SlideShare a Scribd company logo
1 of 8
Download to read offline
H a l a m a n |1
ABSTRAK
Kajian tentang budaya organisasi merupakan hal yang menarik karena
berkenaan dengan keunikan-keunikan, karakter-karakter yang membedakan satu
organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya organisasi merupakan sebuah
sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu
organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah
sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Budaya
organisasi diciptakan oleh “pendirinya” yakni orang yang sudah terlebih dahulu
berada dalam organisasi, dimana budaya tersebut menjadi tradisi, kebiasaan
yang melekat, yang dianut oleh anggota organisasi. Budaya berkenaan dengan
sesuatu yang bernilai positif, yang bersifat unik yang merupakan karakter suatu
organisasi. Seperti halnya pola kepemimpinan, kerapihan administrasi,
kedisiplinan, sistem penghargaan, sistem wewenang, dan masih banyak lagi
budaya yang dianut organisasi. Karenanya budaya organisasi selayaknya
memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan organisasi terutama
dalam meningkatkan kinerja suatu organisasi maupun individu dalam organisasi.
Kata Kunci: Peranan, Budaya Organisasi, Kinerja
A. Pendahuluan
Budaya organisasi berkenaan
dengan nilai-nilai yang dianut oleh
suatu organisasi dalam
menyelenggarakan kegiatannya.
Kebiasaan, tradisi, dan cara umum
dalam melakukan segala sesuatu yang
ada di sebuah organisasi saat ini
merupakan hasil atau akibat dari yang
telah dilakukan sebelumnya pada masa
lalu. Dan faktor manusia menjadi hal
yang penting dalam menerapkan nilai-
nilai tersebut dengan penuh kesadaran
dan tanggung jawab. Tangkilisan
(2002:25) menyatakan bahwa “Unsur
manusia merupakan unsur penting
dalam organisasi, yang berperan aktif
dan dominan dalam mencapai tujuan
organisasi. Manusia adalah perencana,
pelaku, sekaligus penentu terwujudnya
tujuan organisasi”.
Sebuah organisasi yang terdiri
dari berbagai kelompok individu yang
bekerjasama dan berinteraksi satu sama
lain, akan membentuk sebuah
kebiasaan yang lama-kelamaan akan
membentuk budaya organisasi dalam
sistem organisasi tersebut. Budaya
organisasi merupakan pola terpadu
yang dihasilkan dari perilaku individu
dalam organisasi termasuk pemikiran-
pemikiran, tindakan-tindakan yang
dipelajari dan diajarkan kepada
generasi berikutnya.
PERANAN BUDAYA ORGANISASI
DALAM MEWUJUDKAN KINERJA SUATU ORGANISASI
H a l a m a n |2
Budaya organisasi berfungsi
sebagai perekat, pemersatu, identitas,
citra, brand, yang berbeda dengan
organisasi lain yang dapat dipelajari
dan diwariskan kepada generasi
berikutnya, dan dapat dijadikan acuan
perilaku manusia dalam organisasi
yang berorientasi pada pencapaian
tujuan atau hasil/target yang
ditetapkan.
Budaya organisasi sangat
berpengaruh dalam membentuk para
pegawai untuk berperilaku dan
bertindak dalam mengatasi suatu
permasalahan sebuah organisasi.
Dengan dianutnya budaya organisasi
yang kuat oleh para pegawai akan
meningkatkan kinerja pegawai dalam
menjalankan tugas pokok, fungsi dan
tanggungjawab yang dibebankan
kepadanya, sehingga pekerjaan apapun
dapat terselesaikan sesuai yang
diharapkan.
Dalam konteks perusahaan,
budaya organisasi dianggap sebagai
salah satu strategi dari perusahaan
dalam meraih tujuan serta kekuasaan.
Teori budaya organisasi ini memiliki
beberapa asumsi dasar yakni sebagai
berikut :
1. Anggota-anggota organisasi
menciptakan dan mempertahankan
perasaan yang dimiliki bersama
akan suatu realitas organisasi, yang
berakibat akan suatu pemahaman
yang lebih baik terhadap nilai-nilai
sebuah organisasi. Inti dari asumsi
ini adalah nilai yang dimiliki
organisasi. Nilai merupakan
standard dan prinsip-prinsip yang
terdapat dalam sebuah budaya.
2. Penggunaan dan interpretasi simbol
yang sangat penting dalam budaya
organisasi. Disaat seseorang
memahami simbol tersebut, maka
seseorang akan mampu bertindak
menurut budaya dari
organisasinya.
3. Budaya bervariasi dalam
organisasi-organisasi yang berbeda,
dan interpretasi tindakan dalam
budaya ini juga bervariasi. Dimana
setiap organisasi memiliki budaya
yang berbeda-beda dan setiap
individu dalam organisasi tersebut
memiliki penafsiran budaya dengan
berbeda. Biasanya, perbedaan
budaya dalam organisasi justru
menjadi kekuatan dari organisasi
sejenis lainnya.
Budaya organisasi adalah sebuah
sistem makna bersama yang dianut
oleh para anggota yang membedakan
suatu organisasi dengan organisasi
lainnya. Sistem makna bersama ini
adalah sekumpulan karakteristik yang
dijunjung tinggi oleh organisasi.
Karakteristik tersebut bersifat dominan
atau sangat menentukan pada budaya
yang dianut organisasi tersebut. Jika
organisasi tidak memiliki budaya
dominan maka nilai budaya organisasi
akan berkurang karena tidak akan ada
keseragaman penafsiran mengenai apa
yang merupakan perilaku semestinya
dan perilaku yang tidak semestinya.
Aspek makna bersama dari budaya
inilah yang menjadikannya sebagai alat
potensial untuk menuntun dan
H a l a m a n |3
membentuk perilaku anggota dalam
organisasi.
B. Permasalahan
Bangsa Indonesia sangat terkenal
bukan saja karena negeri ini kaya akan
sumber daya, tetapi terlebih lagi karena
masyarakatnya yang ramah. Ini
merupakan suatu budaya yang unik,
karakter bangsa yang tidak dimiliki
oleh bangsa lainnya. Bahwa
masyarakat Indonesia ramah menjadi
brand/image atau citra yang sudah
mendunia. Dan kita sepakat dengan
brand tersebut. Ini merupakan budaya
yang harus kita pupuk, pertahankan
karena dengan perubahan jaman,
teknologi informasi yang cepat, nilai
budaya tersebut bisa berkurang sedikit
demi sedikit dan akan muncul budaya
lain yang mungkin bukan merupakan
ciri/watak dari masyarakat Indonesia.
Budaya selayaknya memiliki
nilai yang positif, karena begitu
seharusnya. Tetapi kenyataan dalam
organisasi banyak masyarakat yang
memandang negatif terhadap budaya
yang dianut oleh suatu organisasi.
Seperti contoh budaya organisasi dalam
hal kerapian administrasi, baik itu
surat-menyurat, keuangan, kearasipan,
barang masuk/keluar, ditenggarai
masih banyak organisasi yang buruk
dalam hal tertib administrasi.
Ketidakjelasan dalam pembagian
