Konsep dan Prinsip
Model
Pembelajaran
Discovery-Inquiry
dan Model
Pembelajaran
Biologi
A. Konsep Dan Prinsip Model Pembelajaran Discovery-inquiry
Dan Model Pembelajaran Biologi
1.Discovery learning
a) Pengertian Discovery learning
Discovery Learning Method adalah gaya belajar
aktif dan langsung yang dikembangkan oleh
Jerome Bruner pada tahun 1960-an. Bruner
menekankan bahwa belajar harus sambil
melakukan atau learning by doing. Dengan
metode ini, peserta didik secara aktif
berpartisipasi, bukan hanya menerima
pengetahuan secara pasif
Discovery learning adalah model
pembelajaran penemuan. Dimana
dalam proses pembelajaran siswalah
yang banyak menemukan konsep.
Sehingga siswa tidak hanya diam
menunggu guru.
Modelini dalah model pembelajaran
yang berpusat kepada siswa atau
student centered. Sehingga siswa
dituntut untuk aktif.
 Kelebihan Discovery learning
1. Peserta didik terlibat dalam proses
pembelajaran secara aktif.
2. Aktivitas belajar dalam pembelajaran Discovery
biasanya lebih bermakna dari pada latihan
kelas dan mempelajari buku teks saja.
3. Peserta didik memperoleh keterampilan reflektif
yang dapat digeneralisasikan dan diterapkan
dalam konteks lain.
4. Peserta didik mempelajari keterampilan dan
strategi baru.
5. Pendekatan ini dibangun di atas pengetahuan
dan pengalaman awal peserta didik.
 Kekurangan Discovery learning
Westwood (2008), mengemukakan beberapa
kekurangan metode ini yang antara lain:
1. Penggunaan metode ini menghabiskan banyak
waktu
2. Penerapan metode ini membutuhkan
lingkungan belajar yang kaya sumber daya
3. Kualitas dan keterampilan peserta didik
menentukan hasil atau efektifitas metode ini
4. Kemampuan memahami dan mengenali konsep
tidak bisa diukur hanya dari keaktifan siswa di
kelas
5. Sering mengalami kesulitan dalam membentuk
opini, membuat prediksi, dan kesimpulan
6. Tidak semua guru mampu memantau kegiatan
belajar secara efektif serta mengolah discovery
ini.
b. Kelebihan dan kekurangan Discovery learning
c. Prinsip Model Pembelajaran Discovery Learning
3
Mengintegras
ikan dan
menghubung
kan
Bagaimana
menggabungkan
pengetahuan sebelum
dan informasi baru
yang dimiliki peserta.
Dan menghubungkan
terhubung ke dunia
nyata.
5
Kegagalan
dan umpan
balik
Belajar tidak hanya
terjadi ketika
menemukan
jawaban yang
benar. Tapi juga
bisa belajar dari
kegagalan
2
Manajemen
belajar
mengikuti
siswa
Mengizinkan
peserta untuk
bekerja sendiri atau
dengan orang lain..
4
Analisis dan
intrepretasi
menganalisis dan
menafsirkan
informasi yang
diperoleh, dari pada
menghafal jawaban
dari berbagai
sumber
Pemecahan
masalah
1
Guru membimbing
dan memotivasi
peserta untuk
mencari solusi
dengan
menggabungkan
informasi yang ada.
d. Model-model pembelajaran Biologi
Discovery Learning
Model-model pembelajaran Biologi
Discovery Learning
Menurut Oemar Hamalik (2009) menyebutkan
Discovery Learning bisa dilakukan dengan
hubungan 2 arah dan satu arah, yaitu:
a. Hubungan dua arah adalah di mana siswa
harus bisa berkomunikasi dengan guru seperti
menjawab pertanyaan. Lalu guru melakukan
komunikasi dengan siswa dengan cara panduan
secara baik.
b. Hubungan satu arah adalah siswa akan diberi
stimulus agar mereka bisamelaksanakan
penemuan. Dimana guru akan memberikan
sebuah masalah kepada siswa, dan mereka
akan membuat solusi dengan
metodepenemuan.
