Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
No. Absen : 11
Tugas : BIOLOGI
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
(GANGGANG/ALGA)
CIRI-CIRI
GANGGANG/ALGA
CARA HIDUP DAN
HABITAT
GANGGANG/ALGA
REPRODUKSI
GANGGANG/A...
• Besifat fotoautotrof
• Memiliki klorofil
• Pigmen fotosintetik lain
• Memiliki pirenoid
• menyimpan cadangan
makanan
• U...
• Semua ganggang fotoautotrof dapat melakukan fotosintesis.
Fotosintesis dilakukan oleh sel-sel yang mengandung
klorofil d...
berdasarkan tempat hidup di perairan, ganggang dapat
dibedakan ke dalam beberapa kelompok berikut :
1. Ganggan subaeral, h...
c. Pembentukan spora vegetatif
Pembentukan spora vegetatif terjadi di dalam sel induk
yang menghasilkan zoospora. Pembentu...
b. Singami (isogami)
singami(isogami) adalah pelebruan antara dua sel
gamet yang sama bentuk dan ukurannya, tetapi berbeda...
1. Euglenoid (Euglenophyta)
2. Chrysophyta (ganggang keemasan atau ganggang
pirang)
3. Pyrrophyta (dinoflagellata atau gan...
Euglenoid adalah ganggang uniseluler, memiliki bintik merah
(stigma), tidak memiliki dinding sel, memiliki flagela, dan
da...
Chrysophyta adalah ganggang yang memiliki pigmen dominan
derivat karoten berupa xantofil (kuning), dang pigmen lainnya
yai...
• A. Xanthophiceae
• Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena
memiliki pigmen klorofil dan xantofil. Tubuhnya multis...
C. Bacillariophyceae ( diatomae atau diatom)
Bacillariophyceae adalah ganggang uniseluler, berwarna kuning
kecoklatan, dan...
Pyrrophyta adalah alga uniseluler yang menyebabkan air laut
tampak bercahaya (berpendar) di malam hari karena sel-
selnya ...
Chlorophyta adalah ganggang yang berwarna hijau karena
memiliki pigmen dominan klorofil a dan klorofil b, serta
pigmen tam...
Phaeophyta adalah jenis ganggang yang di hidup di laut,
berwarna cokelat karena mengandung pigen dominan
fukosantin (cokel...
• Rhodophyta adalah ganggang yang berwarna merah karena
mengandung pigmen dominan fikobilin yang terdiri atas fikoeritin
(...
NO
.
GOLONGAN NAMA PROTISTA PERANAN
1. Chrysophyta
(ganggang
keemasan)
Alga diatom (Navicula
monilifera, Pinnularia sp.,
M...
Golongan Nama Protista Peranan
Pyrrophyta (alga api) Pfiesteria Menghasilkan racun sarah yang
mnyebabka kerusakan otak ora...
Ppt protista
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ppt protista