wewenang, sehingga ada beberapa
organisasi dimana pekerjaan hanya
bertumpu pada salah seorang pegawai.
Kedisiplinan hal yang paling banyak
dijumpai di organisasi yang berada di
daerah, yang jauh dari jangkauan
pengawasan, ternyata disiplin sebagian
pegawai masih sangat lemah. Jargon
bahwa disiplin merupakan karakter dari
orang-orang sukses yang dapat
menghargai waktu sudah tidak
diperhatikan. Banyak diantara pegawai
dalam organisasi yang miskin ide-ide
kreatif, yang hanya menjalankan
pekerjaan sebatas tugas dan tanggung
jawab pada pimpinan. Mengerjakankan
apa yang biasa dikerjakan, dengan
budaya Asal Bapak Senang hanya
untuk mendapatkan nilai dari
pimpinan. Dan masih banyak lagi
masalah dalam budaya organisasi yang
cukup menarik untuk kita ketahui.
C. Pembahasan
Sebuah organisasi yang terdiri
dari berbagai kelompok individu yang
bekerjasama dan berinteraksi satu sama
lain, akan membentuk sebuah
kebiasaan yang lama-kelamaan akan
membentuk budaya organisasi dalam
sistem organisasi tersebut. Budaya
organisasi merupakan pola terpadu
yang dihasilkan dari perilaku individu
dalam organisasi termasuk pemikiran-
pemikiran, tindakan-tindakan yang
dipelajari dan diajarkan kepada
generasi berikutnya.
a) Pengertian Budaya Organisasi
Budaya organisasi merupakan
terjemahan dari organization culture
yang didefinisikan dalam berbagai
pengertian. Pengertian beberapa
definisi budaya organisasi
dikemukakan oleh para ahli.
H a l a m a n |4
Menurut Robbin (1996 : 289)
“Budaya organisasi mengacu ke sistem
makna bersama yang dianut oleh
anggota-anggota yang membedakan
organisasi itu dari organisasi-organisasi
lain. Sistem makna bersama ini, bila
diamati dengan seksama, merupakan
seperangkat karakteristik utama yang
dihargai oleh organisasi itu”. Menurut
Robin, karakteristik primer dalam
budaya organisasi pada hakikatnya
adalah:
1. Inovasi dan pengambilan risiko
Sejauh mana para karyawan
didorong agar inovatif dan
mengambil risiko.
2. Perhatian terhadap detail
Sejauh mana para karyawan
diharapkan memperlihatkan presisi
(kecermatan), analisis, dan
perhatian terhadap detail.
3. Orientasi hasil
Sejauh mana manajemen
memuaskan perhatian pada hasil
bukannya pada teknik dan proses
yang digunakan untuk mencapai
hasil itu.
4. Orientasi orang
Sejauh mana keputusan
manajemen memperhitungkan
dampak hasil-hasil pada orang-
orang di dalam organisasi itu.
5. Orientasi tim
Sejauh mana kegiatan kerja
diorganisasikan berdasarkan tim,
bukannya berdasarkan individu.
6. Keagresifan
Sejauh mana orang-orang itu
agresif dan kompetitif dan
bukannya santai-santai.
7. Kemantapan
Sejauh mana kegiatan organisasi
menekankan dipertahankannya
status quo bukannya pertumbuhan.
Setiap karakteristik tersebut
berada pada kontinum dari rendah ke
tinggi. Maka dengan menilai organisasi
itu berdasarkan tujuh karakteristik ini,
akan diperoleh gambaran gabungan
atas budaya organisasi itu. Gambaran
itu menjadi dasar bagi perasaan
pemahaman bersama yang dimiliki
para anggota mengenai organisasi itu,
cara penyelesaian urusan didalamnya,
dan cara para anggota diharapkan
berperilaku.
Luthans (2006 : 109) menyatakan
bahwa faktor-faktor utama yang
menentukan kekuatan budaya
organisasi adalah :
1. Kebersamaan yaitu sejauh mana
anggota organisasi mempunyai
nilai-nilai inti yang dianut secara
bersama. Derajat kesamaan
dipengaruhi oleh unsur orientasi
dan imbalan. Orientasi
dimaksudkan pembinaan kepada
anggota-anggota baru khususnya
melaui program-program
pelatihan, sedangkan imbalan
dapat berupa kenaikan gaji, jabatan
(promosi), hadiah-hadiah dan
tindakan-tindakan lainnya yang
memperkuat nilai-nilai budaya
organisasi.
2. Intensitas merupakan suatu hasil
dari struktur imbalan keinginan
pegawai untuk melaksanakan nilai-
nilai budaya dan bekerja semakin
meningkat apabila mereka diberi
H a l a m a n |5
imbalan, oleh karena itu pimpinan
organisasi perlu memperhatikan
dan mentaati struktur imbalan yang
diberikan kepada anggota-anggota
organisasi guna menanamkan
nilai-nilai inti budaya organisasi.
Sumber utama dari budaya
sebuah organisasi adalah para
pendirinya, karena mereka yang
mempunyai visi dan misi bagaimana
bentuk organisasi tersebut seharusnya,
mereka tidak dikendalai oleh kebiasaan
atau ideologi sebelumnya. Proses
penciptaan budaya terjadi dalam tiga
cara, seperti dikemukakan Luthans
(2006: 76), yaitu :
1. Para pendirinya hanya
mempekerjakan dan
mempertahankan karyawan yang
berpikir dan merasakan cara yang
mereka tempuh.
2. Mereka mengindoktrinasikan dan
mensosialisasikan para karyawan
ini dengan cara berpikir dan cara
berperasaan mereka.
3. Perilaku para pendiri itu sendiri
bertindak sebagai model peran
yang mendorong karyawan
mengidentifikasikan diri dengan
mereka dan oleh karenanya
menginternalisasikan keyakinan,
nilai, dan asumsi-asumsi mereka.
b) Fungsi Budaya
Di atas telah disinggung dampak
budaya organisasi pada perilaku. Jika
dikaitkan dengan budaya organisasi
yang kuat hendaknya tingkat keluar
karyawan rendah. Hal ini sejalan
dengan fungsi dari budaya organisasi
yang dikemukakan oleh Robbins
(1996:294) sebagai berikut :
1. Budaya mempunyai suatu peran
dalam menetapkan tapal batas ;
artinya ; budaya menciptakan
pembedaan yang jelas antara satu
organisasi dengan organisasi
lainnya.
2. Budaya membawa suatu rasa
identitas bagi anggota-anggota
organisasi.
3. Budaya mempermudah timbulnya
komitmen pada sesuatu yang lebih
luas dari pada kepentingan diri
individual seseorang.
4. Budaya meningkatkan kemantapan
sistem sosial. Budaya merupakan
perekat sosial yang membantu
mempersatukan organisasi itu
dengan memberikan standar-
standar yang tepat untuk apa yang
harus dikatakan dan dilakukan oleh
para karyawan.
5. Budaya sebagai mekanisme
pembuat makna dan kendali yang
memandu dan membentuk sikap
serta perilaku para karyawan.
Fungsi yang terakhir tersebut
menurut Robbins yang paling menarik
perhatian dimana dijelaskan bahwa
budaya menetapkan aturan permainan :
Menurut definisi budaya itu sangat sulit
untuk dipahami, karena tidak berwujud,
bersifat implisit dan dianggap sudah
seharusnya. Tetapi setiap organisasi
mengembangkan seperangkat inti
pengandaian, pemahaman dan aturan
implisit yang mengatur perilaku sehari-
