Rencana kontinjensi

10,277 views

Published on

4 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
10,277
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
19
Actions
Shares
0
Downloads
437
Comments
4
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rencana kontinjensi

  1. 1. RENCANA KONTINJENSI
  2. 2. Keadaan Darurat <ul><li>“ keadaan darurat” adalah suatu keadaan atau situasi yang tidak menentu yang mengancam sekelompok masyarakat atau masyarakat luas dan memerlukan respon penanggulangan segera dan memadai serta diluar prosedur rutin </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Rencana Kontinjensi </li></ul><ul><li>“ suatu perencanaan kedepan pada keadaan/situasi yang tidak menentu, dengan </li></ul><ul><li>skenario dan tujuan yang disepakati ; </li></ul><ul><li>tindakan manajerial dan teknis ditetapkan ; </li></ul><ul><li>sistem penanggulangan ditentukan </li></ul><ul><li>untuk meningkatkan cara penanggulangan keadaan darurat” </li></ul>
  4. 5. Di kotak yang mana kita sekarang? Mengapa?
  5. 7. Sebaiknya kapan ? Apa alasannya ?
  6. 10. Diskusi Kelompok <ul><li>Kalau terjadi krisis di tempat anda </li></ul><ul><li>sekarang : </li></ul>Kebutuhan Apa Kegiatan apa Siapa saja Yang terlibat Peran apa BencAlam Kerusuhan
  7. 11. Kebutuhan apa dipenuhi oleh siapa?
  8. 12. Rencana Kontinjensi yang tidak terkordinasi Pemerintah Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C UNHCR Rencana Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C NGO Rencana Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C Rencana Donor Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C Host Gov’t Knowledge Base Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C Gov’t Knowledge Base Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C Rencana Korban Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C Gov’t Knowledge Base Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C NGO Partner Knowledge Base Skenario A Rencana Kontingensi Skenario B Skenario C Rencana A Rencana B Rencana C
  9. 13. Bagaimana mengikat mereka dalam suatu….OPERASI <ul><li>“ suatu kelompok orang atau lembaga yang saling terkait </li></ul><ul><li>yang bekerjasama sebagai suatu tim untuk mencapai </li></ul><ul><li>tujuan bersama” </li></ul>Korban/ pengungsi NGOs I/NGOs Pemerintah United Nations Operasi Rencana Kontinjensi memastikan respons yang lebih terkordinir ?
  10. 14. Tugas anda : mengkordinasikan perencanaan dan proses kontinjensi dengan para mitra <ul><li>Mengundang mereka ikut dalam perencanaan </li></ul><ul><li>Merespon secara positif apabila diundang untuk ikut dalam proses perencanaan </li></ul><ul><li>Apabila memungkinkan, gunakan sinergi untuk membuat perencanaan bersama untuk mengurangi duplikasi antar lembaga </li></ul><ul><li>Diskusikan skenario dasar dg mitra yg lain & teruskan diskusi sampai perbedaan pendapat terjembatani </li></ul><ul><li>Dalam keadaan tidak menentu, justru ciptakan pertemuan-pertemuan rutin – masukkan RenKon sebagai kegiatan “normal” </li></ul>
  11. 15. Anda harus “menjual” gagasan <ul><ul><ul><li>Kenali kebutuhan bersama </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Ciptakan konsensus </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Gunakan MOU </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kenali “comparative strengths” masing-masing lembaga untuk keperluan pembagian kerja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jaga “lingkaran komunikasi” </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Ketahui siapa saja yang harus terlibat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Hindarkan penundaan, terutama pada proses-proses awal </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tindak lanjuti dan laksanakan rencana-rencana dan keputusan-keputusan kebijakan </li></ul></ul></ul>
  12. 16. “ jaga ‘lingkaran komunikasi” berarti menjaga sekuat tenaga, hubungan melalui kontak, e-mail, telepon, pertemuan-pertemuan, surat edaran, dsb. secara teratur dan berkelanjutan.
