SlideShare a Scribd company logo
1 of 28
Download to read offline
MATERI INTI-2
Penemuan Kasus, Diagnosis dan Terapi HIV
(Bagian ke 1. Penemuan Kasus dan Diagnosis HIV)
Orientasi Test & Treat HIV bagi Pelatih
23-26 Pebruari 2021
TUJUAN PEMBELAJARAN
UMUM
• Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu:
• Melakukan diagnosis dan terapi HIV
TUJUAN PEMBELAJARAN
KHUSUS
Setelah selesai mengikuti sesi ini peserta mampu:
• Melakukan penemuan kasus
• Melakukan diagnosis HIV
• Melakukan terapi HIV.
Pokok Bahasan
1. Penemuan kasus
2. Diagnosis HIV
3. Terapi HIV.
Penemuan Kasus
Konsep Layanan Tes HIV
• Menempatkan HIV sama seperti penyakit lainnya
• Terkait dengan karakter penyakit HIV
• Perlu menjawab beberapa pertanyaan yaitu
• Bagaimana cara menemukan kasus
• Bagaimana kasus yang ditemukan dapat diobati dan ditindaklanjuti
dengan membangun jejaring kerja internal maupun eksternal
• Bagaimana membangun layanan yang dapat diakses oleh populasi kunci dan
tidak
memberikan ketakutan dan stigma.
• Sistem promosi atau marketing agar masyarakat tahu jika tersedia layanan
diagnosis dan pengobatan HIV serta dapat diakses
• Dibangun secara terintegrasi dengan sistem layanan yang ada
PRINSIP Tes HIV
1. Consent (persetujuan pasien)
2. Confidentiality (konfidensialitas)
3. Counseling (konseling)
4. Correct test result (hasil tes yang sahih)
5. Connect to care, prevention and treatment services
(dihubungkan dengan layanan Pengobatan Dukungan dan
Perawatan serta pencegahan)
Pengertian 5 C - (1)
• Consent
• Cukup informasi singkat alasan di tes HIV
• Cukup verbal dan tidak perlu tanda tangan – perlu diikuti oleh donor yang
lain
• Definisi usia pada anak- mempertimbangkan banyak anak remaja sudah
tertular dan tidak mau diketahui orang tua/keluarga – pada anak usia < 18
thn siapa yang jadi wali jika tidak ada ortu atau jauh dari keluarga
• Confidentiality
• Status HIV akan dibuka kepada sesama nakes untuk kepentingan perawatan
dan pengobatan
• Pembukaan status HIV kepada pasangan dengan atau tanpa persetujuan
dari penderita
• Perlu evaluasi kemungkinan terjadinya kekerasan fisik – cara?
Pengertian 5 C – (2)
• Counselling
• Tidak perlu melakukan evaluasi detail risk assessment dan “konseling”
• Pasca tes HIV ditekankan pada menjelaskan arti tes dan rencana kerja
pengobatan
• Dilakukan oleh nakes – tidak tergantung konselor
• Correct result
• Perlunya PMI dan PME
• Connect to care
• Memastikan bahwa semua hasil tes positive wajib mendapatkan akses
pengobatan ARV
• Triase – bentuk pencarian kasus yg dilakukan oleh unit
layanan kesehatan
• Skrining R1 oleh petugas kesehatan
• Hasil reaktif perlu dirujuk ke sarana yg mampu menegakkan
diagnosis dan memberikan pengobatan ARV
TRIASE
Skrining dengan 1 rapid tes
di fasyankes/komunitas
A0 Reaktif A0 Non Rekatif ;
Nyatakan sebagai
negatif
Rujuk Ke Fasyankes
untuk kepastian
diagnosis
ALUR TRIASE
Penemuan Kasus (1)
– Daerah Epidemi
Meluas
Ditawarkan secara rutin semua pasien yang berkunjung ke
fasyankes
Penemuan kasus
(2)
Di daerah dengan tingkat epidemi HIV terkonsentrasi atau rendah pada semua:
• TB termasuk TB MDR
• Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS)
• Pasien hepatitis B/C
• Ibu hamil
• Pasangan ODHA
• Populasi kunci HIV; WPS, LSL, Waria, Penasun;WBP (Warga Binaan
Pemasyarakatan)
• Sirkumsisi orang dewasa
• Ditawarkan kepada pasien yang menunjukkan tanda dan gejala penyakit
yang mungkin terkait HIV atau AIDS, tanpa memandang tingkat epidemi HIV
di daerah itu.
Informasi Pra tes – secara
umum
• Manfaat tes HIV pada tiap kelompok yang dites
• Kaitan TB/IMS/Hepatitis dengan HIV
• Risiko penularan HIV pada tiap kelompok juga
kepada bayi
Penjelasan tentang
Konfidensialitas
Layanan tes harus konfidensial, artinya segala isi komunikasi
antara/pasien dengan petugas atau konselor tidak boleh dibuka
