INSTRUMEN
EVALUASI PEMBELAJARAN
Latar Belakang Evaluasi
 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 64
ayat (1) menyatakan bahwa Penilaian hasil belajar
oleh guru dilakukan secara berkesinambungan
untuk memantau proses, kemajuan, dan
perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,
dan ulangan kenaikan kelas.
 Salah satu tugas utama guru sebagai tenaga
profesional adalah menilai dan mengevaluasi
peserta didik.
Fungsi Evaluasi
 berfungsi sebagai alat untuk mengetahui
tercapai tidaknya suatu tujuan
pembelajaran, umpan balik bagi proses
pembelajaran
 sebagai dasar untuk menyusun laporan
kemajuan belajar siswa
 sebagai dasar merumuskan kriteria
ketuntasan minimal dan untuk mengetahui
sejauh mana kualitas butir soal yang
disusun.
Syarat Alat Evaluasi yg Baik
Alat evaluasi yang baik, diantaranya harus memenuhi syarat:
1. Tingkat Kesukaran
2. Daya Beda
3. Validitas
4. Reliabilitas
5. Serta sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diukur.
TINGKAT KESUKARAN
Tingkat Kesukaran
 Tingkat kesukaran butir soal adalah
proporsi banyaknya peserta yang menjawab
benar butir soal tersebut terhadap seluruh
peserta tes.
Tingkat Kesukaran
 Tingkat kesukaran soal bertujuan mengkaji
soal-soal dari segi kesulitannya sehingga dapat
diperoleh soal-soal mana yang termasuk
rendah, sedang, dan sukar.
 Menyusun naskah ujian sebaiknya digunakan
butir soal yang mempunyai tingkat kesukaran
berimbang, yaitu :
a. soal kategori sukar 25%
b. kategori sedang 50%
c. kategori mudah 25%
Tingkat Kesukaran
Hitung taraf kesukaran dengan rumus:
P : indeks tingkat kesukaran
B : Jumlah siswa yang menjawab benar
Js : Jumlah siswa seluruhnya
TINGKAT KESUKARAN
 Hitung tingkat kesukaran SOAL URAIAN dengan
rumus:
TINGKAT KESUKARAN
INDEKS TINGKAT KESUKARAN:
0,00 ≤ P ≤ 0,30 = sukar
0,31 ≤ P ≤ 0,70 = sedang
0,71 ≤ P ≤ 1,00 = mudah
CONTOH (SOAL PILIHAN GANDA)
No Nama
Butir Soal Total
Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 alfia 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 6
2 siti 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8
3 agustin 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6
4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7
6 risky 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
7 sylvi 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 6
8 mela 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
9 rusmini 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 5
10 ratri 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 6
JUMLAH 10 8 8 9 0 1 9 6 9 8 68
Tingkat Kesukaran
 Soal 1:
( soal Mudah)
 Soal 2:
( soal Mudah)
dst
CONTOH (SOAL URAIAN)
No Nama
Butir Soal Total
Skor
1 2 3 4 5
1 alfia 5 5 5 5 5 25
2 siti 4 3 5 2 5 19
3 agustin 4 5 5 5 4 23
4 yuny 5 4 2 5 5 21
5 isrotul 3 5 4 4 4 20
6 rizky 5 5 5 5 5 25
JUMLAH 26 27 26 26 28 133
SKOR MAX 5 5 5 5 5 25
DAYA BEDA
Daya Beda
 Daya Beda Soal adalah daya dalam
membedakan atara peserta tes yang
berkemampuan tinggi dengan peserta tes
yang berkemampuan rendah;
Daya Beda
 Hitung Daya Pembeda SOAL PILIHAN GANDA
dengan rumus:
 D: Indeks daya pembeda
 BA: jumlah jawab benar tiap soal kelompok atas
 BB: jumlah jawab benar tiap soal kelompok bawah
 N : Jumlah siswa kel atas dan kel bawah
Daya Beda
 Hitung Daya Pembeda SOAL URAIAN
dengan rumus:
DAYA BEDA
Indeks hasil perhitungan diatas, konsultasikan
dengan tabel tingkat daya pembeda, yaitu:
a. 0,40 ≤ D ≤ 1,00 = soal diterima baik
b. 0,30 ≤ D ≤ 0,39 = soal diterima dan revisi
c. 0,20 ≤ D ≤ 0,29 = soal diperbaiki
d. D ≤ 0,19 = (dibuang)
CONTOH (SOAL PILIHAN GANDA)
No Nama
Butir Soal Total
Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 alfia 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8
2 siti 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
3 agustin 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7
6 risky 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 6
7 sylvi 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6
8 mela 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 6
9 rusmini 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 6
10 ratri 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 5
JUMLAH 10 8 8 9 0 1 9 6 9 8 68
Kelas
atas
Kelas
bawah
DAYA BEDA
 SOAL 1:
 DAYA BEDA RENDAH)
 SOAL 2:
 DAYA BEDA CUKUP)
 DST
CONTOH (SOAL URAIAN)
No Nama
Butir Soal Total
Skor
1 2 3 4 5
1 alfia 5 5 5 5 5 25
2 rizky 5 5 5 5 5 25
3 agustin 4 5 5 5 4 23
4 yuny 5 4 2 5 5 21
5 isrotul 3 5 4 4 4 20
6 siti 4 3 5 2 5 19
J.atas 14 15 15 15 14
J.bawah 12 12 11 11 14
SKOR
MAX
5 5 5 5 5 25
VALIDITAS
VALIDITAS
 Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.
