RISIKO&PENGEMBALIAN
KELOMPOK 1 :
DELLILA
LYDIA SIMATUPANG
YURLIZA IMANDA
KUSYTANIA
REINA DELVIRA
PUTRI NOVITA SILALAHI
RANGGA VIRMA ANUGRAH
( 3022011005 )
( 3022011016 )
( 3022011025 )
( 3022011050 )
( 3022011061 )
( 3022011106 )
( 3022011107 )
 Tingkat pengembalian disebut juga return
 Return berarti keuntungan atau tingkat pengembalian yang diharapkan
 Return atau imbal hasil, adalah ekspektasi akan uang yang dihasilkan dari
investasimu.
 Pengembalian investasi biasanya dalam bentuk uang
 Pengembalian investasi dalam bentuk uang akan menimbulkan masalah :
1) harus mengetahui skala (ukuran) dari investasi
2) harus mengetahui kapan pembelian itu diterima
TINGKAT PENGEMBALIAN DALAM PASAR UANG
Fungsi utama dari rate of return yakni untuk mengukur peningkatan jumlah aset.
Jika nilai awalnya nol maka tidak ada tingkat pengembalian yang dapat dihitung.
Untuk itu, berikut merupakan berbagai fungsi rate of return sebagai berikut:
a) Rate of return berfungsi sebagai bahan pertimbangan seseorang ketika hendak
menabung atau melakukan deposito di bank. Dalam hal ini rate of return
digunakan untuk memperkirakan keuntungan yang didapat.
b)Di perusahaan, rate of return digunakan untuk menganalisa kinerja atau tingkat
pertumbuhan financial pada perusahaan tersebut.
c) Dalam penganggaran modal sebuah perusahaan, rate of return akan membantu
dalam membandingkan tingkat pengembalian untuk memilih dan menentukan
project mana yang diperkirakan lebih menguntungkan.
d)Dalam investasi kena pajak, investor umumnya akan mencari tingkat
pengembalian yang lebih tinggi dan melakukan perhitungan tingkat
pengembalian setelah pajak.
Rate of Return memiliki faktor yang mempengaruhi pengembalian sebelum
perhitunganterakhir dilakukanantara lain sebagaiberikut:
 Jumlah Pembelian Saham ; Hal ini dikarenakan akan berpengaruh pada jumlah poin
dan nilai awal saham tersebut. Nilai awal ini nantinya akan digunakan dalam
perhitunganakhir.
 Nilai Awal dan Harga ; nilai awal dan harga pembelian saham juga menjadi faktor
yang mempengaruhi rate of return. Misalnya seseorang membeli 100 lembar saham
dengan harga awal 10, maka nilai awalnya menjadi 100 lembar x 10 = 1000. Nilai awal
ini nantinya akan digunakan dalam pembagi rumus di rate of return sehingga besar
pengaruhnya.
 Dividend Tunai ; Biasanya pemegang saham akan mengumpulkan
dividend tunai per sahamnya untuk mendapatkan nilai akhir yang
lebih menguntungkan.
 Mata Uang ; Pasalnya, mata uang yang digunakan sebagai ukuran juga
memiliki pengaruh pada rate of return. Misalnya ada seseorang yang
membeli saham dalam bentuk mata uang dollar, lalu orang tersebut
mengkonversikannya ke dalam bentuk mata uang Yen. Kemudian nilai
mata uang Yen ini nantinya akan mengalami peningkatan sekian
persen dalam satu dollar nya, hal ini dapat dipastikan keuntungannya
akan lebih banyak
PENGARUH INFLASIPADA TINGKATPENGEMBALIAN &EFEKFISHER
Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Tingkat Pengembalian adalah ukuran laba atau keuntungan yang digunakan
sebagai persentase investasi dalam bidang keuangan.
Efek Fisher adalah teori ekonomi yang menggambarkan hubungan antara inflasi
dan tingkat bunga riil dan nominal. Fisher Effect meyatakan bahwa tingkat bunga
nominal dikurangi tingkat inflasi yang diharapkan. Oleh karena itu, tingkat bunga
riil turun dengan meningkatnya inflasi. Efek fisher menjelaskan bahwa inflasi
akan menentukan tingkat bunga
Hipotesis Fisher Effect menyatakan bahwa kenaikan tingkat inflasi akan menyebabkan suku bunga
nominal bergerak satu persen untuk satu persen kenaikan inflasi. Dengan demikian, tingkat suku
bunga riil akantetap tidak berubahdalammenghadapi kejutanmoneter(Fisher,1930).
Pada 1981 diAustralia, Mishkin melakukanstudi mengenaiefekfisher.Hasilpenelitianmenunjukkan
bahwa efekfishermunculpada sampelyanginflasidan suku bunganyamengalamistochastic trend
sehinggakeduanya memilikikorelasiyang kuat.
STRUKTURHUBUNGAN&TINGKATBUNGA
 Hubungan antara risiko dengan tingkat pengembalian adalah bersifat
linier atau searah.
 Hubungan antara return dan risiko, dapaandilihat menggunakan metode
Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Arbritage Pricing Theory (APT).
 Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan suatu model yang
menghubungkan tingkat return harapan dari suatu aset berisiko dengan
risiko suatu aset tersebut pada kondisi pasar yang seimbang.
 Kriteria Penilaian Saham:
1. Saham tersebut merupakan saham agresif (β > 1)
2. Excess return bernilai positif (+) atau E (Ri) > E (Rj).
3. Ada hubungan yang linear antara risiko dan return saham.
4. β bernilai signifikan.
HubunganRisiko danPengembalian
Dalam model CAPM ini yang harus diperhatikan oleh investor
yaitu :
Risiko dan return
berhubungan positif
Ukuran risiko
sekuritas yang
relevan
 Dalam Arbritage Pricing Theory (APT) return sekuritas tidak hanya dipengaruhi oleh portofolio
pasar karena adanya asumsi bahwa return harapan dari suatu sekuritas bisa dipengaruhi oleh
beberapa sumber risiko lainnya. Hubunganreturn danrisiko padaAPTyaitu :
E(Ri)=Rf +Bi1 +bi2+...+bin
Dimana :
Ri =Tingkatreturn yanglayak untuksekuritas i (variabel dependen /Y)
Rf =Tingkatreturn dariinvestasi bebasrisiko (konstanta/α)
Βi1 =Premi risiko untukfactor 1
Bi2=Premirisiko untukfactor 2
Bin=Premirisiko untukfactor n
Dengan demikian, APT mengasumsikan bahwa sekuritas yang berbeda akan mempunyai sensivitas
terhadap faktor-faktor risiko sistemastis yangberbeda pula.
TingkatBunga
●
• DRP (Premi risiko gagal bayar / Default Risk Premium) = Premi ini mencerminkan
kemungkinan bahwa emiten tidak melakukan pembayaran bunga atau pokok pada
waktu dan dalam jumlah yang telah ditentukan.
• LP (Premi Likuiditas atau kemungkinan dapat dipasarkan) = Premi yang dibebankan
oleh pemberi pinjaman untuk mencerminkan fakta bahwa beberapa efek tidak dapat
dikonversi menjadi kas dalam waktu singkatpada harga yang “wajar”.
• MRP (Premi risiko jatuh tempo / Maturity Risk Premium) = Obligasi dengan jangka
waktu yang lebih panjang dan menghadapi risiko yang signifikan berupa penurunan
harga akibatmeningkatnya inflasidan tingkatbunga.
MenghitungPengembalianYangDiharapkan
E (R) = return yang diharapkan dari suatu sekuritas
Ri = return ke-i yang mungkin terjadi
pri = probabilitas kejadian return ke-i
n = banyaknya return yang mungkin terjadi

Secara matematis, return yang diharapkan dapat dirumuskan sebagai
berikut :
Konsep diversifikasi seringkali diilustrasikan dengan perkataan “jangan
menaruh telur pada satu keranjang”. Risiko dapat dikurangi dengan
melakukan diversifikasi, artinya kita dalam membeli aktiva tidak hanya
terbatas pada satu jenis aktiva (dalam hal ini sekuritas), Konsep ini
selanjutnya lebih dikenal teori "portofolio".
RISIKO&DIVERSIFIKASI
01
03
02
04
04
TujuanDiversifikasiProduk
Untukmenghindari
ketergantungan terhadap
suatu barang /produk
tunggal yang beredardi
pasar.
Untukmencegahtimbulnya
monopoli perdagangan
terhadap sebuahproduk
barang /jasa tertentu.
Untukmembuatalternative
pilihan lainterhadap barang /
produk tertentutergolong
langkadi pasaran.
Untukmemaksimalkansector
produksi danSDMyangada di
perusahaan.
Menggunakananalisis
statistik
Melihatdiversifikasi dalam
konteks portofolio dengan
asetyang independen
EFEKDIVERSIFIKASI PORTOFOLIO
Melihatdiversifikasi dalam
konteks portofolio
denganaset yang
dependen(berkorelasi
satu samalain)
Lebih Menguntungkan
Mengurangi Risiko
Kelebihan Diversifikasi KekuranganDiversifikasi
Membatasi Peluang Pertumbuhan
Proses Yang Dilakukan Lebih
Kompleks
MENGUKURRISIKOPASAR
Risiko pasar merupakan kondisi yang dialami oleh suatu perusahaan
yang disebabkan oleh perubahan kondisi dan situasi pasar diluar dari
kendali perusahaan.
Risiko pasar disebut juga sebagai risiko menyeluruh, karena umumnya
bersifat menyeluruh dan dialami oleh seluruh perusahaan.
Contohnya : Krisis ekonomi dunia 1930, Krisis ekonomi Indonesia
1997-1998, Thailand saat bank Thailand melakukan devaluasi bath,
perang teluk irak dan Kuwait.
Kondisi dan situasi pasar dengan berbagai stabilitas dan instabilitasnya mampu
memberikan pengaruh pada kontinuetas dan profit perusahaan. Jika situasi dan kondisi
tersebut masih dalam posisi kendali manajemen (management control) maka itu masih
dianggap aman namun jika sudah berada diluar kendali (uncontroller) maka perusahaan
akan mengalami permasalahan, baik secara financialmaupun non-finansial.
