MADYA, S.PdX PERBANKAN
Memahami Kredit PerbankanA. PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN, DAN JENIS – JENIS KREDIT.1. PengertianKredit berasal dari kata Ita...
Kepercayaan reserve diartikan kreditor menyalurkan kredit/pinjaman kepadadebitor atas kepercayaan, tetapi kurang yakin seh...
2. Fungsi dan Tujuan KreditFungsi Kredit bagi masyarakat, antara lain dapat :1. Menjadi motivator dan dinamisator peningka...
3. Tujuan penyaluran kredit, antara lain adalah untuk :1. Memperoleh pendapatan bank dari bunga kredit.2. Memanfaatkan dan...
4. Jenis – jenis kreditJenis kredit dibedakan berdasarkan sudut pendekatan yang kita lakukan, yangberdasarkan tujuan kegun...
d. Berdasarkan Sektor Perekonomian1. Kredit PertaniaanIalah kredit yang di salurkan kepada perkebunan, perternakan, perika...
b. Berdasarkan Jangka Waktu1. Kredir jangka pendek yaitu kredit yang jangka waktunya palinglama satu tahun saja.2. Kredit ...
e. Berdasarkan Agunan/jaminan1. Kredit Agunan OrangIalah kredit yang diberikan dengan jaminan seseorang terhadap debiturbe...
f. Berdasarkan Golongan Ekonomi1. Golongan ekonomi lemah ialah kredit yang disalurkan kepada pengusaha golonganekonomi lem...
Contoh : M. Raja Akbar F. Hasibuan mendapat kredit sebesar Rp. 120 juta untuk jangkawaktu 12 bulan. Cicilan setiap bulan R...
5. Objektif dalam penilaian agunan kredit yang diberikannasabah.6. Berpengetahuan luas tentang nilai ekonomis agunan kredi...
3. Prosedur Penyaluran kreditProsedur yang harus dipenuh dalam penyaluran kredit, antara lain :1. Calon debitor menulis na...
4. Alokasi Penyaluran KreditAlokasi penyaluran kredit harus berpedoman pada ketetapan dan suratedaran otoritas moneter dan...
C. KEBIJAKANSANAAN PERKREDITAN BANKKebijaksanaan perkreditan bank harus di program dengan baikdanbenar. Program perkredita...
Kebijakan Perkreditan antara lain :1. Bankabel, artinya kredit yang akan dibiayai hendaknya memenuhi kriteria:a. Safety, y...
b. Investasi Sekunder, yaitu investasi yang dilakukan dengan menyalurkan kreditkepada masyarakat (debitur). Investesi ini ...
D. Teknik Penyelesaian Kredit MacetSeperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pemberian suatu fasilitas kreditmengandung s...
- Adanya unsur kesengajaan. Dalam hal ini nasabah sengaja untuk tidak bermaksudmembayar kewajibannya kepada bank sehingga ...
Penyelamatan terhadap kredit macet dilakukan dengan cara antara lain :1. RescbedulingSuatu tindakan yang diambil dengan ca...
Dalam hal penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu, maksudnyahanya bunga yang dapat ditunda pembayarannya, sedangk...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

22

397 views

Published on

Published in: Devices & Hardware
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
397
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

22

  1. 1. MADYA, S.PdX PERBANKAN
  2. 2. Memahami Kredit PerbankanA. PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN, DAN JENIS – JENIS KREDIT.1. PengertianKredit berasal dari kata Italia, Credere yang artinya kepercayaan, Yaitu kepercayaandari kreditor bahwa deditornya akan mengembalikan pinjaman berserta bunganyasesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Tegasnya, kreditor percaya bahwa kredititu tidak akan macet.Prinsip penyaluran kredit adalah prinsip kepercayaan dan kehati – hatian.Indikatror kepercayaan ini adalah kepercyaan moral, komersial, finansial dananggunan. Kepercayaan di bedakan atas kepercayaan murni dan kepercayaan reserve.Kepercayaan murni Adalah jika kreditor memberikan kredit kepada debitornyahanya atas kepercayaan saja, tanpa ada jaminan lainnya. Misalnya : Masyarakatmenabungkan uangnya pada suatu bank hanya atas kepercayaan saja, karena bankhanya memberikan tanda bukti berupa bilyet deposito, blangko buku cek atau bilyetgiro kepada penabungnya. Jika banknya dilikkuidasi, penabung memiliki bilyetdeposito atau blangko bilyet giro saja.
  3. 3. Kepercayaan reserve diartikan kreditor menyalurkan kredit/pinjaman kepadadebitor atas kepercayaan, tetapi kurang yakin sehingga bank selalu minta anggunanberupa meteri ( Seperti BPKB dan lain-lain ). Bahkan suatu bank dalam menyalurkankredit mengutamakan anggunan atas pinjaman tersebut.Kredit Adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan ituberdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam – meminjam antara bank denganpihak lain yang mewajibkan pihak meminjam untuk melunasi utangnya setelah jangkawaktu tertentu. Dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keutungan ( UURI No.7 Tahun 1992 tentang perbankan Bab I, Pasal 1, ayat (12).Kredit Adalah semua jenis pinjaman yang harus di bayar kembali bersamabunganya oleh peminjam sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati ( Drs. H.Malayu S.P. Hasibuan – 1996 ).Manajemen perkreditan bank adalah kegiatan mengatur pemanfaatan dana – danabank supaya produktif, aman dan giro wajib minimalnya tetap sehat (penulis).Manajemen perkreditan akan dapat dilakukan dengan baik jika didasarkanperhitungan yang matang dan terpadu dari perdapatan, keamanan, dan giro wajibminimalnya. Oleh karena itu pimpnan bank dituntut agar melaksanakan perencanaan,alokasi, dan kebijakan penyaluran kreditnya.Manajemen Perkreditan Bank pada dasarnya merupakan suatu proses yangterintegrasi antara sumber-sumber dana kredit, alokasi dana yang dapat dijadikankredit dengan perencanaan, pengorganisasian, pemberian administrasi danpengamanan kredit (Drs. M. Sinunungan, 199:210).
  4. 4. 2. Fungsi dan Tujuan KreditFungsi Kredit bagi masyarakat, antara lain dapat :1. Menjadi motivator dan dinamisator peningkatan kegiatan perdagangan danperekonomian.2. Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.3. Memperlancar arus barang dan arus uang.4. Meningkatkan hubungan internasional (L/C, CGI, dan lain – lain).5. Meningkatkan produktivitas dana yang ada.6. Meningkatkan daya guna ( Utility ) barang.7. Meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat.8. Memperbesar modal kerja perusahaan.9. Meningkatkan income per capita ( IPC ) masyarakat.10. Mengubah cara berpikir/bertindak masyarakat untuk lebih ekonomis.
  5. 5. 3. Tujuan penyaluran kredit, antara lain adalah untuk :1. Memperoleh pendapatan bank dari bunga kredit.2. Memanfaatkan dan memprodukfikan dana – dana yang ada.3. Melaksanakan kegiatan operasional bank.4. Memenuhi permintaan kredit dari masyarakat.5. Memperlancar lalu lintas pembayaran.6. Menambah modal kerja perusahaan.7. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
  6. 6. 4. Jenis – jenis kreditJenis kredit dibedakan berdasarkan sudut pendekatan yang kita lakukan, yangberdasarkan tujuan kegunaannya, jangka waktu, macam, sektor perekonomian,agunan, golongan ekonomi, serta penarikan, dan pelunasan.a. Berdasarkan tujuan/ kegunaannya1. kredit Konsumtif yaitu : kredit yang dipergunakan untuk kebutuhan sendiribersama keluarganya, seperti kredit rumah atau mobil yang akan digunakansendiri bersama kelurganya. Kredit ini tidak produktif.2. Kredit Modal Kerja ( Kredit Perdagangan ) Yaitu : Kredit yang akan dipergunakan untuk menambah modal usaha debitur. Kredit ini produktif.3. Kredit Investasi Yaitu : Kredit yang dipergunakan untuk investasi produktif.Tetapi baru akan menghasilkan dalam jangka waktu yang relatif lama. Biasanyakredit ini diberikan grace period, Misalnya : Kredit untuk perkebunan kelapasawit dan lain – lain.
  7. 7. d. Berdasarkan Sektor Perekonomian1. Kredit PertaniaanIalah kredit yang di salurkan kepada perkebunan, perternakan, perikanan.2. Kredit PerindustrianIalah kredit yang disalurkan kepada beraneka macam industri kecil, menengah,dan besar.3. Kredit PertambanganIalah kredit yang disalurankan kepada beraneka macam pertambangan.4. Kredit Ekspor-ImporIalah kredit yang diberikan kepada eksportir dan atau importir beraneka barang.5. Kredit KoperasiIalah kredit yang diberikan kepada jenis-jenis koperasi.6. Kredit ProfesiIalah kredit yang di berikan kepada beraneka macam profesi. Seperti dokterdan guru.
