HUKUM-HUKUM
WAKALAH
KH. M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI
POKOK BAHASAN
 (1) PENGERTIAN WAKALAH
 (2) HUKUM WAKALAH
 (3) RUKUN & SYARAT
WAKALAH
 (4) WAKALAH DAN IJARAH
PENGERTIAN WAKALAH
 Pengertian wakalah menurut bahasa Arab :
‫ض‬ْ‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ف‬َّ‫ت‬‫ال‬ ‫اللغة‬ ‫في‬ ‫الوكالة‬‫ظ‬ْ‫ف‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ ‫أو‬
 "Wakalah menurut bahasa artinya adalah
"menyerahkan" atau "menjaga".“
 (Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar,
1/283).
PENGERTIAN WAKALAH
 Pengertian wakalah menurut istilah syara' :
ْ‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ِ‫ع‬ْ‫ر‬َّ‫ش‬‫ال‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ة‬َ‫ل‬‫َا‬‫ك‬َ‫و‬ْ‫ل‬َ‫ا‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ه‬َ‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ ٍ‫ص‬ْ‫َخ‬‫ش‬ ‫ض‬َ‫ر‬َ‫خ‬‫آ‬ ‫ى‬
َ‫ة‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ي‬ّ‫ن‬‫ال‬ ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ِ‫ل‬ُِِ‫ت‬‫ا‬َ‫ي‬ََ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َُ‫ل‬َ‫َع‬
 "Wakalah dalam istilah syara' adalah
tindakan seseorang menyerahkan urusannya
kepada orang lain pada urusan yang dapat
diwakilkan, agar orang lain itu mengerjakan
urusan tersebut pada saat hidupnya orang
yang mewakilkan."
 (Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, 1/253;
Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar, 1/283).
HUKUM WAKALAH
 Wakalah Jaiz (Boleh).
 Dalil al-Qur`an :
‫ث‬َ‫َع‬ْ‫ب‬‫ا‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫اق‬َ‫ق‬ِ‫ش‬ ْ‫م‬‫ت‬ْ‫ف‬ ِ‫خ‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬‫ا‬‫ا‬‫م‬َََََ‫و‬ ُِِ‫ل‬َْْ‫أ‬ ِْْ‫م‬ ‫ا‬‫ا‬‫م‬ََََ ‫وا‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ل‬َْْ‫أ‬ ِْْ‫م‬
 "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara
keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga
laki-laki dan seorang hakam dari keluarga
perempuan." (QS al-Nisaa' [4] : 35)
 Ayat di atas menunjukkan bolehnya wakalah.
Karena hakam (juru damai) adalah wakil dari
suami dan dari isteri yang bersengketa.
(Imam Nawawi, Al-Majmu', 14/92).
HUKUM WAKALAH
 Dalil hadis antara lain :
‫قال‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ْ‫ب‬ ‫جابر‬ ‫روى‬:َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫خ‬ َ‫لى‬ِ‫إ‬ َ‫ج‬ ْ‫و‬‫ر‬ْ‫الخ‬ ‫ت‬ْ‫د‬َ‫ر‬َ‫أ‬ِ‫هللا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬‫س‬َ‫ر‬ ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ت‬َ‫أ‬َ‫ف‬ َ‫ر‬
َُ‫ل‬ ‫ت‬ْ‫ل‬‫وق‬ ،‫وسلم‬ ُ‫علي‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬:‫ر‬ْ‫الخ‬ ‫د‬ْ‫ي‬ ِ‫ر‬‫أ‬ ْ‫ي‬ِّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ، َ‫ر‬َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫خ‬ َ‫لى‬ِ‫إ‬ َ‫ج‬ ْ‫و‬ِ‫ت‬ْ‫ئ‬ِ‫ا‬
َ‫ف‬ ،‫ا‬‫ا‬‫ق‬ْ‫س‬َ‫و‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ ُْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫ذ‬‫خ‬َ‫ف‬ ْ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ك‬َ‫و‬ْ‫َع‬‫ض‬َ‫ف‬ ‫ا‬‫ة‬َ‫ي‬‫آ‬ َ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ى‬َ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ك‬َ‫د‬َ‫ي‬
ُِِ‫ت‬ ْ‫و‬‫ق‬ْ‫ر‬َ‫ت‬.‫داود‬ ‫أبو‬ ‫رواه‬
 "Meriwayatkan Jabir bin Abdullah RA, dia
berkata,"Saya bermaksud keluar ke Khaibar lalu aku
mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepada
beliau,"Sesungguhnya aku akan keluar ke Khaibar.
