SlideShare a Scribd company logo

KAK Peta Guna Bangunan Eksisting 2022.pdf

E
EdiVanqom

jgfhghfhgfhgh

1 of 26
Download to read offline
- 1 -
KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
KEGIATAN : KOORDINASI DAN SINKRONISASI PEMANFAATAN
RUANG DAERAH KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN : SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG
PEKERJAAN : PENYUSUNAN PETA GUNA BANGUNAN EKSISTING
KOTA CILEGON (KECAMATAN CIBEBER DAN
KECAMATAN CILEGON)
TAHUN ANGGARAN 2022
PEMERINTAH KOTA CILEGON
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
Jalan KH. Wasyid No. 119 Cilegon (42411) Telp. (0254) 393174, Fax (0254) 393174
website : www.dpucilegon.go.id
Halaman | 2
KERANGKA ACUAN KERJA
1. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan pemerintah daerah menurut Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara
perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah
tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana
pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan
rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan
jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah, salah
satu aspek yang dinilai yaitu terkait penyelenggaraan penataan ruang.
Penyelenggaran Penataan Ruang adalah kegiatan yang meliputi
Pengaturan, Pembinaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan Penataan
Ruang. Sebagai upaya untuk menilai penyelenggaraan penataan ruang
dapat dilihat dari ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) yaitu sejauh mana pelaksanaan pemanfaatan ruang eksisting
yang mengacu pada produk perencanaan tata ruang. Berdasarkan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, salah satu
aspek indikator kinerja penataan ruang pada bidang pekerjaan umum
dan penataan ruang yaitu ketaatan terhadap RTRW, dimana dilakukan
perbandingan Realisasi RTRW terhadap Rencana Peruntukan.
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional (BPN) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan
Pengendalian Pemanfaatan Ruang menjelaskan bahwa pengendalian
pemanfaatan ruang dilaksanakan untuk mendorong terwujudnya tata
ruang sesuai Rencana Tata Ruang dengan salah satu cara melalui
penilaian perwujudan rencana tata ruang. Tahapan dasar dalam
penilaian perwujudan rencana tata ruang (struktur ruang & pola
ruang) adalah pengumpulan data dan informasi yang dilaksanakan
baik secara langsung (survei primer), maupun pengamatan secara
tidak langsung (survei sekunder).
Kebutuhan data dan informasi realisasi RTRW diawali dengan
melakukan pengumpulan data. Salah satu data realisasi pemanfaatan
ruang yaitu data Peta Guna Bangunan Eksisting. Hal ini dilakukan
guna mendukung Surat dari Kementerian ATR/BPN Nomor:
TR.02.02/36-200/II/2021 yang mengarahkan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota melakukan penyiapan Database untuk penyusunan
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten/Kota. Peta Guna
Bangunan ini menjelaskan informasi pemanfaatan ruang dari masing-
masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan
Zonasi RDTR.
Dalam rangka memperoleh nilai realisasi RTRW terhadap
rencana peruntukkan, maka perlu dilakukan optimasi ketersediaan
data penyelenggaraan penataan ruang di Kota Cilegon berupa data
Halaman | 3
spasial peta guna bangunan eksisting yang berperan penting dalam
memberikan gambaran secara nyata kondisi pemanfaatan ruang Kota
Cilegon. Untuk itu, dilaksanakan pekerjaan Penyusunan Peta Guna
Bangunan Eksisting Tahun Anggaran 2022 ini dengan harapan dapat
menghasilkan suatu data dan informasi spasial yang mutakhir dan
menjamin keterbaruan data terkait pemanfaatan ruang sehingga
dapat memperoleh nilai ketaatan terhadap RTRW di Kota Cilegon.
Peta Guna Bangunan Eksisting dapat dijadikan alat pemerintah dalam
melaksanakan dan merumuskan perencanaan, pengendalian,
pengawasan, pengaturan dan evaluasi penyelenggaraan penataan
ruang.
2. Maksud dan Tujuan Maksud :
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyiapkan database terbaru terkait
peta guna bangunan eksisting pelaksanaan pemanfaatan ruang di Kota
Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) yang
ditindaklanjuti dengan penilaian ketaatan implementasi RTRW
dengan membandingkan realisasi RTRW terhadap rencana
peruntukan.
Tujuan :
Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersusunnya
dokumen peta guna bangunan eksisting Kota Cilegon (Kecamatan
Cibeber dan Kecamatan Cilegon) yang terbaru dan termutakhir
sebagai data dasar penilaian ketaatan terhadap RTRW yang dapat
dijadikan alat bagi Pemerintah Kota Cilegon dalam melakukan
perencanaan, pengendalian, pengawasan, pengaturan dan evaluasi
pembangunan yang berkelanjutan.
3. Sasaran Berdasarkan tujuan tersebut di atas, sasaran yang hendak dicapai
adalah antara lain:
1. Tersusunnya dokumen data/informasi pemanfaatan ruang dari
masing-masing guna bangunan eksisting sesuai klasifikasi daftar
kegiatan pada Peraturan Zonasi RDTR di Kecamatan Cibeber dan
Kecamatan Cilegon dalam format GIS (Geography Information
System).
2. Tersusunnya dokumen analisis nilai ketaatan implementasi RTRW
Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Cilegon) berdasarkan
perbandingan realisasi RTRW yaitu pemanfaatan ruang dari
masing-masing guna bangunan eksisting terhadap rencana
peruntukkan/rencana pola ruang yang ada di RTRW Kota Cilegon
dalam bentuk laporan dan peta dengan referensi geografis
berbasis keruangan dengan standar untuk kebutuhan
perencanaan penataan ruang.
Halaman | 4
4. Lokasi Kegiatan Lokasi Kegiatan berada di Kecamatan Jombang yang merupakan
alamat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cilegon.
5. Lingkup Wilayah Studi,
Lingkup Kegiatan, dan
Data & Fasilitas
Penunjang
A. LINGKUP WILAYAH STUDI
Lingkup wilayah studi kegiatan Penyusunan Peta Guna Bangunan
Eksisting Kota Cilegon Tahun Anggaran 2022 adalah 2 (dua)
Kecamatan, yakni Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon.
Kecamatan Cibeber yang terdiri dari 6 (enam) kelurahan yaitu
Kelurahan Bulakan, Kelurahan Cibeber, Kelurahan Cikerai, Kelurahan
Kalitimbang, Kelurahan Karangasem dan Kelurahan Kedaleman,
sementara Kecamatan Cilegon yang terdiri dari 5 (lima) kelurahan
yaitu Kelurahan Bendungan, Kelurahan Bagendung, Kelurahan
Ciwedus, Kelurahan Ciwaduk, dan Kelurahan Ketileng. Lingkup
wilayah studi dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Lingkup Wilayah Studi
B. LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan Penyusunan Peta Guna
Bangunan Eksisting Kota Cilegon (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan
Kecamatan Cilegon) Tahun Anggaran 2022 yaitu :
a. Tahap I : Kegiatan Persiapan
- Persiapan Alat, Tenaga Ahli, Administrasi Perijinan hingga
Mobilisasi tenaga ahli;
- Pengumpulan data awal dan mempelajari semua data yang
Halaman | 5
berkaitan dengan pekerjaan;
- Pengumpulan data sekunder meliputi peta-peta yang terkait
dengan wilayah studi (seperti peta RTRW, peta bangunan, peta
batas wilayah kecamatan dan kelurahan, dan peta lainnya yang
mendukung pekerjaan ini, serta segala peraturan yang menjadi
acuan dalam pelaksanaan pekerjaan ini) dengan maksud agar
mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan Batasan
wilayah pekerjaan;
- Penyiapan checklist data dan form/design survei.
b. Tahap II : Pekerjaan Survei Lapangan
- Survei primer, data ini diperoleh melalui kegiatan survei
lapangan dan melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari
masing-masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar
kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR sebagaimana kebutuhan
data dalam form/design survei dengan berbagai metode
pemerolehan data di lapangan. Untuk checking dilakukan
dengan alat GPS (Global Positioning System).
- Survei sekunder, diperoleh dengan cara
mengumpulkan/menghimpun dokumen yang berhubungan
dengan kegiatan yang akan dilaksanakan dari berbagai
instansi terkait.
c. Tahap III : Pengolahan Data dan Analisa
- Input data lapangan/hasil survei primer.
- Pengisian data atribut dalam software GIS (Geography
Information System) yang berisi informasi-informasi pada
objek-objek keruangan yang berkaitan dengan pemanfaatan
ruang dari masing-masing guna bangunan sesuai klasifikasi
daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR.
- Analisis pertampalan/overlay antara peta guna bangunan
eksisting yang diperoleh dari hasil survei primer terhadap peta
rencana pola ruang RTRW Kota Cilegon, yang akan
menghasilkan nilai realisasi
d. Tahap IV : Penyajian dan Pelaporan
- Penyajian data dan informasi geospasial dengan
memperhatikan tingkat ketelitian peta dan tampilan (layout)
sesuai dengan standar perpetaan.
- Pelaporan disusun berdasarkan Tahapan dan Substansi
pekerjaan yaitu Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting di
Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon)
C. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG
1. Penyediaan oleh Pengguna Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang
Halaman | 6
dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa
(konsultan) antara lain :
a. Peta Dasar Kota Cilegon Tahun 2019 dan peta-peta lain
yang dapat menjadi acuan dalam pekerjaan ini, dengan
tetap memperhatikan keperluan adanya tahapan updating
dan koreksi perpetaan yang disesuaikan dengan kondisi
terkini, sehingga diperoleh penyempurnaan terkait
substansi dan atribut peta yang memenuhi standar teknis
perpetaan.
b. Dokumen hasil studi lain terkait dan data penunjang
pekerjaan (bila ada).
2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Dalam melaksanakan kegiatan jasa konsultansi teknik,
penyedia jasa harus menyediakan semua fasilitas yang
diperlukan sebagai berikut:
- Kantor/Studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan seperti : komputer, printer,
scanner, peralatan tulis dan barang habis pakai.
- Peralatan/instrument pengukuran yang memenuhi standar
presisi yang diperlukan untuk kegiatan survei (ETS, GPS
Receiver, EDM, dsb) dan direkomendasikan oleh supervise
pekerjaan
6. Nama dan Organisasi
Pengguna Jasa
Kepala unit kerja dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Tata Ruang Kota Cilegon sebagai perangkat daerah / lembaga teknis
daerah bertindak sebagai Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) yang akan bertanggung jawab kepada Walikota
Cilegon.
7. Sumber Pendanaan Dana yang tersedia untuk pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebesar
Rp.385.638.550,- (Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Enam Ratus Tiga
Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) termasuk PPN
dibiayai APBD Kota Cilegon Tahun 2022.
8. Pendekatan dan
Metodologi
a. Tahap I : Kegiatan Persiapan
- Persiapan Alat, Tenaga Ahli, Administrasi Perijinan hingga
Mobilisasi tenaga ahli;
 Pengecekan personil, kantor/perlengkapan
 Koordinasi dengan instansi terkait
 Administrasi perijinan
- Pengumpulan data sekunder meliputi peta-peta yang terkait
dengan wilayah studi (seperti peta RTRW, peta bangunan, peta
batas wilayah kecamatan dan kelurahan, dan peta lainnya yang
mendukung pekerjaan ini, serta segala peraturan yang menjadi
acuan dalam pelaksanaan pekerjaan ini) dengan maksud agar
mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan Batasan

