Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Gaya Bahasa
dalam Laporan Tertulis
By : Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
kanaidi963@gmail.com... HP.08122353284
Gaya Bahasa
• Gaya bahasa merupakan cara atau teknik untuk
menyampaikan sesuatu.
• Gaya bahasa memiliki peranan yang sanga...
Apakah Fungsi Penggunaan
Gaya Bahasa?
• Bila dilihat dari fungsi bahasa, penggunaan gaya bahasa
termasuk ke dalam fungsi p...
Beberapa Gaya Bahasa
1. Alusio 9. Enumerasi
2. Antiklimaks 10. Eponim
3. Antithesis 11. Hiperbola
4. Antonomasia 12. Iuend...
17. Metafora 24. Polisendeton
18. Metonimia 25. Pleonasme
19. Oksimorom 26. Pretario (tautology)
20. Paradox 27. Prolepsis...
1. Gaya Bahasa Alusio
• merupakan pernyataan atau maksud yang
disampaikan secara berkias tetapi hanya
sebagian saja, karen...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
2. Gaya Bahasa Antiklimaks
• merupakan suatu pernyataan ...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
3. Gaya Bahasa Antithesis
• merupakan pernyataan yang di...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
4. Gaya Bahasa Antonomasia
• merupakan keterangan suatu ...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
5. Gaya Bahasa Apofasis
• merupakan suatu cara menegaska...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
6. Gaya Bahasa Asindeton
• merupakan suatu cara mengemuk...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
7. Gaya Bahasa Ellipsis
• merupakan suatu cara mengemuka...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
8. Gaya Bahasa Epemisme
• disebut pula ungkapan penghalu...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
9. Gaya Bahasa Enumerasi
• merupakan suatu cara mengemuk...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
10. Gaya Bahasa Eponim
• merupakan suau cara melukiskan ...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
11. Gaya Bahasa Hiperbola
• merupakan suatu cara untuk m...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
12. Gaya Bahasa Iuendo
• merupakan suatu cara menyindir ...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
13. Gaya Bahasa Ironi
• merupakan suatu cara mnyindir de...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
14. Gaya Bahasa Klimaks
• merupakan suatu cara mengemuka...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
15. Gaya Bahasa Koreksio
• merupakan suatu cara menarik ...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
16. Gaya Bahasa Litotes
• merupakan cara mengemukakan se...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
17. Gaya Bahasa Metafora
• merupakan suatu cara mengatak...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
18. Gaya Bahasa Metonimia
• merupakan suatu cara mengemu...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
19. Gaya Bahasa Oksimorom
• merupakan suatu cara berbaha...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
20. Gaya Bahasa Paradox
• merupakan suatu cara menginten...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
21. Gaya Bahasa Pararelisme
• merupakan suatu cara berba...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
22. Gaya Bahasa Personifikasi
• biasa disebut juga pengo...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
23. Gaya Bahasa Retoris
• merupakan suatu cara menarik p...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
24. Gaya Bahasa Polisendeton
• merupakan cara berbahasa ...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
25. Gaya Bahasa Pleonasme
• merupakan suatu cara memperj...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
26. Gaya Bahasa Pretario (tautology)
• merupakan suatu c...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
27. Gaya Bahasa Prolepsis
• disebut pula antipasti, meru...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
28. Gaya Bahasa Repetisi
• merupakan suatu cara memperku...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
29. Gaya Bahasa Sarkasme
• merupakan suatu ejekan atau s...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
30. Gaya Bahasa Sinekdose
• merupakan suatu cara menyata...
Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
Kelompok gaya bahasa
Dapat dibedakan menjadi 5 (lima) ke...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Materi4: Gaya Bahasa dlm REPORT WRITING Training

261 views

Published on

Contact: Kanaidi, SE., M.Si., cSAP (sebagai Pemateri)
e-mail : kanaidi963@gmail.com atau kanaidi@yahoo.com
HP. +62 812 2353 284, +62 878 2298 4716 Telp/Fax : +62 22-4267735
WA. : 0812 2353 284 Pin BB : 79D6107F
Facebook : kanaidi.kenpartii

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Materi4: Gaya Bahasa dlm REPORT WRITING Training

  1. 1. Gaya Bahasa dalam Laporan Tertulis By : Kanaidi, SE., M.Si., cSAP kanaidi963@gmail.com... HP.08122353284
  2. 2. Gaya Bahasa • Gaya bahasa merupakan cara atau teknik untuk menyampaikan sesuatu. • Gaya bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam misi menyampaikan maksud kepada orang lain baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. • Salah satu fungsi penggunaan gaya bahasa yaitu untuk menjadikan pesan yang kita sampaikan lebih mengena kepada penerima pesan. • Gaya bahasa yang digunakan akan memiliki efek tertentu pada pendengar atau pembaca.