Rasulullah SAW berkata,'Datangilah wakilku dan
ambilllah darinya 15 wasaq. Kalau dia minta suatu
tanda darimu, letakkan tanganmu pada pundaknya."
(HR Abu Dawud). (1 wasaq gandum = 130,56 kg)
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 Rukun wakalah ada 4 (empat) :
 1. Muwakkil (orang yang
mewakilkan).
 2. Wakil (orang yang mewakili).
 3. Muwakkal Fiihi (urusan yang
diwakilkan).
 4. Shighat (ijab kabul).
 (Mahmud Yunus, Al-Fiqh al-Wadhih, 2/34).
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 1. Muwakkil & 2. Wakil, syaratnya
mempunyai ahliyyah at-tashorruf
(kecakapan tasharruf) yaitu : aqil,
mumayyiz, & tiada paksaan.
 Jadi, tak sah orang gila, anak kecil
yg belum mumayyiz, atau orang yg
dipaksa; menjadi wakil/muwakkil.
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 3. Muwakkal Fiihi (urusan yang
diwakilkan) : Syaratnya ada 2
(dua), yaitu :
 (1) urusan itu dapat diwakilkan
(yaqbalu al-niyabah).
 (2) muwakkil mempunyai
kewenangan / otoritas (al-wilayah)
pada perkara yang diwakilkan.
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 Kaidah fiqih :
َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ان‬َ‫س‬ْ‫ن‬ِ‫إل‬ِ‫ل‬ َ‫از‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُّ‫ل‬‫ك‬َ‫ن‬ِ‫ل‬ ُِْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ف‬َّ‫ر‬َ‫ص‬َ‫از‬َ‫ج‬ ُِِ‫س‬ْ‫ف‬
َّ‫ك‬َ‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ُِْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ل‬ِّ‫ك‬َ‫و‬‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ل‬
 "Setiap tasharruf yang boleh dilakukan
sendiri oleh seseorang, boleh bagi dia
mewakilkan [kepada orang lain] atau
boleh juga dia mewakili [orang lain].“
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 Maka sah akad wakalah pada akad
jual beli, ijarah, rahn, nikah, dsb.
 Namun tidak sah akad wakalah
pada segala sesuatu yang
diharamkan, misalnya memungut
riba, membeli khamr, membeli
babi/bangkai/najis/patung, berjudi,
dll.
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 Tidak sah pula akad wakalah pada
ibadah mahdhah badaniyah yang
tidak dapat diwakilkan, seperti
thaharah, puasa, sholat lima waktu,
sholat Jumat.
 Kecuali beberapa ibadah, seperti
haji dan pembagian zakat.
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 Tidak sah pula akad wakalah pada
segala perkara yang pihak
muwakkil tidak mempunyai
wilayah (wewenang / otoritas) untuk
melakukannya.
 Misal : Tidak boleh muwakkil
mengangkat wakil utk menjualkan
barang yang bukan milik
muwakkil.
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 4. Shighat (ijab kabul). Ada 2 (dua) syarat :
 (1) Pengucapan lafal muwakkil yang
menunjukkan keridhoannya. Misalnya
ucapan, "Saya wakilkan kepada anda
untuk membeli ini." (wakkaltuka fi syiraa`i
kadza).
 Adapun dari pihak wakil, tidak
disyaratkan pengucapan dengan lafal, tapi
syaratnya adalah tidak adanya penolakan
dari wakil.
RUKUN & SYARAT WAKALAH
 (2) Shighat wakalah tidak digantungkan
(ta'liq) pada suatu syarat tertentu.
 Misal, tidak sah akad wakalah dengan
mengucapkan,"Kamu akan menjadi wakilku
untuk urusan ini, jika Fulan datang dari
perjalanan."
 (Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa
Adillatuhu, 5/695); Sayyid Al-Bakri, I'anah al-
Thalibin, 3/84; Zakariya al-Anshari, Fathul
Wahhab, 1/253).
BEBERAPA HUKUM WAKALAH
 (1) Segala akibat hukum yang lahir
dalam akad wakalah, menjadi
hak/tanggung jawab bagi pihak
muwakkil, bukan bagi pihak wakil.
