WAKALAH DALAM
HUKUM ISLAM
AGUS MIRANTO 80100221071
Pendahuluan
Agama Islam dalam rangka menciptakan dan
mewujudkan kemaslahatan ummat manusia memiliki
perhatian yang sangat besar terhadap segala bentuk
muamalah termasuk muamalah maaliyah dengan
memperhatikan dan mempertimbangkan segala situasi
dan kondisi yang ada disekitar manusia.
Pendahuluan
Seringkali dalam bertransaksi jual beli
seseorang diperhadapkan pada suatu kondisi
dimana ia tidak dapat menunaikan kewajiban
atau mendapatkan haknya secara langsung
sehingga ia membutuhkan bantuan orang lain
untuk menggantikannya. Oleh karenanya
islam mensyariatkan wakalah atau perwakilan
karena manusia membutuhkannya. Dalam hal
ini, seseorang boleh menujuk orang lain yang
ia percayai untuk mewakilinya untuk
melakukan tindakan-tindakan yang sesuai
dalam menyelesaikan suatu urusan.
Wakalah berasal dari bahasa
arab yaitu masdar dari kata
wakala-yakilu-waklan, yang
bermakna mewakilkan atau
menyerahkan suatu urusan.
Diantara makna wakalah juga
bermakna al-tafwidh yang
berarti
penyerahan,pendelegasian
atau pemberian mandat, dan
al hifz yakni pemeliharaan.
Pembahasan
Wakalah adalah akad yang memberikan kuasa
(muwakkil) kepada pihak lain (al-wakil) untuk
melakukan suatu kegiatan pada hal-hal yang
dibolehkan ketika yang memberi kuasa
berhalangan dan tidak dapat melakukan
kegiatan tersebut yang mana pada hal ini pihak
kedua atau al-wakil akan bertindak atas nama
pihak pertama (muwakkil).
Akad wakalah pada hakikatya adalah akad yang
digunakan oleh seseorang apabila dia
membutuhkan orang lain atau mengerjakan
sesuatu yang tidak dapat dilakukannya sendiri
dan meminta orang lain untuk melaksanakannya.
02
01
Landasan Wakalah
Al-Quran
QS. Yusuf ayat 93;
ُ‫ه‬ْ
‫و‬ُ
‫ق‬ْ‫ل‬َ‫ا‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ
‫ذ‬ٰ
‫ه‬ ْ
‫ي‬ِ
‫ص‬ْ‫ي‬ِ
‫م‬َ
‫ق‬ِ‫ب‬ ‫ا‬ْ
‫و‬ُ‫ب‬َ
‫ه‬ْ‫ذ‬ِ‫ا‬
ِ
‫ص‬َ‫ب‬ ِ
‫ت‬َْ
‫َي‬ ِْ
‫ِب‬َ‫ا‬ ِ
‫ه‬ْ
‫ج‬َ
‫و‬ ‫ى‬ٰ‫ل‬َ
‫ع‬
ُ
‫ك‬ِ‫ل‬ْ
‫ه‬َِ
‫ِب‬ ْ
ِ
‫ِن‬ْ
‫و‬ُ‫ت‬ْ‫أ‬َ
‫ۚو‬ ‫ا‬ً
‫ر‬ْ‫ي‬
ْ
‫م‬
َْ
‫ْي‬ِ‫ع‬َْ
‫ْج‬َ‫ا‬
Terjemahnya:
Pergilah kamu dengan membawa bajuku
ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia
akan melihat (kembali); dan bawalah
seluruh keluargamu kepadaku.
Hadis
Ijma’
Rukun dan Syarat Wakalah
Sama seperti jenis akad yang lain, pada akad
wakalah ini agar sah dan mempunyai akibat
hukum maka harus memenuhi rukun dan
syaratnya. Rukun adalah sesuatu yang mutlak
ada pada suatu akad.
Rukun wakalah
1) Orang yang memberi kuasa (al-
Muwakkil)
2) Orang yang diberi kuasa (al-Wakil)
3) Perkara/hal yang dikuasakan (al-Taukil)
4) Pernyataan Kesepakatan (Ijab dan
Qabul).
01 02
Muwakkil merupakan orang yang berwakil disyaratkan sah melakukan apa
yang diwakilkan, sebab milik atau di bawah kekuasaannya orang yang
berwakil disyaratkan sah melakukan apa yang diwakilkan, sebab milik atau
di bawah kekuasaannya. Syarat-syarat muwakkil adalah:
1) Pemilik sah yang dapat bertindak terhadap sesuatu yang diwakilkan.
