Risk & Return
Dalam Investasi
Kelompok 3
Gina Regita Cahyani
Annisa Paramitha Putri
Herik Suprianto
KONSEP DASAR
 Konsep dasar: Investor menyukai return
dan tidak menyukai risiko:
High risk, High return.
Low risk, low return
 Mendapat kehidupan yang lebih layak dimasa
yang akan dating.
 Mengurangi tekanan inflasi.
 Dorongan untuk menghemat pajak.
Tujuan Investasi
Hubungan antara risiko dengan
tingkat pengembalian
 Bersifat linear atau searah
 Semakin tinggi tingkat pengembalian maka
semakin tinggi pula resiko
 Semakin besar asset yang kita tempatkan
dalam keputusan investasi maka semakin
besar pula risiko yang timbul dari investasi
tersebut
 Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada
pasar yang bersifat normal
Hubungan Karakteristik
antara Risk dan Return
Menurut Paul L. Krugman dan Maurice
Obstfeld, ada 3 yaitu :
 Takut pada risiko ( RISK AVOIDER )
 Hati-hati pada risiko ( RISK
INDIFFERENCE )
 Suka pada risiko ( RISK SEEKER atau
RISK LOVER )
Definisi Tingkat Pengembalian
 Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas
pemegang saham.
 Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak
kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi
deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
 Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum
pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi
dan laba.
 Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan
pengeluaran bunga perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan.
 Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
 Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat
menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan
bersihnya.
 Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi
perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan
laba sebelum pajak terhadap variabel yang sama dari periode sebelumnya.
 Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa
mendatang.
 Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu.
Jenis –Jenis Tingkat Pengembalian &
Komponen – Komponen dari Return
Jenis –Jenis Tingkat
Pengembalian
 Return Realisasi
(Realized Return)
 Return Ekspetasi
(Expected Return)
Komponen – Komponen
dari Return
 Penghasilan Berjalan /
Current Income
 Capital Gain
Definisi Risiko
 Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian
atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai
kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan
dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya,
terdapat suatu jargon “high risk bring about high return”, artinya
jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada
risiko yang lebih besar pula. Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald
Ebert, risiko adalah uncertainty about future event, adapun Joel
G.Siegel dan Jae K.Sim mendefiniskan risiko pada 3 hal :
1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana
hasilnya dapat diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui
oleh pengambilan keputusan
2. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya
3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi
kinerja operasi perusahaan atau posisi keuangan
Sumber – sumber dan type Resiko
Sumber Resiko
 Risiko Bisnis
 Risiko Finansial
 Risiko Daya Beli
(Inflasi)
 Risiko Suku Bunga
 Risiko Likuiditas
 Risiko Pasar
 Risiko Negara
 Risiko Nilai Tukar Mata
Uang
Type Resiko
 Systematic Risk
 Unsystematic Risk
 Total Risk
Alternatif –alternatif Menghindari
Resiko dan Mengelola Risiko
Alternatif –alternatif
Menghindari Resiko
 Untuk menghindari resiko
yang timbul terhadap
aktivitas investasi yang
dilakukan, perlu dilakukan
alternatif-alternatif dalam
pengambilan keputusan.
Alternatif keputusan yang
diambil adalah dianggap
realistis dan tidak akan
menimbulkan masalah
nantinya. Tindakan seperti ini
dianggap sebagai bagian
strategi investasi.
Mengelola Risiko
 Memperkecil resiko
 Mengalihkan resiko
 Mengontrol resiko
 Pendanaan resiko
Perhitungan Return
 Perhitungan Expected Return pada suatu sekuritas.
Rumusnya : 𝐸 𝑅 = 𝑖=1
𝑛
𝑋 𝑅1 𝑋 𝑃𝑟𝑖
 Perhitungan Expected Return pada Portofolio.
