PROTISTA
SRI ENDAH SULISTYANINGTYAS
CIRI UMUM KINGDOM PROTISTA
1. Eukariotik
(memiliki inti
sel)
2. Umumnya
uniseluler,
ada juga
yang
berkoloni
serta
multiseluler.
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
Disebut juga ganggang (alga/algae)
■ Protista mirip tumbuhan dapat disebut sebagai
fitoplankton (uniseluler) atau alga/ganggang
(multiseluler)
■ Ukuran ganggang berkisar antara 25 ʯm
(Navicula) sampai 60 m (Macrocytis)
PROTISTA MIRIP
TUMBUHAN
Jenis klorofil klorofil a, b, c dan d yang semuanya untuk
fotosintesis
Dinding sel selulosa, hemiselulosa, silika, kalsium karbonat,
polisakarida, pektin, algin, agar dan karagenan.
Vakuola makanan alat pencerna makanan yang masuk melalui
sitostoma (mulut sel)
Bintik mata mengatur cahaya yang masuk ke detektor cahaya,
kemudian sel bergerak mengikuti arah cahaya.
Pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan), xantofil (kuning),
fikoeritrin (merah), fikosianin (biru), fikosantrin (coklat).
Flagella, dimiliki species yang motil atau dapat bergerak bebas.
Bertalus tubuhnya  multiseluler
Jenis klorofil
Dinding sel
Vakuola makanan
Bintik mata
Pigmen tambahan
Flagella
Bertalus
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
■ Neuston: hidup melayang-layang di dalam
air
■ Bentik: hidup melekat di dasar perairan
atau melekat pada organisme lain.
a. Epilitik: melekat di batu
b. Epipelik: melekat pada lumpur atau
pasir
c. Epifitik: melekat pada tanaman
d. Epizoik: melekat pada hewan
Cara Hidup
PROTISTA MIRIP
TUMBUHAN
Aseksual
Secara aseksual dilakukan dengan
pembelahan biner, fragmentasi dan
pembentukan zoospora.
Seksual
Secara seksual dilakukan
dengan pembentukan zygot
secara:
a. Secara konjugasi, proses
saling berdekatan dua
individu yang berbeda
jenis. Diikuti dengan
terjadinya plasmogami
dan kariogami
b. Secara isogami, gamet
jantan dan betina
ukurannya sama besar
c. Secara anisogami,
gamet jantan dan betina
ukurannya berbeda
d. Secara oogami, gamet
berupa sel sperma dan
sel telur
Reproduksi Ganggang
Secara konjugasi, proses saling berdekatan dua
individu yang berbeda jenis. Diikuti dengan terjadinya
plasmogami dan kariogami
Reproduksi Seksual
Ganggang
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
• Secara isogami, gamet jantan dan betina
ukurannya sama besar.
• Secara anisogami, gamet jantan dan betina
ukurannya berbeda.
• Secara oogami, gamet berupa sel sperma dan sel
telur.
Reproduksi Seksual
Ganggang
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
ISOGAMI
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
Reproduksi Aseksual Ganggang
Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner,
fragmentasi dan pembentukan zoospora.
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
KLASIFIKASI PROTISTA MIRIP
TUMBUHAN
EUGLENOPHYTA
Euglenoid
■ Warna hijau mengandung pigmen: klorofil
a, klorofil b dan karoten.
■ Cadangan makanan paramilom
■ Uniseluler, tanpa dinding sel, tetapi ada
lapisan penyokong membrane sel dari
protein berupa pelikel yang fleksibel
■ Habitat air tawar, air kolam, sawah, danau,
parit-parit Peternakan (kotoran hewan)
EUGLENOPHYTA
Euglenoid
■ Punya bintik mata berwarna
merah (stigma) yang mengandung
fotoreseptor berfungsi untuk
membedakan kondisi gelap dan
terang.
■ Bergerak bebas dengan satu atau
dua flagella diujung anterior. Gerak
fototaksis (seperti hewan), tetapi
fotosintesis (seperti tumbuhan)
■ Autotroph ketika mendapat cahaya
cukup dan secara heterotroph
ketika cahaya kurang.