  13. 17. <ul><li>Didukung oleh pemerintah </li></ul><ul><li>Kepemimpinan dan kegiatan yang disepakati dan bukan dipaksakan </li></ul><ul><li>Adanya pengertian </li></ul><ul><li>Ketersediaan sumber </li></ul><ul><li>Kewenangan kelembagaan </li></ul><ul><li>Kepercayaan dan kredibilitas </li></ul><ul><li>Kapasitas dalam lembaga </li></ul>Keberhasilan Koordinasi
  14. 18. <ul><li>Kurang kepercayaan </li></ul><ul><li>Perbedaan ekspektasi </li></ul><ul><li>Kepemimpinan yang lemah </li></ul><ul><li>Persaingan perolehan sumber </li></ul><ul><li>Ancaman terhadap otonomi </li></ul><ul><li>Terlalu banyak saingan </li></ul>Hambatan Koordinasi
  15. 19. Menentukan Event Peta Rawan, Analisis Risiko Pengembangan Skenario (Beberapa skala) Meramalkan Kebutuhan Penggunaan indikator Inventarisasi Sumber Pengaturan mekanisme respon Sistem & Kegiatan Penentuan Kebijakan dan Sasaran sektoral Pengenalan Kesenjangan Proses
  16. 20. Menentukan Event yang disetujui bersama untuk Direncanakan <ul><li>Analisa risiko dan kemungkinan harus dibuat eksplisit, sehingga pihak-pihak lain memahami keparahan dan akibat dari setiap even yang diperkirakan. </li></ul><ul><li>Tanda-tanda peringatan, batas indikasi, atau pemicu untuk setiap kemungkinan event harus dikenali </li></ul><ul><li>Identifikasi event digunakan untuk menghasilkan antisipasi kebutuhan dari masyarakat yang tertimpa </li></ul>
  17. 21. <ul><li>Bag-1 </li></ul><ul><li>Susun peta lokasi </li></ul><ul><li>Letakkan tanda-tanda penting </li></ul><ul><li>Nyatakan dan gambarkan event emergensi/ancaman yang mungkin terjadi </li></ul><ul><li>Indikasikan lokasi akibat yang diperkirakan dalam peta tersebut </li></ul><ul><li>Bag-2 </li></ul><ul><li>Analisis risiko dari ancaman yang mungkin dapat terjadi </li></ul><ul><li>Prioritas ancaman yang paling mungkin terjadi </li></ul>Menentukan Event untuk perencanaan
  18. 22. PEMBUATAN PETA RAWAN ANCAMAN <ul><li>MELENGKAPI PETA TOPOGRAFI </li></ul><ul><ul><li>KOTA, SUNGAI, DANAU, GUNUNG BERAPI, PENAMBANGAN, PABRIK, INDUSTRI DLL </li></ul></ul><ul><li>INVENTARISASI ANCAMAN </li></ul><ul><ul><li>BANJIR, GUNUNG MELETUS, LONGSOR, KEBOCORAN PIPA, KECELAKAAN TRANSPORTASI, DLL </li></ul></ul>
  19. 23. PEMBUATAN PETA KERAWANAN <ul><li>MELENGKAPI PETA RAWAN ANCAMAN DG : </li></ul><ul><ul><li>DATA DEMOGRAFI (JML BAYI, BALITA DLL) </li></ul></ul><ul><ul><li>BANGUNAN FISIK (RS JIWA) </li></ul></ul><ul><ul><li>DATA SOSIAL (ANGKA MELEK HURUF) </li></ul></ul><ul><ul><li>DATA EKONOMI (PAD, GAKIN) </li></ul></ul>
  20. 24. ANALISIS RISIKO <ul><li>Kelompok jenis bahaya </li></ul><ul><ul><li>Gempa bumi </li></ul></ul><ul><ul><li>Tsunami </li></ul></ul><ul><ul><li>Letusan gunung berapi </li></ul></ul><ul><ul><li>Angin puyuh </li></ul></ul><ul><ul><li>Banjir </li></ul></ul><ul><ul><li>Tanah longsor </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebakaran hutan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kekeringan </li></ul></ul><ul><ul><li>KLB penyakit menular </li></ul></ul><ul><ul><li>Kecelakaan transportasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Konflik dg kekerasan </li></ul></ul><ul><li>Kelompok Variabel </li></ul><ul><ul><li>Karakteristik bahaya </li></ul></ul><ul><ul><li>Kerawanan </li></ul></ul><ul><ul><li>Manajemen </li></ul></ul>