899 views

Published on

protista

Published in: Science
  • Be the first to comment

Ppt protista

  1. 1. No. Absen : 11 Tugas : BIOLOGI
  2. 2. PROTISTA MIRIP TUMBUHAN (GANGGANG/ALGA) CIRI-CIRI GANGGANG/ALGA CARA HIDUP DAN HABITAT GANGGANG/ALGA REPRODUKSI GANGGANG/ALGA KLASIFIKASI GANGGANG/ALGA PERANAN POSITIF DAN NEGATIF GANGGANG/ALGA
  3. 3. • Besifat fotoautotrof • Memiliki klorofil • Pigmen fotosintetik lain • Memiliki pirenoid • menyimpan cadangan makanan • Uniseluler/multiseluler • Berdinding sel/tidak • Soliter/ berkoloni • Bergerak/tidak • Reproduksi aseksual (membelah diri, fragmentasi, spora vegetatif) • Reproduksi seksual (konjugasi, singami, anisogami) • Metagenesis/tidak • Hidup bebas/bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen
  4. 4. • Semua ganggang fotoautotrof dapat melakukan fotosintesis. Fotosintesis dilakukan oleh sel-sel yang mengandung klorofil dan pigmen fotosintetk lainnya. Ganggang hidup di habitat yang lembab. Basah, atau perairan. Baik air tawar maupun air laut yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Di dalam oerairan, ganggang merupakan penyusun fitoplankton yang berperan sebagai penyeia bahan makanan dan oksigen bagi organisme perairan lainnya. Ganggang yang hidup melayang-layang di dalam air disebut neuston. Ganggang yang hidup melekat di dasar perairan atau melekat pada organisme lainna disebut bentik. Bentik dapat dibedakan menjadi epilitik(melekat di batu), epipelik (melekat paada lumpur atau pasir), epifitik (melekat pada tanaman), dan epizoik (melekat pada hewan).
  5. 5. berdasarkan tempat hidup di perairan, ganggang dapat dibedakan ke dalam beberapa kelompok berikut : 1. Ganggan subaeral, hidup di permukaan air 2. Ganggang intertidal, secara periodik muncul ke permukaan air karena terbawa oleh pasang surut air 3. Ganggang sublitoral, berada di bawah permukaan air 4. Ganggang edafik, hidup di lumpur atau pasir di dalam perairan Ganggang ada yang hidup soliter (Euglena hidup soliter di air tawar), berkoloni ( Volvox berbentuk bola berlubang yang terdiri atas ratusan hingga ribuan sel biflagelata), atau simbiosis dengan organisme lain (Macrocystis membentuk hutan kelp di laut)
  6. 6. c. Pembentukan spora vegetatif Pembentukan spora vegetatif terjadi di dalam sel induk yang menghasilkan zoospora. Pembentukan spora vegetatif ini dapat terjadi bila kondisi lingkungan mendukung dan jumlah makanan mencukupi. Hal ini dapat terjadi pada ganggang uniseluler maupun multiseluler, misalnya Chlamydomonas, Hydrodyction, Vaucheria, dan Ulothrix. 2. Reproduksi seksual pada ganggang/alga a. Konjugasi konjugasi adalah proses saling berlekatnya dua individu yang berbeda jenis, diikuti dengan terjadinya plasmogami (peleburan plasma sel) dan kariogami (peleburan inti sel). Contoh ganggang yang dapat berkonjugasi adalah Spirogyra yang berbentuk filamen tak bercabang.
  7. 7. b. Singami (isogami) singami(isogami) adalah pelebruan antara dua sel gamet yang sama bentuk dan ukurannya, tetapi berbeda jenisnya ((+) (-)), diikuti terjadinya pelebruan inti. Singami menghasilkan zigot yang diploid (2n). Contoh ganggang yang dapat melakukan singami adalah ganggang Ulva c. Anisogami Anisogami adalah peleburan antara sel gamet berbeda ukuran dan bentuknya. Anisogami dapat berupa oogami, yaitu masuknya sel gamet jantan berflagela (sperma) ke sel gamet betina (ovum) kemudian terjadi peleburan inti. Hasil fertilisasi adalah zigot. Contoh ganggang yang dapat melskukan oogami adalah Laminaria.
  8. 8. 1. Euglenoid (Euglenophyta) 2. Chrysophyta (ganggang keemasan atau ganggang pirang) 3. Pyrrophyta (dinoflagellata atau ganggang api) 4. Chlorophyta (ganggang hijau) 5. Phaeophyta (ganggang coklat) 6. Rhodophyta (ganggang merah)
