Konsep islam tentang manusia

  • 18,107 views
Uploaded on

Deskripsi Manusia Menurut Islam

Deskripsi Manusia Menurut Islam

More in: Spiritual
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
18,107
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
372
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MakalahKonsep Islam Tentang Manusia Disusun oleh: Kelas 1B Sore 1. Renny Dwi Yuni A 121080200076 2. M Mawaahi Bussomad 121080200059 3. Eka Miftakhul Rizky 121080200 4. Ferdian Sholehudin 121080200 5. Wahyu Mahendra 121080200UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2012 - 2013
  • 2. KATA PENGANTAR Puja dan Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dankarunianya kepada kami , sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat padawaktunya. Terdorong oleh rasa ingin tahu , kemauan , kerja sama dan kerja keras , kami kerahkanseluruh upaya demi mewujudkan keinginan ini. Semoga tulisan ini dapat memenuhi kewajibankami dalam tugas Agama Islam Kemuhammadiyahan bertema Konsep Islam Tentang Manusiayang dibimbing dan di motivasi oleh oleh Dosen Pembimbing Bapak Imam M. Adapun harapan kami, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan pembacamengenai pengertian manusia menurut islam , dengan maksud nantinya pembaca mampuuntuk mengenal dan mengetahui seluk beluknya. Menyadari bahwa makalah kami ini masihjauh dari sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun daripembaca demi kesempurnaan makalah ini Hormat Kami, Penulis
  • 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penulisan 1.3 Rumusan Masalah 1.4 Metode PenulisanBAB II PEMBAHASAN ( ISI ) 2.1 Definisi dan Hakikat Manusia 2.2 Asal-usul dan Penciptaan Manusia 2.3 Martabat dan Kedudukan MAnusia 2.4 Tujuan Hidup Manusia 2.5 Peran dan Fungsi Manusia 2.6 Tanggungjawab ManusiaBAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Penutup BAB I
  • 4. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangMakalah ini membahas secara singkat mengenai konsep islam tentang manusia, khususnya mengenaiPenciptaan Manusia. Banyak teori-teori yang muncul mengenai proses terciptanya manusia sebelumturunnya al-Quran. Dari mulai teori Aristoteles, Louis Pasteur, hingga Charles Darwin . Mereka mencobamengungkap tentang dari mana asal-usul hidup dan kehidupan.Semenjak itulah (tepatnya 1860) muncul teori baru yang menyatakan bahwa semua yang hidup berasaldari yang hidup sebelumnya.Walaupun teori baru itu nampaknya lebih hebat dan rasional, namun ternyata masih belum mampumenjabarkan “misteri” hidup itu sendiri. Karena teori-teori tersebut tidak dapat memberikan jawabanatas pertanyaan tentang dari manakah asal-usul hidup pertama kali. Karena itulah orang menjadibingung.Pada abad pertengahan al-Qur’anul-Karim dan Rosululloh salah satunya pendobrak pintu kegelapanteori ini dengan mengemukakan fakta-fakta penciptaan manusia yang sangat rumit dan ajaib.1.2 Tujuan Pembuatan Makalah 1. Untuk memenuhi tugas mata perkuliahan Pengantar Teknologi Informasi Bagian Software Operating System 2. Untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan tentang system operasi khususnya Android 3. Sebagai bahan masukan yang bersifat membangun bagi penyusun. Mendewasakan cara berfikir dan bekerja agar dikemudian hari tidak kaku dan sudah terbiasa. Menumbuhkan aktifitas, kreatifitas, dan inovatif dalam menjawab tantangan zaman.1.3 Rumusan Masalah Untuk mengkaji dan mengulas tentang manusia dalam pandangan islam, maka diperlukansubpokok bahasan yang saling berhubungan, sehingga penulis membuat rumusan masalah sebagaiberikut: 1. Definisi dan hakikat manusia menurut konsep Islam 2. Asal-usul dan penciptaan manusia 3. Martabat dan kedudukan manusia 4. Tujuan hidup manusia 5. Fungsi dan peranan manusia 6. Tanggungjawab manusia1.4 Metode PenulisanMetode yang digunakan untuk penulisan analisis ini adalah metode literature yaitu dengan mencari danmenelaah data dari sumber-sumber yang berhubungan dengan pokok bahasan manusia dalampandangan Islam.
