SlideShare a Scribd company logo
1 of 71
Kheorunnisa
 Muhammad Kurniadi
Shahnaz Alzena Shavita
    Siti Nurmaliani
      Susilawati
CELICERATA
 Chelicerata merupakan semacam kelompok
 besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba,
kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan
     bahkan mimi dan mintuno. Kelompok
  Chelicerata ini dikenal karena anggotanya
  mempunya alat mulut berupa “chelicera”
        yang terdiri dari dua segmen.
Klasifikasi Celicerata
      Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas
kelas Arachnida, Pycnogonida, dan Merostomata. Adapun
beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida dan
Chasmataspidida.
Celicerata
Kelas Aracnida          Kelas Pycnogonida            Kelas Merostomata




Gambar 1 : laba- laba
                         Gambar 2: Laba- Laba Laut   Gambar 3: Kepiting Tapal Kuda
Kelas Arachnida
  Biasanya arachnida adalah predator yang memakan
.
  arthropoda lainnya. Mereka menggunakan racun
  neurotoksin yang melumpuhkan mangsanya. Racun
  dapat berasal dari chelicerae atau pedipalpus atau dari
  sebuah sengatan posterior arakhnida.
Kelas arachnida


Ordo Spcorpid (segala macam golongan kalajengking)
Odo Araneae (bangsa laba-laba)
Ordo Acarima (jenis laba-laba yang bersifat parasit)
Ordo Spcorpid
       Klasifikasi Ilmiah
       Kingdom : Animalia
       Filum      : Arthopoda
       Subfilum : Celicerata
       Kelas      : Aracnida
       Ordo       : Spcorpid
       Family :Thelyphonisidae
       Genus : Thelyphonus
       Spesies : Thelyphonus
       condutus ( Kalajengking)
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Arthopoda
Subfilum : Celicerata
Kelas : Aracnida
Ordo : Spcorpid
Family : Mastigoproctucideae
Genus : Mastigoproctus
Spesies: Mastigoproctus
giganteus (kalajengking
raksasa)
Ordo Araneae
      Klasifikasi Ilmiah
      Kingdom        : Animalia
      Filum          : Arthopoda
      Kelas          : Aracnida
      Ordo           : Araneae
      Family         : Aranedae
      Genus          : Araneus
      Spesies        : Araneus
      diadematus ( Laba- laba
      penenun )
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom        : Animalia
Filum          : Arthopoda
Kelas          : Aracnida
Ordo           : Araneae
Family         : Aranedae
Genus          : Latrodectus
Spesies        : Latrodectus
mactans (Laba-laba berbisa
black widow)
Silk
Sutra adalah protein, serat, yang mengandung proporsi
yang sangat tinggi dari asam amino glisin dan alanin.
Sepuluh kali lebih kuat dari kolagen, sekuat nilon tapi lebih
elastis.
diproduksi oleh gland, yang terbentuk dengan cepat dan
berbentuk pemintal diluar.
Laba-laba menggunakan sutera untuk transfer sperma, namun
   yang paling khas digunakan untuk menangkap makanan
Jaring Laba-laba

    Laba-laba yang berbeda membuat jaring berbentuk
berbeda, belum tentu dua dimensi: saluran, segitiga, kubah,
lembar, ditempatkan secara horizontalatau vertikal.
Pola Jaring Pada Laba- Laba




                    Struktur jaring laba-laba ekstra ini
                    memiliki nama ilmiah stabilimentum
                      atau stabilimenta saat peneliti
                    menduga bahwa pola ini bertujuan
                     untuk membuat jaring laba-laba
                                   stabil.
Thermoregulation,
                                               teori ini menyebutkan
                                               bahwa pola ekstra ini
                                                membantu laba-laba
                                              menjaga suhu tubuhnya
  Pola ekstra jaring laba-laba ini diyakini   optimal untuk bertahan
  mampu memantulkan sinar ultraviolet            hidup dalam cuaca
sehingga meanrik lebih banyak lagi mangsa              apapun.
         untuk mendekati jaring.
Ordo Acarina
    Klasifikasi Ilmiah
    Kingdom        : Animalia
    Filum          : Arthopoda
    Subfilum       : Celicerata
    Kelas          : Arachnida
    Ordo           : Acariformes
    Family         : Pyroglyphidae
    Genus          :Dermatophagoides
    Spesies        :Dermatophagoides
            farinae
Anatomi pada Kelas Arachnida
       Arachnida mempunyai tubuh yang terbagi atas
(cephalothoraks) dan perut (abdomen).
       Pada            cephalotoraks           terdapat
sepasang chelicera (alat gerak pertama), sepasang
pedipalpus (alat gerak ke dua) yang berbentuk capit, dan
4 pasang kaki.
        Kepala kecil, terdapat beberapa mata tunggal
(oceli). Mempunyai kaki empat pasang yang terdapat pada
sefalotorak.
SITEM REPRODUKSI