 Suatu instrumen yang valid mempunyai
validitas tinggi dan sebaliknya bila tingkat
validitasnya rendah maka instrumen tsb kurang
valid.
 Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu
mengukur apa yg hendak diukur/diinginkan.
 Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat
ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang
diukur.
 Validitas ini menyangkut akurasi instrumen. Untuk
mengetahui apakah kuesioner yang disusun
tersebut itu valid/ sahih, maka perlu diuji dengan
uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap item
pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut.
 Untuk item-item pertanyaan yang tidak valid harus
dibuang atau tidak dipakai sebagai instrumen
pertanyaan.
Validitas
Keterangan :
rxy = koefisien korelasi Product Moment
N = jumlah siswa
X = nilai suatu butir soal tiap siswa
Y = nilai seluruh butir soal tiap siswa
Kriteria Validitas
a. 0,00 – 0,20 sangat rendah
b. 0.21 - 0.40 rendah
c. 0,41 – 0.60 cukup
d. 0,61 – 0,80 tinggi
e. 0,81 – 1,00 sangat tinggi
Dikatakan “ Valid “
Jika nilai r hitung > r
(α= 0,05 untuk standart bebas (db) = N-2)
(10-2=8) Pada taraf signifikansi 5%
diperoleh angka 0.632
dan 1% diperoleh 0.765
CONTOH
No Nama
Butir Soal (x) Total
Skor (y)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 alfia 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 6
2 siti 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8
3 agustin 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6
4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7
6 risky 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
7 sylvi 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 6
8 mela 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
9 rusmini 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 5
10 ratri 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 6
JUMLAH 10 8 8 9 0 1 9 6 9 8 68
BUTIR SOAL 1
No Nama X Y XY X2 Y2
1 alfia 1 6 6 1 36
2 siti 1 8 8 1 64
3 agustin 1 6 6 1 36
4 yuny 1 8 8 1 64
5 isrotul 1 7 7 1 49
6 risky 1 8 8 1 64
7 sylvi 1 6 6 1 36
8 mela 1 8 8 1 64
9 rusmini 1 5 5 1 25
10 ratri 1 6 6 1 36
N JUMLAH 10 68 68 10 474
BUTIR SOAL 2
No Nama X Y XY X2 Y2
1 alfia 1 6 6 1 36
2 siti 1 8 8 1 64
3 agustin 0 6 0 0 36
4 yuny 1 8 8 1 64
5 isrotul 1 7 7 1 49
6 risky 1 8 8 1 64
7 sylvi 1 6 6 1 36
8 mela 1 8 8 1 64
9 rusmini 1 5 5 1 25
10 ratri 0 6 0 0 36
JUMLAH 8 68 56 8 474
Pernyataan Nilai Cara Interpretasi
Pada taraf sig. r 5%
Keterangan
1 0.884 0.884 > 0.632 Valid
2 0.893 0.893 > 0.632 Valid
3 0.931 0.931 > 0.632 Valid
4 0.811 0.811 > 0.632 Valid
5 0.920 0.920 > 0.632 Valid
6 0.705 0.705 > 0.632 Valid
7 0.827 0.827 > 0.632 Valid
8 0.893 0.893 > 0.632 Valid
9 0.867 0.867 > 0.632 Valid
10 0.564 0.564 < 0.632 Tidak Valid
Dengan SPSS_validitas
COPY KAN DATA DARI
EXCEL ATAU TULIS
MANUAL
RELIABILITAS
RELIABILITAS
 Indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur
dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
 Hal ini berarti menunjukkan sejauhmana hasil
pengukuran tersebut tetap konsisten jika dilakukan
pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama.
