Masalah lalu lintas

12,682 views

Published on

  • Be the first to comment

Masalah lalu lintas

  1. 1. Masalah Lalu Lintas1. Tingginya penggunaan kendaraan bermotor pribadi menyebabkan berbagai masalah: kemacetanLL, pencemaran LH, dan pemborosan BBM Evaluasi Pelayanan Angkutan Umum Mengkaji model manajemen lalu lintas pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, antara lain: road pricing, park and ride, tarif parkir yang tinggi pada pusat kegiatan uji kelaikan dan emisi yang ketat2. Fasilitas pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor yang belum memadai Kunjungan lapangan kondisi fasilitas pejalan kaki Mengkaji penerapan jalur khusus sepeda Mengkaji sistem non motorize transpor3. Sistem perparkiran yang belum tertib dan terpadu Evaluasi manajemen perparkiran DKI Jakarta Evaluasi tarif parkir Evaluasi perda perparkiran4. Kondisi geometri jalan yang belum memadai menimbulkan kemacetan lalu lintas, kecelakaan, dankerusakan kendaraan, antara lain: simpang sebidang (terutama persimpangan jalan dan rel KA),penyempitan ruas jalan, jalan berlubang, dll. Mengkaji masalah geometri jalan Evaluasi Pemeliharaan Jalan
  2. 2. Manajemen Lalu Lintas/Permasalahan lalu lintasPermasalahan lalu lintas biasanya tumbuh lebih cepat dari upaya untuk melakukanpemecahan permasalahan transportasi sehingga mengakibatkan permasalahan menjadibertambah parah dengan berjalannya waktu. Untuk bisa memecahkan permasalahan lalulintas perlu diambil langkah-langkah yang berani atas dasar kajian dan langkah-langkah yangpernah dilakukan dikota-kota lain.Daftar isi 1 Kemacetan lalu lintas 1.1 Ratio infrastruktur transportasi dengan luas lahan 1.2 Jaringan jalan yang tidak memadai 1.2.1 Jaringan jalan untuk kendaraan 1.2.2 Jaringan jalan bagi pejalan kaki 1.3 Tata Ruang yang tidak terkendali 1.4 Pertumbuhan kendaraan yang sangat tinggi 1.5 Tidak memadainya pelayanan angkutan umum 2 Pelanggaran ketentuan lalu lintas 3 Kecelakaan lalu lintas 3.1 Faktor manusia 3.2 Faktor Kendaraan 3.3 Faktor jalan 3.4 Faktor cuaca 4 Manajemen lalu lintas yang tidak optimal 5 Pencemaran linkungan 6 Daftar Bacaan
  3. 3. Kemacetan lalu lintasKemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya yang ditandai dengan menurunnyakecepatan perjalanan dari kecepatan yang seharusnya atau bahkan terhentinya lalu lintasyang disebabkan oleh banyaknya jumlah lalu lintas kendaraan melebihi kapasitas jalan.Kemacetan merupakan permasalahan yang umum terjadi dan banyak terjadi di kota-kotabesar yang pada gilirannya mengakibatkan kota menjadi tidak efisien dan bisamengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Kemacetan ini disebabkan beberapapermasalahan:Ratio infrastruktur transportasi dengan luas lahanBila dibandingkan dengan kota-kota dunia kota-kota di Indonesia mempunyai ratioinfrastruktur transportasi dengan luas lahan yang cenderung rendah, sebagai contoh,Jakarta hanya memiliki ratio sebesar 6 persen sedangkan kota-kota di Amerika Utaraberkisar diantara 25-35 persen di Eropah berkisar antara 15 persen sampai 25 persen.Padahal jumlah kendaraan per kapita juga sudah sangat tinggi sehingga kemacetanmerupakan salah satu permasalahan di kota-kota besar Indonesia.Jaringan