       Arachnida memiliki satu atau dua buah gonad. Gonad
terletak dibagian perut (abdomen). Alat kelamin arachnida
terletak di bawah segmen perut (abdomen) kedua. Pada saat
reproduksi arachnida jantang mentrasfer sperma kepada
betina melalui spermatophore.
SISTEM RESPIRASI
       Laba-laba (Arachnida)
dan kalajengking (Scorpionida)
bernapas dengan paru-paru
buku. Udara dari luar, masuk
melalui spirakel secara difusi.
Selanjutnya, udara masuk di
antara sel-sel lamela dan
berdifusi dengan pembuluh
darah di sekitar lamela.
ORGAN EKRESI
       Kelenjar coxal melayani regulasi osmotik. Studi
mengungkapkan tanda centang ultrafiltrasi ke sebuah
kantung, tersedot oleh otot eksternal. ekskresi Nitrogen tidak
terjadi dalam kelenjar coxal tetapi dalam 'Malphigi tubulus„
atau di dinding midgut. Titik akhir nitrogen adalah guanin,
sebuah purin yang lebih larut dibandingkan asam urat.
ORGAN PERASA
       Dalam arakhnida, organ-organ indera terdiri dari
tiga jenis:
 Rambut di kutikula, yang dimodifikasi untuk mendeteksi
rangsangan mekanik atau kimia.
mata, biasanya sederhana daripada senyawa dan
sering tersebar di tubuh, dan memotong organ sensorik,
Terakhir ini digunakan sebagian besar sebagai
proprioceptors, yaitu untuk menginformasikan hewan
tentang tingkat kontraksi otot sendiri.
Sstem Pencernaan
      Pencernaan sering terjadi di luar tubuh, dengan
ujung posterior kerongkongan dimodifikasi sebagai 'perut
memompa' untuk menghisap masuk makanan yang
dicerna.
Peredaran Darah

     Jantung memompa darah ke depan dengan
serangkaian arteri dorsal ke haemocoel dari
prosoma tersebut, di mana peningkatan tekanan
darah menjorok ke kaki berjalan: yang tekanan
darahnya dapat dua kali lipat ketika melompat
melompat laba-laba.
Siklus Hidup Pada kelas Aracnida
       Kalajengking memiliki periode kehamilan yang lama
(dari 2-18 bulan). Setiap betina melahirkan 25-35 anak
yang memanjat ke punggung induknya.
       Mereka tetap berada di punggung induk selama
satu atau dua minggu setelah kelahirannya. Setelah
mereka turun dari punggung, mereka akan mandiri dan
membutuhkan 2-6 tahun untuk mencapai kematangan.
       Rata-rata kalajengking hidup tiga hingga lima
tahun, tapi sejumlah spesies dapat hidup hingga 10-15
tahun.
Labah-labah betina menghasilkan kantung telur,
Kantung telur umumnya terdiri atas kumpulan benang
sutera yang membungkus telur. Beberapa             spesies
meninggalkan kantung ini di dekat habitatnya atau di dalam
galian. Telur menetas di dalam kantung, dan labah labah
muda berganti kulit sekali sebulum muncul. Labah-labah
muda ini disebut spiderling atau nimfa, dan sudah mencari
makanan sendiri. Nimfa ini adalah bentuk miniatur labah-
labah dewasa, ang mempunyai spineret dan kelenjar racun
yang sudah berfungsi.
Daur hidup pada kebanyakan labah-labah pemintal
benang adalah kurang dari 12 bulan, tetapi pada labah-labah
penggali tanah berekembang lebih lama dan tampaknya
mempunyai daur hidup yang lebih lama (beberapa tahun).
Siklus hidup pada tungau atau caplak
            telur-larva-nimpha-tungau/caplak dewasa
        Larva caplak, setelah makan darah induk semang, akan
tumbuh menjadi nimpha yang memiliki 4 pasang kaki.
        Nimpha makan darah dan akan tumbuh menjadi caplak
dewasa. Caplak dewasa betina akan bertelur kemudian ia mati.
Caplak memerlukan + 1 tahun untuk menyelesaikan satu siklus
hidup di daerah tropis dan lebih dari satu tahun di daerah lebih
dingin.
Caplak dapat bertahan hidup selama berbulan- bulan
tanpa makan jika belum mendapatkan induk semangnya.
    Caplak dapat hidup pada 1-3 induk semang berbeda
selama fase pertumbuhannya.
Proses Metamorfosa Kutu
                   telur-nimpha-individu dewasa
Seluruh siklus hidup terjadi di tubuh induk semang. Telur kutu akan
menempel pada rambut induk semang dengan bantuan zat perekat yang
dihasilkannya. Sedangkan siklus hidup yang dijalani pinjal merupakan
metamorfosa sempurna yaitu telur-larva-pupa-dewasa. Larva yang
baru menetas tidak memiliki kaki. Fase pupa adalah fase yang tidak
memerlukan makanan .
Kelas Pycnogonida
Pycnogonida merupakan hewan avertebrata akuatik dari
filum Arthropoda dan subfilum Chelicerata. Pycnogonida
dikenal sebagai laba-laba laut (Sea Spider). Pycnogonida
dapat di temukan di wilayah perairan Australia, Selandia
Baru, Laut Mediterania dan Laut Karibia. Pycnogonids
disebut laba-laba laut karena mereka biasanya memiliki
empat pasang kaki yang sangat panjang, masing-masing
ditahan pada segmen pendukung yang besar .
Ciri-ciri
 warna tubuh gelap dan kusam, tubuh panjang dan langsing,
 berukuran 1-90 cm,
 tubuhnya bersegmen,
hidup di perairan dengan kedalaman 7000 m,
Memiiki empat pasang kaki.
Kelas Pycnogonida
         Klasifikasi Ilmiah
         Kingdom        : Animalia
         Filum          : Arthpoda
         Subfilum       : Ceriterata
         Kelas          : Pynogonida
         Ordo           : Pantopoda
         Family         :
         Genus          :
         Spesies        :
Anatomi pada Kelas Pycnogonida
Reproduksi
       Seksual, dengan fertilisasi eksternal yaitu
dengan pembuahan di luar tubuh.
       Pycnogonida jantan akan mengeluarkan
sperma ke perairan kemudian betina akan membuka
oviger dan mengeluarkan telur.
Peredaran Darah
     System peredaran darah terbuka,
dimana darah dipompa ke haemocoel
dengan hati yang terletak didekat
punggung hati.
Pencernaan Makanan