hari di tempat bekerja.
H a l a m a n |6
Fungsi budaya pada umumnya
sukar dibedakan dengan fungsi budaya
kelompok atau budaya organisasi,
karena budaya merupakan gejala sosial.
Menurut Ndraha (1997:45) ada
beberapa fungsi budaya, yaitu :
1. Sebagai identitas dan citra suatu
masyarakat. Identitas ini terbentuk
oleh berbagai faktor seperti
sejarah, kondissi geografis, sistem
sosial, politik, ekonomi, dan
perubahan nilai dalam masyarakat.
2. Sebagai pengikat suatu
masyarakat. Kebersamaan adalah
pengikat yang kuat seluruh
anggota masyarakat.
3. Sebagai sumber. Budaya
merupakan sumber inspirasi,
kebanggaan, dan sumber daya,
diantaranya menjadi komoditi
wisata budaya.
4. Sebagai kekuatan penggerak.
Karena budaya terbentuk melalui
proses belajar yang bersifat
dinamis.
5. Sebagai kemampuan untuk
membentuk nilai tambah.
6. Sebagai pola perilaku. Budaya
berisi norma tingkah lau dan
menggariskan batas-batas toleransi
sosial.
7. Sebagai warisan. Budaya
disosialisasikan dan di ajarkan
kepada generasi berikutnya.
8. Sebagai pengganti formalisasi,
sehingga tanpa diperintah orang
melakukan tugasnya.
9. Sebagai mekanisme adaptasi
terhadap perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan
bangsa kongruen dengan negara
sehingga terbentuk nation – state
c) Menciptakan dan
Mempertahankan Budaya
Budaya organisasi tidak muncul
begitu saja. Sekali ditegakkan, jarang
budaya itu akan berangsur padam.
Kebiasaan, tradisi dan cara umum
melakukan segala sesuatu sebagian
besar disebabkan oleh apa yang
dilakukan sebelumnya dan tingkat
keberhasilan yang telah diperoleh
denganusaha keras tersebut. Ini yang
membimbing ke sumber paling akhir
dari budaya organisasi yaitu :
pendirinya. Para pendiri ini secara
tradisional mempunyai dampak utama
pada budaya dini organisasi tersebut.
Mereka mempunyai visi mengenai
bagaimana seharusnya organisasi itu.
Mereka tidak dikendalai oleh kebiasaan
atau ideologi sebelumnya.
Sekali suatu budaya itu terbentuk,
praktek-praktek dalam organisasi
bertindak untuk mempertahankannya
dengan memberikan kepada para
anggotanya seperangkat pengalaman
yang serupa. Menurut Robbins (1996 :
297) mengatakan ada 3 (tiga) kekuatan
yang memainkan peranan dalam
mempertahankan suatu buadaya
organisasi, yaitu :
1. Proses seleksi untuk
mengidentifikasi dan
mempekerjakan individu-individu
yang mempunyai pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan
untuk melakukan pekerjaan
dengan sukses di dalam organisasi.
H a l a m a n |7
2. Tindakan manajemen puncak
melalui apa yang mereka katakan
dan bagaimana mereka
berperilaku, manajemen puncak
menegakkan norma-norma yang
akan merembes ke bawah
sepanjang organisasi.
3. Sosialisasi yaitu proses yang
mengadaptasikan anggota
organisasi pada budaya organisasi
itu. Karena mereka tidak kenal
dengan budaya organisasi,
karyawan baru agakpotensial
mengganggu keyakinan dan
kebiasaan yang ada. Inilah saat
organisasi berupaya membenyuk
orang luar menjadi seorang
karyawan/pegawai dalam
kedudukan yang baik.
Pentingnya membangun budaya
organisasi terutama berkenaan dengan
upaya pencapaian tujuan organisasi.
Budaya organisasi terdiri dari
karakteristik yang relatif stabil. Budaya
itu dikembangkan dari tahun ke tahun
dan berakar pada nilai yang kuat
diyakini pegawai sehingga
mendapatkan komitmen yang tinggi.
Selanjutnya, ada sejumlah kekuatan
terus bekerja mempertahankan budaya
tersebut.
Terdapat kebijakan yang
membentuk kepercayaan organisasi
mengenai bagaimana karyawan dan
atau pelanggan diperlakukan. Terdapat
pula pedoman ketat berkaitan dengan
pencapaian tujuan. Pendatang baru
harus mempelajari teknik dan prosedur
yang ada agar diterima sebagai anggota
kelompok yang berkembang. Hal ini
merupakan keseluruhan “perasaan”
yang disampaikan dengan pengaturan
yang bersifat fisik, cara peserta
berinteraksi, dan cara anggota
organisasi berhubungan dengan
pelanggan dan individu dari luar.
Budaya organisasi sangat
mempengaruhi kinerja dimana dalam
suatu organisasi para karyawan
membentuk persepsi subjektif
keseluruhan mengenai organisasi
berdasarkan pada faktor-faktor seperti
toleransi atas resiko, tekanan pada tim,
dan dukungan. Sebenarnya persepsi
keseluruhan ini menjadi budaya atau
kepribadian organisasi itu. Persepsi
yang mendukung atau tidak
mendukung ini kemudian
mempengaruhi kinerja dan kepuasan
para anggotanya, dengan dampak yang
lebih besar pada penguatan budaya.
D. Kesimpulan
Budaya organisasi adalah nilai-
nilai, norma-norma tidak tertulis yang
dianut oleh suatu organisasi dengan
keunikan-keunikan, karakteristik
tersendiri yang membedakan antara
satu organisasi dengan organisasi
lainnya. Budaya organisasi mengacu ke
sistem makna bersama yang dianut
oleh anggota-anggota yang
membedakan organisasi itu dari
organisasi-organisasi lain. Sistem
makna bersama ini, bila diamati dengan
seksama, merupakan seperangkat
karakteristik utama yang dihargai dan
dipertahankan oleh organisasi itu.
Budaya disuatu organisasi ditandai
dengan adanya keberaturan cara
H a l a m a n |8
bertindak dari seluruh anggota
organisasi yang dapat diamati, adanya
norma-norma yang berisi tentang
standar perilaku dari anggota serta
adanya ketentuan dan aturan main
tertentu yang mengikat seluruh anggota
organisasi. Budaya organisasi ditandai
dengan adanya iklim organisasi, yaitu
terjadi interaksi yang saling
mempengaruhi antara individu dengan
lingkungannya baik lingkungan fisik
maupun lingkungan sosial. Lingkungan
ini akan dipersepsikan dan dirasakan
oleh individu tersebut sehingga
menimbulkan kesan dan perasaan
tertentu. Kebiasaan, tradisi, dan cara
umum dalam melakukan segala sesuatu
yang ada di sebuah organisasi saat ini
merupakan hasil atau akibat dari yang
telah dilakukan sebelumnya. Hal ini
mengarah pada sumber tertinggi
budaya sebuah organisasi yaitu para
pendirinya.
Referensi
Luthans, David. 2002. Kepemimpinan
Dalam Organisasi. Alih Bahasa:
Dedi Jacobus. Yogyakarta :
Penerbit Andi.
Robbins, Stephen P. 1996. Perilaku
Organisasi. Jakarta : PT
Prenhallindo
Tangkilisan. 2002. Dasar-Dasar
Organisasi. Yogyakarta: Gajah
Mada University Press.
Taliziduhu Ndraha. 1997. Budaya
Organisasi. Jakarta : PT Rineka
Cipta.