kepada orang lain tanpa persetujuan pasien. Namun, Demi
kepentingan kesehatan klien/pasien, hasil tes dapat dibagikan
kepada petugas yang merawat atau mengobati pasien.
Permenkes 21/2013,
Pasal 21
Diagnos
is
Metoda dan
BahanPemeriksaan
• Pemeriksaan antibody
• Rapid tes
• Elisa
• Western Blot – tidak lagi digunakan
• Pemeriksaan antigen
• HIV RNA - kuantitatif
• HIV DNA – Kualitatif
• Digunakan untuk pemeriksaan bayi, infeksi
primer dan kasus terminal
• Bahan pemeriksaan bisa serum, plasma dan
darah segar ( vena/kapiler)
Periode
Jendela
• Keadaan dimana seseorang sudah tertular tetapi h
asil pemeriksaan lab menunjukkan hasil negatif
• Membantu untuk memutuskan pengulangan tes
• Terdapat pada pemeriksaan antibody dan antigen
• Tergantung pada kualitas reagen/rapid tes
• Pada Rapid tes generasi ke 3 yg digunakan saat ini
mempunyai periode jendela 4 – 6 minggu
• Pemeriksaan antigen mempunyai periode jendela
yang lebih pendek – 11 hari
Diagnos
is
• Harus menggunakan 3 pemeriksaan rapid
tes
• Dinyatakan positif jika
• 3 hasil rapid tes atau elisa menunjukkan hasil
reaktif
• HIV RNA atau DNA menunjukkan hasil
terdeteksi
• Inkonklusif ( indeterminate) adalah 2 hasil
reaktif dan 1 non reaktif
Algoritm
a
Diagnosi
s HIV
Pemeriksaan Tes A1
A1
(R)
A1 (NR), Laporkan
sb g Negatif
Tes A2
A1 (R), A2
(R)
A1 (R), A2 (NR)
A1(R) A2(NR) atau
A1(NR), A
2(R),
Laporkan sbg Inkonklusif Tes
Ulang 14 hari kemudian
A1 (NR) dan A2 (NR)
Laporkan sbg Negatif
Ulang Tes A1 dan
A 2
A1+, A2+
Tes A3
A1 (R),A2 (R),A3 (NR)
Laporkan sbg Inkonkl
usif
A1 (R) A2 (R),A3 (R)
Laporkan sbg Positif
Pengulangan
tes
• Tergantung dari epidemi suatu negara/daerah
• Tidak perlu dilakukan pada hasil negatif, KECUALI
• Populasi kunci
• Pasangan ODHA serodiskordan
• Orang dengan keluhan/gejala IMS
• Orang dengan tanda/gejala AIDS
• Ibu hamil di Papua dan Papua Barat
• Tindak lanjut hasil negative
Permintaan tes ulang pada beberapa keadaan:
Ibu hamil trimester ke-3 di Papua dan Papua
Barat Ibu hamil trimester ke-3 yang
pasangannya HIV positif Pajanan HIV dalam 3
bulan terakhir
Bila tidak termasuk kelompok di atas, dianjurkan berperilaku hidup sehat, dan
beri saran
pencegahan IMS dan HIV
• Inkonklusif
Paket untuk pasien negatif:
-Jelaskan arti non reaktif
-Informasi pemberian dan
peng gu naan kondom serta
info pen cegahan lainnya
-Sirkumsisi bagi yg belum sirku
msisi
-Tes ulang bagi yg risti
Tindak Lanjut Pasca
Tes Tes HIV
Inkonklusif
Negatif Positif
Tes Ulang 2 mg
lagi
Positif
Inkonklusif
Negatif
Rujuk
kelayanan
ARV, jelas kan
pa ket yg akan
di da pat di lay
ARV
Nyataka
n
Neg
Beri paket
hasil
neg
Paket untuk Pasien Positif:
-Penetapan stadium klinis
-Skrining dan pengobatan IO jika
ada
-Edukasi adherens
-Tes pasangan
-Skrining TB
-Skrining IMS
-Kotrimoksasol sesuai indikasi
-INH profilaksis sesuai indikasi
-Informasi dan perbaikan gizi
sesuai i ndikasi
-Pemberian ARV
-Paket ANC Terpadu
Informasi Pasca
Tes
• Salah satu mata rantai dari tes HIV
• Dilakukan oleh dokter/bidan/perawat yang meminta tes
HIV
• Berisi informasi tentang
• Makna hasil tes yang didapat
• Rencana pengobatan dan rujukan untuk hasil tes positif
• Notifikasi pasangan
• Informasi pencegahan untuk hasil tes negatif
TINDAK LANJUT PEMERIKSAAN HIV
Tindak lanjut hasil positif :
• Rujuk ke layanan ARV bagi fasyankes yang tidak dapat
memberikan ARV
• Berikan paket layanan pasien positif
Tindak lanjut hasil inkonklusif :
• Tes perlu diulang dengan spesimen baru minimum 2 minggu dari pemeriksaan
yang perta
ma
• Bila hasil tetap inkonklusif dinyatakan negatif
PEMBERIAN
INFORMASI HASIL
TES
• Periksa identitas pasien
• Sampaikan dan jelaskan hasil tes HIV
• Biarkan reaksi emosional muncul ke
permukaan
• Berikan rencana tindak lanjut atau informasi
medi s yang diperlukan
• Tawarkan rujukan dan rencana tindak lanjut