jalan yang tidak memadaiJaringan jalan untuk kendaraanJaringan jalan terutama di kawasan perkotaan yang tidak memiliki konsep jaringan yangmemadai yang mengakibatkan pilihan rute menuju suatu kawasan terbatas sehingga bebanjala-jalan tertentu menjadi sedemikian padatnya. Hal ini diperparah dengan jumlahkendaraan yang sangat tinggi, sebagai contoh Panjang jalan untuk setiap kendaraan diJakarta hanya mencapai 1,17 m, sehingga kalau kendaraan disusun bumper to bumper tidakakan mencukupi panjang jalan yang ada DKI Jakarta, dan kalau kita menggunakan kriterialainnya yaitu panjang jalan per kapita hanya 0,88 m, angka yang kecil kalau dibandingkandengan kota-kota lain didunia (kota-kota di Eropah berkisar 2,5 m/kapita dan kota-kotaAmerika Utara berkisar 5 m/kapita).Jaringan jalan bagi pejalan kakiFasilitas pejalan kaki umumnya tidak mendapat perhatian yang cukup oleh pemerintahdaerah, dan kalaupun fasilitas pejalan kaki tersedia tidak didukung dengan standar desainyang baik sehingga tidak bisa digunakan oleh penderita cacat baik yang menggunakan kursi
  4. 4. roda maupun yang penderita yang buta. Keadaan ini diperparah lagi oleh pedagang kakilima yang berjualan di trotoar ataupun digunakan untuk kendaraan parkir. Permasalahanlain yang terkait dengan pejalan kaki adalah kurangnya fasilitas penyeberangan yangdikendalikan didaerah pusat kota, ataupun ketidak patuhan pemakai kendaraan bermotoruntuk tiodak memberikan perioritas terhadap pejalan kaki.Tata Ruang yang tidak terkendaliPermasalahan lainnya yang besar adalah tata ruang yang tidak terkendali sehinggamengakibatkan berbagai permasalahan, diantaranya jalan yang tidak teratur terutamadikawasan pemukiman dan terkadang didaerah yang kumuh gang-gang yang adasedemikian sempitnya sehingga bila terjadi kebakaran sulit untuk dimasuki mobil pemadamkebakaran.Pertumbuhan kendaraan yang sangat tinggiPertumbuhan pemilikan kendaraan pribadi yang sangat tinggi antara 8 sampai 13 persensetahun yang pada gilirannya digunakan di jalan sehingga bebabn jaringan jalan menjadisemakin berat. Tingkat pemilikan kendaraan dikota-kota besar sudah mencapai angka 300an kendaraan per 1000 orang, suatu angka yang sangat tinggi. Pemilikan kendaraan pribadiini didominasi oleh sepeda motor dengan pangsa hampir sebesar 80 persen. Angkapemilikan kendaraan yang tinggi ini pada gilirannya mengakibatkan permasalahan parkiryang cukup serius dengan serinnya dilakukan pelanggaran parkir.Tidak memadainya pelayanan angkutan umumAngkutan umum yang tidak memadai mendorong masyarakat untuk menggunakanangkutan umum. Permasalahan pelayanan angkutan umum yang dihadapi pemerintahdaerah khususnya dikawasan perkotaan diantaranya adalah: Pada trayek-trayek tertentu jumlah bus yang melayani angkutan tidak mencukupi, khususnya pada saat permintaan puncak, tapi pada trayek lainnya terkadang sangat melebihi kebutuhan sehingga pada gilirannya untuk mempertahankan operasi operator menterlantarkan kualitas pelayanan, Ukuran kendaraan tidak sesuai dengan permintaan yang ada, di banyak kota pelayanan angkutan pada koridor utama dengan permintaan yang tinggi dilayani dengan angkutan umum ukuran kecil/angkot yang kapasitas angkutnya hanya pada kisaran 10 orang.
