SlideShare a Scribd company logo
1 of 8
4
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Hedonisme
Hedonisme adalah suatu paham yang mengedepankan kesenangan
duniawi, kenikmatan duniawi, materi dan hal-hal yang berbau duniawi serta
menganggap bahwa hal-hal tersebut merupakan tujuan akhir yang harus dicapai
dengan cara apapun, di mana kata ‘duniawi’ merujuk pada aspek jasmani,
filosofis dan intelektual.
Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani hēdonismos dari akar
kata hēdonē, artinya “kesenangan”. Kees Bertens (2002:235) mengungkapkan,
“Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan
manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri” 1 .
Poespoprodjo (1999:60) menyatakan, “Hedonisme merupakan salah satu teori
etika yang paling tua, paling sederhana, paling kebenda-bendaan, dan dari abad ke
abad selalu kita temukan” 2 . Sedangkan Burhanuddin Salam (1997:81)
menyatakan,
Hedonisme adalah sesuatu itu dianggap baik, sesuai dengan kesenangan yang
didatangkannya. Sesuatu yang hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan
dan tidak menyenangkan, dengan sendirinya dinilai tidak baik. Orang-orang
yang mengatakan ini, dengan sendirinya, menganggap atau menjadikan
kesenangan itu sebagai tujuan hidupnya 3.
Depdiknas (KBBI, 2005: 516) menyatakan, “Hedonisme adalah pandangan yang
menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam
hidup”4. Adapun Michael Onfray (dalam Caspar Melville, 2007:1)menyatakan,
“Hedonisme sebagai suatu sikap introspektif hidup berdasarkan mengambil
1 Kees Bertens, Etika (Jakarta, 2002), hal. 235
2 Poespoprodjo, Filsafat Moral (Yogyakarta, 1999), hal. 60
3 Burhanuddin Salam, Logika Materiil Filsafat Ilmu Pengetahuan (Jakarta,1997), hal. 81
4 Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Jakarta,2005), hal. 516
5
kesenangan diri sendiri dan kenikmatan orang lain, tanpa merugikan diri sendiri
atau orang lain”5.
B. Karakteristik Hedonisme
Epicurus (dalam Bertrand Russell 2002: 372), memberikan penjelasan
bahwa hedonisme terbagi atas :
1. Hedonisme egoistis, yaitu hedonisme yang bertujuan untuk
mendapatkan kesenangan semaksimal mungkin. Kesenangan yang
dimaksud ialah dapat dinikmati dengan waktu yang lama dan
mendalam. Contohnya: makan-makanan yang enak-enak, jumlah dan
jenisnya banyak, disediakan waktu yang cukup lama untuk menikmati
semuanya, seperti pada perjamuan makan ala Romawi. Bila perut
sudah penuh, maka disediakan sebuah alat untuk menggitit
kerongkongan, dengan demikian isi perut dapat dimuntahkan keluar,
kemudian dapat diisi kembali jenis makanan yang lain, sampai puas.
2. Hedonisme universal, yaitu suatu aliran hedonisme yang mirip dengan
ulitarisanisme kesenangan maksimal bagi semua, bagi banyak orang.
Contohnya: bila berdansa, haruslah berdansa bersama-sama, waktunya
semalam suntuk, tidak boleh ada seorang pun yang absen, ataupun
kesenangan-kesenangan lainnya yang dapat dinikmati bersama oleh
semua orang6.
Sedangkan Cicero (dalam Bertrand Russell 2002: 372) menjelaskan bahwa
ciri-ciri hedonisme adalah sebagai berikut :
1. Memiliki pandangan gaya instan, melihat sesuatu perolehan harta dari
hasil akhir bukan proses untuk membuat hasil akhir. Hal ini membawa
ke arah sikap selanjutnya yaitu, melakukan rasionalisasi atau
pembenaran dalam memenuhi kesenangan tersebut.
2. Menjadi pengejar modernitas fisik. Orang tersebut berpandangan
bahwa memiliki barang- barang berteknologi tinggi adalah
kebanggaan.
5 Caspar Melville, Atheism à la mode, https://newhumanist.org.uk/1421 (London, 2007)
6 Bertrand Russell, Sejarah Filsafat Barat, diterjemahkan oleh S. Jatmiko (Yogyakarta, 2002), hal.
372
6
3. Memiliki relativitas kenikmatan di atas rata-rata yang tinggi.
Relativitas ini berarti sesuatu yang bagi masyarakat umum sudah
masuk ke tataran kenikmatan atau dapat disebut enak, namun baginya
itu tidak enak.
4. Memenuhi banyak keinginan- keinginan spontan yang muncul. Dalam
penjabaran benteng penahan kesenangan yang sangat sedikit sehingga
ketika orang menginginkan sesuatu harus segera dipenuhi.
5. Ketika mendapat masalah yang dia anggap berat muncul anggapan
bahwa dunia begitu membencinya.
6. Berapa uang yang dimiliki akan habis dan atau tersisa sedikit dengan
skala uang yang dimiliki berada di hidup orang menengah dan tidak
ada musibah selama memegang uang tersebut. Untuk masalah
makanan saja begitu kompleks dan jenisnya banyak belum termasuk
pakaian, rumah, barang-barang mewah, dsb.Namun, kaum hedonis
memiliki kata kesenangan menjadi kebahagiaan7.
Di lain pihak, Jeremy Bentham menyatakan, “Kesenangan dan kesedihan
adalah satu-satunya motif yang memerintah manusia, kesenangan dan kesedihan
seseorang tergantung kepada kebahagiaan dan kemakmuran pada umumnya dari
seluruh masyarakat” (2012:299)8. Memang harus diakui, bahwa banyak tindakan
manusia terdorong oleh cenderung untuk mencapai kepuasan. Bahkan ada ahli psikologi
yang berpendapat bahwa semua tindakan itu berdasarkan atas cenderung yang tak
terdasari, ialah cenderung untuk mencapai kepuasan semata, yang disebutnya libido
seksual (Sigmun Freud), atau cenderung untuk mencapai kepuasan dalam kekuasaan
(adler). Walaupun teori ini sekarang tidak diterima oleh psikologi lain, akan tetapi
tetaplah benar, bahwa cenderung mencari kepuasan itu masih merupakan suatu (bukan
