Statement dan Notasi Algoritma
Dalam Basis Bilangan
Ir. Sihar, MT
T. Informatika – Fak. Teknik
Bandung 2012
Algoritma dan Pemrograman – I (4 sks)
Daftar Pustaka
1) Larry L. Wear, L.L., Pinkert, J.R., Lane, W.G. Computers, An
Introduction to Hardware and Software Design. McGraw-Hill.
1999.
2) Sedgewick, R., Wayne, K. Algorithm (4th Edition). Addison Wesley.
2011.
3) Simamora, S.N.M.P. “Diktat Kuliah SI101 Pengantar Teknologi
Informasi”, Departemen Sistem Informasi. Fak. Teknik. ITHB.
Bandung. 2002.
4) Simamora, S.N.M.P. “Diktat Kuliah IF101 Pengantar Teknik
Informatika”. Departemen Teknik Informatika. Fak. Teknik. ITHB.
Bandung. 2002.
5) Simamora, S.N.M.P. “Diktat Kuliah CE113 Sistem Komputer”.
Program studi Teknik Komputer. Politeknik TELKOM. Bandung.
2007.
6) Simamora, S.N.M.P. “Diktat UBB105 Pengantar Teknologi
Informasi”. Program studi T. Informatika, FTI. Univ. BALE Bandung.
2011.
7) Skiena, S.S. The Algorithm Design Manual. Springer. 2008.
Statement merupakan blok pemroses yang
akan dikerjakan oleh translator pada kode
pemrograman
Bentuk umum statement: B ← A+C;
Apabila C adalah konstanta (K), maka statement tsb: B ← A+K; dimana K∈ Bil.Real
B ← A+1;Misalkan:
Dalam hal efisiensi ruang-memori, hasil dapat ditampungkan kembali ke operand-data
Misalkan: A ← A+1;
Demikian juga berlaku pada operator arithmatika lain: A ← A-1;
A ← A*1;
A ← A/1;
A ← A%1;
Misalkan: K=5, maka:
Modifikasi pengerjaan operator arithmatika pada penulisan kode program dapat dilakukan
sebagai berikut:
A ← A-5;
A ← A*5;
A ← A/5;
A ← A%5;
A ← A+5;
A -=5;
A *=5;
A/=5;
A%=5;
A +=5;
dimodif
A= A-5;
A= A*5;
A = A/5;
A = A%5;
A= A+5;
dituliskan
dalam
kode
program
Khusus
operator
modulo, K
tdk.boleh float
Kasus: Jelaskan, apakah kedua statement ini memiliki perbedaan dan persamaan?
A ← A+1; ........................ (1)
A ← A+10; ........................ (2)
Solusi: Statemen (1) dan (2) memiliki persamaan dalam hal:
• Menggunakan operand dan jenis operator yang sama
• Konstanta tergolong dalam jenis bilangan yang sama (bukan angka/nilainya)
• Memiliki jenis modifikasi pengerjaan operator yang sama, yakni: A+=K ; dimana
K=konstanta
Statemen (1) dan (2) memiliki perbedaan dalam hal:
• Nilai pada operand-data dan operand-hasil untuk (1) dan (2) kemungkinan
berbeda atau sebaliknya
• Untuk nilai pada operand-data A yang sama, maka operand-hasil A pada (1)
selalu lebih kecil dibandingkan (2)
• Nilai K untuk Konstanta pada bentuk umum statement: A←A+K ; adalah
berbeda.
Operator: Modulus/Modulo ⇒ %
Perhatikan statement berikut: C ← A ÷ B;
D ← A % B;
A⇒yang dibagi
B⇒pembagi
C⇒hasil bagi
setiap proses
pembagian
memiliki sisa
bagi/sisa hasil bagi
Jika diasumsikan nilai sisa hasil bagi tsb ditampungkan
ke variabel D, maka:
C ← A ÷ B; dengan sisa bagi=D
sehingga:
Misalkan:
dimasukkan pada statement:
maka:
D ← A % B;
A ← 12;
B ← 2;
D = 0 Perhatikan, sisa bagi (D) tetap memiliki nilai, bukan
kosong; dalam sistem komputer, tidak dikenal nilai kosong
melainkan nilai 0.