Selanjutnya adapun menurut
Suprihatiningrum (2016), Discovery
Learning ada dua bentuk dalam
implementasinya, yakni :
a. Guided Discovery Learning atau
pembelajaran penemuan terbimbing,
yaitu bentuk yang memerlukan arahan
guru sebagai penyedia dalam aktivitas
pembelajaran.
b. Free Discovery Learning atau
pembelajaran penemuan bebas, yaitu
bentuk yang bebas di mana siswa harus
bisa berperan aktif secara mandiri dan
tidak memerlukan fasilitator seperti guru.
2. Inquiry Learning
a. Pengertian Inquiry Learning
Menurut piaget bahwa model pembelajaran pertanyaan
( inquiry ) adalah model pembelajaran yang
mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan
eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang
terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan
pertanyaan-pertanyaan, dan mencari penjelasannya
sendiri, serta mempelajari penemuan yang satu
dengan penemuan yang lain, membandingkan apa
yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain.
b. Konsep Dasar Inquiry Learning
Ada beberapa hal yang menjadi konsep dasar (ciri utama)
strategi pembelajaran inkuiri yaitu:
1
Strategi menekankan
kepada aktivitas siswa
secara maksimal untuk
mencari dan
menemukan, artinya
strategi inkuiri
menempatkan siswa
sebagai subjek belajar,
sehigga dapat
menemukan sendiri inti
dari materi pembelajaran.
Seluruh aktivitas yang
dilakukan siswa di
arahkan untuk mencari
dan menemukan
jawaban sendiri deri
suatu yang
dipertanyakan,
sehingga dapat
menemukan sikap
percaya diri (self belief).
2
Siswa tak hanya di
tuntut agar menguasai
materi pelajaran,akan
tetapi bagaiman
mereka dapat
menggunakan potensi
dan kemampuan yang
dimiliki, untuk
menyesuaikan seluruh
persoalan yang mereka
hadapi.
3
Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri
menurut Piaget dalam Hamruni di pengaruhi oleh 4 faktor, yaitu
01
04
02
03
proses perubahan fisiologis dan
anatomis, yaitu proses
pertumbuhan fisik, yang meliputi
pertumbuhan tubuh,
pertumbuhan otak dan
pertumbuhan sistim saraf.
Maturation atau
kematangan
Aktivitas dalam
berhubungan orang lain
melalui pengalaman sosial
Social
experience
Tindakan fisik yang di
lakukan indifidu yang dapat
mengembangkan aktivitas
dan daya pikir bagi pelajar.
Physical
Proses penyesuaian antara
pengetahuan yang sudah ada dengan
pengetahuan yang baru ditemukanya
Equilibration
d. Kelebihan Dan Kekurangan
Inquiry Learning
 Kelebihan Inquiry Learning
SPI merupakan strategi pembelajaran yang
banyak dianjurkan oleh karena strategi ini
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
a. menekankan kepada pengembangan
aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
secara seimbang, sehingga pembelajaran
melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
b. memberikan ruang kepada siswa untuk
belajar sesuai dengan gaya belajar mereka
c. strategi yang dianggap sesuai dengan
perkembangan psikologi belajar modern yang
menganggap belajar adalah proses perubahan
tingkah laku berkat adanya pengalaman.
d. dapat melayani kebutuhan siswa yang
memiliki kemampuan di atas rata-rata,
 Kekurangan Inquiry Learning
3
2
Mengimplimentasikanya, memerlukan
waktu yang panjang sehingga sering
guru sulit menyesuaikanya dengan
waktu yang telah ditentukan.
1
Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan
siswa
Sulit dalam merencanakan
pembelajaran oleh karena terbentur
dengan kebiasaan siswa dan belajar
4
Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh
kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka
Inquiry akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru."