 Untuk diketahui bahwa perhitungan/ uji reliabilitas
harus dilakukan hanya pada pertanyaan-pertanyaan
yang sudah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi
jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu
diteruskan untuk uji reliabilitas.
Reliabilitas
r11 = 2 r1/2 ½
(1 + r 1/2 1/2)
Keterangan :
r 11 = koefisien realibilitas yang sudah disesuaikan
r½ ½ = korelasi antara skor – skor setiap belahan tes
Dikatakan “ reliabel “
jika nilai r hitung > r
(α= 0,05 untuk standart bebas (db) = N-2)
(10-2=8) Pada taraf signifikansi 5%
diperoleh angka 0.632
dan 1% diperoleh 0.765
CONTOH
No Nama
Butir Soal (x) skor
x.y x2
y2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Awal
(x)
Akhir
(y)
1 alfia 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 6 6 1 36
2 siti 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 8 8 1 64
3 agustin 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 6 6 1 36
4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 8 1 64
5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 7 7 1 49
6 risky 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 8 1 64
7 sylvi 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 6 6 1 36
8 mela 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 8 1 64
9 rusmini 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 5 5 1 25
10 ratri 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 6 6 1 36
JUMLAH 10 68 68 10 474
Reliabilitas dalam spss
TUGAS
 Buatlah 6 kelompok terdiri dari 6 orang, tugasnya:
1. Kelompok 1 menganalisis soal 1-10
2. Kelompok 2 menganalisis soal 11-20
3. Kelompok 3 menganalisis soal 21-30
4. Kelompok 4 menganalisis soal 31-40
5. Kelompok 5 menganalisis soal 41-50
6. Kelompok 6 menganalisis soal 51-60
Hitung Validitas soal dan Reliabilitas Soal tersebut!
KUNCI JAWABAN SOAL 1-60
SKOR @ 1
No Nama
Butir Soal (x) skor
x.y x2
y2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Awal
(x)
Akhir
(y)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
JUMLAH
HASIL ANALISIS
Validitas
Keterangan :
rxy = koefisien korelasi Product Moment
N = jumlah siswa
X = nilai suatu butir soal tiap siswa
Y = nilai seluruh butir soal tiap siswa
Reliabilitas
r11 = 2 r1/2 ½
(1 + r 1/2 1/2)
Keterangan :
r 11 = koefisien realibilitas yang sudah disesuaikan
r½ ½ = korelasi antara skor – skor setiap belahan tes

13720910.ppt

  • 1.
  • 2.
    Latar Belakang Evaluasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 64 ayat (1) menyatakan bahwa Penilaian hasil belajar oleh guru dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.  Salah satu tugas utama guru sebagai tenaga profesional adalah menilai dan mengevaluasi peserta didik.
  • 3.
    Fungsi Evaluasi  berfungsisebagai alat untuk mengetahui tercapai tidaknya suatu tujuan pembelajaran, umpan balik bagi proses pembelajaran  sebagai dasar untuk menyusun laporan kemajuan belajar siswa  sebagai dasar merumuskan kriteria ketuntasan minimal dan untuk mengetahui sejauh mana kualitas butir soal yang disusun.
  • 4.
    Syarat Alat Evaluasiyg Baik Alat evaluasi yang baik, diantaranya harus memenuhi syarat: 1. Tingkat Kesukaran 2. Daya Beda 3. Validitas 4. Reliabilitas 5. Serta sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diukur.
  • 5.
  • 6.
    Tingkat Kesukaran  Tingkatkesukaran butir soal adalah proporsi banyaknya peserta yang menjawab benar butir soal tersebut terhadap seluruh peserta tes.
  • 7.
    Tingkat Kesukaran  Tingkatkesukaran soal bertujuan mengkaji soal-soal dari segi kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang termasuk rendah, sedang, dan sukar.  Menyusun naskah ujian sebaiknya digunakan butir soal yang mempunyai tingkat kesukaran berimbang, yaitu : a. soal kategori sukar 25% b. kategori sedang 50% c. kategori mudah 25%
  • 8.
    Tingkat Kesukaran Hitung tarafkesukaran dengan rumus: P : indeks tingkat kesukaran B : Jumlah siswa yang menjawab benar Js : Jumlah siswa seluruhnya
  • 9.
    TINGKAT KESUKARAN  Hitungtingkat kesukaran SOAL URAIAN dengan rumus:
  • 10.