Postulat:
D ← A % B;
maka: D selalu bernilai 1 jika dan hanya
jika B=2 dan A∈ Bil. Ganjil
Implementasi dalam algoritma dan pemrograman C++:
Tampilan jalannya aplikasi pemrograman:
Penjelasan tsb menggunakan Algoritma Matematika Informasi:
tmb1 = 20;
tmbh1 += 5; ⇒ tmbh1 = tmbh1 + 5;
maka:
tmbh1 = 20 + 5;
tmbh1 = 25;
krg1 = 20;
krg1 -= 5; ⇒ krg1 = krg1 - 5;
maka:
krg1 = 20 - 5;
krg1 = 15;
kali1 = 20;
kali1 *= 5; ⇒ kali1 = kali1 * 5;
maka:
kali1 = 20 * 5;
kali1 = 100;
bagi1 = 20;
bagi1 /= 5; ⇒ bagi1 = bagi1 / 5;
maka:
bagi1 = 20 / 5;
bagi1 = 4;
m0d1 = 20;
m0d1 %= 5; ⇒ m0d1 = m0d1 % 5;
maka:
m0d1 = 20 % 5;
m0d1 = 0;
Tabel Kesetaraan antar basis bilangan:
HEX, range: 0 s.d 9 ; A s.d F OCT, range: 0 s.d 7
BIN, range: 0 s.d 1 DEC, range: 0 s.d 9
DEC OCT HEX BIN (M=8)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
0
1
2
3
4
5
6
7
10
11
12
13
14
15
16
17
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
A
B
C
D
E
F
0000 0000
0000 0001
0000 0010
0000 0011
0000 0100
0000 0101
0000 0110
0000 0111
0000 1000
0000 1001
0000 1010
0000 1011
0000 1100
0000 1101
0000 1110
0000 1111
Jika M adalah
panjang-digit/
panjang-bit dari
sebuah bilangan,
maka: untuk A=xxxx
dan A basis bilangan
2, dikatakan
bahwa: M=4.
BIN: Basis Bilangan 2
OCT: Basis Bilangan 8
HEX: Basis Bilangan 16
DEC Basis Bilangan 10
Kasus:
Selesaikanlah persoalan berikut dengan algoritma matematika informasi:
DEC(1212) = ( ... )2
DEC(1010) = ( ... )8
0xC1C1 = ( ... )10
01212 = ( ... )10
DEC(1212) = ( ... )8
DEC(1010) = ( ... )2
(1110)8 = ( ... )10
(2121)8 = ( ... )10
01212 = ( ... )16
(1010)2 = ( ... )8
0xC1C1 = ( ... )8
01212 = ( ... )2
DEC(1212) = ( ... )16
(1010)8 = ( ... )2
(01010)8 = ( ... )10
(2121)16 = ( ... )8
Postulat:
Jika suatu bilangan
dipangkatkan dengan 0, maka
hasilnya adalah 1.
Jika suatu bilangan dipangkatkan
dengan 1, maka hasilnya adalah
bilangan itu sendiri.
Jika suatu bilangan dikalikan
dengan 1, maka hasilnya adalah
bilangan itu sendiri.
Jika suatu bilangan dikalikan
dengan 0, maka hasilnya adalah 0.
DEC(1212) = ( ... )2
1212 ÷ 2 = 606 sisa 0
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1212) = (100 1011 1100)2
606 ÷ 2 = 303 sisa 0
303 ÷ 2 = 151 sisa 1
151 ÷ 2 = 75 sisa 1
75 ÷ 2 = 37 sisa 1
37 ÷ 2 = 18 sisa 1
18 ÷ 2 = 9 sisa 0
9 ÷ 2 = 4 sisa 1
4 ÷ 2 = 2 sisa 0
2 ÷ 2 = 1 sisa 0
1 ÷ 2 = 0 sisa 1
1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0
0xC1C1 = (c1c1)16 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
0xC1C1 = c .163 + 1.162 + c.161 + 1.160
=( 12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1)
= (49601 )10
DEC(1212) = ( ... )8
1212 ÷ 8 = 151 sisa 4
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1212) = (2274)8
151 ÷ 8 = 18 sisa 7
18 ÷ 8 = 2 sisa 2
2 ÷ 8 = 0 sisa 2
2 2 7 4
(1110)8 = 01110 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
01010 = 0.84 + 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80
=(0).(4096) + ( 1)(512) + (1)(64) + (1)(8) + (0)(1)
= (584)10
DEC(1010) = ( ... )8
1010 ÷ 8 = 126 sisa 2
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1010) = (1762)8
126 ÷ 8 = 15 sisa 6
15 ÷ 8 = 1 sisa 7
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
1 7 6 2
01212 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
01212 = 0.84 + 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80
=(0).(4096) + ( 1)(512) + (2)(64) + (1)(8) + (2)(1)
= (650)10
DEC(1010) = ( ... )2
1010 ÷ 2 = 505 sisa 0
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1010) = (1111110010)2
505 ÷ 2 = 252 sisa 1
252 ÷ 2 = 126 sisa 0
126 ÷ 2 = 63 sisa 0
1 1 1 1
(2121)8 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(2121)8 = 2 .83 + 1.82 + 2.81 + 1.80
= ( 2)(512) + (1)(64) + (2)(8) + (1)(1)
= (1105)10
63 ÷ 2 = 31 sisa 1
31 ÷ 2 = 15 sisa 1
15 ÷ 2 = 7 sisa 1
7 ÷ 2 = 3 sisa 1
3 ÷ 2 = 1 sisa 1
1 0 0 1 0
1 ÷ 2 = 0 sisa 1
1
01212 = (1212)8 = ( ... )16
Solusi:
Mekanismenya: OCT ubah terlebih dahulu ke dalam
DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke HEX