Rumusnya : 𝐸 𝑅𝑝 = 𝑋𝐴. 𝐸 𝑅 𝐴 + 𝑋 𝐵. 𝐸 𝑅 𝐵
 Perhitungan Expected Return pada Saham
Rumusnya : 𝑟 =
𝐷1
𝑃0
+
𝑃1−𝑃0
𝑃0
Perhitungan Risk
 Standar Deviation
Standar deviasi atau simpangan baku adalah suatu estimasi probabilitas perbedaan return nyata
dari return yang diharapkan.
 Varian (nilai kuadrat dari standar deviasi) adalah :
 Dalam statistik, varian adalah ukuran penyerapan dari penyebaran probabilitas. Hal ini
merupakan pangkat dua deviasi standar. Misalnya, bila standar deviasinya 20, maka variannya
adalah 400.
 Selisih pendapatan, biaya, dan keuntungan terhadap jumlah yang direncanakan. Varian
dihitung pada pusat pertanggungjawaban, penganalisisan. Dan varian yang tidak
menguntungkan, diselidiki untuk mencari kemungkinan perbaikan.
ℴ2
= [ 𝑅𝑖 − 𝐸(𝑅)]2
ℴ = ℴ2
𝐸 𝑅 = 𝑅𝑖(𝑝𝑟𝑖)
 Koefisien Variasi
Untuk menilai setiap investasi pada anak perusahaan lazim digunakan koefisien variasi
CV = σ / k
 Koefisien Beta
Koefisien beta adalah ukuran risiko yang didasarkan hubungan hasil proyek investasi tertentu
dengan hasil pasar yang dibagi dengan varian pasar.
E(Ri) = αi + i E(RM)
CONTOH PENGUKURAN
RISIKO TUNGGAL DGN RETURN YG
DIHARAPKAN
Return yg diharapkan: 𝐸 𝑅 = 𝑖=1
𝑛
𝑋 𝑅1 𝑋 𝑃𝑟𝑖
Wings: R = (100%x0.3) + (15%x0.4) + (-70%x0.3)
= 15%
Indofood: R = (20%x0.3) + (15%x0.4) + (10%x0.3)
= 15%
Keadaan
Ekonomi
Probabilitas
Kejadian
Rate of Return on Stock
PT Wings PT Indofood
Booming 0.3 100% 20%
Normal 0.4 15% 15%
Resesi 0.3 (70)% 10%
KOEFISIEN VARIASI
Cnth: Apabila terdapat 2 proyek, A&B. (CV = σ/ k )
A B
Return yg diharapkan 60% 8%
Deviasi standar 15% 3%
Koefisien Variasi 15 = 0.25
60
3 = 0.37
8
0.37 > 0.25 berarti proyek B lebih berisiko
daripada proyek A
PORTFOLIO RETURNS
 Contoh :
Berapakah return yg diharapkan dari portfolio ini?
Kp = w1k1+w2k2+w3k3+w4k4
= 0,25(14%)+0,25(13%)+0,25(20%)+0,25(18%)
= 16,25 %




n
i
ii
nn
kwkp
kwkwkwkp
1
2211 ...
Expected
Return (ki)
Nilai Investasi
(wi)
Toshiba 14% 25.000
Microsoft 13% 25.000
Apple 20% 25.000
Nvidia 18% 25.000
CAPM (Capital Asset
Pricing Model)
Digunakan untuk menganalisa risk dan rates
of return.
 Rumusnya : Rs = Rf + βs (Rm – Rf)
 Rs = Expected Return on a given risky security
 Rf = Risk-free rate
 Rm = Expected return on the stock market as a whole
 βs = Stock’s beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu
Kesimpulan dari CAPM: risiko yg relevant
dari suatu saham adalah kontribusi risiko
saham tersebut pada risiko portfolio
APT ( Arbitrage Pricing
Theory)
 APT merupakan teori yang dikembangkan oleh Stephen A.