Recommended

Kota dan Kebutuhan Perumahan (1) dan (2)
Kota dan Kebutuhan Perumahan (1) dan (2)Kota dan Kebutuhan Perumahan (1) dan (2)
Kota dan Kebutuhan Perumahan (1) dan (2)Nurul Angreliany
 
Analisis satuan kemampuan lahan
Analisis satuan kemampuan lahanAnalisis satuan kemampuan lahan
Analisis satuan kemampuan lahanSOFI ANI
 
Sni 03 1733-2004 v.2 tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
Sni 03 1733-2004 v.2 tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaanSni 03 1733-2004 v.2 tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
Sni 03 1733-2004 v.2 tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaanArdita Putri Usandy
 
Presentasi Review RDTR Kota Simpang Ampek
Presentasi Review RDTR Kota Simpang AmpekPresentasi Review RDTR Kota Simpang Ampek
Presentasi Review RDTR Kota Simpang Ampekhenny ferniza
 
RTRW Jakarta 2030 - Perda Prov DKI Jakarta No.1 Tahun 2012
RTRW Jakarta 2030 - Perda Prov DKI Jakarta No.1 Tahun 2012RTRW Jakarta 2030 - Perda Prov DKI Jakarta No.1 Tahun 2012
RTRW Jakarta 2030 - Perda Prov DKI Jakarta No.1 Tahun 2012inideedee
 
Peraturan Menteri PU No.20 Tahun 2007
Peraturan Menteri PU No.20 Tahun 2007Peraturan Menteri PU No.20 Tahun 2007
Peraturan Menteri PU No.20 Tahun 2007Yogan Daru Prabowo
 
Permen pu20 tahun2007 tt pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ...
Permen pu20 tahun2007 tt pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ...Permen pu20 tahun2007 tt pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ...
Permen pu20 tahun2007 tt pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ...Deki Zulkarnain
 

More Related Content

What's hot

Review RDTR Kota Simpang Ampek
Review RDTR Kota Simpang AmpekReview RDTR Kota Simpang Ampek
Review RDTR Kota Simpang Ampekhenny ferniza
 
Lampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.Kendal
Lampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.KendalLampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.Kendal
Lampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.KendalBobby D'Arch
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Salatiga
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota SalatigaRencana Tata Ruang Wilayah Kota Salatiga
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota SalatigaPenataan Ruang
 
Peraturan Penataan Ruang RDTR
Peraturan Penataan Ruang  RDTRPeraturan Penataan Ruang  RDTR
Peraturan Penataan Ruang RDTRhenny ferniza
 
Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...
Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...
Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...Latifah Tio
 
Analisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahanAnalisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahanibram77
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota TegalRencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota TegalPenataan Ruang
 
Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...
Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...
Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...Dadang Solihin
 
Expose fgd klhs rdtr
Expose fgd klhs rdtrExpose fgd klhs rdtr
Expose fgd klhs rdtrRyan Nugraha
 
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang KabupatenPedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang KabupatenPenataan Ruang
 
Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD
Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD
Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD Dadang Solihin
 
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/KotaPedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/KotaPenataan Ruang
 
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan RuangSurvey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruangushfia
 
Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...
Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...
Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...infosanitasi
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI JakartaRencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI JakartaPenataan Ruang
 
Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan UU 25/2004
Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah  berdasarkan UU 25/2004Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah  berdasarkan UU 25/2004
Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan UU 25/2004Dadang Solihin
 
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...Dadang Solihin
 
Kajian formulasi perhitungan kwt kzb kdb
Kajian formulasi perhitungan kwt kzb kdbKajian formulasi perhitungan kwt kzb kdb
Kajian formulasi perhitungan kwt kzb kdbindra_sugito
 
DELH DPLH sebagai instrumen PPLH
DELH DPLH sebagai instrumen PPLH DELH DPLH sebagai instrumen PPLH
DELH DPLH sebagai instrumen PPLH Anjas Asmara, S.Si
 

What's hot (20)

Review RDTR Kota Simpang Ampek
Review RDTR Kota Simpang AmpekReview RDTR Kota Simpang Ampek
Review RDTR Kota Simpang Ampek
 
Lampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.Kendal
Lampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.KendalLampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.Kendal
Lampiran peta-rencana-pola-ruang Kab.Kendal
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Salatiga
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota SalatigaRencana Tata Ruang Wilayah Kota Salatiga
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Salatiga
 
Peraturan Penataan Ruang RDTR
Peraturan Penataan Ruang  RDTRPeraturan Penataan Ruang  RDTR
Peraturan Penataan Ruang RDTR
 
Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...
Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...
Presentasi Tugas Studio Perencanaan Kecamatan Wonogiri (profil,konstelasi,ana...
 
Analisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahanAnalisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahan
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota TegalRencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal
 
Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...
Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...
Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, dan RKPD bagi Percepatan Pembangunan D...
 
