OLEH :DRS.SUAIDIN                           DINAS DIKPORA                                    DOMPU – NTB                  ...
KINERJA GURU                       Supercisi AkademikPESRIAPAN PEMBELAJAR (ADMINISTRASI GURU) PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (...
Mengapa banyak orang gagal?         1. Tidak ada tujuan hidup         2. Tidak pernah mencatat tujuan         3. Tidak ber...
Mereka yang ‘berdaya   juang’  Sylvester Stallone. Untuk memasarkan                       Rocky dia ditolak 1855 kali.    ...
ADMINISTRASI PERENCANAAN                 ADMINISTRASI PENILAIANPEMBELAJARAN                             PEMBELAJARAN  Pro...
PELAKSANAAN                                 PENGAWASAN PROSES                                               PENGAWASAN PRO...
A. Hasil supervisi administrasi guru setiap aspek:                                                                       K...
B.          Hasil Supervisi KBM                                                           KRITERA NILAI (%)NO.      A S P ...
Dalam konteks pembelajaran yang dilakukan guru, maka  guru dituntut untuk dapat mengelola pembelajaran                (lea...
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKANDASAR DAN MENENGAH PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41                   ...
 silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau  berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sek...
Pengelolaan kelas guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik  peserta didik dan mata pelajaran, serta aktivit...
 guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap  respons dan hasil belajar peserta didik selama proses  pembelajaran ...
Pelaksanaan PembelajaranPelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegia...
Kegiatan IntiEksplorasiDalam kegiatan eksplorasi, guru:   melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan    d...
ElaborasiDalam kegiatan elaborasi, guru:   membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang    beragam melalui tugas­...
LANJUTAN memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi  yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara  indiv...
KonfirmasiDalam kegiatan konfirmasi, guru:   memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam    bentuk lisan, tulisa...
berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar me...
Kegiatan PenutupDalam kegiatan penutup, guru:    bersama­sama dengan peserta didik dan/atau sendiri     membuat rangkuma...
Modifikasi Perencanaan Pembelajaran                   (SILABUS dan RPP)               Aspek kegiatan pembelajaran        ...
MODIFIKASI KEG.PEMBELAJARAN              KEGIATAN PENADHULUAN               KEGIATAN INTI   (eksplorasi, elaborasi, dan ko...
Keg. guru internalisasi nilai /karakter pada tahap                            pembelajaran               (disiplin , santu...
EVALUASI PROSES Evaluasi proses pembelajaran : kualitas pembelajaran mencakup tahap  perencanaan proses pembelajaran, pel...
PELAPORAN :Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses                 pembelajaran dilaporkan             ...
TIPS : Guru untuk dapat menjadi              seorang fasilitator yang sukses1.Bersikap sabar.(aspek utama):. Jika guru kur...
5.Bersikap akrab dan melebur. Hubungan dengan siswa  sebaiknya dilakukan dalam suasana akrab, santai, bersifat  (interpers...
8.Tidak memihak dan mengkritik. Di tengah kelompok siswa  seringkali terjadi pertentangan pendapat. Dalam hal ini,  diupay...
SIKAP PENGAWAS SEKOLAH   SIKAP PENGAWAS SEKOLAH    YANG DIHARAPKAN GURU     YANG DIHARAPKAN GURU      Bersikap sebagai sah...
7 langkah yang ditempuh untuk mendukung           kualitas profesionalismenya1) Pemetaan Kompetensi2) Pembuatan RPP yang...
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PENYAKIT GURU(1).KUDIS - KUrang DISiplin .(2). ASMA - ASal Mengisi Absen.(3).TBC - Tidak Bisa Computer.(4).KRAM - Kurang t...
Fasilitas internet Era Teknologi Tnformasi guru dapat mengakses informasi melalui internet  seperti fasilitas pendidikan ...
PERTANYAAN MENDASARBagaimanakah formulasi yang tepat untuk      meningkatkan mutu pendidikan?.Apakah formulasi itu sanga...
KENAPA KURIKULUM              BERUBAHKenapa kurikulum harus berubah ?Demikian pertanyaan yang kerapkali dilontarkan orang,...
KEANEHAN? Tidak pernah melakukan perubahan apapun. sekolah yang  demikian, akan stagnan. Sekolah membetuk TPK tingkat se...
PERBEDAAN KURIKULUM 2004 Dan KTSP             (Sesuai PP No. 19 th 2005)                                                  ...
HASIL TEMUAN       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   39
Hasil evaluasi kegiatan Bimtek KTSP tahun 2009 /2010 dan hasil  supervisi Direktorat PembinaanSMP/ SMA ditemukan bahwa :  ...
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
BAGAIMANA MENYUSUN SILABUS DAN RRP                  YANG MUDAHPenyusunan Silabus dan RPP diawali dengan melakukan analisi...
KATA KUNCI SILABUS DAN RPPterletak pada Tujuan pembelajaranTujuan pemb. (indikator yang ditulis lengkap)1.Audien = A (sisw...
Contoh Tujuan Pembelajaran :Setelah tanya jawab siswa dapat menuliskan lima ciri ciri mahluk hidupRumusan1.Setelah tanya...
Tujuan pembelajaran yang baik didalamnya terdat 5                        Aspek   1.Indikator 2.Soal 3.Metoda4. Kegiatan pe...
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP Yang               merupakan gabungan dari silabus dan RPPKOMPETE        ...
TUJUAN             KEGIATAN                    JENIS PENILAIAN                  ALOKASI     SUMBERPEMBELAJARA        PEMBE...
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP ?          Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPPKOM       MATE    ...
KEGIATAN                                            JENIS PENILAIAN              ALOKASI     SUMBERTUJUAN PEMBELAJARAN   P...
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN                                           December 27, 2012
PENILAIAN                  APA,MENGAPA,                       dan                    BAGAIMANA ?       DIKLAT/BIMTEK KTSP ...
PerancanganPerancangan                      Pelaksanaan                                 Pelaksanaan          Analisis Hasi...
CAKUPAN PENILAIANNO.                     CAKUPAN                    PERANCANG     1.             Ulangan Harian           ...
• Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang   penjabarannya merupakan bagia...
 Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi              peserta didik setelah menyeles...
Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk       mengukur pencapaian kompetensi peserta didik       setelah melaksanakan...
• Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan       oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi       pes...
• Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dirancang dan dilaksanakan dalam  kerangka manajemen berbasis sekolah• Pelaporan has...
• Nilai Harian (kumulatif dari hasil nilai ulangan harian dan nilai  penugasan)• Nilai Ulangan Tengah Semester• Nilai Ulan...
Nilai LHB (rapor) = x NH + y NTS + z (NAS/NKK) Keterangan NH       :    Nilai Harian NTS      :    Nilai Ulangan Tengah Se...
Contoh 2Pembobotan nilai Ulangan Harian sama dengan Ulangan TengahSemester dan Ulangan Akhir Semester.Mata Pelajaran Pendi...
PENGOLAHAN NILAI   HASIL BELAJAR  Semua hasil penilaian (UH, Tugas, UTS, UAS  dan UKK) dipertimbangkan dalam  menentukan n...
NILAI HARIAN       NAMA                                                   RT-RT               NILAINO                     ...
Mata Pelajaran    : …………………… Kelas/Semester    : ……………………                               Ulangan Harian                    ...
CONTOH FORMAT    Keterangan : R           : Nilai hasil remedial NH          : Nilai Harian (gabungan dari rata-rata nila...
sahih                                    sahih    akuntabel                                     objektif    akuntabel     ...
*           KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL                             *     Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriter...
*                 RAMBU - RAMBU                                * KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran oleh satuan  pe...
1                        KOMPLEKSITAS                                       *Tingkat Kompleksitas:(kesulitan dan kerumitan...
1                         KOMPLEKSITAS                              *      Peserta didik      1.   kemampuan penalaran tin...
1                          KOMPLEKSITAS          *    Selanjutnya    Jika suatu indikator hanya meliputi    sebagian dari ...
2                         DAYA DUKUNG           *    *    Ketersediaan Tenaga         Sarana dan prasarana pendidikan    *...
3                                    INTAKE                           *         (Tingkat Kemampuan Rata-rata Peserta      ...
* Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai                                        *A. Dengan memberikan poin :                  ...
* Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai                                         *B. Dengan menggunakan rentang nilai :   Pene...
* Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai                                     *C. Dengan memberikan pertimbangan professional j...
*                 PENETAPAN KKMContoh : Dengan Memberi Poin                                                   Kriteria Ket...
*                 PENETAPAN KKMContoh : Dengan Memberi Rentang                                                   Kriteria ...
*             ANALISIS KETUNTASAN                                     *Analisis ketuntasan adalah kegiatan yang dilakukan ...
DALAM 1 KDJML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYAJML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI...
PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIALTATAP MUKA DENGAN GURUBELAJAR SENDIRI → dinilaiKEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN, MEMBUAT RANGK...
PROGRAM PENGAYAAN :SISWA BERPRESTASI BAIKMEMPERKAYA KOMPETENSIKEGIATAN            :    MEMBERI MATERI TAMBAHAN, LATIHAN...
PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN                              Program                              Program                    ...
*                         Alur prosedur kerja   *           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HA...
LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN KKMB                                                                    *1  Guru atau kelompok g...
PROSES PEMBELAJARAN                       PENILAIAN / ULANGAN                                                    < KKM    ...
PENILAIA                           N Sistem penilaian menggunakan ulangan  berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah: UH d...
1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik   dirumuskan dalam urutan yan...
Langkah-langkah                         • Kesulitan belajar ringan.                         • Kesulitan belajar sedang.1. ...
PEMBELAJARAN REMEDIAL    Pembelajaran remedial adalah pembelajaran    yang diberikan kepada peserta didik yang    belum me...
Penilaian               ulang            diberikan       kepadapeserta            didik           yang       telah   mengi...
Waktu Pelaksanaan  Pembelajaran Remedial     Pembelajaran remedial diberikan     setelah peserta didik mempelajari     sat...
PELAKSANAAN REMEDIAL Pembelajaran ulang dengan metode    dan media yang berbeda,   Belajar mandiri atau pemberian    bim...
TE                        Tes ulang diberikan kepada                         peserta didik yang telahS                    ...
Nilai Remedial      Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari       KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka    ...
Guru ;; Guru1.Menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan 1.Menentukan jenis program remedial atau pengay...
Contoh:       Teknik pelaksanaan     penugasan/pembelajaran            remedial  Penugasan individu diakhiri dengan tes  ...
Langkah-langkah                        •   Siswa yang belajar lebih cepat.                        •   Siswa yang menyimpan...
PEMBELAJARAN              PENGAYAAN Peserta didik yang telah mencapai    kompetensi lebih cepat dari peserta didik    lai...
PEMBELAJARAN PENGAYAAN                                 (lanjutan ….) Pembelajaran pengayaan memberikan     kesempatan bag...
1. Belajar KelompokBentuk                                2. Belajar mandiriPelaksanaan                           3. Pembel...
Penilaian    Sebagai bagian integral dari kegiatan       pembelajaran, kegiatan pengayaan ini       tidak lepas dengan pe...