  8. 8. b. Berdasarkan Jangka Waktu1. Kredir jangka pendek yaitu kredit yang jangka waktunya palinglama satu tahun saja.2. Kredit jangka menengah yaitu kredit yang jangka waktunyaantara satu sampai tiga tahun.3. Kredit jangka panjang yaitu kredit yang jangka waktunya lebihdari tiga tahun.c. Berdasarkan Macamnya1. Kredit Akset yaitu kredit yang diberikan bank yang pada hakikatnya hanyamerupakan pinjaman uang biasa sebanyak plafond kredit ( L 3/BMPK )-nya.2. Kredit penjual yaitu kredit yang diberikan penjual kepada pembeli, artinyabarang telah diterima pembayaran kemudian. Misalnya Usance L/C.3. Kredit pembeli adalah pembayaran telah dilakukan kepada penjual tetapibarangnya di terima belakangan atau pembelian dengan uang muka, MisalnyaRed Clause L/C.
  9. 9. e. Berdasarkan Agunan/jaminan1. Kredit Agunan OrangIalah kredit yang diberikan dengan jaminan seseorang terhadap debiturbersangkutan.2. Kredit Agunan EpekAdalah kredit yang diberikan dengan agunan epek-epek atau surat berharga.3. Kredit Agunan BarangAdalah kredit yang diberikan dengan agunan barang tetap, barang bergerak, danlogam mulia. Kredit barang ini harus memperhatikan Hukum Perdata Pasal1132 sampai dengan Pasal 1139.4. Kredit Agunan DokumenAdalah kredit yang diberikan dengan agunan dokumen transaksi seperti LetterOf Credit.
  10. 10. f. Berdasarkan Golongan Ekonomi1. Golongan ekonomi lemah ialah kredit yang disalurkan kepada pengusaha golonganekonomi lemah, seperti KUK, KUT, dan lain-lainnya. Golongan ekonomi lemahadalah pengusaha yang kekayaan maksimumnya sebesar Rp. 600 juta, tidaktermasuk tanah dan bangunannya.2. Golongan ekonomi menengah dan konglomerat adalah kredit yang diberikankepada pengusaha menengah dan besar.g. Berdasarkan Penarikan dan Pelunasan1. Kredit rekening koran (Kredit Perdagangan) adalah kredit yang dapat ditarik dandilunasi setiap saat, besarnya sesuai dengan kebutuhan : penarikan dengan cek,bilyet giro, atau Pemindahbukuan : pelunasannya dengan setoran-setoran. Bungandihitung dari saldo harian pinjaman saja bukan dari besarnya plafond kredit. Kreditrekening koran baru dapat ditarik setelah plafond kredit disetujui.2. Kredit berjangka adalah kredit yang penarikannya sekaligus sebesar plafondnya.Pelunasan dilakukan setelah jangka waktunya habis. Pelunasan bisa dilakukansecara cicilan atau sekaligus, tergantung kepada perjanjian.
  11. 11. Contoh : M. Raja Akbar F. Hasibuan mendapat kredit sebesar Rp. 120 juta untuk jangkawaktu 12 bulan. Cicilan setiap bulan Rp. 10 juta ditambah bungan saldo pinjaman.Kredit ini tidak dapat dilunasi Raja Akbar sebelum habis jangka waktunya atau 12bulan, walaupun ia mempunyai uang untuk melunasinya.B. Penyaluran Kredit.1. Perencanaan Penyaluran KreditPerencanaan penyaluran kredit harus dilakukan secara realistis dan objektif. Agarpengendalian dapat berfungsi dan tujuan tercapai. Perencanaan penyaluran kreditharus didasarkan pada keseimbangan antara jumlah, sumber, dan jangka waktu danaagar tidak menimbulkan masalah terhadap tingkat kesehatan dan likuiditas bank.Jelasnya, rencana ini harus diperhitungkan secara terpadu oleh perencana secara baikdan benar. Dalam rencana penyaluran kredit ini harus ada pedoman tentangprosedur, alokasi, dan kebijaksanaannya.2. Syarat – Syarat Karyawan Bagian KreditDalam penyaluran kredit, profesionalitas karyawan sangat dibutuhkan. Untuk itudiperlukan karyawan bagian kredit dengan syarat :1. Jujur dan bermoral baik, serta ahli di bidang perkreditan.2. Adil dalam memberikan pelayanan terhadap semua nasabah bank.3. Mengetahui hukum – hukum perjanjian da perikatan agunan kredit.4. Objektif syarat – syarat agunan yang boleh diterima.