(1212)8 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1212)8 = 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80
= ( 1)(512) + (2)(64) + (1)(8) + (2)(1)
= (650)10
DEC(650) = ( ... )16
650 ÷ 16 = 40 sisa 10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
01212 = (28A)16
40 ÷ 16 = 2 sisa 8
2 ÷ 16 = 0 sisa 2
2 8 A
Selanjutnya,
Solusi:
Mekanismenya: HEX ubah terlebih dahulu ke dalam
DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke OCT
0xc1c1 = (c1c1)16 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(c1c1)16 = c .163 + 1.162 + c.161 + 1.160
= ( 12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1)
= (49601)10
DEC(49601) = ( ... )8
49601 ÷ 8 = 6200 sisa 1
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
0xC1C1 = (140701)8
6200 ÷ 8 = 775 sisa 0
775 ÷ 8 = 96 sisa 7
7 0 1
Selanjutnya,
0xC1C1 = ( ... )8
96 ÷ 8 = 12 sisa 0
12 ÷ 8 = 1 sisa 4
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
1 4 0
DEC(1212) = ( ... )16
1212 ÷ 16 = 75 sisa 12
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1212) = (4BC)16
75 ÷ 16 = 4 sisa 11
4 ÷ 16 = 0 sisa 4
4 B C
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(01010)8 = 0.84 + 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80
=(0).(4096) + ( 1)(512) + (0)(64) + (1)(8) + (0)(1)
= (520)10
(01010)8 = ( ... )10
Solusi:
Mekanismenya: BIN ubah terlebih dahulu ke dalam
DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke OCT
(1010)2 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1010)2 = 1 .23 + 0.22 + 1.21 + 0.20
= ( 1)(8) + (0)(4) + (1)(2) + (0)(1)
= (10)10
DEC(10) = ( ... )8
10 ÷ 8 = 1 sisa 2
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1010)2 = (12)8
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
1 2
Selanjutnya,
(1010)2 = ( ... )8
Solusi:
Mekanismenya: OCT ubah terlebih dahulu ke dalam
DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke BIN
(1212)8 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1212)8 = 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80
= ( 1)(64) + (2)(16) + (1)(8) + (2)(1)
= (650)10
DEC(650) = ( ... )2
650 ÷ 2 = 325 sisa 0
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1212)8 = (1010001010)2
325 ÷ 2 = 162 sisa 1
1 0
Selanjutnya,
01212 = ( ... )2
162 ÷ 2 = 81 sisa 0
81 ÷ 2 = 40 sisa 1
40 ÷ 2 = 20 sisa 0
5 ÷ 2 = 2 sisa 1
2 ÷ 2 = 1 sisa 0
1 ÷ 2 = 0 sisa 1
1 00 01 0
20 ÷ 2 = 10 sisa 0
10 ÷ 2 = 5 sisa 0
01
Solusi:
Mekanismenya: OCT ubah terlebih dahulu ke dalam
DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke BIN
(1010)8 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1010)8 = 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80
= ( 1)(512) + (0)(64) + (1)(8) + (0)(1)
= (520)10
DEC(520) = ( ... )2
520 ÷ 2 = 260 sisa 0
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(1010)8 = (1000001000)2
260 ÷ 2 = 130 sisa 0
0 0
Selanjutnya,
130 ÷ 2 = 65 sisa 0
65 ÷ 2 = 32 sisa 1
4 ÷ 2 = 2 sisa 0
2 ÷ 2 = 1 sisa 0
1 ÷ 2 = 0 sisa 1
1 00 00
(1010)8 = ( ... )2
32 ÷ 2 = 16 sisa 0
16 ÷ 2 = 8 sisa 0
8 ÷ 2 = 4 sisa 0
001
Solusi:
Mekanismenya: HEX ubah terlebih dahulu ke dalam
DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke OCT
0x2121 = (2121)16 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(2121)16 = 2 .163 + 1.162 + 2.161 + 1.160
= ( 2)(4096) + (1)(256) + (2)(16) + (1)(1)
= (8481)10
DEC(8481) = ( ... )8
8481 ÷ 8 = 1060 sisa 1
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
0x2121 = (20441)8
1060 ÷ 8 = 132 sisa 4
132 ÷ 8 = 16 sisa 4
4 4 1
Selanjutnya,
16 ÷ 8 = 2 sisa 0
2 ÷ 8 = 0 sisa 2
2 0
(2121)16 = ( ... )8
Kasus:
Tulislah algoritma dan pemrograman C++ untuk persoalan berikut:
DEC(1010) = ( ... )16
DEC(1010) = ( ... )8
0xC1C1 = ( ... )10
01212 = ( ... )10
DEC(1212) = ( ... )8
DEC(1011) = ( ... )8
(01010)8 = ( ... )10
(2121)8 = ( ... )10
0xABC = ( ... )10 0xC1C1 = ( ... )8 (01010)16 = ( ... )10
Jika dituliskan 01010 maka diasumsikan
