GENDER  BIDANG KESEHATAN
PENDAHULUAN   Pengertian gender tidak sama dengan jenis kelamin gender menunjuk pada perbedaan hak, peran dan tanggung jawab  yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan  yang terbentuk karena adanya  nilai-nilai sosial budaya tertentu di masyarakat
PENDAHULUAN   Jenis kelamin menunjuk pada karakteristik biologis, anatomis dan fisiologis tubuh yang menentukan seseorang laki-laki atau perempuan
PENDAHULUAN   Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan adanya perbedaan hak, peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan  karena dua hal: a.  perbedaan jenis kelamin b.  nilai-nilai sosial budaya yang  tidak menguntungkan salah satu  jenis kelamin
PENDAHULUAN   Perbedaan hak, peran dan tanggung jawab karena adanya perbedaan jenis kelamin, bukan masalah gender Masalah gender muncul bila  ditemukan perbedaan hak, peran dan tanggung jawab  karena adanya nilai-nilai sosial budaya yang tidak menguntungkan salah satu jenis kelamin (lazimnya perempuan)
PENDAHULUAN Perlu dilakukan rekontruksi sosial sehingga nilai-nilai sosial budaya yang tidak menguntungkan tersebut dapat dihilangkan  (terhindar dari bias gender) Pengarus-utamaan jender adalah salah satu bentuk dari rekontruksi sosial tersebut
PENGERTIAN Pengarus-utamaan gender adalah penerapan kepedulian jender dalam analisis, formulasi, implementasi dan pemantauan suatu kebijakan dan program dengan tujuan mencegah terjadinya ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan.
GENDER DAN KESEHATAN Semua sektor pembangunan harus memasukkan nuansa gender dalam kebijakan dan program pembangunan (INPRES No.9/2000) Untuk sektor kesehatan adanya nuansa gender tersebut penting, karena tujuan pembangunan kesehatan antara lain adalah kesehatan untuk semua
GENDER DAN KESEHATAN   Kesehatan untuk semua mengandung makna adanya hak yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh status kesehatan serta akses terhadap pelayanan kesehatan Telah lama dikenal : jenis kelamin serta nilai sosial budaya merupakan determinan penting dalam perumusan  konsep sehat-sakit, riwayat perjalanan penyakit, serta tingkat pencegahan penyakit
GENDER DAN KESEHATAN Untuk lebih meningkatkan hasil pembangunan kesehatan perlu lebih diterapkan kepedulian gender dalam analisa dan formulasi kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan kesehatan Mitos yang salah : - Sektor kesehatan telah peka gender  karena mayoritas nakes adalah  perempuan - Banyak program kesehatan telah  ditujukan khusus untuk perempuan
GENDER DAN KESEHATAN Orientasi yang tepat :  -  fokus terhadap peningkatan status  kesehatan perempuan  yang dalam banyak hal memang lebih tertinggal dari pada laki-laki -  fokus pada peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi perempuan yang dalam banyak hal memang lebih  tertinggal drpd laki-laki
CONTOH ISU GENDER DIBIDANG KESEHATAN   Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir -  ketidakmampuan menentukan kapan hamil, dimana melahirkan, siapa yang menolong persalinan -  prioritas makan dalam keluarga lebih  diutamakan pada bapak dari pada ibu - perlakuan terhadap ibu hamil yang  bekerja
Keluarga berencana -  besarnya peranan suami dalam menentukan ikut/tdk dalam  program KB,  - minimnya partisipasi pria  memakai alat  kontrasepsi dsb Kesehatan reproduksi remaja -  remaja putri selalu menjadi  korban pada pergaulan bebas -  pada tindakan aborsi ilegal,  sanksi hukum hanya terhadap  wanita, tdk thdp laki-laki yang  menghamili
Infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS -  perempuan selalu menjadi objek  intervensi dalam penanggulangan  IMS trmsk HIV-AIDS - dalam masalah prostitusi,  perempuan selalu disalahkan - perempuan tdk berdaya meminta  lawan  jenisnya menggunakan  kondom
Penyakit TBC -  prioritas memperoleh pengobatan  lebih baik pada pria dari pada  wanita Penyakit malaria -  Pemakaian kelambu lebih banyak pada pria  daripada wanita Akses terhadap pelayanan lebih baik pada pria daripada wanita
UPAYA PENGARUS UTAMAAN GENDER BIDANG KESEHATAN Peningkatan Komitmen Sektor Kesehatan untuk tingkat penentu kebijakan ; Pemantapan pengelola progr. sbg. Fasilitator PUG; Penyusunan modul pelatihan analisis gender bagi nakes Penyusunan Pedoman PUG-BK;
UPAYA PENGARUS UTAMAAN GENDER BIDANG KESEHATAN (2) Penyusunan Rencana Program kes yg sensitif gender; Penyebarluasan konsep & metode PUG-BK; Advokasi kepada Pemda & Legislatif; Monev PUG-BK
MANFAAT PUG-BK BAGI PEMDA & MASY BAGI MASYARAKAT  : KESETARAAN & KEADILAN GENDER MEMBERI DAMPAK BESAR THD KES PEREMPUAN PENINGKATAN STATUS KES    PENURUNAN AKI; PENINGKATAN KES PEREMPUAN MEMBERI KONTRIBUSI NYATA THD KES PENERUS BANGSA; BAGI PEMDA  : MEMBERI DAMPAK POLITIS YG BESAR; MENINGKATKAN PERINGKAT KUALITAS SDM; MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH / NEGARA
PERANAN PEMDA DALAM PUG-BK Mendiseminasikan PUG Umum & PUG-BK; Membuat Kebijakan yg gender responsif; Membuat Perencanaan Pemda yg responsif gender    Propeda & Repetada; Mendukung & mendorong LSM/LSOM pemerhati gender; Menyediakan dukungan peningkatan pengetahuan & kemampuan pengelola program; Monev. PUG-BK .
PENUTUP Di Indonesia, keterpurukan perempuan ditemukan  dalam berbagai bidang  kehidupan, termasuk yang mendasar, seperti  Pendidikan dan Kesehatan   Bias gender tidak hanya merugikan kaum  perempuan saja  tetapi juga  Kehidupan serta kinerja bangsa secara keseluruhan
TERIMA KASIH

Info gender

  • 1.
    GENDER BIDANGKESEHATAN
  • 2.
    PENDAHULUAN Pengertian gender tidak sama dengan jenis kelamin gender menunjuk pada perbedaan hak, peran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan yang terbentuk karena adanya nilai-nilai sosial budaya tertentu di masyarakat
  • 3.
    PENDAHULUAN Jenis kelamin menunjuk pada karakteristik biologis, anatomis dan fisiologis tubuh yang menentukan seseorang laki-laki atau perempuan
  • 4.
    PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan adanya perbedaan hak, peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan karena dua hal: a. perbedaan jenis kelamin b. nilai-nilai sosial budaya yang tidak menguntungkan salah satu jenis kelamin
  • 5.
    PENDAHULUAN Perbedaan hak, peran dan tanggung jawab karena adanya perbedaan jenis kelamin, bukan masalah gender Masalah gender muncul bila ditemukan perbedaan hak, peran dan tanggung jawab karena adanya nilai-nilai sosial budaya yang tidak menguntungkan salah satu jenis kelamin (lazimnya perempuan)
  • 6.
    PENDAHULUAN Perlu dilakukanrekontruksi sosial sehingga nilai-nilai sosial budaya yang tidak menguntungkan tersebut dapat dihilangkan (terhindar dari bias gender) Pengarus-utamaan jender adalah salah satu bentuk dari rekontruksi sosial tersebut
  • 7.
    PENGERTIAN Pengarus-utamaan genderadalah penerapan kepedulian jender dalam analisis, formulasi, implementasi dan pemantauan suatu kebijakan dan program dengan tujuan mencegah terjadinya ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan.
  • 8.
    GENDER DAN KESEHATANSemua sektor pembangunan harus memasukkan nuansa gender dalam kebijakan dan program pembangunan (INPRES No.9/2000) Untuk sektor kesehatan adanya nuansa gender tersebut penting, karena tujuan pembangunan kesehatan antara lain adalah kesehatan untuk semua
  • 9.
