RANCANGAN
 BUJURSANGKAR LATIN

( LATIN SQUARE DESIGN)


              Ir. Zakaria Ibrahim, MM
CIRI-CIRI R.B.L.
(1) Pada unit percobaan dilakukan batasan pengelompokan ganda →
     seperti dua RAK, dua kelompok berbeda dengan baris dan kolom sebagai ulangan.

(2) Banyaknya perlakuan sama dengan banyaknya ulangan

(3) Banyaknya satuan percobaan = kuadrat (square) perlakuan atau ulangannya

(4) Setiap perlakuan diberi lambang huruf latin besar → Misalnya: A, B, C, D
       sehingga disebut Latin Square Design

(5). Terdapat 3 sumber keragaman:
           - baris (row) → misalnya : waktu pengamatan
           - lajur (kolom) → misalnya : bahan percobaan
           - perlakuan → misalnya : ransum
             (disamping pengaruh acak)

     Ke 3 keragaman tsb. jumlahnya sama besar = r
Model Matematika RBL:

Model:         Yi j k = μ + βi +      +
                                      j    k   +   εi j k
                                baris →    i = 1, 2, . . . 5
                          lajur (kolom)→ j = 1, 2, . . . 5
                            perlakuan → k = 1, 2, . . . 5

 Yi j k = hasil pengamatan pada baris ke-i, lajur (kolom)
          ke-j, untuk perlakuan ke-k
  μ = nilai tengah umum
  β i = pengaruh baris (row) ke i
    j     = pengaruh lajur (kolom) ke j
    k     = pengaruh perlakuan ke k
 εi j k   = pengaruh acak (galat percobaan) pada baris kei,
            lajur ke-j , yang diberikan utk perlakuan ke k .
Ulangan pada RBL
RBL sebenarnya mempunyai dua ulangan:
          Ulangan I (baris)
          Ulangan II (kolom atau lajur)
          Sedang banyaknya perlakuan =
                 banyaknya ulangan I =
                 banyaknya ulangan II
                        ↓
Sehingga :
              Banyaknya baris (ulangan I) =
              Banyaknya kolom (ulangan II) =
              Banyaknya perlakuan = r
Penempatan perlakuan pada RBL:

                Cara pengacakannya dengan acak terbatas →
                            ↓
 Tiap perlakuan hanya boleh terdapat sekali dalam tiap baris dan
 tiap kolom

Misalnya Rancangan Bujursangkar Latin, dengan
  perlakuan 1, 2,3,4 dan 5.
                         ↓
  (1). Buat latin baku secara acak → A, B, C, D dan E
       ( baris dan lajur pertama, hurufnya menurut
         urutan abjad)
                           A B C D E
                           B C D E A
                           C D E A B
                           D E A B C
                           E A B C D

  (2). Acak menurut baris

  (3). Acak menurut kolom
A   B    C    D   E   B   C   D E   A   A   D    E    C   B
B   C    D    E   A   D   E   A B   C   C   A    B    E   D
C   D    E    A   B   A   B   C D   E   E   C    D    B   A
D   E    A    B   C   E   A   B C   D   D   B    C    A   E
E   A    B    C   D   C   D   E A   B   B   E    A    D   C
        (1)                   (2)               (3)



(4). Penempatan perlakuan ke dalam bujur sangkar (3),
     dengan bantuan bilangan acak misalnya didapat su-
     sunan: 2 5 1 3 4
                             ↓
Berarti bahwa: perlakuan   2 menempati A
                    ―      5    ―      B        diperoleh
                    ―      1    ―      C         sebagai
                    ―      3    ―      D         berikut
                    ―      4    ―      E


                             2   3   4      1       5
  A   D   E     C   B        1   2   5      4       3
  C   A   B     E   D        4   1   3      5       2
  E   C   D     B   A
  D   B   C     A   B        3   5   1      2       4
  B   E   A     D   C        5   4   2      3       1
          (3)                         (4)
Pengolahan data dan sidik ragam RBL:
                      Sebagai contoh
Penelitian terhadap sapi perah 5 ekor dgn jenis sama
 (ttp mungkin keadaan fisik tak sama, dan juga umur tak
  sama) → oleh karena itu ke 5 ekor sapi tsb dpt dijadikan
  kelompok.

      Sapi-sapi tsb diberi 5 macam ransum yang berbeda
  ialah ransum A, B, C, D dan E.