basis bilangan 2; biasanya jika merupakan
basis bilangan 8, agar tdk ‘confuse’
dituliskan (01010)8
Postulat:
(10110)8 = ( ... )16
1010 ÷ 16 = 63 sisa 2
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1010) = (3F2)16
63 ÷ 16 = 3 sisa 15
3 ÷ 16 = 0 sisa 3
3 F 2
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
DEC(1010) = ( ... )16
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
0xC1C1 = ( ... )10
(C1C1)16 = 12 .163 + 1.162 + 12.161 + 1.160
= (12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1)
= (49601)10
Digunakan tipe data long int, oleh sebab memiliki range
lebih lebar dibandingkan int, yakni: -2147483648 s.d
+2147483647 ; bandingkan int dengan range: -32768 s.d
+32767
1212 ÷ 8 = 151 sisa 4
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1212) = (2274)8
151 ÷ 8 = 18 sisa 7
18 ÷ 8 = 2 sisa 2
2 7 4
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
DEC(1212) = ( ... )8
2 ÷ 8 = 0 sisa 2
2
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(1010)8 = 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80
= (1)(512) + (0)(64) + (1)(8) + (0)(1)
= (520)10
Cukup menggunakan tipe data int dengan alasan range:
-32768 s.d +32767
(01010)8 = ( ... )10
1010 ÷ 8 = 126 sisa 2
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1010) = (1762)8
126 ÷ 8 = 15 sisa 6
15 ÷ 8 = 1 sisa 7
7 6 2
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
1
DEC(1010) = ( ... )8
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(1212)8 = 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80
= (1)(512) + (2)(64) + (1)(8) + (2)(1)
= (650)10
Cukup menggunakan tipe data int dengan alasan range:
-32768 s.d +32767
01212 = ( ... )10
1011 ÷ 8 = 126 sisa 3
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
DEC(1011) = (1763)8
126 ÷ 8 = 15 sisa 6
15 ÷ 8 = 1 sisa 7
7 6 3
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
1
DEC(1011) = ( ... )8
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(2121)8 = 2 .83 + 1.82 + 2.81 + 1.80
= (2)(512) + (1)(64) + (2)(8) + (1)(1)
= (1105)10
Cukup menggunakan tipe data int dengan alasan range:
-32768 s.d +32767
(2121)8 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(ABC)16 = A.162 + B.161 + C.160
= (10)(256) + (11)(16) + (12)(1)
= (2748)10
Cukup digunakan tipe data int dengan alasan range: -32768
s.d +32767
0xABC = ( ... )10
0xc1c1 = (c1c1)16 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(c1c1)16 = 12 .163 + 1.162 + 12.161 + 1.160
= (12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1)
= (49601)10
DEC(49601) = ( ... )8
49601 ÷ 8 = 6200 sisa 1
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
0xc1c1 = (140701)8
6200 ÷ 8 = 775 sisa 0
775 ÷ 8 = 96 sisa 7
7 0 1
Selanjutnya,
96 ÷ 8 = 12 sisa 0
12 ÷ 8 = 1 sisa 4
4 0
0xC1C1 = ( ... )8
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
1
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(10110)8 = ( ... )10
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(10110)8 = 1 .84 + 0 .83 + 1.82 + 1.81 + 0.80
= (1)(4096) + (0)(256) + (1)(8) + (1)(1)
= (4168)10
DEC(4168) = ( ... )16
4168 ÷ 16 = 260 sisa 8
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
(10110)8 = (1048)16
260 ÷ 16 = 16 sisa 4
0 4 8
Selanjutnya,
16 ÷ 16 = 1 sisa 0
1
1 ÷ 8 = 0 sisa 1
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(10110)8 = ( ... )16
Solusi: Algoritma Matematika Informasi
Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
(1010)16 = 1.163 + 0.162 + 1.161 + 0.160
= (1)(4096) + (0)(256) + (1)(16) + (0)(1)
= (4112)10
Untuk mengantisipasi pengolahan data yang kemungkinan
mengalami overflow, maka kadangkala disarankan langsung
menggunakan tipe data dengan range yang lebar misalkan
long int dengan alasan range: -2147483648 s.d
+2147483647
(01010)16 = ( ... )10

Algoritma dan Pemrograman-I_konsep_statement

  • 1.
    Statement dan NotasiAlgoritma Dalam Basis Bilangan Ir. Sihar, MT T. Informatika – Fak. Teknik Bandung 2012 Algoritma dan Pemrograman – I (4 sks)
  • 2.