      Pencernaannya      bersifat     intraselular.
Makanan dimasukan kedalam mulut dengan
chelicerae kemudian diserap oleh dinding sel dan
diproses secara kimiawi oleh enzim-enzim.
Ekskresi
       Semua     Chelierata
akan mngeluarkan Limbah
makanan melalui anus, pada
Pycnogonida anus terletak
di bagian punggung.
Sistem Pertahanan Diri
        Pycnogonida dan Arachnida memiliki alat
pertahanan diri berupa racun yang terdapat dirahang atau
taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa.
       Tidak ada pertahanan diri dari mimi, karena tidak
ada predator yang memangsanya, kecuali manusia yang
menangkapnya sebagai pakan ikan. Pycnogonida dan
Arachnida memiliki alat pertahanan diri berupa chelicerae.
Siklus Hidup

       Setelah kawin, jantan akan merawat telur – larva-
juvenil - kemudian mengalami pergantian kulit berkali-kali
hingga akhirnya menjadi dewasa.
Mereka adalah karnivora. Makanan yang diketahui
mencakup hewan- hewan bertubuh lunak dengan mobilitas
rendah semisal spons, cacing laut, bryozoa (hewan laut
berbentuk bunga), dan cnidaria (hewan semisal anemon).
       Namun sejumlah spesies juga diketahui merupakan
herbivora karena hidup dengan memakan tumbuhan laut
Kelas Merostomata

      Merostomata; terdiri dari 2 bangsa yaitu
Xiphosura (mimi) dan Eurypterida. Pada masa kini
tinggal 4 jenis dari 3 keluarga yang masih hidup, yaitu
Limulus polyphemus, Tachypleus tridentatus,
Tachypleus gigas (mimi bulan) dan Carcinoscorpius
rotundicauda (mimi ranti). Ordo Eurypterida sudah
punah.
Ordo Xiphosura
 Xiphosura sering dikenal dengan sebutan Mimi (jantan) dan
 Mituno (betina) di jawa. Bentuk dari hewan ini mirip dengan
tapal kuda sehingga Xiphosura dikenal Horse Shoe Crab atau
  kepiting tapal kuda ( Limulus), meskipun hewan ini disebut
keiting tetapi hewan ini bukanlah kepiting yang sesungguhnya.
Ciri-ciri xiphosura
•   hidup di perairan laut dangkal,
•   dapat mencapai panjang 60cm,
•    berwarna coklat tua atau hijau kecoklatan,
•    bentuk tubuh cembung,
•    karapas berbentuk sepatu kuda yang menutup prosoma,
•    pada bagian dorsal terdapat sepasang mata majemuk dan
    sepasang mata sederhana.
Ordo Xiphosura
                                Klasifikasi Ilmiah
                                Kerajaan           : Animalia
                                Filum              : Arthopoda
                                Subfillum          : Chelicera
                                Kelas              : Merostomata
                                Ordo               : Xiposura
                                Famili             : Limulidae
                                Genus              : Limulus
                                Spesies            : Limulus
                                Polyphemus ( Kepiting tapal Kuda
                                )
Gambar 1 : Limulus Polyphemus
Kelas Xiphosura

      Ditinjau dari segi anatominya tubuh terbagi
atas 3 bagian utama yang masing- masingnya
dipisahkan oleh sambungan tipis atau segmen
ialah kepala (prosoma), perut (opithososma), dan
ekor (telson).
Makanan

       Moluska, cacing atau hewan lainnya yang diambil oleh
chelate pelengkap dan diadakan melawan alur ventral dalam
tubuh. Makanan dikunyah bukan dengan rahang keras tetapi oleh
'gnathobases' dari posterior kaki yang berjalan dan melewati
depan untuk mulut, lalu tertelan dan kemudian hancur dalam
sebuah empedal.
Respirasi
        'buku insang„. Darah berisi
pigmen pernapasan haemocyanin,
yang memiliki afinitas oksigen
rendah, dapat berfungsi pada
lingkungan tekanan oksigen rendah.
        Darah memasuki jantung
melalui delapan pasang ostia dengan
katup. Sirkulasi lanjut adalah
kompleks, dengan arteri yang
membuka ke haemocoel tersebut.
peredaran darah

      terdiri dari jantung dan arteri yang membawa
darah ke seluruh tubuh dan kemudian menjadi dua vena
yang melewati insang dimana CO 2 dan O 2
dipertukarkan sebelum kembali ke jantung.
Sistem saraf
     Sistem saraf terdiri dari otak sirkum-oesophagal
dengan tali saraf vetral yang menimbulkan lima set ganglia
dari mana saraf menyebar ke tubuh. Ada juga sepasang tali
saraf longitudinal, inilah yang mengendalikan jantung.
Ekskresi
       limbah nitrogen dikeluarkan dengan difusi amonia
melalui insang dan sebagian melalui kelenjar mesodermal di
dasar sepasang pelengkap (di sini 'Coxal kelenjar' di samping
kaki belakang).
Reproduksi
        Jenis kelamin terpisah. Jantan dan betina berkumpul di
perairan dangkal pada saat pasang saat bulan penuh.
Fertilisasinya eksternal: jantan menempelkan diri betina dan
menuangkan sperma pada ribuan telur saat ia meletakkan
mereka. Seluruh spesies mimi mempunyai sepasang lubang
pengeluaran telur.
Mata Majemuk
       Limulus 'mata majemuk digunakan untuk mendeteksi
gerakan kepiting tapal kuda lainnya di seluruh bidang, mereka
ternyata hanya digunakan untuk mencapai berkumpulnya
kawin laki-laki dan perempuan di perairan dangkal pada saat
pasang. Dengan demikian, struktur dan kinerja mata ini relatif
sederhana.
Siklus Hidup
        Telur- telur menetas setelah 2-5 minggu. Saat pasang
naik tiba, larva akan memasuki fase planktonik dimana larva
yang terseret oleh arus pasang selanjutnya hidup melayang-
lanyang di laut dan mengandalkan cadangan kuning telur
sebagai makanannya. Sekitar seminggu kemudian, larva jatuh
kedasar laut dan memasuki fase selanjutnya yaitu fase
pertumbuhan ( fase juvenil)
Peranan Celicerata
        Mimi merupakan bahan baku dalam industri farmasi, karena ekstrak
plasma darahnya (haemocyte lysate) banyak digunakan dalam studi
biomedis, farmasi, dan ilmu lingkungan. Plasma darah mimi telah diproduksi
secara masal di Amerika dari genus Limulus di Jepang dan Cina dari genus
Tachyplus. Ekstrak plasma darah Limulus Amoebocyte Lysate dapat
digunakan untuk mendiagnosa penyakit meningitis.
Peranan buruk
       Ada beberapa kerugian dari chelicerata antara
lain, dapat menularkan virus west nile (WNV), virus ini
ditularkan oleh arachnida, kemudian sebagai parasit
pada coelenterate. Tungau merupakan hama bagi
berbagai jenis tumbuhan dan juga hewan ternak.
ANY
QUESTI
 ON
Kesimpulan
    Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya
mempunyai alat mulut berupa “chelicera” yang terdiri dari dua
                          segmen.
  Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas
      Arachnida, Pycnogonida, dan Mirotosmata. Adapun
   beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida dan
                      Chasmataspidida.
Celicerata

