MODEL PEMBELAJARAN
INQUIRY LEARNING
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta
Tahun 2016
2.5
INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Menjelaskan konsep model
pembelajaran inquiry learning
Learning (IL)
2. Mendeskripsikan sintaks model
pembelajaran IL
3. Mengidentifikasi sintaks model
pembelajaran IL dari suatu
uraian kegiatan pembelajaran
4. Merancang skenario pembelajaran
sesuai model pembelajaran IL
LATAR BELAKANG
1. Guru yang profesional tidak hanya menguasai sejumlah
materi pembelajaran, tetapi juga terampil dalam
menggunakan model-model pembelajaran yang tepat.
2. Guru harus dapat memilih model pembelajaran yang tepat
agar pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
peserta didik memiliki pengalaman belajar dengan
pendekatan saintifik.
3. Pada Permendikbud nomor 103 tahun 2014 tentang
pembelajaran pada pendidian dasar dan menengah, model
pembelajaran yang disarankan untuk guru lakukan adalah
discovery learning, project based learning, problem based
learning, dan inquiry learning.
PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran merupakan
kerangka konseptual dan operasional
pembelajaran yang mempunyai nama, ciri,
urutan logis, pengaturan, dan budaya
(Permendikbud No. 103 Tahun 2014 pasal 2 ayat (5))
PENGERTIAN SINTAKS
1. Di dalam model pembelajaran terdapat
karakteristik yang dikenal dengan istilah sintaks.
2. Sintaks adalah tahapan aktivitas guru dan
peserta didik dalam pembelajaran.
3. Di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat
rasional yang membedakan antara model
pembelajaran yang satu dengan model
pembelajaran yang lain.
DEFINISI
Inquiry merupakan perluasan dari discovery yang
digunakan lebih mendalam. Atau dengan atau lain,
discovery merupakan bagian dari inquiry
Secara bahasa, inquiry merupakan pernyataan,
pemeriksaan, atau penyelidikan.
Inquiry adalah suatu proses umum yang dilakukan manusia
untuk mencari atau memahami informasi
Inquiry Learning merupakan serangkaian kegiatan belajar
yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan
siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis,
kritis, logis, dan analitis sehingga mereka dapat
merumuskan sendiri penemuannya.
Syarat timbulnya kegiatan Inquiry Learning adalah:
- Suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi
- Pembelajaran berfokus pada hipotesis
- Penggunaan fakta sebagai eviden
KONSEP
Memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan disiplin
intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas
dasar rasa ingin tahunya
Tujuan Inquiry Learning
Peran Guru
dalam Inquiry Learning
1. Motivator, memberi stimulasi agar siswa aktif
2. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar bila siswa
mengalami kesulitan
3. Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang
mereka buat
4. Administrator, bertanggung jawab dalam seluruh
kegiatan kelas
5. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai
tujuan yang diharapkan
6. Manager, pengelola sumber belajar, waktu, dan
organisasi kelas
7. Rewarder, pemberi penghargaan pada prestasi yang
dicapai siswa
Kelebihan Inquiry Learning
1. Dapat membentuk dan mengembangkan self-concept pada
diri siswa, sehingga siswa dapat memiliki konsep dasar
dan ide-ide yang lebih baik
2 Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatifnya
sendiri, berpikir objektif, jujur, dan terbuka
3. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan
hipotesisnya sendiri
4. Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik
5. Situasi belajar mengajar menjadi menantang
6. Dapat mengembangkan kecakapan individu
7. Dapat memberikan waktu pada siswa seukupnya sehingga mereka
dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi
Langkah-Langkah Inquiry Learning
TAHAP 1
TAHAP 2
TAHAP 3
TAHAP 4
TAHAP 5
Mengamati berbagai fenomena
alam yang akan memberian
pengalaman belajar
Mengajukan pertanyaan tentang
fenomena yang dihadapi
Mengajukan dugaan atau
kemungkinan jawaban
Mengumpulan data yang terkait
dengan dugaan
Merumusan kesimpulan
berdasarkan data yang diolah
Sistem Penilaian
Penilaian yang
digunakan dapat berupa
penilaian pengetahuan,
keterampilan, sikap,
atau penilaian berupa
portofolio peserta didik.