2) Orang mukallaf atau anak mumayyiz dalam batas-batas tertentu, yakni
dalam hal-hal yang bermanfaat baginya seperti mewakilkan untuk menerima
hibah, menerima sedekah dan sebagainya.
Syarat-syarat muwakkil (yang
mewakilkan)
01 02
Syarat-syarat wakil adalah sebagai berikut:
1) Cakap hukum, cakap bertindak hukum untuk dirinya dan orang lain,
memiliki pengetahuan yang memadai tentang masalah yang diwakilkan
kepadanya, serta amanah dan mampu mengerjakan pekerjaan yang
dimandatkan kepadanya.
2) Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya.
3) Wakil adalah orang yang diberi amanat.
Syarat-syarat wakil (yang mewakili)
2018
2019 2021
2020 2022
Perkara yang
diwakilkan/obyek wakal
Sesuatu yang dapat dijadikan obyek akad atau suatu pekerjaan yang
dapat dikerjakan orang lain, perkara-perkara yang mubah dan
dibenarkan oleh syara’, memiliki identitas yang jelas, dan milik sah dari
al-muwakkil, misalnya: jual-beli, sewa-menyewa, pemindahan hutang,
tanggungan, kerjasama usaha, penukaran mata uang, pemberian gaji,
akad bagi hasil, talak, nikah, perdamaian dan sebagainya.
.
Pernyataan Kesepakatan
(Ijab-Qabul)
Kesepakatan kedua belah pihak baik
lisan maupun tulisan dengan keikhlasan
memberi dan menerima baik fisik
maupun manfaat dari hal yang
ditransaksikan. Merupakan sighat secara
umum yang menunjukan pemberian
kuasa dalam perkara yang umum.
Berakhirnya Wakalah
STOP
Wakalah bukanlah akad yang
berlaku abadi, tetapi bisa menjadi
batal atau dibatalkan. Dalam hal
ini, ada beberapa hal yang
menyebabkan wakalah itu batal
dan berakhir
a. wafat atau gila.
b. sudah selesai pelaksanaannya atau dihentikan maksud dari
pekerjaan tersebut.
c. Diputuskannya wakalah tersebut oleh salah satu pihak yang
menerima kuasa dan berakhir karena hilangnya kekuasaannya
atau hak pemberi kuasa atas sesuatu obyek yang dikuasakan.
d. Dihentikannya aktivitasdimaksud oleh kedua belah pihak.
e. Pembatalan akad oleh pemberi kuasa terhadap penerima
kuasa, yang diketahui oleh penerima kuasa.
f. Penerima kuasa mengundurkan diri dengan sepengetahuan
pemberi kuasa.
g. Gugurnya hak pemilikan atas barang bagi pemberi kuasa
Pembagian Wakalah
Wakalah
Muthlaqah
Al-wakalah al-
Muqayyadah,
Al-wakalah
al-Ammah
pendelegasian
wewenang bersifat
umum, tanpa adanya
spesifikasi. Biasanya
kuasa ini untuk
perbuatan pengurus
sehari-hari.
Al-wakalah al-Mutlaqah,
yakni mewakilkan secara
mutlak, tanpa batas waktu
dan untuk segala urusan.
Dalam hukum positif,
seringkali dikenal dengan
istilah kuasa luas, yang
biasanya digunakan untuk
mewakili segala kebutuhan
pemberi kuasa dan
biasanya hanya untuk
perbuatan pengurusan.
penunjukkan
wakil untuk
bertindak atas
nama dalam
urusan-urusan
tertentu.
Contoh Penerapan
Wakalah
Dalam operasional kegiatan Bank sehari
hari, Bank syariah melakukan proses
penerapan akad Wakalah Bil Ujroh dalam
mekenisme produknya. Jasa transfer
merupakan proses pemindahan suatu dana
atau kiriman uang dari satu rekening ke
rekening lainnya ataupun dari satu unit
kerja bank (bisa berupa Kantor Pusat,
kantor Cabang ) ke unit kerja bank lainnya
yang dituju. Dari proses pemindahan atau
pengiriman tersebut pihak bank meminta
upah atau imbalan kepada nasabah
sebagai keuntungan yang didapatkan dari
jasa transfer tersebut.
Transfer Uang
Akad untuk transaksi Letter of Credit
Import Syariah ini menggunakan
akad Wakalah Bil Ujrah
Akad Wakalah bil Ujrah ini memiliki
definisi dimana nasabah
memberikan kuasa kepada bank
dengan ketidakseimbangan
pemberian ujrah atau fee. Namun
ada beberapa modifikasi dalam
akad ini sesuai dengan sutuasi yang
terjadi.