More Related Content

Similar to HIV Diagnosis

Penemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara ScreeningPenemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara Screeningpie-pien
 
Penmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screningPenmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screningriri_hermana
 
Pemeriksaan laboratorium hiv
Pemeriksaan laboratorium hivPemeriksaan laboratorium hiv
Pemeriksaan laboratorium hivbas27
 
MAteri Surveilans PE_.pptx
MAteri Surveilans PE_.pptxMAteri Surveilans PE_.pptx
MAteri Surveilans PE_.pptxfitriaindah12
 
Konsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocx
Konsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocxKonsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocx
Konsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocxmartaagustinasirait
 
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptxNur Harini Purba
 
Pengurusan kes hiv di klinik kesihatan
Pengurusan kes hiv di klinik kesihatanPengurusan kes hiv di klinik kesihatan
Pengurusan kes hiv di klinik kesihatanDaniel Ds Farhan
 
SEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptx
SEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptxSEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptx
SEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptxdennisetiawan022
 
Sasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi Pasien
Sasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi PasienSasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi Pasien
Sasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi PasienI Putu Cahya Legawa
 
posbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdf
posbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdfposbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdf
posbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdfMarzuni1
 
Persentation of HIV pada anak
Persentation of HIV pada anakPersentation of HIV pada anak
Persentation of HIV pada anakAulia Amani
 

Similar to HIV Diagnosis (20)

Penemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara ScreeningPenemuan Penyakit Secara Screening
Penemuan Penyakit Secara Screening
 
Skrining
SkriningSkrining
Skrining
 
Penmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screningPenmuan pmyki secara screning
Penmuan pmyki secara screning
 