  5. 5. Kualitas angkutan yang sangat tidak memadai Jadwal yang tidak teratur Fasilitis perhentian yang tidak memadai, atap bocor, tidak dilengkapi dengan informasijaringan angkutan umum yang melewati perhentian tersebut, tidak dilengkapi denganjadwal.Pelanggaran ketentuan lalu lintasPelanggaran ketentuan lalu lintas yang dilakukan masyarakat kian tambah memprihatikandari tahun ke tahun yang pada gilirannya akan mengakibatkan peningkatan kecelakaan lalulintas dengan korban meninggal ataupun luka-luka yang tidak sedikit. Disamping itu ketidaktertiban juga akan mengganggu kelancaran lalu lintas yang akan menurukan kecepatanperjalanan. Untuk meningkatkan ketertiban masyarakat perlu dipelajari dan dipetakankembali profil pelanggaran yang dilakukan masyarakat termasuk juga pelanggaran yangdilakukan oleh petugas. Pengamatan terhadap pelanggaran yang dilakukan olehmasyarakat: Tingginya pelanggaran terhadap batas kecepatan yang seolah-olah tidak ada batasan kecepatan yang diberlakukan hal ini terutama menjadi masalah pada jalan yang lalu lintas sedang sepi Tingginya pelanggaran pada persimpangan yang dikendalikan lampu lalu lintas khususnya didaerah pingiran kota. Pelanggaran terutama tinggi dilakukan oleh pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan umum khususnya angkot. Pelanggaran lain yang juga terjadi bahwa pengemudi tetap masuk persimpangan pada saat lampu sudah berubah menjadi merah dan kadang bila lalu lintas didepannya macet pengemudi akan menghambat lalu lintas yang mendapatkan lampu hijau dan akhirnya persimpangan akan terkunci. Tidak berjalannya aturan penggunaan persimpangan perioritas atau bundaran lalu lintas, pelanggaran ini pada gilirannya mengakibatkan persimpangan terkunci. Memang pengertian masyarakat tentang hak menggunakan persimpangan masih sangat rendah terutama pada persimpangan yang dilengkapi dengan rambu beri kesempatan ataupun rambu stop. Pelanggaran jalur yang dilakukan oleh pengguna jalan dengan berjalan menggunakan jalur lawan pada jalan-jalan yang dipisah dengan median ataupun jalan satu arah. Pelanggaran ini terutama dilakukan oleh pengguna sepeda motor. Pelanggaran terhadap penggunaan jalan, khususnya dijalur khusus bus yang lebih dikenal sebagai Busway.
  6. 6. Pelanggaran tertib penggunaan perangkat keselamatan seperti helm dan sabuk keselamatan yang cenderung masih tinggi terutama di kawasan pinggiran kota.Kecelakaan lalu lintasAngka kecelakaan di Indonesia cenderung cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean. Berbagai langkah perlu dilakukan untuk bisa mengendalikan angkakecelakaan tersebut. Faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah: Jaringan pelayanan yang tidak memadai Integrasi pelayanan yang menyangkat integrasi phisik/tempat perpindahan, jadwal dan tiketing yang belum optimal Subsidi angkutan umum tidak dikelola dengan baikFaktor manusiaFaktor manusia merupakan penyebab kecelakaan yang paling besar bisa mencapai 85persen dari seluruh kejadian kecelakaan. Hampir seluruh kejadian kecelakaan didahuluidengan pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundangan tentang lalu lintas danangkutan. Faktor manusia berupa keahlian yang tidak memadai dalam menjalankankendaraan, kesalahan menginterprestasikan aturan, pengemudi sedang mabuk atau sakit,atau terkadang sengaja melakukan pelanggaran karena ingin lebih cepat sampai di tujuandengan mengemudikan kendaraan lebih cepat dari ketentuan atau sengaja melanggarlampu lalu lintas dan berbagai penyebab lainnya.Faktor KendaraanFaktor kendaraan diantaranya yang paling sering terjadi adalah ban pecah, rem tidakberfungsi sebagaimana seharusnya, kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraanpatah, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya. Keseluruhanfaktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan, perawatan yangdilakukan terhadap kendaraan. Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan danperbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukanpengujian kendaraan bermotor secara reguler.