     Pengamatan dilakukan thdp produksi air susunya se-
  lama 1 bulan (disebut periode I ), setelah itu sapi-sapi
  tsb diistirahatkan pada waktu ttt sampai pengaruh pem-
  berian ransum tidak ada lagi.
Kemudian diberi perlakuan kembali dgn 5 macam ran-
sum tsb, akan ttp pemberiannya (macam ransum) berbeda
dengan semula untuk sapi yang sama → dalam hal ini sapi
tetap, tetapi ransumnya berbeda.
    Dilakukan kembali pengamatan thdp produksi air susu-
nya selama 1 bulan → disebut periode II. Selanjutnya diis-
tirahatkan kembali seperti di atas, dan seterusnya sehingga
lengkaplah semua perlakuan untuk tiap sapi (sampai perio-
de v )

 Jadi terdapat 5 sapi perah jenis sama ( 1, 2, 3, 4 dan 5 )
                5 perlakuan ransum (A, B, C, D dan E )
                5 periode pengukuran (I, II, III,IV dan V )
Rancangan Bujursangkar Latin
( 5 sapi perah, 5 ransum dan 5 periode pengukuran)

     Periode            Sapi Perah ke
   Pengukuran
                   1      2     3       4     5
   1 bulan I       B      D     A       C     E

   1 bulan II      D      A      C      E     B

   1 bulan III     E      B      D      A     C

   1 bulan IV      C      E      B      D    A

   1 bulan     V   A      C      E      B     D
Model:           Yi j k = μ + βi +          j   +    k   +   εi j k
                              periode   →       i = 1, 2, . . . . . 5
                             sapi       →
                                      j = 1, 2, . . . . . 5
                             ransum → k = 1, 2, . . . . .5
Yi j k = produksi susu selama 1 bulan dari sapi ke - j yg
         menerima perlakuan ke - k pada periode ke - i
 β i = pengaruh periode (baris) ke i
   j     = pengaruh sapi (kolom) ke j
   k     = pengaruh ransum (perlakuan) ke k
εi j k   = pengaruh acak (galat percobaan) pada periode
          ke i , sapi ke j , yang diberikan utk perlakuan ran-
          sum ke k .
Bentuk umum Hasil Pengamatan Penelitian
 Sapi Perah dengan Rancangan Bujursangkar Latin
 Peri-             sapI         perah       ke                  Total
 ode           1         2         3        4          5
  I      Y11 (2)      Y12 (4)    Y13 (1)   ....      Y15 (5)     Y1.
  II     Y21 (4)      Y22 (1)    ....      ....      Y25 (2)     Y2.
 III     Y31 (5)      Y32 (2)    ....      Y34 (1)   Y35 (3)     Y3.
 IV      Y41 (3)      Y42 (5)    ....      ....       Y45 (1)    Y4.
  V      Y51 (1)      Y52 (3)    ....      ....       Y55 (4)    Y5.

 Total   Y.1          Y.2        Y.3       Y.4       Y.5         Y..

Untuk perlakuan A :
                   T1 = Y51 (1) + Y22 (1) + Y13 (1) + Y34 (1) + Y45 (1)
Jumlah kuadrat:
                                                                     2
                 2             2                         2         Y..
JK Total = Y11(2) +      Y21(4)     + ........+    Y55(4)          —
                                                                   25
                     2         2                     2         2
JK Periode = Y1. + Y2. + . . . . . . . . + Y5.               Y..
 (JK Baris)              5                                   25

                     2         2                     2         2
JK Sapi   = Y.1 + Y.2 + . . . . . . . . + Y.5                Y..
 (JK Kolom)               5                                  25

                         2      2              2         2
JK Ransum = T1 + T2 + . . . . . + T5                 Y..
 (JK Perlakuan)      5                               25

JK Galat = JK Total – JK Periode – JK Sapi – JK Ransum
Sidik Ragam         Rancangan Bujursangkar Latin
Sumber Keragaman        d.b.        J.K.            K.T.   F hitung
Periode (Baris)         4        JK Periode   KT Periode
Sapi (Kolom)            4        JK Sapi      KT Sapi
Ransum (Perlakuan)      4        JK Ransum    KT Ransum
Galat                   12       JK Galat     KT galat
 Total                  24       JK Total