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   105
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

00.sma 3 dompu

1,858 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,858
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
135
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

00.sma 3 dompu

  1. 1. OLEH :DRS.SUAIDIN DINAS DIKPORA DOMPU – NTB HP. 085239756500 http://www.suaidinmath.wordpress.com http://www.dikporadompu.net DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 1
  2. 2. KINERJA GURU Supercisi AkademikPESRIAPAN PEMBELAJAR (ADMINISTRASI GURU) PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KEG.PROSES PEMB)PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KINERJA SEKOLAHSupervisi manajerial Hambatan terbesar tidak mau mencoba Tidak berpikir positif DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  3. 3. Mengapa banyak orang gagal? 1. Tidak ada tujuan hidup 2. Tidak pernah mencatat tujuan 3. Tidak bertanggung jawab atas tindakannya 4. Banyak rencana tanpa tindakan 5. Tidak yakin untuk sukses 6. Malas 7. Salah Berteman 8. Manajemen waktu lemah 9. Kurang pengembangan diri 10. Tidak ada komitmen untuk sukses 11. Kurangnya hubungan antar manusia 12. Bodoh dan sombong Ingat, ‘kegagalan merencanakan = merencanakan kegagalan’ DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  4. 4. Mereka yang ‘berdaya juang’ Sylvester Stallone. Untuk memasarkan Rocky dia ditolak 1855 kali. Thomas Alfa Edison dalam proses menciptakan bola lampu gagal 9999 kali. “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”. Walt Disney mengajukan proposal “Disneyland” kepada bank-bank di Amerika Serikat ia ditolak sebanyak 302 kali. Sebelum menemukan elemen radium, penelitian Marie Curie gagal sebanyak 48 kali. “Ses ungguhnya per l u 100 t ahun l agi unt uk m enemukan el em i ni , dan s el am s aya m i h hi dup en a as DIKLAT/BIMTEK t i dak akan m s aya KTSP 2009 enghent i kanDEPDIKNAS – DIT. PEMBINAANdi kan i ni ”. penyel i SMA HALAMAN
  5. 5. ADMINISTRASI PERENCANAAN ADMINISTRASI PENILAIANPEMBELAJARAN PEMBELAJARAN  Program Tahunan  Program Semester  Ada Buku Nilai/Daftar Nilai  Pemetaan SK/KD  Melaksanakan Tes UH,UTS,UAS  Penugasan Tersetruktur  Silabus  KMTT  RPP  Melaksanakan Penilaian Psikomotor  Kalender Pendidikan  Melaksanakan Penilaian Afektif  Jadwal Tatap Muka akhlak mulia  Agenda Harian  Melaksanakan Penilaian Afektif  Daftar Nilai Kepribadian.  KKM  Program dan pelaksanaan Remidial  Analisis Hasil Ulangan  Absensi Siswa  Bank Soal/Instrumen Tes DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 5 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  6. 6. PELAKSANAAN PENGAWASAN PROSES PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARANI. Kegiatan Pendahuluan Pemantauan PemantauanII. Kegiatan Inti Supervisi Supervisi a. Eksplorasi Evaluasi Evaluasi b. Elaborasi Pelaporan Pelaporan c. Konfirmasi Tindak lanjut Tindak lanjutIII. Kegiatan Penutup DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 6 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  7. 7. A. Hasil supervisi administrasi guru setiap aspek:   KRITERA NILAI (%) A S P E K A B C D E   Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%)NO. 1 Program Tahunan 38 64.41 21 35.59 10 16.95 0 0 0 0 2 Program Semester 38 64.41 10 16.95 8 13.56 0 0 0 0 3 Analisis SK/KD 0 0 13 22.03 46 77.97 0 0 0 0 4 Silabus 4 6.78 53 89.83 2 3.39 0 0 0 0 5 RPP 7 11.86 44 74.58 8 13.56 0 0 0 0 6 Dokumen KKM 0 0 45 76.27 15 25.42 0 0 0 0 7 BukuAbsensi Siswa 37 62.71 21 35.59 1 1.69 0 0 0 0 8 Buku Nilai Siswa 37 62.71 21 35.59 1 1.69 0 0 0 0 9 Agenda Guru 0 0 27 45.76 32 54.24 0 0 0 010 Kisi-kisi Soal UH,UTS,US 0 0 22 37.29 37 62.71 0 0 0 011 Analisis UH 5 8.475 19 32.20 35 59.32 0 0 0 012 Program Remdidi /Pengayaan 5 8.475 19 32.20 35 59.32 0 0 0 0 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 0 7 0 0 0 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 1.695 Kinerja Guru  1 HALAMAN 38 64.41 20 33.90
  8. 8. B. Hasil Supervisi KBM KRITERA NILAI (%)NO. A S P E K A B C D E Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%) 1 Keg. Pendahuluan 3 4.05 24 32.43 32 43.24 0 0.00 0 0.00 2 Kegiatan inti 9 12.16 4 5.41 46 62.16 0 0.00 0 0.00 3 Keg. Penutup 2 2.70 27 36.49 30 40.54 0 0.00 0 0.00 1 1.35 13 17.57 45 60.81 0 0.00 0 0.00Kinerja Guru  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 8 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  9. 9. Dalam konteks pembelajaran yang dilakukan guru, maka guru dituntut untuk dapat mengelola pembelajaran (learning management) Mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran (lihat Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses). Di sini, guru lebih berperan sebagai agen pembelajaran (Lihat penjelasan PP 19 tahun 2005), tetapi dalam hal ini saya lebih suka menggunakan istilah manajer pembelajaran, dimana guru bertindak sebagai seorang planner, organizer dan evaluator pembelajaran) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 9 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  10. 10. STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKANDASAR DAN MENENGAH PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41 TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN  meliputi silabus dan (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompe­tensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembela­jaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.  Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, ma­teri pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pen­capaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sum­ber belajar.  Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lu­lusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 10 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  11. 11.  silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 11 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  12. 12. Pengelolaan kelas guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan; volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik; tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik; guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik; guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajar­an; DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 12 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  13. 13.  guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung; guru menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin, dan sta­tus sosial ekonomi; guru menghargai pendapat peserta didik; guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi; pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran yang diampunya; dan guru memulai dan mengakhiri proses pembela­jaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 13DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  14. 14. Pelaksanaan PembelajaranPelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutupDalam kegiatan pendahuluan, guru: menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; mengajukan pertanyaan­pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 14 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  15. 15. Kegiatan IntiEksplorasiDalam kegiatan eksplorasi, guru:  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau HALAMAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA lapangan. 15