Perusahaan dengan berbagai instrument kebijakan yang dimiliki berusaha maksimal
untuk meminimalisasi dan bahkan berusaha menghilangkan risiko pasar, walaupun
secara fakta pada saat risiko pasar terjadi beberapa perusahaan harus melakukan
strategi strategi merger, akuisisi, downsizing/perampingan, divestasi, diversifikasi
konsentrik, diversifikasi konglomerat, diversifikasi horizontal, guna menyelamatkan
perusahaan.
General market risk/
risiko pasar secara
umum
Dialamiseluruhperusahanyang
dilakukan olehLembagaterkait.
Kebijakantersebut mampu memberi
pengaruhbagi seluruhsektor bisnis.
Specific market risk / risiko
pasar secara spesifik
Suatu bentuk risiko yang hanya
dialami khusus padasatu sector
atau Sebagianbisnis sajatanpa
bersifatmenyeluruh.
Bentuk–Bentuk RisikoPasar
1 2
Kategori general market risk terbagi menjadi 4, yakni :
a) Risiko Gejolak Suku Bunga / Interest Rate Risk
Risiko suku bunga adalah risiko akibat dari perubahan suku bunga yang terjadi di
pasaran yang mampu memberi pengaruh bagi pendapatan perusahaan.
b) Risiko Perubahan Nilai Saham / EquityPosition Risk
Risiko terjadinya potensi kerugian bagi bank sebagai akibat dari perubahan yang
memberi pengaruh buruk dari price of stocks and shares (kekayaan perusahaan).
c) Risiko Perubahan Nilai Komoditas / CommodityPositionRisk
Commodity Position Risk (risiko perubahan nilai komoditas) adalah suatu situasi dan
kondisi dimana terjadinya kerugian akibat perubahan harga komoditi di pasar yang
disebabkan oleh beberapa faktor.
d) Risiko Gejolak Nilai Tukar Valas / Foreign Exchange Risk
Risiko nilai tukar uang asing adalah potensi kerugian yang timbul dari fluktuasi nilai
tukar valuta asing.
Kategori GeneralMarketRisk
1) Hard Currencies/Mata Uang Keras
Mencakup mata uang yang berasal dari negara yang memiliki tingkat
kestabilan moneter yang tinggi atau biasanya berasal dari negara
maju dan berbagai pihak sering menjadikan mata uang negara
tersebut sebagai ukuran dalam mengkonversikan mata uang
negaranya.
2) Soft Currencies/Mata Uang Lembut
Jenis mata uang yang diterbitkan oleh suatu negara namun jarang
dipakai sebagai standar acuan dalam transaksi pasar bisnis
internasional karena nilainya relatif tidak stabil dan sering
mengalami depresiasi atau penurunan nilai terhadap mata uang
lainnya.
2 Kategorimata uang menurut pasar valas:
a) Masih lemahnya independensi perbankan dalam
permasalahan FER baik secara finansial maupun non-
finansial
b) Masih saja terjadi pemberian kredit dalam bentuk mata uang
asing tapi kurang memiliki dasar analisis yang kuat
c) Lemahnya perangkat dan aturan perbankan dalam konsep
risk management dalam konsep risk management banking
d) Penerimaan deposito dalam mata uang asing ternyata malah
memberatkan perbankan
e) Masih adanya perlakuan khusus pada nasabah tertentu
Faktoryang menyebabkanbank mengalamiForeign Exchange Risk:
Campur Tangannya
Pemangku Kebijakan
Faktor
Fundamental
Ekonomi
Likuiditas Pasar
Faktor-FaktorTerjadinyaGejolakHargaPasar
Peristiwa dalam
Ekonomi dan
Politik
Perimbangan
Kekuatan dan
Penawaran
Suburnya
Kegiatan
Arbitrase
JenisRisikoPasaryang Paling Umum
1. Risiko ekuitas, risiko bahwa harga saham atau indeks saham atau volatilitas tersiratnya akan
berubah.
2. Risiko suku bunga, risiko bahwa suku bunga atau volatilitas tersiratnya akan berubah.
3. Risiko mata uang, risiko bahwa nilai tukar mata uang asing atau volatilitas tersiratnya akan
berubah.
4. Risiko komoditas, risiko bahwaharga komoditas atau volatilitas tersiratnya akan berubah.
5. Risiko margin dihasilkan dari arus kas keluar masa depan yang tidak pasti karena panggilan
marginyang mencakupperubahannilaiyangmerugikan dari posisi tertentu.
6. Risiko bentuk
7. Risiko periodepenahanan
8. Risiko dasar
PENGUKURANBETASUATUPORTOFOLIO
Beta merupakan suatu pengukuran volatilitas (volatility) return suatu sekuritas
atau return portofolio terhadap return pasar. Volatilitas adalah fluktuasi dari
return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu
tertentu. Dengan demikian beta bisa dikatakan pengukur risiko sistematik dari
suatu sekuritas atau portofolio.