Expose fgd klhs rdtr
Expose fgd klhs rdtrExpose fgd klhs rdtr
Expose fgd klhs rdtr
 
LAPORAN ANTARA
LAPORAN ANTARALAPORAN ANTARA
LAPORAN ANTARA
 
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang KabupatenPedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten
 
Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD
Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD
Penyusunan RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD
 
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/KotaPedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
 
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan RuangSurvey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
 
Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...
Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...
Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial bud...
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI JakartaRencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta
 
Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan UU 25/2004
Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah  berdasarkan UU 25/2004Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah  berdasarkan UU 25/2004
Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan UU 25/2004
 
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terhadap Strategi Penca...
 
Kajian formulasi perhitungan kwt kzb kdb
Kajian formulasi perhitungan kwt kzb kdbKajian formulasi perhitungan kwt kzb kdb
Kajian formulasi perhitungan kwt kzb kdb
 
DELH DPLH sebagai instrumen PPLH
DELH DPLH sebagai instrumen PPLH DELH DPLH sebagai instrumen PPLH
DELH DPLH sebagai instrumen PPLH
 

Similar to KAK Peta Guna Bangunan Eksisting 2022.pdf

Kak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetan
Kak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetanKak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetan
Kak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetanDecki Iswandi
 
2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc
2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc
2016_ustek_MateksKRGMJ_1.docbambang480612
 
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)boenkredho
 
408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf
408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf
408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdfssuser8e6e69
 
Kak database perumahan
Kak database perumahanKak database perumahan
Kak database perumahanamrin syahrafi
 
Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014
Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014
Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014Suhardi Bae
 
KAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdf
KAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdfKAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdf
KAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdfirsanto2
 
11. kak pnt.11 lelang ulang
11. kak pnt.11 lelang ulang11. kak pnt.11 lelang ulang
11. kak pnt.11 lelang ulangKunto Adji
 
282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth
282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth
282970204 pendekatan-dan-metodologi-rthLakodi Muhlis
 
Paparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagriPaparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagriM Ungang
 
Paparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagriPaparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagriM Ungang
 
Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2
Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2
Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2Bagus ardian
 
Contok kerangka acuan kerja
Contok kerangka acuan kerjaContok kerangka acuan kerja
Contok kerangka acuan kerjaagus prapto
 
Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014
Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014
Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014IRMANSYAH ILYAS
 
PAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptx
PAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptxPAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptx
PAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptxAbizianMuah
 
Bahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdf
Bahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdfBahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdf
Bahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdfARIEF RAHMAN
 
Bab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitin
Bab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitinBab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitin
Bab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitinkiky permana
 

Similar to KAK Peta Guna Bangunan Eksisting 2022.pdf (20)

Kak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetan
Kak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetanKak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetan
Kak n boq pembuatan peta indikatif batas desa kelurahan kecamatan kabawetan
 
2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc
2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc
2016_ustek_MateksKRGMJ_1.doc
 
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kemendagri (SIPD)
 
408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf
408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf
408362416-Metodologi-Penyusunan-Peta-RDTR-PKSN-Perbatasan-Negara-BIG.pdf
 
Kak database perumahan
Kak database perumahanKak database perumahan
Kak database perumahan
 
gis demand.pptx
gis demand.pptxgis demand.pptx
gis demand.pptx
 
Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014
Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014
Juknis & Proposal kegiatan infrastruktur 2014
 
KAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdf
KAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdfKAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdf
KAK KONSULTAN PERENCANAAN DISPORA 2022 FINAL.pdf
 
11. kak pnt.11 lelang ulang
11. kak pnt.11 lelang ulang11. kak pnt.11 lelang ulang
11. kak pnt.11 lelang ulang
 
Term of reference
Term of referenceTerm of reference
Term of reference
 
282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth
282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth
282970204 pendekatan-dan-metodologi-rth
 
Paparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagriPaparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagri
 
Paparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagriPaparan ditjen bina bangda kemendagri
Paparan ditjen bina bangda kemendagri
 
Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2
Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2
Buku Saku Pengendalian Perencanaan NUSP2
 
Contok kerangka acuan kerja
Contok kerangka acuan kerjaContok kerangka acuan kerja
Contok kerangka acuan kerja
 
Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014
Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014
Buku panduan quick_count_identifikasi_kawasan_permukiman_kumuh_djck_2014
 
PAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptx
PAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptxPAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptx
PAPARAN EVALUASI SAKIP 2019 DPUPR OKI-ed.pptx
 
Eksum
EksumEksum
Eksum
 
Bahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdf
Bahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdfBahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdf
Bahan Tayang Persiapan RDTR OSS Subdit Wil 1 [Autosaved].pdf
 
Bab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitin
Bab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitinBab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitin
Bab 1 pendahuluan sig minapolitan kambitin
 