satu-satunya) faktor yang mendorong manusia untuk bertindak. (Poedjawiyatna
1990:44)9.
7 Ibid.
8 Jeremy Bentham, An Introduction to the Principles of Moral Legislation (Oxford, 1789), hal. 299
9 Poedjawiyatna, Etika: Filsafat Tingkah Laku. (Jakarta, 1990), hal. 44
7
C. Sejarah dan Tokoh Etika Hedonisme
Etika hedonisme merupakan teori etika yang paling kuno. Munculnya filsafat
etika hedonisme sudah ditemukan pada Aristippos dari Kyrene (sekitar 433-355
S.M.), seorang murid Socrates. Ketika Socrates bertanya tentang apa tujuan akhir
manusia, ia tidak memberikan jawaban. Ia hanya mengkritik jawaban-jawaban
dari pertanyaannya tersebut. Pertanyaannya dijawab Aristippos, bahwa yang
sungguh baik bagi manusia adalah kesenangan. Ia menyamakan kebahagiaan
dengan kesenangan. Ia menekankan lagi bahwa kesenangan harus dimengerti
sebagai kesenangan aktual, bukan kesenangan dari masa lampau dan kesenangan
di masa mendatang. Kebahagiaan atau kenikmatan yang baik dalam arti yang
sebenarnya adalah kenikmatan kini dan di sini (sekarang). Menurut Aristippos
kenikmatan hanya bersifat badani, aktual dan individual. Kesenangan juga perlu
dibatasi pada kesenangan yang mudah diraih, bukan yang diupayakan dengan
kerja keras (Kees Bertens 2002:236)10.
Aristippos mengajarkan bahwa kesenangan merupakan satu-satunya yang
ingin dicari manusia. Kesenangan atau kenikmatan sebanyak-banyaknya, sebab
kesakitan adalah suatu pengalaman yang tidak mengenakkan. Aristippos
mengajarkan “kenikmatan ada di tanganku, bukannya aku yang ada di tangan
kenikmatan”. Selanjutnya jangan sampai terpaku pada persitiwa sekejap,
melainkan hendaknya memandang kehidupan secara menyeluruh, karena yang
utama adalah hasil akhir dari kenikmatan. Mazhab Aristippos juga menampilkan
kaum hedonis yang mengajarkan bahwa tidaklah mungkin manusia selamanya
terbebas dari rasa sakit. Salah seorang dari pengikut Aristippos, Hegesias bahkan
mengatakan bahwa tujuan tersebut baru akan tercapai setelah mati (De Vos dalam
Soemargono, 2002:164-165)11.
Paham tersebut di atas kemudian muncul kembali setelah Aristoteles pada
masa Hellenism. Ketika itu Yunani dipimpin oleh pemerintahan Alexander
Agung. Kekuasaannya melampaui seluruh wilayah Yunani bahkan sampai di
kerajaan timur. Sesudah kematian Alexander pada tahun 323 S.M. kesatuan
politik kerajaan Yunani tidak terbatas lagi pada kota-kota Yunani, tetapi
10 Kees Bertens, op. cit. , hal. 236
11 De Vos, Pengantar Etika, diterjemahkan oleh Soejono Soemargono (Yogyakarta, 2002), hal.
164-165
8
mencakup juga seluruh wilayah yang ditaklukkan Alexander (Kees Bertens
1976:16)12.
Athena tetap merupakan suatu pusat yang penting dalam bidang filsafat.
Namun selain Athena, juga berkembang pula pusat-pusat intelektual lain,
terutama kota Alexandria. Pada masa hellenis, justru tidak banyak muncul filosof-
filosof besar, tetapi pengaruh filsafat sebagai salah satu unsure pendidikan, jauh
lebih luas dari masa sebelumnya. Sekolah-sekolah filsafat di Athena, seperti
Akademia dan Lykeion tetap meneruskan aktivitasnya, tetapi juga didirikan
beberapa sekolah baru (Kees Bertens 1976:17)13.
Jeremy Bentham (dalam Fuad Farid Ismail dan Abdul Hamid Mutawalli,
2012: 299) menjelaskan bahwa hedonisme ialah perbuatan yang diantara segenap
perbuatan yang dapat dilakukan oleh seseorang akan membawa orang tersebut
merasakan kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Kala itu, hedonisme masih
mempunyai arti positif. Dalam perkembangannya, penganut paham ini mencari
kebahagiaan berefek panjang tanpa disertai penderitaan. Mereka menjalani
berbagai praktik asketis, seperti puasa, hidup miskin, bahkan menjadi pertapa agar
mendapat kebahagiaan sejati. Namun waktu kekaisaran Romawi menguasai
seluruh Eropa dan Afrika, paham ini mengalami pergeseran ke arah negatif dalam
semboyan baru hedonisme. Semboyan baru itu, carpe diem (raihlah kenikmatan
sebanyak mungkin selagi kamu hidup), menjiwai tiap hembusan napas aliran
tersebut. Kebahagiaan dipahami sebagai kenikmatan belaka tanpa mempunyai arti
mendalam. Kedangkalan makna mulai terasa. Pemahaman negatif melekat dan
pemahaman positif menghilang dalam hedonisme. Karena pemahaman hedonis
yang lebih mengedepankan kebahagiaan diganti dengan mengutamakan
kenikmatan14.
Filsafat terus berkembang semakin luas menjadi suatu seni hidup. Orang
bijak adalah orang yang mengatur hidupnya menurut akal dan rasionya. Ada
banyak aliran, semuanya berusaha menentukan cita-cita hidup manusia. Ada
12 Kees Bertens, Ringkasan Sejarah Filsafat (Yogyakarta,1976), hal. 16
13 Ibid., hal. 17
14 Fuad Farid Ismail, AbdulHamid Mutawalli, Cara Mudah Belajar Filsafat (Yogyakarta, 2012),
hal. 299
9
aliran-aliran yang bersifat etis, yang menekankan kepada persoalan-persoalan
tentang kebijaksanaan hidup yang praktis, ada aliran-aliran yang diwarnai oleh
agama. Namun yang ditekankan pada zaman ini umumnya persoalan etika, yaitu
bagaimana manusia harus mengatur tingkah lakunya untuk hidup bahagia.
Epikuros dan Stoa termasuk dalam aliran-aliran yang bersifat etis ini (Hadiwijono,
1980:54)15.
Pandangan bahwa tercapainya kebahagiaan mesti menjadi tujuan
kehidupan manusia dan bahwa oleh karena itu manusia hendaknya hidup dengan
suatu cara yang mendekatkannya pada kebahagiaan tersebut. Etika yang membuat
pencaharian kebahagiaan menjadi prinsip yang paling dasar disebut eudemonisme
