PROTISTA
IRMA SURYANI
PENGERTIAN PROTISTA
 Protista ( bahasa Yunani: protos = pertama.)
 Protista adalah organisme eukariot pertama atau
paling sederhana.
 Protista merupakan organisme eukariotik
sehingga memiliki membran inti sel.
 Dalam kajian evolusi bahwa Protista merupakan
organisme eukariotik yang paling awal (tertua).
 Acritarch berasal dari
bahasa Yunani yaitu
dari kata akritos yang
berarti
membingungkan,
sedangkan
 arch berari asal-usl,
dimana secara umum,
Acritarch adalah
struktur organik yang
belum diperhitngkan
untuk
diklasifikasikan. .
CIRI-CIRI PROTISTA
 Umumnya merupakan makhluk hidup uniseluler, namun
terdapat juga yang multiseluler seperti ganggang laut.
 Memiliki membran inti atau eukariota.
 Ada bersifat autotrof, ada juga heterotrof.
 Hidup di habitat yang berair atau lembap.
 Dapat hidup sebagai parasit bagi organisme lain.
 Memiliki flagela atau cilia.
 Respirasinya secara aerobik, yaitu proses pemecahan senyawa
glukosa membutuhkan oksigen.
 Reproduksi dengan generatif dan vegetatif. Generatif dengan
konjugasi, vegetatif dengan membelah diri.
 Hidup soliter maupun berkoloni.
KLASIFIKASI PROTISTA
3) Ciliata (rambut getar)
• Alat gerak berupa cilia atau rambut getar.
• Bentuk tubuh tetap.
• Hidup di air tawar yang banyak menganduk zat
organik dan bakteri.
• Beberapa hidup dengan bersimbiosis pada usus hewan
vertebrata.
• Contoh cilliata: paramecium caudatum, stentor,
vorticella, didinium, stylonichia.
4) Sporozoa (penghasil spora)
• Tidak memiliki alat gerak.
• Dapat menghasilkan spora dalam siklus hidupnya.
• Bersifat parasit pada tubuh hewan dan manusia.
• Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi
aseksual dengan schizogoni dan sporogoni.
Reproduksi seksual seksual dengan peleburan
mikrogamet dan makrogamet.
• Contoh sporozoa: plasmodium vivax, plasmodium
falcifarum, plasmodium malaria.
Keanekaragaman habitat dan cara hidupnya, protista diklasifikasikan menjadi 3
tegori: Protista Mirip Hewan (Protozoa), Protista Mirip Tumbuhan (ganggang),
dan Protista Mirip jamur
Protista Mirip Hewan (protozoa)
 Dikatakan mirip hewan karena bersifat heterotrof dan tidak memiliki klorofil.
 Protista ini memasukkan makanan dengan menelan melalui mulut pada
membran sel.
 Contoh protista mirip hewan adalah protozoa yang terdiri dari kelas:
1) Rhizopoda (kaki semu)
• Alat gerak berupa tonjolan sitoplasma yang disebut pseupodia.
• Contoh rhizopoda: Amoeba, Foraminifera, radiolaria.
2) Flagellata (bulu cambuk)
• Alat gerak berupa bulu cambuk atau flagellum.
• Berdasarkan keberadaan klorofil, flagellata dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu fitoflagellata (memiliki klorofil) dan zooflagellata (tidak
memiliki klorofil).
• Contoh flagellata: euglena viridis, volvox globator, noctiluca miliaris,
trypanosoma gambiense.
 protista mirip tumbuhan (Ganggang)
• Dikatakan mirip tumbuhan karena bersifat autotrof dan memiliki klorofil.
Ciri-ciri protista mirip tumbuhan:
• Belum memiliki akar, batang, dan daun sejati.
• Memiliki klorofil yang terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum.
• Uniseluler atau multiseluler. Protista mirip tumbuhan uniseluler sering disebut
sebagai fitoplankton, sedangkan protista mirip tumbuhan multiseluler sering
disebut alga.
• Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan
fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan zoospora dan zigospora.
Resproduksi seksual dengan pembentukan gamet jantan dan beitna.
Contoh protista mirip tumbuhan adalah ganggang yang terdiri dari 6 filum:
1) Euglenoid (Euglenophyta)
• Mampumelakukan fotosintesis
• Mengandung pigmen klorofil a, klorofil b, karotin
• Hidup di perairantawar maupun laut
• Memiliki alat gerak seperti cambuk berjumlah 1 pasang
• Mempunyai bintik mata yang berperan sebagai fotoreseptor sehingga
euglenoid dapat berpindah menuju arah cahaya untuk berfotosintesis
• Contoh: Euglena viridis
2) Ganggang coklat (phaeophyta)
• Menyerupai tumbuhan tinggi.
• Memiliki klorofil a dan c serta pigmen tambahan xantofil dan fikosantin.
