tugas kurikulum dan pembelajaran aat atikah 2B

1,104 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

tugas kurikulum dan pembelajaran aat atikah 2B

  1. 1. Judul Buku : Prinsip-prinsip danTekhnik EVALUASIPEMBELAJARANPenulis : Drs. M. Ngalim Purwanto,M.P.Tahun terbit : Agustus 1984Dicetak oleh : PT REMAJA
  2. 2. BAB I KEDUDUKAN EVALUASI PENDIDIKAN DI Penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan DALAM KURIKULUM DAN PENGAJARAN siswa ke arah nilai-nilai yang telah di tetapkan di dalam Pengertian Evaluasi kurikulum dalam Pengajaran 1.Mngetahui kemajuan perkembangan serta keberhasilan siswa. 2.Mengetahui tingkat keberhasilan programpengajaran Fungsi Evaluasi di 3.Keperluan Bimbingan Konseling dalam Proses 4.Keperluan Pengembangan dan perbaikan Belajar-Mengajar kurikulumsekolahKedudukan Evaluasi Mengajar tanpa melakukan tes Hubungan antara tidak masuk akal (Mehrens &Pendidikan Di Dalam Pengajaran dan Lehman (1978 : 2) ) Kurikulum dan Evaluasi Pengajaran Sarana pokok dalam setiap kegiatan evaluasi Objek Evaluasi pendidikan adalah anak Pendidikan didik 1.Penggunaan Administratif 2.Penggunaan Intruksional 3.Bagi Bimbingan dan Kegunaan Data Penyuluhan Evaluasi 4.Bagi Penyelidikan Suatu program yang yang berisi ketentuan dan cara-cara tentang Program Evaluasi penyelenggaran evaluasi pendidikan
  3. 3. BAB I- Kedudukan Evaluasi Pendidikan didalam Kurikulum dan Pengajaran Prosedur evaluasi harus di lakukan serta bentuk-bentuk tes atau alat evaluasimana yang akan di pakai untuk menilai hasil pengajaran tersebut harusdikaitkan dan mengacu pada bahan dan metode mengajar yang di gunakan dantujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak lepas dari tujuan evaluasi itusendiri. Tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data pembuktianyang akan menunjukan samapai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilansiswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Hubungan pengajaran dan evaluasi adalah pengajaran itu efektif jikamengarah kepada perubahan yang diinginkan di dalam diri siwa, dan evaluasi ituefektif jika dapat membuktikan sampai dimana perubahan itu terjadi di dalamdiri siswa.Objek evaluasi pendidikan adalah anak didik : sampai dimana perkembangananak didik setelah mengalami pendidikan dan pengajaran selama jangka waktutertentu. Contohnya: Perkembangan pengetahuan, sikapnya, kecerdasan,keterampilannya, dll.
  4. 4. BAB I- Kedudukan Evaluasi Pendidikan didalam Kurikulum dan PengajarKegunaan data evaluasi sebenarnya bergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapainya. Penggunaan administratif: untuk melengkapi laporan-laporan kepadaorangtua murid, untuk melengkapi kartu catatan tingkah laku, minat, dan folderkomulatif, dll. Penggunaan Intruksional : untuk membantu/menolong guru-guru dalamcara mengajar yang lebih baik danuntuk menentukan status kelas/ murid dalamhubungannya dengan tujuan-tujuan pokok kurikulum.Penggunaan bagi Bimbingan dan Penyuluhan, dari data yang diperoleh dari evaluasimelalui berbagai teknik evaluasi, seperti: tes intelejensi, achievment test,attitudetest,catatan observasi, catatan harian, inters inventories, dan catatan kumulatif dapatdigunakan untuk membimbing ke arah pemilihan pekerjaan sesuai dengan minat,kemampuan dan kecakapan siwa masing-masing.Program evaluasi, setiap guru menyadari dan memahami tujuan bersama yang ingindicapai dengan seluruh kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh sekolah itu yaknimengevaluasi seluruh dan perkembangan siswa dalam proses kegiatan belajar untukmencapai tujuan seperti tercantumdalam kurikulum. Selain itu guru dapat mengetahuiapa dan bagaimana melakukan evaluasi untuk mencapai tujuan bersama, dengan katalain guru memiliki kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakankegiatan evaluasi.