(dari kataYunani ‘eudaimonia’, kebahagiaan). Pertimbangan yang mendasari etika
kebahagiaan itu mudah dimengerti: kebahagiaan adalah tujuan pada dirinya
sendiri. Tidak ada yang mengatasinya. Orang yang sudah bahagia, tidak
memerlukan apa-apa lagi. Tampaknya masuk akal kalau kehidupan diarahkan
pada usaha untuk mencapai kebahagiaan. Berbeda seperti yang maksudkan oleh
Aristoteles, bapak peletak dasar filsafat etika. Baginya eudaimonia merupakan
suatu keadaan obyektif. ‘Eudaimonia’ berarti mempunyai jiwa (‘daimon’) dalam
keadaan baik. (Aristoteles dalam Kenyowati, 2004:8)16.
Epikuros, dalam konsep etikanya, bermaksud memberikan ketenangan batin
(ataraxia) kepada manusia. Hal ini disebabkan karena ketenangan batin itu
diancam oleh ketakutan, yaitu ketakutan terhadap murka para dewa, terhadap
maut, dan terhadap nasib. Bukankah para dewa tidak ikut campur dalam urusan
dunia? Para dewa tidak menjadikan jagat raya dan tidak mengurusinya. Inilah
pengaruh filsafat Demokritos terhadap Epikuros, yaitu tentang gerak atom-atom,
satu-satunya etika yang sesuai dengan materialisme mekanistis (Hadiwijono,
1980:55)17.
Kaum Epikurean (murid, dan aliran-aliran Epikuros) adalah penganut
kebebasan kehendak. Mereka mau menyelamatkan kebebasan manusia. Manusia
bukan budak takdir, manusia dapat menentukan kehidupannya sendiri. Mereka
15 Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat Barat 1 (Yogyakarta,1980), hal. 54
16 Aristoteles, Nichomachean Ethics: Sebuah Kitab Suci Etika, diterjemahkan oleh Embun
Kenyowati (Jakarta, 2004), hal. 8
17 Hadiwijono, op.cit., hal. 55
10
juga melawan mitos-mitos keagamaan, ingin mencerahkan manusia,
membebaskannya dari ketakutan-ketakutan terhadap dewa-dewa kematian,
pengadilan sesudah mati, serta neraka. Kaum Epikurean adalah penganut deisme.
Karena itu, manusia hendaknya mengatur hidupnya menurut kebijaksanaanya
sendiri. Manusia yang bebas dari ancaman takhayul dan agama dituntun untuk
mencari kebahagiaan. Bagi Epikuros, yang baik adalah yang menghasilkan
nikmat, dan yang buruk adalah yang menghasilkan perasaan tidak enak.
(Poespoprodjo 1988:45)18.
Aliran hedonisme dari Yunani kuno timbul kembali pada abad 18 M di Inggris
dengan ungkapannya, bahwa kesenangan yang dianggap penting sebagai hasil dari
setiap keputusan tindakan manusia. Tokoh yang terkenal ialah Jeremy Bentham
(1748-1832). Namun Bentham lebih memperluas lagi filsafat etika hedonisme
sebelumnya. Pendapat yang dikemukakan oleh Bentham adalah sebagai berikut.
Nature has mankind place under governance of two sovereign matter, pain
and pleasure. It’s for them alone to point out what we ought to do, as well as
to determine what we shall do. On the other hand the standard of right and
wrong, on the other chain of causes and effects, are fastened to their throne.
They govern us in all we do, in all we say, in all we think (1789:11)19.
Sesuai kutipan di atas, dapat diketahui bahwa sikap etis bagi Bentham adalah
kemampuan menghitung dengan cermat rasa senang dan rasa sakit sebagai hasil
perbuatan, untuk kemudian sebanyak mungkin merasakan rasa sakit menuju
sebanyak-banyaknya rasa senang. Bahkan Bentham menawarkan
konsep hedonistic calculus atau rumus menghitung rasa senang dan sakit.
Ukurannya meliputi tujuh unsur berikut:
1. intensity, kuat atau lemahnya rasa sakit dan senang.
2. duration, panjang atau pendeknya waktu berlakunya rasa sakit atau
senang.
3. certainty, kepastian akan timbulnya rasa tersebut.
18 Poespoprodjo, Filsafat Moral: Kesusilaan dalam Teori dan Praktek (Bandung,1988), hal. 45
19 Jeremy Bentham, op.cit., hal. 11
11
4. propincuity, dekat atau jauhnya waktu terjadinya perasaan sakit dan
senang.
5. facundity, kemungkinan rasa sakit dan senang diikuti oleh perasaan
yang sama.
6. purity, kemurnian dalam arti tidak tercampurnya dengan perasaan yang
berlawanan.
7. extent, jumlah orang yang terkena perasaan itu.
Enam unsur pertama tentang perbuatan yang menimbulkan rasa senang individual.
Unsur ketujuh menjadikan etik individual menjadi etik sosial (Bentham 1780,
dalam Chairis Zubair, 2005:45)20.
Bentham, dengan hedonistic calculus-nya, memberikan dasar matematis
pada bidang etika yang dapat memberikan arah bagi perbuatan manusia. Bentham
selanjutnya melahirkan etika utilitarianisme sebagai pengembangan dari
hedonisme. Ia merumuskan prinsip utilitarianisme sebagai “kebahagiaan yang
sebesar mungkin bagi jumlah yang sebesar mungkin” (the greatest happiness for
the greatest number). Apa yang dimaksud dengan kebahagiaan? Menurutnya,
kehidupan manusia ditentukan oleh dua tetapan dasar: nikmat (pleasure) dan
perasaan sakit (pain). Karena itu, tujuan moral tindakan manusia adalah
memaksimalkan perasaan nikmat dan meminimalkan perasaan sakit. Ia
mengatakan bahwa kesenangan dan kesedihan seseorang bergantung kepada
kebahagiaan dan kemakmuran pada umumnya dari seluruh masyarakat. Kebaikan
moral suatu perbuatan ditentukan oleh kegunaannya atau kemanfaatannya dalam
memajukan kesejahteraan bersama dari banyak orang. Tujuan dari hidup adalah
kebahagiaan yang paling besar bagi jumlah banyak orang. (Frans Magnis Suseno
1997:183)21.
20 Achmad Charris Zubair, Tinjauan Moral dan Kultural terhadap Hedonisme di Kalangan
Generasi Muda (Jakarta, 2005), hal. 45
21 Frans Magnis Suseno, 13 Tokoh Etika sejak Zaman Yunani sampai Abad ke-19 , (Yogyakarta,
1997), hal. 183

More Related Content

What's hot

Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...YuliaKartika6
 
Psikologi islami
Psikologi islamiPsikologi islami
Psikologi islamikholidi14
 
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwiSoal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwiAlwiAssegaf
 
) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word
) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word
) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal wordLingga - Universitas Riau
 
Contoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitif
Contoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitifContoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitif
Contoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitifStevany Sinaga
 
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAHMakalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAHSoga Biliyan Jaya
 
ALIRAN ESENSIALISME
ALIRAN ESENSIALISMEALIRAN ESENSIALISME
ALIRAN ESENSIALISMEReni Nazta
 
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi BaratPsikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi BaratHaristian Sahroni Putra
 
Makalah Pengertian Filsafat
Makalah Pengertian FilsafatMakalah Pengertian Filsafat
Makalah Pengertian Filsafatsayid bukhari
 
Ppt filsafat realisme
Ppt filsafat realismePpt filsafat realisme
Ppt filsafat realismePamela Natasa
 
Psikologi Power Point
Psikologi Power PointPsikologi Power Point
Psikologi Power Pointalekbadrudin
 
TEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERS
TEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERSTEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERS
TEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERSIlma Urrutyana
 
Beberapa contoh kasus dari bentuk ad
Beberapa contoh kasus dari bentuk adBeberapa contoh kasus dari bentuk ad
Beberapa contoh kasus dari bentuk adcoryditapratiwi
 
Aliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam PsikologiAliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam PsikologiIntan Irawati
 

What's hot (20)

Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
Tanya Jawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epist...
 
Filsafat Pengetahuan
Filsafat PengetahuanFilsafat Pengetahuan
Filsafat Pengetahuan
 
Psikologi islami
Psikologi islamiPsikologi islami
Psikologi islami
 
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwiSoal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
 
Sensasi dan persepsi
Sensasi dan persepsiSensasi dan persepsi
Sensasi dan persepsi
 
) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word
) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word
) Atraksi dlm komunikasi interpersonal dan hubungan interpersonal word
 
Contoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitif
Contoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitifContoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitif
Contoh dari operant conditioning, classical conditioning, dan belajar kognitif
 
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAHMakalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
Makalah filsafat ilmu ILMU PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN ILMIAH
 
Review Materi Kuliah Perkim
Review Materi Kuliah PerkimReview Materi Kuliah Perkim
Review Materi Kuliah Perkim
 
5 aliran psikologi
5 aliran psikologi5 aliran psikologi
5 aliran psikologi
 
Aliran filsafat 'fenomenologi'
Aliran filsafat 'fenomenologi'Aliran filsafat 'fenomenologi'
Aliran filsafat 'fenomenologi'
 
pendekatan Humanistik ppt
pendekatan Humanistik pptpendekatan Humanistik ppt
pendekatan Humanistik ppt
 
ALIRAN ESENSIALISME
ALIRAN ESENSIALISMEALIRAN ESENSIALISME
ALIRAN ESENSIALISME
 
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi BaratPsikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
 
Makalah Pengertian Filsafat
Makalah Pengertian FilsafatMakalah Pengertian Filsafat
Makalah Pengertian Filsafat
 
Ppt filsafat realisme
Ppt filsafat realismePpt filsafat realisme
Ppt filsafat realisme
 
Psikologi Power Point
Psikologi Power PointPsikologi Power Point
Psikologi Power Point
 
TEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERS
TEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERSTEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERS
TEORI JOHN BROADES WATSON DAN CARL ROGERS
 
Beberapa contoh kasus dari bentuk ad
Beberapa contoh kasus dari bentuk adBeberapa contoh kasus dari bentuk ad
Beberapa contoh kasus dari bentuk ad
 
Aliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam PsikologiAliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam Psikologi
 

Viewers also liked

MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5Agnes Yodo
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1Agnes Yodo
 
Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah tinggi bahasa as...
Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah   tinggi bahasa as...Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah   tinggi bahasa as...
Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah tinggi bahasa as...Agnes Yodo
 
Shb makalah (etika dan sistem etika)
Shb makalah (etika dan sistem etika)Shb makalah (etika dan sistem etika)
Shb makalah (etika dan sistem etika)Yabniel Lit Jingga
 
Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)
Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)
Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)Agnes Yodo
 
Pandangan kaum stoic dan epicurean
Pandangan kaum stoic dan epicureanPandangan kaum stoic dan epicurean
Pandangan kaum stoic dan epicureanNanon Hanriana
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4Agnes Yodo
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3Agnes Yodo
 
Laporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswa
Laporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswaLaporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswa
Laporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswaMuttyTeukie Elf
 
Bab ii detry skripsi
Bab  ii detry skripsiBab  ii detry skripsi
Bab ii detry skripsiDerby Alfilah
 
Bab 3 teori teori etika
Bab 3 teori teori etikaBab 3 teori teori etika
Bab 3 teori teori etikaAndrew Yapvito
 
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budayaPengaruh globalisasi terhadap sosial budaya
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budayaAnwar Luriohk
 
Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan
Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan  Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan
Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan KuliahMandiri.org
 
Membuat Kuesioner dan Riset Pemasaran
Membuat Kuesioner dan Riset PemasaranMembuat Kuesioner dan Riset Pemasaran
Membuat Kuesioner dan Riset PemasaranRobiyatul Adawiyah
 
Skripsi pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...
Skripsi  pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...Skripsi  pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...
Skripsi pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...Sirajuddin Putra
 
Kuesioner evaluasi proses pembelajaran oleh mahasiswa
Kuesioner    evaluasi  proses pembelajaran  oleh  mahasiswaKuesioner    evaluasi  proses pembelajaran  oleh  mahasiswa
Kuesioner evaluasi proses pembelajaran oleh mahasiswaBhagaskoro Kurniawan
 
Contoh kuesioner riset perilaku konsumen
Contoh kuesioner riset perilaku konsumenContoh kuesioner riset perilaku konsumen
Contoh kuesioner riset perilaku konsumenIkhsan Bz
 

Viewers also liked (20)

MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 5
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 1
 
Bab II
Bab IIBab II
Bab II
 
Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah tinggi bahasa as...
Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah   tinggi bahasa as...Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah   tinggi bahasa as...
Kuesioner untuk penelitian hedonisme di lingkungan sekolah tinggi bahasa as...
 