 (2) Wakil tidak berhak mewakilkan
lagi kepada orang lain pada
pekerjaan yang dilakukannya,
kecuali atas izin muwakkil.
BEBERAPA HUKUM WAKALAH
 (3) Wakil tidak menjamin kerusakan
sesuatu yang diwakilkan kepadanya,
kecuali karena kelalaian /
kesengajaan dari pihak wakil.
 (4) Pihak wakil atau muwakkil
berhak memfasakh (membatalkan)
akad wakalah kapan saja. Jika salah
satunya mati atau gila, maka akad
wakalah menjadi fasakh (batal).
 (Mahmud Yunus, Al-Fiqh al-Wadhih, 2/34)
WAKALAH DAN IJARAH
 Wahbah Zuhaili berkata :
‫ت‬‫علي‬ ‫هللا‬ ‫ى‬ّ‫صل‬ ‫النبي‬ ‫ألن‬ ‫أجر؛‬ ‫وبغير‬ ‫بأجر‬ ‫الوكالة‬ ‫صح‬‫وسلم‬ ُ
‫ق‬ ‫ولهذا‬ ، ‫عمولة‬ ‫لهم‬ ‫ويجَعل‬ ‫الصدقات‬ ‫لقبض‬ ُ‫عمال‬ ‫يبَعث‬ ‫كان‬‫ال‬
ُ‫عم‬ ‫أبناء‬ ُ‫ل‬:«‫م‬ ‫إليك‬ ‫فنؤدي‬ ،‫الصدقات‬ ‫ْذه‬ ‫على‬ ‫بَعثتنا‬ ‫لو‬‫ا‬
‫الناس‬ ُ‫يصيب‬ ‫ما‬ ‫ونصيب‬ ،‫الناس‬ ‫يؤدي‬»
 "Wakalah sah dengan upah atau tanpa upah. Sebab Nabi SAW
dulu pernah mengutus para amilnya untuk menerima zakat dan
memberikan kepada mereka upah. Karena itulah salah satu
anak paman beliau berkata kepada Nabi,"Hendaklah Anda
mengutus kami untuk mengambil zakat, lalu kami menunaikan
tugas kami untuk Anda sebagaimana yang dilakukan orang lain,
dan kami pun memperoleh apa [upah] sebagaimana yang
diperoleh orang lain." (Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa
Adillatuhu, 5/691).
WASSALAAM

11 HUKUM WAKALAH

  • 1.
  • 2.
    POKOK BAHASAN  (1)PENGERTIAN WAKALAH  (2) HUKUM WAKALAH  (3) RUKUN & SYARAT WAKALAH  (4) WAKALAH DAN IJARAH
  • 3.
    PENGERTIAN WAKALAH  Pengertianwakalah menurut bahasa Arab : ‫ض‬ْ‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ف‬َّ‫ت‬‫ال‬ ‫اللغة‬ ‫في‬ ‫الوكالة‬‫ظ‬ْ‫ف‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ ‫أو‬  "Wakalah menurut bahasa artinya adalah "menyerahkan" atau "menjaga".“  (Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar, 1/283).
  • 4.
    PENGERTIAN WAKALAH  Pengertianwakalah menurut istilah syara' : ْ‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ِ‫ع‬ْ‫ر‬َّ‫ش‬‫ال‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ة‬َ‫ل‬‫َا‬‫ك‬َ‫و‬ْ‫ل‬َ‫ا‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ه‬َ‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ ٍ‫ص‬ْ‫َخ‬‫ش‬ ‫ض‬َ‫ر‬َ‫خ‬‫آ‬ ‫ى‬ َ‫ة‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ي‬ّ‫ن‬‫ال‬ ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ِ‫ل‬ُِِ‫ت‬‫ا‬َ‫ي‬ََ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َُ‫ل‬َ‫َع‬  "Wakalah dalam istilah syara' adalah tindakan seseorang menyerahkan urusannya kepada orang lain pada urusan yang dapat diwakilkan, agar orang lain itu mengerjakan urusan tersebut pada saat hidupnya orang yang mewakilkan."  (Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, 1/253; Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar, 1/283).
  • 5.