  5. 5. BAB IIEVALUASI PENCAPAIAN SISWA PRINSIP-PRINSIP DAN TEKHNIK EVALUASI PENGAJARAN Evaluasi Pencapaian Belajar SiswaPrinsip-prinsip Dasar Tes Ciri-ciri dari Empat Tipe Hasil Belajar Achievment Tests Penilaian Formatif dan Penilaian Sumatif Perencanaan dalam Menyusun Test Norm-Referenced vs Criterion-Referenced Test
  6. 6. BAB II- Evaluasi Pencapaian Sisw Prinsip-prinsip dasar tes hasil belajar•Learning Outcomes- yaitu tes yang dapat mengukur secara jelas hasil belajar yang telahditetapkan sesuai dengan tujuan intruksional.•Mengukur sampel yang representatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telahdiajarkan- Dalam rangka mengevaluasi hasil belajar siswa kita hanya dapat mengambilbeberapa sampel hasil belajar yang dianggap pentingbdan dapat “mewakili” seluruhperformance yang telah diperoleh selama siswa mengikuti suatu unit pelajaran.•Macam dan bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar sesuai dengantujuan – Bloom, kita menenal adanya hasil belajar yang berupa pengetahuan (kognitif), sikap(afektif), dan keterampilan (psikomotor) ; dari hasil tersebut masih dapat kita rinci lagimenjadi berbagai macamkemampuan yang dapat dikembangkan didalam pengajaran.•Dapat didesain sesuai dengan kegunaan- test placement (tes penentuan penempatansiswadalam suatu jenjang/jenis program pendidikan). Test formatif (test mencari feedbackuntuk memperbaiki proses belajar-mengajar). Tes Sumatif (test menukur sampai dimanapencapain siswa terhadap bahan pelajaran). Tes diagnostik (Tes mencari sebab-sebab kesulitanbelajar siswa, seperti : fisik, lingkungan sosial ekonomi sosial).•Dibuat Seandal(Reliable) – Suatu tes yang andal belum tentu valid; akan tetapi, jika tes ituvalid, sudah tentu andal.•Untuk memperbaikicara belajar siwa – Penyusunan dan penyelenggaraan tes hasil belajardigunakan untuk evaluasi suamtif dan evaluasi formatif.
  7. 7. BAB II- Evaluasi Pencapaian SiswPenilaian Formatif adalah kegiatan penilaian yang bertujuan untuk mencari umpan balik yang digunakan untukmemperbaiki proses belajar-mengajar. Penilaian Sumatif adala penilaian dilakukan untuk memperoleh data sampaidimana pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah di pelajarinya dalam jangka waktu tertentu.Norm-Referenced Test (NRT) vs Criterion-Referenced Test (CRT)1) Cara tiap test itu dikembangkan,2) Standar yang digunakan untuk menimbang(men-judge) atau menginterpretasikan hasil tes, dan3) Tujuan untuk apa tesitu disusun dan diadministrasikan. Perencanaan dalam menyusun tes seorang guru perlu memikirkan apa tipe dan fungsi tes yang akan disusunnya sehingga dapat menentukan bagaimana karakteristik soal-soal yang akan dibuatnya. Ciri-ciri dari empat tipe acievment test TIPE TES FUNGSI TES KONSIDERASI SAMPEL CIRI-CIRI PLACEMENT Menentukan entry formance tentang Memilih sampel yang mewakili tujuan pelajaran Items memiliki range tujuan pelajaran kesukaran yang luas dan norm-referenced FORMATIF Sebagai balikan bagi siswa + guru tentang Jika mungkin, mencakup semua unit tujuan (yang Items memadukan kesukan kemajuan belajar esensial) unit tujuan dan criterion- referenced DIAGNOSTIK Menentukan kesullitan belajar yang muncul Mencakup sampel tugas-tugas yang berdasrkan Items mudah digunakan sumber-sumber kesalahan belajar yang umum untuk menunjuk sebab- sebab kesalahan yang spesifikasi SUMATIF Menentukan kenaikan tingkat/kelas atau Memilih sampel tujuan-tujuan pelajran yang Items memiliki range yang kelulusan pada akhir program pengajaran refresentatif yang susah dan norm- referenced
