Budaya Organisasi

146,327 views

Published on

Bahan Mata Kuliah Komunikasi Organisasi Program Studi S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan FIKOM UNPAD

Published in: Spiritual, Economy & Finance
9 Comments
14 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
146,327
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
573
Actions
Shares
0
Downloads
2,963
Comments
9
Likes
14
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budaya Organisasi

  1. 1. KOMUNIKASI ORGANISASIONAL Oleh : Uthe Lies Siti K., S.Sos., M.Si. Nurmaya Prahatmaja, S.Sos. Jurusan Ilmu Informasi & Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran 2006
  2. 2. BUDAYA ORGANISASI (Suatu Konsep Menuju Efektivitas Organisasi) <ul><li>Manajemen akan mempengaruhi budaya. </li></ul><ul><li>Budaya akan mempengaruhi kemampuan perusahaan meraih keuntungan & sekaligus meraih citra. </li></ul><ul><li>Organisasi perlu untuk memiliki kepribadian. </li></ul><ul><li>Kepribadian organisasi yang juga disebut sebagai budaya organisasi harus diciptakan & dipertahankan sehingga dapat membantu keefektifan organisasi. </li></ul>
  3. 3. Budaya Organisasi <ul><li>Pada hakikatnya, budaya organisasi memiliki nilai yang baik bagi kemajuan suatu organisasi. </li></ul><ul><li>Budaya organisasi merupakan salah satu perangkat manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. </li></ul><ul><li>Budaya organisasi bukan merupakan cara yang mudah untuk memperoleh keberhasilan, dibutuhkan strategi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu andalan daya saing organisasi. </li></ul><ul><li>Budaya organisasi merupakan sebuah konsep sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. </li></ul>
  4. 4. DEFINISI <ul><li>Secara etimologis (asal usul kata), budaya organisasi terdiri dari dua kata : budaya & organisasi. </li></ul><ul><li>Organisasi merupakan suatu sistem yang mapan dari sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan & pembagian. </li></ul><ul><li>Pengertian budaya adalah suatu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengertian & cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi & diterima oleh anggota baru. </li></ul><ul><li>BUDAYA ORGANISASI merupakan penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat yang terkait, bekerja di bawah naungan suatu organisasi. </li></ul><ul><li>(Duncan dalam Kasali, 1994: 108) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Terrence E Deal & Allan A. Kennedy : budaya organisasi (BO) merupakan nilai-nilai dominan yang diterapkan oleh suatu organisasi. </li></ul><ul><li>RT Pascale & AG Athos, BO merupakan falsafah yang menuntun kebijakan organisasi terhadap pegawai & pelanggan. </li></ul><ul><li>Marvin Bower, BO merupakan cara pekerjaan yang dilakukan di tempat tertentu. </li></ul><ul><li>Edgar H. Schein, BO merupakan asumsi & kepercayaan dasar yang terdapat di antara angota organisasi. </li></ul><ul><li>Linda Smirch, BO merupakan pola kepercayaan, simbol-simbol, ritual, mitos & praktis yang telah lama berjalan. </li></ul><ul><li>(Semua dalam Robbins, 1990: 479) </li></ul>
  6. 6. PEMBENTUKAN BUDAYA ORGANISASI (Sutanto, 1997: 13) Filsafat Pendiri Organisai Kriteria Seleksi Sosialisasi Manajemen Puncak BUDAYA ORGANISASI
  7. 7. Penjelasan Diagram <ul><li>Filsafat pendiri organisasi merupakan sumber utama sebuah budaya organisasi. Artinya para pendiri organisasi secara tradisional mempunyai dampak yang penting dalam pembentukan budaya wal organisasi. Mereka memiliki visi & misi mengenai bagaimana bentuk organisasi tersebut seharusnya. (Robbins, 1990: 486) </li></ul><ul><li>Contoh, Ray Kroc dengan McDonald-nya. Sejak dirintis pada tahun 1955 sampai dengan abad 21 ini, pegawai McDonald seolah masih “diawasi” Kroc dengan prinsip-prinsip dasar organisasinya. Misalkan komitmen terhadap kualitas pelayanan, kebersihan & nilai. Juga penggunaan bumbu & peralatan yang baik, kebersihan kamar mandi, dan jangan kompromi. Inilah filosofi pendiri penjual hamburger, fries & shakes yang masih diikuti sbg pedoman manajemen. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Seleksi untuk menentukan kriteria yang dianggap paling tepat untuk menjadi anggota organisasi. Ini merupakan kekuatan dalam mempertahankan budaya organisasi. </li></ul><ul><li>Tujuan utama dari proses seleksi adalah menemukan & mempekerjaka individu yg memiliki pengetahuan, kepandaian & kemampuan utk berprestasi dlm pekerjaan di dalam organisasi. </li></ul><ul><li>Manajemen puncak  perilaku & tindakan mereka akan berpengaruh terhadap budaya organisasi. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Proses sosialisasi merupakan langkah yang tepat untuk mempertahankan budaya organisasi, terutama sosialisasi yang ditujukan bagi anggota baru. </li></ul><ul><li>Seluruh anggota organisasi seharusnya mengetahui & memahami mengenai terbentuknya budaya organisasi, pentingnya bagi kemajuan organisasi, termasuk bagi pengembangan dirinya. </li></ul><ul><li>Cara mempelajari BO : dalam bentuk cerita, acara ritual, material & bahasa. </li></ul>
  10. 10. Penjelasan bentuk : <ul><li>Cerita : penjelasan tentan sejarah berdirinya organisasi, runag lingkup usaha, hubungan usaha dgn organisasi yang lain, orang-orang penting, dsb. </li></ul><ul><li>Acara ritual : penyerahan pemilihan & penghargaan bagi staf berprestasi, dsb. </li></ul><ul><li>Simbol material : pakaian khas pramugari, teller, satpam, dsb. </li></ul>
  11. 11. Karakteristik utama dalam BO : <ul><li>Inisiatif individual. </li></ul><ul><li>Toleransi terhadap tindakan beresiko. </li></ul><ul><li>Arah. </li></ul><ul><li>Integrasi. </li></ul><ul><li>Dukungan dari manajemen. </li></ul><ul><li>Kontrol. </li></ul><ul><li>Identitas. </li></ul>
  12. 12. Lanjutan… <ul><li>Sistem imbalan. </li></ul><ul><li>Toleransi terhadap konflik. </li></ul><ul><li>Pola-pola komunikasi. </li></ul><ul><li>(Robbins, 1990: 480) </li></ul>

×