■ Reproduksi secara aseksual
dengan pembelahan biner.
Ciri-ciri lainnya
CONTOH
CHRYSOPHYTA
Ganggang
keemasan/ganggang pirang
■ Warna coklat keemasan
mengandung pigmen: klorofil
a, klorofil c, fukosantin,
karoten (dominan) dan
xantofil.
■ Cadangan makanan
karbohidrat dan lemak
■ Penyusun dinding sel
hemiselulosa, pektin atau
silika.
■ Habitat air tawar dan air laut.
CHRYSOPHYTA
Ganggang keemasan/ganggang pirang
■ Uniseluler soliter, uniseluler berkoloni dan
multiseluler bertalus.
■ Berperan sebagai plankton
■ Ada yang berflagela ada yang tidak
■ Fotoautotrof, tetapi ada yang miksotrofik
(menyerap senyawa organik terlarut) atau
menelan partikel makanan dan bakteri dengan
menjulurkan pseudopodia.
Ciri-ciri lainnya
■ Xanthophyceae:
a. Hijau kekuningan (klorofil
dan xantofil)
b. Multiseluler yang senositik
c. Reproduksi vegetatif
(zoospora) dan generatif
(zigospora)
CHRYSOPHYTA
Ganggang keemasan/ ganggang pirang
Kelas dari filum Chrysophyta
Vaucheria
Multiceluler
■ Chrysophyceae:
a. Coklat keemasan (klorofil
dan karotin)
b. Uniseluler hidup
soliter/berkoloni
c. Cadangan makanan
disimpan dalam bentuk
karbohidrat dan minyak
CHRYSOPHYTA
Ganggang keemasan/ganggang
pirang
Kelas dari filum Chrysophyta
Synura
(berkoloni)
Ochromonas
(soliter)
BACILLARIOPHYTA
Diatomae atau Diatom
■ Warna kuning
kecoklatanmengandung pigmen
(klorofil a, klorofil c, karoten dan
xantofil)
■ Cadangan makanan polimer
glukosa, laminarin dan minyak
■ Penyusun dinding sel terdiri dari
dua bagian seperti kotak
(hipoteka) dengan tutup (epitika),
berpori digunakan sebagai dasar
klasifikasi
■ Habitat air laut, ada yang di air
tawar (sawah dan parit), berperan
sebagai plankton.
BACILLARIOPHYTA
ganggang kersik atau Diatom
■ Uniceluler, hidup soliter
dan berkoloni
■ Bergerak meluncur karena
adanya interaksi protein
kontraktil atin dengan
filamen polisakarida di
dalam sitoplasma
■ Membentuk sista kalau
kondisi memburuk
MANFAAT TANAH DIATOM
Pada saat diatom mati, sisa dinding selnya akan mengendap
di dasar perairan dan membentuk fosil yang menjadi penyusun
sedimen tanah diatomeseus.
REPRODUKSI DIATOMReproduksi Vegetatif:
• Inti membelah menjadi dua, diikuti
pembagian sitoplasma, dinding sel
membelah menjadi kotak dan tutup.
• Sel anakan baik kotak maupun tutup
akan menjadi tutup, dan masing-
masing akan membentuk kotak
baru.
• Pembelahan terjadi terus menerus,
sehingga setiap sel anakan akan
mempunyai ukuran lebih kecil dari
pada induk.
• Pada batas tertentu saat tidak bisa
membelah lagi  terjadi reproduksi
generatif.
Reproduksi generatif:
• Inti sel akan membelah secara
meiosis membentuk gamet. Gamet
melakukan pembuahan membentuk
zigot yang akan membentuk kotak
PYRROPHYTA
Ganggang api/Dinoflagellata
■ Warna kuning kecoklatan
mengandung pigmen :klorofil a,
klorofil c, fikobilin, dinoxantin dan
xantofil.