    Daftar Pustaka 1) LarryL. Wear, L.L., Pinkert, J.R., Lane, W.G. Computers, An Introduction to Hardware and Software Design. McGraw-Hill. 1999. 2) Sedgewick, R., Wayne, K. Algorithm (4th Edition). Addison Wesley. 2011. 3) Simamora, S.N.M.P. “Diktat Kuliah SI101 Pengantar Teknologi Informasi”, Departemen Sistem Informasi. Fak. Teknik. ITHB. Bandung. 2002. 4) Simamora, S.N.M.P. “Diktat Kuliah IF101 Pengantar Teknik Informatika”. Departemen Teknik Informatika. Fak. Teknik. ITHB. Bandung. 2002. 5) Simamora, S.N.M.P. “Diktat Kuliah CE113 Sistem Komputer”. Program studi Teknik Komputer. Politeknik TELKOM. Bandung. 2007. 6) Simamora, S.N.M.P. “Diktat UBB105 Pengantar Teknologi Informasi”. Program studi T. Informatika, FTI. Univ. BALE Bandung. 2011. 7) Skiena, S.S. The Algorithm Design Manual. Springer. 2008.
  • 3.
    Statement merupakan blokpemroses yang akan dikerjakan oleh translator pada kode pemrograman Bentuk umum statement: B ← A+C; Apabila C adalah konstanta (K), maka statement tsb: B ← A+K; dimana K∈ Bil.Real B ← A+1;Misalkan: Dalam hal efisiensi ruang-memori, hasil dapat ditampungkan kembali ke operand-data Misalkan: A ← A+1; Demikian juga berlaku pada operator arithmatika lain: A ← A-1; A ← A*1; A ← A/1; A ← A%1; Misalkan: K=5, maka: Modifikasi pengerjaan operator arithmatika pada penulisan kode program dapat dilakukan sebagai berikut: A ← A-5; A ← A*5; A ← A/5; A ← A%5; A ← A+5; A -=5; A *=5; A/=5; A%=5; A +=5; dimodif A= A-5; A= A*5; A = A/5; A = A%5; A= A+5; dituliskan dalam kode program Khusus operator modulo, K tdk.boleh float
  • 4.
    Kasus: Jelaskan, apakahkedua statement ini memiliki perbedaan dan persamaan? A ← A+1; ........................ (1) A ← A+10; ........................ (2) Solusi: Statemen (1) dan (2) memiliki persamaan dalam hal: • Menggunakan operand dan jenis operator yang sama • Konstanta tergolong dalam jenis bilangan yang sama (bukan angka/nilainya) • Memiliki jenis modifikasi pengerjaan operator yang sama, yakni: A+=K ; dimana K=konstanta Statemen (1) dan (2) memiliki perbedaan dalam hal: • Nilai pada operand-data dan operand-hasil untuk (1) dan (2) kemungkinan berbeda atau sebaliknya • Untuk nilai pada operand-data A yang sama, maka operand-hasil A pada (1) selalu lebih kecil dibandingkan (2) • Nilai K untuk Konstanta pada bentuk umum statement: A←A+K ; adalah berbeda.
  • 5.
    Operator: Modulus/Modulo ⇒% Perhatikan statement berikut: C ← A ÷ B; D ← A % B; A⇒yang dibagi B⇒pembagi C⇒hasil bagi setiap proses pembagian memiliki sisa bagi/sisa hasil bagi Jika diasumsikan nilai sisa hasil bagi tsb ditampungkan ke variabel D, maka: C ← A ÷ B; dengan sisa bagi=D sehingga: Misalkan: dimasukkan pada statement: maka: D ← A % B; A ← 12; B ← 2; D = 0 Perhatikan, sisa bagi (D) tetap memiliki nilai, bukan kosong; dalam sistem komputer, tidak dikenal nilai kosong melainkan nilai 0. Postulat: D ← A % B; maka: D selalu bernilai 1 jika dan hanya jika B=2 dan A∈ Bil. Ganjil
  • 6.
    Implementasi dalam algoritmadan pemrograman C++: Tampilan jalannya aplikasi pemrograman:
  • 7.
    Penjelasan tsb menggunakanAlgoritma Matematika Informasi: tmb1 = 20; tmbh1 += 5; ⇒ tmbh1 = tmbh1 + 5; maka: tmbh1 = 20 + 5; tmbh1 = 25; krg1 = 20; krg1 -= 5; ⇒ krg1 = krg1 - 5; maka: krg1 = 20 - 5; krg1 = 15; kali1 = 20; kali1 *= 5; ⇒ kali1 = kali1 * 5; maka: kali1 = 20 * 5; kali1 = 100; bagi1 = 20; bagi1 /= 5; ⇒ bagi1 = bagi1 / 5; maka: bagi1 = 20 / 5; bagi1 = 4; m0d1 = 20; m0d1 %= 5; ⇒ m0d1 = m0d1 % 5; maka: m0d1 = 20 % 5; m0d1 = 0;
  • 8.