Ross pada tahun 1976 dimana beliau menyatakan bahwa
harga suatu aktiva bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Rumusnya : Ri = αi + βi Rm + ei
Dimana :
Ri = Return saham i
αi = Alpha saham i
βi = beta saham i
Rm = Return pasar
ei = random error
Pengambilan Keputusan
Dalam Berbagai Kondisi
 Kondisi Pasti
 Kondisi Tidak Pasti
risk and return

risk and return

  • 1.
    Risk & Return DalamInvestasi Kelompok 3 Gina Regita Cahyani Annisa Paramitha Putri Herik Suprianto
  • 2.
    KONSEP DASAR  Konsepdasar: Investor menyukai return dan tidak menyukai risiko: High risk, High return. Low risk, low return
  • 3.
     Mendapat kehidupanyang lebih layak dimasa yang akan dating.  Mengurangi tekanan inflasi.  Dorongan untuk menghemat pajak. Tujuan Investasi
  • 4.
    Hubungan antara risikodengan tingkat pengembalian  Bersifat linear atau searah  Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula resiko  Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut  Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal
  • 5.
    Hubungan Karakteristik antara Riskdan Return Menurut Paul L. Krugman dan Maurice Obstfeld, ada 3 yaitu :  Takut pada risiko ( RISK AVOIDER )  Hati-hati pada risiko ( RISK INDIFFERENCE )  Suka pada risiko ( RISK SEEKER atau RISK LOVER )
  • 6.
    Definisi Tingkat Pengembalian Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang saham.  Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.  Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba.  Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan.  Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.  Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.  Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelum pajak terhadap variabel yang sama dari periode sebelumnya.  Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.  Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu.
  • 7.
    Jenis –Jenis TingkatPengembalian & Komponen – Komponen dari Return Jenis –Jenis Tingkat Pengembalian  Return Realisasi (Realized Return)  Return Ekspetasi (Expected Return) Komponen – Komponen dari Return  Penghasilan Berjalan / Current Income  Capital Gain
  • 8.
    Definisi Risiko  Risikodapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon “high risk bring about high return”, artinya jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula. Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert, risiko adalah uncertainty about future event, adapun Joel G.Siegel dan Jae K.Sim mendefiniskan risiko pada 3 hal : 1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana hasilnya dapat diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui oleh pengambilan keputusan 2. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya 3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja operasi perusahaan atau posisi keuangan
  • 9.
    Sumber – sumberdan type Resiko Sumber Resiko  Risiko Bisnis  Risiko Finansial  Risiko Daya Beli (Inflasi)  Risiko Suku Bunga  Risiko Likuiditas  Risiko Pasar  Risiko Negara  Risiko Nilai Tukar Mata Uang Type Resiko  Systematic Risk  Unsystematic Risk  Total Risk
  • 10.
    Alternatif –alternatif Menghindari Resikodan Mengelola Risiko Alternatif –alternatif Menghindari Resiko  Untuk menghindari resiko yang timbul terhadap aktivitas investasi yang dilakukan, perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan keputusan. Alternatif keputusan yang diambil adalah dianggap realistis dan tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Tindakan seperti ini dianggap sebagai bagian strategi investasi. Mengelola Risiko  Memperkecil resiko  Mengalihkan resiko  Mengontrol resiko  Pendanaan resiko
  • 11.
    Perhitungan Return  PerhitunganExpected Return pada suatu sekuritas. Rumusnya : 𝐸 𝑅 = 𝑖=1 𝑛 𝑋 𝑅1 𝑋 𝑃𝑟𝑖  Perhitungan Expected Return pada Portofolio. Rumusnya : 𝐸 𝑅𝑝 = 𝑋𝐴. 𝐸 𝑅 𝐴 + 𝑋 𝐵. 𝐸 𝑅 𝐵  Perhitungan Expected Return pada Saham Rumusnya : 𝑟 = 𝐷1 𝑃0 + 𝑃1−𝑃0 𝑃0
  • 12.
