SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
Kelompok VI :
OLEH :
Adam Ampy 1303114534
Imra Atul Uswah 1303114556
Euglenophyta
(Alga berflagel)
Sejarah
Euglena diperkirakan mulai hidup setelah
500 juta tahun yang lalu pada zaman primitif.
Euglena ditemukan pada tahun 1660 oleh
Antoni van Leeuwenhoek yang berasal dari
Austria. Melvin Calvin kemudian meneliti
proses fotosintesis menggunakan Euglena dan
menemukan siklus calvin yang terjadi pada
fotosintesis pada tahun 1950-an.
Karakteristik
• Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan (holozoik)
karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga
dapat bergerak bebas, mirip tumbuhan (holofitik) karena memiliki klorofil
dan mampu berfotosintesis
• Uniseluler
• Pada umumnya memiliki flagel yang tidak sama panjang berjumlah 2 atau 4
• Umumnya hidup di air tawar yang kaya bahan organik (di laut sangat sedikit)
• Bersifat autotrof, karena memiliki klorofil a dan b, β karoten dan beberapa
xanthofil yaitu astaxanthin (pigmen merah yang menyerupai bintik mata
hanya dijumpai pada golongan Crustaceae).
• Bersifat heterotrof, karena memakan bahan organik/ bakteri yang tersedia.
• Hasil fotosintesis disimpan sebagai paramilon, sebuah polimer glukosa yang
berbentuk butiran dalam sitoplasma
• Ada yang memiliki kloroplast (dapat berfotosintesis) ada juga yang tidak
dapat berfotosintesis.
Sambungan..
• Yang berfotosintesis disebut phototrophic, sedangkan yang tidak
berfotosintesis disebut osmotrophic (makan dengan cara difusi).
• Kelompok yang ketiga disebut phagotrophic (makan dengan cara menangkap
makanan)
• Dinfing sel tidak terbuat dari selulosa, namun membran tipis tersusun atas
lapisan-lapisan protein berbentuk spiraal, yang disebut “pellicle”
Reproduksi
Aseksual
• Pembelahan sel yang disebut pembelahan biner, pembelahan membran
terjadi secara longitudinal dimulai dari ujung anterior. Cara reproduksi ini
terjadi pada keadaan optimal.
• Membentuk kista, (sel vegetatif membulat dan berdinding tebal) yang
cukup tahan terhadap kondisi buruk sampai beberapa waktu lamanya.
• Bereproduksi secara autogami, (fusi antara nukleus sel-sel anak). Inti hasil
fusi kemudian membelah meiosis membentuk empat nukleus yang
masing-masing berkembang menjadi sel vegetatif.
Seksual
• Adanya konjugasi, penggabungan sel vegetatif pernah dijumpai pada
beberapa euglenoid, tetapi kasus ini sangat jarang.
Pembelahan biner pada Euglenophyta
Klasifikasi
Euglenophyta, Kelas Euglenoaceae dibagi menjadi 3 ordo, yaitu :
• Order : Euglenales
Family : Euglenaceae
Genus : Euglena
Genus : Phacus
Genus : Trachelomonas
• Order : Peranemales/Eutreptiales
Family : Eutreptiaceae
Genus : Astacia
Genus : Peranema
Genus : Hyalophacus
• Order : Rhabdomonadales
Family : Rhabdomonadaceae
Genus : Colacium
Genus : Petalomonas
Contoh Spesies
a) Euglena (berwarna hijau)
Termasuk semua anggota Euglenophyceae yang selama hidupnya sel selalu
mempunyai flagel dan dapat bergerak. Hidupnya soliter, tidak pernah membentuk
koloni. Kloroplast berbentuk cakram sampai bentuk pita. Spesies tertentu dari Euglena
yang mempunyai khloroplast juga menghasilkan pigmen merah (euglenarhodone),
yang jumlahnya dapat demikian banyak sehingga mengaburkan isi selnya.
Euglenarhodone adalah suatu keton karetenoid.
b) Astasia (tidak berwarna)
Mempunyai bentuk mirip Euglena, hanya tidak berwarna karena tidak
memiliki kloroplas, sehingga bersifat heterotrof.
c) Phacus
Phacus mirip juga dengan Euglena, tetapi selnya lebih kaku karena memiliki
keel, kloroplast discoid, tanpa pirenoid, paramylum bodi besar berbentuk seperti
donat dan terletak di tengah sel. Partamylum bodi Lepocinclis berbentu cincin tetapi di
kedua sisi anterior.
Sambungan..
d) Peranema
Paranema bersifat holozoik. Bagian akhir anterior tubuhnya terdapat
dua organ rod paralel dinamakan organ rod yang letaknya berdekatan dengan
reservoir. Bagian anterior organ rod yang disebut cytostoma yang berhubungan
dengan reservoir. Pada proses makannya, organ rod ditonjolkan keluar untuk
berlabuh dengan menyentakkan tubuhnya menangkap mangsanya untuk
kemudian ditelan secara keseluruhan atau organ rod tersebut dapat digunakan
untuk memotong makanan baru kemudian ditelan dan dihancurkan di dalam
vacuola makanan
e) Colacium
Colacium calvum bersifat epizoik pada copepoda, rotifera dan
zooplankton air tawar lainnya.
Sel-sel dari Colacium dibungkus oleh selaput lendir yang melekat dengan suatu
tangkai pada inangnya, ujung anterior sel menghadap ke bawah. Tangkai lendir
terbentuk karena bagian anterior sel manghasilkan lebih banyak lendir.
Mempunyai banyak khloroplast berbentuk cakram, dengan atau tanpa
pirenoid.
a) Euglena
b) Astasia
c) Phacus d) Peranema
e) Colacium
Nilai Ekonomi
Positif :
 Bidang Perikanan : Ganggang merupakan fitoplankton (plankton
tumbuhan ; plankton hewan disebut Zooplankton) yang berfungsi sebagai makanan
ikan.
 Ekosistem Perairan : Dalam ekosistem perairan, ganggang merupakan
produsen primer, yaitu sebagai penyedia bahan organik dan oksigen bagi hewan-
hewan air seperti ikan, udang dan serangga air.
 Bidang industri : Dinding sel diatom banyak mengandung silikat. Sisa-sisa
dinding sel diatom yang hidup dijaman lampau membentuk lapisan tanah yang
dikenal sebagai tanah diatom. Tanah dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok,
isolasi, bahan dasar industri kaca, dan penyaring (karena berpori)
 Dalam dunia sains, Euglena sering dijadikan sebagai objek karena ganggang ini
mudah didapat dan dibiakkan sebagai indikator adanya pencemaran organik.
Negatif :
 Mencemari sumber air
 Penimbunan endapan tanah pada dasar kolam dan danau.
Terima kasih

