08. manajemen laktasi

6,843 views
6,649 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,843
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
262
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

08. manajemen laktasi

  1. 1. Adalah proses produksi,sekresi, dan pengeluaran ASI.
  2. 2.  Progesteron, berfungsi mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Estrogen, berfungsi menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar Prolaktin, berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan. Oksitosin, berfungsi mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan pasca melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down/ milk ejection reflex.
  3. 3. Proses pembentukan laktogenmelalui tahapan-tahapan berikut:  Laktogenesis I  Laktogenesis II  Laktogenesis III
  4. 4.  Laktogenesis I Merupakan fase penambahan dan pembesaran lobulus-alveolus. Terjadi pada fase terakhir kehamilan. Laktogenesis II Pengeluaran plasenta saat melahirkan menyebabkan menurunnya kadar hormon progesteron, esterogen dan HPL. Akan tetapi kadar hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan produksi ASI besar- besaran.
  5. 5.  Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai. Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI banyak.
  6. 6.  Kurang sering menyusui atau memerah payudara Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, antara lain akibat: struktur mulut dan rahang yang kurang baik; teknik perlekatan yang salah. Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi) Jaringan payudara hipoplastik Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI Kurangnya gizi ibu
  7. 7.  colostum dibuang Setiap kali hendak meyusui, ibu tidak mersa perlu membersihkan payaudaranya terlebih dahulu Praktik pemberian ASI segera setelah bayi lahir tidak dikenal oleh masyarakat tradisional. ASI eksklusif tidak dilaksanakan
  8. 8.  Menyusui dan berat badan ibu ASI tidak cukup Ukuran payudara Susu pertama ASI dan payudara ibu Menyusui itu repot Bayi yang mengalami diare tidak boleh diberi ASI
  9. 9. sepasang kelenjar payudara yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.Terdiri dari: Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.
  10. 10.  dalam korpus terdapat alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah. Lobulus yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus).
  11. 11. di bawah areola terdapat sinus laktiferus,yaitu saluran di bawah areola yang besarmelebar, akhirnya memusat ke dalamputing dan bermuara ke luar. Di dalamdinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat otot polos yang bilaberkontraksi dapat memompa ASIkeluar.
  12. 12.  Produksi ASI (Prolaktin) Hormon yang berperan adalah hormon esterogen dan progesteron yang membantu maturasi alveoli. Sedangkan hormon prolaktin berfungsi untuk produksi ASI. Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena pengaruh hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesterone akan menurun pada saat hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI. Pada proses laktasi terdapat dua reflek yang berperan, yaitu refleks prolaktin dan refleks aliran yang timbul akibat perangsangan puting susu dikarenakan isapan bayi.
  13. 13. Hisapan bayi sebagai reseptor mekanikhipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus faktor pemacu sekresi prolaktin Hipofise anterior keluar prolaktin sel-sel alveoli untuk membuat air susu.
  14. 14. hisapan bayi dilanjutkan ke hipofise posterior Oksitosin Kontraksi ototmemeras air susu yang telah terbuat, keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus dan selanjutnya mengalir melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi.
  15. 15. ASI dibedakan dalam tigastadium yaitu: Kolustrum, Air susu transisi/ peralihan, Air susu matur.
  16. 16. air susu yang pertama kali keluar (hari ke 1 -3 setelahkelahiaran) merupakan cairan dengan viskositas kental ,lengket dan berwarna kekuningan. Kolustrum mengandung tinggi protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI matur. rendah lemak dan laktosa. Protein utama pada kolustrum adalah imunoglobulin (IgG, IgA dan IgM), yang digunakan sebagai zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit Volume kolostrum antara 150-300 ml/24 jam Pencahar ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bagi bayi makanan yang akan datang
  17. 17.  ASI peralihan adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum ASI matang, yaitu sejak hari ke-4 sampai hari Kadar imunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat.
  18. 18.  disekresi pada hari ke sepuluh dan seterusnya berwarna putih Kandungan ASI matur relatif konstan, tidak menggumpal bila dipanaskan.
  19. 19. Air susu yang mengalir pertama kaliatau saat lima menit pertamaforemilk. lebih encer. Foremilk mempunyaikandungan rendah lemak dan tinggilaktosa, gula, protein, mineral danair.
  20. 20.  kaya akan lemak dan nutrisi. Hindmilk membuat bayi akan lebih cepat kenyang. bayi akan membutuhkan keduanya
  21. 21.  Bagi bayi Bagi ibu Bagi keluarga Bagi negara
  22. 22. Manfaat ASI untuk Bayi zat gizi sesuai Mengandung kebutuhan bayi zat protektif Meningkatkan Efek Kecerdasan Psikologis
  23. 23. 1.Aspek kesehatan ibu.2.Aspek keluarga berencana.3.Aspek psikologis.
  24. 24. dilihat dari aspek: Aspek ekonomi. Aspek psikologis. Aspek kemudahan.
  25. 25. Manfaat ASI untuk NegaraASI memberikan manfaat untuk negara, yaitu: Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Mengurangi subsidi untuk rumah sakit. Mengurangi devisa dalam pembelian susu formula. Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
  26. 26. PERSIAPAN MENYUSUI1. Tumbuhkan Niat2. Hilangkah StresPersiapan menyusui: Pastikan dulu BAYI dalam keadaan siap untuk disusui Jika tidur, bangunkan dengan menyentuh pipinya Ketika mengganti popok, BAYI kadang terbangun dan minta disusui.
  27. 27.  posisi senyaman mungkin, baik duduk atau berbaring. Mulut BAYI harus sejajar dengan puting payudara ibu. Lakukan menyusui dengan sepenuh hati dan cinta. Untuk merangsang BAYI mau menyusu, letakan jari di pipinya. Biarkan BAYI menyusu sepuasnya. Susui BAYI pada kedua buah payudara setiap kali ia menyusu
  28. 28.  Masalah menyusui masa antenatal Masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini Masalah menyusui pada masa pasca persalinan lanjut Masalah menyusui pada keadaan khusus Masalah pada bayi Menyusui dalam keadaan darurat
  29. 29.  Pemberian ASI dengan Suplementer Pemberian ASI dengan cangkir (cup feeding) Memeras ASI

×