Presentasi Kasus
VERTIGO
Pembimbing :
Dr. A. Chalim. M. Sp.S
Presentan :
Stefani H Simanjuntak
Identitas Pasien
• Nama : Tn. S
• Umur : 40 tahun
• Status pernikahan : Menikah
• Pekerjaan : TNI AD
• Tanggal masuk RS : 14 Juli 2009
• Dirawat yang ke : I (Pertama)
• Tanggal pemeriksaan : 16 Juli 2009
Riwayat Penyakit Sekarang
pusing berputar ,
Timbul dg
Perubahan
Kepala,
Mendadak,
mual
Pusing
semakin
memberat,
mengganggu
aktifitas,
Pusing
berputar
sudah
berkurang
2 hr SMRS MRS Anamnesis
• Status Internus : dalam batas normal
• TD : 140 / 90 mmHg
• Nadi : 82 x / menit
• RR : 20 x / menit
• Suhu : 36,4°C
• Status Psikiatris : dalam batas normal
STATUS NEUROLOGIS
• Kesadaran : CM, E4M6V5 GCS 15
• Sikap Tubuh : Tidur terlentang
• Cara Berjalan : Tidak stabil “sempoyongan”
• Kepala : t.a.k
• Leher : t.a.k
• Gejala rangsang meningeal : tidak ada
• Nervi cranialis :
N III  Nistagmus : +/+
Lain-lain : tidak ditemukan kelainan
MOTORIK
• Kekuatan : 5555 5555
5555 5555
• Tonus : Normotonus
• Trofi : Eutrofi
• Refleks fisiologis : +/+
• Reflek patologis : -/-
• Sensibilitas :
- eksteroseptif dan propioseptif : baik
Koordinasi dan Keseimbangan
• Test romberg : (+) Badan bergoyang menjauhi
garis tengah saat mata tertutup
• Test tandem gait : (+) menyimpang
• Test fukuda : (-)
• Disdiadokinesis : (-)
• Rebound phenomenon : (-)
• Dismetri : (-)
• Tes telunjuk hidung : Baik
• Tes telunjuk telunjuk : Baik
• Tes tumit lutut : Baik
• Fungsi otonom : t.a.k
• Fungsi luhur : t.a.k
Hasil Lab : (14 Juli 2009)
- Tidak ditemukan kelainan
RESUME
• Pasien laki-laki, 40 tahun, datang dengan
keluhan pusing berputar sejak 2 hari
SMRS. Pusing dirasakan timbul saat terjadi
perubahan posisi kepala, terjadi mendadak,
terasa semakin berat dan disertai adanya
mual.
• RPD : Hipertensi (+) 2008
• Status Neurologis
• Cara berjalan : Tidak stabil
• Nervi kranialis  N III : Nistagmus +/+
• Koordinasi dan keseimbangan
• Test romberg : (+) Badan bergoyang
menjauhi garis tengah saat mata tertutup
• Test tandem : (+) menyimpang
Analisa Kasus
• Diagnosis pada pasien ini adalah :
• Diagnosa klinis : Vertigo
• Diagnosa topis : Sistem Vestibuler
• Diagnosa etiologis : Vertigo vestibuler
tipe perifer
– Diagnosa banding : Vertigo vestibuler tipe
sentral
Lanjt..analisa Kasus
• Ax :
– pusing berputar sejak 2 hari SMRS
– timbul saat terjadi perubahan posisi kepala
– terjadi mendadak
– terasa semakin berat
– Mual (+)
 Vertigo vestibuler tipe perifer
• DD/ Vertigo vestibular tipe sentral
Gejala otonom ±
Gangguan pendengaran (-)
Lesi fokal ?
Pemeriksaan Penunjang
• Lab
– mengetahui ada peningkatan viskositas darah,
infeksi dan faktor resiko selain hipertensi
• BAEP
– Pemeriksaan sensorik auditorik
• CT Scan Kepala
– Melihat lesi patologis pada otak
Penatalaksanaan
• Medikamentosa
– Betahistin 3 x 6 mg
• Mekanisme kerja : inhibisi neuron polisinaptik
pada nervus vestibularis lateralis. Dapat digunakan
pada vertigo vestibular tipe perifer atau sentral.
– Metoklopramid 2 x 10 mg
• Mual dan muntah
– Captopril 2 x 12,5 mg
• Anti hipertensi
.. Non Medikamentosa
• Tujuan : membangkitkan dan meningkatkan kompensasi
sentral dan habituasi pada pasien dengan gangguan
vestibular
• Mekanisme kerja terapi ini adalah melalui :
– Substitusi sentral oleh sistem visual dan
somatosensorik untuk fungsi vestibular yang
terganggu
– Mengaktifkan kendali tonus inti vestibular oleh
serebelum, sistem visual dan somatosensorik
– Menimbulkan habituasi berkurangnya respon terhadap
stimulasi sensorik yang diberikan berulang-ulang.
Prognosis
• Prognosis pasien dengan vertigo vestibular
tipe perifer umumnya baik, dapat terjadi
remisi sempurna. Sedangkan pada tipe
sentral, prognosis tergantung dari penyakit
yang mendasarinya.
vertigo

vertigo

  • 1.