Koefisien beta portofolio adalah ukuran sensitivitas, yang pada tingkat yang
lebih besar atau lebih kecil sangat memudahkan perhitungan risiko portofolio
dengan tidak harus memperkirakan kovarians antara sekuritas berbeda yang
menyusunnya. Risiko total suatu portofolio berasal dari jumlah resiko yang
sistematis dan risiko tidak sistematis.
 Risiko sistematis (yang pertama): Ini adalah risiko yang ditentukan oleh pasar dan tidak
mungkinuntuk dikurangi.
 Risiko tidak sistematis (kedua): Seperti yang kita ketahui, melalui diversifikasi kita dapat
mengurangi risiko tidak sistematis, yang padaakhirnya adalahvolatilitas sekuritas “i”.
Portofolio yang efisien adalah portofolio yang risiko non-sistematisnya telah dihilangkan, dan risiko
portofolio ini ditentukan secara eksklusif oleh pergerakan pasar, yaitu, oleh risiko sistematis yang
diukur dengan koefisien beta. Eksposur terhadap volatilitas pasar akan tergantung pada eksposur
sekuritas yangmembentukportofolio, melaluikoefisienbeta (beta<1; beta> 1).
 Beta>1: pasar banteng.
 Beta<1: pasar beruang.
RumusUntuk BetaPortofolio
Beta portofolio umunya lebih akurat dibandingkan dengan beta tiap-tiap individual
sekuritas. Alasannya adalah sebagai berikut:
1. Beta individual sekuritas diasumsikan konstantan dari waktu kewaktu. Kenyataanya
Betaindividual sekuritas dapat berubahdari waktu kewaktu.
2.Perhitungan Beta individual sekuritas juga tidak lepas dari kesalahan pengukuran
(meansurement error) atau kesalahan acak (random error). Pembentukan portofolio akan
mengurangi kesalahan acak ini, karena kesalahan acak satu sekuritas mungkin akan
ditiadakan olehkesalahanacaksekuritas yanglainnya.
Salah satu prinsip umum dalam berinvestasi di pasar keuangan
adalah adanya pertukaran atau keterkaitan antara risiko dan
tingkat pengembalian (return), yakni tingkat pengembalian yang
lebih tinggi diharapkan dapat diperoleh ketika investor berani
mengambil risiko yang lebih tinggi (high risk, high return).
Return yang diharapkan (expected return) oleh investor dari
aktivitas investasinya adalah kompensasi atas biaya kesempatan
(opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya
pengaruh inflasi.
TINGKATPENGEMBALIAN YANG DIINGINKAN INVESTOR
Dalam menentukan atau memperkirakan tingkat pengembalian (required return) dari suatu
aset atau portofolio investasi, terdapat berbagai cara atau model analisis yang dapat
digunakan, salah satunya denganmenggunakan CapitalAssetPricingModel(CAPM).
 Model ini menunjukkan hubungan antara tingkat pengembalian yang diharapkan dengan
risiko sistematis.
 Investor yang rasional akan lebih memilih saham efisien yaitu saham yang memiliki
return ekspektasi lebih kecil daripada return yang sebenarnya. “Saham efisien dapat
ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu, kemudian meminimumkan
risikonya atau meminimumkan tingkat risiko tertentu, kemudian memaksimalkan return
ekspektasinya” (Tandelilin, 2010).
 CAPM juga dapat membantu investor dalam menghitung risiko yang tidak
dapat diversifikasi dalam suatu portofolio dan membandingkannya dengan
prediksi tingkat pengembalian (return).
 Ukuran risiko yang merupakan indikator kepekaan saham dalam CAPM
ditunjukkan oleh variabel β (Beta). Semakin besar β suatu saham, maka
semakin besar pula risiko yang terkandung di dalamnya.
 Tingkat pengembalian pasar yang digunakan adalah tingkat pengembalian
rata-rata dari kesempatan investasi di pasar modal (indeks pasar).
Perhitungannya dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel.
Sekuritas XYZ memilki skenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel dibawah ini.
ContohSoal
Distribusi probabilitas sekuritas XYZ
Kondisi ekonomi Probabilitas Return
Ekonomi kuat 0,30 0,20
Ekonomi sedang 0,40 0,15
Ekonomi resesi 0,30 0,10
E (R) = [(0.20) (0.30)] + [(0,15) (0,40)] + [(0,10) (0,30)]
= 0,15
Jadi, return yang diharapkan dari sekuritas XYZ adalah 0.15 atau 15%.
Melihatbagaimana investasi tertentu
dilakukan dalamkondisi pasar
tertentudi masalaludan
mengantisipasi bagaimana kinerjanya
jika kondisi pasar serupaterjadi di
masa depan.
Memungkinkaninvestor
untuk membandingkan
probabilitas hasilyang
berbedapada investasi
berdasarkan data historis
KeuntunganMenghitungPengembalianYangDiharapkan
Volatilitas
pasar
Kondisipasar tidak dapat
dijamin olehsiapapun, sehingga
pengembalianyang diharapkan
bergantung padaspekulasipada
kondisi pasar yang berbedadan
probabilitas setiap skenario.