• Habitat sebagian besar di laut.
• Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi seksual dengan
fragmentasi dan zoospora. Reproduksi seksual dengan oogami, sel telur
dihasilkan oleh oogonia, sedangkan sperma dilhasilkan oleh anteridia.
3) Ganggang hijau (chlorophyta)
• Ada yang bersel satu, bersel banyak, berkoloni, berbentuk
benang, dan lembaran.
• Selnya eukariot.
• Memiliki klorofil a dan b serta pigmen tambahan karoten.
• Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual
dengan pembelahan sel, fragmentasi, pembentukan zoospora,
aplanospora, dan autospora. Reproduksi seksual dengan
isogami, anisogami, dan oogami.
4) Ganggang pirang (chrysophyta)
• Habitat di air tawar.
• Uniseluler, berkoloni atau benang.
• Dinding sel amngandung silika.
• Cara hidup sebagai fitoplankton.
• Memiliki klorofil a dan c serta pigmen tambahan karoten.
5) Ganggang merah (rhodophyta)
• Habitat di laut.
• Multiseluler
• Memiliki klorofil a dan d serta pigmen tumbuhan fikosianin,
fikoerithrin.
6) Ganggang api (phyrophyta)
• Sering disebut sebagai dinoflagellata karena pergerakannya
menggunakan dua flagella mirip cambuk.
• Utamanya hidup di air laut, meskipun beberapa ada yang di air
tawar.
• Uniseluler
3) Oomycota (Jamur Air)
• Sturkturnya mirip alga, namun
tidak berklorofil.
• Hifa tidak bersekat, berinti
banyak.
• Dinding sel berupa selulosa.
• Reproduksi aseksual dan
seksual. Reproduksi aseksual
dengan zoospora, reproduksi
seksual dengan menghasilkan
zigot.
• Beberapa hidup parasit pada
ikan.
• Contoh oomycota:
phytophythora infestan,
phytium.
 Protista mirip jamur
1) Jamur Lendir Plasmodial (Myxomycota)
• Habitatnya di lingkungan yang lembap.
• Fase vegetatif berbentuk seperti lendir.
• Bersifat seperti Amoeba atau disebut dengan amoeboid.
• Berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding yang kuat
atau disebut Plasmodium.
• Bereproduksi seperti jamur.
• Contoh myomycota: Dictiostelium discoideum.
2) Jamur Lendir Seluler (Acrasiomycota)
• Habitatnya di lingkungan yang lembap.
• Bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium).
• Hifa bersekat, berinti banyak.
• Reproduksi seksual dengan singami dan aseksual
dengan membentuk tubuh buah atau fruiting body.
• Contoh acrasiomycota: Dyctyostelium.
PERANAN PROTISTA DALAM KEHIDUPAN
Peranan Protista yang Merugikan
Selain dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, Protista juga dapat merugikan.
Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan,
dan tumbuhan.
Pada Manusia
• Plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria
• Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang menyerang hati, kelenjar
limfa, dan sumsum tulang
• Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Tengah dan
ditularkan oleh lalat tse-tse jenis Glossina palpalis
• Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan gusi
• Balantidium coli menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir
pada usus besar
• Trichomonas vaginalis menyebabkan keputihan pada wanita
Pada Hewan
• Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada hewan ternak seperti kuda
dan sapi. Penyakit tersebut ditularkan oleh lalat kandang (Stomoxys calcitrans).
• Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing
• Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada domba
• Saprolegnia sp. hidup sebagai parasit pada ikan dan dapat menyebabkan kematian
pada ikan air tawar
Pada Tumbuhan
• Phytophthora faberi hidup parasit pada tanaman karet
• Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada tanaman kentang
• Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau
• Pythium menyerang pangkal batang kecambah
Peranan Protista yang Menguntungkan
• Protista yang menguntungkan antara lain sebagai
berikut.
• Euglena viridis adalah protista yang berperan sebagai
indikator polusi air/sungai.