  F hitung: untuk Periode = KT Periode / KT Galat

           untuk Sapi        = KT Sapi / KT Galat

           untuk Ransum = KT Ransum / KT Galat
Nilai Pengamatan yang Hilang
           untuk Rancangan Bujursangkar Latin

                               → Satu datum hilang:

                                              r = ∑ baris = ∑ kolom
           1       2       3       4
       A       B       C       D              R = ∑ nilai yang ada dalam
   1                                                baris ybs.
       D       A       B       C
   2                                   R
       C       D       A       B              C = ∑ nilai yang ada dalam
   3                                                kolom ybs.
       B       C       D       A
   4                                          T = ∑ nilai yang ada dari
                           C           G            perlakuan ybs.

                                              G = ∑ semua nilai yang ada

hilang

                     r (R+C+T)–2G
                 Y =    ( r – 1) ( r – 2 )




 # Merupakan penduga → tidak memberikan sokongan thdp galat
                      percobaan (d.b. galat berkurang satu)


 # J.K. Perlakuan berbias positif → K.T. Perlakuan agak tinggi



                    {G–R–C–(r–1)T}2
            Bias =
                        {( r – 1) ( r – 2 )} 2






S.K.           d.b.

     Baris          (r–1)
     Kolom          (r–1)
     Perlakuan      (r–1)
     Galat          (r–1)(r–2)–1
     Total          ( r2 – 2 )

Bias tsb dihitung → J.K. Perlakuan tak berbias dpt diketemukan
                  → K.T. Perlakuan terkoreksi dpt dicari
                  → F hitung terkoreksi diketemukan


Bila bbrp data hilang, dicari dgn menerapkan berkali-kali rumus
   satu datum hilang, seperti halnya pada Ranc Acak Kelomp.
Efisiensi Relatif Rancangan Bujursangkar Latin
             terhadap Rancangan Acak Kelompok
                                 1   2       3       4
                         1
                             A   B       C       D

                         2
                             D A         B       C
                             C D         A       B
                         3
                             B   C       D       A
                         4
    Sidik Ragam RBL:
           S.K.      d.b.                                J.K.   K.T
.
       Baris       ( r – 1 ) = fb                        JKB    KTB
       Kolom       ( r – 1 ) = fk                        JKK    KTK
       Perlakuan   ( r – 1 ) = fp                        JKP    KTP
       Galat       ( r – 1 ) ( r – 2 ) = fg = f1         JKG    KTG

       Total       ( r2 – 1 )                            JKT     -
Seandainya percobaan dilaksanakan dgn RAK,
          dengan baris sebagai kelompok
                ( kolom diabaikan)

       S.K.                 d.b.         J.K.   K.T
  Kelompok (baris)       (r – 1) = fb   JKK     KTK
  Perlakuan              (r – 1) = fp   JKP     KTP
  Galat                 (r – 1)2 = f2   JKG'     KTG'
  Total                ( r2 – 1)        JKT


                 fk x KTK + ( fp + fg ) x KTG
KTG' ( RAK ) =          ( fk + f p + f g )
( f1 + 1 ) ( f2 + 3 ) ( 1 / KTG )
E RBL terhadap RAK      =                                              X 100%
  (baris sbg kelomp.)       ( f2 + 1 ) ( f1 + 3 ) ( 1 / KTG' (RAK)


                            ( f1 + 1 ) ( f 2 + 3 )       KTG ' (RAK)
                        =                            X                 X 100%
                            ( f2 + 1 ) ( f 1 + 3 )         KTG




     Dimana: f1 = fg = ( r – 1 ) ( r – 2 )
              f2 = ( r – 1 )2
Jika percobaan Rancangan Bujursangkar Latin
    dipandang sebagai Rancangan Acak Kelompok,
           dengan kolom sebagai kelompok
                   ( baris diabaikan)


                         fb   X   KTB + ( fp + fg ) x KTG
KTG‘' ( RAK ) =                     ( fb + fp + fg )


                          ( f1 + 1 ) ( f 2 + 3 )   KTG'' ( RAK)
E RBL terhadap RAK =
  (kolom sbg. Kelomp.)    ( f2 + 1) ( f1 + 3 ) X     KTG          X 100%


                Kesimpulan → sama dgn Efisiensi RAK
T U T O R I A L


M O D U L       VIII
TUTORIAL
     TUGAS BAB 9 No II
(Dikerjakan di lembaran Kertas)