Letter Of Credit
Impor Syariah
Dalam proses pembelian sebuah
rumah dengan menggunakan metode
pembiayaan KPR oleh bank syariah
yaitu sebagai berikut: Untuk
kepentingan dari musytari pihak bank
akan terlebih dahulu membeli rumah
yang dibutuhkan musytari dari penjual
atau developer rumah. Setelah proses
tersebut kemudian menjual kembali
kepada musytari sebesar harga pokok
pembelian dari pihak developer di
tambah dengan margin keuntungan
yang di tentukan oleh bank dan
disepakati bersama musytari.
Murabahah Bil
Wakalah
Bank syariah dapat memberikan jasa
wakalah, yaitu sebagai wakil dari
nasabah sebagai pemberi kuasa
(muwakil) untuk melakukan sesuatu
(taukil). Dalam hal ini, bank dapat upah
atau biaya administrasi atas jasa
tersebut. Sebagai contoh, bank
mewakili sekolah atau universitas
sebagai penerima biaya spp dari para
pelajar untuk biaya studi dan contoh
jasa transfer.
Penggunaan Jasa
Bank Syariah
Kesimpulan
Akad wakalah pada hakikatya adalah akad yang
digunakan oleh seseorang apabila dia membutuhkan
orang lain mengerjakan sesuatu yang tidak dapat
dilakukannya sendiri dan meminta orang lain untuk
melaksanakannya. Wakalah dalam hukum Islam
dibolehkan berdasarkan al-Quran, hadis dan ijma’ dan
menjadi sarana kemudahan bagi umat Islam dalam
berbagai urusan khususnya dalam muamalah.
Penerapan konsep wakalah telah dipraktekkan jauh sejak
Rasulullah Saw. Masih hidup. Dengan wakalah maka
muncullah sikap ta’awun dalam kebaikan sehingga
terdapat pembagian tugas, muwakkil (orang yang
mewakilkan) dan wakil (orang yang mewakili) melakukan
kerjasama untuk menjalankan hak dan kewajiban, saling
percaya, dan menghilangkan sifat curiga dan buruk
sangka.
Akad wakalah telah dapat diterapkan dalam Institusi
Keuangan Islam di Indonesia. Fatwa untuk akad ini telah
dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama
Indonesia NO: 10/DSN-MUI/IV/2000. Hal ini akan mendukung
perkembangan produk-produk keungan Islam dengan akad
Wakalah, yang mana akan menduukung pula perkembangan
perbankan dan investasi Syariah di Indonesia.
Jazakumullahu
Khairan
AGUS MIRANTO MUHARRAR

Agus Miranto Slide Wakalah.pptx

  • 1.
    WAKALAH DALAM HUKUM ISLAM AGUSMIRANTO 80100221071
  • 2.
    Pendahuluan Agama Islam dalamrangka menciptakan dan mewujudkan kemaslahatan ummat manusia memiliki perhatian yang sangat besar terhadap segala bentuk muamalah termasuk muamalah maaliyah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan segala situasi dan kondisi yang ada disekitar manusia.
  • 3.
    Pendahuluan Seringkali dalam bertransaksijual beli seseorang diperhadapkan pada suatu kondisi dimana ia tidak dapat menunaikan kewajiban atau mendapatkan haknya secara langsung sehingga ia membutuhkan bantuan orang lain untuk menggantikannya. Oleh karenanya islam mensyariatkan wakalah atau perwakilan karena manusia membutuhkannya. Dalam hal ini, seseorang boleh menujuk orang lain yang ia percayai untuk mewakilinya untuk melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dalam menyelesaikan suatu urusan.
  • 4.
    Wakalah berasal daribahasa arab yaitu masdar dari kata wakala-yakilu-waklan, yang bermakna mewakilkan atau menyerahkan suatu urusan. Diantara makna wakalah juga bermakna al-tafwidh yang berarti penyerahan,pendelegasian atau pemberian mandat, dan al hifz yakni pemeliharaan. Pembahasan
  • 5.
    Wakalah adalah akadyang memberikan kuasa (muwakkil) kepada pihak lain (al-wakil) untuk melakukan suatu kegiatan pada hal-hal yang dibolehkan ketika yang memberi kuasa berhalangan dan tidak dapat melakukan kegiatan tersebut yang mana pada hal ini pihak kedua atau al-wakil akan bertindak atas nama pihak pertama (muwakkil). Akad wakalah pada hakikatya adalah akad yang digunakan oleh seseorang apabila dia membutuhkan orang lain atau mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilakukannya sendiri dan meminta orang lain untuk melaksanakannya. 02 01
  • 6.