KAK Peta Guna Bangunan Eksisting 2022.pdf

  • 1. - 1 - KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN : KOORDINASI DAN SINKRONISASI PEMANFAATAN RUANG DAERAH KABUPATEN/KOTA SUB KEGIATAN : SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG PEKERJAAN : PENYUSUNAN PETA GUNA BANGUNAN EKSISTING KOTA CILEGON (KECAMATAN CIBEBER DAN KECAMATAN CILEGON) TAHUN ANGGARAN 2022 PEMERINTAH KOTA CILEGON DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG Jalan KH. Wasyid No. 119 Cilegon (42411) Telp. (0254) 393174, Fax (0254) 393174 website : www.dpucilegon.go.id
  • 2. Halaman | 2 KERANGKA ACUAN KERJA 1. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan pemerintah daerah menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah, salah satu aspek yang dinilai yaitu terkait penyelenggaraan penataan ruang. Penyelenggaran Penataan Ruang adalah kegiatan yang meliputi Pengaturan, Pembinaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan Penataan Ruang. Sebagai upaya untuk menilai penyelenggaraan penataan ruang dapat dilihat dari ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yaitu sejauh mana pelaksanaan pemanfaatan ruang eksisting yang mengacu pada produk perencanaan tata ruang. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, salah satu aspek indikator kinerja penataan ruang pada bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yaitu ketaatan terhadap RTRW, dimana dilakukan perbandingan Realisasi RTRW terhadap Rencana Peruntukan. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang menjelaskan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan untuk mendorong terwujudnya tata ruang sesuai Rencana Tata Ruang dengan salah satu cara melalui penilaian perwujudan rencana tata ruang. Tahapan dasar dalam penilaian perwujudan rencana tata ruang (struktur ruang & pola ruang) adalah pengumpulan data dan informasi yang dilaksanakan baik secara langsung (survei primer), maupun pengamatan secara tidak langsung (survei sekunder). Kebutuhan data dan informasi realisasi RTRW diawali dengan melakukan pengumpulan data. Salah satu data realisasi pemanfaatan ruang yaitu data Peta Guna Bangunan Eksisting. Hal ini dilakukan guna mendukung Surat dari Kementerian ATR/BPN Nomor: TR.02.02/36-200/II/2021 yang mengarahkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melakukan penyiapan Database untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten/Kota. Peta Guna Bangunan ini menjelaskan informasi pemanfaatan ruang dari masing- masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR. Dalam rangka memperoleh nilai realisasi RTRW terhadap rencana peruntukkan, maka perlu dilakukan optimasi ketersediaan data penyelenggaraan penataan ruang di Kota Cilegon berupa data
  • 3. Halaman | 3 spasial peta guna bangunan eksisting yang berperan penting dalam memberikan gambaran secara nyata kondisi pemanfaatan ruang Kota Cilegon. Untuk itu, dilaksanakan pekerjaan Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Tahun Anggaran 2022 ini dengan harapan dapat menghasilkan suatu data dan informasi spasial yang mutakhir dan menjamin keterbaruan data terkait pemanfaatan ruang sehingga dapat memperoleh nilai ketaatan terhadap RTRW di Kota Cilegon. Peta Guna Bangunan Eksisting dapat dijadikan alat pemerintah dalam melaksanakan dan merumuskan perencanaan, pengendalian, pengawasan, pengaturan dan evaluasi penyelenggaraan penataan ruang. 2. Maksud dan Tujuan Maksud : Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyiapkan database terbaru terkait peta guna bangunan eksisting pelaksanaan pemanfaatan ruang di Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) yang ditindaklanjuti dengan penilaian ketaatan implementasi RTRW dengan membandingkan realisasi RTRW terhadap rencana peruntukan. Tujuan : Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen peta guna bangunan eksisting Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) yang terbaru dan termutakhir sebagai data dasar penilaian ketaatan terhadap RTRW yang dapat dijadikan alat bagi Pemerintah Kota Cilegon dalam melakukan perencanaan, pengendalian, pengawasan, pengaturan dan evaluasi pembangunan yang berkelanjutan. 3. Sasaran Berdasarkan tujuan tersebut di atas, sasaran yang hendak dicapai adalah antara lain: 1. Tersusunnya dokumen data/informasi pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan eksisting sesuai klasifikasi daftar kegiatan pada Peraturan Zonasi RDTR di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon dalam format GIS (Geography Information System). 2. Tersusunnya dokumen analisis nilai ketaatan implementasi RTRW Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Cilegon) berdasarkan perbandingan realisasi RTRW yaitu pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan eksisting terhadap rencana peruntukkan/rencana pola ruang yang ada di RTRW Kota Cilegon dalam bentuk laporan dan peta dengan referensi geografis berbasis keruangan dengan standar untuk kebutuhan perencanaan penataan ruang.
  • 4. Halaman | 4 4. Lokasi Kegiatan Lokasi Kegiatan berada di Kecamatan Jombang yang merupakan alamat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cilegon. 5. Lingkup Wilayah Studi, Lingkup Kegiatan, dan Data & Fasilitas Penunjang A. LINGKUP WILAYAH STUDI Lingkup wilayah studi kegiatan Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Kota Cilegon Tahun Anggaran 2022 adalah 2 (dua) Kecamatan, yakni Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon. Kecamatan Cibeber yang terdiri dari 6 (enam) kelurahan yaitu Kelurahan Bulakan, Kelurahan Cibeber, Kelurahan Cikerai, Kelurahan Kalitimbang, Kelurahan Karangasem dan Kelurahan Kedaleman, sementara Kecamatan Cilegon yang terdiri dari 5 (lima) kelurahan yaitu Kelurahan Bendungan, Kelurahan Bagendung, Kelurahan Ciwedus, Kelurahan Ciwaduk, dan Kelurahan Ketileng. Lingkup wilayah studi dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Lingkup Wilayah Studi B. LINGKUP KEGIATAN Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Kota Cilegon (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) Tahun Anggaran 2022 yaitu : a. Tahap I : Kegiatan Persiapan - Persiapan Alat, Tenaga Ahli, Administrasi Perijinan hingga Mobilisasi tenaga ahli; - Pengumpulan data awal dan mempelajari semua data yang
  • 5. Halaman | 5 berkaitan dengan pekerjaan; - Pengumpulan data sekunder meliputi peta-peta yang terkait dengan wilayah studi (seperti peta RTRW, peta bangunan, peta batas wilayah kecamatan dan kelurahan, dan peta lainnya yang mendukung pekerjaan ini, serta segala peraturan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan ini) dengan maksud agar mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan Batasan wilayah pekerjaan; - Penyiapan checklist data dan form/design survei. b. Tahap II : Pekerjaan Survei Lapangan - Survei primer, data ini diperoleh melalui kegiatan survei lapangan dan melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR sebagaimana kebutuhan data dalam form/design survei dengan berbagai metode pemerolehan data di lapangan. Untuk checking dilakukan dengan alat GPS (Global Positioning System). - Survei sekunder, diperoleh dengan cara mengumpulkan/menghimpun dokumen yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan dari berbagai instansi terkait. c. Tahap III : Pengolahan Data dan Analisa - Input data lapangan/hasil survei primer. - Pengisian data atribut dalam software GIS (Geography Information System) yang berisi informasi-informasi pada objek-objek keruangan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR. - Analisis pertampalan/overlay antara peta guna bangunan eksisting yang diperoleh dari hasil survei primer terhadap peta rencana pola ruang RTRW Kota Cilegon, yang akan menghasilkan nilai realisasi d. Tahap IV : Penyajian dan Pelaporan - Penyajian data dan informasi geospasial dengan memperhatikan tingkat ketelitian peta dan tampilan (layout) sesuai dengan standar perpetaan. - Pelaporan disusun berdasarkan Tahapan dan Substansi pekerjaan yaitu Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting di Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) C. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG 1. Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang
  • 6. Halaman | 6 dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa (konsultan) antara lain : a. Peta Dasar Kota Cilegon Tahun 2019 dan peta-peta lain yang dapat menjadi acuan dalam pekerjaan ini, dengan tetap memperhatikan keperluan adanya tahapan updating dan koreksi perpetaan yang disesuaikan dengan kondisi terkini, sehingga diperoleh penyempurnaan terkait substansi dan atribut peta yang memenuhi standar teknis perpetaan. b. Dokumen hasil studi lain terkait dan data penunjang pekerjaan (bila ada). 2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa Dalam melaksanakan kegiatan jasa konsultansi teknik, penyedia jasa harus menyediakan semua fasilitas yang diperlukan sebagai berikut: - Kantor/Studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan seperti : komputer, printer, scanner, peralatan tulis dan barang habis pakai. - Peralatan/instrument pengukuran yang memenuhi standar presisi yang diperlukan untuk kegiatan survei (ETS, GPS Receiver, EDM, dsb) dan direkomendasikan oleh supervise pekerjaan 6. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa Kepala unit kerja dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cilegon sebagai perangkat daerah / lembaga teknis daerah bertindak sebagai Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang akan bertanggung jawab kepada Walikota Cilegon. 7. Sumber Pendanaan Dana yang tersedia untuk pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebesar Rp.385.638.550,- (Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Enam Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBD Kota Cilegon Tahun 2022. 8. Pendekatan dan Metodologi a. Tahap I : Kegiatan Persiapan - Persiapan Alat, Tenaga Ahli, Administrasi Perijinan hingga Mobilisasi tenaga ahli;  Pengecekan personil, kantor/perlengkapan  Koordinasi dengan instansi terkait  Administrasi perijinan - Pengumpulan data sekunder meliputi peta-peta yang terkait dengan wilayah studi (seperti peta RTRW, peta bangunan, peta batas wilayah kecamatan dan kelurahan, dan peta lainnya yang mendukung pekerjaan ini, serta segala peraturan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan ini) dengan maksud agar mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan Batasan
  • 7. Halaman | 7 wilayah pekerjaan;  Penyedia jasa harus mengumpulkan sekaligus menyusun kedalam suatu dokumen data untuk Laporan Pendahuluan  Koordinasi dengan instansi terkait - Penyiapan checklist data dan form/design survei.  Melakukan pembuatan form/design survei  Koordinasi checklist data dan form/design survei yang menjadi acuan dalam Tahap Survei Lapangan b. Tahap II : Pekerjaan Survey Lapangan Teknis pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan (data primer) dan survei instansional (data sekunder). - Survei lapangan: Pekerjaan dilaksanakan dengan melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari peta bangunan yang diklasifikasikan daftar kegiatannya sebagaimana arahan pada Peraturan Zonasi RDTR dan tracking (pengambilan koordinat) menggunakan GPS Receiver terhadap titik (point), garis (line) ataupun bidang (polygon) sesuai keperluan form/design survei dengan tetap mengikuti standar pembuatan peta untuk keperluan penataan ruang dengan tingkat ketelitian peta skala 1:5.000. Bilamana dalam pelaksanaan survei lapangan terdapat keperluan koreksi perpetaan dari peta yang dijadikan dasar pekerjaan, maka penyedia jasa perlu melakukan updating dan koreksi perpetaan yang disesuaikan dengan kondisi terkini, sehingga diperoleh penyempurnaan terkait substansi dan atribut peta yang memenuhi standar teknis perpetaan. - Survei sekunder: Kegiatan pengumpulan data peta dan uraian wilayah yang telah tersedia pada berbagai instansi terkait untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting dan perumusan masalah yang diperoleh dengan cara mengumpulkan/menghimpun dokumen yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. c. Tahap III : Pengolahan Data dan Analisa Pekerjaan pengolahan (input) data lapangan/hasil survei primer dengan pengisian data atribut dalam software GIS (Geography Information System) yang berisi informasi-informasi pada objek- objek keruangan yang berkaitan dengan guna bangunan eksisting sebagaimana form/design survei. Adapun metodologi untuk tahap pengolahan data antara lain :
  • 8. Halaman | 8 1. Desain Basis Data Untuk membuat sistem basis data yang efektif dan efisien diperlukan basis data yang baik dan terintegrasi. Sistem basis data tersebut perlu dirancang agar sistem yang disusun dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak secara terpadu dan optimal. Pelaksanaan desain basis data tergantung pada kriteria penggunaan oleh pengguna (user) dan jenis data yang akan dibangun. Spesifikasi basis data yang akan dibangun akan mempengaruhi efisiensi dan efektivitas sistem basis data yang dibangun. Selanjutnya dalam penentuan basis data diperlukan analisis data yang tersedia untuk membangun basis data, analisis meliputi:  Ketersediaan data dari hasil survei  Tingkat kepercayaan (validitas) data yang tersedia  Tingkat kebaruan (up to date) data  Tingkat konsistensi data yang tersedia 2. Editing Data Spasial Kegiatan ini memeriksa kelengkapan peta sumber dan mengorganisir data digital sedemikian rupa sehingga mudah diakses dan digunakan untuk kegiatan analisa selanjutnya 3. Input Data Base Atribut Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi data spasial. Database atribut diperoleh dari hasil pengumpulan data yang dilakukan sebelumnya (baik hasil data sekunder maupun hasil data survei lapangan), dan dimasukkan dengan menggunakan perangkat lunak pengolahan database. Data atribut yang dimasukkan pada tahap ini hanya untuk atribut peta yang masih berupa peta analog. Data ini untuk melengkapi peta hasil digitasi yang telah dilakukan. Kemudian database atribut diintegrasikan dengan data spasialnya sehingga menjadi basis data yang lengkap untuk keperluan analisa pada tahapan selanjutnya. 4. Analisis pertampalan / overlay Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh nilai ketaatan terhadap RTRW dengan membandingkan nilai realisasi RTRW yang diperoleh dengan metode analisis pertampalan/overlay antara peta guna bangunan eksisting yang diperoleh dari hasil survei primer terhadap peta rencana pola ruang RTRW Kota Cilegon. d. Tahap IV : Penyajian dan Pelaporan Penyajian data dan informasi geospasial dengan memperhatikan tingkat ketelitian peta dan tampilan (layout). Sedangkan untuk pelaporan disusun berdasarkan Tahapan dan Substansi pekerjaan yaitu Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Kota Cilegon
  • 9. Halaman | 9 (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon). Adapun metodologi untuk tahap penyajian dan pelaporan antara lain: 1. Pembuatan Layout peta Dari data yang tersusun kemudian dipisah dan dilayout berdasarkan pembagian blok dari batas wilayah pekerjaan dan peta hasil analisa ketaatan pemanfaatan ruang terhadap RTRW. Layout peta disesuaikan dengan hasil peta yang akan dicetak nantinya. 2. Cetak Peta Peta yang sudah dilayout selanjutnya dicetak menggunakan plotter. Mencetak peta merupakan hasil akhir. Ukuran disesuaikan dengan hasil yang diinginkan yaitu A3. 3. Penyusunan Album Peta Dari peta-peta yang sudah tercetak kemudian disusun dalam album berdasarkan pembagian blok dari batas wilayah pekerjaan dan peta hasil analisa ketaatan pemanfaatan ruang terhadap RTRW yang sudah ditentukan. Ukuran peta yang dibuat album adalah A3. 4. Pelaporan Tujuan akhir dari pekerjaan ini adalah tersedianya peta guna bangunan eksisting di Kecamatan Cibeber dan Cilegon yang klasifikasinya disesuaikan dengan klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR, sehingga dapat dilakukan analisa penilaian realisasi pemanfaatan ruang terhadap rencana peruntukkan yang ada di RTRW. Dalam prosesnya, penyedia jasa harus melaporkan progress pekerjaan dalam 2 (dua) laporan, yaitu laporan awal dan laporan akhir. 9. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanan kegiatan Penyusunan Data Spasial Utilitas Penunjang Kegiatan Penataan Ruang yaitu 120 (seratus dua puluh) hari kalender. 10. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah: 1. TENAGA AHLI a. Ahli Teknik Geodesi (Ketua Tim) Persyaratan Ahli Muda minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Geodesi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dengan pengalaman professional dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang pemetaan sekurang- kurangnya 3 (tiga) tahun. Tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja selama pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai dan bertanggung jawab atas semua produk serta melakukan tugas
  • 10. Halaman | 10 sebagai perencana desain yang memahami pedoman survei dan pemetaan dengan baik. b. Ahli Teknik Planologi / Perencanaan Wilayah dan Kota Persyaratan Ahli Muda minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Planologi / Perencanaan Wilayah dan Kota lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang terakreditasi dengan pengalaman professional dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang tata ruang dan pemetaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Tugas utamanya adalah bertanggung jawab dalam perumusan laporan dan melakukan analisa penilaian realisasi RTRW yang dipersyaratkan dalam pekerjaan, penggambaran semua hasil pengukuran di lapangan dan menyusunnya dalam bentuk laporan. 2. TENAGA PENDUKUNG a. Surveyor Persyaratan minimal berpendidikan Vokasi/Diploma (D-3) jurusan Geodesi/Geografi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi. Tugas utamanya adalah melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan melalui pengisian form/design survei, tracking, pengukuran dan pemetaan, yang kemudian dituliskan dalam laporan hasil survei lapangan. b. Operator SIG (Sistem Informasi Geografi) Persyaratan minimal berpendidikan Vokasi/Diploma (D-3) jurusan Geodesi/Geografi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dan kemahiran dalam penggunaan software GIS (Geography Information System). Tugas utamanya adalah bertanggung jawab dalam menginterpetasikan hasil survei lapangan yang kemudian dimuat dalam bentuk peta dan melakukan pengolahan data spasial dari hasil survei lapangan dan data sekunder baik melakukan desain basis data, editing data spasial, input data base atribut, pembuatan layout peta hingga menghasilkan peta yang dipersyaratkan dalam pekerjaan ini. 11. Keluaran Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah berupa Dokumen Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting di Kota Cilegon (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon).