    TINGKAT KESUKARAN INDEKS TINGKATKESUKARAN: 0,00 ≤ P ≤ 0,30 = sukar 0,31 ≤ P ≤ 0,70 = sedang 0,71 ≤ P ≤ 1,00 = mudah
  • 11.
    CONTOH (SOAL PILIHANGANDA) No Nama Butir Soal Total Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 alfia 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 6 2 siti 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8 3 agustin 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6 4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7 6 risky 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 7 sylvi 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 6 8 mela 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 9 rusmini 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 5 10 ratri 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 6 JUMLAH 10 8 8 9 0 1 9 6 9 8 68
  • 12.
    Tingkat Kesukaran  Soal1: ( soal Mudah)  Soal 2: ( soal Mudah) dst
  • 13.
    CONTOH (SOAL URAIAN) NoNama Butir Soal Total Skor 1 2 3 4 5 1 alfia 5 5 5 5 5 25 2 siti 4 3 5 2 5 19 3 agustin 4 5 5 5 4 23 4 yuny 5 4 2 5 5 21 5 isrotul 3 5 4 4 4 20 6 rizky 5 5 5 5 5 25 JUMLAH 26 27 26 26 28 133 SKOR MAX 5 5 5 5 5 25
  • 14.
  • 15.
    Daya Beda  DayaBeda Soal adalah daya dalam membedakan atara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah;
  • 16.
    Daya Beda  HitungDaya Pembeda SOAL PILIHAN GANDA dengan rumus:  D: Indeks daya pembeda  BA: jumlah jawab benar tiap soal kelompok atas  BB: jumlah jawab benar tiap soal kelompok bawah  N : Jumlah siswa kel atas dan kel bawah
  • 17.
    Daya Beda  HitungDaya Pembeda SOAL URAIAN dengan rumus:
  • 18.
    DAYA BEDA Indeks hasilperhitungan diatas, konsultasikan dengan tabel tingkat daya pembeda, yaitu: a. 0,40 ≤ D ≤ 1,00 = soal diterima baik b. 0,30 ≤ D ≤ 0,39 = soal diterima dan revisi c. 0,20 ≤ D ≤ 0,29 = soal diperbaiki d. D ≤ 0,19 = (dibuang)
  • 19.
    CONTOH (SOAL PILIHANGANDA) No Nama Butir Soal Total Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 alfia 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8 2 siti 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 3 agustin 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7 6 risky 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 6 7 sylvi 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6 8 mela 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 6 9 rusmini 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 6 10 ratri 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 5 JUMLAH 10 8 8 9 0 1 9 6 9 8 68 Kelas atas Kelas bawah
  • 20.
    DAYA BEDA  SOAL1:  DAYA BEDA RENDAH)  SOAL 2:  DAYA BEDA CUKUP)  DST
  • 21.
    CONTOH (SOAL URAIAN) NoNama Butir Soal Total Skor 1 2 3 4 5 1 alfia 5 5 5 5 5 25 2 rizky 5 5 5 5 5 25 3 agustin 4 5 5 5 4 23 4 yuny 5 4 2 5 5 21 5 isrotul 3 5 4 4 4 20 6 siti 4 3 5 2 5 19 J.atas 14 15 15 15 14 J.bawah 12 12 11 11 14 SKOR MAX 5 5 5 5 5 25
  • 22.
  • 23.
    VALIDITAS  Validitas adalahsuatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.  Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi dan sebaliknya bila tingkat validitasnya rendah maka instrumen tsb kurang valid.  Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yg hendak diukur/diinginkan.
  • 24.
     Validitas adalahsuatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur.  Validitas ini menyangkut akurasi instrumen. Untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun tersebut itu valid/ sahih, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap item pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut.  Untuk item-item pertanyaan yang tidak valid harus dibuang atau tidak dipakai sebagai instrumen pertanyaan.
  • 25.
    Validitas Keterangan : rxy =koefisien korelasi Product Moment N = jumlah siswa X = nilai suatu butir soal tiap siswa Y = nilai seluruh butir soal tiap siswa
  • 26.
    Kriteria Validitas a. 0,00– 0,20 sangat rendah b. 0.21 - 0.40 rendah c. 0,41 – 0.60 cukup d. 0,61 – 0,80 tinggi e. 0,81 – 1,00 sangat tinggi
  • 27.
    Dikatakan “ Valid“ Jika nilai r hitung > r (α= 0,05 untuk standart bebas (db) = N-2) (10-2=8) Pada taraf signifikansi 5% diperoleh angka 0.632 dan 1% diperoleh 0.765
  • 28.