    HUKUM WAKALAH  WakalahJaiz (Boleh).  Dalil al-Qur`an : ‫ث‬َ‫َع‬ْ‫ب‬‫ا‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫اق‬َ‫ق‬ِ‫ش‬ ْ‫م‬‫ت‬ْ‫ف‬ ِ‫خ‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬‫ا‬‫ا‬‫م‬َََََ‫و‬ ُِِ‫ل‬َْْ‫أ‬ ِْْ‫م‬ ‫ا‬‫ا‬‫م‬ََََ ‫وا‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ل‬َْْ‫أ‬ ِْْ‫م‬  "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan." (QS al-Nisaa' [4] : 35)  Ayat di atas menunjukkan bolehnya wakalah. Karena hakam (juru damai) adalah wakil dari suami dan dari isteri yang bersengketa. (Imam Nawawi, Al-Majmu', 14/92).
  • 6.
    HUKUM WAKALAH  Dalilhadis antara lain : ‫قال‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ْ‫ب‬ ‫جابر‬ ‫روى‬:َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫خ‬ َ‫لى‬ِ‫إ‬ َ‫ج‬ ْ‫و‬‫ر‬ْ‫الخ‬ ‫ت‬ْ‫د‬َ‫ر‬َ‫أ‬ِ‫هللا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬‫س‬َ‫ر‬ ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ت‬َ‫أ‬َ‫ف‬ َ‫ر‬ َُ‫ل‬ ‫ت‬ْ‫ل‬‫وق‬ ،‫وسلم‬ ُ‫علي‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬:‫ر‬ْ‫الخ‬ ‫د‬ْ‫ي‬ ِ‫ر‬‫أ‬ ْ‫ي‬ِّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ، َ‫ر‬َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫خ‬ َ‫لى‬ِ‫إ‬ َ‫ج‬ ْ‫و‬ِ‫ت‬ْ‫ئ‬ِ‫ا‬ َ‫ف‬ ،‫ا‬‫ا‬‫ق‬ْ‫س‬َ‫و‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ ُْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫ذ‬‫خ‬َ‫ف‬ ْ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ك‬َ‫و‬ْ‫َع‬‫ض‬َ‫ف‬ ‫ا‬‫ة‬َ‫ي‬‫آ‬ َ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ى‬َ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ك‬َ‫د‬َ‫ي‬ ُِِ‫ت‬ ْ‫و‬‫ق‬ْ‫ر‬َ‫ت‬.‫داود‬ ‫أبو‬ ‫رواه‬  "Meriwayatkan Jabir bin Abdullah RA, dia berkata,"Saya bermaksud keluar ke Khaibar lalu aku mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepada beliau,"Sesungguhnya aku akan keluar ke Khaibar. Rasulullah SAW berkata,'Datangilah wakilku dan ambilllah darinya 15 wasaq. Kalau dia minta suatu tanda darimu, letakkan tanganmu pada pundaknya." (HR Abu Dawud). (1 wasaq gandum = 130,56 kg)
  • 7.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  Rukun wakalah ada 4 (empat) :  1. Muwakkil (orang yang mewakilkan).  2. Wakil (orang yang mewakili).  3. Muwakkal Fiihi (urusan yang diwakilkan).  4. Shighat (ijab kabul).  (Mahmud Yunus, Al-Fiqh al-Wadhih, 2/34).
  • 8.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  1. Muwakkil & 2. Wakil, syaratnya mempunyai ahliyyah at-tashorruf (kecakapan tasharruf) yaitu : aqil, mumayyiz, & tiada paksaan.  Jadi, tak sah orang gila, anak kecil yg belum mumayyiz, atau orang yg dipaksa; menjadi wakil/muwakkil.
  • 9.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  3. Muwakkal Fiihi (urusan yang diwakilkan) : Syaratnya ada 2 (dua), yaitu :  (1) urusan itu dapat diwakilkan (yaqbalu al-niyabah).  (2) muwakkil mempunyai kewenangan / otoritas (al-wilayah) pada perkara yang diwakilkan.
  • 10.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  Kaidah fiqih : َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ان‬َ‫س‬ْ‫ن‬ِ‫إل‬ِ‫ل‬ َ‫از‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُّ‫ل‬‫ك‬َ‫ن‬ِ‫ل‬ ُِْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ف‬َّ‫ر‬َ‫ص‬َ‫از‬َ‫ج‬ ُِِ‫س‬ْ‫ف‬ َّ‫ك‬َ‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ُِْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ل‬ِّ‫ك‬َ‫و‬‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ل‬  "Setiap tasharruf yang boleh dilakukan sendiri oleh seseorang, boleh bagi dia mewakilkan [kepada orang lain] atau boleh juga dia mewakili [orang lain].“
  • 11.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  Maka sah akad wakalah pada akad jual beli, ijarah, rahn, nikah, dsb.  Namun tidak sah akad wakalah pada segala sesuatu yang diharamkan, misalnya memungut riba, membeli khamr, membeli babi/bangkai/najis/patung, berjudi, dll.