  8. 8. BAB IIIMACAM-MACAM BENTUK TES HASIL BELAJAR 1.Arti dan 2. Kebaikan Macamnya dan Keburukannya 3. Syarat- syarat dan Menyusun Tes Objektif PRINSIP- PRINSIP DAN Macam-macam TEKHNIK Bentuk Hasil EVALUASI Belajar PENGAJARAN 4. Tipe-tipe Hasil Belajar Kognitif 5. Beberapa 6. Model Tes Mempersiapka Pilihan n Test Soal ganda(Multipl Essay e Choice)
  9. 9. BAB III- Macam - Macam Bentuk Tes Hasil BelajaTes hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telahdiberikan oleh guru terhdap murid-muridnya, atau dosen kepada mahsiswanya dalam jangka waktutertentu.Untuk melaksanakan evaluasi hasil mengajar dan belajar itu, seorang guru dapat menggunakandua macam tes yaitutes yang telah di standarkan (standarized test) dan tes buatan guru itu sendiri(teacher-made test). TesJenis Kebaikan KeburukanKebaikan dan Keburukannya :Tes (Ujian) lisan Lebih dapat menilai dan isis pengetahuan seseorang karena dilakukan secara face to Pribadi dan sikap pengetes dan hubungannya dengan yang di face tes memungkinkan hasil yang kurang objektifTes (ujian ) tulisan Karena pertanyaan sama, scope dan isi pengetahuan yang di nilai tiap-tiap orang pun Mudah menimbulkan kecurangan dan kepalsuan jawaban samaTes Essay Melatih mengeluarkan buah fikiran dalam bentuk kalimat/bahasa yang teratur Kemungkinan jawaban yang heterogen sifatnya menyulitkan (melatih kreasi dan fantasi) pengetes dalam menskornya.Tes Objektif Memaksa siswa untuk belajar baik-baik karena sukar untuk berbuat spekulasi Kurang memberi kesempatan untuuk menyatakan isi hati / terhadap bagian nama dari seluruh pelajaran yang harus dipelajari kecakapan yang sesungguhnya karena anak tidak membuat kalimatSyarat-syarat menyusun tes objektif Tiap-tiap bentuk tes objektif harus didahului dengan “petunjuk”,bagaimana caramengerjakan tiap-tiap soaldari tes yang bersangkutan Sedapat mungkin hindarkan soal-soal yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Usahakan agar soal-soal dalam tesyang disususn mencakup berbagai aspek penalaran. Dll
  10. 10. BAB III- Macam - Macam Bentuk Tes Hasil Belaja Tipe-tipe Hasil Belajar kognitif :•Pengetahuan hafalan(kognitif)•Pemahaman (Komprehensi)•Aplikasi (Penerapan)•Analisis•Kemampuan Sintesis (menyatukan bagian-bagian ke dalam suatu bentuk yang menyeluruh)•Evaluasi(Penilaian tentang suatu pernyataan)Beberapa model tes pilihan ganda (Multile choice)1) Melengkapi pilihan2) Analisis hubungan antar hal3) Analisis kasus4) Melengkapi berganda (Asosiasi pilihan ganda)5) Analisis Diagram Mempersiapkan Tes Essaya. Tentukan bahwa siswa tidak akan menjawab tidak terlalu banyak/terlalu panjang sehingga waktu tidak cukup.b. Jika beberapa soal essay akan diberikan, usahakan agar ada rentangan kesukaran dan kompleksitasnya.c. Kebanyakan tes yang diberikan di kelas menuntut semua siswa untuk menjawab soal-soal yang sama.d. Tulislah seperangkat petunjuk umum bagi tes tersebut.