More Related Content

What's hot

Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...
Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...
Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...
Biology Education
 
Kelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaKelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnatha
f' yagami
 
Perbedaan Annelida,Plathyhelminthes,Nemathelminthes
Perbedaan Annelida,Plathyhelminthes,NemathelminthesPerbedaan Annelida,Plathyhelminthes,Nemathelminthes
Perbedaan Annelida,Plathyhelminthes,Nemathelminthes
NurIndahS3
 
Kelompok 1 phylum chordata
Kelompok 1 phylum chordataKelompok 1 phylum chordata
Kelompok 1 phylum chordata
f' yagami
 

What's hot (20)

Ppt mollusca
Ppt molluscaPpt mollusca
Ppt mollusca
 
Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...
Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...
Laporan Ekologi Tumbuhan "Persaingan Intraspesies Tanaman dan Interspesies Ta...
 
CACING PLANARIA SP
CACING PLANARIA SPCACING PLANARIA SP
CACING PLANARIA SP
 
Kelompok 1 (gastropoda)
Kelompok 1 (gastropoda)Kelompok 1 (gastropoda)
Kelompok 1 (gastropoda)
 
Ppt coelenterata
Ppt coelenterataPpt coelenterata
Ppt coelenterata
 
Evolusi Vertebrata 1
Evolusi Vertebrata 1Evolusi Vertebrata 1
Evolusi Vertebrata 1
 
Chordata
ChordataChordata
Chordata
 
Kelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaKelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnatha
 
Sistem endokrin
Sistem endokrin Sistem endokrin
Sistem endokrin
 
Perbedaan Annelida,Plathyhelminthes,Nemathelminthes
Perbedaan Annelida,Plathyhelminthes,NemathelminthesPerbedaan Annelida,Plathyhelminthes,Nemathelminthes
Perbedaan Annelida,Plathyhelminthes,Nemathelminthes
 
Kelompok 1 phylum chordata
Kelompok 1 phylum chordataKelompok 1 phylum chordata
Kelompok 1 phylum chordata
 
Evolusi Mammalia
Evolusi MammaliaEvolusi Mammalia
Evolusi Mammalia
 
Laporan Praktikum 3 Amphibia
Laporan Praktikum 3 AmphibiaLaporan Praktikum 3 Amphibia
Laporan Praktikum 3 Amphibia
 
Vertebrata
VertebrataVertebrata
Vertebrata
 
Pengamatan Chemoreseptor Pada Udang Vaname
Pengamatan Chemoreseptor Pada Udang VanamePengamatan Chemoreseptor Pada Udang Vaname
Pengamatan Chemoreseptor Pada Udang Vaname
 
PPT Embriologi Tumbuhan - Bryophyta
PPT Embriologi Tumbuhan - BryophytaPPT Embriologi Tumbuhan - Bryophyta
PPT Embriologi Tumbuhan - Bryophyta
 
Amphibia (Binatang Amphibi)
Amphibia (Binatang Amphibi)Amphibia (Binatang Amphibi)
Amphibia (Binatang Amphibi)
 
Coelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandritesCoelenterata meandrina meandrites
Coelenterata meandrina meandrites
 
Sistem endokrin pada hewan
Sistem endokrin pada hewanSistem endokrin pada hewan
Sistem endokrin pada hewan
 
Porifera leucosolenia viriabilis
Porifera leucosolenia viriabilisPorifera leucosolenia viriabilis
Porifera leucosolenia viriabilis
 

Viewers also liked

Makalah celicerata
Makalah celicerataMakalah celicerata
Makalah celicerata
R Januari
 
Paper zoologi invertebrata mimi
Paper zoologi invertebrata mimiPaper zoologi invertebrata mimi
Paper zoologi invertebrata mimi
mazni mazni
 
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Arthropoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA ArthropodaBIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Arthropoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Arthropoda
Fauzan Ardana
 
Ppt cnidaria dan porifera
Ppt cnidaria dan poriferaPpt cnidaria dan porifera
Ppt cnidaria dan porifera
R Januari
 

Viewers also liked (17)

Subfilum chelicerata
Subfilum chelicerataSubfilum chelicerata
Subfilum chelicerata
 
Makalah celicerata
Makalah celicerataMakalah celicerata
Makalah celicerata
 
Paper zoologi invertebrata mimi
Paper zoologi invertebrata mimiPaper zoologi invertebrata mimi
Paper zoologi invertebrata mimi
 