■ Cadangan makanan polimer glukosa,
laminarin dan minyak
■ Dinding sel berupa lempengan
selulosa yang berbentuk poligonal
dengan alur membujur dan melintang.
■ Habitat di air laut (fotoautotrof dikenal
sebagai fitoplankton namun ada yang
parasit.
■ Flagela terletak di bagian samping atau
ujung sel sehingga bisa bergerak aktif
■ Reproduksi aseksual dengan
pembelahan biner
Noctiluca
Ceratium
Tidak beracun
PYRROPHYTA
Ganggang api/Dinoflagellata
Jenis-jenis ganggang api
a. Karenia brevis menghasilkan racun
brevetoksin atau gymnocin A,
menyebabkan keracunan  gejala
pusing, mual, muntah.
b. Lingulodinium polydrum dan
Gonyaulax menghasilkan racun
saksitoksin, menyebabkan muntah,
diare hingga hilangnya koordinasi
tubuh.
c. Gambierdiscus toxicus menghasilkan
ciguatoksin
d. Noctiluca scintillans dan Ceratium
hirundinella tidak beracun
Karenia brevis
dikenal sebagai
Gymnodium breve
CHLOROPHYTA
ganggang hijau
■ Warna hijau mengandung pigmen :
klorofil a dan klorofil b (dominan),
karoten (kuning kemerahan) dan
xantofil (kuning).
■ Cadangan makanan amilum, protein
dan minyak.
■ Dinding sel dari selulosa.
■ Habitat di air tawar secara
fotoautotrof, di laut sebagai
fitoplankton, di tanah lembab, tembok
basah, di salju, menempel pada
tumbuhan atau hewan. Ada yang
bersimbiosis mutualisme dengan jamur
membentuk liken (lumut kerak).
Chlamydomonas
Volvox
CHLOROPHYTA
ganggang Hijau
■ Uniseluler soliter atau berkoloni dan
multiseluler.
■ Uniseluler memiliki flagela, sedangkan
yang multiseluler berbentuk benang,
lembaran atau menyerupai tumbuhan
tingkat tinggi.
■ Reproduksi aseksual dengan membelah
diri, menghasilkan zoospora dan
fragmentasi, secara seksual dengan
konjugasi terjadi fertilisasi.Spirogyra
Ulothrix
Sampai di sini
Caulerpa racemosa
Dimanfaatkan untuk sayuran dan lalapan.
Peranan Chlorophyta
Chlorella Dapat berkembang biak dengan
cepat dan memiliki nilai ekonomi
yang tinggi untuk diolah menjadi
makanan suplemen dan
kosmetik. Dikenal sebagai PST
(protein sel tunggal.
Scenedesmus Dikenal sebagai PST (protein sel
tunggal dan dimanfaatkan untuk
produksi makanan suplemen
MAKANAN SUPLEMEN
■ Warna cokelat mengandung pigmen
dominan fukosantin (cokelat) dominan
menutupi klorofil a, klorofil c dan xantofil
■ Cadangan makanan minyak laminarin
■ Dinding sel mengandung pektin dan asam
alginat
■ Habitat di laut, melekat di batuan holdfast
atau mengapung karena memiliki alat
pelampung terdapat di dekat blade.
■ Multiseluler berbentuk talus (menyerupai
tumbuhan tingkat tinggi)
■ Reproduksi secara aseksual dengan
fragmentasi dan secara seksual dengan
isogami atau anisogami. Mengalami
pergiliran keturunan (metagenesis).
PHAEOPHYTA
ganggang cokelat
Sargassum
Ekstrak natrium alginat
berperan dalam pembuatan
obat anti bakteri, penurunan
darah tinggi.
Turbinaria
Mengandung asam alginat
(pembuatan ice cream, jelli, sirup, dan
roti)
Fucus vesiculosus
Laminaria digitalis
Macrocystis
Penghasil iodin untuk obat gondok
Penghasil asam alginat (pembuatan
ice cream, jelli, sirup, dan roti)
RHODOPHYTA
ganggang merah
■ Warna merah, pigmen
dominan fikobilin terdiri
fikoeritrin (merah)  dominan
dan fikosianin (biru), serta
klorofil a, klorofil d dan karoten.