More Related Content

Similar to Peran Budaya Organisasi dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi

Organizational Cultures & Innovation
Organizational Cultures & InnovationOrganizational Cultures & Innovation
Organizational Cultures & InnovationDenisaRamandhaDewi
 
Budaya, Kreativitas, dan Inovasi
Budaya, Kreativitas, dan InovasiBudaya, Kreativitas, dan Inovasi
Budaya, Kreativitas, dan InovasiArum Puspitarini
 
Budaya Organisasi dan Perubahannya
Budaya Organisasi dan PerubahannyaBudaya Organisasi dan Perubahannya
Budaya Organisasi dan PerubahannyaAde Intan
 
BUDAYA ORGANISASI.pptx
BUDAYA ORGANISASI.pptxBUDAYA ORGANISASI.pptx
BUDAYA ORGANISASI.pptxRetniPratiwi2
 
Nunik kurniasih akhir
Nunik kurniasih akhirNunik kurniasih akhir
Nunik kurniasih akhirNunik21
 
Pertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptx
Pertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptxPertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptx
Pertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptxMira Veranita
 
Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)
Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)
Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)dulkarin26
 
UNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptx
UNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptxUNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptx
UNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptxYuniAndri3
 
M13 budaya organisasi
M13 budaya  organisasiM13 budaya  organisasi
M13 budaya organisasiJosua Sitorus
 
Budaya kreativitas dan inovasi
Budaya kreativitas dan inovasiBudaya kreativitas dan inovasi
Budaya kreativitas dan inovasiRevano Pm
 
Budaya Organisasi
Budaya OrganisasiBudaya Organisasi
Budaya OrganisasiAnggi Hafiz
 
Budaya organisasi ... perilaku keorganisasian
Budaya organisasi ... perilaku keorganisasianBudaya organisasi ... perilaku keorganisasian
Budaya organisasi ... perilaku keorganisasianFriskatriana
 
Makalah pengantar bisnis
Makalah pengantar bisnisMakalah pengantar bisnis
Makalah pengantar bisnisratuaini06
 
Mengelola budaya dan etika
Mengelola budaya dan etikaMengelola budaya dan etika
Mengelola budaya dan etikaEga Jalaludin
 
Budaya Organisasi dan Perubahan
Budaya Organisasi dan PerubahanBudaya Organisasi dan Perubahan
Budaya Organisasi dan PerubahanMuhammad Zdafirin
 

Similar to Peran Budaya Organisasi dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi (20)

BUDAYA ORGANISASI
BUDAYA ORGANISASIBUDAYA ORGANISASI
BUDAYA ORGANISASI
 
Pengaruh kepemimpinana dalam
Pengaruh kepemimpinana dalamPengaruh kepemimpinana dalam
Pengaruh kepemimpinana dalam
 
Organizational Cultures & Innovation
Organizational Cultures & InnovationOrganizational Cultures & Innovation
Organizational Cultures & Innovation
 