  16. 16. ElaborasiDalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas­tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain­lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 16 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  17. 17. LANJUTAN memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 17 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  18. 18. KonfirmasiDalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 18 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  19. 19. berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar;membantu menyelesaikan masalah;memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 19 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  20. 20. Kegiatan PenutupDalam kegiatan penutup, guru: bersama­sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 20 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  21. 21. Modifikasi Perencanaan Pembelajaran (SILABUS dan RPP) Aspek kegiatan pembelajaran Aspek indikator pencapaian Aspek Teknik penilaianyang dapat mengembangkan dan/atau mengukur perkembangan karakter DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 21
  22. 22. MODIFIKASI KEG.PEMBELAJARAN KEGIATAN PENADHULUAN KEGIATAN INTI (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi) KEGIATAN PENUTUP Stnadra proseR FASILITATOR DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 22
  23. 23. Keg. guru internalisasi nilai /karakter pada tahap pembelajaran (disiplin , santun , peduli , religius ) Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin) Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (: santun, peduli) Berdoa sebelum membuka pelajaran (: religius) Mengecek kehadiran siswa (: disiplin, rajin) Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (: religius, peduli) Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (: disiplin) Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (disiplin, santun, peduli) Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 23
  24. 24. EVALUASI PROSES Evaluasi proses pembelajaran : kualitas pembelajaran mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaranEvaluasi proses pembelajaran cara:  membandingkan proses pembel yang dilak guru dg standar proses,  mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 24 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  25. 25. PELAPORAN :Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan TINDAK LANJUTPenguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 25 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  26. 26. TIPS : Guru untuk dapat menjadi seorang fasilitator yang sukses1.Bersikap sabar.(aspek utama):. Jika guru kurang sabar melihat proses yang kurang lancar lalu mengambil alih proses itu, maka hal ini sama dengan guru telah merampas kesempatan belajar siswa.2.Menghargai dan rendah hati. Guru berupaya menghargai siswa dengan menunjukan minat yang sungguh­sungguh pada pengetahuan dan pengalaman mereka3.Mau belajar. Seorang guru tidak akan dapat bekerja sama dengan siswa apabila dia tidak ingin memahami atau belajar tentang mereka.4.Bersikap sederajat. Guru perlu mengembangkan sikap kesederajatan agar bisa diterima sebagai teman atau mitra kerja oleh siswanya DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 26 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  27. 27. 5.Bersikap akrab dan melebur. Hubungan dengan siswa sebaiknya dilakukan dalam suasana akrab, santai, bersifat (interpersonal realtionship), sehingga siswa tidak merasa kaku dan sungkan dalam berhubungan dengan guru.6.Tidak berusaha menceramahi. Siswa memiliki pengalaman, pendirian, dan keyakinan tersendiri. Oleh karena itu, guru tidak perlu menunjukkan diri sebagai orang yang serba tahu, tetapi berusaha untuk saling berbagai pengalaman dengan siswanya, sehingga diperoleh pemahaman yang kaya diantara keduanya.7.Berwibawa. Meskipun pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang akrab dan santai, seorang fasilitator sebaiknya tetap dapat menunjukan kesungguhan di dalam bekerja dengan siswanya, sehingga siswa akan tetap menghargainya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 27 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  28. 28. 8.Tidak memihak dan mengkritik. Di tengah kelompok siswa seringkali terjadi pertentangan pendapat. Dalam hal ini, diupayakan guru bersikap netral dan berusaha memfasilitasi komunikasi di antara pihak-pihak yang berbeda pendapat, untuk mencari kesepakatan dan jalan keluarnya.9.Bersikap terbuka. Biasanya siswa akan lebih terbuka apabila telah tumbuh kepercayaan kepada guru yang bersangkutan. Oleh karena itu, guru juga jangan segan untuk berterus terang bila merasa kurang mengetahui sesuatu, agar siswa memahami bahwa semua orang selalu masih perlu belajar10.Bersikap positif. Guru mengajak siswa untuk mamahami keadaan dirinya dengan menonjolkan potensi-potensi yang ada, bukan sebaliknya mengeluhkan keburukan-keburukannya. Perlu diingat, potensi terbesar setiap siswa adalah kemauan dari manusianya sendiri untuk merubah keadaan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 28 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  29. 29. SIKAP PENGAWAS SEKOLAH SIKAP PENGAWAS SEKOLAH YANG DIHARAPKAN GURU YANG DIHARAPKAN GURU Bersikap sebagai sahabat Bersikap sebagai sahabat Sebagai partner kerja Sebagai partner kerja Tempat mengadukan permasalahan Tempat mengadukan permasalahanGuru dan Kepala sekolah,serta TenagaGuru dan Kepala sekolah,serta Tenaga pendidikan lainnya. pendidikan lainnya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 29DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  30. 30. 7 langkah yang ditempuh untuk mendukung kualitas profesionalismenya1) Pemetaan Kompetensi2) Pembuatan RPP yang baik3) Pembuatan Lembar Kerja/ Lembar Tugas yang membantu siswa berpikir kritis4) Media Pembelajaran yang relevan5) Rubrik Penilaian yang terukur6) Pembuatan dan Penilaian karya siswa serta 7) Jurnal Refleksi Guru. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 30 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  31. 31. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  32. 32. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  33. 33. PENYAKIT GURU(1).KUDIS - KUrang DISiplin .(2). ASMA - ASal Mengisi Absen.(3).TBC - Tidak Bisa Computer.(4).KRAM - Kurang teRAMpil.(5).ASAM URAT - Asal SAMpai sekolh terus Tidur.(6). GINJAL - Gaji Ingin Naik tapi kerJAnya Lamban.(7).PUCAT - PUlang CepAT. Semoga saya dan Anda sekalian tidak termasuk kategori yang satu ini dan mari belajar ! DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 33 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  34. 34. Fasilitas internet Era Teknologi Tnformasi guru dapat mengakses informasi melalui internet seperti fasilitas pendidikan berupa buku, han ajar,RPP, Silbaus,dll blog Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 34 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  35. 35. PERTANYAAN MENDASARBagaimanakah formulasi yang tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan?.Apakah formulasi itu sangat penting sebagai starting point dinilai sebagai pemutus rantai dari serangkaian mata rantai masalah yang sering disebut vicious circle DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 35 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  36. 36. KENAPA KURIKULUM BERUBAHKenapa kurikulum harus berubah ?Demikian pertanyaan yang kerapkali dilontarkan orang, ketika menanggapi terjadinya perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia.Jawabannya pun sangat beragam, bergantung pada persepsi dan tingkat pemahamannya masing-masing. Sepanjang sejarahnya, di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan hingga ada kesan di masyarakat bahwa “ganti menteri, ganti kurikulum”. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 36