■ Cadangan makanan tepung
florid (bahan agar-agar)
■ Dinding sel mengandung
selulosa dan pektin, ada juga
yang mengandung zat kapur
■ Habitat sebagian besar di laut
namun ada yang di air tawar
atau tanah basah. Ganggang
merah hidup subur di perairan
dangkal bersuhu hangat di laut
tropis.
■ Pigmen fikoeritrin dan
fikosianin membantu
ganggang hidup di perairan
dalam untuk menangkap
gelombang cahaya matahari
yang tidak dapat ditangkap
oleh klorofil.
■ Rhodophyta yang hidup di laut
bagian dalam berwarna merah
kehitaman, bagian tengah
berwarna merah cerah,
tempat dangkal berwarna
merah kehijauan kaarena
fikoeritrin yang menutupi
klorofil berjumlah sedikit.
■ Reproduksi, dengan
fragmentasi dan
pembentukan
aplanospora. Reproduksi
seksual dengan
pembuahan sel telur oleh
spermatium di dalam
karpogonium.
■ Metagenesis
RHODOPHYTA
ganggang merah
Corallina officinalis
• Merah muda -
kekuningan - putih
(kena matahari).
• Mengandung zat
kapur
• Untuk kosmetik
Eucheuma spinosum
Gelidium robustum
Bahan agar-agar, jeli, es krim, campuran kue
kering, diolah jadi makanan dan minuman
Gigartina mamillosa
Gigartina acicularis
PERANAN GANGANG
MERAH
Porphyr
a
Chondrus
crispus
Palmaria palmata
Mastocarpus stellatus
Mengandung Fe, F, I, K, Vitamin B6, B12 dan
albumin. Diolah menjadi sop, salad, pizza dan nori.
■ Nilai Komersial: Menghasilkan asam
alginat yang digunakan dalam
pembuatan ice cream, jelli, sirup,
dan roti.
■ Juga digunakan dalam produksi
lotion, pastagigi, atau gel farmasi.
■ Agar-Agar untuk media kultur
bakteri dan kepentingan riset.
■ Agar-Agar untuk bahan makanan.
Peranan Rhodophyta
ganggang merah
Protista algae

Protista algae

  • 1.
  • 2.
    CIRI UMUM KINGDOMPROTISTA 1. Eukariotik (memiliki inti sel) 2. Umumnya uniseluler, ada juga yang berkoloni serta multiseluler.
  • 3.
    PROTISTA MIRIP TUMBUHAN Disebutjuga ganggang (alga/algae) ■ Protista mirip tumbuhan dapat disebut sebagai fitoplankton (uniseluler) atau alga/ganggang (multiseluler) ■ Ukuran ganggang berkisar antara 25 ʯm (Navicula) sampai 60 m (Macrocytis)
  • 4.
    PROTISTA MIRIP TUMBUHAN Jenis klorofilklorofil a, b, c dan d yang semuanya untuk fotosintesis Dinding sel selulosa, hemiselulosa, silika, kalsium karbonat, polisakarida, pektin, algin, agar dan karagenan. Vakuola makanan alat pencerna makanan yang masuk melalui sitostoma (mulut sel) Bintik mata mengatur cahaya yang masuk ke detektor cahaya, kemudian sel bergerak mengikuti arah cahaya. Pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan), xantofil (kuning), fikoeritrin (merah), fikosianin (biru), fikosantrin (coklat). Flagella, dimiliki species yang motil atau dapat bergerak bebas. Bertalus tubuhnya  multiseluler Jenis klorofil Dinding sel Vakuola makanan Bintik mata Pigmen tambahan Flagella Bertalus
  • 5.