Beberapa macam model pembelajaran inquiri yang dikemukakan oleh
Sund dan Trowbridge dalam Hamruni, diantaranya ada 8 model :
1. Guide Inquiry
suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaanya guru
menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada guru.
2. Modified inquiry
Model ini memiliki ciri yaitu guru hanya memberikan permasalahan
tersebut melalui pengamatan, percobaan, atau prosedur penelitian untuk
memperoleh jawaban
e. Model Pembelajaran Inquiry Learning
3. Free inquiry
Pada model ini siswa harus mengidentifikasi dan merumuskan
macam problema yang dipelajari dan dipecahkan.
4. Inquiry Role Approach
Model pembelajaran inkuiri pendekatan peranan ini melibatkan
siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri atas empat orang
untuk memecahkan masalah yang diberikan.
5. Invitation Into Inquiry
Model inkuiri jenis ini siswa dilibatkan dalam proses pemecahan
masalah dengan cara-cara yang ditempuh para ilmuwan.
6. Pictorial Riddle
Pada model ini merupakan metode mengajar yang dapat
mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok
kecil tau besar, gambar, peragaan, atau situasi sesungguhnya dapat
digunakan untuk meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif para
siswa
7. Synectics Lesson
Model ini lebih memusatkan keterlibatan siswa untuk membuat berbagai
macam bentuk kiasan supaya dapat membuka intelegensinya dan
mengembangkan kreativitasnya.
8. Value Clarification
Pada model ini siswa lebih difokuskan pada pemberian kejelasan
tentang suatu tata aturan atau nilai-nilai pada suatu proses
B. Merancang Pembelajaran dengan model Discovery dan Inquiry
1. Discovery learning
6 Langkah dan kegiatan pembelajaran metode
Discovery Learning
a. Stimulation
Pemberian rangsangan Pada tahap ini peserta
didik diberikan permasalahan yang belum ada
solusinya sehingga memotivasi mereka untuk
menyelidiki dan menyelesaikan masalah tersebut.
Pada tahap ini, guru memfasilitasi mereka dengan
memberikan pertanyaan, arahan untuk membaca
buku atau teks, dan kegiatan belajar yang
mengarah pada kegiatan discovery sebagai
persiapan identifikasi masalah
b. Problem statement
Identifikasi masalah Peserta didik
diberikan kesempatan untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah yang berkaitan dengan bahan
ajar, kemudian salah satunya dipilih dan
dirumuskan dalam bentuk hipotesis
atau jawaban sementara untuk masalah
yang ditetapkan.
c. Data collection
Pengumpulan Data, peserta didik melakukan
eksplorasi untuk mengumpulkan data atau
informasi yang relevan dengan cara membaca
literatur, mengamati objek, mewawancarai nara
sumber, melakukan uji coba sendiri dan
lainnya. Peserta didik juga berusaha menjawab
pertanyaan atau membuktikan kebenaran
hipotesis.
d. Data Processing
Pengolahan Data Peserta didik melakukan
kegiatan mengolah data atau informasi yang
mereka peroleh pada tahap sebelumnya lalu
dianalisis dan diinterpretasi.
e. Verification
Pembuktian Peserta didik melakukan verifikasi secara
cermat untuk menguji hipotesis yang ditetapkan
dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil
data processing. Tahapan ini bertujuan agar proses
belajar berjalan dengan baik dan peserta didik menjadi
aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah.
f. Generalization
Menarik kesimpulan Tahap terakhir adalah proses
menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip
umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah
yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-
prinsip yang mendasari generalisasi.
2. Inquiry Learning
a. Orientasi
Beberapa hal yang dapat dilakukan
guru dalam tahap orientasi adalah:
- Menjelaskan topik yang akan dipelajari
beserta tujuan dan hasil belajar yang
diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
- Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang
harus dilakukan siswa untuk mencapai hasil
belajar yang baik
- Menjelaskan pentingnya topik pembelajaran
dan kegiatan belajar. Hal tersebut dilakukan
untuk memberikan motivasi belajar pada
siswa
b. Merumuskan masalah
Merumuskan masalah adalah
langkah untuk membawa siswa pada suatu
persoalan yang mengandung teka-teki.