  21. 25. <ul><li>Penilaian berdasarkan : </li></ul><ul><li>Jenis bahaya </li></ul><ul><li>Penilaian sesuai dengan kelompok variabel </li></ul><ul><li>Berdasarkan data, pengalaman dan taksiran </li></ul><ul><li>Saling terkait satu sama lain </li></ul><ul><li>Nilai berkisar antara 1 s/d 3 </li></ul><ul><ul><li>1 = risiko terendah </li></ul></ul><ul><ul><li>2= risiko sedang </li></ul></ul><ul><ul><li>3 = risiko tertinggi </li></ul></ul>
  22. 26. <ul><li>Frekuensi </li></ul><ul><ul><li>Suatu bahaya/ancaman seberapa sering terjadi </li></ul></ul><ul><li>Intensitas </li></ul><ul><ul><li>Diukur dg kekuatan/kecepatan secara kuantitatif </li></ul></ul><ul><li>Dampak </li></ul><ul><ul><li>Pengukuran seberapa besar dampak bahaya/ ancaman thd </li></ul></ul><ul><ul><li>kehidupan rutin </li></ul></ul><ul><li>Keluasan </li></ul><ul><ul><li>Luasnya daerah yg terkena bahaya/ancaman </li></ul></ul><ul><li>Komponen uluran waktu </li></ul><ul><ul><li>Waktu gejala awal & lamanya bahaya/ancaman berlangsung </li></ul></ul>Karakteristik Bahaya
  23. 27. <ul><li>Fisik </li></ul><ul><ul><li>Meliputi bangunan & infra struktur </li></ul></ul><ul><ul><li>Penilaian dilakukan pd lokasi, bentuk, </li></ul></ul><ul><ul><li>material, kontruksi, pemeliharaan </li></ul></ul><ul><li>Sosial </li></ul><ul><ul><li>Meliputi unsur demografi, status </li></ul></ul><ul><ul><li>kesehatan, kultur, dll </li></ul></ul><ul><li>Ekonomi </li></ul><ul><ul><li>Meliputi dampak primer & sekunder </li></ul></ul>Kerawanan/Kerentanan
  24. 28. <ul><li>Kebijakan </li></ul><ul><ul><li>Telah ada/tidaknya kebijakan, peraturan perundangan, Perda, Protap dll tentang penanggulangan bencana </li></ul></ul><ul><li>Kesiapsiagaan </li></ul><ul><ul><li>Meliputi peringatan dini, renc.kontinjensi termasuk anggaran kontinjensi </li></ul></ul><ul><li>Peran serta masyarakat </li></ul><ul><ul><li>Meliputi kesadaran & kepedulian masyarakat akan bencana </li></ul></ul>Manajemen
  25. 29. <ul><li>Masing-masing komponen yg ada di beri nilai untuk </li></ul><ul><li>masing-masing jenis bahaya </li></ul><ul><li>Kemudian nilai tsb dijumlahkan </li></ul><ul><ul><li>Karakteristik bahaya, nilai dijumlah </li></ul></ul><ul><ul><li>Kerawanan, nilai dijumlah </li></ul></ul><ul><ul><li>Manajemen, nilai dijumlah </li></ul></ul><ul><li>Setelah didapat masing-masing, kmd nilai dijumlah </li></ul><ul><ul><li>Total Nilai = (nilai karakteristik bahaya + kerawanan + </li></ul></ul><ul><ul><li>manajemen) </li></ul></ul><ul><li>Komponen-komponen masih dapat berubah sesuai dg kondisi </li></ul><ul><li>daerah </li></ul>Hasil Penilaian
  26. 30. <ul><li>Hasil analisis akan menghasilkan daerah yg </li></ul><ul><li>dinilai mempunyai risiko bencana/bahaya </li></ul><ul><li>yg paling mungkin </li></ul><ul><li>Hasil ini dapat dipergunakan untuk </li></ul><ul><li>membuat Rencana Kontinjensi </li></ul>Keluaran
  27. 31. Mengembangkan Skenario-Skenario <ul><li>Kenali berbagai Skenario yang mungkin terjadi dan akan direspon. </li></ul><ul><li>Tiga atau empat skenario yang paling mungkin dan masuk akal. </li></ul><ul><li>Selalu, masukkan skenario “terburuk” </li></ul><ul><li>Kemungkinan skenario harus dikomunikasikan untuk menekankan “kemungkinan” dan oleh karenanya diperlukannya perencanaan aksi respon </li></ul>