Arthropoda
ArthropodaArthropoda
Arthropoda
 
Merostomata
MerostomataMerostomata
Merostomata
 
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Arthropoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA ArthropodaBIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Arthropoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Arthropoda
 
Cyanobacteria
CyanobacteriaCyanobacteria
Cyanobacteria
 
invertebrates : chelicera
invertebrates : chelicerainvertebrates : chelicera
invertebrates : chelicera
 
Porifera
PoriferaPorifera
Porifera
 
Dasar dasar anatomi
Dasar dasar anatomiDasar dasar anatomi
Dasar dasar anatomi
 
Animalia
AnimaliaAnimalia
Animalia
 
Eubacteria
EubacteriaEubacteria
Eubacteria
 
Ppt cnidaria dan porifera
Ppt cnidaria dan poriferaPpt cnidaria dan porifera
Ppt cnidaria dan porifera
 
Arthropoda 1
Arthropoda 1Arthropoda 1
Arthropoda 1
 
coelenterata (cnidaria) shintt's
coelenterata (cnidaria) shintt'scoelenterata (cnidaria) shintt's
coelenterata (cnidaria) shintt's
 
Mollusca
MolluscaMollusca
Mollusca
 
Filum Arthropoda Biologi
Filum Arthropoda BiologiFilum Arthropoda Biologi
Filum Arthropoda Biologi
 

Similar to Celicerata

filum chordata
filum chordatafilum chordata
filum chordata
Tri Licia
 
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIAKLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
Firdika Arini
 
Kelompok 12 super kelas reptilia
Kelompok 12 super kelas reptiliaKelompok 12 super kelas reptilia
Kelompok 12 super kelas reptilia
f' yagami
 
Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]
Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]
Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]
PT. SASA
 
Cacing(vermes) biologi
Cacing(vermes)  biologiCacing(vermes)  biologi
Cacing(vermes) biologi
SMA N 90 JKT
 
Lks v er tebrata
Lks v er tebrataLks v er tebrata
Lks v er tebrata
Era Tarigan
 
Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia
Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia
Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia
Fauzan Ardana
 

Similar to Celicerata (20)

filum chordata
filum chordatafilum chordata
filum chordata
 
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIAKLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
 
Reptilia
ReptiliaReptilia
Reptilia
 
Vertebrata
VertebrataVertebrata
Vertebrata
 
worm like animal (1).pptx
worm like animal (1).pptxworm like animal (1).pptx
worm like animal (1).pptx
 
Ikan lungfis1
Ikan lungfis1Ikan lungfis1
Ikan lungfis1
 
Kelompok 12 super kelas reptilia
Kelompok 12 super kelas reptiliaKelompok 12 super kelas reptilia
Kelompok 12 super kelas reptilia
 
Klp. 3 - Arachnida..pptx
Klp. 3 - Arachnida..pptxKlp. 3 - Arachnida..pptx
Klp. 3 - Arachnida..pptx
 
makalah IPA
makalah IPAmakalah IPA
makalah IPA
 
Biologi Presentation
Biologi PresentationBiologi Presentation
Biologi Presentation
 
Annelida dan molusca
Annelida dan moluscaAnnelida dan molusca
Annelida dan molusca
 
Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]
Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]
Kuliah 4 crustacea chepalocarina-ostracoda [compatibility mode]
 
cacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdf
cacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdfcacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdf
cacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdf
 
Cacing(vermes) biologi
Cacing(vermes)  biologiCacing(vermes)  biologi
Cacing(vermes) biologi
 
Durung selelsai
Durung selelsaiDurung selelsai
Durung selelsai
 
KINGDOM ANIMALIA.pdf
KINGDOM ANIMALIA.pdfKINGDOM ANIMALIA.pdf
KINGDOM ANIMALIA.pdf
 
Lks v er tebrata
Lks v er tebrataLks v er tebrata
Lks v er tebrata
 
Makalah sisver mono & chiro
Makalah sisver mono & chiroMakalah sisver mono & chiro
Makalah sisver mono & chiro
 
PPT EKTO (REVISI) (1).pptx
PPT  EKTO (REVISI) (1).pptxPPT  EKTO (REVISI) (1).pptx
PPT EKTO (REVISI) (1).pptx
 
Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia
Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia
Biologi Animalia SMA Kelas 10 Amphibia
 

More from R Januari

Mollusca umum dan gastropoda
Mollusca umum dan gastropodaMollusca umum dan gastropoda
Mollusca umum dan gastropoda
R Januari
 
Presentation nematoda
Presentation nematodaPresentation nematoda
Presentation nematoda
R Januari
 
Makalah siap posting
Makalah siap postingMakalah siap posting
Makalah siap posting
R Januari
 
Presentasi for arthropode
Presentasi for arthropodePresentasi for arthropode
Presentasi for arthropode
R Januari
 
MAKALAH INSEKTA
MAKALAH  INSEKTAMAKALAH  INSEKTA
MAKALAH INSEKTA
R Januari
 
Makalah nematoda
Makalah nematoda Makalah nematoda
Makalah nematoda
R Januari
 

More from R Januari (7)

Mollusca umum dan gastropoda
Mollusca umum dan gastropodaMollusca umum dan gastropoda
Mollusca umum dan gastropoda
 
Presentation nematoda
Presentation nematodaPresentation nematoda
Presentation nematoda
 
Makalah siap posting
Makalah siap postingMakalah siap posting
Makalah siap posting
 