More Related Content

What's hot

Coelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandritesCoelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandritesSinggih Azwar Anas
 
osmoregulasi pada hewan
osmoregulasi pada hewanosmoregulasi pada hewan
osmoregulasi pada hewanikhsan saputra
 
Laporan Praktikum 4 Identifikasi Reptil
Laporan Praktikum 4 Identifikasi ReptilLaporan Praktikum 4 Identifikasi Reptil
Laporan Praktikum 4 Identifikasi ReptilSelly Noviyanty Yunus
 
Pencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti Taksonomi
Pencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti TaksonomiPencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti Taksonomi
Pencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti TaksonomiAgustin Dian Kartikasari
 
Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)Maedy Ripani
 
Biology - Chlorphyta
Biology - ChlorphytaBiology - Chlorphyta
Biology - ChlorphytaAdam Hars
 
Gymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - AnatomyGymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - Anatomydewisetiyana52
 
Kelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaKelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaf' yagami
 
Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...
Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...
Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...dewisetiyana52
 
10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah
10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah
10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merahSofyan Dwi Nugroho
 
Praktikum ketiga kelompok 4
Praktikum ketiga kelompok 4Praktikum ketiga kelompok 4
Praktikum ketiga kelompok 4Monalisa Pirade
 

What's hot (20)

Coelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandritesCoelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandrites
 
osmoregulasi pada hewan
osmoregulasi pada hewanosmoregulasi pada hewan
osmoregulasi pada hewan
 
Laporan Praktikum 2 Osteichtyes
Laporan Praktikum 2 OsteichtyesLaporan Praktikum 2 Osteichtyes
Laporan Praktikum 2 Osteichtyes
 
Laporan Praktikum 4 Identifikasi Reptil
Laporan Praktikum 4 Identifikasi ReptilLaporan Praktikum 4 Identifikasi Reptil
Laporan Praktikum 4 Identifikasi Reptil
 