Tekanan dipasar dapat
diklasifikasikan sebagai risiko
sistematis yang mempengaruhi
seluruhjenisinvestasi atau risiko
tidak sistematis khusus untuk
satu perusahaan,negaraatau
industri.
KerugianMenghitungPengembalianYangDiharapkan
TERIMAKASIH

5. Kel.1 - Risiko dan Pengembalian.pptx

  • 1.
    RISIKO&PENGEMBALIAN KELOMPOK 1 : DELLILA LYDIASIMATUPANG YURLIZA IMANDA KUSYTANIA REINA DELVIRA PUTRI NOVITA SILALAHI RANGGA VIRMA ANUGRAH ( 3022011005 ) ( 3022011016 ) ( 3022011025 ) ( 3022011050 ) ( 3022011061 ) ( 3022011106 ) ( 3022011107 )
  • 2.
     Tingkat pengembaliandisebut juga return  Return berarti keuntungan atau tingkat pengembalian yang diharapkan  Return atau imbal hasil, adalah ekspektasi akan uang yang dihasilkan dari investasimu.  Pengembalian investasi biasanya dalam bentuk uang  Pengembalian investasi dalam bentuk uang akan menimbulkan masalah : 1) harus mengetahui skala (ukuran) dari investasi 2) harus mengetahui kapan pembelian itu diterima TINGKAT PENGEMBALIAN DALAM PASAR UANG
  • 3.
    Fungsi utama darirate of return yakni untuk mengukur peningkatan jumlah aset. Jika nilai awalnya nol maka tidak ada tingkat pengembalian yang dapat dihitung. Untuk itu, berikut merupakan berbagai fungsi rate of return sebagai berikut: a) Rate of return berfungsi sebagai bahan pertimbangan seseorang ketika hendak menabung atau melakukan deposito di bank. Dalam hal ini rate of return digunakan untuk memperkirakan keuntungan yang didapat. b)Di perusahaan, rate of return digunakan untuk menganalisa kinerja atau tingkat pertumbuhan financial pada perusahaan tersebut. c) Dalam penganggaran modal sebuah perusahaan, rate of return akan membantu dalam membandingkan tingkat pengembalian untuk memilih dan menentukan project mana yang diperkirakan lebih menguntungkan. d)Dalam investasi kena pajak, investor umumnya akan mencari tingkat pengembalian yang lebih tinggi dan melakukan perhitungan tingkat pengembalian setelah pajak.
  • 4.
    Rate of Returnmemiliki faktor yang mempengaruhi pengembalian sebelum perhitunganterakhir dilakukanantara lain sebagaiberikut:  Jumlah Pembelian Saham ; Hal ini dikarenakan akan berpengaruh pada jumlah poin dan nilai awal saham tersebut. Nilai awal ini nantinya akan digunakan dalam perhitunganakhir.  Nilai Awal dan Harga ; nilai awal dan harga pembelian saham juga menjadi faktor yang mempengaruhi rate of return. Misalnya seseorang membeli 100 lembar saham dengan harga awal 10, maka nilai awalnya menjadi 100 lembar x 10 = 1000. Nilai awal ini nantinya akan digunakan dalam pembagi rumus di rate of return sehingga besar pengaruhnya.
  • 5.
     Dividend Tunai; Biasanya pemegang saham akan mengumpulkan dividend tunai per sahamnya untuk mendapatkan nilai akhir yang lebih menguntungkan.  Mata Uang ; Pasalnya, mata uang yang digunakan sebagai ukuran juga memiliki pengaruh pada rate of return. Misalnya ada seseorang yang membeli saham dalam bentuk mata uang dollar, lalu orang tersebut mengkonversikannya ke dalam bentuk mata uang Yen. Kemudian nilai mata uang Yen ini nantinya akan mengalami peningkatan sekian persen dalam satu dollar nya, hal ini dapat dipastikan keuntungannya akan lebih banyak
  • 7.
    PENGARUH INFLASIPADA TINGKATPENGEMBALIAN&EFEKFISHER Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Tingkat Pengembalian adalah ukuran laba atau keuntungan yang digunakan sebagai persentase investasi dalam bidang keuangan. Efek Fisher adalah teori ekonomi yang menggambarkan hubungan antara inflasi dan tingkat bunga riil dan nominal. Fisher Effect meyatakan bahwa tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi yang diharapkan. Oleh karena itu, tingkat bunga riil turun dengan meningkatnya inflasi. Efek fisher menjelaskan bahwa inflasi akan menentukan tingkat bunga
  • 8.
    Hipotesis Fisher Effectmenyatakan bahwa kenaikan tingkat inflasi akan menyebabkan suku bunga nominal bergerak satu persen untuk satu persen kenaikan inflasi. Dengan demikian, tingkat suku bunga riil akantetap tidak berubahdalammenghadapi kejutanmoneter(Fisher,1930). Pada 1981 diAustralia, Mishkin melakukanstudi mengenaiefekfisher.Hasilpenelitianmenunjukkan bahwa efekfishermunculpada sampelyanginflasidan suku bunganyamengalamistochastic trend sehinggakeduanya memilikikorelasiyang kuat.
  • 9.
    STRUKTURHUBUNGAN&TINGKATBUNGA  Hubungan antararisiko dengan tingkat pengembalian adalah bersifat linier atau searah.  Hubungan antara return dan risiko, dapaandilihat menggunakan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Arbritage Pricing Theory (APT).  Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan suatu model yang menghubungkan tingkat return harapan dari suatu aset berisiko dengan risiko suatu aset tersebut pada kondisi pasar yang seimbang.  Kriteria Penilaian Saham: 1. Saham tersebut merupakan saham agresif (β > 1) 2. Excess return bernilai positif (+) atau E (Ri) > E (Rj). 3. Ada hubungan yang linear antara risiko dan return saham. 4. β bernilai signifikan. HubunganRisiko danPengembalian
  • 11.
    Dalam model CAPMini yang harus diperhatikan oleh investor yaitu : Risiko dan return berhubungan positif Ukuran risiko sekuritas yang relevan
  • 12.
     Dalam ArbritagePricing Theory (APT) return sekuritas tidak hanya dipengaruhi oleh portofolio pasar karena adanya asumsi bahwa return harapan dari suatu sekuritas bisa dipengaruhi oleh beberapa sumber risiko lainnya. Hubunganreturn danrisiko padaAPTyaitu : E(Ri)=Rf +Bi1 +bi2+...+bin Dimana : Ri =Tingkatreturn yanglayak untuksekuritas i (variabel dependen /Y) Rf =Tingkatreturn dariinvestasi bebasrisiko (konstanta/α) Βi1 =Premi risiko untukfactor 1 Bi2=Premirisiko untukfactor 2 Bin=Premirisiko untukfactor n Dengan demikian, APT mengasumsikan bahwa sekuritas yang berbeda akan mempunyai sensivitas terhadap faktor-faktor risiko sistemastis yangberbeda pula.
  • 13.
  • 15.
    ● • DRP (Premirisiko gagal bayar / Default Risk Premium) = Premi ini mencerminkan kemungkinan bahwa emiten tidak melakukan pembayaran bunga atau pokok pada waktu dan dalam jumlah yang telah ditentukan. • LP (Premi Likuiditas atau kemungkinan dapat dipasarkan) = Premi yang dibebankan oleh pemberi pinjaman untuk mencerminkan fakta bahwa beberapa efek tidak dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu singkatpada harga yang “wajar”. • MRP (Premi risiko jatuh tempo / Maturity Risk Premium) = Obligasi dengan jangka waktu yang lebih panjang dan menghadapi risiko yang signifikan berupa penurunan harga akibatmeningkatnya inflasidan tingkatbunga.
  • 16.
    MenghitungPengembalianYangDiharapkan E (R) =return yang diharapkan dari suatu sekuritas Ri = return ke-i yang mungkin terjadi pri = probabilitas kejadian return ke-i n = banyaknya return yang mungkin terjadi  Secara matematis, return yang diharapkan dapat dirumuskan sebagai berikut :
  • 17.
    Konsep diversifikasi seringkalidiilustrasikan dengan perkataan “jangan menaruh telur pada satu keranjang”. Risiko dapat dikurangi dengan melakukan diversifikasi, artinya kita dalam membeli aktiva tidak hanya terbatas pada satu jenis aktiva (dalam hal ini sekuritas), Konsep ini selanjutnya lebih dikenal teori "portofolio". RISIKO&DIVERSIFIKASI
  • 18.
    01 03 02 04 04 TujuanDiversifikasiProduk Untukmenghindari ketergantungan terhadap suatu barang/produk tunggal yang beredardi pasar. Untukmencegahtimbulnya monopoli perdagangan terhadap sebuahproduk barang /jasa tertentu. Untukmembuatalternative pilihan lainterhadap barang / produk tertentutergolong langkadi pasaran. Untukmemaksimalkansector produksi danSDMyangada di perusahaan.
  • 19.
    Menggunakananalisis statistik Melihatdiversifikasi dalam konteks portofoliodengan asetyang independen EFEKDIVERSIFIKASI PORTOFOLIO Melihatdiversifikasi dalam konteks portofolio denganaset yang dependen(berkorelasi satu samalain)
  • 20.
    Lebih Menguntungkan Mengurangi Risiko KelebihanDiversifikasi KekuranganDiversifikasi Membatasi Peluang Pertumbuhan Proses Yang Dilakukan Lebih Kompleks
  • 21.
    MENGUKURRISIKOPASAR Risiko pasar merupakankondisi yang dialami oleh suatu perusahaan yang disebabkan oleh perubahan kondisi dan situasi pasar diluar dari kendali perusahaan. Risiko pasar disebut juga sebagai risiko menyeluruh, karena umumnya bersifat menyeluruh dan dialami oleh seluruh perusahaan. Contohnya : Krisis ekonomi dunia 1930, Krisis ekonomi Indonesia 1997-1998, Thailand saat bank Thailand melakukan devaluasi bath, perang teluk irak dan Kuwait.
  • 22.