    Tabel Kesetaraan antarbasis bilangan: HEX, range: 0 s.d 9 ; A s.d F OCT, range: 0 s.d 7 BIN, range: 0 s.d 1 DEC, range: 0 s.d 9 DEC OCT HEX BIN (M=8) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 0 1 2 3 4 5 6 7 10 11 12 13 14 15 16 17 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F 0000 0000 0000 0001 0000 0010 0000 0011 0000 0100 0000 0101 0000 0110 0000 0111 0000 1000 0000 1001 0000 1010 0000 1011 0000 1100 0000 1101 0000 1110 0000 1111 Jika M adalah panjang-digit/ panjang-bit dari sebuah bilangan, maka: untuk A=xxxx dan A basis bilangan 2, dikatakan bahwa: M=4. BIN: Basis Bilangan 2 OCT: Basis Bilangan 8 HEX: Basis Bilangan 16 DEC Basis Bilangan 10
  • 9.
    Kasus: Selesaikanlah persoalan berikutdengan algoritma matematika informasi: DEC(1212) = ( ... )2 DEC(1010) = ( ... )8 0xC1C1 = ( ... )10 01212 = ( ... )10 DEC(1212) = ( ... )8 DEC(1010) = ( ... )2 (1110)8 = ( ... )10 (2121)8 = ( ... )10 01212 = ( ... )16 (1010)2 = ( ... )8 0xC1C1 = ( ... )8 01212 = ( ... )2 DEC(1212) = ( ... )16 (1010)8 = ( ... )2 (01010)8 = ( ... )10 (2121)16 = ( ... )8 Postulat: Jika suatu bilangan dipangkatkan dengan 0, maka hasilnya adalah 1. Jika suatu bilangan dipangkatkan dengan 1, maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Jika suatu bilangan dikalikan dengan 1, maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Jika suatu bilangan dikalikan dengan 0, maka hasilnya adalah 0.
  • 10.
    DEC(1212) = (... )2 1212 ÷ 2 = 606 sisa 0 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1212) = (100 1011 1100)2 606 ÷ 2 = 303 sisa 0 303 ÷ 2 = 151 sisa 1 151 ÷ 2 = 75 sisa 1 75 ÷ 2 = 37 sisa 1 37 ÷ 2 = 18 sisa 1 18 ÷ 2 = 9 sisa 0 9 ÷ 2 = 4 sisa 1 4 ÷ 2 = 2 sisa 0 2 ÷ 2 = 1 sisa 0 1 ÷ 2 = 0 sisa 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0xC1C1 = (c1c1)16 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 0xC1C1 = c .163 + 1.162 + c.161 + 1.160 =( 12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1) = (49601 )10
  • 11.
    DEC(1212) = (... )8 1212 ÷ 8 = 151 sisa 4 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1212) = (2274)8 151 ÷ 8 = 18 sisa 7 18 ÷ 8 = 2 sisa 2 2 ÷ 8 = 0 sisa 2 2 2 7 4 (1110)8 = 01110 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 01010 = 0.84 + 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80 =(0).(4096) + ( 1)(512) + (1)(64) + (1)(8) + (0)(1) = (584)10
  • 12.
    DEC(1010) = (... )8 1010 ÷ 8 = 126 sisa 2 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1010) = (1762)8 126 ÷ 8 = 15 sisa 6 15 ÷ 8 = 1 sisa 7 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 1 7 6 2 01212 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 01212 = 0.84 + 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80 =(0).(4096) + ( 1)(512) + (2)(64) + (1)(8) + (2)(1) = (650)10
  • 13.
    DEC(1010) = (... )2 1010 ÷ 2 = 505 sisa 0 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1010) = (1111110010)2 505 ÷ 2 = 252 sisa 1 252 ÷ 2 = 126 sisa 0 126 ÷ 2 = 63 sisa 0 1 1 1 1 (2121)8 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (2121)8 = 2 .83 + 1.82 + 2.81 + 1.80 = ( 2)(512) + (1)(64) + (2)(8) + (1)(1) = (1105)10 63 ÷ 2 = 31 sisa 1 31 ÷ 2 = 15 sisa 1 15 ÷ 2 = 7 sisa 1 7 ÷ 2 = 3 sisa 1 3 ÷ 2 = 1 sisa 1 1 0 0 1 0 1 ÷ 2 = 0 sisa 1 1
  • 14.
    01212 = (1212)8= ( ... )16 Solusi: Mekanismenya: OCT ubah terlebih dahulu ke dalam DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke HEX (1212)8 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1212)8 = 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80 = ( 1)(512) + (2)(64) + (1)(8) + (2)(1) = (650)10 DEC(650) = ( ... )16 650 ÷ 16 = 40 sisa 10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 01212 = (28A)16 40 ÷ 16 = 2 sisa 8 2 ÷ 16 = 0 sisa 2 2 8 A Selanjutnya,
  • 15.