  3. 3. Apakah Fungsi Penggunaan Gaya Bahasa? • Bila dilihat dari fungsi bahasa, penggunaan gaya bahasa termasuk ke dalam fungsi puitik, yaitu menjadikan pesan lebih berbobot. • Pemakaian gaya bahasa yang tepat (sesuai dengan waktu dan penerima yang menjadi sasaran) dapat menarik perhatian penerima. • Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan sia-sia belaka. Misalnya apabila dalam novel remaja masa kini terdapat banyak gaya bahasa dari masa sebelum kemerdekaan, maka pesan tidak sampai dan novel remaja itu tidak akan disukai pembacanya. • Pemakaian gaya bahasa juga dapat menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena gaya bahasa dapat mengemukakan gagasan yang penuh makna dengan singkat. • Seringkali pemakaian gaya bahasa digunakan untuk penekanan terhadap pesan yang diungkapkan. (Okke K.S.
  4. 4. Beberapa Gaya Bahasa 1. Alusio 9. Enumerasi 2. Antiklimaks 10. Eponim 3. Antithesis 11. Hiperbola 4. Antonomasia 12. Iuendo 5. Apofasis 13. Ironi 6. Asindeton 14. Klimaks 7. Ellipsis 15. Koreksio 8. Epemisme 16. Litotes . . . . . .
  5. 5. 17. Metafora 24. Polisendeton 18. Metonimia 25. Pleonasme 19. Oksimorom 26. Pretario (tautology) 20. Paradox 27. Prolepsis 21. Pararelisme 28. Repetisi (pengulangan) 22. Personifikasi 29. Sarkasme 23. Pernyataan retoris 30. Sinekdose yaitu . . . . . . Beberapa Gaya Bahasa . . .
  6. 6. 1. Gaya Bahasa Alusio • merupakan pernyataan atau maksud yang disampaikan secara berkias tetapi hanya sebagian saja, karena umum dianggap sudah mengetahui kelanjutan dan maksud yang sebenarnya. • Contoh : Sudah selayaknya dalam setiap usaha kita harus selalu berakit-rakit ke hulu. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion
  7. 7. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 2. Gaya Bahasa Antiklimaks • merupakan suatu pernyataan yang disusun secara berurutan dari yang paling tinggi, makin menurun dan makin menurun dan makin menurun sampai kepada yang makin rendah. • Contoh : Jangankan seratus ribu, sepuluh ribu, seribu bahkan seratus rupiah pun aku tak sudi membeli barang haram itu.
  8. 8. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 3. Gaya Bahasa Antithesis • merupakan pernyataan yang diungkapkan dengan kata-kata yang saling bertentangan. • Contoh : Tua muda, besar kecil, kaya miskin mempunyai tanggung jawab yang sama di depan Tuhan.
  9. 9. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 4. Gaya Bahasa Antonomasia • merupakan keterangan suatu hal yang kemudian dijadikan pengganti benda atau sesuatu yang mempunyai keterangan tersebut. • Contoh : Semoga Yang Maha Pengasih selalu melindungi perjuangan kita. ( Yang Maha Pengasih merupakan keterangan dari sifat Tuhan yang digunakan sebagai pengganti kata Tuhan dalam kalimat di atas.)
  10. 10. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 5. Gaya Bahasa Apofasis • merupakan suatu cara menegaskan sesuatu tetapi dengan cara yang seolah-olah menyangkalnya. • Contoh : Saya tidak akan mengatakan dalam forum ini, bahwa Saudaralah yang membocorkan rahasia itu.
  11. 11. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 6. Gaya Bahasa Asindeton • merupakan suatu cara mengemukakan beberapa hal atau peristiwa secara berurutan dengan tanpa menggunakan kata sambung. • Contoh : matahari, bumi, bulan, bintang yang berjuta-juta itu beredar dengan teratur menurut garisnya sendiri-sendiri.
  12. 12. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 7. Gaya Bahasa Ellipsis • merupakan suatu cara mengemukakan sesuatau dengan menghilangkan suatu kata atau lebih, tetapi yang dengan mudah dapat dilanjutkan sendiri oleh pendengar atau pembacanya. • Contoh : dari segi fisik, saya percaya Anda kuat; badanmu sehat, tetapi psikis……. (setelah psikis kalimat tersebut tidak dilanjutkan karena memang setiap yang medengar kalimat tersebut mesti sudah dapat memahami kelanjutan kalimat tersebut yang berupa ketidakpercayaan).