    Presentasi Kasus VERTIGO Pembimbing : Dr.A. Chalim. M. Sp.S Presentan : Stefani H Simanjuntak
  • 2.
    Identitas Pasien • Nama: Tn. S • Umur : 40 tahun • Status pernikahan : Menikah • Pekerjaan : TNI AD • Tanggal masuk RS : 14 Juli 2009 • Dirawat yang ke : I (Pertama) • Tanggal pemeriksaan : 16 Juli 2009
  • 3.
    Riwayat Penyakit Sekarang pusingberputar , Timbul dg Perubahan Kepala, Mendadak, mual Pusing semakin memberat, mengganggu aktifitas, Pusing berputar sudah berkurang 2 hr SMRS MRS Anamnesis
  • 4.
    • Status Internus: dalam batas normal • TD : 140 / 90 mmHg • Nadi : 82 x / menit • RR : 20 x / menit • Suhu : 36,4°C • Status Psikiatris : dalam batas normal
  • 5.
    STATUS NEUROLOGIS • Kesadaran: CM, E4M6V5 GCS 15 • Sikap Tubuh : Tidur terlentang • Cara Berjalan : Tidak stabil “sempoyongan” • Kepala : t.a.k • Leher : t.a.k • Gejala rangsang meningeal : tidak ada • Nervi cranialis : N III  Nistagmus : +/+ Lain-lain : tidak ditemukan kelainan
  • 6.
    MOTORIK • Kekuatan :5555 5555 5555 5555 • Tonus : Normotonus • Trofi : Eutrofi • Refleks fisiologis : +/+ • Reflek patologis : -/- • Sensibilitas : - eksteroseptif dan propioseptif : baik
  • 7.
    Koordinasi dan Keseimbangan •Test romberg : (+) Badan bergoyang menjauhi garis tengah saat mata tertutup • Test tandem gait : (+) menyimpang • Test fukuda : (-) • Disdiadokinesis : (-) • Rebound phenomenon : (-) • Dismetri : (-) • Tes telunjuk hidung : Baik • Tes telunjuk telunjuk : Baik • Tes tumit lutut : Baik
  • 8.
    • Fungsi otonom: t.a.k • Fungsi luhur : t.a.k Hasil Lab : (14 Juli 2009) - Tidak ditemukan kelainan
  • 9.
    RESUME • Pasien laki-laki,40 tahun, datang dengan keluhan pusing berputar sejak 2 hari SMRS. Pusing dirasakan timbul saat terjadi perubahan posisi kepala, terjadi mendadak, terasa semakin berat dan disertai adanya mual. • RPD : Hipertensi (+) 2008
  • 10.
    • Status Neurologis •Cara berjalan : Tidak stabil • Nervi kranialis  N III : Nistagmus +/+ • Koordinasi dan keseimbangan • Test romberg : (+) Badan bergoyang menjauhi garis tengah saat mata tertutup • Test tandem : (+) menyimpang
  • 11.
    Analisa Kasus • Diagnosispada pasien ini adalah : • Diagnosa klinis : Vertigo • Diagnosa topis : Sistem Vestibuler • Diagnosa etiologis : Vertigo vestibuler tipe perifer – Diagnosa banding : Vertigo vestibuler tipe sentral
  • 12.
    Lanjt..analisa Kasus • Ax: – pusing berputar sejak 2 hari SMRS – timbul saat terjadi perubahan posisi kepala – terjadi mendadak – terasa semakin berat – Mual (+)  Vertigo vestibuler tipe perifer
  • 13.
    • DD/ Vertigovestibular tipe sentral Gejala otonom ± Gangguan pendengaran (-) Lesi fokal ?
  • 14.
    Pemeriksaan Penunjang • Lab –mengetahui ada peningkatan viskositas darah, infeksi dan faktor resiko selain hipertensi • BAEP – Pemeriksaan sensorik auditorik • CT Scan Kepala – Melihat lesi patologis pada otak
  • 15.
    Penatalaksanaan • Medikamentosa – Betahistin3 x 6 mg • Mekanisme kerja : inhibisi neuron polisinaptik pada nervus vestibularis lateralis. Dapat digunakan pada vertigo vestibular tipe perifer atau sentral. – Metoklopramid 2 x 10 mg • Mual dan muntah – Captopril 2 x 12,5 mg • Anti hipertensi
  • 16.
    .. Non Medikamentosa •Tujuan : membangkitkan dan meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi pada pasien dengan gangguan vestibular • Mekanisme kerja terapi ini adalah melalui : – Substitusi sentral oleh sistem visual dan somatosensorik untuk fungsi vestibular yang terganggu – Mengaktifkan kendali tonus inti vestibular oleh serebelum, sistem visual dan somatosensorik – Menimbulkan habituasi berkurangnya respon terhadap stimulasi sensorik yang diberikan berulang-ulang.
  • 17.
    Prognosis • Prognosis pasiendengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik, dapat terjadi remisi sempurna. Sedangkan pada tipe sentral, prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya.