Bab 1 2 evaluasi pembelajaran

16,115 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,115
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
461
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 1 2 evaluasi pembelajaran

  1. 1. Igaharum Saputri D.0211467 – 5A UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
  2. 2. BAB I KONSEP DASAR EVALUASI Salah satu kompetensi yang harus di kuasai oleh guru adalah evaluasi pembelajaran. Kompetensi ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab guru dalam pembelajaran, yaitu mengevaluasi pembelajaran termasuk di dalamnya melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar. Kompetensi tersebut sejalan pula dengan instrumen penilaian kemampuan guru, yang salah satu indikatornya adalah melakukan evaluasi pembelajaran. A. Arti Evaluasi, Penilaian, dan Pengukuran Dalam sistem pembelajaran (maksudnya pembelajaran sebagai suatu sistem), evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan balikan (feed-back) bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran. Di sekolah, kita sering mendengar bahwa guru sering memberikan ulangan harian, ujian semester, tes tertulis, tes lisan, dsb.
  3. 3. Istilah ini pada dasarnya merupakan bagian dari sistem evaluasi itu sendiri. Sebelum dijelaskan lebih jauh tentang apa, mengapa dan bagaimana evaluasi, terlebih dahulu kita simak beberapa pengertian istilah berikut Evaluasi : suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan, dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan, dan penetapan kualitas (nilai atau arti) pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran dan kriteria tertentu, sebagai pertanggung jawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran. Penilaian : suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai siswa. Pengukuran : lebih membatasi pada gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar peserta didik (learning progress) B. Kedudukan Evaluasi dalam Pembelajaran Kata dasar “pembelajaran” adalah belajar. Dalam arti sempit pembelajaran dapat di artikan sebagai suatu proses atau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan kegiatan belajar, sedangkan belajar adalah
  4. 4. Suatu proses perubahan tingkah laku karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman. Perubahan tingkah laku tersebut bukan karena obat-obatan atau zat kimia lainya dan cenderung bersifat permanen. Istilah “pembelajaran” (instruction) berbeda dengan istilah “pengajaran” (teaching). Kata “pengajaran” lebih bersifat formal dan hanya ada didalam konteks guru dengan peserta didik di kelas/sekolah, sedangkan kata “pembelajaran” tidak hanya ada dalam konteks guru dengan peserta didik di kelas secara formal, akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan belajar peserta didik di luar kelas yang mungkin saja tidak dihadiri oleh guru secara fisik Berdasarkan rumusan di atas, ada beberapa hal yang perlu di pahami, yaitu : 1. Pembelajaran adalah suatu program. 2. Setelah pembelajaran berproses, tentu guru perlu mengetahui keefektifan dan efisiensi semua komponen yang ada dalam proses pembelajaran. 3. Pembelajaran bersifat interaktif dan komudikatif. 4. Dalam proses pembelajaran, guru hendaknya dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar peserta didik. 5. Proses pembelajaran dimaksudkan agar guru dapat mencapai tujuan pembelajaran dan peserta didik dapat menguasai kompetensi yang telah di tetapkan.
  5. 5. C. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran Tujuan evaluasi ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Jika tujuan evaluasi masih bersifat umun, maka tujuan tersebut perlu diperinci menjadi tujuan khusus, sehingga dapat menuntun guru dalam menyusun soal atau mengembangkan instrumen evaluasi lainnya. Dengan penjelasan sebagai berikut : Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri. Ada beberapa Fungsi evaluasi : 1. psikologi : peserta didik mengetahui sejauh mana kegiatan yang telah dilakukan sesuai tujuan yang dicapai. 2. sosiologi : berfungsi untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. 3. didaktif-metodis : membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuai dengan kemampuan dan kecakapan masing-masing, serta membantu guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. 4. untuk mengetahui kedudukan peserta didik dalam kelompok, 5. untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