Shb makalah (etika dan sistem etika)
Shb makalah (etika dan sistem etika)Shb makalah (etika dan sistem etika)
Shb makalah (etika dan sistem etika)
 
Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)
Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)
Daftar pustaka (Makalah Bahasa Indonesia , "HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA)
 
Pandangan kaum stoic dan epicurean
Pandangan kaum stoic dan epicureanPandangan kaum stoic dan epicurean
Pandangan kaum stoic dan epicurean
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 4
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( HEDONISME DI LINGKUNGAN STBA PIA) - BAB 3
 
Laporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswa
Laporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswaLaporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswa
Laporan akhir pengaruh perkembangan fashion bagi mahasiswa
 
Teori etika
Teori etikaTeori etika
Teori etika
 
Bab ii detry skripsi
Bab  ii detry skripsiBab  ii detry skripsi
Bab ii detry skripsi
 
Bab 3 teori teori etika
Bab 3 teori teori etikaBab 3 teori teori etika
Bab 3 teori teori etika
 
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budayaPengaruh globalisasi terhadap sosial budaya
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya
 
Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan
Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan  Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan
Tokoh & aliran dalam Filsafat ilmu Pengetahuan
 
Membuat Kuesioner dan Riset Pemasaran
Membuat Kuesioner dan Riset PemasaranMembuat Kuesioner dan Riset Pemasaran
Membuat Kuesioner dan Riset Pemasaran
 
Skripsi pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...
Skripsi  pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...Skripsi  pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...
Skripsi pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada m...
 
Kuesioner evaluasi proses pembelajaran oleh mahasiswa
Kuesioner    evaluasi  proses pembelajaran  oleh  mahasiswaKuesioner    evaluasi  proses pembelajaran  oleh  mahasiswa
Kuesioner evaluasi proses pembelajaran oleh mahasiswa
 
Contoh kuesioner riset perilaku konsumen
Contoh kuesioner riset perilaku konsumenContoh kuesioner riset perilaku konsumen
Contoh kuesioner riset perilaku konsumen
 
Bab 2 Skripsi
Bab 2 SkripsiBab 2 Skripsi
Bab 2 Skripsi
 

Similar to Hedonisme

Bab i hedonisme
Bab i hedonismeBab i hedonisme
Bab i hedonismepasarkecil
 
Dasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docx
Dasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docxDasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docx
Dasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docxMuhammadIkrom10
 
Ada beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docx
Ada beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docxAda beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docx
Ada beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docxnuril23
 
Pengertian Etika
Pengertian EtikaPengertian Etika
Pengertian EtikaMrirfan
 
EPICUREANISME
EPICUREANISMEEPICUREANISME
EPICUREANISMEMuru Gayi
 
Moral dan etika dalam kehidupan seharian
Moral dan etika dalam kehidupan seharianMoral dan etika dalam kehidupan seharian
Moral dan etika dalam kehidupan seharianIlla Akeyla
 
filsafat-ilmu-manajemen.pptx
filsafat-ilmu-manajemen.pptxfilsafat-ilmu-manajemen.pptx
filsafat-ilmu-manajemen.pptxRanggaWisanggara1
 
Mata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmuMata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmuMas Yono
 
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.pptmata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.pptALAZHARTANJUNGBUMI
 
Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)
Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)
Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)NENENGFITRIA
 
materi_filsafat_ilmu_ppt.ppt
materi_filsafat_ilmu_ppt.pptmateri_filsafat_ilmu_ppt.ppt
materi_filsafat_ilmu_ppt.pptirwansyafathir1
 
Makna Filsafat Ilmu.ppt
Makna Filsafat Ilmu.pptMakna Filsafat Ilmu.ppt
Makna Filsafat Ilmu.pptArindaSasmitaR
 
Filsafat manusia
Filsafat manusiaFilsafat manusia
Filsafat manusiaDonnyHari
 
filsafat Fenomenologi.docx
filsafat Fenomenologi.docxfilsafat Fenomenologi.docx
filsafat Fenomenologi.docxAyuDiah46
 

Similar to Hedonisme (20)

009 teori teori-etika
009 teori teori-etika009 teori teori-etika
009 teori teori-etika
 
009 teori teori-etika
009 teori teori-etika009 teori teori-etika
009 teori teori-etika
 
009 teori teori-etika
009 teori teori-etika009 teori teori-etika
009 teori teori-etika
 
Bab i hedonisme
Bab i hedonismeBab i hedonisme
Bab i hedonisme
 
Dasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docx
Dasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docxDasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docx
Dasar-Dasar Berlakunya Hukum Adat.docx
 
Ada beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docx
Ada beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docxAda beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docx
Ada beberapa aliran yang terkenal dalam filsafat moral.docx
 
Pengertian Etika
Pengertian EtikaPengertian Etika
Pengertian Etika
 
EPICUREANISME
EPICUREANISMEEPICUREANISME
EPICUREANISME
 
Moral dan etika dalam kehidupan seharian
Moral dan etika dalam kehidupan seharianMoral dan etika dalam kehidupan seharian
Moral dan etika dalam kehidupan seharian
 
filsafat-ilmu-manajemen.pptx
filsafat-ilmu-manajemen.pptxfilsafat-ilmu-manajemen.pptx
filsafat-ilmu-manajemen.pptx
 
Mata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmuMata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmu
 
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.pptmata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
 
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.pptmata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
mata-kuliah-filsafat-ilmu1.ppt
 
Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)
Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)
Mata kuliah-filsafat-ilmu1 (1)
 
materi_filsafat_ilmu_ppt.ppt
materi_filsafat_ilmu_ppt.pptmateri_filsafat_ilmu_ppt.ppt
materi_filsafat_ilmu_ppt.ppt
 
Cici
CiciCici
Cici
 
Makna Filsafat Ilmu.ppt
Makna Filsafat Ilmu.pptMakna Filsafat Ilmu.ppt
Makna Filsafat Ilmu.ppt
 
Filsafat manusia
Filsafat manusiaFilsafat manusia
Filsafat manusia
 
filsafat Fenomenologi.docx
filsafat Fenomenologi.docxfilsafat Fenomenologi.docx
filsafat Fenomenologi.docx
 
Logika2
Logika2Logika2
Logika2
 

Recently uploaded

Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024MALISAAININOORBINTIA
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
PPT uji anova keterangan dan contoh soal.ppt
PPT uji anova keterangan dan contoh soal.pptPPT uji anova keterangan dan contoh soal.ppt
PPT uji anova keterangan dan contoh soal.pptBennyKurniawan42
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfSBMNessyaPutriPaulan
 