    Kondisi dan situasipasar dengan berbagai stabilitas dan instabilitasnya mampu memberikan pengaruh pada kontinuetas dan profit perusahaan. Jika situasi dan kondisi tersebut masih dalam posisi kendali manajemen (management control) maka itu masih dianggap aman namun jika sudah berada diluar kendali (uncontroller) maka perusahaan akan mengalami permasalahan, baik secara financialmaupun non-finansial. Perusahaan dengan berbagai instrument kebijakan yang dimiliki berusaha maksimal untuk meminimalisasi dan bahkan berusaha menghilangkan risiko pasar, walaupun secara fakta pada saat risiko pasar terjadi beberapa perusahaan harus melakukan strategi strategi merger, akuisisi, downsizing/perampingan, divestasi, diversifikasi konsentrik, diversifikasi konglomerat, diversifikasi horizontal, guna menyelamatkan perusahaan.
  • 23.
    General market risk/ risikopasar secara umum Dialamiseluruhperusahanyang dilakukan olehLembagaterkait. Kebijakantersebut mampu memberi pengaruhbagi seluruhsektor bisnis. Specific market risk / risiko pasar secara spesifik Suatu bentuk risiko yang hanya dialami khusus padasatu sector atau Sebagianbisnis sajatanpa bersifatmenyeluruh. Bentuk–Bentuk RisikoPasar 1 2
  • 24.
    Kategori general marketrisk terbagi menjadi 4, yakni : a) Risiko Gejolak Suku Bunga / Interest Rate Risk Risiko suku bunga adalah risiko akibat dari perubahan suku bunga yang terjadi di pasaran yang mampu memberi pengaruh bagi pendapatan perusahaan. b) Risiko Perubahan Nilai Saham / EquityPosition Risk Risiko terjadinya potensi kerugian bagi bank sebagai akibat dari perubahan yang memberi pengaruh buruk dari price of stocks and shares (kekayaan perusahaan). c) Risiko Perubahan Nilai Komoditas / CommodityPositionRisk Commodity Position Risk (risiko perubahan nilai komoditas) adalah suatu situasi dan kondisi dimana terjadinya kerugian akibat perubahan harga komoditi di pasar yang disebabkan oleh beberapa faktor. d) Risiko Gejolak Nilai Tukar Valas / Foreign Exchange Risk Risiko nilai tukar uang asing adalah potensi kerugian yang timbul dari fluktuasi nilai tukar valuta asing. Kategori GeneralMarketRisk
  • 25.
    1) Hard Currencies/MataUang Keras Mencakup mata uang yang berasal dari negara yang memiliki tingkat kestabilan moneter yang tinggi atau biasanya berasal dari negara maju dan berbagai pihak sering menjadikan mata uang negara tersebut sebagai ukuran dalam mengkonversikan mata uang negaranya. 2) Soft Currencies/Mata Uang Lembut Jenis mata uang yang diterbitkan oleh suatu negara namun jarang dipakai sebagai standar acuan dalam transaksi pasar bisnis internasional karena nilainya relatif tidak stabil dan sering mengalami depresiasi atau penurunan nilai terhadap mata uang lainnya. 2 Kategorimata uang menurut pasar valas:
  • 26.
    a) Masih lemahnyaindependensi perbankan dalam permasalahan FER baik secara finansial maupun non- finansial b) Masih saja terjadi pemberian kredit dalam bentuk mata uang asing tapi kurang memiliki dasar analisis yang kuat c) Lemahnya perangkat dan aturan perbankan dalam konsep risk management dalam konsep risk management banking d) Penerimaan deposito dalam mata uang asing ternyata malah memberatkan perbankan e) Masih adanya perlakuan khusus pada nasabah tertentu Faktoryang menyebabkanbank mengalamiForeign Exchange Risk:
  • 27.
    Campur Tangannya Pemangku Kebijakan Faktor Fundamental Ekonomi LikuiditasPasar Faktor-FaktorTerjadinyaGejolakHargaPasar Peristiwa dalam Ekonomi dan Politik Perimbangan Kekuatan dan Penawaran Suburnya Kegiatan Arbitrase
  • 28.
    JenisRisikoPasaryang Paling Umum 1.Risiko ekuitas, risiko bahwa harga saham atau indeks saham atau volatilitas tersiratnya akan berubah. 2. Risiko suku bunga, risiko bahwa suku bunga atau volatilitas tersiratnya akan berubah. 3. Risiko mata uang, risiko bahwa nilai tukar mata uang asing atau volatilitas tersiratnya akan berubah. 4. Risiko komoditas, risiko bahwaharga komoditas atau volatilitas tersiratnya akan berubah. 5. Risiko margin dihasilkan dari arus kas keluar masa depan yang tidak pasti karena panggilan marginyang mencakupperubahannilaiyangmerugikan dari posisi tertentu. 6. Risiko bentuk 7. Risiko periodepenahanan 8. Risiko dasar
  • 29.
    PENGUKURANBETASUATUPORTOFOLIO Beta merupakan suatupengukuran volatilitas (volatility) return suatu sekuritas atau return portofolio terhadap return pasar. Volatilitas adalah fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu. Dengan demikian beta bisa dikatakan pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio. Koefisien beta portofolio adalah ukuran sensitivitas, yang pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil sangat memudahkan perhitungan risiko portofolio dengan tidak harus memperkirakan kovarians antara sekuritas berbeda yang menyusunnya. Risiko total suatu portofolio berasal dari jumlah resiko yang sistematis dan risiko tidak sistematis.