Presentasi for arthropode
Presentasi for arthropodePresentasi for arthropode
Presentasi for arthropode
 
ppt insekta
ppt insektappt insekta
ppt insekta
 
MAKALAH INSEKTA
MAKALAH  INSEKTAMAKALAH  INSEKTA
MAKALAH INSEKTA
 
Makalah nematoda
Makalah nematoda Makalah nematoda
Makalah nematoda
 

Celicerata

  • 1.
  • 2. Kheorunnisa Muhammad Kurniadi Shahnaz Alzena Shavita Siti Nurmaliani Susilawati
  • 3. CELICERATA Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa “chelicera” yang terdiri dari dua segmen.
  • 4. Klasifikasi Celicerata Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas Arachnida, Pycnogonida, dan Merostomata. Adapun beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida dan Chasmataspidida.
  • 5. Celicerata Kelas Aracnida Kelas Pycnogonida Kelas Merostomata Gambar 1 : laba- laba Gambar 2: Laba- Laba Laut Gambar 3: Kepiting Tapal Kuda
  • 6. Kelas Arachnida Biasanya arachnida adalah predator yang memakan . arthropoda lainnya. Mereka menggunakan racun neurotoksin yang melumpuhkan mangsanya. Racun dapat berasal dari chelicerae atau pedipalpus atau dari sebuah sengatan posterior arakhnida.
  • 7. Kelas arachnida Ordo Spcorpid (segala macam golongan kalajengking) Odo Araneae (bangsa laba-laba) Ordo Acarima (jenis laba-laba yang bersifat parasit)
  • 8. Ordo Spcorpid Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthopoda Subfilum : Celicerata Kelas : Aracnida Ordo : Spcorpid Family :Thelyphonisidae Genus : Thelyphonus Spesies : Thelyphonus condutus ( Kalajengking)
  • 9. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthopoda Subfilum : Celicerata Kelas : Aracnida Ordo : Spcorpid Family : Mastigoproctucideae Genus : Mastigoproctus Spesies: Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa)
  • 10. Ordo Araneae Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthopoda Kelas : Aracnida Ordo : Araneae Family : Aranedae Genus : Araneus Spesies : Araneus diadematus ( Laba- laba penenun )
  • 11. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthopoda Kelas : Aracnida Ordo : Araneae Family : Aranedae Genus : Latrodectus Spesies : Latrodectus mactans (Laba-laba berbisa black widow)
  • 12. Silk Sutra adalah protein, serat, yang mengandung proporsi yang sangat tinggi dari asam amino glisin dan alanin. Sepuluh kali lebih kuat dari kolagen, sekuat nilon tapi lebih elastis. diproduksi oleh gland, yang terbentuk dengan cepat dan berbentuk pemintal diluar.
  • 13.
  • 14. Laba-laba menggunakan sutera untuk transfer sperma, namun yang paling khas digunakan untuk menangkap makanan
  • 15. Jaring Laba-laba Laba-laba yang berbeda membuat jaring berbentuk berbeda, belum tentu dua dimensi: saluran, segitiga, kubah, lembar, ditempatkan secara horizontalatau vertikal.
  • 16. Pola Jaring Pada Laba- Laba Struktur jaring laba-laba ekstra ini memiliki nama ilmiah stabilimentum atau stabilimenta saat peneliti menduga bahwa pola ini bertujuan untuk membuat jaring laba-laba stabil.
  • 17. Thermoregulation, teori ini menyebutkan bahwa pola ekstra ini membantu laba-laba menjaga suhu tubuhnya Pola ekstra jaring laba-laba ini diyakini optimal untuk bertahan mampu memantulkan sinar ultraviolet hidup dalam cuaca sehingga meanrik lebih banyak lagi mangsa apapun. untuk mendekati jaring.
  • 18.
  • 19.
  • 20. Ordo Acarina Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthopoda Subfilum : Celicerata Kelas : Arachnida Ordo : Acariformes Family : Pyroglyphidae Genus :Dermatophagoides Spesies :Dermatophagoides farinae
  • 21. Anatomi pada Kelas Arachnida Arachnida mempunyai tubuh yang terbagi atas (cephalothoraks) dan perut (abdomen). Pada cephalotoraks terdapat sepasang chelicera (alat gerak pertama), sepasang pedipalpus (alat gerak ke dua) yang berbentuk capit, dan 4 pasang kaki. Kepala kecil, terdapat beberapa mata tunggal (oceli). Mempunyai kaki empat pasang yang terdapat pada sefalotorak.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25. SITEM REPRODUKSI Arachnida memiliki satu atau dua buah gonad. Gonad terletak dibagian perut (abdomen). Alat kelamin arachnida terletak di bawah segmen perut (abdomen) kedua. Pada saat reproduksi arachnida jantang mentrasfer sperma kepada betina melalui spermatophore.
  • 26. SISTEM RESPIRASI Laba-laba (Arachnida) dan kalajengking (Scorpionida) bernapas dengan paru-paru buku. Udara dari luar, masuk melalui spirakel secara difusi. Selanjutnya, udara masuk di antara sel-sel lamela dan berdifusi dengan pembuluh darah di sekitar lamela.
  • 27. ORGAN EKRESI Kelenjar coxal melayani regulasi osmotik. Studi mengungkapkan tanda centang ultrafiltrasi ke sebuah kantung, tersedot oleh otot eksternal. ekskresi Nitrogen tidak terjadi dalam kelenjar coxal tetapi dalam 'Malphigi tubulus„ atau di dinding midgut. Titik akhir nitrogen adalah guanin, sebuah purin yang lebih larut dibandingkan asam urat.
  • 28. ORGAN PERASA Dalam arakhnida, organ-organ indera terdiri dari tiga jenis:  Rambut di kutikula, yang dimodifikasi untuk mendeteksi rangsangan mekanik atau kimia. mata, biasanya sederhana daripada senyawa dan sering tersebar di tubuh, dan memotong organ sensorik, Terakhir ini digunakan sebagian besar sebagai proprioceptors, yaitu untuk menginformasikan hewan tentang tingkat kontraksi otot sendiri.
