Algae ( ganggang )

25,604 views

Published on

Published in: Technology
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
25,604
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
376
Actions
Shares
0
Downloads
621
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Algae ( ganggang )

  1. 1. Assalam mu’alaikum Wr. Wb.
  2. 2. ALGAE ( GANGGANG ) OLEH : KELOMPOK II
  3. 3. <ul><li>Ditemukan sekitar 500 juta hingga 600 juta tahun yang lalu. </li></ul><ul><li>Termasuk filum protista menyerupai tumbuhan. </li></ul><ul><li>Dijumpai di berbagai tempat, misalnya di tempat yang lembab, air tawar, air laut, pada batu karang di pantai dan pada pohon. </li></ul><ul><li>Terdapat 20.000 spesies yang telah teridentifikasi dan masih banyak lagi spesies lainnya. </li></ul>
  4. 6. <ul><li>A. Ciri – ciri : </li></ul><ul><li>Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. </li></ul><ul><li>Memiliki plastida ,yaitu organel sel yang mengandung zat warna (pigmen). </li></ul><ul><li>Dinding selnya menghasilkan lendir , sehingga lingkungan jadi licin . </li></ul><ul><li>Bersifat Autrotof </li></ul><ul><li>Berbentuk Uniseluler (contoh Chlorococcus sp), koloni (Volvox sp), benang /filamen (Spyrogyra sp), serta bercabang atau pipih (Ulva sp, Sargasum sp, dan Euchema sp). </li></ul>
  5. 8. B. Reproduksi Ganggang <ul><ul><li>Vegetatif (aseksual) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelahan Biner : pembelahan ganggang menjadi dua bagian yang sama. </li></ul></ul><ul><li> ex : pada ganggang uniseluler </li></ul><ul><ul><li>Fragmentasi : pemutusan bagian tubuh menjadi beberapa bagian. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>ex : ganggang berbenuk koloni, benang, atau lembaran ( filamen) </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Zoospora atau spora kembara : reproduksi vegetatif yang bermula dari pembelahan ptotoplasma secara membujur menjadi beberapa bagian. Tiap protoplasma terbungkus oleh dinding sel baru yang dilengkapi dengan bulu cambuk ( flagel ). </li></ul></ul>
  6. 10. <ul><ul><li>Generatif ( Seksual ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Konjugasi : bentuk reproduksi generatif ditandai dengan adanya penonjolan dua sitoplasma pada dua benang ganggang yang berdekatan. Kedua ujung sitoplasma tersebut saling bertemu dan melebur membentuk saluran konjugasi. </li></ul></ul><ul><ul><li> Oogami : terjadi melalui proses peleburan gamet jantan dan gamet betina. </li></ul></ul><ul><li>Gamet jantan berukuran kecil dan dapat bergerak, sedangkan gamet betina berukuran besar dan tidak dapat bergerak. </li></ul>
  7. 12. C. Klasifikasi Ganggang <ul><li>Filum Pyrrhophyta ( ganggang api ) </li></ul><ul><li>Filum Euglenophyta </li></ul><ul><li>Filum Phaeophyta ( ganggang cokelat ) </li></ul><ul><li>Filum Chrysophyta ( ganggang keemasan ) </li></ul><ul><li>Filum Rhodophyta ( ganggang merah ) </li></ul><ul><li>Filum Chlorophyta ( ganggang hijau ) </li></ul>
  8. 14. a. Filum Pyrrhophyta ( ganggang api ) <ul><li>Hidup di laut,di antaranya ada di air tawar </li></ul><ul><li>Memilki dua flagel ( Dinoflagellata ) </li></ul><ul><li>Membentuk koloni </li></ul><ul><li>Mengandung klorofil a dan c </li></ul><ul><li>Memilki pigmen kuning kehijauan hingga coklat </li></ul><ul><li>Bersimbiosis dengan hewan laut, mis:koral </li></ul><ul><li>Mengeluarkan toksin yang terakumulasi di dalam tubuh hewan penyaring makanan mis: tiram dan kerang. </li></ul><ul><li>Menyediakan makanan bagi hewan koral </li></ul><ul><li>Menyebabkan laut bercahaya pada malam hari </li></ul>
  9. 15. b. Filum Euglenophyta <ul><li>Ganggang uniseluler yang hidup sebagai fitoplankton. </li></ul><ul><li>Hidup di laut dan air tawar. </li></ul><ul><li>Klorofil a dan b serta alat </li></ul><ul><li>gerak berupa flagel </li></ul><ul><li>( 1 hingga 3 flagel ) </li></ul><ul><li>Contoh : Euglena </li></ul>
  10. 16. C. Filum Phaeophyta (ganggang cokelat) <ul><li>Hidup di laut, terutama beriklim dingin </li></ul><ul><li>Didaerah pantai, melekat pada karang. </li></ul><ul><li>Bentuk tubuh menyerupai tumbuhan tingkat tinggi </li></ul><ul><li>Klorofil a dan c serta pigmen karotin </li></ul><ul><li>Warna cokelat disebabkan oleh pengaruh dominasi pigmen cokelat ( fukosantin ) </li></ul><ul><li>Reproduksi vegetatif, membentuk zoospora atau fragmentasi </li></ul>
  11. 20. d. Filum Chrysophyta (ganggang keemasan) <ul><li>Hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut. </li></ul><ul><li>Bersel satu dan ada yang bersel banyak. </li></ul><ul><li>Warna keemasan disebabkan oleh pigmen karotin dan xantofil. </li></ul><ul><li>Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu: 1. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae) </li></ul><ul><li>2. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae) 3. Kelas Diatom (Bacillariophyceae) </li></ul>
  12. 21. <ul><li>Memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) </li></ul><ul><li>Reproduksi secara seksual yaitu dengan oogami. </li></ul><ul><li>Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. </li></ul><ul><li>Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic. </li></ul><ul><li>Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae) </li></ul>
  13. 22. <ul><li>Memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. </li></ul><ul><li>Tubuh ada yang bersel satu,contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura. </li></ul>2. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