  6. 6. D. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran Ruang lingkup evaluasi berkaitan dengan cakupan objek evaluasi itu sendiri. Jika objek evaluasi itu tentang pembelajaran, maka semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran menjadi ruang lingkup evaluasi pembelajaran. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran akan di tinjau dari berbagai perspektif, yaitu domain hasil belajar, sistem pembelajaran, proses dan hasil belajar, dan kompetensi. 1. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Domain Hasil Belajar • Domain kognitif : pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sistesis, evaluasi • Domain afektif : kemauan menerima, kemauan menanggapi, menilai, organisasi • Domain psikomotor : muscular or motor skill, manipulations of materials or objects, neuromuscular coordination 2. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Sistem Pembelajaran • Program pembelajaran : tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, metode, media, sumber belajar, lingkungan, penilaian proses dan hasil belajar • Proses pelaksanaan pembelajaran : kegiatan, guru, peserta didik • Hasil pembelajaran 3. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Penilaian Proses dan Hasil Belajar • Sikap dan kebiasaan, motivasi, minat, bakat
  7. 7. • pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap bahan pelajaran • kecerdasan peserta didik • perkembangan jasmani/kesehatan • keterampilan 4. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Penilaian Berbasis Kelas • Kompetensi Dasar Mata Pelajaran • Kompetensi Rumpun Pelajaran • Kompetensi Lintas Kurikulum • Kompetensi Tamatan • Pencapaian Keterampilan Hidup E. Prinsip-Prinsip Umum Evaluasi 1. Kontinuitas : evaluasi tidak boleh dilakukan secara insidental karena pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang kontinu 2. Komprehensif : dalam melakukan evaluasi terhadap suatu objek, guru harus mengambil seluruh objek itu sebagai bahan evaluasi 3. Adil dan Objektif : guru harus berlaku adil tanpa pilih kasih 4. Kooperatif : guru hendaknya bekerja sama dengan semua pihak, seperti orang tua peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, termasuk peserta didik itu sendiri 5. Praktis : mengandung arti mudah digunakan, baik oleh guru itu sendiri atau orang lain
  8. 8. F. Jenis Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dibagi menjadi lima jenis yaitu : 1. Evaluasi perencanaan dan pengembangan hasil evaluasi ini sangat diperlukan untuk mendesain program pembelajaran 2. Evaluasi monitoring dimaksudkan untuk memeriksa apakah program pembelajaran mencapai sasran dan apakah terlaksana sebagaimana mestinya 3. Evaluasi dampak untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh suatu program pembelajaran 4. Evaluasi efisiensi-ekonomi untuk menilai tingkat efisiensi pelaksanaan program pembelajaran 5. Evaluasi program komprehensif untuk menilai program pembelajaran secara menyeluruh
  9. 9. BAB II KARAKTERISTIK, MODEL, DAN PENDEKATAN EVALUASI PEMBELAJARAN A. 1. 2. 3. 4. 5. Dalam proses evaluasi pembelajaran atau penilaian proses dan hasil belajar, guru sering menggunakan istrumen tertentu, baik tes maupun non-tes. Instrumen ini mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka mengetahui keefektifan proses pembelajaran di sekolah. Karakteristik Instrumen Evaluasi adapun karakteristik instrumen evaluasi yang baik adalah : Valid, suatu instrumen dapat dikatakan valid jika betul-betul mengukur apa yang hendak diukur secara tepat Reliabel, instrumen dapat dikatakan reliabel atau handal jika mempunyai hasil yang taat asas (consistent) Relevan, instrumen yang digunakan harus sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang telah ditetapkan Representatif, materi instrumen harus betul-betul mewakili seluruh materi yang disampaikan Praktis, mudah digunakan
  10. 10. 6. Deskriminatif, instrumen itu harus disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menunjukkan perbedaan-perbedaan yang sekecil apa pun 7. Spesifik, suatu instrumen disusun dan digunakan khusus untuk objek yang dievaluasi 8. proporsional, instrumen harus memiliki tingkat kesulitan yang proporsional antara sulit, sedang, mudah. B. Model-Model Evaluasi ada beberapa model evaluasi, yaitu : 1. Model Tyler 2. Model yang Berorientasi pada Tujuan 3. Model Pengukuran 4. Model Kesesuaian 5. Educational System EvaluAtion Model 6. Model Alkin 7. Model Brinkerhoff 8. Iluminative Model 9. Model Responsif
  11. 11. C. Pendekatan Evaluasi 1. Pendekatan Tradisional Pendekatan ini berorientasi pada praktik evaluasi yang telah berjalan selama ini di sekolah yang ditujukan pada perkembangan aspek intelektual peserta didik. Aspekaspek keterampilan dan pengembangan sikap kurang mendapat perhatian yang serius. Dengan kata lain, peserta didik hanya dituntut untuk menguasai mata pelajaran. Kegiatan-kegiatan evaluasi juga lebih difokuskan pada komponen produk saja, sementara komponen proses cenderung diabaikan. 2. Pendekatan Sistem Sistem adalah totalitas dari berbagai komponen yang saling berhubungan dan ketergantungan. Jika pendekatan sistem dikaitkan dengan evaluasi, maka pembahasan lebih di fokuskan pada komponen evaluasi, yang meliputi komponen kebutuhan dan feasibility, komponen input, komponen proses, dan komponen produk. Dalam bahasa Stufflebeam disingkat CIPP, yaitu context, input, process, dan pruduct. Komponen-komponen ini harus menjadi landasan pertimbangan dalam evaluasi pembelajaran secara sistematis.

×