    Solusi: Mekanismenya: HEX ubahterlebih dahulu ke dalam DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke OCT 0xc1c1 = (c1c1)16 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (c1c1)16 = c .163 + 1.162 + c.161 + 1.160 = ( 12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1) = (49601)10 DEC(49601) = ( ... )8 49601 ÷ 8 = 6200 sisa 1 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 0xC1C1 = (140701)8 6200 ÷ 8 = 775 sisa 0 775 ÷ 8 = 96 sisa 7 7 0 1 Selanjutnya, 0xC1C1 = ( ... )8 96 ÷ 8 = 12 sisa 0 12 ÷ 8 = 1 sisa 4 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 1 4 0
  • 16.
    DEC(1212) = (... )16 1212 ÷ 16 = 75 sisa 12 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1212) = (4BC)16 75 ÷ 16 = 4 sisa 11 4 ÷ 16 = 0 sisa 4 4 B C Solusi: Algoritma Matematika Informasi (01010)8 = 0.84 + 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80 =(0).(4096) + ( 1)(512) + (0)(64) + (1)(8) + (0)(1) = (520)10 (01010)8 = ( ... )10
  • 17.
    Solusi: Mekanismenya: BIN ubahterlebih dahulu ke dalam DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke OCT (1010)2 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1010)2 = 1 .23 + 0.22 + 1.21 + 0.20 = ( 1)(8) + (0)(4) + (1)(2) + (0)(1) = (10)10 DEC(10) = ( ... )8 10 ÷ 8 = 1 sisa 2 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1010)2 = (12)8 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 1 2 Selanjutnya, (1010)2 = ( ... )8
  • 18.
    Solusi: Mekanismenya: OCT ubahterlebih dahulu ke dalam DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke BIN (1212)8 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1212)8 = 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80 = ( 1)(64) + (2)(16) + (1)(8) + (2)(1) = (650)10 DEC(650) = ( ... )2 650 ÷ 2 = 325 sisa 0 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1212)8 = (1010001010)2 325 ÷ 2 = 162 sisa 1 1 0 Selanjutnya, 01212 = ( ... )2 162 ÷ 2 = 81 sisa 0 81 ÷ 2 = 40 sisa 1 40 ÷ 2 = 20 sisa 0 5 ÷ 2 = 2 sisa 1 2 ÷ 2 = 1 sisa 0 1 ÷ 2 = 0 sisa 1 1 00 01 0 20 ÷ 2 = 10 sisa 0 10 ÷ 2 = 5 sisa 0 01
  • 19.
    Solusi: Mekanismenya: OCT ubahterlebih dahulu ke dalam DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke BIN (1010)8 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1010)8 = 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80 = ( 1)(512) + (0)(64) + (1)(8) + (0)(1) = (520)10 DEC(520) = ( ... )2 520 ÷ 2 = 260 sisa 0 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (1010)8 = (1000001000)2 260 ÷ 2 = 130 sisa 0 0 0 Selanjutnya, 130 ÷ 2 = 65 sisa 0 65 ÷ 2 = 32 sisa 1 4 ÷ 2 = 2 sisa 0 2 ÷ 2 = 1 sisa 0 1 ÷ 2 = 0 sisa 1 1 00 00 (1010)8 = ( ... )2 32 ÷ 2 = 16 sisa 0 16 ÷ 2 = 8 sisa 0 8 ÷ 2 = 4 sisa 0 001
  • 20.
    Solusi: Mekanismenya: HEX ubahterlebih dahulu ke dalam DEC, lalu setelah itu konversikan kembali ke OCT 0x2121 = (2121)16 = ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (2121)16 = 2 .163 + 1.162 + 2.161 + 1.160 = ( 2)(4096) + (1)(256) + (2)(16) + (1)(1) = (8481)10 DEC(8481) = ( ... )8 8481 ÷ 8 = 1060 sisa 1 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 0x2121 = (20441)8 1060 ÷ 8 = 132 sisa 4 132 ÷ 8 = 16 sisa 4 4 4 1 Selanjutnya, 16 ÷ 8 = 2 sisa 0 2 ÷ 8 = 0 sisa 2 2 0 (2121)16 = ( ... )8
  • 21.
    Kasus: Tulislah algoritma danpemrograman C++ untuk persoalan berikut: DEC(1010) = ( ... )16 DEC(1010) = ( ... )8 0xC1C1 = ( ... )10 01212 = ( ... )10 DEC(1212) = ( ... )8 DEC(1011) = ( ... )8 (01010)8 = ( ... )10 (2121)8 = ( ... )10 0xABC = ( ... )10 0xC1C1 = ( ... )8 (01010)16 = ( ... )10 Jika dituliskan 01010 maka diasumsikan basis bilangan 2; biasanya jika merupakan basis bilangan 8, agar tdk ‘confuse’ dituliskan (01010)8 Postulat: (10110)8 = ( ... )16
  • 22.