  14. 23. <ul><li>Banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. </li></ul><ul><li>Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. </li></ul><ul><li>Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). </li></ul><ul><li>Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri. Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella . </li></ul>3. Kelas Diatom (Bacillariophyceae)
  15. 25. e. Filum Rhodophyta ( ganggang merah ) <ul><li>Sel mempunyai dinding yang terdiri dari selulose dan agar atau karagen. </li></ul><ul><li>Khlorofil: terdiri dari khlorofil a dan d. Fikobilin: fikoeritrin dan fikosianin yang sering disebut pigmen aksesoris. </li></ul><ul><li>Cadangan makanan berupa tepung flaridea dan terdapat diluar khloroplas. </li></ul><ul><li>Memiliki talus. </li></ul><ul><li>Contoh: Eucheuma spinosum, Chondrus crispus, dan Gigartina mamilosa. </li></ul>
  16. 28. <ul><li>Reproduksi secara vegetatif, </li></ul><ul><li>pembentukkan spora yang tidak memilki alat gerak. </li></ul><ul><li>Reproduksi secara generatif </li></ul><ul><li>peleburan gamet jantan yang tidak memiliki alat gerak ( spermatium ) dan ovum. </li></ul>
  17. 31. f. Filum Chlorophyta (ganggang hijau ) <ul><li>Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten. </li></ul><ul><li>Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas. </li></ul><ul><li>Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb. </li></ul><ul><li>Sel berinti sejati, satu atau lebih. </li></ul><ul><li>Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang. </li></ul><ul><li>Dinding sel mengandung selulose. </li></ul><ul><li>Memilki talus. </li></ul><ul><li>Perkembangbiakan </li></ul><ul><li>secara vegetatif: dengan fragmentasi talusnya </li></ul><ul><li>secara aseksual: dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora. </li></ul><ul><li>secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami. </li></ul>
  18. 34. Beberapa contoh alga hijau yang sering dijumpai di kolam antara lain: <ul><li>Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak </li></ul><ul><li>1.Chlorella </li></ul><ul><li>Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. </li></ul><ul><li>Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat. </li></ul><ul><li>Berkembangbiak dengan pembelahan sel. </li></ul><ul><li>Digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium, sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. </li></ul><ul><li>2. Chlorococcum </li></ul><ul><li>Tubuh bersel satu, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. </li></ul><ul><li>Tempat hidup air tawar. </li></ul><ul><li>Bentuk bulat telur. </li></ul><ul><li>Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual). </li></ul>
  19. 35. <ul><li>b.Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak </li></ul><ul><li>1. Chlamidomonas </li></ul><ul><li>Bentuk sel bulat telur. </li></ul><ul><li>Memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas. </li></ul><ul><li>Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi. </li></ul>
  20. 37. <ul><li>Bentuk sel Chlamydomonas </li></ul><ul><li>Daur hidup Chlamydomonas </li></ul>
  21. 38. <ul><li>c.Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak </li></ul><ul><li>Contoh: Hydrodictyon </li></ul><ul><li>Ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. </li></ul><ul><li>Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. </li></ul><ul><li>Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. </li></ul>
  22. 39. <ul><li>d.Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak </li></ul><ul><li>Contoh: Volvox </li></ul><ul><li>Ditemukan di air tawar. </li></ul><ul><li>Koloni berbentuk bola jumlah antara 500 – 5000 buah. </li></ul><ul><li>Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. </li></ul><ul><li>Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet. </li></ul>
  23. 41. <ul><li>e. Chlorophyta berbentuk benang </li></ul><ul><li>1. Spyrogyra </li></ul><ul><li>Ditemukan di perairan. </li></ul><ul><li>Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. </li></ul><ul><li>Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. </li></ul>
  24. 42. <ul><li>2 . Oedogonium </li></ul><ul><li>Berbentuk benang. </li></ul><ul><li>Ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan. </li></ul><ul><li>Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). </li></ul>
  25. 43. <ul><li>f.Chlorophyta berbentuk lembaran </li></ul><ul><li>1. Ulva </li></ul><ul><li>Ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar. </li></ul><ul><li>Bentuk seperti lembaran daun. </li></ul><ul><li>Reproduksi secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. </li></ul>
  26. 45. <ul><li>2. Chara </li></ul><ul><li>Hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. </li></ul><ul><li>Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil. </li></ul><ul><li>Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. </li></ul><ul><li>Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. </li></ul>
  27. 48. D. Manfaat Alga dalam Kehidupan Manusia <ul><li>Chlorella sp., Euchema spinosum, Gelidium, dan Gracilaria . Dimanfaatkan sebagai sumber makanan. </li></ul><ul><li>Diatom menghasilkan zat kersik untuk bahan penggosok, bahan isolasi, bahan pembuatan dinamit, dan pembuatan saringan. </li></ul><ul><li>Sebagai plankton (fitoplankton). </li></ul><ul><li>Sargassum, Turbinaria, dan laminaria menghasilkan asam alginat sebagai bahan pembuat cat dan es krim. </li></ul><ul><li>Chondrus cripus dan Gigartina mamilosa manghasilkan agar dan karagin. </li></ul>
  28. 49. T E R I M A K A S I H...

×