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxProduct Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxKaista Glow
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxKualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxSelviPanggua1
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxUlyaSaadah
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiOviLarassaty1
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Abdiera
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaAbdiera
 

Recently uploaded (20)

Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
PPT uji anova keterangan dan contoh soal.ppt
PPT uji anova keterangan dan contoh soal.pptPPT uji anova keterangan dan contoh soal.ppt
PPT uji anova keterangan dan contoh soal.ppt
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
 
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxProduct Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxKualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 

Hedonisme

  • 1. 4 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Hedonisme Hedonisme adalah suatu paham yang mengedepankan kesenangan duniawi, kenikmatan duniawi, materi dan hal-hal yang berbau duniawi serta menganggap bahwa hal-hal tersebut merupakan tujuan akhir yang harus dicapai dengan cara apapun, di mana kata ‘duniawi’ merujuk pada aspek jasmani, filosofis dan intelektual. Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani hēdonismos dari akar kata hēdonē, artinya “kesenangan”. Kees Bertens (2002:235) mengungkapkan, “Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri” 1 . Poespoprodjo (1999:60) menyatakan, “Hedonisme merupakan salah satu teori etika yang paling tua, paling sederhana, paling kebenda-bendaan, dan dari abad ke abad selalu kita temukan” 2 . Sedangkan Burhanuddin Salam (1997:81) menyatakan, Hedonisme adalah sesuatu itu dianggap baik, sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya. Sesuatu yang hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan dan tidak menyenangkan, dengan sendirinya dinilai tidak baik. Orang-orang yang mengatakan ini, dengan sendirinya, menganggap atau menjadikan kesenangan itu sebagai tujuan hidupnya 3. Depdiknas (KBBI, 2005: 516) menyatakan, “Hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup”4. Adapun Michael Onfray (dalam Caspar Melville, 2007:1)menyatakan, “Hedonisme sebagai suatu sikap introspektif hidup berdasarkan mengambil 1 Kees Bertens, Etika (Jakarta, 2002), hal. 235 2 Poespoprodjo, Filsafat Moral (Yogyakarta, 1999), hal. 60 3 Burhanuddin Salam, Logika Materiil Filsafat Ilmu Pengetahuan (Jakarta,1997), hal. 81 4 Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Jakarta,2005), hal. 516
  • 2. 5 kesenangan diri sendiri dan kenikmatan orang lain, tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain”5. B. Karakteristik Hedonisme Epicurus (dalam Bertrand Russell 2002: 372), memberikan penjelasan bahwa hedonisme terbagi atas : 1. Hedonisme egoistis, yaitu hedonisme yang bertujuan untuk mendapatkan kesenangan semaksimal mungkin. Kesenangan yang dimaksud ialah dapat dinikmati dengan waktu yang lama dan mendalam. Contohnya: makan-makanan yang enak-enak, jumlah dan jenisnya banyak, disediakan waktu yang cukup lama untuk menikmati semuanya, seperti pada perjamuan makan ala Romawi. Bila perut sudah penuh, maka disediakan sebuah alat untuk menggitit kerongkongan, dengan demikian isi perut dapat dimuntahkan keluar, kemudian dapat diisi kembali jenis makanan yang lain, sampai puas. 2. Hedonisme universal, yaitu suatu aliran hedonisme yang mirip dengan ulitarisanisme kesenangan maksimal bagi semua, bagi banyak orang. Contohnya: bila berdansa, haruslah berdansa bersama-sama, waktunya semalam suntuk, tidak boleh ada seorang pun yang absen, ataupun kesenangan-kesenangan lainnya yang dapat dinikmati bersama oleh semua orang6. Sedangkan Cicero (dalam Bertrand Russell 2002: 372) menjelaskan bahwa ciri-ciri hedonisme adalah sebagai berikut : 1. Memiliki pandangan gaya instan, melihat sesuatu perolehan harta dari hasil akhir bukan proses untuk membuat hasil akhir. Hal ini membawa ke arah sikap selanjutnya yaitu, melakukan rasionalisasi atau pembenaran dalam memenuhi kesenangan tersebut. 2. Menjadi pengejar modernitas fisik. Orang tersebut berpandangan bahwa memiliki barang- barang berteknologi tinggi adalah kebanggaan. 5 Caspar Melville, Atheism à la mode, https://newhumanist.org.uk/1421 (London, 2007) 6 Bertrand Russell, Sejarah Filsafat Barat, diterjemahkan oleh S. Jatmiko (Yogyakarta, 2002), hal. 372
  • 3. 6 3. Memiliki relativitas kenikmatan di atas rata-rata yang tinggi. Relativitas ini berarti sesuatu yang bagi masyarakat umum sudah masuk ke tataran kenikmatan atau dapat disebut enak, namun baginya itu tidak enak. 4. Memenuhi banyak keinginan- keinginan spontan yang muncul. Dalam penjabaran benteng penahan kesenangan yang sangat sedikit sehingga ketika orang menginginkan sesuatu harus segera dipenuhi. 5. Ketika mendapat masalah yang dia anggap berat muncul anggapan bahwa dunia begitu membencinya. 6. Berapa uang yang dimiliki akan habis dan atau tersisa sedikit dengan skala uang yang dimiliki berada di hidup orang menengah dan tidak ada musibah selama memegang uang tersebut. Untuk masalah makanan saja begitu kompleks dan jenisnya banyak belum termasuk pakaian, rumah, barang-barang mewah, dsb.Namun, kaum hedonis memiliki kata kesenangan menjadi kebahagiaan7. Di lain pihak, Jeremy Bentham menyatakan, “Kesenangan dan kesedihan adalah satu-satunya motif yang memerintah manusia, kesenangan dan kesedihan seseorang tergantung kepada kebahagiaan dan kemakmuran pada umumnya dari seluruh masyarakat” (2012:299)8. Memang harus diakui, bahwa banyak tindakan manusia terdorong oleh cenderung untuk mencapai kepuasan. Bahkan ada ahli psikologi yang berpendapat bahwa semua tindakan itu berdasarkan atas cenderung yang tak terdasari, ialah cenderung untuk mencapai kepuasan semata, yang disebutnya libido seksual (Sigmun Freud), atau cenderung untuk mencapai kepuasan dalam kekuasaan (adler). Walaupun teori ini sekarang tidak diterima oleh psikologi lain, akan tetapi tetaplah benar, bahwa cenderung mencari kepuasan itu masih merupakan suatu (bukan satu-satunya) faktor yang mendorong manusia untuk bertindak. (Poedjawiyatna 1990:44)9. 7 Ibid. 8 Jeremy Bentham, An Introduction to the Principles of Moral Legislation (Oxford, 1789), hal. 299 9 Poedjawiyatna, Etika: Filsafat Tingkah Laku. (Jakarta, 1990), hal. 44