  • 30.
     Risiko sistematis(yang pertama): Ini adalah risiko yang ditentukan oleh pasar dan tidak mungkinuntuk dikurangi.  Risiko tidak sistematis (kedua): Seperti yang kita ketahui, melalui diversifikasi kita dapat mengurangi risiko tidak sistematis, yang padaakhirnya adalahvolatilitas sekuritas “i”. Portofolio yang efisien adalah portofolio yang risiko non-sistematisnya telah dihilangkan, dan risiko portofolio ini ditentukan secara eksklusif oleh pergerakan pasar, yaitu, oleh risiko sistematis yang diukur dengan koefisien beta. Eksposur terhadap volatilitas pasar akan tergantung pada eksposur sekuritas yangmembentukportofolio, melaluikoefisienbeta (beta<1; beta> 1).  Beta>1: pasar banteng.  Beta<1: pasar beruang.
  • 31.
  • 32.
    Beta portofolio umunyalebih akurat dibandingkan dengan beta tiap-tiap individual sekuritas. Alasannya adalah sebagai berikut: 1. Beta individual sekuritas diasumsikan konstantan dari waktu kewaktu. Kenyataanya Betaindividual sekuritas dapat berubahdari waktu kewaktu. 2.Perhitungan Beta individual sekuritas juga tidak lepas dari kesalahan pengukuran (meansurement error) atau kesalahan acak (random error). Pembentukan portofolio akan mengurangi kesalahan acak ini, karena kesalahan acak satu sekuritas mungkin akan ditiadakan olehkesalahanacaksekuritas yanglainnya.
  • 33.
    Salah satu prinsipumum dalam berinvestasi di pasar keuangan adalah adanya pertukaran atau keterkaitan antara risiko dan tingkat pengembalian (return), yakni tingkat pengembalian yang lebih tinggi diharapkan dapat diperoleh ketika investor berani mengambil risiko yang lebih tinggi (high risk, high return). Return yang diharapkan (expected return) oleh investor dari aktivitas investasinya adalah kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. TINGKATPENGEMBALIAN YANG DIINGINKAN INVESTOR
  • 34.
    Dalam menentukan ataumemperkirakan tingkat pengembalian (required return) dari suatu aset atau portofolio investasi, terdapat berbagai cara atau model analisis yang dapat digunakan, salah satunya denganmenggunakan CapitalAssetPricingModel(CAPM).  Model ini menunjukkan hubungan antara tingkat pengembalian yang diharapkan dengan risiko sistematis.  Investor yang rasional akan lebih memilih saham efisien yaitu saham yang memiliki return ekspektasi lebih kecil daripada return yang sebenarnya. “Saham efisien dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu, kemudian meminimumkan risikonya atau meminimumkan tingkat risiko tertentu, kemudian memaksimalkan return ekspektasinya” (Tandelilin, 2010).
  • 35.
     CAPM jugadapat membantu investor dalam menghitung risiko yang tidak dapat diversifikasi dalam suatu portofolio dan membandingkannya dengan prediksi tingkat pengembalian (return).  Ukuran risiko yang merupakan indikator kepekaan saham dalam CAPM ditunjukkan oleh variabel β (Beta). Semakin besar β suatu saham, maka semakin besar pula risiko yang terkandung di dalamnya.  Tingkat pengembalian pasar yang digunakan adalah tingkat pengembalian rata-rata dari kesempatan investasi di pasar modal (indeks pasar). Perhitungannya dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel.
  • 38.
    Sekuritas XYZ memilkiskenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel dibawah ini. ContohSoal Distribusi probabilitas sekuritas XYZ Kondisi ekonomi Probabilitas Return Ekonomi kuat 0,30 0,20 Ekonomi sedang 0,40 0,15 Ekonomi resesi 0,30 0,10 E (R) = [(0.20) (0.30)] + [(0,15) (0,40)] + [(0,10) (0,30)] = 0,15 Jadi, return yang diharapkan dari sekuritas XYZ adalah 0.15 atau 15%.
  • 39.
    Melihatbagaimana investasi tertentu dilakukandalamkondisi pasar tertentudi masalaludan mengantisipasi bagaimana kinerjanya jika kondisi pasar serupaterjadi di masa depan. Memungkinkaninvestor untuk membandingkan probabilitas hasilyang berbedapada investasi berdasarkan data historis KeuntunganMenghitungPengembalianYangDiharapkan
  • 40.
    Volatilitas pasar Kondisipasar tidak dapat dijaminolehsiapapun, sehingga pengembalianyang diharapkan bergantung padaspekulasipada kondisi pasar yang berbedadan probabilitas setiap skenario. Tekanan dipasar dapat diklasifikasikan sebagai risiko sistematis yang mempengaruhi seluruhjenisinvestasi atau risiko tidak sistematis khusus untuk satu perusahaan,negaraatau industri. KerugianMenghitungPengembalianYangDiharapkan
  • 41.