  • 12.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  Tidak sah pula akad wakalah pada ibadah mahdhah badaniyah yang tidak dapat diwakilkan, seperti thaharah, puasa, sholat lima waktu, sholat Jumat.  Kecuali beberapa ibadah, seperti haji dan pembagian zakat.
  • 13.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  Tidak sah pula akad wakalah pada segala perkara yang pihak muwakkil tidak mempunyai wilayah (wewenang / otoritas) untuk melakukannya.  Misal : Tidak boleh muwakkil mengangkat wakil utk menjualkan barang yang bukan milik muwakkil.
  • 14.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  4. Shighat (ijab kabul). Ada 2 (dua) syarat :  (1) Pengucapan lafal muwakkil yang menunjukkan keridhoannya. Misalnya ucapan, "Saya wakilkan kepada anda untuk membeli ini." (wakkaltuka fi syiraa`i kadza).  Adapun dari pihak wakil, tidak disyaratkan pengucapan dengan lafal, tapi syaratnya adalah tidak adanya penolakan dari wakil.
  • 15.
    RUKUN & SYARATWAKALAH  (2) Shighat wakalah tidak digantungkan (ta'liq) pada suatu syarat tertentu.  Misal, tidak sah akad wakalah dengan mengucapkan,"Kamu akan menjadi wakilku untuk urusan ini, jika Fulan datang dari perjalanan."  (Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, 5/695); Sayyid Al-Bakri, I'anah al- Thalibin, 3/84; Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, 1/253).
  • 16.
    BEBERAPA HUKUM WAKALAH (1) Segala akibat hukum yang lahir dalam akad wakalah, menjadi hak/tanggung jawab bagi pihak muwakkil, bukan bagi pihak wakil.  (2) Wakil tidak berhak mewakilkan lagi kepada orang lain pada pekerjaan yang dilakukannya, kecuali atas izin muwakkil.
  • 17.
    BEBERAPA HUKUM WAKALAH (3) Wakil tidak menjamin kerusakan sesuatu yang diwakilkan kepadanya, kecuali karena kelalaian / kesengajaan dari pihak wakil.  (4) Pihak wakil atau muwakkil berhak memfasakh (membatalkan) akad wakalah kapan saja. Jika salah satunya mati atau gila, maka akad wakalah menjadi fasakh (batal).  (Mahmud Yunus, Al-Fiqh al-Wadhih, 2/34)
  • 18.
    WAKALAH DAN IJARAH Wahbah Zuhaili berkata : ‫ت‬‫علي‬ ‫هللا‬ ‫ى‬ّ‫صل‬ ‫النبي‬ ‫ألن‬ ‫أجر؛‬ ‫وبغير‬ ‫بأجر‬ ‫الوكالة‬ ‫صح‬‫وسلم‬ ُ ‫ق‬ ‫ولهذا‬ ، ‫عمولة‬ ‫لهم‬ ‫ويجَعل‬ ‫الصدقات‬ ‫لقبض‬ ُ‫عمال‬ ‫يبَعث‬ ‫كان‬‫ال‬ ُ‫عم‬ ‫أبناء‬ ُ‫ل‬:«‫م‬ ‫إليك‬ ‫فنؤدي‬ ،‫الصدقات‬ ‫ْذه‬ ‫على‬ ‫بَعثتنا‬ ‫لو‬‫ا‬ ‫الناس‬ ُ‫يصيب‬ ‫ما‬ ‫ونصيب‬ ،‫الناس‬ ‫يؤدي‬»  "Wakalah sah dengan upah atau tanpa upah. Sebab Nabi SAW dulu pernah mengutus para amilnya untuk menerima zakat dan memberikan kepada mereka upah. Karena itulah salah satu anak paman beliau berkata kepada Nabi,"Hendaklah Anda mengutus kami untuk mengambil zakat, lalu kami menunaikan tugas kami untuk Anda sebagaimana yang dilakukan orang lain, dan kami pun memperoleh apa [upah] sebagaimana yang diperoleh orang lain." (Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, 5/691).
  • 19.