  12. 12. 5. Objektif dalam penilaian agunan kredit yang diberikannasabah.6. Berpengetahuan luas tentang nilai ekonomis agunan kredit.7. Mengetahuan ketetapan dan surat edaran Bank Indonesiatentang perkreditan bank.8. Menaati peraturan dan prosedur penyaluran kredit.
  13. 13. 3. Prosedur Penyaluran kreditProsedur yang harus dipenuh dalam penyaluran kredit, antara lain :1. Calon debitor menulis nama, alamat, agunan, dan jumlah kredit yangdiinginkan pada formulir aplikasi permohonan kredit.2. Calon debitor mengajukan jenis kredit yang diinginkan.3. Analisis kredit dengan cara mengikuti asas 5C, 7P, dan 3R daripermohonan kredit tersebut.4. Karyawan analisis kredit menetapkan besarnya plafond kredit atau LegalLending Limit ( L3 ) atau BMPK-nya.5. Jika BMPK disetujui nasabah, akad kredit ( perjanjian kredit ) ditandatangan olehkedua belah pihak.
  14. 14. 4. Alokasi Penyaluran KreditAlokasi penyaluran kredit harus berpedoman pada ketetapan dan suratedaran otoritas moneter dan Bank Indonesia, Yaitu sebagai berikut :1. Pemilik bank ( pemegang saham ) mendapatkan maksimal 20% darijumlah kredit yang disalurkan bank bersangkutan.2. KUK/KUT mendapatkan minimal 20% dari jumlah kredit yangdisalurkan bank.3. Masyarakat luas ( di Luar 1 dan 2 ) sebanyak 60% dari jumlah kredityang diberikan, disalurkan kepada sektor-sektor perekonomian sepertisektor pertanian, pertambangan, dan perdagangan.4. Kredit rekening koran kredit berjangka
  15. 15. C. KEBIJAKANSANAAN PERKREDITAN BANKKebijaksanaan perkreditan bank harus di program dengan baikdanbenar. Program perkreditan harus didasarkan pada asas yuridis,ekonomis,dan kehati-hatian.Yuridis Artinya program perkreditan harus sesuai dengan undang-undang perbankan dan ketetapan Bank Indonesia.Ekonomis Artinya menetapkan rentabilitas yang ingin dicapai dantingkat bunga kredit yang disalurkan.Kehati-hatian Artinya besar plafond kredit ( legal lending limit =BMPK ) harus ditetapkan atas hasil analisis yang baik objektifberdasarkan asas 5C, 7P, dan 3R dari setiap calon peminjam.Kebijaksanaan ( Policy ) Adalah suatu pedoman yang menyeluruh,baik lisan maupun tulisan yang memberikan suatu batas umum danarah tempat management action akan dilakukan ( GR Terry ).
  16. 16. Kebijakan Perkreditan antara lain :1. Bankabel, artinya kredit yang akan dibiayai hendaknya memenuhi kriteria:a. Safety, yaitu dapat diyakini kepastian pembayaran kembali kreditsesuai jabwal dan jangka waktu kredit.b. Effectiveness, artinya kredit yang diberikan benar-benar digunakanuntuk pembiayaan, sebagaimana dicantumkan dalam proposalkreditnya.2. Kebijaksanaan investasi merupakan penanaman dana yang selaludikaitkan dengan sumber dana yang bersangkutan. Investasi dana inidisalurkan dalam bentuk investasi primer dan skunder, kebijaksanaanrisiko, kebijaksanaan penyebaran kredit, serta kebijaksanaan tingkatbunga.a. Investasi primer, yaitu investasi yang dilakukan untuk pembeliansarana dan prasarana bank seperti pembelian kantor, mesin danATK. Dana investasi primer harus dari dana sendiri karena sifatnyatidak produktif dan jangka waktunya panjang. Investasi primer inimutlak harus dilakukan karena merupakan motor kegiatanopersional bank.
  17. 17. b. Investasi Sekunder, yaitu investasi yang dilakukan dengan menyalurkan kreditkepada masyarakat (debitur). Investesi ini sifatnya produktif (menghasilkan).Jangka waktu penyaluran kredit harus disesuaikan dengan lamanya tabunganagar likwiditas bank tetap terjamin.3. Kebijaksanaan RisikoKebijaksanaan risiko maksudnya dalam penyaluran kredit harus memperhitungkansecara cermat indikator yang menyebabkan risiko macetnya kredit dan menetapkancara-cara penyelesaiannya.4. Kebijaksanaan Penyebaran KreditKebijaksanaan penyebaran kredit maksudnya kredit harus disalurkan kepadaberaneka ragam sektor ekonomi, semua golongan ekonomi dan dengan jumlahpinjaman yang banyak.5. Kebijaksanaan Tingkat BungaKebijaksanaan tingkat bunga maksudnya dalam pemberian kredit harusmemperhitungkan situasi moneter, kondisi perekonomian, persaingan antarbank,dan tingkat inflasi untuk menetapkan tingkat suku bunga kredit.