• Fosil Foraminifera (Globigerina) digunakan untuk
penanda (marker) umur batuan sedimen dan petunjuk
pencarian sumber minyak bumi
• Radiolaria (Collosphaera dan Acanthometron), endapan
cangkang (lumpur Radiolaria) digunakan sebagai bahan
penggosok dan sebagai indikator sumber minyak bumi
• Ulva digunakan sebagai sayuran
• Caulerpa racemosa digunakan sebagai sayuran dan
lalapan
• Chlorella digunakan sebagai PST (protein sel tunggal)
yang diproduksi menjadi makanan suplemen dan
kosmetik
• Laminaria digitalis sebagai penghasil iodin untuk obat
penyakit gondok
• Gelidium robustum dan Eucheuma spinosum digunakan
sebagai bahan agar-agar
• Palmaria palmata (dulse), Porphyra, Chondrus
crispus, dan Mastocarpus stellatus diolah menjadi sop,
salad, pizza, dan nori
SUMBER
https://artikelsiana.com/pengertian-protista-ciri-ciri-jenis-jenis-
protista/
https://tambahpinter.com/kingdom-protista/
https://www.studiobelajar.com/protista/

5. protista

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN PROTISTA  Protista( bahasa Yunani: protos = pertama.)  Protista adalah organisme eukariot pertama atau paling sederhana.  Protista merupakan organisme eukariotik sehingga memiliki membran inti sel.  Dalam kajian evolusi bahwa Protista merupakan organisme eukariotik yang paling awal (tertua).  Acritarch berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata akritos yang berarti membingungkan, sedangkan  arch berari asal-usl, dimana secara umum, Acritarch adalah struktur organik yang belum diperhitngkan untuk diklasifikasikan. .
  • 3.
    CIRI-CIRI PROTISTA  Umumnyamerupakan makhluk hidup uniseluler, namun terdapat juga yang multiseluler seperti ganggang laut.  Memiliki membran inti atau eukariota.  Ada bersifat autotrof, ada juga heterotrof.  Hidup di habitat yang berair atau lembap.  Dapat hidup sebagai parasit bagi organisme lain.  Memiliki flagela atau cilia.  Respirasinya secara aerobik, yaitu proses pemecahan senyawa glukosa membutuhkan oksigen.  Reproduksi dengan generatif dan vegetatif. Generatif dengan konjugasi, vegetatif dengan membelah diri.  Hidup soliter maupun berkoloni.
  • 4.
    KLASIFIKASI PROTISTA 3) Ciliata(rambut getar) • Alat gerak berupa cilia atau rambut getar. • Bentuk tubuh tetap. • Hidup di air tawar yang banyak menganduk zat organik dan bakteri. • Beberapa hidup dengan bersimbiosis pada usus hewan vertebrata. • Contoh cilliata: paramecium caudatum, stentor, vorticella, didinium, stylonichia. 4) Sporozoa (penghasil spora) • Tidak memiliki alat gerak. • Dapat menghasilkan spora dalam siklus hidupnya. • Bersifat parasit pada tubuh hewan dan manusia. • Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan schizogoni dan sporogoni. Reproduksi seksual seksual dengan peleburan mikrogamet dan makrogamet. • Contoh sporozoa: plasmodium vivax, plasmodium falcifarum, plasmodium malaria. Keanekaragaman habitat dan cara hidupnya, protista diklasifikasikan menjadi 3 tegori: Protista Mirip Hewan (Protozoa), Protista Mirip Tumbuhan (ganggang), dan Protista Mirip jamur Protista Mirip Hewan (protozoa)  Dikatakan mirip hewan karena bersifat heterotrof dan tidak memiliki klorofil.  Protista ini memasukkan makanan dengan menelan melalui mulut pada membran sel.  Contoh protista mirip hewan adalah protozoa yang terdiri dari kelas: 1) Rhizopoda (kaki semu) • Alat gerak berupa tonjolan sitoplasma yang disebut pseupodia. • Contoh rhizopoda: Amoeba, Foraminifera, radiolaria. 2) Flagellata (bulu cambuk) • Alat gerak berupa bulu cambuk atau flagellum. • Berdasarkan keberadaan klorofil, flagellata dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu fitoflagellata (memiliki klorofil) dan zooflagellata (tidak memiliki klorofil). • Contoh flagellata: euglena viridis, volvox globator, noctiluca miliaris, trypanosoma gambiense.
  • 5.