    1010 ÷ 16= 63 sisa 2 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1010) = (3F2)16 63 ÷ 16 = 3 sisa 15 3 ÷ 16 = 0 sisa 3 3 F 2 Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ DEC(1010) = ( ... )16
  • 23.
    Solusi: Algoritma MatematikaInformasi Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ 0xC1C1 = ( ... )10 (C1C1)16 = 12 .163 + 1.162 + 12.161 + 1.160 = (12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1) = (49601)10 Digunakan tipe data long int, oleh sebab memiliki range lebih lebar dibandingkan int, yakni: -2147483648 s.d +2147483647 ; bandingkan int dengan range: -32768 s.d +32767
  • 24.
    1212 ÷ 8= 151 sisa 4 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1212) = (2274)8 151 ÷ 8 = 18 sisa 7 18 ÷ 8 = 2 sisa 2 2 7 4 Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ DEC(1212) = ( ... )8 2 ÷ 8 = 0 sisa 2 2
  • 25.
    Solusi: Algoritma MatematikaInformasi Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ (1010)8 = 1 .83 + 0.82 + 1.81 + 0.80 = (1)(512) + (0)(64) + (1)(8) + (0)(1) = (520)10 Cukup menggunakan tipe data int dengan alasan range: -32768 s.d +32767 (01010)8 = ( ... )10
  • 26.
    1010 ÷ 8= 126 sisa 2 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1010) = (1762)8 126 ÷ 8 = 15 sisa 6 15 ÷ 8 = 1 sisa 7 7 6 2 Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 1 DEC(1010) = ( ... )8
  • 27.
    Solusi: Algoritma MatematikaInformasi Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ (1212)8 = 1 .83 + 2.82 + 1.81 + 2.80 = (1)(512) + (2)(64) + (1)(8) + (2)(1) = (650)10 Cukup menggunakan tipe data int dengan alasan range: -32768 s.d +32767 01212 = ( ... )10
  • 28.
    1011 ÷ 8= 126 sisa 3 Solusi: Algoritma Matematika Informasi DEC(1011) = (1763)8 126 ÷ 8 = 15 sisa 6 15 ÷ 8 = 1 sisa 7 7 6 3 Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 1 DEC(1011) = ( ... )8
  • 29.
    Solusi: Algoritma MatematikaInformasi Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ (2121)8 = 2 .83 + 1.82 + 2.81 + 1.80 = (2)(512) + (1)(64) + (2)(8) + (1)(1) = (1105)10 Cukup menggunakan tipe data int dengan alasan range: -32768 s.d +32767 (2121)8 = ( ... )10
  • 30.
    Solusi: Algoritma MatematikaInformasi Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ (ABC)16 = A.162 + B.161 + C.160 = (10)(256) + (11)(16) + (12)(1) = (2748)10 Cukup digunakan tipe data int dengan alasan range: -32768 s.d +32767 0xABC = ( ... )10
  • 31.
    0xc1c1 = (c1c1)16= ( ... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (c1c1)16 = 12 .163 + 1.162 + 12.161 + 1.160 = (12)(4096) + (1)(256) + (12)(16) + (1)(1) = (49601)10 DEC(49601) = ( ... )8 49601 ÷ 8 = 6200 sisa 1 Solusi: Algoritma Matematika Informasi 0xc1c1 = (140701)8 6200 ÷ 8 = 775 sisa 0 775 ÷ 8 = 96 sisa 7 7 0 1 Selanjutnya, 96 ÷ 8 = 12 sisa 0 12 ÷ 8 = 1 sisa 4 4 0 0xC1C1 = ( ... )8 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 1 Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++
  • 32.
    (10110)8 = (... )10 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (10110)8 = 1 .84 + 0 .83 + 1.82 + 1.81 + 0.80 = (1)(4096) + (0)(256) + (1)(8) + (1)(1) = (4168)10 DEC(4168) = ( ... )16 4168 ÷ 16 = 260 sisa 8 Solusi: Algoritma Matematika Informasi (10110)8 = (1048)16 260 ÷ 16 = 16 sisa 4 0 4 8 Selanjutnya, 16 ÷ 16 = 1 sisa 0 1 1 ÷ 8 = 0 sisa 1 Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ (10110)8 = ( ... )16
  • 33.
    Solusi: Algoritma MatematikaInformasi Tampilan jalannya progran:Algoritma dan pemrograman C++ (1010)16 = 1.163 + 0.162 + 1.161 + 0.160 = (1)(4096) + (0)(256) + (1)(16) + (0)(1) = (4112)10 Untuk mengantisipasi pengolahan data yang kemungkinan mengalami overflow, maka kadangkala disarankan langsung menggunakan tipe data dengan range yang lebar misalkan long int dengan alasan range: -2147483648 s.d +2147483647 (01010)16 = ( ... )10