TUGAS PEKERJAAN RUMAH
  (Dikerjakan pada Buku Ajar)
    - BAB 9 No I
    - BAB 9 No II
       (Soal serupa tetapi tidak sama
          untuk setiap mahasiswa)
Hasil Pengamatan Kadar NO (ppm)


Pengen-                           M o bi l
 dara         1                     3           4
                          2
  I       A ( 21 )   B ( 26 )   D ( 20 )    C ( 25 )

  II      D ( 23 )   C ( 26 )   A ( 20 )    B ( 27 )

 III      B ( 15 )   D ( 13 )   C ( 16 )    A ( 16 )


  IV      C ( 17 )   A ( 15 )   B ( 20 )    D ( 20 )

09. rbsl

  • 1.
    RANCANGAN BUJURSANGKAR LATIN (LATIN SQUARE DESIGN) Ir. Zakaria Ibrahim, MM
  • 2.
    CIRI-CIRI R.B.L. (1) Padaunit percobaan dilakukan batasan pengelompokan ganda → seperti dua RAK, dua kelompok berbeda dengan baris dan kolom sebagai ulangan. (2) Banyaknya perlakuan sama dengan banyaknya ulangan (3) Banyaknya satuan percobaan = kuadrat (square) perlakuan atau ulangannya (4) Setiap perlakuan diberi lambang huruf latin besar → Misalnya: A, B, C, D sehingga disebut Latin Square Design (5). Terdapat 3 sumber keragaman: - baris (row) → misalnya : waktu pengamatan - lajur (kolom) → misalnya : bahan percobaan - perlakuan → misalnya : ransum (disamping pengaruh acak) Ke 3 keragaman tsb. jumlahnya sama besar = r
  • 3.
    Model Matematika RBL: Model: Yi j k = μ + βi + + j k + εi j k baris → i = 1, 2, . . . 5 lajur (kolom)→ j = 1, 2, . . . 5 perlakuan → k = 1, 2, . . . 5 Yi j k = hasil pengamatan pada baris ke-i, lajur (kolom) ke-j, untuk perlakuan ke-k μ = nilai tengah umum β i = pengaruh baris (row) ke i j = pengaruh lajur (kolom) ke j k = pengaruh perlakuan ke k εi j k = pengaruh acak (galat percobaan) pada baris kei, lajur ke-j , yang diberikan utk perlakuan ke k .
  • 4.
    Ulangan pada RBL RBLsebenarnya mempunyai dua ulangan: Ulangan I (baris) Ulangan II (kolom atau lajur) Sedang banyaknya perlakuan = banyaknya ulangan I = banyaknya ulangan II ↓ Sehingga : Banyaknya baris (ulangan I) = Banyaknya kolom (ulangan II) = Banyaknya perlakuan = r
  • 5.
    Penempatan perlakuan padaRBL: Cara pengacakannya dengan acak terbatas → ↓ Tiap perlakuan hanya boleh terdapat sekali dalam tiap baris dan tiap kolom Misalnya Rancangan Bujursangkar Latin, dengan perlakuan 1, 2,3,4 dan 5. ↓ (1). Buat latin baku secara acak → A, B, C, D dan E ( baris dan lajur pertama, hurufnya menurut urutan abjad) A B C D E B C D E A C D E A B D E A B C E A B C D (2). Acak menurut baris (3). Acak menurut kolom
  • 6.
    A B C D E B C D E A A D E C B B C D E A D E A B C C A B E D C D E A B A B C D E E C D B A D E A B C E A B C D D B C A E E A B C D C D E A B B E A D C (1) (2) (3) (4). Penempatan perlakuan ke dalam bujur sangkar (3), dengan bantuan bilangan acak misalnya didapat su- sunan: 2 5 1 3 4 ↓
  • 7.
    Berarti bahwa: perlakuan 2 menempati A ― 5 ― B diperoleh ― 1 ― C sebagai ― 3 ― D berikut ― 4 ― E 2 3 4 1 5 A D E C B 1 2 5 4 3 C A B E D 4 1 3 5 2 E C D B A D B C A B 3 5 1 2 4 B E A D C 5 4 2 3 1 (3) (4)