    PROTISTA MIRIP TUMBUHAN ■Neuston: hidup melayang-layang di dalam air ■ Bentik: hidup melekat di dasar perairan atau melekat pada organisme lain. a. Epilitik: melekat di batu b. Epipelik: melekat pada lumpur atau pasir c. Epifitik: melekat pada tanaman d. Epizoik: melekat pada hewan Cara Hidup
  • 6.
    PROTISTA MIRIP TUMBUHAN Aseksual Secara aseksualdilakukan dengan pembelahan biner, fragmentasi dan pembentukan zoospora. Seksual Secara seksual dilakukan dengan pembentukan zygot secara: a. Secara konjugasi, proses saling berdekatan dua individu yang berbeda jenis. Diikuti dengan terjadinya plasmogami dan kariogami b. Secara isogami, gamet jantan dan betina ukurannya sama besar c. Secara anisogami, gamet jantan dan betina ukurannya berbeda d. Secara oogami, gamet berupa sel sperma dan sel telur Reproduksi Ganggang
  • 7.
    Secara konjugasi, prosessaling berdekatan dua individu yang berbeda jenis. Diikuti dengan terjadinya plasmogami dan kariogami Reproduksi Seksual Ganggang PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
  • 9.
    • Secara isogami,gamet jantan dan betina ukurannya sama besar. • Secara anisogami, gamet jantan dan betina ukurannya berbeda. • Secara oogami, gamet berupa sel sperma dan sel telur. Reproduksi Seksual Ganggang PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
  • 10.
  • 11.
    Reproduksi Aseksual Ganggang Secaraaseksual dilakukan dengan pembelahan biner, fragmentasi dan pembentukan zoospora. PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    EUGLENOPHYTA Euglenoid ■ Warna hijaumengandung pigmen: klorofil a, klorofil b dan karoten. ■ Cadangan makanan paramilom ■ Uniseluler, tanpa dinding sel, tetapi ada lapisan penyokong membrane sel dari protein berupa pelikel yang fleksibel ■ Habitat air tawar, air kolam, sawah, danau, parit-parit Peternakan (kotoran hewan)
  • 15.
    EUGLENOPHYTA Euglenoid ■ Punya bintikmata berwarna merah (stigma) yang mengandung fotoreseptor berfungsi untuk membedakan kondisi gelap dan terang. ■ Bergerak bebas dengan satu atau dua flagella diujung anterior. Gerak fototaksis (seperti hewan), tetapi fotosintesis (seperti tumbuhan) ■ Autotroph ketika mendapat cahaya cukup dan secara heterotroph ketika cahaya kurang. ■ Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Ciri-ciri lainnya
  • 16.
  • 17.
    CHRYSOPHYTA Ganggang keemasan/ganggang pirang ■ Warnacoklat keemasan mengandung pigmen: klorofil a, klorofil c, fukosantin, karoten (dominan) dan xantofil. ■ Cadangan makanan karbohidrat dan lemak ■ Penyusun dinding sel hemiselulosa, pektin atau silika. ■ Habitat air tawar dan air laut.
  • 18.
    CHRYSOPHYTA Ganggang keemasan/ganggang pirang ■Uniseluler soliter, uniseluler berkoloni dan multiseluler bertalus. ■ Berperan sebagai plankton ■ Ada yang berflagela ada yang tidak ■ Fotoautotrof, tetapi ada yang miksotrofik (menyerap senyawa organik terlarut) atau menelan partikel makanan dan bakteri dengan menjulurkan pseudopodia. Ciri-ciri lainnya
  • 19.
    ■ Xanthophyceae: a. Hijaukekuningan (klorofil dan xantofil) b. Multiseluler yang senositik c. Reproduksi vegetatif (zoospora) dan generatif (zigospora) CHRYSOPHYTA Ganggang keemasan/ ganggang pirang Kelas dari filum Chrysophyta Vaucheria Multiceluler
  • 20.
    ■ Chrysophyceae: a. Coklatkeemasan (klorofil dan karotin) b. Uniseluler hidup soliter/berkoloni c. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minyak CHRYSOPHYTA Ganggang keemasan/ganggang pirang Kelas dari filum Chrysophyta Synura (berkoloni) Ochromonas (soliter)
  • 21.