  13. 13. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 8. Gaya Bahasa Epemisme • disebut pula ungkapan penghalus ialah suatu cara mengemukakan pikiran atau perasaan dengan menggunakan kata-kata dengan arti yang baik dengan maksud agar tidak menyinggung perasaan orang. • Epemisme dapat pula berupa ungkapan- ungkapan penghalus untuk menggantikan kata- kata yang dirasakan kurang sopan. • Contoh : sejak ditinggal suaminya, ia agak kurang waras.
  14. 14. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 9. Gaya Bahasa Enumerasi • merupakan suatu cara mengemukakan suatu peristiwa atau keadaan secara terpisah-pisah, bagian demi bagian. • Contoh : rakyat yang dicurigai mulai ditangkap, penyiksaan terjadi di mana-mana, berbagai larangan mulai dikeluarkan, termasuk larangan bergerombol lebih dari tiga orang.
  15. 15. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 10. Gaya Bahasa Eponim • merupakan suau cara melukiskan sesuatu dengan mengambil sifat-sifat yang dimiliki oleh nama- nama yang terkenal. • Contoh : lihatlah, Srikandi-Srikandi kita sedang berbaris dengan tegapnya. (gadis yang pemberani)
  16. 16. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 11. Gaya Bahasa Hiperbola • merupakan suatu cara untuk menyatakan sesuatu denagn berlebih-lebihan. • Contoh : keringatnya menganak sungai.
  17. 17. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 12. Gaya Bahasa Iuendo • merupakan suatu cara menyindir dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya, atau dengan kata lain menyindir dengan cara yang tidak langsung. • Contoh : tentu saja ia kaya, karena sedikit-sedikit mau mengomersilkan jabatannya.
  18. 18. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 13. Gaya Bahasa Ironi • merupakan suatu cara mnyindir dengan mengatakan yang sebaliknya. • Contoh : baru jam 08.00, mengapa kau sudah bangun?
  19. 19. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 14. Gaya Bahasa Klimaks • merupakan suatu cara mengemukakan sesuatu, idé atau keadaan dengan mengurutkan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. • Contoh: jangankan seorang, dua orang, kalau perlu seluruh kelas dapat datang ke rumahku.
  20. 20. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 15. Gaya Bahasa Koreksio • merupakan suatu cara menarik perhatian pendengar atau pembaca dengan mengatakan sesuatu yang salah kemudian dibetulkan. • Contoh : pada waktu itu saya di Surabaya; Oh tidak, di Jakarta.
  21. 21. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 16. Gaya Bahasa Litotes • merupakan cara mengemukakan sesuatu dengan maksud merendahkan diri. Karena itu sesuatu atau hal tersebut akan dinyatakan tidak sesuai keadaan sebenarnya. • Contoh : terimalah barang yang tak berharga ini sebagai tanda mata.
  22. 22. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 17. Gaya Bahasa Metafora • merupakan suatu cara mengatakan atau melukiskan sesuatu dengan membandingkanya dengan sesuatu yang lain. Dengan cara tersebut diharapkan pendengar atau pembaca akan lebih dapat menangkap maksud yang diharapkan penulis karena benda yang dijadikan perbandingan tersebut sudah diketahui benar baik wujud ataupun sifatnya oleh pendengar/ pembacanya. • Metafora biasa juga disebut perbandingan. • Contoh :kapan saudara berjumpa dengan lintah darat itu?
  23. 23. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 18. Gaya Bahasa Metonimia • merupakan suatu cara mengemukakan sesuatu maksud dengan menggantikan dengan sifat, atau nama, atau sesuatu yang merupakan ciri khas dari benda-benda tersebut. • Contoh : kami akan berangkat dengan Garuda pukul 07.30 WIB.
  24. 24. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 19. Gaya Bahasa Oksimorom • merupakan suatu cara berbahasa dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan artinya dalam frase yang sama. Dengan cara tersebut biasanya kata yang dikandungnya menjadi lebih keras atau lebih tegas. • Contoh : agar dapat merasa bahagia orang harus pernah menderita.
  25. 25. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 20. Gaya Bahasa Paradox • merupakan suatu cara mengintensifkan maksud dengan mengemukan dua hal yang bertentangan. Sepintas lalu pernyataan tersebut tidak masuk akal, tetapi dibalik pertentangan itulah terletak intensitas makna yang diharapkan. • Contoh : di tempat ramai begini, terasa hatiku semakin sepi.