  • 5. BAB II PEMBAHASAN2.1 Definisi dan Hakikat Manusia Menurut Konsep Islam Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah swt.Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagaikhalifah di muka dumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah. Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat bergantungmetodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang mendasari. Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (makhlukberkeinginan). Menurut aliran ini, manusia adalah makhluk yang memiliki prilaku interaksi antarakomponen biologis (id), psikologis (ego), dan social (superego). Di dalam diri manusia tedapat unsuranimal (hewani), rasional (akal), dan moral (nilai). Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mehanibcus (manusiamesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (aliran yang menganalisa jiwa manusiaberdasarkan laporan subjektif dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawa sadar yangtidak nampak). Behavior yang menganalisis prilaku yang Nampak saja. Menurut aliran ini segala tingkahlaku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkanaspek. Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir).Menurut aliran ini manusia tidak di pandang lagi sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif padalingkungannya, makhluk yang selalu berfikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yangcenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. Padahalberpikir , memutuskan, menyatakan, memahami, dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia. Dalam al-quran istilah manusia ditemukan 3 kosa kata yang berbeda dengan makna manusia,akan tetapi memilki substansi yang berbeda yaitu kata basyar, insan dan an-nas. Kata basyar dalam al-quran disebutkan 37 kali salah satunya al-kahfi : innama anaa basyarunmitlukum (sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu). Kata basyar selalu dihubungkanpada sifat-sifat biologis, seperti asalnya dari tanah liat, atau lempung kering (al-hijr : 33 ; al-ruum : 20),manusia makan dan minum (al-mu’minuum : 33). Kata insan disebutkan dalam al-quran sebanyak 65 kali, diantaranya (al-alaq : 5), yaitu allamalinsaana maa lam ya’ (dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya). Konsep islam selaludihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk yang berpikir, diberi ilmu,dfan memikul amanah (al-ahzar : 72). Insan adalah makhluk yang menjadi (becoming) dan terusbergerak maju ke arah kesempurnaan. Kata an-nas disebut sebanyak 240 kali, seperti al-zumar : 27 walakad dlarabna linnaasi fiihaadzal quraani min kulli matsal (sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam al-quran inisetiap macam perumpamaan). Konsep al-nas menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk socialatau secara kolektif. Dengan demikian al-quran memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dansocial. Manusia sebagai basyar, diartikan sebagai makhluk social yang tidak biasa hidup tanpa bantuanorang lain dan atau makhluk lain. Sebenarnya manusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu:1. Jasmani.Terdiri dari air, kapur, angin, api dan tanah.2. RuhTerbuat dari cahaya (nur). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.3. Jiwa (an nafsun/rasa dan perasaan). Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi yaitu kelengkapan yang diberikan pada saatdilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia dapat di kelompokkan pada dua hal yaitu potensi fisikdan potensi rohania.