    BACILLARIOPHYTA Diatomae atau Diatom ■Warna kuning kecoklatanmengandung pigmen (klorofil a, klorofil c, karoten dan xantofil) ■ Cadangan makanan polimer glukosa, laminarin dan minyak ■ Penyusun dinding sel terdiri dari dua bagian seperti kotak (hipoteka) dengan tutup (epitika), berpori digunakan sebagai dasar klasifikasi ■ Habitat air laut, ada yang di air tawar (sawah dan parit), berperan sebagai plankton.
  • 22.
    BACILLARIOPHYTA ganggang kersik atauDiatom ■ Uniceluler, hidup soliter dan berkoloni ■ Bergerak meluncur karena adanya interaksi protein kontraktil atin dengan filamen polisakarida di dalam sitoplasma ■ Membentuk sista kalau kondisi memburuk
  • 23.
    MANFAAT TANAH DIATOM Padasaat diatom mati, sisa dinding selnya akan mengendap di dasar perairan dan membentuk fosil yang menjadi penyusun sedimen tanah diatomeseus.
  • 24.
    REPRODUKSI DIATOMReproduksi Vegetatif: •Inti membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma, dinding sel membelah menjadi kotak dan tutup. • Sel anakan baik kotak maupun tutup akan menjadi tutup, dan masing- masing akan membentuk kotak baru. • Pembelahan terjadi terus menerus, sehingga setiap sel anakan akan mempunyai ukuran lebih kecil dari pada induk. • Pada batas tertentu saat tidak bisa membelah lagi  terjadi reproduksi generatif. Reproduksi generatif: • Inti sel akan membelah secara meiosis membentuk gamet. Gamet melakukan pembuahan membentuk zigot yang akan membentuk kotak
  • 25.
    PYRROPHYTA Ganggang api/Dinoflagellata ■ Warnakuning kecoklatan mengandung pigmen :klorofil a, klorofil c, fikobilin, dinoxantin dan xantofil. ■ Cadangan makanan polimer glukosa, laminarin dan minyak ■ Dinding sel berupa lempengan selulosa yang berbentuk poligonal dengan alur membujur dan melintang. ■ Habitat di air laut (fotoautotrof dikenal sebagai fitoplankton namun ada yang parasit. ■ Flagela terletak di bagian samping atau ujung sel sehingga bisa bergerak aktif ■ Reproduksi aseksual dengan pembelahan biner Noctiluca Ceratium Tidak beracun
  • 26.
    PYRROPHYTA Ganggang api/Dinoflagellata Jenis-jenis ganggangapi a. Karenia brevis menghasilkan racun brevetoksin atau gymnocin A, menyebabkan keracunan  gejala pusing, mual, muntah. b. Lingulodinium polydrum dan Gonyaulax menghasilkan racun saksitoksin, menyebabkan muntah, diare hingga hilangnya koordinasi tubuh. c. Gambierdiscus toxicus menghasilkan ciguatoksin d. Noctiluca scintillans dan Ceratium hirundinella tidak beracun Karenia brevis dikenal sebagai Gymnodium breve
  • 27.
    CHLOROPHYTA ganggang hijau ■ Warnahijau mengandung pigmen : klorofil a dan klorofil b (dominan), karoten (kuning kemerahan) dan xantofil (kuning). ■ Cadangan makanan amilum, protein dan minyak. ■ Dinding sel dari selulosa. ■ Habitat di air tawar secara fotoautotrof, di laut sebagai fitoplankton, di tanah lembab, tembok basah, di salju, menempel pada tumbuhan atau hewan. Ada yang bersimbiosis mutualisme dengan jamur membentuk liken (lumut kerak). Chlamydomonas Volvox
  • 28.