Budaya, Kreativitas, dan Inovasi
Budaya, Kreativitas, dan InovasiBudaya, Kreativitas, dan Inovasi
Budaya, Kreativitas, dan Inovasi
 
Budaya Organisasi dan Perubahannya
Budaya Organisasi dan PerubahannyaBudaya Organisasi dan Perubahannya
Budaya Organisasi dan Perubahannya
 
BUDAYA ORGANISASI.pptx
BUDAYA ORGANISASI.pptxBUDAYA ORGANISASI.pptx
BUDAYA ORGANISASI.pptx
 
Nunik kurniasih akhir
Nunik kurniasih akhirNunik kurniasih akhir
Nunik kurniasih akhir
 
Pertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptx
Pertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptxPertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptx
Pertemuan 2 Konsep dasar Budaya Organisasi.pptx
 
Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)
Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)
Budaya, kreatifitas dan inovasi (Teori Organisasi Umum 2)
 
10 culture
10   culture10   culture
10 culture
 
UNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptx
UNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptxUNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptx
UNIVA BAB I Memahami Budaya Organisasi.pptx
 
M13 budaya organisasi
M13 budaya  organisasiM13 budaya  organisasi
M13 budaya organisasi
 
Budaya kreativitas dan inovasi
Budaya kreativitas dan inovasiBudaya kreativitas dan inovasi
Budaya kreativitas dan inovasi
 
Budaya organisasi
Budaya organisasiBudaya organisasi
Budaya organisasi
 
Budaya Organisasi
Budaya OrganisasiBudaya Organisasi
Budaya Organisasi
 
MJ104-072153-615-13.pptx
MJ104-072153-615-13.pptxMJ104-072153-615-13.pptx
MJ104-072153-615-13.pptx
 
Budaya organisasi ... perilaku keorganisasian
Budaya organisasi ... perilaku keorganisasianBudaya organisasi ... perilaku keorganisasian
Budaya organisasi ... perilaku keorganisasian
 
Makalah pengantar bisnis
Makalah pengantar bisnisMakalah pengantar bisnis
Makalah pengantar bisnis
 
Mengelola budaya dan etika
Mengelola budaya dan etikaMengelola budaya dan etika
Mengelola budaya dan etika
 
Budaya Organisasi dan Perubahan
Budaya Organisasi dan PerubahanBudaya Organisasi dan Perubahan
Budaya Organisasi dan Perubahan
 

More from Mira Veranita

Perubahan dan Pengembangan Organisasi.pptx
Perubahan dan Pengembangan Organisasi.pptxPerubahan dan Pengembangan Organisasi.pptx
Perubahan dan Pengembangan Organisasi.pptxMira Veranita
 
STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)Mira Veranita
 
Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan
Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif KebangsaanWawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan
Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif KebangsaanMira Veranita
 
Jenis-jenis Budaya Organisasi
Jenis-jenis Budaya OrganisasiJenis-jenis Budaya Organisasi
Jenis-jenis Budaya OrganisasiMira Veranita
 
Materi 5. Hak dan Kewajiban WN
Materi 5. Hak dan Kewajiban WNMateri 5. Hak dan Kewajiban WN
Materi 5. Hak dan Kewajiban WNMira Veranita
 
SIKAP DAN PERILAKU.pdf
SIKAP DAN PERILAKU.pdfSIKAP DAN PERILAKU.pdf
SIKAP DAN PERILAKU.pdfMira Veranita
 
KARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdf
KARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdfKARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdf
KARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdfMira Veranita
 
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)Mira Veranita
 
Menciptakan Budaya Beretika.pdf
Menciptakan Budaya Beretika.pdfMenciptakan Budaya Beretika.pdf
Menciptakan Budaya Beretika.pdfMira Veranita
 
SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023
SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023
SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023Mira Veranita
 
KONFLIK DAN STRESS KERJA.
KONFLIK DAN STRESS KERJA. KONFLIK DAN STRESS KERJA.
KONFLIK DAN STRESS KERJA. Mira Veranita
 
Menciptakan Budaya Kebhinekaan .pdf
Menciptakan Budaya Kebhinekaan .pdfMenciptakan Budaya Kebhinekaan .pdf
Menciptakan Budaya Kebhinekaan .pdfMira Veranita
 
Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...
Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...
Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...Mira Veranita
 
Materi 3. Integrasi Nasional.pdf
Materi 3. Integrasi Nasional.pdfMateri 3. Integrasi Nasional.pdf
Materi 3. Integrasi Nasional.pdfMira Veranita
 
PERT.2 PERILAKU ORGANISASI
PERT.2 PERILAKU ORGANISASIPERT.2 PERILAKU ORGANISASI
PERT.2 PERILAKU ORGANISASIMira Veranita
 
Materi 2 : Identitas Nasional
Materi 2 : Identitas NasionalMateri 2 : Identitas Nasional
Materi 2 : Identitas NasionalMira Veranita
 
materi 1 Konsep PKN.pptx
materi 1 Konsep PKN.pptxmateri 1 Konsep PKN.pptx
materi 1 Konsep PKN.pptxMira Veranita
 

More from Mira Veranita (20)

Perubahan dan Pengembangan Organisasi.pptx
Perubahan dan Pengembangan Organisasi.pptxPerubahan dan Pengembangan Organisasi.pptx
Perubahan dan Pengembangan Organisasi.pptx
 
STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
STRESS KERJA PADA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
 
Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan
Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif KebangsaanWawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan
Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan
 
TEORI ORGANISASI
TEORI ORGANISASITEORI ORGANISASI
TEORI ORGANISASI
 
Jenis-jenis Budaya Organisasi
Jenis-jenis Budaya OrganisasiJenis-jenis Budaya Organisasi
Jenis-jenis Budaya Organisasi
 
Materi 5. Hak dan Kewajiban WN
Materi 5. Hak dan Kewajiban WNMateri 5. Hak dan Kewajiban WN
Materi 5. Hak dan Kewajiban WN
 
SIKAP DAN PERILAKU.pdf
SIKAP DAN PERILAKU.pdfSIKAP DAN PERILAKU.pdf
SIKAP DAN PERILAKU.pdf
 
KARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdf
KARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdfKARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdf
KARAKTERISTIK DAN HAKIKAT MANUSIA.pdf
 
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
 
Konstitusi
Konstitusi Konstitusi
Konstitusi
 
Menciptakan Budaya Beretika.pdf
Menciptakan Budaya Beretika.pdfMenciptakan Budaya Beretika.pdf
Menciptakan Budaya Beretika.pdf
 
SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023
SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023
SOAL PRA UTS NOVEMBER 2023
 
KONFLIK DAN STRESS KERJA.
KONFLIK DAN STRESS KERJA. KONFLIK DAN STRESS KERJA.
KONFLIK DAN STRESS KERJA.
 
