Dokumen tersebut membahas tentang filsafat ilmu dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. Terdapat empat poin utama yaitu tentang objek telaah filsafat ilmu, teori kebenaran, uji konfirmasi, dan logika inferensi.
FILSAFAT
ILMU
Dr. Putu Sudira,M.P.
putupanji@uny.ac.id
Department of Vocational
Technology Education
Graduate School
Yogyakarta State University
08164222678
1. Kenyataan atauFakta
Empiri yang dapat dihayati oleh
Manusia (Muhadjir).
Positivisme mengakui penghayatan
empiri sensual, ada korespodensi,
obyektif.
Phenomenologi (Postpositivisme ): (1)
koherensi rasional obyektif; (2)
koherensi moral.
5.
1. Kenyataan atauFakta
Phenomena bukan sekedar data
empirik sensual.
Data yang sudah dimaknai atau
diintepretasikan.
Ada subyektivitas peneliti
Bukan berdasarkan selera melainkan
makna pengakuan sikap selektif sejak
pengumpulan data, analisis, menarik
kesimpulan.
6.
1. Kenyataan atauFakta
Pemikiran Phenomenologi: Mengamati
memperhatikan dengan kemampuan
konsep-konsep yang dimiliki.
Realisme: Kenyataan/Fakta ada
korespodensi dan koherensi antara empiri
dengan skema rasional.
Realisme Metaphisik: Fakta itu ada
koherensi antara empiri dengan obyek
universal.
7.
1. Kenyataan atauFakta
Empiri dalam realisme bukan sekedar
empiri sensual yang mungkin palsu.
Empiri memiliki makna lebih dalam
dan beragam.
Ada koherensi obyektif universal.
Pragmatis: keberadaan itu harus
berfungsi
8.
1. Kenyataan atauFakta
Positivistik: Kenyataan itu Faktual ada
Rasionalistik: Kenyataan itu Fakta
yang ada dan cocok deengan akal.
Realisme: kenyataan itu riil eksis,
terkonstruksi dalam kebenaran
obyketif.
Phenomenologi: Kenyataan itu
terkonstruksi dalam moral.
9.
1. Kenyataan atauFakta
Merupakan secuil pengetahuan
sebagai raw material perumusan
hukum atau teori (William Whewel)
Fakta-fakta Fakta Elementer
Hukum Phenomena Teori
Ide-Ide Konsep-konsep (fakta)
Hukum phenomena
10.
1. Fakta Terkonstruk
Inter Relasi Makna antar Fakta-fakta.
Positivisme: Fakta elementer, Fakta
langsung diperoleh dari Indria
6 teori KEBENARAN
1.Kebenaran KOHERENSI: ada
kesesuaian atau keharmonisan dgn
sesuatu yang lebih tinggi (skema,
sistem, nilai)
13.
6 teori KEBENARAN
1.Kebenaran KORESPONDENSI:
terbuktinya sesuatu relevan dengan
yang lain.
2. Sejalan atau berlawanan arah antara
fakta dengan fakta yang diharapkan,
antara fakta dengan belief.
14.
6 teori KEBENARAN
1.Kebenaran PERFORMATIF: kebenaran
aktual dengan melibatkan aspek
praktis, Teoritik, Filosofik.
2. Kebenaran PRAGMATIK: Sesuatu benar
bila dapat diaktualisasikan dalam
Tindakan (kegunaan Praktis)
15.
6 teori KEBENARAN
1.Kebenaran PROPOSISI: Proposisi benar
jika sesuai dg persyaratan formal.
2. Proposisi adalah sesuatu pernyataan
yang berisi banyak konsep komplek.
16.
6 teori KEBENARAN
1.Kebenaran PARADIGMATIK:
Rekonstruksi rasional menjadi suatu
Paradigma.
2. Meningkatnya kesesuaian Observasi
dengan Paradigma.
3. Terumuskan hukum kuantitatif utk
penyempurnaan Paradigma.
4. Menerapkan Paradigma pada telaah
Baru
17.