Konseling kanker leher rahim bidan-Ova Emilia
Konseling kanker leher rahim bidan-Ova EmiliaKonseling kanker leher rahim bidan-Ova Emilia
Konseling kanker leher rahim bidan-Ova Emilia
 
konselinghiv.pptx
konselinghiv.pptxkonselinghiv.pptx
konselinghiv.pptx
 
Skrinning.ppt
Skrinning.pptSkrinning.ppt
Skrinning.ppt
 
Pemeriksaan laboratorium hiv
Pemeriksaan laboratorium hivPemeriksaan laboratorium hiv
Pemeriksaan laboratorium hiv
 
MAteri Surveilans PE_.pptx
MAteri Surveilans PE_.pptxMAteri Surveilans PE_.pptx
MAteri Surveilans PE_.pptx
 
Sop vct
Sop vctSop vct
Sop vct
 
Konsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocx
Konsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocxKonsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocx
Konsep dan prinsip konseling dan tes sukarela,pptdocx
 
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
 
Hiv dan aids
Hiv dan aidsHiv dan aids
Hiv dan aids
 
Pengurusan kes hiv di klinik kesihatan
Pengurusan kes hiv di klinik kesihatanPengurusan kes hiv di klinik kesihatan
Pengurusan kes hiv di klinik kesihatan
 
Jurnalimun
JurnalimunJurnalimun
Jurnalimun
 
SCREENING.ppt
SCREENING.pptSCREENING.ppt
SCREENING.ppt
 
SEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptx
SEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptxSEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptx
SEMINAR PROPOSAL (PENERAPAN LAYANAN KONSELING HIV/AIDS.pptx
 
Sasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi Pasien
Sasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi PasienSasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi Pasien
Sasaran Keselamatan Pasien - Identifikasi Pasien
 
posbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdf
posbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdfposbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdf
posbinduptm-220627114501-3a602a9e.pdf
 
Posbindu – PTM
Posbindu – PTMPosbindu – PTM
Posbindu – PTM
 
Persentation of HIV pada anak
Persentation of HIV pada anakPersentation of HIV pada anak
Persentation of HIV pada anak
 