  11. 11. BAB IVPRINSIP-PRINSIP DAN PROSEDUR PENILAIAN TES HASIL BELAJAR PRINSP-PRINSIP DAN TEKHNIK EVALUASI PENGAJARAN Prinsip-prinsip dan Prosedur Penilaian tes Hasil Belajar Penskoran dan Prinsip-prinsip Prosedur dan Acuan Penilaian penilaian Penilaian Pemberian Niali
  12. 12. BAB IV – Prinsip-prinsip dan Prosedur Penilaian Tes Hasil Belajar Penskoran adalah suatu proses pengubahan jawaban-jawaban tes menjadi angka-angka (mengadakan kuantifikasi). Penilaian adalah angka-angka hasil penskoran itukemudian diubah menjadi nilai-nilai melalui suatu proses pengolahan tertentu.Prinsip-prinsip Penilaian•Di dasarkan atas hasil pengukuran yang komprehensif.•Harus di bedakan antara penskoran (scoring) dan penilaian (grading).•Kegiatan pemberian nilai hendaknya merupakan bagian integral dari prose belajar-mengajar.•Penilaian harus bersifat komparabel (tahap pengukuran yang menghasilkan angka-angka yang dilaksanakan menduduki skor yang sama harus memperoleh nilai yangsama pula).•Sistem penilaian yang dipergunakan hendaknya jelas bagi siswa dan bagi pengajarsendiri.
  13. 13. BAB IV – Prinsip-prinsip dan Prosedur Penilaian Tes Hasil BelajarAcuan PenilaianI. Penilaian Acuan Patoakan (PAP) – Penilaian yang mengacu kepada kriteria pencapaian tujuan(intruksional) yang telah dirumuskan sebelumnya)II. Penilaian Acuan Norma (PAN) – Penilaian yang di lakukan dengan mengacu pada norma kelomop; nilai-nilai yang diperoleh dibandingkan dengan nilai-nilainsiswa lainnya yang termasuk dalam kelompok itu. Prosedur pemberian nilaiBeberapa prosedur Penilaian :1. Prosedur penilaian yang paling sederhana2. Prosedur memisahkan fase pengukuran dan fase penilaian (peringkat skor-skor dalam bentuk-bentuk tabel distribusi).3. Prosedur penilaian dengan menggunakan persentase (%).4. Prosedur yang menggunakan teknik statistik yang lebih kompleks (prosedur perstandarisasian dan penormalisasian).
  14. 14. BAB VTEKNIK PENGOLAHAN SKOR HASIL EVALUASI Mengolah Skor Mentah Menjadi Nilai Mengolah Skor Huruf Mentah Menjadi Bilai 1- 10 PRINSIP- Teknik PRINSIP DAN TEKNIK Pengolahan EVALUASI Skor Hasil Penilaian PEMBELAJAR Evaluasi dengan Persen AN Mengolah Skor Mentah Mengolah Skor Menjadi Skor Mentah Standar Z Menjadi Skor Standar T
  15. 15. BAB V – Teknik Pengolahan Skor Hasil Evaluas Mengolah skor menjadi nilai huruf adalah masalah penentuan batas lulus /passinggrade dengan tujuan penilaian itu untuk mempertinggi mutu hasil belajar siswa. Caramenilai seperti ini cocok digunakan untuk program pendidikan yang menganut sistemkredit semester (SKS).Mengolah skor menjadi nilai 1-10, kebaikan sistem penskoran seperti ini bahwa nilai-nilai yang diperoleh siswa benar-benar mencerminkan kapasitas kelompok (disesuaikandengan kondisi atau tingkat kepandaian kelompok yang bersangkutan). Kelemahannya;bahwa niali-nilai yang diperoleh sistem tersebut belum mencerminkan sampai manapencapaian scope bahan pelajaran yang di skor. Penilaian dengan persen (percentages correction), jika materi tes benar-benar mewakiliseluruh bahan pelajaran yang telah diajarkan sesuai dengan kurikulum, maka nilai yangdiperoleh siswa menunjukan besarnya persentase penguasaan siswa terhadap bahanpelajaran.
  16. 16. BAB V – Teknik Pengolahan Skor Hasil EvaluasiMengolah skor mentah menjadi skor standar Z adalah skor yangpenjabarannya didasarkan atas unit deviasi dari mean (mean = 0) dimaksudkanuntuk melihat bagaimana kedudukan skor-skor tersebut dibandingkan denganrata-rata skor kelompoknya. Mengolah skor mentah menjadi skor standar T adalah untuk mengetahuibagaimana kedudukan seorang anak yang memperoleh skor tersebut dibandingkandengan kelompok nya di dalam suatu tes (misalnya: batas lulus dari berbagaimata pelajaran).