KEBENARAN
1. Positivisme: benarsubstantif identik
dengan benar faktual sesuai empiri
sensual. Ditemukannya frekuensi tinggi
atau Variansi besar.
2. Phenomenologik: Kebenaran
dibuktikan ditemukannya yang
ESENSIAL, pilah dari non esensial,
eksemplar, sesuai skema moral
tertentu.
18.
KEBENARAN
1. Realis: benarSubstantif identik
dengan benar riil Obyektif, benar
sesuai dengan konstruk skema
tertentu.
2. Benar Epistemologik: terkait pd
pendekatan yg digunakan mencapai
kebenaran
19.
KEBENARAN
1. Dua TeoriKEBENARAN:
2. Teori Kebenaran Korespondensi
(Plato, Aristoteles, Moore, Russesll)
3. Teori Kebenaran Koherensi (Leibniz,
Spinoza, Hegel)
20.
KEBENARAN
1. Positivisme: SesuatuBenar bila ada
Korespondensi antara fakta satu
dengan fakta lainnya.
2. Phenomenologi: phenomena baru
dapat dinyatakan benar setelah diuji
Korespondensinya dengan yang
dipercayanya (belief).
3. Realisme Metaphisik: Kebenaran
diakui bila fakta itu koheren dengan
kebenaran obyektif universal.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
2. Kebenaran Epistemologi:
Episteme: Pengetahuan (knowledge)
Logos: Teori,
TEORI PENGETAHUAN dengan obyek Hakekat
Pengetahuan, asal usul pengetahuan, peran
pengalaman dan akal dalam pengetahuan,
hubungan pengetahuan dengan
keniscayaan, hubungan pengetahuan
dengan kebenaran, skeptisme universal.
24.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
2. Kebenaran Ontologik:
Kebenaran hal yang ada “Being” bersifat
alami
25.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
2. Kebenaran Aksiologik:
Axios: Nilai atau sesuatu berharga
Logos: Teori, akal
Aksiologi: Teori Nilai, penyelidikan mengenai
kodrat, kriteria, status metapisik nilai.
26.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
Uji konfirmasi:
1. Fungsi Ilmu: menjelaskan,
Memprediksi Proses dan Produk.
2. Intepretasi memberikan Makna
3. Derajat konfirmasi Kuantitatif
dibangun berdasarkan Hipotesis
obyek yang diukur.
27.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
Uji konfirmasi:
4. Derajat konfirmasi bersifat
Probabilitas dari hasil analisis
Frekuensi
5. Derajata signifikansi
28.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
3. Uji konfirmasi: eksplanasi atau
prediksi dan interpretasi memberi
kepastian kebenaran.
Kebenaran Kategorik
Kebenaran Probabilistik
Kebenaran Induktif
Kebenaran Deduktif
Kebenaran Reflektif
29.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
4. Logika Inferensi: ramalan atau
prediksi.
Kebenaran materiil dalam disiplin ilmu
dicari bukti kebenaran materiil pada
sisi obyek formil.
Logika Materiil: menggunakan dasar
inferensi pada kebenaran materiil
yang dibangun dari data materiil.
30.
Obyek Telaah FILSAFATiLMU
4. Logika Inferensi: ramalan atau
prediksi.
Kebenaran materiil dalam disiplin ilmu
dicari bukti kebenaran materiil pada
sisi obyek formil.
Logika Materiil: menggunakan dasar
inferensi pada kebenaran materiil
yang dibangun dari data materiil.
31.
KLASIFIKASI LOGIKA
INFERENSI
1. LogikaParadigma Kuantitatif dan
Kualitatif.
2. Sistem logika Induktif dan Deduktif.
3. Penggunaan teori kategorik atau
probalistik
4. Era positivistik, postpositivistik,
postmodern
32.
Konstruk Teori
1. FungsiUtama Studi Ilmiah:
Pengembangan Ilmu,
Pengembangan Teori,
Pemanfaatan Ilmu, Teori untuk
Pengembangan Rekayasa Teknologi