  9. 9. Euglenoid adalah ganggang uniseluler, memiliki bintik merah (stigma), tidak memiliki dinding sel, memiliki flagela, dan dapat nergerak aktif (motil) seperti hewan, tetapi memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis seperti tumbuhan. Hasi fotosintesis disimpan sebagai cadangan makanan berupa polisakarida paramilon. Euglenoid hidup sebagai organisme fotoautotrof melalui fotosintesis, Euglenoid juga dapat hidup sebagai organisme heterotrof dengan memakan sisa-sisa bahan organik. Euglenoid meiliki habitat di air tawar, misalnya air kolam, sawah, danau, dan banyak ditemukan di parit-parit perternakan yang banyak mengandunng kotoran hewan. Euglenoid bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner membujur. Pembelahan sel hanya terjadi dalam keadaan tertentu.
  10. 10. Chrysophyta adalah ganggang yang memiliki pigmen dominan derivat karoten berupa xantofil (kuning), dang pigmen lainnya yaitu klorofil a, klorofil b, klorofil c, dan fukosantin (cokelat). Chrysophyta ada yang uniseluler soliter, uniseluler berkoloni, dan ada juga yang multiseluler. Chrysophyta memiliki flagella ada pula yang tidak memiliki flagella. Chrysophyta memiliki dinding sel yang mengandung hemiselulosa, pektin, atau silika. Chrysophyta menyimpan makanannya dalam bentuk karbohidrat atau lemak. Habitatnya di air tawar dan air laut. Chrysophyta hidup sebagai organisme fotoautotrof, namun beberapa spesies ada yang mampu menyerap senyawa oorganik terlarut (miksotrofik) atau menelan partikel makanan dan bakteri dengan menjulurkan pseudopodianya. Chrysophyta dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae, dan Bacillariophyceae.
  11. 11. • A. Xanthophiceae • Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena memiliki pigmen klorofil dan xantofil. Tubuhnya multiseluler, berbentuk filamen bercabang, dan senositik (sel memiliki banyak inti). Xanthophyceae bereproduksi secara vegetatif terjadi dengan membentuk zoospora yang selanjutnya tumbuh menjadi filamen baru. Secara generatif dengan membentuk anteridium yang menghasilkan spermatozoid dan oogonium yang menghasilakn ovum. Bila terjadi fertilisasi, akan dihasilakn zigospora yang selanjutkan tumbuh menjadi filamen baru. Contohnya Vaucheria. • B. Chrysophyceae • Chrysophyceae tampak berwarna coklat keemasan karena mengandung pigmen klorofil dan karoten. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minyak. Tubuhnya terdiri atas satu sel dan hidup secara soliter atau berkoloni. Sel tubuhnya berbentuk
  12. 12. C. Bacillariophyceae ( diatomae atau diatom) Bacillariophyceae adalah ganggang uniseluler, berwarna kuning kecoklatan, dan memiliki dinding sel yang unik seperti gelas dari campuran bahan organik dan silika. Dinding sel diatom terdiri atas dua bagian yang saling tumpang tindih seperti kotak (hipoteka) dengan tutupnya (epiteka). Pada hipoteka dan epiteka terdapat pori-pori sebagai tempat pertukaran zat dan gas antara sel dengan lingkungannya. Bentuk dinding sel (cangkang) dan pori-porinya digunakan sebagai dasar klasifikasi diatom. Diatom menyimpan cadangan makanan dalam bentuk polimer glukosa laminarin dan minyak. Diatom dapat hidup soliter maupun berkoloni. Habitat diatom di air laut dan ada pula di air tawar , misal di sawah dan parit. Diatom bereproduksi secara generatif yang diawali dengan pembentukan ovum dan spermatozoid yang bersifat ameboid. Juga dengan cara konjugasi dengan membentuk penonjolan protoplasma sehingga terbentuk auskuspora. Bereproduksi secara vegetatif yaitu dengan pembelahan mitosis, diamana setiap pembelahan sel diatom akan menghasilkan satu anakbyang berukuran sama dengan sel induknya, sedangkan satu
  13. 13. Pyrrophyta adalah alga uniseluler yang menyebabkan air laut tampak bercahaya (berpendar) di malam hari karena sel- selnya mengandung fosfor. Pyrrophyta memiliki flagela. Kecepatan pertumbuhan populasi ganggang api di pengaruhi oleh suhu, kadar garam, dan nutrisi, serta kedalaman air laut. Tubuh Pyrrophyta terdiri atas satu sel, memiliki dinding sel berupa lempengan sselulosa yang berbentuk pligonal dengan alur membujur dan melintang, memiliki klorofil a, klorofil b, klorofil c, fikobilin, dinoxantin, dan xantofil, serta dua flagela yang terletak di bagian samping atau ujung sel sehingga dapat bergerak aktif. Pyrrophyta bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Pyrrophyta hidup secara fotoautotrof di laut, dan di kenal sebagai plankton. Namun, beberapa jenis hidup sebagai parasit pada tahaap tertentu dala siklus hidupnya.