    Landasan Wakalah Al-Quran QS. Yusufayat 93; ُ‫ه‬ْ ‫و‬ُ ‫ق‬ْ‫ل‬َ‫ا‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ ‫ذ‬ٰ ‫ه‬ ْ ‫ي‬ِ ‫ص‬ْ‫ي‬ِ ‫م‬َ ‫ق‬ِ‫ب‬ ‫ا‬ْ ‫و‬ُ‫ب‬َ ‫ه‬ْ‫ذ‬ِ‫ا‬ ِ ‫ص‬َ‫ب‬ ِ ‫ت‬َْ ‫َي‬ ِْ ‫ِب‬َ‫ا‬ ِ ‫ه‬ْ ‫ج‬َ ‫و‬ ‫ى‬ٰ‫ل‬َ ‫ع‬ ُ ‫ك‬ِ‫ل‬ْ ‫ه‬َِ ‫ِب‬ ْ ِ ‫ِن‬ْ ‫و‬ُ‫ت‬ْ‫أ‬َ ‫ۚو‬ ‫ا‬ً ‫ر‬ْ‫ي‬ ْ ‫م‬ َْ ‫ْي‬ِ‫ع‬َْ ‫ْج‬َ‫ا‬ Terjemahnya: Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat (kembali); dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku. Hadis Ijma’
  • 7.
    Rukun dan SyaratWakalah Sama seperti jenis akad yang lain, pada akad wakalah ini agar sah dan mempunyai akibat hukum maka harus memenuhi rukun dan syaratnya. Rukun adalah sesuatu yang mutlak ada pada suatu akad. Rukun wakalah 1) Orang yang memberi kuasa (al- Muwakkil) 2) Orang yang diberi kuasa (al-Wakil) 3) Perkara/hal yang dikuasakan (al-Taukil) 4) Pernyataan Kesepakatan (Ijab dan Qabul).
  • 8.
    01 02 Muwakkil merupakanorang yang berwakil disyaratkan sah melakukan apa yang diwakilkan, sebab milik atau di bawah kekuasaannya orang yang berwakil disyaratkan sah melakukan apa yang diwakilkan, sebab milik atau di bawah kekuasaannya. Syarat-syarat muwakkil adalah: 1) Pemilik sah yang dapat bertindak terhadap sesuatu yang diwakilkan. 2) Orang mukallaf atau anak mumayyiz dalam batas-batas tertentu, yakni dalam hal-hal yang bermanfaat baginya seperti mewakilkan untuk menerima hibah, menerima sedekah dan sebagainya. Syarat-syarat muwakkil (yang mewakilkan)
  • 9.
    01 02 Syarat-syarat wakiladalah sebagai berikut: 1) Cakap hukum, cakap bertindak hukum untuk dirinya dan orang lain, memiliki pengetahuan yang memadai tentang masalah yang diwakilkan kepadanya, serta amanah dan mampu mengerjakan pekerjaan yang dimandatkan kepadanya. 2) Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya. 3) Wakil adalah orang yang diberi amanat. Syarat-syarat wakil (yang mewakili)
  • 10.
    2018 2019 2021 2020 2022 Perkarayang diwakilkan/obyek wakal Sesuatu yang dapat dijadikan obyek akad atau suatu pekerjaan yang dapat dikerjakan orang lain, perkara-perkara yang mubah dan dibenarkan oleh syara’, memiliki identitas yang jelas, dan milik sah dari al-muwakkil, misalnya: jual-beli, sewa-menyewa, pemindahan hutang, tanggungan, kerjasama usaha, penukaran mata uang, pemberian gaji, akad bagi hasil, talak, nikah, perdamaian dan sebagainya. .
  • 11.
    Pernyataan Kesepakatan (Ijab-Qabul) Kesepakatan keduabelah pihak baik lisan maupun tulisan dengan keikhlasan memberi dan menerima baik fisik maupun manfaat dari hal yang ditransaksikan. Merupakan sighat secara umum yang menunjukan pemberian kuasa dalam perkara yang umum.
  • 12.
    Berakhirnya Wakalah STOP Wakalah bukanlahakad yang berlaku abadi, tetapi bisa menjadi batal atau dibatalkan. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang menyebabkan wakalah itu batal dan berakhir a. wafat atau gila. b. sudah selesai pelaksanaannya atau dihentikan maksud dari pekerjaan tersebut. c. Diputuskannya wakalah tersebut oleh salah satu pihak yang menerima kuasa dan berakhir karena hilangnya kekuasaannya atau hak pemberi kuasa atas sesuatu obyek yang dikuasakan. d. Dihentikannya aktivitasdimaksud oleh kedua belah pihak. e. Pembatalan akad oleh pemberi kuasa terhadap penerima kuasa, yang diketahui oleh penerima kuasa. f. Penerima kuasa mengundurkan diri dengan sepengetahuan pemberi kuasa. g. Gugurnya hak pemilikan atas barang bagi pemberi kuasa
  • 13.
