N). 11 Hx C H x H x H x Hx C H x Cl x Cl x C O Hx C H x H x H x N H x x x x x x x x x x x x x C H O H H H C Cl Cl H H x x x x x x x x x x x x C H N H H H H
  • 12.
    PENGGOLONGAN HIDROKARBON Berdasarkan bentukrantai:  alifatik : rantai terbuka  alisiklik: rantai tertutup (melingkar/membentuk cincin)  aromatik: rantai tertutup dan ikatannya bersifat kunjugat (tunggal dan rangkap berselang-seling) C C C C H H H H H H H H CH3 CH CH2 CH3 CH CH3 CH3 C C C C C C H H H H H H 12
  • 13.
    PENGGOLONGAN HIDROKARBON Berdasarkan jenisikatan:  hidrokarbon jenuh: ikatannya tunggal  hidrokarbon tak jenuh: ikatannya rangkap atau rangkap tiga H C C C C H H H H H H H H H C C C C H H H H H H H H C H C H 13
  • 14.
    LATIHAN Nyatakanlah senyawa berikutini (alifatik jenuh/tak jenuh, alisiklik jenuh/tak jenuh, atau aromatik) . H C C C C H H H H H H H H H C C C C H H H H H H H2C H2C CH2 C H CH3 C C C C C C H H H H H H H H H H H H H H H H H H 14
  • 15.
    JENIS ATOM KARBONDALAM RANTAI Atom karbom primer, skunder, tersier, dan kuarterner Atom C primer: mengikat 1 atom C lain (1o) = 5 Atom C skunder: mengikat 2 atom C lain (2o) = 3 Atom C tersier: mengikat 3 atom C lain (3o) = 1 Atom C kuarterner: mengikat 4 atom C lain (4o) = 1 Jumlah = 10 CH2 CH CH2 C CH3 CH3 CH3 CH2 CH3 CH3 1O 1O 1O 1O 1O 2O 2O 2O 3O 4O 15
  • 16.
    LATIHAN 1. Tetukan jumlahatom karbom primer, skunder, tersier, dan kuarterner pada senyawa berikut. Atom C primer = … Atom C skunder = … Atom C tersier = … Atom C kuarterner = … CH3 C CH2 CH CH CH2 CH3 CH2 CH3 CH3 CH3 CH3 16
  • 17.
    LATIHAN SOAL 1. Sebutkanperbedaan senyawa organik dan anorganik berdasarkan titik didih, kelarutan dalam air, sifat terbakarnya, dan tipe ikatannya. 2. Sebutkan keunikan atom karbon dibandingkan atom lainnya. 3. Gambarkan proses pembentukan senyawa berikut menggunakan rumus Lewis dan rumus bangun. a. CH4 b. C2H6 c. CH3OH 17
  • 18.
    BAGIAN 2: ALKANA, ALKENA, DANALKUNA By Mulyadi Kertagama SMAN Negeri 3 Mukomuko
  • 19.
    KTSP Indikator pembelajaran 7. Menyebutkan10 deret homolog alkana 8. Mengidentifikasi deret homolog alkana 9. Mengidentifikasi alkana dan alkil 10.Memberi nama senyawa alkana 11.Memberi nama alkena 12.Memberi nama alkuna 19
  • 20.
    DERET HOMOLOG adalah senyawadengan rumus umum sama dan sifat yang mirip. 1. alkana 2. alkena 3. alkuna 20
  • 21.
    ALKANA  merupakan hidrokarbonalifatik jenuh  rumus umum alkana: CnH2n+2 21
  • 22.
    ALKANA Sen- yawa Rumus Lewis Rumus bangun Rumus bola-pasak RM metanaCH4 etana C2H6 Hx C H x H x H x C H H H H Contoh rumus kimia dua suku pertama alkana: 22 C C H H H H H H C H x H x C H x H x x H x H
  • 23.
    ALKANA Nama 10 sukupertama alkana Jumlah atom C Rumus Molekul Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Meta na Eta na Propa na Buta na Penta na Heksa na Hepta na Okta na Nona na Deka na 23
  • 24.
    HOMOLOG ALKANA Latihan Nyatakanlah apakahsenyawa berikut tergolong homolog alkana atau tidak. Berikan alasanmu. a. C13H26 b. C27H52 c. C31H64 Jawab. a. Tidak; jika C = 13, maka H = (2x13+2) = 28 b. …. …; jika C = 27, maka H = …. c. …. …; jika C = …, maka H = 24
  • 25.
    ALKIL Alkil adalah alkanayang kehilangan 1 atom H. Jadi rumus alkil: CnH(2n+2)-1 = CnH2n+1 C x H x x x H H H C x H x x x H H H + C H H H H metana (suatu alkana) X C H H H H + metil (suatu alkil) X 25
  • 26.