    CHLOROPHYTA ganggang Hijau ■ Uniselulersoliter atau berkoloni dan multiseluler. ■ Uniseluler memiliki flagela, sedangkan yang multiseluler berbentuk benang, lembaran atau menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. ■ Reproduksi aseksual dengan membelah diri, menghasilkan zoospora dan fragmentasi, secara seksual dengan konjugasi terjadi fertilisasi.Spirogyra Ulothrix Sampai di sini
  • 29.
  • 30.
    Peranan Chlorophyta Chlorella Dapatberkembang biak dengan cepat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk diolah menjadi makanan suplemen dan kosmetik. Dikenal sebagai PST (protein sel tunggal. Scenedesmus Dikenal sebagai PST (protein sel tunggal dan dimanfaatkan untuk produksi makanan suplemen
  • 31.
  • 32.
    ■ Warna cokelatmengandung pigmen dominan fukosantin (cokelat) dominan menutupi klorofil a, klorofil c dan xantofil ■ Cadangan makanan minyak laminarin ■ Dinding sel mengandung pektin dan asam alginat ■ Habitat di laut, melekat di batuan holdfast atau mengapung karena memiliki alat pelampung terdapat di dekat blade. ■ Multiseluler berbentuk talus (menyerupai tumbuhan tingkat tinggi) ■ Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi dan secara seksual dengan isogami atau anisogami. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). PHAEOPHYTA ganggang cokelat Sargassum Ekstrak natrium alginat berperan dalam pembuatan obat anti bakteri, penurunan darah tinggi.
  • 33.
    Turbinaria Mengandung asam alginat (pembuatanice cream, jelli, sirup, dan roti) Fucus vesiculosus Laminaria digitalis Macrocystis Penghasil iodin untuk obat gondok Penghasil asam alginat (pembuatan ice cream, jelli, sirup, dan roti)
  • 34.
    RHODOPHYTA ganggang merah ■ Warnamerah, pigmen dominan fikobilin terdiri fikoeritrin (merah)  dominan dan fikosianin (biru), serta klorofil a, klorofil d dan karoten. ■ Cadangan makanan tepung florid (bahan agar-agar) ■ Dinding sel mengandung selulosa dan pektin, ada juga yang mengandung zat kapur ■ Habitat sebagian besar di laut namun ada yang di air tawar atau tanah basah. Ganggang merah hidup subur di perairan dangkal bersuhu hangat di laut tropis. ■ Pigmen fikoeritrin dan fikosianin membantu ganggang hidup di perairan dalam untuk menangkap gelombang cahaya matahari yang tidak dapat ditangkap oleh klorofil. ■ Rhodophyta yang hidup di laut bagian dalam berwarna merah kehitaman, bagian tengah berwarna merah cerah, tempat dangkal berwarna merah kehijauan kaarena fikoeritrin yang menutupi klorofil berjumlah sedikit.
  • 35.
    ■ Reproduksi, dengan fragmentasidan pembentukan aplanospora. Reproduksi seksual dengan pembuahan sel telur oleh spermatium di dalam karpogonium. ■ Metagenesis RHODOPHYTA ganggang merah
  • 36.
    Corallina officinalis • Merahmuda - kekuningan - putih (kena matahari). • Mengandung zat kapur • Untuk kosmetik Eucheuma spinosum Gelidium robustum Bahan agar-agar, jeli, es krim, campuran kue kering, diolah jadi makanan dan minuman Gigartina mamillosa Gigartina acicularis PERANAN GANGANG MERAH
  • 37.
    Porphyr a Chondrus crispus Palmaria palmata Mastocarpus stellatus MengandungFe, F, I, K, Vitamin B6, B12 dan albumin. Diolah menjadi sop, salad, pizza dan nori.
  • 38.
    ■ Nilai Komersial:Menghasilkan asam alginat yang digunakan dalam pembuatan ice cream, jelli, sirup, dan roti. ■ Juga digunakan dalam produksi lotion, pastagigi, atau gel farmasi. ■ Agar-Agar untuk media kultur bakteri dan kepentingan riset. ■ Agar-Agar untuk bahan makanan. Peranan Rhodophyta ganggang merah