  18. 18. D. Teknik Penyelesaian Kredit MacetSeperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pemberian suatu fasilitas kreditmengandung suatu resiko kemaceten. Akibatnya kredit tidak dapat ditagihsehingga menimbulkan kerugian yang harus ditanggung oleh bank. Sepandai apapun analisis kredit dalam menganalisis setiap permohonan kredit, kemungkinankredit tersebut macet pasti ada. Hanya saja dalam hal ini, bagaimanameminimalkan resiko tersebut seminimal munghkin. Dalam praktiknyakemacetan suatu kredit disebabkan oleh 2 unsur sebagai berikut :1. Dari Pihak PerbankanArtinya dalam melakukan analisisnya, pihak analisis kurang teliti, sehinggaapa yang terjadi, tidak diprediksi sebelumnya atau mungkin salah dalammelakukan perhitungan. Dapat pula terjadi akibat kolusi dari pihak analisiskredit dengan pihak debitur sehingga dalam analisisnya dilakukan secarasubjektif dan akal-akalan.2. Dari Pihak NasabahDari pihak nasabah kemacetan kredit dapat dilakukan akibat 2 hal yaitu:
  19. 19. - Adanya unsur kesengajaan. Dalam hal ini nasabah sengaja untuk tidak bermaksudmembayar kewajibannya kepada bank sehingga kredit yang diberikan macet. Dapatdikatakan tidak adanya unsur kemauan untuk membayar, walaupun sebenarnyanasabah mampu.- Adanya unsur tidak sengaja. Artinya si debitur mau membayar akan tetapi tidakmampu. Sebagai contoh kredit yang dibiayai mengalami musibah sepertikebakaran, hama, kebanjirandan sebagainya, sehingga kemampuan untukmembayar kredit tidak ada.Dalam hal kredit macet pihak bank perlu melakukan penyelamatan, sehinggatidak akan menimbulkan kerugian. Penyelamatan dilakukan apakah denganmemberikan keringanan berupa jangka waktu atau angsuran terutama bagi kreditkarena musibah atau melakukan penyitaan bagi kredit yang sengaja lalai untukmembayar. Terhadap kredit yang mengalami kemacetan sebaiknya dilakukanpenyelamatan sehingga bank tidak mengalami kerugian.
  20. 20. Penyelamatan terhadap kredit macet dilakukan dengan cara antara lain :1. RescbedulingSuatu tindakan yang diambil dengan cara memperpanjang jangka waktu kreditatau janglka waktu angsuran. Dalam hal ini si debitur diberikan keringanandalam masalah jangka waktu kredit pembayaran kredit, misalnya perpanjanganjangka waktu kredit dari 6 bulan menjadi satu tahun sehingga si debiturmempunyai waktu yang lebih lama untuk mengembalikannya.Memperpanjang angsuran hampir sama dengan jangka waktui kredit. Dalam halini jangka waktu angsuran kreditnya diperpanjang pembayarannyapun misalnya36 kali menjadi 48 kali dan hal ini tentu saja jumlah angsuran menjadi mengecilseiring dengan penambahan jumlah angsuran.2. ReconditioningReconditioning maksudnya adalah bank mengubah berbagai pernyaratan yangada seperti:a. Kapitalisasi bunga, yaitu bunga dijadikan hutang pokok.b. Penundaan pembayaran bunga
  21. 21. Dalam hal penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu, maksudnyahanya bunga yang dapat ditunda pembayarannya, sedangkan p[okopkpinjaman tetap harus dibayar seperti biasa.c. Penurunan suku bungaPenurunan suku bunga dimaksudkan agar lebih meringankan beban nasabah.Sebagai contoh jika bunga per tahun sebelumnya dibebankan 20 %per tahunditurunkan menjadi 18 % per tahun. Hal ini tergantung dari pertimbanganBank yang bersangkutan. Penurunan suku bunga akan mempengaruhi jumlahangsuran yang semangkin kecil, sehingga diharapkan dapat membantumeringankan nasabah.d. Pembebanan bungaDalam pembebanan suku bunga diberikan kepada nasabah denganpertimbangan nasabah tyidak akan mampu lagi membayar kredit tersebut.Akan tetapi nasabah tetap mempunyai kewajiban untuk membayar pokokpinjamannya sampai lunas.

×