  • 29. Sstem Pencernaan Pencernaan sering terjadi di luar tubuh, dengan ujung posterior kerongkongan dimodifikasi sebagai 'perut memompa' untuk menghisap masuk makanan yang dicerna.
  • 30. Peredaran Darah Jantung memompa darah ke depan dengan serangkaian arteri dorsal ke haemocoel dari prosoma tersebut, di mana peningkatan tekanan darah menjorok ke kaki berjalan: yang tekanan darahnya dapat dua kali lipat ketika melompat melompat laba-laba.
  • 31.
  • 32. Siklus Hidup Pada kelas Aracnida Kalajengking memiliki periode kehamilan yang lama (dari 2-18 bulan). Setiap betina melahirkan 25-35 anak yang memanjat ke punggung induknya. Mereka tetap berada di punggung induk selama satu atau dua minggu setelah kelahirannya. Setelah mereka turun dari punggung, mereka akan mandiri dan membutuhkan 2-6 tahun untuk mencapai kematangan. Rata-rata kalajengking hidup tiga hingga lima tahun, tapi sejumlah spesies dapat hidup hingga 10-15 tahun.
  • 33. Labah-labah betina menghasilkan kantung telur, Kantung telur umumnya terdiri atas kumpulan benang sutera yang membungkus telur. Beberapa spesies meninggalkan kantung ini di dekat habitatnya atau di dalam galian. Telur menetas di dalam kantung, dan labah labah muda berganti kulit sekali sebulum muncul. Labah-labah muda ini disebut spiderling atau nimfa, dan sudah mencari makanan sendiri. Nimfa ini adalah bentuk miniatur labah- labah dewasa, ang mempunyai spineret dan kelenjar racun yang sudah berfungsi.
  • 34. Daur hidup pada kebanyakan labah-labah pemintal benang adalah kurang dari 12 bulan, tetapi pada labah-labah penggali tanah berekembang lebih lama dan tampaknya mempunyai daur hidup yang lebih lama (beberapa tahun).
  • 35. Siklus hidup pada tungau atau caplak telur-larva-nimpha-tungau/caplak dewasa Larva caplak, setelah makan darah induk semang, akan tumbuh menjadi nimpha yang memiliki 4 pasang kaki. Nimpha makan darah dan akan tumbuh menjadi caplak dewasa. Caplak dewasa betina akan bertelur kemudian ia mati. Caplak memerlukan + 1 tahun untuk menyelesaikan satu siklus hidup di daerah tropis dan lebih dari satu tahun di daerah lebih dingin.
  • 36. Caplak dapat bertahan hidup selama berbulan- bulan tanpa makan jika belum mendapatkan induk semangnya. Caplak dapat hidup pada 1-3 induk semang berbeda selama fase pertumbuhannya.
  • 37. Proses Metamorfosa Kutu telur-nimpha-individu dewasa Seluruh siklus hidup terjadi di tubuh induk semang. Telur kutu akan menempel pada rambut induk semang dengan bantuan zat perekat yang dihasilkannya. Sedangkan siklus hidup yang dijalani pinjal merupakan metamorfosa sempurna yaitu telur-larva-pupa-dewasa. Larva yang baru menetas tidak memiliki kaki. Fase pupa adalah fase yang tidak memerlukan makanan .
  • 38.
  • 39.
  • 40. Kelas Pycnogonida Pycnogonida merupakan hewan avertebrata akuatik dari filum Arthropoda dan subfilum Chelicerata. Pycnogonida dikenal sebagai laba-laba laut (Sea Spider). Pycnogonida dapat di temukan di wilayah perairan Australia, Selandia Baru, Laut Mediterania dan Laut Karibia. Pycnogonids disebut laba-laba laut karena mereka biasanya memiliki empat pasang kaki yang sangat panjang, masing-masing ditahan pada segmen pendukung yang besar .
  • 41. Ciri-ciri  warna tubuh gelap dan kusam, tubuh panjang dan langsing,  berukuran 1-90 cm,  tubuhnya bersegmen, hidup di perairan dengan kedalaman 7000 m, Memiiki empat pasang kaki.
  • 42. Kelas Pycnogonida Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthpoda Subfilum : Ceriterata Kelas : Pynogonida Ordo : Pantopoda Family : Genus : Spesies :
  • 43. Anatomi pada Kelas Pycnogonida
  • 44. Reproduksi Seksual, dengan fertilisasi eksternal yaitu dengan pembuahan di luar tubuh. Pycnogonida jantan akan mengeluarkan sperma ke perairan kemudian betina akan membuka oviger dan mengeluarkan telur.
  • 45. Peredaran Darah System peredaran darah terbuka, dimana darah dipompa ke haemocoel dengan hati yang terletak didekat punggung hati.
  • 46. Pencernaan Makanan Pencernaannya bersifat intraselular. Makanan dimasukan kedalam mulut dengan chelicerae kemudian diserap oleh dinding sel dan diproses secara kimiawi oleh enzim-enzim.
  • 47. Ekskresi Semua Chelierata akan mngeluarkan Limbah makanan melalui anus, pada Pycnogonida anus terletak di bagian punggung.
  • 48. Sistem Pertahanan Diri Pycnogonida dan Arachnida memiliki alat pertahanan diri berupa racun yang terdapat dirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa. Tidak ada pertahanan diri dari mimi, karena tidak ada predator yang memangsanya, kecuali manusia yang menangkapnya sebagai pakan ikan. Pycnogonida dan Arachnida memiliki alat pertahanan diri berupa chelicerae.
  • 49. Siklus Hidup Setelah kawin, jantan akan merawat telur – larva- juvenil - kemudian mengalami pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi dewasa.