  37. 37. KEANEHAN? Tidak pernah melakukan perubahan apapun. sekolah yang demikian, akan stagnan. Sekolah membetuk TPK tingkat sekolah yang bertugas untuk memanage kurikulum di sekolah (TPS). Usaha untuk mendesain, mengimplementasikan, dan mengevaluasi serta mengembangan kurikulum yang lebih inovatif tampaknya kurang diperhatikan. Dengan adanya Tim Pengembang Kurikulum di sekolah maka kegiatan manajemen kurikulum mungkin akan jauh lebih terarah, sehingga pada gilirannya pendidikan di sekolah pun akan jauh lebih efektif dan efisien DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 37
  38. 38. PERBEDAAN KURIKULUM 2004 Dan KTSP (Sesuai PP No. 19 th 2005) KURIKULUM 2006ESENSI PERBEDAAN KURIKULUM 2004 (Sesuai PP No. 19 th 2005)PENAMAAN Kurikulum 2004 atau KBK Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)MANAJEMEN Ujicoba, pemodelan dan MBS BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar, dilakukan oleh pusat (Direktiorat Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam dan Balitbang) kurikulum tingkat satuan pendidikanKERANGKA DASAR memuat : memuatDAN STRUKTUR a.Standar kompetensi a.Kelompok Mata PelajaranKURIKULUM b.Kompetensi dasar b.Struktur Kurikulum Tiap Jenjang c.Indikator c.Standar kompetensi dan Kompotensi dasar d.Materi pokokPEMBELAJARAN Berbasis kompetensi, guru sebagai Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat fasilitator pembelajarPELAKSANAAN Diberikan model-model (model Sekolah dan komite sekolah mengembangkan silabus, . model pembelajaean, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya model penilaian) dalam dokumen berdasarkan: lengkap yang disusun pusat 1.Kerangka dasar kurikulum, sebagai acuan/pedoman 2.Standar kompetensi, di bawah supervisi dinas kab/kota (SD/MI, SMP/MTs, PAKET A & B), dan/atau dinas provinsi (SMA, SMK, PLB, PAKET C) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  39. 39. HASIL TEMUAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  40. 40. Hasil evaluasi kegiatan Bimtek KTSP tahun 2009 /2010 dan hasil supervisi Direktorat PembinaanSMP/ SMA ditemukan bahwa : 1. guru telah menyusun RPP akan tetapi masih banyak yang belum memenuhi ketentuan standar proses 2. banyak guru menggunakan RPP yang belum disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan, bahkan pembuatan RPP belum sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan dalam silabus 3.Guru Melaksanakan remedial dan pengayaan tetapi tidak melalui analisis hasil belajar peserta didik 4.Guru Melakukan tes ulang terhadap peserta didik yang tidak tuntas tanpa melakukan pembelajaran remedial 5.ditemukan bahwa masih banyak guru yang belum mampu mengembangkan bahan ajar secara mandiri. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 40
  41. 41. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  42. 42. BAGAIMANA MENYUSUN SILABUS DAN RRP YANG MUDAHPenyusunan Silabus dan RPP diawali dengan melakukan analisis :1.Materi apa yang harus diajarkan kepada siswa (materi ajar)2.Bagaimana cara mengajarkan materi tersebut (metoda)3.Tujuan apa yang hendak dicapai dari mengajarkan materi tersebut (Tujuan Pembelajaran)4.Bagaimana siswa belajar agar tujuan pembelajaran tercapai (Keg Pembelajaran)5.Bagaimana cara mengukur apakah TP sudah tercapai (penilaian) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 42
  43. 43. KATA KUNCI SILABUS DAN RPPterletak pada Tujuan pembelajaranTujuan pemb. (indikator yang ditulis lengkap)1.Audien = A (siswa)2.Behavior = B Perubahan tingkalaku yang ingin dicapai dan dapat diukur sebagai hasil belajar3.Condition =C Situasi /lingkungan KBM4.Degree = D Tingkat kesulitan sesuai kemampuan siswa5.Content = E Kedalaman materi sebagai isi Kegiatan belajar DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 43
  44. 44. Contoh Tujuan Pembelajaran :Setelah tanya jawab siswa dapat menuliskan lima ciri ciri mahluk hidupRumusan1.Setelah tanya jawab E ( Konten )2.Siswa A ( Audiens)3.dapat menuliskan B ( Behavior )4.lima D ( Degree )5.ciri ciri mahlk hidup C (Condisi ) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 44
  45. 45. Tujuan pembelajaran yang baik didalamnya terdat 5 Aspek 1.Indikator 2.Soal 3.Metoda4. Kegiatan pembelajaran5. Aspek penilaianContoh TP : Setelah diskusi siswa dapat menuliskan 5 ciri ciri mahluk hidup1.Indikator :Menuliskan 5 ciriciri mahluk hidup2.Soal :Tuliskan 5 ciri Mahluk hidup3.Metoda : diskusi4.Keg. pembel:Diskusi tentang ciri ciri mahluk hidup5.Aspek penilaian : Kognitip, Teknik tertulis DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 45
  46. 46. BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPPKOMPETE MATERI NSI MATERI AJAR INDIKATOR SOAL METODA POKOK DASAR 1 2 3 5 4 6Menyal KD Uraikan dari Tiap soal satu indikator Diambil dari Untukin dari buang Materi rumusan indikator yang tiap sub mencapaistandar kata pokok seluas paling sederhana memiliki materi ajar iundikatorisi kerja mungkin 2 penciri yaitu perubahan soal yang tsb dengan tingka laku dan baik Materi ajar mempertim pengetahuan (yang mengandung disampai bangkan mencerminkan 2 aspek kan dengan alokasi pengelolaan pengalaman pengetahuan metoda apa waktu,kema belajar peserta didik yaitu dan mpuan siswa kegiatan siswa dan perubahan dan guru materi). tingka laku DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 46
  47. 47. TUJUAN KEGIATAN JENIS PENILAIAN ALOKASI SUMBERPEMBELAJARA PEMBELAJARA 9 WAKTU BAHAN N N 7 8 ASPEK TEKNIK KKM 10 11Tujuanpembelajaran Merupakan pengalaman Lihat soal Bisa Dibuat per Untuk KDadalah indikator belajar siswa sesuai berupa indikator sesuaikan 1 sumberyang ditulis yang kan dg tertulis, atau KD dengan 2 Bahansecara lengkap berhubungan 3 alatyang memiliki dengan metoda aspek pada lisan, dengan program5 aspek yaitu pembelajaran raport Unjuk memper semester 1 A dan memiliki 2 2 B penciri yaitu kerja, hatikan3. C kegiatan siswa 4 D dan Produk Aspek 5.E pengetahuan proyek komplek sitas,daya dukung dan intake siswa DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 47
  48. 48. BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP ? Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPPKOM MATE MATERI AJAR INDIKATOR SOAL METODAPETE RI NSI POKODASA K R 1 2 3 5 4 6Mengi Stru a.Struktur daun tumbuhan 1.Menunjukan 1.Amati sehelai 1.Observasi/Pdentifi 1 Tangkai daunkasi ktur 2 Tulang daun mana daun lalu tunjukkan engamatanstrukt dan tangkai,tulang Mana 2.Diskusiur dan 3 Helai daunfungsi fung b.Fungsi Daun tumbuhan dan helai daun tangkai,tulang dandaun si 1 Tangkai daun berfungsi yang diamati helai daun yangtumbu untuk melekatkan daunhan daun pada batang /Ranting diamati tum 2 Tulang daun berfungsi 2.Menyebutkan tersebut buha untuk memberikan bentuk fungsi tangkai 2.Sebutkan fungsi pada daun n 3 Helai daun berfungsi daun tangkai daun untuk memasak makanan dan untuk bernapas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 48