  14. 14. Chlorophyta adalah ganggang yang berwarna hijau karena memiliki pigmen dominan klorofil a dan klorofil b, serta pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan) dan xantofil (kuning). Chlorophyta memiliki dinding sel dari selulosa. Cadangan makanannya disimpan dalam bentuk amilum, protein, dan minyak. Chlorophyta ada yang uniseluler soliter atau berkoloni dan multiseluler. Chlorophyta ada yang memiliki flagela dapat ebrgerak aktif (motil). Chlorophyta multiseluler berbentuk benang, lembaran, atau seperti tumbuhan tinggi. Chlorophyta bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri, menghasilkan zoospora, dan fragmentasi dan secara seksual yaitu dengan konjugasi dan peleburan gamet jantan dengan gamet betina. Chlorophyta hidup secara fotoautotrof di air tawar, beberapa jenis lainnya hidup di laut sebagai fitoplankton.
  15. 15. Phaeophyta adalah jenis ganggang yang di hidup di laut, berwarna cokelat karena mengandung pigen dominan fukosantin (cokelat) yang menutup pigmen lainnya, yaitu klorofil a, klorofil c, dan xantofil. Phaeophyta menyimpan cadangan makanannya berupa minyak laminarin. Dinding selnya mengandung pektin dan asam alginat. Phaeophyta merupakan ganggang multiseluler yang berbentuk benang atau talus ( menyerupai tumbuhan tingkat tinggi). Mereka melekat di batuan dengan bantuan holdfast, atau mengapung karena memiliki alat pelampung yang terdapat di dekat blade. Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi dan secara seksual dengan isogami atau anisogami. Phaeophyta mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara generasi sporofit dengan generasi gametofit.
  16. 16. • Rhodophyta adalah ganggang yang berwarna merah karena mengandung pigmen dominan fikobilin yang terdiri atas fikoeritin (merah) dan fikosianin (biru), serta pigmen lain yaitu klorofil a, klorofil d, dan karoten. Rhodophyta yang hidup di laut dalam berwarna merah kehitaman. Rhodophyta yang hiduo di laut dengan kedalaman sedang berwarna merah cerah. Rhodophyta yang hidup di laut dangkal berwarna merah kehujauan karena fikoeritin yang mnutuoi klorofil berjumlah lebih sedikit. Ganggang merah hidup subur di perairan dangkal bersuhu hangta di laut tropis. Tubuh Rhodopyta pad umumnya multiseluler, berbnetuk benang atau lembaran. Dinding selnya mengandung selulosa. Ada pula yang dinding selnya mengandung zat kapur (kalsium karbonat), misalnya Corralina. Rhodophyta menyimpan cadangan makanan dalam bentuk tepung florid (bahan agar- agar). Reproduksi secara aseksual degan gragmentasi dan pembentukan aplonospora (spora diam) yang tidak berflagela. Reproduksi secara seksual dengan pembuahan sel telur oleh spermatium di dalam karpogonium, rhodophyta mengalami pergilirn keturunan antara genenrasi gametofit dengan generasi sporofit.
  17. 17. NO . GOLONGAN NAMA PROTISTA PERANAN 1. Chrysophyta (ganggang keemasan) Alga diatom (Navicula monilifera, Pinnularia sp., Melosira, dan Cyclotella meneghinianan) Fosil tanah diatomeseus untuk bahan pasta gigi, bahan penggosok, medium penyaring, campuran semen, isolasi, dan penyerap nitrogliserin pada bahan peledak 2. Chlorophyta (alga hijau) Chlorella sp. Sebagai PST diproduksi menjadi makanan suplemen dan kosmetik Scenedesmus Sebagai PST untuk makanan tambahan Ulva sp. Dimanfaatkan sebagai sayuran Caulerpa racemosa Dimanfaatkan sebagain sayuran dan lalapan 3. Phaeophyta (alga cokelat) Macrocystis, Laminaria, Fucus Penghasil bahan alginat untuk bahan pengental makanan, kosmetik, produk industri Macrocystis Pembentuk hutan kelp Laminaria digitalis Penghasil iodin 4. Rhodophyta (alga Gelidium robustum, Bahan agar-agar, jeli, es krim,
  18. 18. Golongan Nama Protista Peranan Pyrrophyta (alga api) Pfiesteria Menghasilkan racun sarah yang mnyebabka kerusakan otak orang yang mengonsumsi hewan laut ang terakumulasi racun Gymnodinium breve Menghasilkan brevetoksin yang menyenbabkan keracunan dengan gejala pusing, mual, muntah, dan ataksia Lingulodium polyedrum, Gonyaulax Menyebabkan munta diare hingga hilangnya koordinasi tubuh jika dikonsumsi manusia

×