    Pembagian Wakalah Wakalah Muthlaqah Al-wakalah al- Muqayyadah, Al-wakalah al-Ammah pendelegasian wewenangbersifat umum, tanpa adanya spesifikasi. Biasanya kuasa ini untuk perbuatan pengurus sehari-hari. Al-wakalah al-Mutlaqah, yakni mewakilkan secara mutlak, tanpa batas waktu dan untuk segala urusan. Dalam hukum positif, seringkali dikenal dengan istilah kuasa luas, yang biasanya digunakan untuk mewakili segala kebutuhan pemberi kuasa dan biasanya hanya untuk perbuatan pengurusan. penunjukkan wakil untuk bertindak atas nama dalam urusan-urusan tertentu.
  • 14.
    Contoh Penerapan Wakalah Dalam operasionalkegiatan Bank sehari hari, Bank syariah melakukan proses penerapan akad Wakalah Bil Ujroh dalam mekenisme produknya. Jasa transfer merupakan proses pemindahan suatu dana atau kiriman uang dari satu rekening ke rekening lainnya ataupun dari satu unit kerja bank (bisa berupa Kantor Pusat, kantor Cabang ) ke unit kerja bank lainnya yang dituju. Dari proses pemindahan atau pengiriman tersebut pihak bank meminta upah atau imbalan kepada nasabah sebagai keuntungan yang didapatkan dari jasa transfer tersebut. Transfer Uang
  • 15.
    Akad untuk transaksiLetter of Credit Import Syariah ini menggunakan akad Wakalah Bil Ujrah Akad Wakalah bil Ujrah ini memiliki definisi dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank dengan ketidakseimbangan pemberian ujrah atau fee. Namun ada beberapa modifikasi dalam akad ini sesuai dengan sutuasi yang terjadi. Letter Of Credit Impor Syariah
  • 16.
    Dalam proses pembeliansebuah rumah dengan menggunakan metode pembiayaan KPR oleh bank syariah yaitu sebagai berikut: Untuk kepentingan dari musytari pihak bank akan terlebih dahulu membeli rumah yang dibutuhkan musytari dari penjual atau developer rumah. Setelah proses tersebut kemudian menjual kembali kepada musytari sebesar harga pokok pembelian dari pihak developer di tambah dengan margin keuntungan yang di tentukan oleh bank dan disepakati bersama musytari. Murabahah Bil Wakalah
  • 17.
    Bank syariah dapatmemberikan jasa wakalah, yaitu sebagai wakil dari nasabah sebagai pemberi kuasa (muwakil) untuk melakukan sesuatu (taukil). Dalam hal ini, bank dapat upah atau biaya administrasi atas jasa tersebut. Sebagai contoh, bank mewakili sekolah atau universitas sebagai penerima biaya spp dari para pelajar untuk biaya studi dan contoh jasa transfer. Penggunaan Jasa Bank Syariah
  • 18.
    Kesimpulan Akad wakalah padahakikatya adalah akad yang digunakan oleh seseorang apabila dia membutuhkan orang lain mengerjakan sesuatu yang tidak dapat dilakukannya sendiri dan meminta orang lain untuk melaksanakannya. Wakalah dalam hukum Islam dibolehkan berdasarkan al-Quran, hadis dan ijma’ dan menjadi sarana kemudahan bagi umat Islam dalam berbagai urusan khususnya dalam muamalah. Penerapan konsep wakalah telah dipraktekkan jauh sejak Rasulullah Saw. Masih hidup. Dengan wakalah maka muncullah sikap ta’awun dalam kebaikan sehingga terdapat pembagian tugas, muwakkil (orang yang mewakilkan) dan wakil (orang yang mewakili) melakukan kerjasama untuk menjalankan hak dan kewajiban, saling percaya, dan menghilangkan sifat curiga dan buruk sangka.
  • 19.
    Akad wakalah telahdapat diterapkan dalam Institusi Keuangan Islam di Indonesia. Fatwa untuk akad ini telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia NO: 10/DSN-MUI/IV/2000. Hal ini akan mendukung perkembangan produk-produk keungan Islam dengan akad Wakalah, yang mana akan menduukung pula perkembangan perbankan dan investasi Syariah di Indonesia.
  • 20.