    ALKIL Alkil adalah alkanayang kehilangan 1 atom H. Jadi rumus alkil: CnH(2n+2)-1 = CnH2n+1 R. molekul Rumus bangun Nama  CH3 metil  C2H5 CH2CH3 etil  C3H7 CH2CH2CH3 propil  C4H9 isopropil C H H H CH CH3 CH3 26
  • 27.
    ALKIL R. Molekul Rumusbangun Nama  C4H9 CH2CH2CH2CH3 butil isobutil sekunder butil (sek-butil) tersier butil (ters-butil) CH2 CH CH3 CH3 CH CH2 CH3 CH3 2o C CH3 CH3 CH3 3o 27
  • 28.
    TATA NAMA ALKANA Nama IUPAC (International Union Pure and Application Chemistry)  Nama Trivial (berdasarkan kebiasaan) 28
  • 29.
    TATA NAMA ALKANA Aturanpenamaan 1. Memilih rantai induk (paling panjang dan paling banyak cabang) 2. Menomori rantai dari ujung sedemikian hingga cabang-cabang mendapat nomor terkecil 3. Menamai: nama depan : nomor & nama cabang nama belakang : nama rantai induk 29
  • 30.
    TATA NAMA ALKANA a. 2-metilpentana b. 2,2,3-trimetil heksana CH3 CH CH2 CH2 CH3 6 5 4 3 C CH3 CH3 H3C 2 1 CH3 CH2 CH2 CH CH3 CH3 1 2 3 4 5 metil 30
  • 31.
    TATA NAMA ALKANA a. ………………………. b. ………………………. CH2CH CH2 CH2 CH3 C CH3 CH3 CH3 CH3 C H3 CH CH3 C CH3 CH3 CH3 31
  • 32.
    ALKENA Rumus Struktur RMNama C2H4 Etena C3H6 Propena C C H H H H C C H H C H H H H Ciri: adanya ikatan rangkap. Rumus: C2H2n 32
  • 33.
    ALKENA Rumus Struktur RMNama C4H8 1-butena n-butena C4H8 2-butena C C H H C H H H C H H H C C H H C H H C H H H H 33
  • 34.
    ALKENA Tata Nama 1. Pilihrantai induk : mengandung ikatan rangkap dua, terpanjang, dan paling banyak cabang 2. Pemberian nomor, ikatan rangkap dan cabang mendapat nomor terkecil 3. Posisi ikatan rangkap dinyatakan dengan angka 4. Penulisan cabang sama dengan alkana 34
  • 35.
    TATA NAMA ALKENA Contoh: 5-metil-2-heksena Latihan: 1. …………………… 2-etil-4-metil-1-pentena 2. …………………… CH3 CH CH2 CH CH CH3 CH3 CH3 CH2 C CH2 CH CH3 CH2 CH3 CH3 C C CH CH3 CH3 CH3 CH3 35
  • 36.
    ALKUNA R. Bangun RMNama C2H2 Etuna C3H4 1-propuna … … C C H H C C CH3 H H3C C C CH3 Ciri: ikatan rangkap 3. Rumus umum: CnH2n-2 36
  • 37.
    KESIMPULAN Alkana : CnH2n+2 Alkena: CnH2n Alkuna : CnH2n2 37
  • 38.
    BAGIAN 3: KEISOMERAN By MulyadiKertagama SMAN Negeri 3 Mukomuko
  • 39.
    KEISOMERAN  Isomer adalahsenyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi rumus bangun (rumus struktur) berbeda. 1. Isomer struktur: disebabkan karena perbedaan kerangka (rantai induk atau perbedaan posisi cabang-cabang/ikatan rangkap) 2. Isomer geometeri: keisomeran yg disebabkan karena perbedaan penempatan gugus-gugus atom di sekitar ikatan rangkap. 39
  • 40.
    KEISOMERAN STRUKTUR PADAALKANA 1. Tentukan isomer dari butana (C4H10). Jawab. (1) n-butana [t.d = 0,5oC) (2) 2-metil propana (isobutana) [t.d = 10oC] Jadi, ada 2 isomer butana yakni n-butana dan 2- metil propana. CH3 CH2 CH2 CH3 CH3 CH CH3 CH3 40
  • 41.
    KEISOMERAN STRUKTUR PADAALKENA 1. Tentukan isomer dari butena (1-butena) Jawab. (1) ……………………… (2) …………………. (3) ………………………. CH2 CH CH2 CH3 CH3 CH CH CH3 CH2 C CH3 CH3 41
  • 42.
    ISOMER STRUKTUR PADAALKUNA 1. Berapakah jumlah isomer dari butuna? Gambarkan semua isomernya! Penyelesaian. (1) CHCCH2CH3 : 1-butuna (2) CH3CCCH3 : 1-butuna 42
  • 43.