  • 11. Halaman | 11 12. Laporan  Laporan Awal Laporan Awal ini minimal terdiri dari 3 (tiga) Sub BAB Pokok yaitu: a. BAB Pendahuluan yang berisi tentang rencana pelaksanaan pekerjaan, standar acuan pembuatan peta, tahap persiapan pelaksanaan pekerjaan, waktu dan metode pelaksanaan pekerjaan, serta form/design survei b. BAB Gambaran Wilayah yang berisi tentang gambaran umum terkait arahan dan kebijakan rencana tata ruang pada lingkup wilayah pekerjaan dari berbagai studi literature c. BAB Guna Bangunan Eksisting yang berisi tentang pemaparan hasil pelaksanaan survei (survei lapangan dan data sekunder yang diperoleh), tahapan dalam pengolahan data, dan rencana pelaporan/penyajian peta hingga menjelaskan masalah yang dihadapi (apabila ada), serta melengkapinya dengan bukti lampiran form survei dan foto-foto survei lapangan. Dokumen laporan pendahuluan ini selambat-lambatnya diserahkan kepada pengguna jasa setelah 60 (enam puluh) hari sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).  Laporan akhir Menyajikan seluruh hasil pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan dari awal hingga akhir pekerjaan yang menguraikan kondisi pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan yang ada di lapangan; permasalahan yang dihadapi; penyelesaian permasalahan; analisa penilaian ketaatan terhadap RTRW dengan menilai pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan eksisting terhadap rencana peruntukkan yang ada pada RTRW Kota Cilegon; dan pemaparan serangkaian tahapan proses untuk menghasilkan peta yang termuat dalam Album Peta. Peta yang termuat dalam album peta merupakan hasil akhir yang secara substansi telah melalui proses koordinasi dan merupakan hasil yang disetujui bersama antara pengguna jasa dan penyedia jasa (konsultan), serta menyerahkan dokumen laporan akhir selambat- lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).  Album Peta Memuat gambar hasil pengumpulan dan pengolahan data yang telah dilakukan dan dimuat dalam Album Peta. Peta yang termuat dalam album peta merupakan hasil akhir yang secara substansi telah melalui proses koordinasi dan merupakan hasil yang disetujui bersama antara pengguna jasa dan penyedia jasa (konsultan), serta menyerahkan album peta selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
  • 12. Halaman | 12 13. Pembahasan/ Diskusi/ Asistensi Konsultan diharuskan melakukan kegiatan diskusi/asistensi, supaya arah dan tujuan dari pekerjaan ini tercapai secara optimal, beberapa hal yang berkaitan dengan hal tersebut adalah: a. Konsultan harus segera memperbaiki serta menyempurnakan hasil-hasil pelaksanaan pekerjaan yang telah mendapat koreksi serta persetujuan dari Instansi Pemberi Pekerjaan serta kesanggupan dari Konsultan untuk melaksanakannya harus dicatat dalam Laporan Asistensi dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak, baik oleh Instansi Pemberi Pekerjaan maupun konsultan. b. Pada minggu terakhir diadakan pertemuan antara Direksi pada Instansi Pemberi Pekerjaan dengan konsultan untuk membahas pekerjaan apa yang telah selesai dan belum selesai, hingga masalah-masalah yang timbul dan merumuskan solusi tindak lanjut penyelesaian pekerjaan. Semua laporan tersebut diatas harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (Seratus Dua Puluh) hari sejak Surat Pesanan (SP) diterbitkan, secara rinci penyerahan hasil pekerjaan dan laporan adalah sebagai berikut: No. Hasil Pekerjaan dan Laporan Diserahkan 1. Laporan Awal 3 Buku 2. Laporan Akhir 5 Buku 3. Album Peta 1 Buku 4. CD Hasil Pemetaan untuk Peta Utilitas (format ArcGIS) 3 Buah 5. Dokumen Invoice 2 Eksemplar Penutup 1. Setelah pengarahan penugasan ini diterima Konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Setelah mempelajari dan mendapat penjelasan tentang pengarahan penugasan ini, Konsultan agar segera membuat usulan teknis dan biaya sesuai dengan pengarahan penugasan untuk diklarifikasi (usulan teknis) dan negoisasi (usulan biaya)
  • 13. Halaman | 13 2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan menyusun program kerja sebagai bahan diskusi untuk menghasilkan pedoman penugasan. Cilegon, Mei 2022 Mengetahui, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) TB. HERI MARDIANA NIP. 19690918 199803 1 003
  • 14. - 1 - KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN : KOORDINASI DAN SINKRONISASI PEMANFAATAN RUANG DAERAH KABUPATEN/KOTA SUB KEGIATAN : SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG PEKERJAAN : PENYUSUNAN PETA GUNA BANGUNAN EKSISTING KOTA CILEGON (KECAMATAN CIBEBER DAN KECAMATAN CILEGON) TAHUN ANGGARAN 2022 PEMERINTAH KOTA CILEGON DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG Jalan KH. Wasyid No. 119 Cilegon (42411) Telp. (0254) 393174, Fax (0254) 393174 website : www.dpucilegon.go.id
  • 15. Halaman | 2 KERANGKA ACUAN KERJA 1. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan pemerintah daerah menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah, salah satu aspek yang dinilai yaitu terkait penyelenggaraan penataan ruang. Penyelenggaran Penataan Ruang adalah kegiatan yang meliputi Pengaturan, Pembinaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan Penataan Ruang. Sebagai upaya untuk menilai penyelenggaraan penataan ruang dapat dilihat dari ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yaitu sejauh mana pelaksanaan pemanfaatan ruang eksisting yang mengacu pada produk perencanaan tata ruang. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, salah satu aspek indikator kinerja penataan ruang pada bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yaitu ketaatan terhadap RTRW, dimana dilakukan perbandingan Realisasi RTRW terhadap Rencana Peruntukan. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang menjelaskan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan untuk mendorong terwujudnya tata ruang sesuai Rencana Tata Ruang dengan salah satu cara melalui penilaian perwujudan rencana tata ruang. Tahapan dasar dalam penilaian perwujudan rencana tata ruang (struktur ruang & pola ruang) adalah pengumpulan data dan informasi yang dilaksanakan baik secara langsung (survei primer), maupun pengamatan secara tidak langsung (survei sekunder). Kebutuhan data dan informasi realisasi RTRW diawali dengan melakukan pengumpulan data. Salah satu data realisasi pemanfaatan ruang yaitu data Peta Guna Bangunan Eksisting. Hal ini dilakukan guna mendukung Surat dari Kementerian ATR/BPN Nomor: TR.02.02/36-200/II/2021 yang mengarahkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melakukan penyiapan Database untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten/Kota. Peta Guna Bangunan ini menjelaskan informasi pemanfaatan ruang dari masing- masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR. Dalam rangka memperoleh nilai realisasi RTRW terhadap rencana peruntukkan, maka perlu dilakukan optimasi ketersediaan data penyelenggaraan penataan ruang di Kota Cilegon berupa data
  • 16. Halaman | 3 spasial peta guna bangunan eksisting yang berperan penting dalam memberikan gambaran secara nyata kondisi pemanfaatan ruang Kota Cilegon. Untuk itu, dilaksanakan pekerjaan Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Tahun Anggaran 2022 ini dengan harapan dapat menghasilkan suatu data dan informasi spasial yang mutakhir dan menjamin keterbaruan data terkait pemanfaatan ruang sehingga dapat memperoleh nilai ketaatan terhadap RTRW di Kota Cilegon. Peta Guna Bangunan Eksisting dapat dijadikan alat pemerintah dalam melaksanakan dan merumuskan perencanaan, pengendalian, pengawasan, pengaturan dan evaluasi penyelenggaraan penataan ruang. 2. Maksud dan Tujuan Maksud : Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyiapkan database terbaru terkait peta guna bangunan eksisting pelaksanaan pemanfaatan ruang di Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) yang ditindaklanjuti dengan penilaian ketaatan implementasi RTRW dengan membandingkan realisasi RTRW terhadap rencana peruntukan. Tujuan : Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen peta guna bangunan eksisting Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) yang terbaru dan termutakhir sebagai data dasar penilaian ketaatan terhadap RTRW yang dapat dijadikan alat bagi Pemerintah Kota Cilegon dalam melakukan perencanaan, pengendalian, pengawasan, pengaturan dan evaluasi pembangunan yang berkelanjutan. 3. Sasaran Berdasarkan tujuan tersebut di atas, sasaran yang hendak dicapai adalah antara lain: 1. Tersusunnya dokumen data/informasi pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan eksisting sesuai klasifikasi daftar kegiatan pada Peraturan Zonasi RDTR di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon dalam format GIS (Geography Information System). 2. Tersusunnya dokumen analisis nilai ketaatan implementasi RTRW Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Cilegon) berdasarkan perbandingan realisasi RTRW yaitu pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan eksisting terhadap rencana peruntukkan/rencana pola ruang yang ada di RTRW Kota Cilegon dalam bentuk laporan dan peta dengan referensi geografis berbasis keruangan dengan standar untuk kebutuhan perencanaan penataan ruang.