Menciptakan Budaya Kebhinekaan .pdf
Menciptakan Budaya Kebhinekaan .pdfMenciptakan Budaya Kebhinekaan .pdf
Menciptakan Budaya Kebhinekaan .pdf
 
Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...
Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...
Organisasi sebagai Sistem Sosial, Karakteristik Organisasi dan Pengaruhnya te...
 
Materi 3. Integrasi Nasional.pdf
Materi 3. Integrasi Nasional.pdfMateri 3. Integrasi Nasional.pdf
Materi 3. Integrasi Nasional.pdf
 
PERT.2 PERILAKU ORGANISASI
PERT.2 PERILAKU ORGANISASIPERT.2 PERILAKU ORGANISASI
PERT.2 PERILAKU ORGANISASI
 
Materi 2 : Identitas Nasional
Materi 2 : Identitas NasionalMateri 2 : Identitas Nasional
Materi 2 : Identitas Nasional
 
KONSEP DASAR.pptx
KONSEP DASAR.pptxKONSEP DASAR.pptx
KONSEP DASAR.pptx
 
materi 1 Konsep PKN.pptx
materi 1 Konsep PKN.pptxmateri 1 Konsep PKN.pptx
materi 1 Konsep PKN.pptx
 

Peran Budaya Organisasi dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi

  • 1. H a l a m a n |1 ABSTRAK Kajian tentang budaya organisasi merupakan hal yang menarik karena berkenaan dengan keunikan-keunikan, karakter-karakter yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya organisasi merupakan sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Budaya organisasi diciptakan oleh “pendirinya” yakni orang yang sudah terlebih dahulu berada dalam organisasi, dimana budaya tersebut menjadi tradisi, kebiasaan yang melekat, yang dianut oleh anggota organisasi. Budaya berkenaan dengan sesuatu yang bernilai positif, yang bersifat unik yang merupakan karakter suatu organisasi. Seperti halnya pola kepemimpinan, kerapihan administrasi, kedisiplinan, sistem penghargaan, sistem wewenang, dan masih banyak lagi budaya yang dianut organisasi. Karenanya budaya organisasi selayaknya memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan organisasi terutama dalam meningkatkan kinerja suatu organisasi maupun individu dalam organisasi. Kata Kunci: Peranan, Budaya Organisasi, Kinerja A. Pendahuluan Budaya organisasi berkenaan dengan nilai-nilai yang dianut oleh suatu organisasi dalam menyelenggarakan kegiatannya. Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya pada masa lalu. Dan faktor manusia menjadi hal yang penting dalam menerapkan nilai- nilai tersebut dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tangkilisan (2002:25) menyatakan bahwa “Unsur manusia merupakan unsur penting dalam organisasi, yang berperan aktif dan dominan dalam mencapai tujuan organisasi. Manusia adalah perencana, pelaku, sekaligus penentu terwujudnya tujuan organisasi”. Sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai kelompok individu yang bekerjasama dan berinteraksi satu sama lain, akan membentuk sebuah kebiasaan yang lama-kelamaan akan membentuk budaya organisasi dalam sistem organisasi tersebut. Budaya organisasi merupakan pola terpadu yang dihasilkan dari perilaku individu dalam organisasi termasuk pemikiran- pemikiran, tindakan-tindakan yang dipelajari dan diajarkan kepada generasi berikutnya. PERANAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MEWUJUDKAN KINERJA SUATU ORGANISASI
  • 2. H a l a m a n |2 Budaya organisasi berfungsi sebagai perekat, pemersatu, identitas, citra, brand, yang berbeda dengan organisasi lain yang dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya, dan dapat dijadikan acuan perilaku manusia dalam organisasi yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau hasil/target yang ditetapkan. Budaya organisasi sangat berpengaruh dalam membentuk para pegawai untuk berperilaku dan bertindak dalam mengatasi suatu permasalahan sebuah organisasi. Dengan dianutnya budaya organisasi yang kuat oleh para pegawai akan meningkatkan kinerja pegawai dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, sehingga pekerjaan apapun dapat terselesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam konteks perusahaan, budaya organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam meraih tujuan serta kekuasaan. Teori budaya organisasi ini memiliki beberapa asumsi dasar yakni sebagai berikut : 1. Anggota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama akan suatu realitas organisasi, yang berakibat akan suatu pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini adalah nilai yang dimiliki organisasi. Nilai merupakan standard dan prinsip-prinsip yang terdapat dalam sebuah budaya. 2. Penggunaan dan interpretasi simbol yang sangat penting dalam budaya organisasi. Disaat seseorang memahami simbol tersebut, maka seseorang akan mampu bertindak menurut budaya dari organisasinya. 3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga bervariasi. Dimana setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda dan setiap individu dalam organisasi tersebut memiliki penafsiran budaya dengan berbeda. Biasanya, perbedaan budaya dalam organisasi justru menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya. Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Karakteristik tersebut bersifat dominan atau sangat menentukan pada budaya yang dianut organisasi tersebut. Jika organisasi tidak memiliki budaya dominan maka nilai budaya organisasi akan berkurang karena tidak akan ada keseragaman penafsiran mengenai apa yang merupakan perilaku semestinya dan perilaku yang tidak semestinya. Aspek makna bersama dari budaya inilah yang menjadikannya sebagai alat potensial untuk menuntun dan