  • 8.
    Pengolahan data dansidik ragam RBL: Sebagai contoh Penelitian terhadap sapi perah 5 ekor dgn jenis sama (ttp mungkin keadaan fisik tak sama, dan juga umur tak sama) → oleh karena itu ke 5 ekor sapi tsb dpt dijadikan kelompok. Sapi-sapi tsb diberi 5 macam ransum yang berbeda ialah ransum A, B, C, D dan E. Pengamatan dilakukan thdp produksi air susunya se- lama 1 bulan (disebut periode I ), setelah itu sapi-sapi tsb diistirahatkan pada waktu ttt sampai pengaruh pem- berian ransum tidak ada lagi.
  • 9.
    Kemudian diberi perlakuankembali dgn 5 macam ran- sum tsb, akan ttp pemberiannya (macam ransum) berbeda dengan semula untuk sapi yang sama → dalam hal ini sapi tetap, tetapi ransumnya berbeda. Dilakukan kembali pengamatan thdp produksi air susu- nya selama 1 bulan → disebut periode II. Selanjutnya diis- tirahatkan kembali seperti di atas, dan seterusnya sehingga lengkaplah semua perlakuan untuk tiap sapi (sampai perio- de v ) Jadi terdapat 5 sapi perah jenis sama ( 1, 2, 3, 4 dan 5 ) 5 perlakuan ransum (A, B, C, D dan E ) 5 periode pengukuran (I, II, III,IV dan V )
  • 10.
    Rancangan Bujursangkar Latin (5 sapi perah, 5 ransum dan 5 periode pengukuran) Periode Sapi Perah ke Pengukuran 1 2 3 4 5 1 bulan I B D A C E 1 bulan II D A C E B 1 bulan III E B D A C 1 bulan IV C E B D A 1 bulan V A C E B D
  • 11.
    Model: Yi j k = μ + βi + j + k + εi j k periode → i = 1, 2, . . . . . 5 sapi → j = 1, 2, . . . . . 5 ransum → k = 1, 2, . . . . .5 Yi j k = produksi susu selama 1 bulan dari sapi ke - j yg menerima perlakuan ke - k pada periode ke - i β i = pengaruh periode (baris) ke i j = pengaruh sapi (kolom) ke j k = pengaruh ransum (perlakuan) ke k εi j k = pengaruh acak (galat percobaan) pada periode ke i , sapi ke j , yang diberikan utk perlakuan ran- sum ke k .
  • 12.
    Bentuk umum HasilPengamatan Penelitian Sapi Perah dengan Rancangan Bujursangkar Latin Peri- sapI perah ke Total ode 1 2 3 4 5 I Y11 (2) Y12 (4) Y13 (1) .... Y15 (5) Y1. II Y21 (4) Y22 (1) .... .... Y25 (2) Y2. III Y31 (5) Y32 (2) .... Y34 (1) Y35 (3) Y3. IV Y41 (3) Y42 (5) .... .... Y45 (1) Y4. V Y51 (1) Y52 (3) .... .... Y55 (4) Y5. Total Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.. Untuk perlakuan A : T1 = Y51 (1) + Y22 (1) + Y13 (1) + Y34 (1) + Y45 (1)
  • 13.
    Jumlah kuadrat: 2 2 2 2 Y.. JK Total = Y11(2) + Y21(4) + ........+ Y55(4) — 25 2 2 2 2 JK Periode = Y1. + Y2. + . . . . . . . . + Y5. Y.. (JK Baris) 5 25 2 2 2 2 JK Sapi = Y.1 + Y.2 + . . . . . . . . + Y.5 Y.. (JK Kolom) 5 25 2 2 2 2 JK Ransum = T1 + T2 + . . . . . + T5 Y.. (JK Perlakuan) 5 25 JK Galat = JK Total – JK Periode – JK Sapi – JK Ransum
  • 14.