  • 6. Ibnu sina yang terkenal dengan filsafat jiwanya menjelaskan bahwa manusia adalah makhluksocial dan sekaligus makhluk ekonomi. Manusia adalah makhluk social untuk menyempurnakan jiwamanusia demi kebaikan hidupnya, karena manusia tidak hidup dengan baik tanpa ada orang lain.Dengan kata lain manusia baru bisa mencapai kepuasan dan memenuhi segala kepuasannya bila hidupberkumpul bersama manusia.2.2 Asal-usul Manusia dan Penciptaan Manusiaa. Teori Evolusi Charles DarwinJika kita berdebat tentang asal mula manusia, maka yangterpikir, terlintas, atau terbersit pertama kali dipikiran adalahteori evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusi CharlesDarwin dijelaskan bahwa manusia pertama adalah kera,sedangkan dalam kitab suci umat Islam yaitu Al-Quran,dijelaskan bahwa manusia diciptakn oleh Allah SWT. Namun,hingga saat ini para ilmuwan . masih terus mencari buktiuntuk memastikan asal mula manusia. Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yangmirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahunyang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan nenekmoyangnya. Menurut skenario yang sungguh dibuat-buat ini, ditetapkanlah empat kelompok dasar sebagaiberikut: • Australophithecines • Homo habilis • Homo erectus • Homo sapiens Australopithecus > Homo Habilis > Homo erectus > Homosapiens," evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwasetiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya. NamunTeori tersebut dibantahkan oleh kurang adanya pembuktianantara lain tidak di temukannya fosil transisi antara keramenjadi tegap berdiri seperti manusia selayaknya yangkemudian disebut “Missing Link”. Darwin tidak dapatmenjelaskan mngenai sel dan metamorfosis pada struktur mata yang sempurna.b. Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an • Saat Allah Swt. merencanakan penciptaan manusia, ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia, Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. Di dalam Al-Quran, kejadian itu diabadikan,".. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya, Aku akanmenciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka,apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku,maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr: 28-29).
  • 7. Adapun Dalam Al-Qur’an urutan proses kejadian manusia secara biologis dituangkan dalamfirmannya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpaldaging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkusdengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah,Pencipta Yang Paling Baik.” (Al-Mu’minun 12-14)Kesesuian isi Al-Qur’an dengan perkembangan ilmu pengetahuanPertama: Di surat Ar Rahman ayat 14: “Dia menjadikan manusia seperti tembikar (tanah yang dibakar)”.Yang dimaksudkan dengan kata arab “Shal-shal” di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah keringyakni “Zat pembakar” atau Oksigen.Kedua: Di ayat itu disebutkan juga kata arab “Fakhkhoor” yang maksudnya ialah “Zat Arang” atauCarbon.Ketiga: Di surat Al Hijr ayat 28 : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menciptakanseorang manusia dari shalshal dan hamaa-in yang berbentuk”.Di ayat ini, tersebut juga kata arab “shal-shal” telah saya terangkan, sedangkan kata arab “Hamaa-in” diayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogen.Keempat: Di surat As Sajadah ayat 7 “Dan Allah membuat manusia berasal dari pada thien”.Yang dimaksud dengan kata arab “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogen.Kelima: Di Surat Ash Shaffaat ayat 11 “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada lazib”.Yang dimaksud dengan kata arab “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum.
  • 8. Keenam: Di Surat Ali Imran ayat 59“Dia menjadikan Adam daripada turab kemudian Allah berfirman kepadanya “jadilah engkau, laluberbentuk manusia”.Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli yang terdapat didalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.Ketujuh: Di surat Al Hijr ayat 29:“Maka setelah Aku sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya”Ketujuh ayat Al Qur’an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadian manusiasehingga lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani).2.3 Martabat dan Kedudukan Manusia Dibandingkan dengan makhlukm lainnya, manusia mempunyai kelebihan . Kelebihan itumembedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerakdalam ruang yang bagaimanpun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang hanyamampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut,namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Di samping itu, manusia di beri akal dan hati sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkanallah. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-tiin,95:4). Manusia tetapbermartabat mulia, kalau mereka sebagai khalifah (makhluk alternative) tetap hidup dengan ajaran allah(QS. Al-an’am:165). Oleh karena ilmu manusia di lebihkan dari makhluk lainnya.2.4 Tujuan Penciptaan Manusia Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam surat Adz-Dzaariyaat Ayat 56 : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah kepada penciptanya yaitu allah. Pengertianpenyembahan kepada allah tidak bisa di artikan secara sempit, dengan hanya membayangkan aspekritual yang tercermin dalam shalat saja. Penyembahan berarti ketundukan manusia dalam hokum allahdalam menjalankan kehidupan di muka bumi, baik yamg menyangkut hubungan manusia dengan tuhanmaupun manusia dengan manusia. Oleh kerena penyembahan harus dilkukan secara suka rela, karena allah tidak membutuhkansedikitpun pada manusia karena termasuk ritual-ritual penyembahannya. Penyembahan yang sempurna dari seorang manusia adalah akan menjadikan dirinya sebagaikhalifah Allah di muka bumi dalam mengelolah alam semesta. Keseimbangan pada kehidupan manusiadapat terjaga dengan hukum-hukum kemanusiaan yang telah allah ciptakan.