  • 3. H a l a m a n |3 membentuk perilaku anggota dalam organisasi. B. Permasalahan Bangsa Indonesia sangat terkenal bukan saja karena negeri ini kaya akan sumber daya, tetapi terlebih lagi karena masyarakatnya yang ramah. Ini merupakan suatu budaya yang unik, karakter bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya. Bahwa masyarakat Indonesia ramah menjadi brand/image atau citra yang sudah mendunia. Dan kita sepakat dengan brand tersebut. Ini merupakan budaya yang harus kita pupuk, pertahankan karena dengan perubahan jaman, teknologi informasi yang cepat, nilai budaya tersebut bisa berkurang sedikit demi sedikit dan akan muncul budaya lain yang mungkin bukan merupakan ciri/watak dari masyarakat Indonesia. Budaya selayaknya memiliki nilai yang positif, karena begitu seharusnya. Tetapi kenyataan dalam organisasi banyak masyarakat yang memandang negatif terhadap budaya yang dianut oleh suatu organisasi. Seperti contoh budaya organisasi dalam hal kerapian administrasi, baik itu surat-menyurat, keuangan, kearasipan, barang masuk/keluar, ditenggarai masih banyak organisasi yang buruk dalam hal tertib administrasi. Ketidakjelasan dalam pembagian wewenang, sehingga ada beberapa organisasi dimana pekerjaan hanya bertumpu pada salah seorang pegawai. Kedisiplinan hal yang paling banyak dijumpai di organisasi yang berada di daerah, yang jauh dari jangkauan pengawasan, ternyata disiplin sebagian pegawai masih sangat lemah. Jargon bahwa disiplin merupakan karakter dari orang-orang sukses yang dapat menghargai waktu sudah tidak diperhatikan. Banyak diantara pegawai dalam organisasi yang miskin ide-ide kreatif, yang hanya menjalankan pekerjaan sebatas tugas dan tanggung jawab pada pimpinan. Mengerjakankan apa yang biasa dikerjakan, dengan budaya Asal Bapak Senang hanya untuk mendapatkan nilai dari pimpinan. Dan masih banyak lagi masalah dalam budaya organisasi yang cukup menarik untuk kita ketahui. C. Pembahasan Sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai kelompok individu yang bekerjasama dan berinteraksi satu sama lain, akan membentuk sebuah kebiasaan yang lama-kelamaan akan membentuk budaya organisasi dalam sistem organisasi tersebut. Budaya organisasi merupakan pola terpadu yang dihasilkan dari perilaku individu dalam organisasi termasuk pemikiran- pemikiran, tindakan-tindakan yang dipelajari dan diajarkan kepada generasi berikutnya. a) Pengertian Budaya Organisasi Budaya organisasi merupakan terjemahan dari organization culture yang didefinisikan dalam berbagai pengertian. Pengertian beberapa definisi budaya organisasi dikemukakan oleh para ahli.
  • 4. H a l a m a n |4 Menurut Robbin (1996 : 289) “Budaya organisasi mengacu ke sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Sistem makna bersama ini, bila diamati dengan seksama, merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh organisasi itu”. Menurut Robin, karakteristik primer dalam budaya organisasi pada hakikatnya adalah: 1. Inovasi dan pengambilan risiko Sejauh mana para karyawan didorong agar inovatif dan mengambil risiko. 2. Perhatian terhadap detail Sejauh mana para karyawan diharapkan memperlihatkan presisi (kecermatan), analisis, dan perhatian terhadap detail. 3. Orientasi hasil Sejauh mana manajemen memuaskan perhatian pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil itu. 4. Orientasi orang Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan dampak hasil-hasil pada orang- orang di dalam organisasi itu. 5. Orientasi tim Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan berdasarkan tim, bukannya berdasarkan individu. 6. Keagresifan Sejauh mana orang-orang itu agresif dan kompetitif dan bukannya santai-santai. 7. Kemantapan Sejauh mana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo bukannya pertumbuhan. Setiap karakteristik tersebut berada pada kontinum dari rendah ke tinggi. Maka dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran gabungan atas budaya organisasi itu. Gambaran itu menjadi dasar bagi perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, cara penyelesaian urusan didalamnya, dan cara para anggota diharapkan berperilaku. Luthans (2006 : 109) menyatakan bahwa faktor-faktor utama yang menentukan kekuatan budaya organisasi adalah : 1. Kebersamaan yaitu sejauh mana anggota organisasi mempunyai nilai-nilai inti yang dianut secara bersama. Derajat kesamaan dipengaruhi oleh unsur orientasi dan imbalan. Orientasi dimaksudkan pembinaan kepada anggota-anggota baru khususnya melaui program-program pelatihan, sedangkan imbalan dapat berupa kenaikan gaji, jabatan (promosi), hadiah-hadiah dan tindakan-tindakan lainnya yang memperkuat nilai-nilai budaya organisasi. 2. Intensitas merupakan suatu hasil dari struktur imbalan keinginan pegawai untuk melaksanakan nilai- nilai budaya dan bekerja semakin meningkat apabila mereka diberi
  • 5. H a l a m a n |5 imbalan, oleh karena itu pimpinan organisasi perlu memperhatikan dan mentaati struktur imbalan yang diberikan kepada anggota-anggota organisasi guna menanamkan nilai-nilai inti budaya organisasi. Sumber utama dari budaya sebuah organisasi adalah para pendirinya, karena mereka yang mempunyai visi dan misi bagaimana bentuk organisasi tersebut seharusnya, mereka tidak dikendalai oleh kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Proses penciptaan budaya terjadi dalam tiga cara, seperti dikemukakan Luthans (2006: 76), yaitu : 1. Para pendirinya hanya mempekerjakan dan mempertahankan karyawan yang berpikir dan merasakan cara yang mereka tempuh. 2. Mereka mengindoktrinasikan dan mensosialisasikan para karyawan ini dengan cara berpikir dan cara berperasaan mereka. 3. Perilaku para pendiri itu sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan mengidentifikasikan diri dengan mereka dan oleh karenanya menginternalisasikan keyakinan, nilai, dan asumsi-asumsi mereka. b) Fungsi Budaya Di atas telah disinggung dampak budaya organisasi pada perilaku. Jika dikaitkan dengan budaya organisasi yang kuat hendaknya tingkat keluar karyawan rendah. Hal ini sejalan dengan fungsi dari budaya organisasi yang dikemukakan oleh Robbins (1996:294) sebagai berikut : 1. Budaya mempunyai suatu peran dalam menetapkan tapal batas ; artinya ; budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. 2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. 3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas dari pada kepentingan diri individual seseorang. 4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar- standar yang tepat untuk apa yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. 5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para karyawan. Fungsi yang terakhir tersebut menurut Robbins yang paling menarik perhatian dimana dijelaskan bahwa budaya menetapkan aturan permainan : Menurut definisi budaya itu sangat sulit untuk dipahami, karena tidak berwujud, bersifat implisit dan dianggap sudah seharusnya. Tetapi setiap organisasi mengembangkan seperangkat inti pengandaian, pemahaman dan aturan implisit yang mengatur perilaku sehari- hari di tempat bekerja.