Persoalan yang disajikan tentunya yang
menantang siswa untuk berpikir dalam
memecahkan teka-teki sesuai rumusan
masalah yang ingin dikaji. Sebab, masalah
tersebut ada jawabannya, dan siswa didorong
untuk mencari jawaban yang tepat.
3. Merumuskan hipotesis
Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk
mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis)
pada setiap siswa adalah dengan mengadakan
berbagai pertanyaan yang mendorong siswa untuk
dapat merumuskan jawaban sementara, atau
merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban
dari permasalahan yang dibahas.
4. Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas mencari informasi
untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam model
pembelajaran inkuiri, pengumpulan data merupakan
proses mental yang sangat penting dalam
pengembangan kemampuan intelektual.
5. Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan
jawaban yang dianggap diterima, sesuai
dengan data atau informasi yang diperoleh
berdasarkan pengumpulan data. Menguji
hipotesis juga berarti mengembangkan
kemampuan berfikir secara rasional.
6. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses
mendeskripsikan temuan yang telah
diperoleh dari hasil pengujian hipotesis.
Merumuskan kesimpulan merupakan
goals-nya dalam pembelajaran. Untuk
mencapai kesimpulan yang akurat,
maka sebaiknya guru mampu
menunjukkan pada siswa data mana
saja yang relevan.
TERIMA KASIH

STRATEGI PENDIDIKAN BIOLOGI. inquirypptx

  • 1.
  • 2.
    A. Konsep DanPrinsip Model Pembelajaran Discovery-inquiry Dan Model Pembelajaran Biologi 1.Discovery learning a) Pengertian Discovery learning Discovery Learning Method adalah gaya belajar aktif dan langsung yang dikembangkan oleh Jerome Bruner pada tahun 1960-an. Bruner menekankan bahwa belajar harus sambil melakukan atau learning by doing. Dengan metode ini, peserta didik secara aktif berpartisipasi, bukan hanya menerima pengetahuan secara pasif Discovery learning adalah model pembelajaran penemuan. Dimana dalam proses pembelajaran siswalah yang banyak menemukan konsep. Sehingga siswa tidak hanya diam menunggu guru. Modelini dalah model pembelajaran yang berpusat kepada siswa atau student centered. Sehingga siswa dituntut untuk aktif.
  • 3.
     Kelebihan Discoverylearning 1. Peserta didik terlibat dalam proses pembelajaran secara aktif. 2. Aktivitas belajar dalam pembelajaran Discovery biasanya lebih bermakna dari pada latihan kelas dan mempelajari buku teks saja. 3. Peserta didik memperoleh keterampilan reflektif yang dapat digeneralisasikan dan diterapkan dalam konteks lain. 4. Peserta didik mempelajari keterampilan dan strategi baru. 5. Pendekatan ini dibangun di atas pengetahuan dan pengalaman awal peserta didik.  Kekurangan Discovery learning Westwood (2008), mengemukakan beberapa kekurangan metode ini yang antara lain: 1. Penggunaan metode ini menghabiskan banyak waktu 2. Penerapan metode ini membutuhkan lingkungan belajar yang kaya sumber daya 3. Kualitas dan keterampilan peserta didik menentukan hasil atau efektifitas metode ini 4. Kemampuan memahami dan mengenali konsep tidak bisa diukur hanya dari keaktifan siswa di kelas 5. Sering mengalami kesulitan dalam membentuk opini, membuat prediksi, dan kesimpulan 6. Tidak semua guru mampu memantau kegiatan belajar secara efektif serta mengolah discovery ini. b. Kelebihan dan kekurangan Discovery learning
  • 4.
    c. Prinsip ModelPembelajaran Discovery Learning 3 Mengintegras ikan dan menghubung kan Bagaimana menggabungkan pengetahuan sebelum dan informasi baru yang dimiliki peserta. Dan menghubungkan terhubung ke dunia nyata. 5 Kegagalan dan umpan balik Belajar tidak hanya terjadi ketika menemukan jawaban yang benar. Tapi juga bisa belajar dari kegagalan 2 Manajemen belajar mengikuti siswa Mengizinkan peserta untuk bekerja sendiri atau dengan orang lain.. 4 Analisis dan intrepretasi menganalisis dan menafsirkan informasi yang diperoleh, dari pada menghafal jawaban dari berbagai sumber Pemecahan masalah 1 Guru membimbing dan memotivasi peserta untuk mencari solusi dengan menggabungkan informasi yang ada.