HIV Diagnosis

  • 1. MATERI INTI-2 Penemuan Kasus, Diagnosis dan Terapi HIV (Bagian ke 1. Penemuan Kasus dan Diagnosis HIV) Orientasi Test & Treat HIV bagi Pelatih 23-26 Pebruari 2021
  • 2. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM • Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu: • Melakukan diagnosis dan terapi HIV
  • 3. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Setelah selesai mengikuti sesi ini peserta mampu: • Melakukan penemuan kasus • Melakukan diagnosis HIV • Melakukan terapi HIV.
  • 4. Pokok Bahasan 1. Penemuan kasus 2. Diagnosis HIV 3. Terapi HIV.
  • 6. Konsep Layanan Tes HIV • Menempatkan HIV sama seperti penyakit lainnya • Terkait dengan karakter penyakit HIV • Perlu menjawab beberapa pertanyaan yaitu • Bagaimana cara menemukan kasus • Bagaimana kasus yang ditemukan dapat diobati dan ditindaklanjuti dengan membangun jejaring kerja internal maupun eksternal • Bagaimana membangun layanan yang dapat diakses oleh populasi kunci dan tidak memberikan ketakutan dan stigma. • Sistem promosi atau marketing agar masyarakat tahu jika tersedia layanan diagnosis dan pengobatan HIV serta dapat diakses • Dibangun secara terintegrasi dengan sistem layanan yang ada
  • 7. PRINSIP Tes HIV 1. Consent (persetujuan pasien) 2. Confidentiality (konfidensialitas) 3. Counseling (konseling) 4. Correct test result (hasil tes yang sahih) 5. Connect to care, prevention and treatment services (dihubungkan dengan layanan Pengobatan Dukungan dan Perawatan serta pencegahan)
  • 8. Pengertian 5 C - (1) • Consent • Cukup informasi singkat alasan di tes HIV • Cukup verbal dan tidak perlu tanda tangan – perlu diikuti oleh donor yang lain • Definisi usia pada anak- mempertimbangkan banyak anak remaja sudah tertular dan tidak mau diketahui orang tua/keluarga – pada anak usia < 18 thn siapa yang jadi wali jika tidak ada ortu atau jauh dari keluarga • Confidentiality • Status HIV akan dibuka kepada sesama nakes untuk kepentingan perawatan dan pengobatan • Pembukaan status HIV kepada pasangan dengan atau tanpa persetujuan dari penderita • Perlu evaluasi kemungkinan terjadinya kekerasan fisik – cara?
  • 9. Pengertian 5 C – (2) • Counselling • Tidak perlu melakukan evaluasi detail risk assessment dan “konseling” • Pasca tes HIV ditekankan pada menjelaskan arti tes dan rencana kerja pengobatan • Dilakukan oleh nakes – tidak tergantung konselor • Correct result • Perlunya PMI dan PME • Connect to care • Memastikan bahwa semua hasil tes positive wajib mendapatkan akses pengobatan ARV
  • 10.
  • 11. • Triase – bentuk pencarian kasus yg dilakukan oleh unit layanan kesehatan • Skrining R1 oleh petugas kesehatan • Hasil reaktif perlu dirujuk ke sarana yg mampu menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan ARV TRIASE
  • 12. Skrining dengan 1 rapid tes di fasyankes/komunitas A0 Reaktif A0 Non Rekatif ; Nyatakan sebagai negatif Rujuk Ke Fasyankes untuk kepastian diagnosis ALUR TRIASE
  • 13. Penemuan Kasus (1) – Daerah Epidemi Meluas Ditawarkan secara rutin semua pasien yang berkunjung ke fasyankes
  • 14. Penemuan kasus (2) Di daerah dengan tingkat epidemi HIV terkonsentrasi atau rendah pada semua: • TB termasuk TB MDR • Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) • Pasien hepatitis B/C • Ibu hamil • Pasangan ODHA • Populasi kunci HIV; WPS, LSL, Waria, Penasun;WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) • Sirkumsisi orang dewasa • Ditawarkan kepada pasien yang menunjukkan tanda dan gejala penyakit yang mungkin terkait HIV atau AIDS, tanpa memandang tingkat epidemi HIV di daerah itu.
  • 15. Informasi Pra tes – secara umum • Manfaat tes HIV pada tiap kelompok yang dites • Kaitan TB/IMS/Hepatitis dengan HIV • Risiko penularan HIV pada tiap kelompok juga kepada bayi