  • 9. 2.5 Fungsi dan Peran Manusia Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat Al-Baqarah ayat 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendakmenjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahalkami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.“ Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36 peran yang dilakukan Manusia adalah sebagai pelakuajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. Untuk itu seseorang dituntutmemulai dari diri dan keluarganya, baru setelah itu kepada orang lain. Peran yang hendaknya dilakukanseorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah :1. Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54) ; Belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al-Qur’an.2. Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39)3. Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 ) ; Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohka oleh Nabi SAW. Oleh karena itu semua yang dilakukan harus untuk kebersamaan sesama umat manusia danhamba allah, serta pertanggung jawabannya pada 3 instansi yaitu pada diri sendiri, pada masyarakat,pada Allah SWT.2.6 Tugas dan Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifaha. Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah SWT.Makna yang esensial dari kata abd’ (hamba) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan manusiahanya layak diberikan kepada Allah SWT yang dicerminkan dalam ketaatan, kepatuhan dan ketundukanpada kebenaran dan keadilan.Oleh karena itu, dalam al-quran dinyatakan dengan “quu anfusakun waahlikun naran” (jagalah dirimudan keluargamu dengan iman dari api neraka).b. Tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah SWT Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat Allah dan harus dipertanggungjawabkandi hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugaskepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam. Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang mandat Allah untuk mewujudkankemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yangmemungkinkan dirinya serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentinganhidupnya.
  • 10. Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan,sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Kebebasan manusia sebagai khalifahbertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimiliki tidak menjadikan manusiabertindak sewenang-wenang. Kekuasaan manusia sebagai wakil Allah dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuanyang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hukum-hukum Allah baik yang tertulis dalam kitabsuci (al-Qur’an), maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (al-kaun). Seorang wakil yangmelanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya,serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggungjawabanterhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalamQS Al Fa’atir ayat 39 yang artinya “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafiran orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambahkemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akanmenambah kerugian mereka belaka”.Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba Allah, bukanlah dua halyang bertentangan, melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. Kekhalifan adalahrealisasi dari pengabdian kepada Allah yang menciptakannya.
  • 11. BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah swt.Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagaikhalifah di muka dumi ini. Dibandingkan dengan makhlukm lainnya, manusia mempunyai kelebihan .Kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Al-Quran memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan social. Manusiasebagai basyar, diartikan sebagai makhluk social yang tidak biasa hidup tanpa bantuan orang lain danatau makhluk lain. Manusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu:1. Jasmani.Terdiri dari air, kapur, angin, api dan tanah.2. RuhTerbuat dari cahaya (nur). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.3. Jiwa (an nafsun/rasa dan perasaan). Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah kepada penciptanya yaitu allah.3.2 Penutup Demikian makalah ini kami susun sedemikian rupa , semoga bermanfaat bagi mahasiswa lainnyadalam hal pemahaman mengenai Konsep Manusia Menurut Islam. Menyadari bahwa masih banyakkekurangan baik dalam hal isi materi , tulisan , maupun penyajian Kami sebagai penyusun mohon maafyang sebesar-besarnya, terimakasih.