     protista miriptumbuhan (Ganggang) • Dikatakan mirip tumbuhan karena bersifat autotrof dan memiliki klorofil. Ciri-ciri protista mirip tumbuhan: • Belum memiliki akar, batang, dan daun sejati. • Memiliki klorofil yang terdapat pirenoid yang berfungsi membentuk amilum. • Uniseluler atau multiseluler. Protista mirip tumbuhan uniseluler sering disebut sebagai fitoplankton, sedangkan protista mirip tumbuhan multiseluler sering disebut alga. • Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan zoospora dan zigospora. Resproduksi seksual dengan pembentukan gamet jantan dan beitna. Contoh protista mirip tumbuhan adalah ganggang yang terdiri dari 6 filum: 1) Euglenoid (Euglenophyta) • Mampumelakukan fotosintesis • Mengandung pigmen klorofil a, klorofil b, karotin • Hidup di perairantawar maupun laut • Memiliki alat gerak seperti cambuk berjumlah 1 pasang • Mempunyai bintik mata yang berperan sebagai fotoreseptor sehingga euglenoid dapat berpindah menuju arah cahaya untuk berfotosintesis • Contoh: Euglena viridis 2) Ganggang coklat (phaeophyta) • Menyerupai tumbuhan tinggi. • Memiliki klorofil a dan c serta pigmen tambahan xantofil dan fikosantin. • Habitat sebagian besar di laut. • Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi seksual dengan fragmentasi dan zoospora. Reproduksi seksual dengan oogami, sel telur dihasilkan oleh oogonia, sedangkan sperma dilhasilkan oleh anteridia. 3) Ganggang hijau (chlorophyta) • Ada yang bersel satu, bersel banyak, berkoloni, berbentuk benang, dan lembaran. • Selnya eukariot. • Memiliki klorofil a dan b serta pigmen tambahan karoten. • Reproduksi dengan aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan pembelahan sel, fragmentasi, pembentukan zoospora, aplanospora, dan autospora. Reproduksi seksual dengan isogami, anisogami, dan oogami. 4) Ganggang pirang (chrysophyta) • Habitat di air tawar. • Uniseluler, berkoloni atau benang. • Dinding sel amngandung silika. • Cara hidup sebagai fitoplankton. • Memiliki klorofil a dan c serta pigmen tambahan karoten. 5) Ganggang merah (rhodophyta) • Habitat di laut. • Multiseluler • Memiliki klorofil a dan d serta pigmen tumbuhan fikosianin, fikoerithrin. 6) Ganggang api (phyrophyta) • Sering disebut sebagai dinoflagellata karena pergerakannya menggunakan dua flagella mirip cambuk. • Utamanya hidup di air laut, meskipun beberapa ada yang di air tawar. • Uniseluler
  • 6.
    3) Oomycota (JamurAir) • Sturkturnya mirip alga, namun tidak berklorofil. • Hifa tidak bersekat, berinti banyak. • Dinding sel berupa selulosa. • Reproduksi aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan zoospora, reproduksi seksual dengan menghasilkan zigot. • Beberapa hidup parasit pada ikan. • Contoh oomycota: phytophythora infestan, phytium.  Protista mirip jamur 1) Jamur Lendir Plasmodial (Myxomycota) • Habitatnya di lingkungan yang lembap. • Fase vegetatif berbentuk seperti lendir. • Bersifat seperti Amoeba atau disebut dengan amoeboid. • Berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding yang kuat atau disebut Plasmodium. • Bereproduksi seperti jamur. • Contoh myomycota: Dictiostelium discoideum. 2) Jamur Lendir Seluler (Acrasiomycota) • Habitatnya di lingkungan yang lembap. • Bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium). • Hifa bersekat, berinti banyak. • Reproduksi seksual dengan singami dan aseksual dengan membentuk tubuh buah atau fruiting body. • Contoh acrasiomycota: Dyctyostelium.
  • 7.
    PERANAN PROTISTA DALAMKEHIDUPAN Peranan Protista yang Merugikan Selain dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, Protista juga dapat merugikan. Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Pada Manusia • Plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria • Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang menyerang hati, kelenjar limfa, dan sumsum tulang • Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Tengah dan ditularkan oleh lalat tse-tse jenis Glossina palpalis • Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan gusi • Balantidium coli menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir pada usus besar • Trichomonas vaginalis menyebabkan keputihan pada wanita Pada Hewan • Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada hewan ternak seperti kuda dan sapi. Penyakit tersebut ditularkan oleh lalat kandang (Stomoxys calcitrans). • Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing • Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada domba • Saprolegnia sp. hidup sebagai parasit pada ikan dan dapat menyebabkan kematian pada ikan air tawar Pada Tumbuhan • Phytophthora faberi hidup parasit pada tanaman karet • Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada tanaman kentang • Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau • Pythium menyerang pangkal batang kecambah Peranan Protista yang Menguntungkan • Protista yang menguntungkan antara lain sebagai berikut. • Euglena viridis adalah protista yang berperan sebagai indikator polusi air/sungai. • Fosil Foraminifera (Globigerina) digunakan untuk penanda (marker) umur batuan sedimen dan petunjuk pencarian sumber minyak bumi • Radiolaria (Collosphaera dan Acanthometron), endapan cangkang (lumpur Radiolaria) digunakan sebagai bahan penggosok dan sebagai indikator sumber minyak bumi • Ulva digunakan sebagai sayuran • Caulerpa racemosa digunakan sebagai sayuran dan lalapan • Chlorella digunakan sebagai PST (protein sel tunggal) yang diproduksi menjadi makanan suplemen dan kosmetik • Laminaria digitalis sebagai penghasil iodin untuk obat penyakit gondok • Gelidium robustum dan Eucheuma spinosum digunakan sebagai bahan agar-agar • Palmaria palmata (dulse), Porphyra, Chondrus crispus, dan Mastocarpus stellatus diolah menjadi sop, salad, pizza, dan nori
  • 8.