    CONTOH No Nama Butir Soal(x) Total Skor (y) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 alfia 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 6 2 siti 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8 3 agustin 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6 4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7 6 risky 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 7 sylvi 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 6 8 mela 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8 9 rusmini 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 5 10 ratri 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 6 JUMLAH 10 8 8 9 0 1 9 6 9 8 68
  • 29.
    BUTIR SOAL 1 NoNama X Y XY X2 Y2 1 alfia 1 6 6 1 36 2 siti 1 8 8 1 64 3 agustin 1 6 6 1 36 4 yuny 1 8 8 1 64 5 isrotul 1 7 7 1 49 6 risky 1 8 8 1 64 7 sylvi 1 6 6 1 36 8 mela 1 8 8 1 64 9 rusmini 1 5 5 1 25 10 ratri 1 6 6 1 36 N JUMLAH 10 68 68 10 474
  • 30.
    BUTIR SOAL 2 NoNama X Y XY X2 Y2 1 alfia 1 6 6 1 36 2 siti 1 8 8 1 64 3 agustin 0 6 0 0 36 4 yuny 1 8 8 1 64 5 isrotul 1 7 7 1 49 6 risky 1 8 8 1 64 7 sylvi 1 6 6 1 36 8 mela 1 8 8 1 64 9 rusmini 1 5 5 1 25 10 ratri 0 6 0 0 36 JUMLAH 8 68 56 8 474
  • 31.
    Pernyataan Nilai CaraInterpretasi Pada taraf sig. r 5% Keterangan 1 0.884 0.884 > 0.632 Valid 2 0.893 0.893 > 0.632 Valid 3 0.931 0.931 > 0.632 Valid 4 0.811 0.811 > 0.632 Valid 5 0.920 0.920 > 0.632 Valid 6 0.705 0.705 > 0.632 Valid 7 0.827 0.827 > 0.632 Valid 8 0.893 0.893 > 0.632 Valid 9 0.867 0.867 > 0.632 Valid 10 0.564 0.564 < 0.632 Tidak Valid
  • 32.
  • 34.
    COPY KAN DATADARI EXCEL ATAU TULIS MANUAL
  • 38.
  • 39.
    RELIABILITAS  Indeks yangmenunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.  Hal ini berarti menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran tersebut tetap konsisten jika dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama.  Untuk diketahui bahwa perhitungan/ uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan-pertanyaan yang sudah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas.
  • 40.
    Reliabilitas r11 = 2r1/2 ½ (1 + r 1/2 1/2) Keterangan : r 11 = koefisien realibilitas yang sudah disesuaikan r½ ½ = korelasi antara skor – skor setiap belahan tes
  • 41.
    Dikatakan “ reliabel“ jika nilai r hitung > r (α= 0,05 untuk standart bebas (db) = N-2) (10-2=8) Pada taraf signifikansi 5% diperoleh angka 0.632 dan 1% diperoleh 0.765
  • 42.
    CONTOH No Nama Butir Soal(x) skor x.y x2 y2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Awal (x) Akhir (y) 1 alfia 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 6 6 1 36 2 siti 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 8 8 1 64 3 agustin 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 6 6 1 36 4 yuny 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 8 1 64 5 isrotul 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 7 7 1 49 6 risky 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 8 1 64 7 sylvi 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 6 6 1 36 8 mela 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 8 8 1 64 9 rusmini 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 5 5 1 25 10 ratri 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 6 6 1 36 JUMLAH 10 68 68 10 474
  • 44.
  • 48.
    TUGAS  Buatlah 6kelompok terdiri dari 6 orang, tugasnya: 1. Kelompok 1 menganalisis soal 1-10 2. Kelompok 2 menganalisis soal 11-20 3. Kelompok 3 menganalisis soal 21-30 4. Kelompok 4 menganalisis soal 31-40 5. Kelompok 5 menganalisis soal 41-50 6. Kelompok 6 menganalisis soal 51-60 Hitung Validitas soal dan Reliabilitas Soal tersebut!
  • 49.
    KUNCI JAWABAN SOAL1-60 SKOR @ 1
  • 50.
    No Nama Butir Soal(x) skor x.y x2 y2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Awal (x) Akhir (y) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH HASIL ANALISIS
  • 51.
    Validitas Keterangan : rxy =koefisien korelasi Product Moment N = jumlah siswa X = nilai suatu butir soal tiap siswa Y = nilai seluruh butir soal tiap siswa
  • 52.
    Reliabilitas r11 = 2r1/2 ½ (1 + r 1/2 1/2) Keterangan : r 11 = koefisien realibilitas yang sudah disesuaikan r½ ½ = korelasi antara skor – skor setiap belahan tes