    Sidik Ragam Rancangan Bujursangkar Latin Sumber Keragaman d.b. J.K. K.T. F hitung Periode (Baris) 4 JK Periode KT Periode Sapi (Kolom) 4 JK Sapi KT Sapi Ransum (Perlakuan) 4 JK Ransum KT Ransum Galat 12 JK Galat KT galat Total 24 JK Total F hitung: untuk Periode = KT Periode / KT Galat untuk Sapi = KT Sapi / KT Galat untuk Ransum = KT Ransum / KT Galat
  • 15.
    Nilai Pengamatan yangHilang untuk Rancangan Bujursangkar Latin → Satu datum hilang: r = ∑ baris = ∑ kolom 1 2 3 4 A B C D R = ∑ nilai yang ada dalam 1 baris ybs. D A B C 2 R C D A B C = ∑ nilai yang ada dalam 3 kolom ybs. B C D A 4 T = ∑ nilai yang ada dari C G perlakuan ybs. G = ∑ semua nilai yang ada hilang
  • 16.
      r (R+C+T)–2G  Y = ( r – 1) ( r – 2 )  # Merupakan penduga → tidak memberikan sokongan thdp galat  percobaan (d.b. galat berkurang satu)  # J.K. Perlakuan berbias positif → K.T. Perlakuan agak tinggi  {G–R–C–(r–1)T}2 Bias =  {( r – 1) ( r – 2 )} 2     
  • 17.
    S.K. d.b. Baris (r–1) Kolom (r–1) Perlakuan (r–1) Galat (r–1)(r–2)–1 Total ( r2 – 2 ) Bias tsb dihitung → J.K. Perlakuan tak berbias dpt diketemukan → K.T. Perlakuan terkoreksi dpt dicari → F hitung terkoreksi diketemukan Bila bbrp data hilang, dicari dgn menerapkan berkali-kali rumus satu datum hilang, seperti halnya pada Ranc Acak Kelomp.
  • 18.
    Efisiensi Relatif RancanganBujursangkar Latin terhadap Rancangan Acak Kelompok 1 2 3 4 1 A B C D 2 D A B C C D A B 3 B C D A 4 Sidik Ragam RBL: S.K. d.b. J.K. K.T . Baris ( r – 1 ) = fb JKB KTB Kolom ( r – 1 ) = fk JKK KTK Perlakuan ( r – 1 ) = fp JKP KTP Galat ( r – 1 ) ( r – 2 ) = fg = f1 JKG KTG Total ( r2 – 1 ) JKT -
  • 19.
    Seandainya percobaan dilaksanakandgn RAK, dengan baris sebagai kelompok ( kolom diabaikan) S.K. d.b. J.K. K.T Kelompok (baris) (r – 1) = fb JKK KTK Perlakuan (r – 1) = fp JKP KTP Galat (r – 1)2 = f2 JKG' KTG' Total ( r2 – 1) JKT fk x KTK + ( fp + fg ) x KTG KTG' ( RAK ) = ( fk + f p + f g )
  • 20.
    ( f1 +1 ) ( f2 + 3 ) ( 1 / KTG ) E RBL terhadap RAK = X 100% (baris sbg kelomp.) ( f2 + 1 ) ( f1 + 3 ) ( 1 / KTG' (RAK) ( f1 + 1 ) ( f 2 + 3 ) KTG ' (RAK) = X X 100% ( f2 + 1 ) ( f 1 + 3 ) KTG Dimana: f1 = fg = ( r – 1 ) ( r – 2 ) f2 = ( r – 1 )2
  • 21.
    Jika percobaan RancanganBujursangkar Latin dipandang sebagai Rancangan Acak Kelompok, dengan kolom sebagai kelompok ( baris diabaikan) fb X KTB + ( fp + fg ) x KTG KTG‘' ( RAK ) = ( fb + fp + fg ) ( f1 + 1 ) ( f 2 + 3 ) KTG'' ( RAK) E RBL terhadap RAK = (kolom sbg. Kelomp.) ( f2 + 1) ( f1 + 3 ) X KTG X 100% Kesimpulan → sama dgn Efisiensi RAK
  • 22.
    T U TO R I A L M O D U L VIII
  • 23.
    TUTORIAL TUGAS BAB 9 No II (Dikerjakan di lembaran Kertas) TUGAS PEKERJAAN RUMAH (Dikerjakan pada Buku Ajar) - BAB 9 No I - BAB 9 No II (Soal serupa tetapi tidak sama untuk setiap mahasiswa)
  • 24.
    Hasil Pengamatan KadarNO (ppm) Pengen- M o bi l dara 1 3 4 2 I A ( 21 ) B ( 26 ) D ( 20 ) C ( 25 ) II D ( 23 ) C ( 26 ) A ( 20 ) B ( 27 ) III B ( 15 ) D ( 13 ) C ( 16 ) A ( 16 ) IV C ( 17 ) A ( 15 ) B ( 20 ) D ( 20 )