  • 17. Halaman | 4 4. Lokasi Kegiatan Lokasi Kegiatan berada di Kecamatan Jombang yang merupakan alamat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cilegon. 5. Lingkup Wilayah Studi, Lingkup Kegiatan, dan Data & Fasilitas Penunjang A. LINGKUP WILAYAH STUDI Lingkup wilayah studi kegiatan Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Kota Cilegon Tahun Anggaran 2022 adalah 2 (dua) Kecamatan, yakni Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon. Kecamatan Cibeber yang terdiri dari 6 (enam) kelurahan yaitu Kelurahan Bulakan, Kelurahan Cibeber, Kelurahan Cikerai, Kelurahan Kalitimbang, Kelurahan Karangasem dan Kelurahan Kedaleman, sementara Kecamatan Cilegon yang terdiri dari 5 (lima) kelurahan yaitu Kelurahan Bendungan, Kelurahan Bagendung, Kelurahan Ciwedus, Kelurahan Ciwaduk, dan Kelurahan Ketileng. Lingkup wilayah studi dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Lingkup Wilayah Studi B. LINGKUP KEGIATAN Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Kota Cilegon (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) Tahun Anggaran 2022 yaitu : a. Tahap I : Kegiatan Persiapan - Persiapan Alat, Tenaga Ahli, Administrasi Perijinan hingga Mobilisasi tenaga ahli; - Pengumpulan data awal dan mempelajari semua data yang
  • 18. Halaman | 5 berkaitan dengan pekerjaan; - Pengumpulan data sekunder meliputi peta-peta yang terkait dengan wilayah studi (seperti peta RTRW, peta bangunan, peta batas wilayah kecamatan dan kelurahan, dan peta lainnya yang mendukung pekerjaan ini, serta segala peraturan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan ini) dengan maksud agar mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan Batasan wilayah pekerjaan; - Penyiapan checklist data dan form/design survei. b. Tahap II : Pekerjaan Survei Lapangan - Survei primer, data ini diperoleh melalui kegiatan survei lapangan dan melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR sebagaimana kebutuhan data dalam form/design survei dengan berbagai metode pemerolehan data di lapangan. Untuk checking dilakukan dengan alat GPS (Global Positioning System). - Survei sekunder, diperoleh dengan cara mengumpulkan/menghimpun dokumen yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan dari berbagai instansi terkait. c. Tahap III : Pengolahan Data dan Analisa - Input data lapangan/hasil survei primer. - Pengisian data atribut dalam software GIS (Geography Information System) yang berisi informasi-informasi pada objek-objek keruangan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan sesuai klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR. - Analisis pertampalan/overlay antara peta guna bangunan eksisting yang diperoleh dari hasil survei primer terhadap peta rencana pola ruang RTRW Kota Cilegon, yang akan menghasilkan nilai realisasi d. Tahap IV : Penyajian dan Pelaporan - Penyajian data dan informasi geospasial dengan memperhatikan tingkat ketelitian peta dan tampilan (layout) sesuai dengan standar perpetaan. - Pelaporan disusun berdasarkan Tahapan dan Substansi pekerjaan yaitu Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting di Kota Cilegon (Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) C. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG 1. Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang
  • 19. Halaman | 6 dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa (konsultan) antara lain : a. Peta Dasar Kota Cilegon Tahun 2019 dan peta-peta lain yang dapat menjadi acuan dalam pekerjaan ini, dengan tetap memperhatikan keperluan adanya tahapan updating dan koreksi perpetaan yang disesuaikan dengan kondisi terkini, sehingga diperoleh penyempurnaan terkait substansi dan atribut peta yang memenuhi standar teknis perpetaan. b. Dokumen hasil studi lain terkait dan data penunjang pekerjaan (bila ada). 2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa Dalam melaksanakan kegiatan jasa konsultansi teknik, penyedia jasa harus menyediakan semua fasilitas yang diperlukan sebagai berikut: - Kantor/Studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan seperti : komputer, printer, scanner, peralatan tulis dan barang habis pakai. - Peralatan/instrument pengukuran yang memenuhi standar presisi yang diperlukan untuk kegiatan survei (ETS, GPS Receiver, EDM, dsb) dan direkomendasikan oleh supervise pekerjaan 6. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa Kepala unit kerja dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cilegon sebagai perangkat daerah / lembaga teknis daerah bertindak sebagai Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang akan bertanggung jawab kepada Walikota Cilegon. 7. Sumber Pendanaan Dana yang tersedia untuk pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebesar Rp.385.638.550,- (Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Enam Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBD Kota Cilegon Tahun 2022. 8. Pendekatan dan Metodologi a. Tahap I : Kegiatan Persiapan - Persiapan Alat, Tenaga Ahli, Administrasi Perijinan hingga Mobilisasi tenaga ahli;  Pengecekan personil, kantor/perlengkapan  Koordinasi dengan instansi terkait  Administrasi perijinan - Pengumpulan data sekunder meliputi peta-peta yang terkait dengan wilayah studi (seperti peta RTRW, peta bangunan, peta batas wilayah kecamatan dan kelurahan, dan peta lainnya yang mendukung pekerjaan ini, serta segala peraturan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan ini) dengan maksud agar mendapatkan gambaran awal tentang kondisi dan Batasan
  • 20. Halaman | 7 wilayah pekerjaan;  Penyedia jasa harus mengumpulkan sekaligus menyusun kedalam suatu dokumen data untuk Laporan Pendahuluan  Koordinasi dengan instansi terkait - Penyiapan checklist data dan form/design survei.  Melakukan pembuatan form/design survei  Koordinasi checklist data dan form/design survei yang menjadi acuan dalam Tahap Survei Lapangan b. Tahap II : Pekerjaan Survey Lapangan Teknis pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan (data primer) dan survei instansional (data sekunder). - Survei lapangan: Pekerjaan dilaksanakan dengan melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari peta bangunan yang diklasifikasikan daftar kegiatannya sebagaimana arahan pada Peraturan Zonasi RDTR dan tracking (pengambilan koordinat) menggunakan GPS Receiver terhadap titik (point), garis (line) ataupun bidang (polygon) sesuai keperluan form/design survei dengan tetap mengikuti standar pembuatan peta untuk keperluan penataan ruang dengan tingkat ketelitian peta skala 1:5.000. Bilamana dalam pelaksanaan survei lapangan terdapat keperluan koreksi perpetaan dari peta yang dijadikan dasar pekerjaan, maka penyedia jasa perlu melakukan updating dan koreksi perpetaan yang disesuaikan dengan kondisi terkini, sehingga diperoleh penyempurnaan terkait substansi dan atribut peta yang memenuhi standar teknis perpetaan. - Survei sekunder: Kegiatan pengumpulan data peta dan uraian wilayah yang telah tersedia pada berbagai instansi terkait untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting dan perumusan masalah yang diperoleh dengan cara mengumpulkan/menghimpun dokumen yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. c. Tahap III : Pengolahan Data dan Analisa Pekerjaan pengolahan (input) data lapangan/hasil survei primer dengan pengisian data atribut dalam software GIS (Geography Information System) yang berisi informasi-informasi pada objek- objek keruangan yang berkaitan dengan guna bangunan eksisting sebagaimana form/design survei. Adapun metodologi untuk tahap pengolahan data antara lain :
  • 21. Halaman | 8 1. Desain Basis Data Untuk membuat sistem basis data yang efektif dan efisien diperlukan basis data yang baik dan terintegrasi. Sistem basis data tersebut perlu dirancang agar sistem yang disusun dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak secara terpadu dan optimal. Pelaksanaan desain basis data tergantung pada kriteria penggunaan oleh pengguna (user) dan jenis data yang akan dibangun. Spesifikasi basis data yang akan dibangun akan mempengaruhi efisiensi dan efektivitas sistem basis data yang dibangun. Selanjutnya dalam penentuan basis data diperlukan analisis data yang tersedia untuk membangun basis data, analisis meliputi:  Ketersediaan data dari hasil survei  Tingkat kepercayaan (validitas) data yang tersedia  Tingkat kebaruan (up to date) data  Tingkat konsistensi data yang tersedia 2. Editing Data Spasial Kegiatan ini memeriksa kelengkapan peta sumber dan mengorganisir data digital sedemikian rupa sehingga mudah diakses dan digunakan untuk kegiatan analisa selanjutnya 3. Input Data Base Atribut Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi data spasial. Database atribut diperoleh dari hasil pengumpulan data yang dilakukan sebelumnya (baik hasil data sekunder maupun hasil data survei lapangan), dan dimasukkan dengan menggunakan perangkat lunak pengolahan database. Data atribut yang dimasukkan pada tahap ini hanya untuk atribut peta yang masih berupa peta analog. Data ini untuk melengkapi peta hasil digitasi yang telah dilakukan. Kemudian database atribut diintegrasikan dengan data spasialnya sehingga menjadi basis data yang lengkap untuk keperluan analisa pada tahapan selanjutnya. 4. Analisis pertampalan / overlay Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh nilai ketaatan terhadap RTRW dengan membandingkan nilai realisasi RTRW yang diperoleh dengan metode analisis pertampalan/overlay antara peta guna bangunan eksisting yang diperoleh dari hasil survei primer terhadap peta rencana pola ruang RTRW Kota Cilegon. d. Tahap IV : Penyajian dan Pelaporan Penyajian data dan informasi geospasial dengan memperhatikan tingkat ketelitian peta dan tampilan (layout). Sedangkan untuk pelaporan disusun berdasarkan Tahapan dan Substansi pekerjaan yaitu Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting Kota Cilegon