Selamat Mempraktikkan...
TERIMA KASIH
MATURNUWUN
HATURNUHUN
MAULIATE
THANK YOU
SYUKRON
DANKE
MERCI
XIE XIE

2.5 model pembelajaran INQUIRY LEARNING

  • 1.
    MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING KementerianPendidikan dan Kebudayaan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta Tahun 2016 2.5
  • 2.
    INDIKATOR KEBERHASILAN 1. Menjelaskankonsep model pembelajaran inquiry learning Learning (IL) 2. Mendeskripsikan sintaks model pembelajaran IL 3. Mengidentifikasi sintaks model pembelajaran IL dari suatu uraian kegiatan pembelajaran 4. Merancang skenario pembelajaran sesuai model pembelajaran IL
  • 3.
    LATAR BELAKANG 1. Guruyang profesional tidak hanya menguasai sejumlah materi pembelajaran, tetapi juga terampil dalam menggunakan model-model pembelajaran yang tepat. 2. Guru harus dapat memilih model pembelajaran yang tepat agar pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan peserta didik memiliki pengalaman belajar dengan pendekatan saintifik. 3. Pada Permendikbud nomor 103 tahun 2014 tentang pembelajaran pada pendidian dasar dan menengah, model pembelajaran yang disarankan untuk guru lakukan adalah discovery learning, project based learning, problem based learning, dan inquiry learning.
  • 4.
    PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN Modelpembelajaran merupakan kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang mempunyai nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan budaya (Permendikbud No. 103 Tahun 2014 pasal 2 ayat (5))
  • 5.
    PENGERTIAN SINTAKS 1. Didalam model pembelajaran terdapat karakteristik yang dikenal dengan istilah sintaks. 2. Sintaks adalah tahapan aktivitas guru dan peserta didik dalam pembelajaran. 3. Di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lain.
  • 6.
    DEFINISI Inquiry merupakan perluasandari discovery yang digunakan lebih mendalam. Atau dengan atau lain, discovery merupakan bagian dari inquiry Secara bahasa, inquiry merupakan pernyataan, pemeriksaan, atau penyelidikan. Inquiry adalah suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi
  • 7.
    Inquiry Learning merupakanserangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya. Syarat timbulnya kegiatan Inquiry Learning adalah: - Suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi - Pembelajaran berfokus pada hipotesis - Penggunaan fakta sebagai eviden KONSEP
  • 8.
    Memfasilitasi siswa untukdapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahunya Tujuan Inquiry Learning
  • 9.
    Peran Guru dalam InquiryLearning 1. Motivator, memberi stimulasi agar siswa aktif 2. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar bila siswa mengalami kesulitan 3. Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat 4. Administrator, bertanggung jawab dalam seluruh kegiatan kelas 5. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan 6. Manager, pengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas 7. Rewarder, pemberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa
  • 10.
    Kelebihan Inquiry Learning 1.Dapat membentuk dan mengembangkan self-concept pada diri siswa, sehingga siswa dapat memiliki konsep dasar dan ide-ide yang lebih baik 2 Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, berpikir objektif, jujur, dan terbuka 3. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri 4. Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik 5. Situasi belajar mengajar menjadi menantang 6. Dapat mengembangkan kecakapan individu 7. Dapat memberikan waktu pada siswa seukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi
  • 11.
    Langkah-Langkah Inquiry Learning TAHAP1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4 TAHAP 5 Mengamati berbagai fenomena alam yang akan memberian pengalaman belajar Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban Mengumpulan data yang terkait dengan dugaan Merumusan kesimpulan berdasarkan data yang diolah
  • 12.
    Sistem Penilaian Penilaian yang digunakandapat berupa penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap, atau penilaian berupa portofolio peserta didik.
  • 13.