  • 6. H a l a m a n |6 Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997:45) ada beberapa fungsi budaya, yaitu : 1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat. Identitas ini terbentuk oleh berbagai faktor seperti sejarah, kondissi geografis, sistem sosial, politik, ekonomi, dan perubahan nilai dalam masyarakat. 2. Sebagai pengikat suatu masyarakat. Kebersamaan adalah pengikat yang kuat seluruh anggota masyarakat. 3. Sebagai sumber. Budaya merupakan sumber inspirasi, kebanggaan, dan sumber daya, diantaranya menjadi komoditi wisata budaya. 4. Sebagai kekuatan penggerak. Karena budaya terbentuk melalui proses belajar yang bersifat dinamis. 5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah. 6. Sebagai pola perilaku. Budaya berisi norma tingkah lau dan menggariskan batas-batas toleransi sosial. 7. Sebagai warisan. Budaya disosialisasikan dan di ajarkan kepada generasi berikutnya. 8. Sebagai pengganti formalisasi, sehingga tanpa diperintah orang melakukan tugasnya. 9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan 10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state c) Menciptakan dan Mempertahankan Budaya Budaya organisasi tidak muncul begitu saja. Sekali ditegakkan, jarang budaya itu akan berangsur padam. Kebiasaan, tradisi dan cara umum melakukan segala sesuatu sebagian besar disebabkan oleh apa yang dilakukan sebelumnya dan tingkat keberhasilan yang telah diperoleh denganusaha keras tersebut. Ini yang membimbing ke sumber paling akhir dari budaya organisasi yaitu : pendirinya. Para pendiri ini secara tradisional mempunyai dampak utama pada budaya dini organisasi tersebut. Mereka mempunyai visi mengenai bagaimana seharusnya organisasi itu. Mereka tidak dikendalai oleh kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Sekali suatu budaya itu terbentuk, praktek-praktek dalam organisasi bertindak untuk mempertahankannya dengan memberikan kepada para anggotanya seperangkat pengalaman yang serupa. Menurut Robbins (1996 : 297) mengatakan ada 3 (tiga) kekuatan yang memainkan peranan dalam mempertahankan suatu buadaya organisasi, yaitu : 1. Proses seleksi untuk mengidentifikasi dan mempekerjakan individu-individu yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan sukses di dalam organisasi.
  • 7. H a l a m a n |7 2. Tindakan manajemen puncak melalui apa yang mereka katakan dan bagaimana mereka berperilaku, manajemen puncak menegakkan norma-norma yang akan merembes ke bawah sepanjang organisasi. 3. Sosialisasi yaitu proses yang mengadaptasikan anggota organisasi pada budaya organisasi itu. Karena mereka tidak kenal dengan budaya organisasi, karyawan baru agakpotensial mengganggu keyakinan dan kebiasaan yang ada. Inilah saat organisasi berupaya membenyuk orang luar menjadi seorang karyawan/pegawai dalam kedudukan yang baik. Pentingnya membangun budaya organisasi terutama berkenaan dengan upaya pencapaian tujuan organisasi. Budaya organisasi terdiri dari karakteristik yang relatif stabil. Budaya itu dikembangkan dari tahun ke tahun dan berakar pada nilai yang kuat diyakini pegawai sehingga mendapatkan komitmen yang tinggi. Selanjutnya, ada sejumlah kekuatan terus bekerja mempertahankan budaya tersebut. Terdapat kebijakan yang membentuk kepercayaan organisasi mengenai bagaimana karyawan dan atau pelanggan diperlakukan. Terdapat pula pedoman ketat berkaitan dengan pencapaian tujuan. Pendatang baru harus mempelajari teknik dan prosedur yang ada agar diterima sebagai anggota kelompok yang berkembang. Hal ini merupakan keseluruhan “perasaan” yang disampaikan dengan pengaturan yang bersifat fisik, cara peserta berinteraksi, dan cara anggota organisasi berhubungan dengan pelanggan dan individu dari luar. Budaya organisasi sangat mempengaruhi kinerja dimana dalam suatu organisasi para karyawan membentuk persepsi subjektif keseluruhan mengenai organisasi berdasarkan pada faktor-faktor seperti toleransi atas resiko, tekanan pada tim, dan dukungan. Sebenarnya persepsi keseluruhan ini menjadi budaya atau kepribadian organisasi itu. Persepsi yang mendukung atau tidak mendukung ini kemudian mempengaruhi kinerja dan kepuasan para anggotanya, dengan dampak yang lebih besar pada penguatan budaya. D. Kesimpulan Budaya organisasi adalah nilai- nilai, norma-norma tidak tertulis yang dianut oleh suatu organisasi dengan keunikan-keunikan, karakteristik tersendiri yang membedakan antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya organisasi mengacu ke sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Sistem makna bersama ini, bila diamati dengan seksama, merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai dan dipertahankan oleh organisasi itu. Budaya disuatu organisasi ditandai dengan adanya keberaturan cara
  • 8. H a l a m a n |8 bertindak dari seluruh anggota organisasi yang dapat diamati, adanya norma-norma yang berisi tentang standar perilaku dari anggota serta adanya ketentuan dan aturan main tertentu yang mengikat seluruh anggota organisasi. Budaya organisasi ditandai dengan adanya iklim organisasi, yaitu terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara individu dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Lingkungan ini akan dipersepsikan dan dirasakan oleh individu tersebut sehingga menimbulkan kesan dan perasaan tertentu. Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini mengarah pada sumber tertinggi budaya sebuah organisasi yaitu para pendirinya. Referensi Luthans, David. 2002. Kepemimpinan Dalam Organisasi. Alih Bahasa: Dedi Jacobus. Yogyakarta : Penerbit Andi. Robbins, Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi. Jakarta : PT Prenhallindo Tangkilisan. 2002. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Taliziduhu Ndraha. 1997. Budaya Organisasi. Jakarta : PT Rineka Cipta.