    LATIHAN 1. Berapakah jumlahisomer dari pentena? Gambarkan semua isomernya! (ans. 3 isomer) 2. Berapakah jumlah isomer dari pentena? Gambarkan semua isomernya! (ans. 5 isomer) 3. Berapakah jumlah isomer dari pentuna? Gambarkan semua isomernya! (ans. 3 isomer) 43
  • 44.
    ISOMER GEOMETRI Isomer geometri:keisomeran yg disebabkan karena perbedaan penempatan gugus-gugus atom di sekitar ikatan rangkap (bukan rangkap 3). Syarat : kedua C yang berikatan rangkap harus mengikat atom/gugus atom yang berbeda. C C H CH3 H3C H trans-2-butena ( td 1o C) 44 2 gugus atom berbeda C C CH3 H H3C H cis-2-butena ( td 4oC) terletak pada sisi yang sama ( cis) 2 3
  • 45.
    ISOMER GEOMETRI C C CH3 H H3C H CC H CH3 H3C H 45 2 gugus atom berbeda Ikatan rangkap membuat ikatan CC tidak dapat berputar, shg molekul menjadi kaku dan posisi masing-masing atom adalah tetap
  • 46.
    LATIHAN 1. Apakah senyawadi bawah ini memiliki isomer geometri. Jelaskan! a. b. c. 46 a. Tidak. Karena tidak memiliki ikatan rangkap sehingga semua atom/gugus atom dapat berpindah-pindah posisi. b. Tidak. Karena atom C sebelah kiri mengikat atom yang sama. c. Ya. Karena atom C2 dan C3 mengikat atom yang berbeda. Dan antara C2 dan C3 terdapat ikatan rangkap
  • 47.
    TUGAS 1. Apakah senyawadi bawah ini memiliki isomer geometri. Jelaskan! a. c. b. d. 47 C C H CH3 CH3 H 2 3 C C CH3 CH3 CH3 Cl 2 3 C C CH3 H3C C C CH3 Cl C2H5 Cl
  • 48.
    SIFAT FISIKA SENYAWAHIDROKARBON C1 – C4 : gas; C5 – C17 : cair; C >18 : padat Dengan jumlah atom karbon sama, isomer yang bercabang memiliki t.l dan t.d yg lebih rendah. Senyawa Kerangka t.l (oC) t.d (oC) n-butana CCCC 138 0,5 Isobutana 145 10 n-pentana CCCCC 130 +36 Isopentana 160 +28 neopentana 200 +9 C C C C C C C C C C C C C C 48
  • 49.
    SIFAT KIMIA HIDROKARBON Yangdimaksud sifat kimia disini adalah reaksi-reaksinya a. Reaksi-reaksi alkana 1. Pembakaran - Pembakaran sempurna menghasilkan CO2, H2O dan kalor. C3H8 + 5O2  3CO2 + 4H2O - Pembakaran tidak sempurna menghasilkan CO, H2O, jelaga (partikel C), dan kalor. 49
  • 50.
    SIFAT KIMIA HIDROKARBON 2.Reaksi substitusi (pergantian) 3. Perengkahan (cracking) Memecah molekul besar menjadi molekul kecil. C14H30  C7H16 + C7H14. tetradekana heptana heptena 50 C H H H H + Cl2 C H Cl H H + HCl
  • 51.
    SIFAT KIMIA HIDROKARBON b.Reaksi Alkena 1. Reaksi pembakaran Pembakaran sempurna menghasilkan CO2, H2O dan kalor. 2C3H6 + 9O2  6CO2 + 6H2O 2. Adisi (penambahan) Selain atomnya bertambah, juga terjadi penjenuhan (ik. rangkap diubah  tunggal) CH2=CH2 + H2  CH3CH3. 51
  • 52.
    SIFAT KIMIA HIDROKARBON c.Reaksi Alkuna 1. Adisi (penambahan) CHCH + 2H2  CH3CH3. 52
  • 53.
    LATIHAN 1. Tuliskan reaksi-reaksi: a.pembakaran sempurna heksana (C6H14) b. klorinasi etana (reaksi etana dengan Cl2) c. propena dengan gas hidrogen d. pembakaran propena Penyelesaian a. 2C6H14 + 19O2  12CO2 + 14H2O b. CH3CH3 + Cl2  CH3CH2Cl + HCl c. CH2=CHCH3 + H2  CH3CH2CH3 d. 2C3H6 + 9O2  6CO2 + 6H2O 53
  • 54.
    LATIHAN 1. Tuliskan reaksi-reaksi: a.pembakaran sempurna hepsana (C7H16) b. klorinasi propana (reaksi propana dengan Cl2) c. propuna dengan gas hidrogen d. Pembakaran butena 54
  • 55.