  • 50. Mereka adalah karnivora. Makanan yang diketahui mencakup hewan- hewan bertubuh lunak dengan mobilitas rendah semisal spons, cacing laut, bryozoa (hewan laut berbentuk bunga), dan cnidaria (hewan semisal anemon). Namun sejumlah spesies juga diketahui merupakan herbivora karena hidup dengan memakan tumbuhan laut
  • 51. Kelas Merostomata Merostomata; terdiri dari 2 bangsa yaitu Xiphosura (mimi) dan Eurypterida. Pada masa kini tinggal 4 jenis dari 3 keluarga yang masih hidup, yaitu Limulus polyphemus, Tachypleus tridentatus, Tachypleus gigas (mimi bulan) dan Carcinoscorpius rotundicauda (mimi ranti). Ordo Eurypterida sudah punah.
  • 52. Ordo Xiphosura Xiphosura sering dikenal dengan sebutan Mimi (jantan) dan Mituno (betina) di jawa. Bentuk dari hewan ini mirip dengan tapal kuda sehingga Xiphosura dikenal Horse Shoe Crab atau kepiting tapal kuda ( Limulus), meskipun hewan ini disebut keiting tetapi hewan ini bukanlah kepiting yang sesungguhnya.
  • 53. Ciri-ciri xiphosura • hidup di perairan laut dangkal, • dapat mencapai panjang 60cm, • berwarna coklat tua atau hijau kecoklatan, • bentuk tubuh cembung, • karapas berbentuk sepatu kuda yang menutup prosoma, • pada bagian dorsal terdapat sepasang mata majemuk dan sepasang mata sederhana.
  • 54. Ordo Xiphosura Klasifikasi Ilmiah Kerajaan : Animalia Filum : Arthopoda Subfillum : Chelicera Kelas : Merostomata Ordo : Xiposura Famili : Limulidae Genus : Limulus Spesies : Limulus Polyphemus ( Kepiting tapal Kuda ) Gambar 1 : Limulus Polyphemus
  • 55.
  • 56. Kelas Xiphosura Ditinjau dari segi anatominya tubuh terbagi atas 3 bagian utama yang masing- masingnya dipisahkan oleh sambungan tipis atau segmen ialah kepala (prosoma), perut (opithososma), dan ekor (telson).
  • 57.
  • 58. Makanan Moluska, cacing atau hewan lainnya yang diambil oleh chelate pelengkap dan diadakan melawan alur ventral dalam tubuh. Makanan dikunyah bukan dengan rahang keras tetapi oleh 'gnathobases' dari posterior kaki yang berjalan dan melewati depan untuk mulut, lalu tertelan dan kemudian hancur dalam sebuah empedal.
  • 59. Respirasi 'buku insang„. Darah berisi pigmen pernapasan haemocyanin, yang memiliki afinitas oksigen rendah, dapat berfungsi pada lingkungan tekanan oksigen rendah. Darah memasuki jantung melalui delapan pasang ostia dengan katup. Sirkulasi lanjut adalah kompleks, dengan arteri yang membuka ke haemocoel tersebut.
  • 60. peredaran darah terdiri dari jantung dan arteri yang membawa darah ke seluruh tubuh dan kemudian menjadi dua vena yang melewati insang dimana CO 2 dan O 2 dipertukarkan sebelum kembali ke jantung.
  • 61. Sistem saraf Sistem saraf terdiri dari otak sirkum-oesophagal dengan tali saraf vetral yang menimbulkan lima set ganglia dari mana saraf menyebar ke tubuh. Ada juga sepasang tali saraf longitudinal, inilah yang mengendalikan jantung.
  • 62. Ekskresi limbah nitrogen dikeluarkan dengan difusi amonia melalui insang dan sebagian melalui kelenjar mesodermal di dasar sepasang pelengkap (di sini 'Coxal kelenjar' di samping kaki belakang).
  • 63. Reproduksi Jenis kelamin terpisah. Jantan dan betina berkumpul di perairan dangkal pada saat pasang saat bulan penuh. Fertilisasinya eksternal: jantan menempelkan diri betina dan menuangkan sperma pada ribuan telur saat ia meletakkan mereka. Seluruh spesies mimi mempunyai sepasang lubang pengeluaran telur.
  • 64. Mata Majemuk Limulus 'mata majemuk digunakan untuk mendeteksi gerakan kepiting tapal kuda lainnya di seluruh bidang, mereka ternyata hanya digunakan untuk mencapai berkumpulnya kawin laki-laki dan perempuan di perairan dangkal pada saat pasang. Dengan demikian, struktur dan kinerja mata ini relatif sederhana.
  • 65. Siklus Hidup Telur- telur menetas setelah 2-5 minggu. Saat pasang naik tiba, larva akan memasuki fase planktonik dimana larva yang terseret oleh arus pasang selanjutnya hidup melayang- lanyang di laut dan mengandalkan cadangan kuning telur sebagai makanannya. Sekitar seminggu kemudian, larva jatuh kedasar laut dan memasuki fase selanjutnya yaitu fase pertumbuhan ( fase juvenil)
  • 66.
  • 67. Peranan Celicerata Mimi merupakan bahan baku dalam industri farmasi, karena ekstrak plasma darahnya (haemocyte lysate) banyak digunakan dalam studi biomedis, farmasi, dan ilmu lingkungan. Plasma darah mimi telah diproduksi secara masal di Amerika dari genus Limulus di Jepang dan Cina dari genus Tachyplus. Ekstrak plasma darah Limulus Amoebocyte Lysate dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit meningitis.
  • 68. Peranan buruk Ada beberapa kerugian dari chelicerata antara lain, dapat menularkan virus west nile (WNV), virus ini ditularkan oleh arachnida, kemudian sebagai parasit pada coelenterate. Tungau merupakan hama bagi berbagai jenis tumbuhan dan juga hewan ternak.
  • 70. Kesimpulan Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunyai alat mulut berupa “chelicera” yang terdiri dari dua segmen. Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas Arachnida, Pycnogonida, dan Mirotosmata. Adapun beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida dan Chasmataspidida.