  7. 7. Faktor jalanFaktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman didaerah pegunungan, ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaanjalan, tidak memadainya bahu jalan fasilitas pejalan kaki yang sering diabaikan atau tidaktersedia. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagipemakai sepeda motor.Faktor cuacaFaktor Cuaca seperti hari hujan juga mempengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarakpengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruhkarena penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujanmengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggujarak pandang, terutama di daerah pegununganJumlah kecelaan lalu lintas yang tercata di Kepolisian Republik Indonesia ditunjukkan dalamgambar berikut:Lakalantas.jpgManajemen lalu lintas yang tidak optimalDengan segala permasalahan kemacetan lalu lintas dan angka kecelakaan yang tinggimenjadi lebih parah kalau tidak didukung dengan manajemen lalu lintas untuk mengurangiangka kecelakaan, mengoptimalkan penggunaan jaringan jalan, meningkatkan efisiensisistem transportasi.
  8. 8. Pencemaran linkunganSalah satu dampak negatip sebagai akibat performansi lalu lintas yang jelek, bahan bakaryang buruk serta tehnologi kendaraan yang sudah ketinggalan akan mengakibatkanpecemaran lingkungan. Dampak pencemaran lingkungan ini berupa: Emisi gas buang yang berupa gas dan partikel beracun seperti, gas CO, HC, NOx, Benzen dan berbagai gas lainnya serta berbagai partikel seperti senyawa karbon lepas, timbal dan berbagai partikel lainnya. Emisi gas rumah kaca, yang saat ini dianggap sebagai pemicu terjadinya perubahan iklim. Peran Gas rumah kaca dari sektor transportasi berada pada kisaran 15 sampai 20 persen yang merupakan angka yang tidak kecil.Daftar Bacaan 1. European commision, Directorate General for Energy and Transport, Traffic management for Land Transport, Research to increase the capacity, efficiency, sustainability and safety of road, rail and Urban Transport Netwoks, Belgium, 2009 2. Thales, Traffic management, A safe and secure system for automated traffic management.
  9. 9. Manajemen Lalu Lintas/Keselamatan lalu lintasKecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakandengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapatmengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalu-lintasmenelan korban jiwa di dunia ini sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun menurut WHO[1],dimana di Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kepolisian Indonesia mencapaiangka 20 188 orang meninggal pada tahun 2008[2]. Hal inilah yang mendorong pemerintahuntuk bekerja keras menyusun program dalam rangka meningkatkan keselamatan dalamberlalu lintas dengan target menurunkan angka kecelakaan.Daftar isi 1 Tahapan program keselamatan lalu lintas 1.1 Tahap 1 1.2 Tahap 2 1.3 Tahap 3 2 Program keselamatan lalu lintas 3 Kampanye keselamatan lalu lintas 3.1 Siapa yang harus disuluh 4 ReferensiTahapan program keselamatan lalu lintasDari buku pedoman keselamatan jalan yang dikeluarkan ADB[3] (Asian Development Bank)bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat ada tiga (3) tahapan pendekatanintervensi peningkatan keselamatan jalan :Tahap 1Membangkitkan kepedulian, hal ini merupakan salah satu permasalahan yang cukupmemprihatinkan di Indonesia sehingga perlu perhatian yang tinggi untuk meningkatkankepedulian masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas yang dapatdilakukan melalui menyebar luaskan dampak kecelakaan, angka kecelakaan kepada para