Kelenjar
KelenjarKelenjar
Kelenjar
 
Arthropoda
ArthropodaArthropoda
Arthropoda
 
Subfilum chelicerata
Subfilum chelicerataSubfilum chelicerata
Subfilum chelicerata
 
Pencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti Taksonomi
Pencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti TaksonomiPencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti Taksonomi
Pencirian, Konsep Sifat dan Sumber Bukti Taksonomi
 
Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 10 buah dan biji (morfologi tumbuhan)
 
Biology - Chlorphyta
Biology - ChlorphytaBiology - Chlorphyta
Biology - Chlorphyta
 
Xmia5 chlorophyta
Xmia5 chlorophytaXmia5 chlorophyta
Xmia5 chlorophyta
 
Gymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - AnatomyGymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - Anatomy
 
Kelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaKelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnatha
 
Anatomi daun
Anatomi daunAnatomi daun
Anatomi daun
 
Laporan 1 alat ek um
Laporan 1 alat ek umLaporan 1 alat ek um
Laporan 1 alat ek um
 
CACING PLANARIA SP
CACING PLANARIA SPCACING PLANARIA SP
CACING PLANARIA SP
 
Makalah tumbuhan paku
Makalah tumbuhan pakuMakalah tumbuhan paku
Makalah tumbuhan paku
 
Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...
Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...
Preparat Whole Mount Protozoa_Preparat Rentang Mesenterium_Preparat Squash Ak...
 
10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah
10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah
10. laporan praktikum biologi preparat squash ujung akar bawang merah
 
Praktikum ketiga kelompok 4
Praktikum ketiga kelompok 4Praktikum ketiga kelompok 4
Praktikum ketiga kelompok 4
 

Similar to EUGLENOPHYTA (20)

Biologi
BiologiBiologi
Biologi
 
EUGLENOPHYTA.docx
EUGLENOPHYTA.docxEUGLENOPHYTA.docx
EUGLENOPHYTA.docx
 
Tumbuhan air materi alga
Tumbuhan air materi algaTumbuhan air materi alga
Tumbuhan air materi alga
 
Protista mirip tumbuhan
Protista mirip tumbuhanProtista mirip tumbuhan
Protista mirip tumbuhan
 
Chrysophyta
ChrysophytaChrysophyta
Chrysophyta
 
Algae ( ganggang )
Algae ( ganggang )Algae ( ganggang )
Algae ( ganggang )
 
Biologi Protista
Biologi ProtistaBiologi Protista
Biologi Protista
 
ANIMALIA KINGDOM
ANIMALIA KINGDOMANIMALIA KINGDOM
ANIMALIA KINGDOM
 
Presentation2
Presentation2Presentation2
Presentation2
 
entoprocta filum
entoprocta filumentoprocta filum
entoprocta filum
 
PPT TAKSMON KEL 3 CILIATA.pptx
PPT TAKSMON KEL 3 CILIATA.pptxPPT TAKSMON KEL 3 CILIATA.pptx
PPT TAKSMON KEL 3 CILIATA.pptx
 
MATERI Protista KELAS X SMA
MATERI Protista KELAS X SMAMATERI Protista KELAS X SMA
MATERI Protista KELAS X SMA
 
Tujuan,dasar teori,dapus 1
Tujuan,dasar teori,dapus 1Tujuan,dasar teori,dapus 1
Tujuan,dasar teori,dapus 1
 
Protista algae
Protista algaeProtista algae
Protista algae
 
Protista mirip hewan, jamur dan tumbuhan
Protista mirip hewan, jamur dan tumbuhanProtista mirip hewan, jamur dan tumbuhan
Protista mirip hewan, jamur dan tumbuhan
 
Protista, bab 5 K13 tahap belajar, "by : kelompok 5"
Protista, bab 5 K13 tahap belajar, "by : kelompok 5"Protista, bab 5 K13 tahap belajar, "by : kelompok 5"
Protista, bab 5 K13 tahap belajar, "by : kelompok 5"
 
Power Point Protozoa
Power Point ProtozoaPower Point Protozoa
Power Point Protozoa
 
Ppt protista
Ppt protistaPpt protista
Ppt protista
 
Protozoa
Protozoa Protozoa
Protozoa
 
Kingdom protista
Kingdom protistaKingdom protista
Kingdom protista
 

Recently uploaded

Pengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptx
Pengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptxPengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptx
Pengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptxIPutuSuwitra1
 
power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.
power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.
power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.tency1
 
Kuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisika
Kuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisikaKuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisika
Kuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisikajoey552517
 
Kelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum Merdeka
Kelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum MerdekaKelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum Merdeka
Kelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum MerdekaErvina Puspita
 
kup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptx
kup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptxkup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptx
kup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptxINDIRAARUNDINASARISA
 
Penetapan tonisitas sediaan farmasi steril
Penetapan tonisitas sediaan farmasi sterilPenetapan tonisitas sediaan farmasi steril
Penetapan tonisitas sediaan farmasi steriljoey552517
 
sistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdf
sistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdfsistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdf
sistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdfMarisaRintania
 
konsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptx
konsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptxkonsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptx
konsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptxelisabethlumbantoruan
 
MODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptx
MODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptxMODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptx
MODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptx12MIPA3NurulKartikaS
 
Presentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XI
Presentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XIPresentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XI
Presentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XIariwidiyani3
 

Recently uploaded (10)

Pengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptx
Pengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptxPengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptx
Pengertian ruang dan interaksi antar ruang.pptx
 
power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.
power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.
power point ini berisi tentang Kerugian akibat gulma.
 
Kuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisika
Kuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisikaKuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisika
Kuliah ke-2 Pembelajaran vektor dalam fisika
 
Kelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum Merdeka
Kelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum MerdekaKelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum Merdeka
Kelas 7 Bumi dan Tata Surya SMP Kurikulum Merdeka
 
kup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptx
kup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptxkup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptx
kup2 ketentuan umum perpajakan negara.pptx
 
Penetapan tonisitas sediaan farmasi steril
Penetapan tonisitas sediaan farmasi sterilPenetapan tonisitas sediaan farmasi steril
Penetapan tonisitas sediaan farmasi steril
 
sistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdf
sistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdfsistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdf
sistem Peredaran darah(sistem sirkualsi)pdf
 
konsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptx
konsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptxkonsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptx
konsep termoregulasi gangguan keseimbangan suhu.pptx
 
MODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptx
MODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptxMODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptx
MODUL AJAR KELARUTAN DAN KSP KIMIA SMA.pptx
 
Presentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XI
Presentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XIPresentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XI
Presentasi materi suhu dan kalor Fisika kelas XI
 