  • 4. 7 C. Sejarah dan Tokoh Etika Hedonisme Etika hedonisme merupakan teori etika yang paling kuno. Munculnya filsafat etika hedonisme sudah ditemukan pada Aristippos dari Kyrene (sekitar 433-355 S.M.), seorang murid Socrates. Ketika Socrates bertanya tentang apa tujuan akhir manusia, ia tidak memberikan jawaban. Ia hanya mengkritik jawaban-jawaban dari pertanyaannya tersebut. Pertanyaannya dijawab Aristippos, bahwa yang sungguh baik bagi manusia adalah kesenangan. Ia menyamakan kebahagiaan dengan kesenangan. Ia menekankan lagi bahwa kesenangan harus dimengerti sebagai kesenangan aktual, bukan kesenangan dari masa lampau dan kesenangan di masa mendatang. Kebahagiaan atau kenikmatan yang baik dalam arti yang sebenarnya adalah kenikmatan kini dan di sini (sekarang). Menurut Aristippos kenikmatan hanya bersifat badani, aktual dan individual. Kesenangan juga perlu dibatasi pada kesenangan yang mudah diraih, bukan yang diupayakan dengan kerja keras (Kees Bertens 2002:236)10. Aristippos mengajarkan bahwa kesenangan merupakan satu-satunya yang ingin dicari manusia. Kesenangan atau kenikmatan sebanyak-banyaknya, sebab kesakitan adalah suatu pengalaman yang tidak mengenakkan. Aristippos mengajarkan “kenikmatan ada di tanganku, bukannya aku yang ada di tangan kenikmatan”. Selanjutnya jangan sampai terpaku pada persitiwa sekejap, melainkan hendaknya memandang kehidupan secara menyeluruh, karena yang utama adalah hasil akhir dari kenikmatan. Mazhab Aristippos juga menampilkan kaum hedonis yang mengajarkan bahwa tidaklah mungkin manusia selamanya terbebas dari rasa sakit. Salah seorang dari pengikut Aristippos, Hegesias bahkan mengatakan bahwa tujuan tersebut baru akan tercapai setelah mati (De Vos dalam Soemargono, 2002:164-165)11. Paham tersebut di atas kemudian muncul kembali setelah Aristoteles pada masa Hellenism. Ketika itu Yunani dipimpin oleh pemerintahan Alexander Agung. Kekuasaannya melampaui seluruh wilayah Yunani bahkan sampai di kerajaan timur. Sesudah kematian Alexander pada tahun 323 S.M. kesatuan politik kerajaan Yunani tidak terbatas lagi pada kota-kota Yunani, tetapi 10 Kees Bertens, op. cit. , hal. 236 11 De Vos, Pengantar Etika, diterjemahkan oleh Soejono Soemargono (Yogyakarta, 2002), hal. 164-165
  • 5. 8 mencakup juga seluruh wilayah yang ditaklukkan Alexander (Kees Bertens 1976:16)12. Athena tetap merupakan suatu pusat yang penting dalam bidang filsafat. Namun selain Athena, juga berkembang pula pusat-pusat intelektual lain, terutama kota Alexandria. Pada masa hellenis, justru tidak banyak muncul filosof- filosof besar, tetapi pengaruh filsafat sebagai salah satu unsure pendidikan, jauh lebih luas dari masa sebelumnya. Sekolah-sekolah filsafat di Athena, seperti Akademia dan Lykeion tetap meneruskan aktivitasnya, tetapi juga didirikan beberapa sekolah baru (Kees Bertens 1976:17)13. Jeremy Bentham (dalam Fuad Farid Ismail dan Abdul Hamid Mutawalli, 2012: 299) menjelaskan bahwa hedonisme ialah perbuatan yang diantara segenap perbuatan yang dapat dilakukan oleh seseorang akan membawa orang tersebut merasakan kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Kala itu, hedonisme masih mempunyai arti positif. Dalam perkembangannya, penganut paham ini mencari kebahagiaan berefek panjang tanpa disertai penderitaan. Mereka menjalani berbagai praktik asketis, seperti puasa, hidup miskin, bahkan menjadi pertapa agar mendapat kebahagiaan sejati. Namun waktu kekaisaran Romawi menguasai seluruh Eropa dan Afrika, paham ini mengalami pergeseran ke arah negatif dalam semboyan baru hedonisme. Semboyan baru itu, carpe diem (raihlah kenikmatan sebanyak mungkin selagi kamu hidup), menjiwai tiap hembusan napas aliran tersebut. Kebahagiaan dipahami sebagai kenikmatan belaka tanpa mempunyai arti mendalam. Kedangkalan makna mulai terasa. Pemahaman negatif melekat dan pemahaman positif menghilang dalam hedonisme. Karena pemahaman hedonis yang lebih mengedepankan kebahagiaan diganti dengan mengutamakan kenikmatan14. Filsafat terus berkembang semakin luas menjadi suatu seni hidup. Orang bijak adalah orang yang mengatur hidupnya menurut akal dan rasionya. Ada banyak aliran, semuanya berusaha menentukan cita-cita hidup manusia. Ada 12 Kees Bertens, Ringkasan Sejarah Filsafat (Yogyakarta,1976), hal. 16 13 Ibid., hal. 17 14 Fuad Farid Ismail, AbdulHamid Mutawalli, Cara Mudah Belajar Filsafat (Yogyakarta, 2012), hal. 299