    GENDER DAN KESEHATAN Kesehatan untuk semua mengandung makna adanya hak yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh status kesehatan serta akses terhadap pelayanan kesehatan Telah lama dikenal : jenis kelamin serta nilai sosial budaya merupakan determinan penting dalam perumusan konsep sehat-sakit, riwayat perjalanan penyakit, serta tingkat pencegahan penyakit
  • 10.
    GENDER DAN KESEHATANUntuk lebih meningkatkan hasil pembangunan kesehatan perlu lebih diterapkan kepedulian gender dalam analisa dan formulasi kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan kesehatan Mitos yang salah : - Sektor kesehatan telah peka gender karena mayoritas nakes adalah perempuan - Banyak program kesehatan telah ditujukan khusus untuk perempuan
  • 11.
    GENDER DAN KESEHATANOrientasi yang tepat : - fokus terhadap peningkatan status kesehatan perempuan yang dalam banyak hal memang lebih tertinggal dari pada laki-laki - fokus pada peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi perempuan yang dalam banyak hal memang lebih tertinggal drpd laki-laki
  • 12.
    CONTOH ISU GENDERDIBIDANG KESEHATAN Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir - ketidakmampuan menentukan kapan hamil, dimana melahirkan, siapa yang menolong persalinan - prioritas makan dalam keluarga lebih diutamakan pada bapak dari pada ibu - perlakuan terhadap ibu hamil yang bekerja
  • 13.
    Keluarga berencana - besarnya peranan suami dalam menentukan ikut/tdk dalam program KB, - minimnya partisipasi pria memakai alat kontrasepsi dsb Kesehatan reproduksi remaja - remaja putri selalu menjadi korban pada pergaulan bebas - pada tindakan aborsi ilegal, sanksi hukum hanya terhadap wanita, tdk thdp laki-laki yang menghamili
  • 14.
    Infeksi menular seksual,termasuk HIV/AIDS - perempuan selalu menjadi objek intervensi dalam penanggulangan IMS trmsk HIV-AIDS - dalam masalah prostitusi, perempuan selalu disalahkan - perempuan tdk berdaya meminta lawan jenisnya menggunakan kondom
  • 15.
    Penyakit TBC - prioritas memperoleh pengobatan lebih baik pada pria dari pada wanita Penyakit malaria - Pemakaian kelambu lebih banyak pada pria daripada wanita Akses terhadap pelayanan lebih baik pada pria daripada wanita
  • 16.
    UPAYA PENGARUS UTAMAANGENDER BIDANG KESEHATAN Peningkatan Komitmen Sektor Kesehatan untuk tingkat penentu kebijakan ; Pemantapan pengelola progr. sbg. Fasilitator PUG; Penyusunan modul pelatihan analisis gender bagi nakes Penyusunan Pedoman PUG-BK;
  • 17.
    UPAYA PENGARUS UTAMAANGENDER BIDANG KESEHATAN (2) Penyusunan Rencana Program kes yg sensitif gender; Penyebarluasan konsep & metode PUG-BK; Advokasi kepada Pemda & Legislatif; Monev PUG-BK
  • 18.
    MANFAAT PUG-BK BAGIPEMDA & MASY BAGI MASYARAKAT : KESETARAAN & KEADILAN GENDER MEMBERI DAMPAK BESAR THD KES PEREMPUAN PENINGKATAN STATUS KES  PENURUNAN AKI; PENINGKATAN KES PEREMPUAN MEMBERI KONTRIBUSI NYATA THD KES PENERUS BANGSA; BAGI PEMDA : MEMBERI DAMPAK POLITIS YG BESAR; MENINGKATKAN PERINGKAT KUALITAS SDM; MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH / NEGARA
  • 19.
    PERANAN PEMDA DALAMPUG-BK Mendiseminasikan PUG Umum & PUG-BK; Membuat Kebijakan yg gender responsif; Membuat Perencanaan Pemda yg responsif gender  Propeda & Repetada; Mendukung & mendorong LSM/LSOM pemerhati gender; Menyediakan dukungan peningkatan pengetahuan & kemampuan pengelola program; Monev. PUG-BK .
  • 20.
    PENUTUP Di Indonesia,keterpurukan perempuan ditemukan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk yang mendasar, seperti Pendidikan dan Kesehatan Bias gender tidak hanya merugikan kaum perempuan saja tetapi juga Kehidupan serta kinerja bangsa secara keseluruhan
  • 21.