  49. 49. KEGIATAN JENIS PENILAIAN ALOKASI SUMBERTUJUAN PEMBELAJARAN PEMBELAJA 9 WAKTU BAHAN RAN 7 8 ASPEK TEKNIK KKM 10 111.Setelah 1.Menga 1.Aspek Teknik KKM 89 2 jam Sumber ;Mengamati helai mati Kinerja Proses Pelajaran Buku IPAdaun siswa dapat helai ilmiah, kerjaMenunjukkan daun konsep, BahanMana ; Dauntangkai,tulang 2.Diskusi 2.Aspek Teknik KKM 78 tumbuha dan helai daun tentang Penguasaan Tertuli Alatyang di amati fungsi konsep,Tek s, ;-dengan benar tangkai nik Tertulis, 2.Setelah diskusi daun KKM 78siswa dapatMenyebutkanfungsi tangkai daundengan tepat DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 49
  50. 50. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN December 27, 2012
  51. 51. PENILAIAN APA,MENGAPA, dan BAGAIMANA ? DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 51DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  52. 52. PerancanganPerancangan Pelaksanaan Pelaksanaan Analisis Hasil Analisis Hasil Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Pelaporan Hasil Pelaporan Hasil Tindak lanjut Tindak lanjut Penilaian Penilaian Hasil Penilaian Hasil Penilaian DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 52/29DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  53. 53. CAKUPAN PENILAIANNO. CAKUPAN PERANCANG 1. Ulangan Harian Pendidik2. Ulangan Tengah Semester Pendidik di bawah koordinasi satuan3. Ulangan Akhir Semester pendidikan4. Ulangan Kenaikan Kelas5. Ujian Sekolah6. Ujian Nasional BSNP bekerja sama dengan instansi terkait DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  54. 54. • Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana peiaksanaan pembelajaran (RPP) – Permendiknas No.20 Tahun 2007, Lampiran D.2• Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas (PP No.19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1)• Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, keandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian (Permendiknas No.19 – Lampiran B.5 butir d.13).• Penilaian pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik; bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan memperbaiki proses pembelajaran (PP No.19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1 dan 2). Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran C.1) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  55. 55.  Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran A.4)  Ketuntasan KD ditandai dengan ketuntasan setiap indikator pada KD ybs  Bentuk dan teknik penilaian sesuai dengan penilaian yang direncanakan dalam silabus  Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan KD mengikuti remedial, dan yang sudah tuntas mendapat pengayaan NILAI HARIAN RATA-N NAMA SISWA KD-1 KD-2 KD-3 KD-4 KD-5 RATAO NHCatatan : Nilai Harian setiap KD merupakan kumulatif dari hasil ulangan harian dan nilai penugasan pada KDKTSP 2009 DIKLAT/BIMTEK yang bersangkutan DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  56. 56. Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 - 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran A.5) Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh satuan pendidikan Pencapaian kompetensi peserta didik untuk beberapa kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan tengah semester menghasilkan satu Nilai Tengah Semester (NTS)/Rapor UTS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  57. 57. • Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lamp A.6) • Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran A.7) • Pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas menghasilkan satu Nilai Akhir Semester (NAS/NKK) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  58. 58. • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah• Pelaporan hasil belajar yang dilakukan oleh guru atas perkembangan pembelajaran siswa berupa rapor.• LHB (Rapor) adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu satu semester. Laporan prestasi mata pelajaran, berisi informasi tentang pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan• Pelaporan hasil belajar hendaknya merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik• Laporan kemajuan belajar peserta didik disajikan dalam data kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (0-100) untuk setiap mata pelajaran, sedangkan data kualitatif berupa ketercapaian Kompetensi yang berisi deskripsi yang menggambarkan tingkat pencapaian kompetensi utuh peserta didik untuk setiap mata pelajaran.• Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  59. 59. • Nilai Harian (kumulatif dari hasil nilai ulangan harian dan nilai penugasan)• Nilai Ulangan Tengah Semester• Nilai Ulangan Akhir Semester atau Nilai Ulangan• Nilai pada rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan peserta didik dalam satu semestar. Nilai tersebut berasal dari nilai Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester• Kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian , nilai Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan kelas merupakan kebijakan satuan pendidikan yang dirumuskan bersama dengan dewan guru• Hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi satuan pendidikan dalam menentukan kedudukan atau bobot adalah cakupan indikator yang diukur, konsistensi dan kontinuitas pengukuran pencapaian kompetensi sehingga kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian sama atau lebih besar nilai Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan kelas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  60. 60. Nilai LHB (rapor) = x NH + y NTS + z (NAS/NKK) Keterangan NH : Nilai Harian NTS : Nilai Ulangan Tengah Semester NAS/NKK : Nilai Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan Kelas x, y, z : pembobotan masing-masing nilaiContoh 1Pembobotan nilai Ulangan Harian lebih besar dari Ulangan Tengah Semester danUlangan Akhir Semester, misal: 50% - 25% - 25%Mata Pelajaran Sosiologi : Nilai Ulangan Harian = 75 Nilai Ulangan Tengah Semester = 70 Nilai Ulangan Akhir Semester = 60 Jadi Nilai pada rapor= (50% x 75) + (25% x 70) + (25% x 60) = 37,5 + 17,5 + 15 = 70 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  61. 61. Contoh 2Pembobotan nilai Ulangan Harian sama dengan Ulangan TengahSemester dan Ulangan Akhir Semester.Mata Pelajaran Pendidikan Seni: Nilai Ulangan Harian = 75 Nilai Ulangan Tengah Semester = 70 Nilai Ulangan Akhir Semester = 65 Jadi Nilai pada rapor= (75 + 70 + 65)/3 = 70CATATANPenentuan pembobotan dalam menentukan nilaiLHB (rapor) diserahkan pada satuan pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  62. 62. PENGOLAHAN NILAI HASIL BELAJAR Semua hasil penilaian (UH, Tugas, UTS, UAS dan UKK) dipertimbangkan dalam menentukan nilai rapor Contoh format berikut tidak baku, sekolah dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing62/29 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  63. 63. NILAI HARIAN NAMA RT-RT NILAINO NTS NAS SISWA NH LHB KD-1 KD-2 KD-3 KD-4 KD-5 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  64. 64. Mata Pelajaran : …………………… Kelas/Semester : …………………… Ulangan Harian Tugas Nama No Pes.ddk NH UTS UAS NR 1 R-1 2 R-2 3 R-3 1 2 3 Rt64/29 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  65. 