  • 16. Penjelasan tentang Konfidensialitas Layanan tes harus konfidensial, artinya segala isi komunikasi antara/pasien dengan petugas atau konselor tidak boleh dibuka kepada orang lain tanpa persetujuan pasien. Namun, Demi kepentingan kesehatan klien/pasien, hasil tes dapat dibagikan kepada petugas yang merawat atau mengobati pasien.
  • 19. Metoda dan BahanPemeriksaan • Pemeriksaan antibody • Rapid tes • Elisa • Western Blot – tidak lagi digunakan • Pemeriksaan antigen • HIV RNA - kuantitatif • HIV DNA – Kualitatif • Digunakan untuk pemeriksaan bayi, infeksi primer dan kasus terminal • Bahan pemeriksaan bisa serum, plasma dan darah segar ( vena/kapiler)
  • 20. Periode Jendela • Keadaan dimana seseorang sudah tertular tetapi h asil pemeriksaan lab menunjukkan hasil negatif • Membantu untuk memutuskan pengulangan tes • Terdapat pada pemeriksaan antibody dan antigen • Tergantung pada kualitas reagen/rapid tes • Pada Rapid tes generasi ke 3 yg digunakan saat ini mempunyai periode jendela 4 – 6 minggu • Pemeriksaan antigen mempunyai periode jendela yang lebih pendek – 11 hari
  • 21.
  • 22. Diagnos is • Harus menggunakan 3 pemeriksaan rapid tes • Dinyatakan positif jika • 3 hasil rapid tes atau elisa menunjukkan hasil reaktif • HIV RNA atau DNA menunjukkan hasil terdeteksi • Inkonklusif ( indeterminate) adalah 2 hasil reaktif dan 1 non reaktif
  • 23. Algoritm a Diagnosi s HIV Pemeriksaan Tes A1 A1 (R) A1 (NR), Laporkan sb g Negatif Tes A2 A1 (R), A2 (R) A1 (R), A2 (NR) A1(R) A2(NR) atau A1(NR), A 2(R), Laporkan sbg Inkonklusif Tes Ulang 14 hari kemudian A1 (NR) dan A2 (NR) Laporkan sbg Negatif Ulang Tes A1 dan A 2 A1+, A2+ Tes A3 A1 (R),A2 (R),A3 (NR) Laporkan sbg Inkonkl usif A1 (R) A2 (R),A3 (R) Laporkan sbg Positif
  • 24. Pengulangan tes • Tergantung dari epidemi suatu negara/daerah • Tidak perlu dilakukan pada hasil negatif, KECUALI • Populasi kunci • Pasangan ODHA serodiskordan • Orang dengan keluhan/gejala IMS • Orang dengan tanda/gejala AIDS • Ibu hamil di Papua dan Papua Barat • Tindak lanjut hasil negative Permintaan tes ulang pada beberapa keadaan: Ibu hamil trimester ke-3 di Papua dan Papua Barat Ibu hamil trimester ke-3 yang pasangannya HIV positif Pajanan HIV dalam 3 bulan terakhir Bila tidak termasuk kelompok di atas, dianjurkan berperilaku hidup sehat, dan beri saran pencegahan IMS dan HIV • Inkonklusif
  • 25. Paket untuk pasien negatif: -Jelaskan arti non reaktif -Informasi pemberian dan peng gu naan kondom serta info pen cegahan lainnya -Sirkumsisi bagi yg belum sirku msisi -Tes ulang bagi yg risti Tindak Lanjut Pasca Tes Tes HIV Inkonklusif Negatif Positif Tes Ulang 2 mg lagi Positif Inkonklusif Negatif Rujuk kelayanan ARV, jelas kan pa ket yg akan di da pat di lay ARV Nyataka n Neg Beri paket hasil neg Paket untuk Pasien Positif: -Penetapan stadium klinis -Skrining dan pengobatan IO jika ada -Edukasi adherens -Tes pasangan -Skrining TB -Skrining IMS -Kotrimoksasol sesuai indikasi -INH profilaksis sesuai indikasi -Informasi dan perbaikan gizi sesuai i ndikasi -Pemberian ARV -Paket ANC Terpadu
  • 26. Informasi Pasca Tes • Salah satu mata rantai dari tes HIV • Dilakukan oleh dokter/bidan/perawat yang meminta tes HIV • Berisi informasi tentang • Makna hasil tes yang didapat • Rencana pengobatan dan rujukan untuk hasil tes positif • Notifikasi pasangan • Informasi pencegahan untuk hasil tes negatif
  • 27. TINDAK LANJUT PEMERIKSAAN HIV Tindak lanjut hasil positif : • Rujuk ke layanan ARV bagi fasyankes yang tidak dapat memberikan ARV • Berikan paket layanan pasien positif Tindak lanjut hasil inkonklusif : • Tes perlu diulang dengan spesimen baru minimum 2 minggu dari pemeriksaan yang perta ma • Bila hasil tetap inkonklusif dinyatakan negatif
  • 28. PEMBERIAN INFORMASI HASIL TES • Periksa identitas pasien • Sampaikan dan jelaskan hasil tes HIV • Biarkan reaksi emosional muncul ke permukaan • Berikan rencana tindak lanjut atau informasi medi s yang diperlukan • Tawarkan rujukan dan rencana tindak lanjut