  26. 26. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 21. Gaya Bahasa Pararelisme • merupakan suatu cara berbahasa dengan menjajarkan beberapa kata atau frase yang mempunyai makna sama atau hampir sama, dengan cara demikian diharapkan maksud yang terkandung di dalamnya menjadi semakin jelas. • Contoh : baik orang berpangkat maupun rakyat melarat semua harus dihukum kalau memang bersalah.
  27. 27. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 22. Gaya Bahasa Personifikasi • biasa disebut juga pengorangan, merupakan suatu cara memperjelas maksud dengan menjadikan benda-benda yang digambarkan tersebut seperti manusia. • Atau dengan kata lain suatu cara berbahasa dengan menghidupkan benda-benda mati dengan memberinya sifat-sifat seperti yang dimiliki oleh manusia. • Contoh : sebentar lagi matahari akan bangun dari tempat peraduannya.
  28. 28. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 23. Gaya Bahasa Retoris • merupakan suatu cara menarik perhatian pendengar atau pembaca dengan mengajukan pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban, karena sebenarnya jawaban atas pertanyaan tersebut sudah diketahuinya. • Contoh : mungkinkah Tuhan akan mengabulkan doamu , jika tanpa kau sertai dengan usaha?
  29. 29. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 24. Gaya Bahasa Polisendeton • merupakan cara berbahasa dengan menggunakan beberapa kata sambung secara berurutan dalam suatu kalimat. • Contoh : ia yakin bahwa kedua orang tuanya dan adik-adiknya dan kakak-kakaknya serta semua familinya akan berdoa demi keberhasilan usahanya.
  30. 30. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 25. Gaya Bahasa Pleonasme • merupakan suatu cara memperjelas maksud dengan cara menggunakan kata berlebih. Biasanya dengan memberi keterangan di belakang kata atau bagian, kalimat yang diperjelas maksudnya tersebut. • Contoh : benar, peristiwa itu kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri.
  31. 31. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 26. Gaya Bahasa Pretario (tautology) • merupakan suatu cara menyatakan sesuatu dengan menyembunyikan atau merahasiakan apa yang ingin dinyatakan tersebut. • Contoh : tidak perlu kau sebutkan namanya, aku sudah tau siapa yang kau maksudkan.
  32. 32. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 27. Gaya Bahasa Prolepsis • disebut pula antipasti, merupakan suatu cara berbahasa dengan menggunakan kata tertentu lebih dulu, sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi. • Contoh : Almarhum siang itu masih berboncengan Honda dengan anak laki-lakinya.
  33. 33. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 28. Gaya Bahasa Repetisi • merupakan suatu cara memperkuat makna atau maksud dengan mengulang kata atau bagian kalimat yang hendak dipertegas maksudnya tersebut. • Contoh : untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal jangan kau lupakan ialah belajar, belajar dan sekali lagi belajar.
  34. 34. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 29. Gaya Bahasa Sarkasme • merupakan suatu ejekan atau sindiran dengan kata-kata yang kasar. • Contoh : tuli kamu ya, dipanggil dari tadi tidak datang-datang juga!
  35. 35. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion 30. Gaya Bahasa Sinekdose • merupakan suatu cara menyatakan sesuatu dengan menyebutkan bagian-bagiannya saja, atau sebaliknya. • Sinokse dibedakan menjadi dua, yaitu tutom pro parte (menyatakan sebagian untuk keseluruhan) dan pars pro toto (menyebutkan keseluruhan, tapi yang dimaksudkan sebagian saja). • Contoh : Perang Dunia II berakhir pada tahun 1942 (totum pro parte) Sudah lama saya tak melihat batang hidungnya (pars pro totot).
  36. 36. Ω Problem StatementΩ Mapping Ω Strategic Direction ►►► Conclusion Kelompok gaya bahasa Dapat dibedakan menjadi 5 (lima) kelompok, yaitu: 1) gaya bahasa perbandingan, meliputi: hiperbola, metonimia, personifikasi, metafora, sinekdok, alusio, simile, asosiasi, eufemisme, pars pro toto, epitet, eponim, dan hipalase; 2) gaya bahasa perulangan, meliputi: aliterasi, anafora, anadiplosis, mesodiplosis, epanolipsis, dan epizeuksis; 3) gaya bahasa sindiran, meliputi: ironi, sinisme, innuendo, sarkasme, satire, dan antifrasis; 4) gaya bahasa pertentangan, meliputi: paradoks, antitesis, litotes, oksimoron, dan histeron prosteron; 5) gaya bahasa penegasan, meliputi: repetisi dan paralelisme. (Kusumawati , 2010)

×