65. CONTOH FORMAT  Keterangan : R : Nilai hasil remedial NH : Nilai Harian (gabungan dari rata-rata nilai tugas dan rata-rata nilai UH setelah remedial, dua desimal, tidak dibulatkan) UTS : Nilai Ulangan Tengah Semester (dua desimal, tidak dibulatkan) Nilai Ulangan Akhir Semester (dua desimal, tidak UAS : dibulatkan) NR : Nilai Rapor (bilangan bulat)65/29 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  66. 66. sahih sahih akuntabel objektif akuntabel adilberacuan kriteria PRINSIP PENILAIAN PRINSIP PENILAIAN terpadu sistematis terbuka menyeluruh dan berkesinambungan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  67. 67. * KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL *  Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan.  KKM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan memperhatikan : 1. Intake (kemampuan rata-rata peserta didik) 2. Kompleksitas (mengidentifikasi kerumitan indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar) 3. Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada sumber belajar) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 2
  68. 68. * RAMBU - RAMBU * KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mapel di satuan pendidikan Ketuntasan Belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100%. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal, dan berupaya secara bertahap meningkatkan untuk mencapai ketuntasan maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 4
  69. 69. 1 KOMPLEKSITAS *Tingkat Kompleksitas:(kesulitan dan kerumitan) setiap KD atau indikator yang harus dicapai oleh pesertadidikKompleksitas tinggi, apabila dalam mencapai kompetensi diperlukan : Pendidik 1. memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; 2. kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; 3. menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  70. 70. 1 KOMPLEKSITAS * Peserta didik 1. kemampuan penalaran tinggi; 2. cakap/terampil menerapkan konsep; 3. cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; 4. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar dapat mencapai ketuntasan belajar Waktu Memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  71. 71. 1 KOMPLEKSITAS * Selanjutnya Jika suatu indikator hanya meliputi sebagian dari kondisi tersebut di atas dapat dinyatakan memiliki kompleksitas sedang dan apabila tidak memerlukan kondisi tersebut indikator dapat dinyatakan memiliki kompleksitas rendah . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  72. 72. 2 DAYA DUKUNG * * Ketersediaan Tenaga Sarana dan prasarana pendidikan * yang diperlukan * Biaya operasional pendidikan * Manajemen Sekolah * Kepedulian stakeholders sekolah DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  73. 73. 3 INTAKE * (Tingkat Kemampuan Rata-rata Peserta Didik) Kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Nilai Ujian Nasional (NUN), Rapor kelas 3 SMP, tes seleksi masuk, atau psikotesintake Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM peserta didik pada semester atau kelas sebelumnya keterkaitan antara indikator dengan indikator sebelumnya yang telah di capai oleh peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  74. 74. * Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai *A. Dengan memberikan poin : NILAI NO. KRITERIA Tinggi Sedang Rendah 1 Kompleksitas 1 2 3 2 Daya Dukung 3 2 1 3 Intake 3 2 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  nilainya adalah ( 3 + 3 + 2) 9 x 100 = 88,89 89 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  75. 75. * Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai *B. Dengan menggunakan rentang nilai : Penentuan rentang nilai dan penetapan nilai dari setiap kriteria merupakan kesepakatan forum MGMP sekolah, misalnya : NILAI NO. KRITERIA Tinggi Sedang Rendah 1 Kompleksitas 50 - 64 65 - 80 81 - 100 2 Daya Dukung 81 - 100 65 - 80 50 - 64 3 Intake 81 - 100 65 - 80 50 - 64 Nilai KKM indikator adalah rata-rata dari nilai ketiga kriteria yang ditentukan. Contoh : kompleksitas sedang (75), daya dukung tinggi (95), dan intake sedang (70), maka nilai KKM indikator = (75 + 95 + 70) : 3 = 80 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  76. 76. * Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai *C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgement pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai Kompleksitas Kompleksitas Daya Dukung Daya Dukung Intake Intake • Tinggi • Tinggi • Tinggi • Sedang • Sedang • Sedang • Rendah • Rendah • Rendah Contoh : Jika indikator memiliki kriteria: kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  maka terdapat dua komponen yang memungkinkan untuk menetapkan nilai KKM 100 yaitu kompleksitas rendah dan daya dukung tinggi. Karena intake peserta didik sedang, guru dapat mengurangi nilai KKM, misalnya menjadi antara 80 – 90. 90 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  77. 77. * PENETAPAN KKMContoh : Dengan Memberi Poin Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai Kompetensi dasar dan Indikator KKM Daya Kompleksitas Intake dukung1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa 75.25 dan unsur-unsur terbentuknya negara•Menguraikan pengertian bangsa Rendah Tinggi Sedang 89 3 3 2•Mendeskripsikan unsur terbentuknya Tinggi Sedang Sedang 56bangsa 1 2 2•Mendeskripsikan pengertian negara Sedang Tinggi Sedang 78 2 3 2•Mengidentifikasi unsur terbentuknya Sedang Tinggi SedangNegara 78 2 3 2 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  78. 78. * PENETAPAN KKMContoh : Dengan Memberi Rentang Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai Kompetensi dasar dan Indikator KKM Daya Kompleksitas Intake dukung1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa 75.5 dan unsur-unsur terbentuknya negara•Menguraikan pengertian bangsa Sedang Tinggi Sedang 78 75 90 70•Mendeskripsikan unsur terbentuknya Tinggi Sedang Sedangbangsa 68 55 80 70•Mendeskripsikan pengertian negara Sedang Tinggi Sedang 78 78 85 70•Mengidentifikasi unsur terbentuknya Sedang Tinggi SedangNegara 78 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 76 90 78 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  79. 79. * ANALISIS KETUNTASAN *Analisis ketuntasan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahuitingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan Hasil analisis ditindaklanjuti dengan memberikan perbaikan (remedial) bagi peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan (enrichment) bagi yang sudah tuntas. Manfaat Analisis: 1. Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya 2. Perbaikan proses pembelajaran DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  80. 80. DALAM 1 KDJML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYAJML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  81. 81. PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIALTATAP MUKA DENGAN GURUBELAJAR SENDIRI → dinilaiKEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN, MEMBUAT RANGKUMAN, MENGERJAKAN TUGAS, MENGUMPULKAN DATA.PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  82. 82. PROGRAM PENGAYAAN :SISWA BERPRESTASI BAIKMEMPERKAYA KOMPETENSIKEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN, LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUALHASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTANSETIAP SAAT, PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  83. 83. PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Program Strategi Strategi Bahan Bahan Tidak efektif? Tidak efektif? Dievaluasi Dievaluasi Diganti Diganti Direvisi Direvisi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  84. 84. * Alur prosedur kerja * DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  85. 85. LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN KKMB *1 Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut: KKM KKM Indikator Mata Pelajaran KKM KKM Kompetensi Dasar Standar Kompetensi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  86. 86. PROSES PEMBELAJARAN PENILAIAN / ULANGAN < KKM ≥ KKM PEMB. REMEDIAL PEMB. PENGAYAAN ULANGAN FORTOFOLIO LULUS TUNTAS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 KD BERIKUTNYADEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  87. 87. PENILAIA N Sistem penilaian menggunakan ulangan berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah: UH dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar. UH dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi Dasar. Hasil UH dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial, program pengayaan. UH mencakup aspek kognitif dan psikomotor. Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti:pengamatan, kuesioner, dsb. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 87 - 39 HALAMAN
  88. 88. 1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik dirumuskan dalam urutan yang hirarkis dirumuskan dalam urutan yang hirarkis2. Evalusi yang digunakan adalah penilaian2. Evalusi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback diberikan feedback3. Pemberian pembelajaran remedial serta3. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan bimbingan yang diperlukan4. Pemberian program pengayaan bagi peserta4. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal awal DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  89. 89. Langkah-langkah • Kesulitan belajar ringan. • Kesulitan belajar sedang.1. Mendiagnosis • Kesulitan belajar berat.Kesulitan Belajar Dilakukan dengan tes prasyarat, tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb. • Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda • Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbinganMemberikan peroranganPerlakuan • Pemberian tugas-tugas kelompok(treatment) • Pemanfaatan tutorial teman sebaya.PembelajaranRemedial Diakhiri dengan tes ulang dilakukan di luar jam tatap muka DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  90. 90. PEMBELAJARAN REMEDIAL Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan, hanya waktu pencapaian yang berbeda. Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  91. 91. Penilaian ulang diberikan kepadapeserta didik yang telah mengikutiprogram pembelajaran remedial agardapat diketahui apakah peserta didiktelah mencapai ketuntasan dalampenguasaan kompetensi yang telahditetapkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  92. 92. Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 92 - 39 HALAMAN
  93. 93. PELAKSANAAN REMEDIAL Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus, Pemberian tugas/latihan, Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya, dan lain-lain, yang semuanya diakhiri dengan ulangan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 93 - 39 HALAMAN
  94. 94. TE Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telahS mengikuti program pembelajaran remedial agarU dapat diketahui apakahL peserta didik telah mencapai ketuntasan dalamA penguasaan kompetensi yangN telah ditetapkan.G DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 94 - 39 HALAMAN
  95. 95. Nilai Remedial Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100). Oleh karena itu, mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM. Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 95 - 39 HALAMAN
  96. 96. Guru ;; Guru1.Menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan 1.Menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkanpencapaian kompetensi peserta didik dengan analisis ketuntasan KKM. pencapaian kompetensi peserta didik dengan analisis ketuntasan KKM. a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta didik a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta didik kurang dari KKM kurang dari KKM b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta didik b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta didik lebih atau sama dengan nilai KKM lebih atau sama dengan nilai KKM2.Melaksanakan program remedial dan pengayaan berdasarkan hasil 2.Melaksanakan program remedial dan pengayaan berdasarkan hasilklasifikasi pencapaian hasil peserta didik klasifikasi pencapaian hasil peserta didik3.Melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial dan 3.Melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial danhasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik4.Melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti program 4.Melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti programpengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam fortofolio. pengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam fortofolio. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  97. 97. Contoh: Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial  Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.  Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%.  Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.dan atau lebih dari 50% rata2 pencapaian Indikator yang diujika lebih dari 50% DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 97 - 39 HALAMAN
  98. 98. Langkah-langkah • Siswa yang belajar lebih cepat. • Siswa yang menyimpan informasi lebih mudah • Siswa dengan keingintahuan yang tinggiIdentifikasi • Siswa dengan kemampuan berfikir mandiriKelebihan • Siswa yang superior berfikir abstrakKemampuan • Siswa yang memiliki banyak minatBelajar Dilakukan dengan ; Tes IQ, Tes Inventori, Wawancara, Pengamata (Observasi) • Belajar Kelompok • Belajar MandiriBentuk • Pembelajaran berbasis TemaPelaksanaan • Pemadatan KurikulumPembelajaranPengayaan Penilaian dilakukan dengan penilaian fortofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 peserta didik HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA yang normal
  99. 99. PEMBELAJARAN PENGAYAAN Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  100. 100. PEMBELAJARAN PENGAYAAN (lanjutan ….) Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya. Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain- lain DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  101. 101. 1. Belajar KelompokBentuk 2. Belajar mandiriPelaksanaan 3. PembelajaranPembelajaran berbasis temaPengayaan 4. Pemadatan kurikulum DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 101 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  102. 102. Penilaian Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 102 -DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  103. 103. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  104. 104. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  105. 105. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 105
  106. 106. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN

×