  17. 17. BAB VIEVALUASI DALAM SISTEM PENGAJARAN PPSI 1. Tujuan , PRINSIP- Jenis dan PRINSIPNDAN Fungsi 2. Cara, Teknik TEKNIK dan Jenis EVALUASI Standar PENGAJARAN penilaian Evaluasi Dalam Sistem 3. Tes dan Pengajaran PPSI Prinsip Pelaksanaannya 4. Cara Menilai Tes 5. Penentuan Formatif dan Nilai Rapor Tes Sumatif
  18. 18. BAB VI- Evaluasi dalam Sistem Pengajaran PPSPPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Intruksional) Tujuan Evaluasi• Memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki program satuan pelajaran atau proses mengajar.• Menentukan hasil kemajuan belajar siswa, antara lain berguna sebagai bahan laporan kepada orang tua,penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya seorang siswa.• Dll. Jenis dan Fungsi Evaluasi1. Penilaian formatif, yakni penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satuan pelajaran, dan fungsinya untuk memperbaiki proses belajar-mengajar.2. Penilaian sumatif, yakni penilaian,yakni penilaian yang dilakukan tiap semester.3. Penilaian penilaian, yang berfungsi untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat.4. Penilaian diagnostik, berfungsi untuk membantu meemcahkan kesulitan belajar ssiwa. Cara dan teknik penilaian.• Cara menilai,cara kuantitatif (penilaian dalam bentuk angka), cara kualitatif (bentuk pernyataan)Teknik penilaian, teknik berbentuk tes (menilai kemampuan siswa mencakup aspek pengetahuan, keterampilan,sikap,dll). Teknik bentuk notes (menilai sikap,, minat, dan kepribadian siswa,mungkin digunakan wawancara,observasi)• Jenis-jenis standar penilaian, standar mutlak (hasil yang dicapai masing-masing siswa dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya). Standar relatif (hasil yang dicapai masing-masing siswa dibandingkan dengan norma kelompok).
  19. 19. BAB VI- Evaluasi dalam Sistem Pengajaran PPS Tes dan prinsip pelaksanaanya• Berbagai jenis tes• Tes tertulis• Tes lisan, dan• Tes perbuatan (performance tes) Bentuk-bentuk item tesMacam-macam bentuk item tes untuk menilai tujuan intruksional khusus (TIK) di dalam sistem pengajaran PPSI (tes formatif). Untuk menentukan angka/ hasil belajar siswa dalam tahap-tahap tertentu (tes sumatif), dapat dibagi menjadi 2 golongan,yaitu bentuk essay dantes objektif. Cara menilai tes formatif dan sumatif• Cara menilai tes formatif adalah tes yang diberikan kepada murid-murid pada setiap akhir program satuan pelajaran. Yang penting adalah bahwa setiap soal betul-betul mwngukur tujuan intruksional yang hendak dicapai.• Cara menilai tes sumatif biasanya diadakan tiap semester, pada umumnya jumlah soal-soal sumatif lebih banyak daripada tes formatif dan bentuk soalnya dapat terdiri atas campuran beberapa bentuk item tes (multiple choice, completion,matching,dan essay). Penentuan nilai raporSebenarnya hasil penilaian formatif itu tidak boleh dimasukkan untuk menentukan nilai rapor, selain itu guru harus melakukan pula tes-tes submatif pada tahap-tahap tertentu. Dan kemudian digabung dengan niali sumatif untuk mengisi rapor (caranya yaitu dengan merata-ratakan hasil tes sumatif dan tes subsumatif).