  • 22. Halaman | 9 (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon). Adapun metodologi untuk tahap penyajian dan pelaporan antara lain: 1. Pembuatan Layout peta Dari data yang tersusun kemudian dipisah dan dilayout berdasarkan pembagian blok dari batas wilayah pekerjaan dan peta hasil analisa ketaatan pemanfaatan ruang terhadap RTRW. Layout peta disesuaikan dengan hasil peta yang akan dicetak nantinya. 2. Cetak Peta Peta yang sudah dilayout selanjutnya dicetak menggunakan plotter. Mencetak peta merupakan hasil akhir. Ukuran disesuaikan dengan hasil yang diinginkan yaitu A3. 3. Penyusunan Album Peta Dari peta-peta yang sudah tercetak kemudian disusun dalam album berdasarkan pembagian blok dari batas wilayah pekerjaan dan peta hasil analisa ketaatan pemanfaatan ruang terhadap RTRW yang sudah ditentukan. Ukuran peta yang dibuat album adalah A3. 4. Pelaporan Tujuan akhir dari pekerjaan ini adalah tersedianya peta guna bangunan eksisting di Kecamatan Cibeber dan Cilegon yang klasifikasinya disesuaikan dengan klasifikasi daftar kegiatan di Peraturan Zonasi RDTR, sehingga dapat dilakukan analisa penilaian realisasi pemanfaatan ruang terhadap rencana peruntukkan yang ada di RTRW. Dalam prosesnya, penyedia jasa harus melaporkan progress pekerjaan dalam 2 (dua) laporan, yaitu laporan awal dan laporan akhir. 9. Jangka Waktu Pelaksanaan Jangka waktu pelaksanan kegiatan Penyusunan Data Spasial Utilitas Penunjang Kegiatan Penataan Ruang yaitu 120 (seratus dua puluh) hari kalender. 10. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah: 1. TENAGA AHLI a. Ahli Teknik Geodesi (Ketua Tim) Persyaratan Ahli Muda minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Geodesi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dengan pengalaman professional dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang pemetaan sekurang- kurangnya 3 (tiga) tahun. Tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja selama pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai dan bertanggung jawab atas semua produk serta melakukan tugas
  • 23. Halaman | 10 sebagai perencana desain yang memahami pedoman survei dan pemetaan dengan baik. b. Ahli Teknik Planologi / Perencanaan Wilayah dan Kota Persyaratan Ahli Muda minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) jurusan Teknik Planologi / Perencanaan Wilayah dan Kota lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang terakreditasi dengan pengalaman professional dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang tata ruang dan pemetaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Tugas utamanya adalah bertanggung jawab dalam perumusan laporan dan melakukan analisa penilaian realisasi RTRW yang dipersyaratkan dalam pekerjaan, penggambaran semua hasil pengukuran di lapangan dan menyusunnya dalam bentuk laporan. 2. TENAGA PENDUKUNG a. Surveyor Persyaratan minimal berpendidikan Vokasi/Diploma (D-3) jurusan Geodesi/Geografi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi. Tugas utamanya adalah melakukan pendataan pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan melalui pengisian form/design survei, tracking, pengukuran dan pemetaan, yang kemudian dituliskan dalam laporan hasil survei lapangan. b. Operator SIG (Sistem Informasi Geografi) Persyaratan minimal berpendidikan Vokasi/Diploma (D-3) jurusan Geodesi/Geografi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dan kemahiran dalam penggunaan software GIS (Geography Information System). Tugas utamanya adalah bertanggung jawab dalam menginterpetasikan hasil survei lapangan yang kemudian dimuat dalam bentuk peta dan melakukan pengolahan data spasial dari hasil survei lapangan dan data sekunder baik melakukan desain basis data, editing data spasial, input data base atribut, pembuatan layout peta hingga menghasilkan peta yang dipersyaratkan dalam pekerjaan ini. 11. Keluaran Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah berupa Dokumen Penyusunan Peta Guna Bangunan Eksisting di Kota Cilegon (Lokasi: Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon).
  • 24. Halaman | 11 12. Laporan  Laporan Awal Laporan Awal ini minimal terdiri dari 3 (tiga) Sub BAB Pokok yaitu: a. BAB Pendahuluan yang berisi tentang rencana pelaksanaan pekerjaan, standar acuan pembuatan peta, tahap persiapan pelaksanaan pekerjaan, waktu dan metode pelaksanaan pekerjaan, serta form/design survei b. BAB Gambaran Wilayah yang berisi tentang gambaran umum terkait arahan dan kebijakan rencana tata ruang pada lingkup wilayah pekerjaan dari berbagai studi literature c. BAB Guna Bangunan Eksisting yang berisi tentang pemaparan hasil pelaksanaan survei (survei lapangan dan data sekunder yang diperoleh), tahapan dalam pengolahan data, dan rencana pelaporan/penyajian peta hingga menjelaskan masalah yang dihadapi (apabila ada), serta melengkapinya dengan bukti lampiran form survei dan foto-foto survei lapangan. Dokumen laporan pendahuluan ini selambat-lambatnya diserahkan kepada pengguna jasa setelah 60 (enam puluh) hari sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).  Laporan akhir Menyajikan seluruh hasil pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan dari awal hingga akhir pekerjaan yang menguraikan kondisi pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan yang ada di lapangan; permasalahan yang dihadapi; penyelesaian permasalahan; analisa penilaian ketaatan terhadap RTRW dengan menilai pemanfaatan ruang dari masing-masing guna bangunan eksisting terhadap rencana peruntukkan yang ada pada RTRW Kota Cilegon; dan pemaparan serangkaian tahapan proses untuk menghasilkan peta yang termuat dalam Album Peta. Peta yang termuat dalam album peta merupakan hasil akhir yang secara substansi telah melalui proses koordinasi dan merupakan hasil yang disetujui bersama antara pengguna jasa dan penyedia jasa (konsultan), serta menyerahkan dokumen laporan akhir selambat- lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).  Album Peta Memuat gambar hasil pengumpulan dan pengolahan data yang telah dilakukan dan dimuat dalam Album Peta. Peta yang termuat dalam album peta merupakan hasil akhir yang secara substansi telah melalui proses koordinasi dan merupakan hasil yang disetujui bersama antara pengguna jasa dan penyedia jasa (konsultan), serta menyerahkan album peta selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
  • 25. Halaman | 12 13. Pembahasan/ Diskusi/ Asistensi Konsultan diharuskan melakukan kegiatan diskusi/asistensi, supaya arah dan tujuan dari pekerjaan ini tercapai secara optimal, beberapa hal yang berkaitan dengan hal tersebut adalah: a. Konsultan harus segera memperbaiki serta menyempurnakan hasil-hasil pelaksanaan pekerjaan yang telah mendapat koreksi serta persetujuan dari Instansi Pemberi Pekerjaan serta kesanggupan dari Konsultan untuk melaksanakannya harus dicatat dalam Laporan Asistensi dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak, baik oleh Instansi Pemberi Pekerjaan maupun konsultan. b. Pada minggu terakhir diadakan pertemuan antara Direksi pada Instansi Pemberi Pekerjaan dengan konsultan untuk membahas pekerjaan apa yang telah selesai dan belum selesai, hingga masalah-masalah yang timbul dan merumuskan solusi tindak lanjut penyelesaian pekerjaan. Semua laporan tersebut diatas harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (Seratus Dua Puluh) hari sejak Surat Pesanan (SP) diterbitkan, secara rinci penyerahan hasil pekerjaan dan laporan adalah sebagai berikut: No. Hasil Pekerjaan dan Laporan Diserahkan 1. Laporan Awal 3 Buku 2. Laporan Akhir 5 Buku 3. Album Peta 1 Buku 4. CD Hasil Pemetaan untuk Peta Utilitas (format ArcGIS) 3 Buah 5. Dokumen Invoice 2 Eksemplar Penutup 1. Setelah pengarahan penugasan ini diterima Konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Setelah mempelajari dan mendapat penjelasan tentang pengarahan penugasan ini, Konsultan agar segera membuat usulan teknis dan biaya sesuai dengan pengarahan penugasan untuk diklarifikasi (usulan teknis) dan negoisasi (usulan biaya)
  • 26. Halaman | 13 2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan menyusun program kerja sebagai bahan diskusi untuk menghasilkan pedoman penugasan. Cilegon, Mei 2022 Mengetahui, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) TB. HERI MARDIANA NIP. 19690918 199803 1 003