  10. 10. pengambil keputusan untuk menggugah mereka seperti Dewan Perwakilan Rakyat baiknasional maupun tingkat daerah, Pejabat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.Langkah lain yang perlu dilakukan pada tahapan ini adalah identifikasi dari permasalahankeselamatan lalu lintas termasuk meninjau kembali program keselamatan yang telah dansedang dilaksanakan.Tahap 2Rencana aksi prioritas, setelah mengenali permasalahan yang ditemukan dalam tahap 1maka langkah selanjutnya adalah merumuskan program perioritas yang perlu segeradilaksanakan, apakah merumuskan kembali peraturan perundangan untuk meningkatkankeselamatan, menyempurnakan organisasi yang menangani permasalahan kecelakaan danperumusan program keselamatan disertai dengan langkah untuk melakukan penertibanterhadap angka pelanggaran lalu lintas. Hal ini penting mengingat bahwa sebagian besarkecelakaan yang terjadi didahului oleh pelanggaran ketentuan/aturan lalu lintas.Tahap 3Program 5 tahun untuk keselamatan jalan, langkah strategis lebih lanjut adalah menyusunprogram keselamatan yang lebih makro untuk menurunkan angka kecelakaan secara nyata,misalnya dengan merubah undang-undang seperti yang telah dilaksanakan dengan telahterbitnya Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan, yangmasih harus ditindak lanjuti dengan perumusan peraturan pelaksanaannya seperti misalnyaperaturan pelaksanaan yang berkaitan dengan penerapan penegakan hukum elektronik.Langkah lain yang perlu dilaksanakan dalam program 5 tahun adalah identifikasi dan analisisblack spot lokasi yang rawan kecelakaan dan dilanjutkan audit keselamatan, untukkemudian dilakukan langkah perbaikan.Program keselamatan lalu lintasProgram keselamatan merupakan perioritas utama dalam pengembangan sistemtransportasi sehingga perlu ditangani dengan sebaik-baiknya sehingga setiap program yangdibuat oleh pemerintah merupakan bagian dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas.Oleh karena itu program keselamatan lalu lintas diarahkan kepada beberapa langkahsebagai berikut:
  11. 11. Pengembangan sistem pangkalan data kecelakaan lalu lintas yang mudah diakses olehinstansi pemerintah, akademisi atau pun masyarakat sebagai masukan dalammempersiapkan langkah peningkatan keselamatan lalu lintas. 1. Melakukan koordinasi antar instansi dalam rangka meningkatkan keselamatan lalu lintas 2. Menciptakan suatu sumber pendanaan keselamatan lalu lintas yang berkesinambungan 3. Merencanakan dan merekayasa langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas 4. Melakukan perbaikan terhadap lokasi-lokasi rawan kecelakaan 5. Ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pendidikan keselamatan bagi anak sekolah 6. Meningkatkan kualitas pengemudi 7. Melakukan program penyuluhan keselamatan 8. Meningkatkan standar keselamatan kendaraan 9. Penyempurnaan peraturan perundangan lalu lintas dan angkutan jalan 10. Peningkatan pelaksanaan penegakan hukum 11. Pengembangan sistem pertolongan pertama pada kecelakaan 12. Pengembangan penelitian keselamatan jalanKampanye keselamatan lalu lintasPelanggaran terjadi karena beberapa hal diantaranya karena tidak mengetahui bahwa yangbersangkutan melanggar, tidak melihat rambu atau marka pada saat mengemudi sehinggamelanggar dengan tidak sengaja tau sengaja melanggar agar lebih cepat sampai ditujuan,tidak sabaran. Oleh karena itu penegakan hukum menjadi penting dalam meningkatkankeselamatan lalu lintas dan berikutnya adalah melakukan kampanye keselamatan untukmeningkatkan kesadaran masyarakat tentang peraturan perundangan yang berlaku sertauntuk menyadarkan masyarakat kalau mereka melakukan pelanggaran dapat berakibat fatalterhadap dirinya atau orang lain.Kampanye keselamatan merupakan program yang harus dilaksanakan secara terusmenerus, masyarakat harus terus diingatkan dan disegarkan kembali tentang peraturanperundangan yang terkait dengan lalu lintas dan resiko yang mereka dapatkan bilamelakukan pelanggaran lalu lintas.
  12. 12. Siapa yang harus disuluhTarget yang perlu diberikan penyuluhan keselamatan perlu disesuaikan dengan kelompokmasyarakat, untuk itu bisa dikelompokkan sebagai berikut: 1. Anak-anak 2. Remaja 3. Orangtua 4. Pesepeda 5. Penumpang 6. Pengendara sepeda motor 7. Pengemudi kendaraan pribadi dan pengemudi angkutan umum 8. Profesional 9. WartawanReferensi 1. ↑ World Health Day: Road safety is no accident![1] 2. ↑ BPS, Jumlah Kecelakaan, Koban Mati, Luka Berat, Luka Ringan, dan Kerugian Materi yang Diderita Tahun 1992-2008,[2] 3. ↑ Asian Development Bank, Pedoman Keselamatan Jalan Untuk Kawasan Asia Pasifik, Diterbitkan oleh Ditjen Perhubungan Darat, 2002

×