  • 5.
    d. Model-model pembelajaranBiologi Discovery Learning Model-model pembelajaran Biologi Discovery Learning Menurut Oemar Hamalik (2009) menyebutkan Discovery Learning bisa dilakukan dengan hubungan 2 arah dan satu arah, yaitu: a. Hubungan dua arah adalah di mana siswa harus bisa berkomunikasi dengan guru seperti menjawab pertanyaan. Lalu guru melakukan komunikasi dengan siswa dengan cara panduan secara baik. b. Hubungan satu arah adalah siswa akan diberi stimulus agar mereka bisamelaksanakan penemuan. Dimana guru akan memberikan sebuah masalah kepada siswa, dan mereka akan membuat solusi dengan metodepenemuan. Selanjutnya adapun menurut Suprihatiningrum (2016), Discovery Learning ada dua bentuk dalam implementasinya, yakni : a. Guided Discovery Learning atau pembelajaran penemuan terbimbing, yaitu bentuk yang memerlukan arahan guru sebagai penyedia dalam aktivitas pembelajaran. b. Free Discovery Learning atau pembelajaran penemuan bebas, yaitu bentuk yang bebas di mana siswa harus bisa berperan aktif secara mandiri dan tidak memerlukan fasilitator seperti guru.
  • 6.
    2. Inquiry Learning a.Pengertian Inquiry Learning Menurut piaget bahwa model pembelajaran pertanyaan ( inquiry ) adalah model pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari penjelasannya sendiri, serta mempelajari penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain.
  • 7.
    b. Konsep DasarInquiry Learning Ada beberapa hal yang menjadi konsep dasar (ciri utama) strategi pembelajaran inkuiri yaitu: 1 Strategi menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar, sehigga dapat menemukan sendiri inti dari materi pembelajaran. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa di arahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri deri suatu yang dipertanyakan, sehingga dapat menemukan sikap percaya diri (self belief). 2 Siswa tak hanya di tuntut agar menguasai materi pelajaran,akan tetapi bagaiman mereka dapat menggunakan potensi dan kemampuan yang dimiliki, untuk menyesuaikan seluruh persoalan yang mereka hadapi. 3
  • 8.
    Prinsip-Prinsip Strategi PembelajaranInkuiri Pembelajaran inkuiri menurut Piaget dalam Hamruni di pengaruhi oleh 4 faktor, yaitu 01 04 02 03 proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses pertumbuhan fisik, yang meliputi pertumbuhan tubuh, pertumbuhan otak dan pertumbuhan sistim saraf. Maturation atau kematangan Aktivitas dalam berhubungan orang lain melalui pengalaman sosial Social experience Tindakan fisik yang di lakukan indifidu yang dapat mengembangkan aktivitas dan daya pikir bagi pelajar. Physical Proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan yang baru ditemukanya Equilibration
  • 9.
    d. Kelebihan DanKekurangan Inquiry Learning  Kelebihan Inquiry Learning SPI merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: a. menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna. b. memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka c. strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. d. dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata,
  • 10.
     Kekurangan InquiryLearning 3 2 Mengimplimentasikanya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikanya dengan waktu yang telah ditentukan. 1 Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dan belajar 4 Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka Inquiry akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru."
  • 11.