  20. 20. BAB VII TEKNIK ANALISIS DAN INTERPRETASI TES HASIL BELAJAR 1. Teknik Analisis Tes Soal (item Analysis) 2. Analisis dan InterpretaAsi Soal Tes ObjektifPRINSIP-PRINSIP DAN TEKNIK Teknik Analisis dan 3. Prosedur analisis item EVALUASI Interpretasi Tes Hasil yang Lebih Sederhana PENGAJARAN Belajar untuk Norm-Referenced Tests 4. Interpretasi Dana Analisis Item Tes Norm-Referenced 5. Prosedur Analisi Item untuk Criterion- Referenced Test
  21. 21. BAB VII – Teknik Analisis dan Interpretasi Tes Hasil BelajarTeknik Analisis Soal Tes merupakan salah satu cara untuk memperbaiki prosesbelajar-mengajar yang paling efektif , dengankata lain hasil tes itu kita olahsedemikan rupa sehingga hasil pengolahan itu dapat diketahui komponen-komponenmanakah dari prose belajarmengajar itu yang masih salah..Analisis dan Interpresikan soal tes objektif, berguna bagi perbaikan penyusunankembali soal-soal tes, juga berguna untuk melihat/meneliti materi-materi mana daribahan pelajaran mana yang belum dikuasai siswa. Soal yang sukar bagi keseluruhankelas berguna untuk pembimbingan ke arah eksplorasi yang lebih luas.Prosedur analisys item yang lebih sederhana untuk “norm-referenced test” bergunauntuk mengevaluasi suatu item tes dan jika dikombinasikan dengan makdud untukmemriksa item itu sendiri, hasil analisis itu memberikan informasi yang sangatberguana bagi penembangan item itu
  22. 22. BAB VII – Teknik Analisis dan Interpretasi Tes Hasil BelajaInterpretasi Dana Analisis Item Tes Norm-Referenced, tidaklah bijaksanamenentukan suatu tingkat minimum dari daya pembeda untuk pemilihan item. Jikasuatu item menunjukan indeks posistif dalam deskriminasi berfungsi efektifhendaknya dipertahankan dan dismpan dalam file item untuk digunakan padawaktu yang akan datang.Prosedur Analisi Item untuk Criterion-Referenced Test adalah sampai sejauhmana tiap item dapat mengukur hasil pengajaran (effect of intruction), jika suatusistem dapat dijawab dengan benar oleh semua siswa tidak mengukur hasilpengajaran. Namun jika salah semua oleh siswa tidak berfungsi sebagai alatevaluasi. Kedua-duanya penting bagi pencapaian pengukuran hasil pengajaransebagai suatu dasar bagi penentuan kualitas item.
  23. 23. BAB VII KUALITAS DAN CIRI-CIRI TEKNIK EVALUASI YANG PRINSIP-PRINSIP BAIK DAN TEKNIK EVALUASI PENGAJARANValiditas Kualitas dan Ciri- ciri Teknik Evaluasi Yang baik Keandalan Objektivitas Kepraktisan
  24. 24. BAB VIII– Kualitas dan Ciri-Ciri Teknik Evaluasi Yang aik Validitas, suatu teknik evaluasi dikatakan mempunyai validitas yang tinggi (disebutvalid) jika teknik evaluasi atau tes itu dapat mengukur apa yang sebenarnya akan diukur.Olehnkarena itu validitas harus ditentukan dalam hubunganya dengan tujuan yang akandicapai dengan alat evaluasi. Keandalan (reliability) adalah ketetapan atau ketelitian suatu alat evaluasi, suatu tes/alat evaluasi dikatakan andal jika ia dapat dipercaya, konsisten, atau stabil dan produktif.Jadi, yang dipentingkan disini ialah ketelitiannya; sejauh mana tes atau alat tersebutdapat dipercaya kebenarannya Objektif adalah suatu tes ditentukan oleh tingkat atau kualitas kesaman skor-skor yangdiperoleh dengan tes tersebut meskipun hasil tes itu dinilai oleh beberapa orang penilaian.Untuk ini diperlukan kunci jawaban tes (scoring tey). Kepraktisan, suatu tes dikatakan mempunyai kepraktisan yang baik jikamemungkinkan untuk menggunakan tes itu besar. Kriteria untuk mengukur praktis-praktis suatu tes dapat dilihat dari : biaya, waktu, sukar mudahnya menyusun tes, sukarmudahnya menilai, lamanya waktu yang diperlukan..