    Perhitungan Risk  StandarDeviation Standar deviasi atau simpangan baku adalah suatu estimasi probabilitas perbedaan return nyata dari return yang diharapkan.  Varian (nilai kuadrat dari standar deviasi) adalah :  Dalam statistik, varian adalah ukuran penyerapan dari penyebaran probabilitas. Hal ini merupakan pangkat dua deviasi standar. Misalnya, bila standar deviasinya 20, maka variannya adalah 400.  Selisih pendapatan, biaya, dan keuntungan terhadap jumlah yang direncanakan. Varian dihitung pada pusat pertanggungjawaban, penganalisisan. Dan varian yang tidak menguntungkan, diselidiki untuk mencari kemungkinan perbaikan. ℴ2 = [ 𝑅𝑖 − 𝐸(𝑅)]2 ℴ = ℴ2 𝐸 𝑅 = 𝑅𝑖(𝑝𝑟𝑖)  Koefisien Variasi Untuk menilai setiap investasi pada anak perusahaan lazim digunakan koefisien variasi CV = σ / k  Koefisien Beta Koefisien beta adalah ukuran risiko yang didasarkan hubungan hasil proyek investasi tertentu dengan hasil pasar yang dibagi dengan varian pasar. E(Ri) = αi + i E(RM)
  • 13.
    CONTOH PENGUKURAN RISIKO TUNGGALDGN RETURN YG DIHARAPKAN Return yg diharapkan: 𝐸 𝑅 = 𝑖=1 𝑛 𝑋 𝑅1 𝑋 𝑃𝑟𝑖 Wings: R = (100%x0.3) + (15%x0.4) + (-70%x0.3) = 15% Indofood: R = (20%x0.3) + (15%x0.4) + (10%x0.3) = 15% Keadaan Ekonomi Probabilitas Kejadian Rate of Return on Stock PT Wings PT Indofood Booming 0.3 100% 20% Normal 0.4 15% 15% Resesi 0.3 (70)% 10%
  • 14.
    KOEFISIEN VARIASI Cnth: Apabilaterdapat 2 proyek, A&B. (CV = σ/ k ) A B Return yg diharapkan 60% 8% Deviasi standar 15% 3% Koefisien Variasi 15 = 0.25 60 3 = 0.37 8 0.37 > 0.25 berarti proyek B lebih berisiko daripada proyek A
  • 15.
    PORTFOLIO RETURNS  Contoh: Berapakah return yg diharapkan dari portfolio ini? Kp = w1k1+w2k2+w3k3+w4k4 = 0,25(14%)+0,25(13%)+0,25(20%)+0,25(18%) = 16,25 %     n i ii nn kwkp kwkwkwkp 1 2211 ... Expected Return (ki) Nilai Investasi (wi) Toshiba 14% 25.000 Microsoft 13% 25.000 Apple 20% 25.000 Nvidia 18% 25.000
  • 16.
    CAPM (Capital Asset PricingModel) Digunakan untuk menganalisa risk dan rates of return.  Rumusnya : Rs = Rf + βs (Rm – Rf)  Rs = Expected Return on a given risky security  Rf = Risk-free rate  Rm = Expected return on the stock market as a whole  βs = Stock’s beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu Kesimpulan dari CAPM: risiko yg relevant dari suatu saham adalah kontribusi risiko saham tersebut pada risiko portfolio
  • 17.
    APT ( ArbitragePricing Theory)  APT merupakan teori yang dikembangkan oleh Stephen A. Ross pada tahun 1976 dimana beliau menyatakan bahwa harga suatu aktiva bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Rumusnya : Ri = αi + βi Rm + ei Dimana : Ri = Return saham i αi = Alpha saham i βi = beta saham i Rm = Return pasar ei = random error
  • 18.
    Pengambilan Keputusan Dalam BerbagaiKondisi  Kondisi Pasti  Kondisi Tidak Pasti