    Beberapa macam modelpembelajaran inquiri yang dikemukakan oleh Sund dan Trowbridge dalam Hamruni, diantaranya ada 8 model : 1. Guide Inquiry suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaanya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada guru. 2. Modified inquiry Model ini memiliki ciri yaitu guru hanya memberikan permasalahan tersebut melalui pengamatan, percobaan, atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban e. Model Pembelajaran Inquiry Learning
  • 12.
    3. Free inquiry Padamodel ini siswa harus mengidentifikasi dan merumuskan macam problema yang dipelajari dan dipecahkan. 4. Inquiry Role Approach Model pembelajaran inkuiri pendekatan peranan ini melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri atas empat orang untuk memecahkan masalah yang diberikan. 5. Invitation Into Inquiry Model inkuiri jenis ini siswa dilibatkan dalam proses pemecahan masalah dengan cara-cara yang ditempuh para ilmuwan.
  • 13.
    6. Pictorial Riddle Padamodel ini merupakan metode mengajar yang dapat mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil tau besar, gambar, peragaan, atau situasi sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif para siswa 7. Synectics Lesson Model ini lebih memusatkan keterlibatan siswa untuk membuat berbagai macam bentuk kiasan supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. 8. Value Clarification Pada model ini siswa lebih difokuskan pada pemberian kejelasan tentang suatu tata aturan atau nilai-nilai pada suatu proses
  • 14.
    B. Merancang Pembelajarandengan model Discovery dan Inquiry 1. Discovery learning 6 Langkah dan kegiatan pembelajaran metode Discovery Learning a. Stimulation Pemberian rangsangan Pada tahap ini peserta didik diberikan permasalahan yang belum ada solusinya sehingga memotivasi mereka untuk menyelidiki dan menyelesaikan masalah tersebut. Pada tahap ini, guru memfasilitasi mereka dengan memberikan pertanyaan, arahan untuk membaca buku atau teks, dan kegiatan belajar yang mengarah pada kegiatan discovery sebagai persiapan identifikasi masalah b. Problem statement Identifikasi masalah Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan bahan ajar, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau jawaban sementara untuk masalah yang ditetapkan.
  • 15.
    c. Data collection PengumpulanData, peserta didik melakukan eksplorasi untuk mengumpulkan data atau informasi yang relevan dengan cara membaca literatur, mengamati objek, mewawancarai nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan lainnya. Peserta didik juga berusaha menjawab pertanyaan atau membuktikan kebenaran hipotesis. d. Data Processing Pengolahan Data Peserta didik melakukan kegiatan mengolah data atau informasi yang mereka peroleh pada tahap sebelumnya lalu dianalisis dan diinterpretasi. e. Verification Pembuktian Peserta didik melakukan verifikasi secara cermat untuk menguji hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing. Tahapan ini bertujuan agar proses belajar berjalan dengan baik dan peserta didik menjadi aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah. f. Generalization Menarik kesimpulan Tahap terakhir adalah proses menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi. Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip- prinsip yang mendasari generalisasi.
  • 16.
    2. Inquiry Learning a.Orientasi Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam tahap orientasi adalah: - Menjelaskan topik yang akan dipelajari beserta tujuan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. - Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan siswa untuk mencapai hasil belajar yang baik - Menjelaskan pentingnya topik pembelajaran dan kegiatan belajar. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi belajar pada siswa b. Merumuskan masalah Merumuskan masalah adalah langkah untuk membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan tentunya yang menantang siswa untuk berpikir dalam memecahkan teka-teki sesuai rumusan masalah yang ingin dikaji. Sebab, masalah tersebut ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat.
  • 17.
    3. Merumuskan hipotesis Salahsatu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap siswa adalah dengan mengadakan berbagai pertanyaan yang mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara, atau merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari permasalahan yang dibahas. 4. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktivitas mencari informasi untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam model pembelajaran inkuiri, pengumpulan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan intelektual. 5. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima, sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berfikir secara rasional. 6. Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang telah diperoleh dari hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan goals-nya dalam pembelajaran. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat, maka sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana saja yang relevan.
  • 18.