  28. 32. Mengembangkan Skenario <ul><li>Asumsi-asumsi yang mendasari setiap skenario harus dibuat spesifik agar pihak-pihak yang terlibat memahami rasionalnya. Misalnya: </li></ul><ul><ul><li>Kami berasumsi bahwa jumlah mereka yang tertimpa sekitar 50,000 (atau 100,000 atau 500,000 atau 1,000,000…) berdasarkan ... </li></ul></ul><ul><ul><li>Diasumsikan bahwa 10% (atau 20% atau 30%) dari pengungsi berada dalam kondisi gizi buruk, hal ini berdasarkan…. </li></ul></ul><ul><ul><li>Diasumsikan bahwa pengungsi tidak akan mempunyai (atau tidak mempunyai) akses ke pasar lokal karena…. </li></ul></ul><ul><ul><li>Berdasar statistik terakhir sebelum kerusuhan, diasumsikan bahwa 60 % populasi adalah perempuan dan anak-anak.. </li></ul></ul>
  29. 33. Mengembangkan Skenario Event untuk kontinjensi: 5. Pengungsi 6. Fasilitas kes yg rusak 3. Luka berat 2. Kematian 1. Gambaran kejadian Paling buruk Sedang Paling baik 4. Luka ringan
  30. 34. <ul><li>Mengacu pada kebijakan yang lebih tinggi </li></ul><ul><li>Menentukan tujuan umum respon emergensi </li></ul><ul><li>Menentukan peran pemerintah, LSM, badan-badan internasional, dsb. </li></ul><ul><li>Meletakkan standar yang akan dipakai bersama </li></ul><ul><li>Sumber yang akan dimobilisasi </li></ul><ul><li>Harus diterima oleh semua yang terlibat </li></ul>Menggariskan Kebijakan Umum
  31. 35. <ul><li>Memastikan perlindungan & pemenuhan kebutuhan pengungsi </li></ul><ul><li>Memperhatikan kelompok rentan </li></ul><ul><li>Memastikan perlindungan pekerja kemanusiaan dan penanggap darurat </li></ul><ul><li>Menggerakkan aspirasi dan potensi pengungsi sendiri </li></ul><ul><li>Memperhatikan realitas logistik, kendala politis, dan dampak </li></ul><ul><li>Menghormati kesatuan keluarga dan keutuhan masyarakat </li></ul><ul><li>Program respon akan dipantau bersama dan disesuaikan dengan realitas </li></ul><ul><li>Berprinsip ketidakberpihakan dan non-politis </li></ul><ul><li>Gotong royong antara pemerintah, LSM, lembaga adat dan badan-badan internasional </li></ul><ul><li>Memberdayakan potensi masyarakat semaksimal mungkin </li></ul><ul><li>Menggunakan perdamaian dan pemulihan sebagai arah jangka panjang </li></ul><ul><li>S elalu mengingat kepentingan jangka panjang </li></ul>Contoh Kebijakan Umum Ren-Kon Propinsi DI Aceh th 2000
  32. 36. <ul><ul><ul><li>Alat-alat komunikasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Alat-alat asesmen dan monitoring </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perangkat lunak analisis (spreadsheets) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>GIS dan alat-alat pemetaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Alat-alat perencanaan dan estimasi (indikator emergensi, tabel konversi, dll) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Alat-alat perencanaan dan pengorganisasian- gap charts, Gantt charts, kalender, flow charts, org charts </li></ul></ul></ul>Peralatan yg digunakan
  33. 37. X X X X X X Tugas 1 Tugas 6 Tugas 5 Tugas 4 Tugas 3 Tugas 2 ORG. 1 ORG. 2 ORG. 3 ORG. 4 ORG. 5 ORG. 6 Waktu GAP / GANTT CHART
  34. 38. FORMAT RENCANA KONTINJENSI <ul><li>Bab I Pendahuluan </li></ul><ul><li>Bab II 1. Tujuan & Sasaran </li></ul><ul><li>2. Pelaksana Kegiatan </li></ul><ul><li>3. Koordinator & Penanggung Jawab </li></ul><ul><li>Bab III Kebijakan Umum </li></ul><ul><li>Bab IV Kegiatan </li></ul><ul><li>Bab V Anggaran </li></ul><ul><li>Bab VI Pengorganisasian & Tata Laksana </li></ul><ul><li>Bab VII Penutup </li></ul><ul><li>Lampiran </li></ul>
  35. 39. Semoga Bermanfaat Terima Kasih Atas Perhatiannya

×