  • 6. 9 aliran-aliran yang bersifat etis, yang menekankan kepada persoalan-persoalan tentang kebijaksanaan hidup yang praktis, ada aliran-aliran yang diwarnai oleh agama. Namun yang ditekankan pada zaman ini umumnya persoalan etika, yaitu bagaimana manusia harus mengatur tingkah lakunya untuk hidup bahagia. Epikuros dan Stoa termasuk dalam aliran-aliran yang bersifat etis ini (Hadiwijono, 1980:54)15. Pandangan bahwa tercapainya kebahagiaan mesti menjadi tujuan kehidupan manusia dan bahwa oleh karena itu manusia hendaknya hidup dengan suatu cara yang mendekatkannya pada kebahagiaan tersebut. Etika yang membuat pencaharian kebahagiaan menjadi prinsip yang paling dasar disebut eudemonisme (dari kataYunani ‘eudaimonia’, kebahagiaan). Pertimbangan yang mendasari etika kebahagiaan itu mudah dimengerti: kebahagiaan adalah tujuan pada dirinya sendiri. Tidak ada yang mengatasinya. Orang yang sudah bahagia, tidak memerlukan apa-apa lagi. Tampaknya masuk akal kalau kehidupan diarahkan pada usaha untuk mencapai kebahagiaan. Berbeda seperti yang maksudkan oleh Aristoteles, bapak peletak dasar filsafat etika. Baginya eudaimonia merupakan suatu keadaan obyektif. ‘Eudaimonia’ berarti mempunyai jiwa (‘daimon’) dalam keadaan baik. (Aristoteles dalam Kenyowati, 2004:8)16. Epikuros, dalam konsep etikanya, bermaksud memberikan ketenangan batin (ataraxia) kepada manusia. Hal ini disebabkan karena ketenangan batin itu diancam oleh ketakutan, yaitu ketakutan terhadap murka para dewa, terhadap maut, dan terhadap nasib. Bukankah para dewa tidak ikut campur dalam urusan dunia? Para dewa tidak menjadikan jagat raya dan tidak mengurusinya. Inilah pengaruh filsafat Demokritos terhadap Epikuros, yaitu tentang gerak atom-atom, satu-satunya etika yang sesuai dengan materialisme mekanistis (Hadiwijono, 1980:55)17. Kaum Epikurean (murid, dan aliran-aliran Epikuros) adalah penganut kebebasan kehendak. Mereka mau menyelamatkan kebebasan manusia. Manusia bukan budak takdir, manusia dapat menentukan kehidupannya sendiri. Mereka 15 Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat Barat 1 (Yogyakarta,1980), hal. 54 16 Aristoteles, Nichomachean Ethics: Sebuah Kitab Suci Etika, diterjemahkan oleh Embun Kenyowati (Jakarta, 2004), hal. 8 17 Hadiwijono, op.cit., hal. 55
  • 7. 10 juga melawan mitos-mitos keagamaan, ingin mencerahkan manusia, membebaskannya dari ketakutan-ketakutan terhadap dewa-dewa kematian, pengadilan sesudah mati, serta neraka. Kaum Epikurean adalah penganut deisme. Karena itu, manusia hendaknya mengatur hidupnya menurut kebijaksanaanya sendiri. Manusia yang bebas dari ancaman takhayul dan agama dituntun untuk mencari kebahagiaan. Bagi Epikuros, yang baik adalah yang menghasilkan nikmat, dan yang buruk adalah yang menghasilkan perasaan tidak enak. (Poespoprodjo 1988:45)18. Aliran hedonisme dari Yunani kuno timbul kembali pada abad 18 M di Inggris dengan ungkapannya, bahwa kesenangan yang dianggap penting sebagai hasil dari setiap keputusan tindakan manusia. Tokoh yang terkenal ialah Jeremy Bentham (1748-1832). Namun Bentham lebih memperluas lagi filsafat etika hedonisme sebelumnya. Pendapat yang dikemukakan oleh Bentham adalah sebagai berikut. Nature has mankind place under governance of two sovereign matter, pain and pleasure. It’s for them alone to point out what we ought to do, as well as to determine what we shall do. On the other hand the standard of right and wrong, on the other chain of causes and effects, are fastened to their throne. They govern us in all we do, in all we say, in all we think (1789:11)19. Sesuai kutipan di atas, dapat diketahui bahwa sikap etis bagi Bentham adalah kemampuan menghitung dengan cermat rasa senang dan rasa sakit sebagai hasil perbuatan, untuk kemudian sebanyak mungkin merasakan rasa sakit menuju sebanyak-banyaknya rasa senang. Bahkan Bentham menawarkan konsep hedonistic calculus atau rumus menghitung rasa senang dan sakit. Ukurannya meliputi tujuh unsur berikut: 1. intensity, kuat atau lemahnya rasa sakit dan senang. 2. duration, panjang atau pendeknya waktu berlakunya rasa sakit atau senang. 3. certainty, kepastian akan timbulnya rasa tersebut. 18 Poespoprodjo, Filsafat Moral: Kesusilaan dalam Teori dan Praktek (Bandung,1988), hal. 45 19 Jeremy Bentham, op.cit., hal. 11
  • 8. 11 4. propincuity, dekat atau jauhnya waktu terjadinya perasaan sakit dan senang. 5. facundity, kemungkinan rasa sakit dan senang diikuti oleh perasaan yang sama. 6. purity, kemurnian dalam arti tidak tercampurnya dengan perasaan yang berlawanan. 7. extent, jumlah orang yang terkena perasaan itu. Enam unsur pertama tentang perbuatan yang menimbulkan rasa senang individual. Unsur ketujuh menjadikan etik individual menjadi etik sosial (Bentham 1780, dalam Chairis Zubair, 2005:45)20. Bentham, dengan hedonistic calculus-nya, memberikan dasar matematis pada bidang etika yang dapat memberikan arah bagi perbuatan manusia. Bentham selanjutnya melahirkan etika utilitarianisme sebagai pengembangan dari hedonisme. Ia merumuskan prinsip utilitarianisme sebagai “kebahagiaan yang sebesar mungkin bagi jumlah yang sebesar mungkin” (the greatest happiness for the greatest number). Apa yang dimaksud dengan kebahagiaan? Menurutnya, kehidupan manusia ditentukan oleh dua tetapan dasar: nikmat (pleasure) dan perasaan sakit (pain). Karena itu, tujuan moral tindakan manusia adalah memaksimalkan perasaan nikmat dan meminimalkan perasaan sakit. Ia mengatakan bahwa kesenangan dan kesedihan seseorang bergantung kepada kebahagiaan dan kemakmuran pada umumnya dari seluruh masyarakat. Kebaikan moral suatu perbuatan ditentukan oleh kegunaannya atau kemanfaatannya dalam memajukan kesejahteraan bersama dari banyak orang. Tujuan dari hidup adalah kebahagiaan yang paling besar bagi jumlah banyak orang. (Frans Magnis Suseno 1997:183)21. 20 Achmad Charris Zubair, Tinjauan Moral dan Kultural terhadap Hedonisme di Kalangan Generasi Muda (Jakarta, 2005), hal. 45 21 Frans Magnis Suseno, 13 Tokoh Etika sejak Zaman Yunani sampai Abad ke-19 , (Yogyakarta, 1997), hal. 183