EUGLENOPHYTA

  • 1. Kelompok VI : OLEH : Adam Ampy 1303114534 Imra Atul Uswah 1303114556
  • 3. Sejarah Euglena diperkirakan mulai hidup setelah 500 juta tahun yang lalu pada zaman primitif. Euglena ditemukan pada tahun 1660 oleh Antoni van Leeuwenhoek yang berasal dari Austria. Melvin Calvin kemudian meneliti proses fotosintesis menggunakan Euglena dan menemukan siklus calvin yang terjadi pada fotosintesis pada tahun 1950-an.
  • 4. Karakteristik • Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan (holozoik) karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas, mirip tumbuhan (holofitik) karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis • Uniseluler • Pada umumnya memiliki flagel yang tidak sama panjang berjumlah 2 atau 4 • Umumnya hidup di air tawar yang kaya bahan organik (di laut sangat sedikit) • Bersifat autotrof, karena memiliki klorofil a dan b, β karoten dan beberapa xanthofil yaitu astaxanthin (pigmen merah yang menyerupai bintik mata hanya dijumpai pada golongan Crustaceae). • Bersifat heterotrof, karena memakan bahan organik/ bakteri yang tersedia. • Hasil fotosintesis disimpan sebagai paramilon, sebuah polimer glukosa yang berbentuk butiran dalam sitoplasma • Ada yang memiliki kloroplast (dapat berfotosintesis) ada juga yang tidak dapat berfotosintesis.
  • 5. Sambungan.. • Yang berfotosintesis disebut phototrophic, sedangkan yang tidak berfotosintesis disebut osmotrophic (makan dengan cara difusi). • Kelompok yang ketiga disebut phagotrophic (makan dengan cara menangkap makanan) • Dinfing sel tidak terbuat dari selulosa, namun membran tipis tersusun atas lapisan-lapisan protein berbentuk spiraal, yang disebut “pellicle”
  • 6. Reproduksi Aseksual • Pembelahan sel yang disebut pembelahan biner, pembelahan membran terjadi secara longitudinal dimulai dari ujung anterior. Cara reproduksi ini terjadi pada keadaan optimal. • Membentuk kista, (sel vegetatif membulat dan berdinding tebal) yang cukup tahan terhadap kondisi buruk sampai beberapa waktu lamanya. • Bereproduksi secara autogami, (fusi antara nukleus sel-sel anak). Inti hasil fusi kemudian membelah meiosis membentuk empat nukleus yang masing-masing berkembang menjadi sel vegetatif. Seksual • Adanya konjugasi, penggabungan sel vegetatif pernah dijumpai pada beberapa euglenoid, tetapi kasus ini sangat jarang.
  • 7. Pembelahan biner pada Euglenophyta
  • 8. Klasifikasi Euglenophyta, Kelas Euglenoaceae dibagi menjadi 3 ordo, yaitu : • Order : Euglenales Family : Euglenaceae Genus : Euglena Genus : Phacus Genus : Trachelomonas • Order : Peranemales/Eutreptiales Family : Eutreptiaceae Genus : Astacia Genus : Peranema Genus : Hyalophacus • Order : Rhabdomonadales Family : Rhabdomonadaceae Genus : Colacium Genus : Petalomonas
  • 9. Contoh Spesies a) Euglena (berwarna hijau) Termasuk semua anggota Euglenophyceae yang selama hidupnya sel selalu mempunyai flagel dan dapat bergerak. Hidupnya soliter, tidak pernah membentuk koloni. Kloroplast berbentuk cakram sampai bentuk pita. Spesies tertentu dari Euglena yang mempunyai khloroplast juga menghasilkan pigmen merah (euglenarhodone), yang jumlahnya dapat demikian banyak sehingga mengaburkan isi selnya. Euglenarhodone adalah suatu keton karetenoid. b) Astasia (tidak berwarna) Mempunyai bentuk mirip Euglena, hanya tidak berwarna karena tidak memiliki kloroplas, sehingga bersifat heterotrof. c) Phacus Phacus mirip juga dengan Euglena, tetapi selnya lebih kaku karena memiliki keel, kloroplast discoid, tanpa pirenoid, paramylum bodi besar berbentuk seperti donat dan terletak di tengah sel. Partamylum bodi Lepocinclis berbentu cincin tetapi di kedua sisi anterior.
  • 10. Sambungan.. d) Peranema Paranema bersifat holozoik. Bagian akhir anterior tubuhnya terdapat dua organ rod paralel dinamakan organ rod yang letaknya berdekatan dengan reservoir. Bagian anterior organ rod yang disebut cytostoma yang berhubungan dengan reservoir. Pada proses makannya, organ rod ditonjolkan keluar untuk berlabuh dengan menyentakkan tubuhnya menangkap mangsanya untuk kemudian ditelan secara keseluruhan atau organ rod tersebut dapat digunakan untuk memotong makanan baru kemudian ditelan dan dihancurkan di dalam vacuola makanan e) Colacium Colacium calvum bersifat epizoik pada copepoda, rotifera dan zooplankton air tawar lainnya. Sel-sel dari Colacium dibungkus oleh selaput lendir yang melekat dengan suatu tangkai pada inangnya, ujung anterior sel menghadap ke bawah. Tangkai lendir terbentuk karena bagian anterior sel manghasilkan lebih banyak lendir. Mempunyai banyak khloroplast berbentuk cakram, dengan atau tanpa pirenoid.
  • 12. c) Phacus d) Peranema
  • 14. Nilai Ekonomi Positif :  Bidang Perikanan : Ganggang merupakan fitoplankton (plankton tumbuhan ; plankton hewan disebut Zooplankton) yang berfungsi sebagai makanan ikan.  Ekosistem Perairan : Dalam ekosistem perairan, ganggang merupakan produsen primer, yaitu sebagai penyedia bahan organik dan oksigen bagi hewan- hewan air seperti ikan, udang dan serangga air.  Bidang industri : Dinding sel diatom banyak mengandung silikat. Sisa-sisa dinding sel diatom yang hidup dijaman lampau membentuk lapisan tanah yang dikenal sebagai tanah diatom. Tanah dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok, isolasi, bahan dasar industri kaca, dan penyaring (karena berpori)  Dalam dunia sains, Euglena sering dijadikan sebagai objek karena ganggang ini mudah didapat dan dibiakkan sebagai indikator adanya pencemaran organik. Negatif :  Mencemari sumber air  Penimbunan endapan tanah pada dasar kolam dan danau.