  25. 25. BAB IXOBSERVASI SEBAGAI ALAT EVALUASI Keduddukan Pengertian Observasi di dalam Situasi dalam Observasi Evaluasi Observasi Cara-cara MencatatkanPRINSIP-PRINSIP Observasi DAN TEKNIK Observasi sebagai Alat EVALUASI Evaluasi PENGAJARAN Lamanya Observasi dan Posisi Pengamat Kebaikan dan Interpretasi data Validitas Kelemahan data Observasi Observasi Observasi
  26. 26. BAB IX – Observasi Sebagai Alat Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pengcatatan secara sistematis Evaluasimengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Kedudukan observasi didalam evaluasi, observasi merupakan metode langsung terhadap tingkah lakusampling didalam situasi sosial; dengan demikian merupakan bantuan yang vital sebagai suatu alatevaluasi. Dalam rangka evaluasi hasil belajar, digunakan sebagai teknik evaluasi untuk menilai kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat keterampilan atau skill. Situasi di dalam observasi•Yersild dan Meigs :•Situasi bebas adalah klien yang diamati dalam keadaan bebas, tidak terganggu, dan tidak mengetahuibahwa ia tau mereka sedang diamati.•Situasi yang dibuat, pengamat telah sengaja membuat atau menambahkan kondisi-kondisi tertentu,kemudian mengamati bagaimana reaksi yang timbul•Situasi campuran adalah siuasi dalam obsrvasi yang merupakan gabungan dari kedua macam situasitersebut diatas. Cara-cara mencatatkan observasi•Ada 2 pokok tentang mencatatkan observasi yaitu;Unit-unit tingkah laku yang akan diamati dirumuskan terlebih dahulu (dibuat hanyalah mengenaiaspek-aspek yang telah ditentukan)Mencatat apa saja yang terjadi dalam situsi itu, dalam hal ini pengamat dapat memperoleh data yangluas dan bervariasi.
  27. 27. BAB IX – Observasi Sebagai Alat Evaluas Lamanya observasi dan posisi pengamat, hal ini bergantung pada atau berkaitan langsungdengan tujuan evaluasi yang dilakukan dengan observasi itu. Posisi pengamat dalam rangkaobservasi informal hendaknya dibuat sedemikian rupa sehingga siswa yang diamati tidakmengetahui bahwa ia sedang diobservasi. Validasi observasi sangat tergantung pada tujuan yang akan diukur/ dinilai. Suatu teknikevaluasi yang dapat mempunyai validitas yang berbeda-beda jika dipergunakan untuk mengukurtujuan kegiatan belajar yang berlainan dan sangat bergantung pada kecakapan, pengertian,pengetahuan, dan sifat-sifat itu sendiri.Interpretasi data observasi, pada penilaian yang dilakukan dengan teknik observasi waktuyang diperlukan untuk mengumpulkan data dapat lebih singkat daripada waktu yang diperlukanuntuk menganalisis atau mengolah data. Hal ini bergantung pada tujuan dan teknik observasiyang dipergunakan. Kebaikan dan kelemahan data observasi• Kebaikannya adalah data observasi diperoleh secara langsung dengan mengamati kegiatan atauekspresi siswa dalam berbuat atau bereaksi terhadap suatu perangsang tertentu sehingga datatersebut dapat lebih objektif .•Kelemahannya adalahdata yang hanya diperooleh dari observasi tidak dapat memberikangambaran(insight) yang sama tentang struktur kepribadian individu.Untuk itu masih diperlukandata yang diperoleh dengan teknik lain.
  28. 28. Buku Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran ini sangat berguna untukseorang pengajar (guru SD, ustadz, dosen atau apapun itu namanya). Buku ini berisi caramengajar, soal yang akan dibuat atau cara mengevaluasi yang salah. Dan segala masalahyang bertalian dengan pengetesan dan pengevaluasi hasil belajar siswa/mahsiswa, bahkansekaligus mengevaluasi para pengajar itu sendiri. Namun dalam cetakan buku ini masih ada kesalahn cetak yaitu pada BAB V yangmembuat para pemakai buku ini kesulitan untuk membaca dan memahaminya karena adabeberapa halaman yang berulang-ulang, untuk itu perlu diperbaiki. Untuk keseluruhan isi buku yang berjudul Prinsip-prinsip dan Teknik EvaluasiPengajaran ini sudah sesuai dengan isi (materi) yang terkandung didalamnya,yaitu mengikutiperkembangan dan tuntutan kebutuhan dalam praktek kependidikan pada umumnya.Sehingga buku ini dapat menjadi salah satu referensi di samping buku-buku lainnya.

×