 NIH 40% 1 x
SERANGAN / ORANG
 Keluhan no 3
 Wanita lebih sering
 Meningkat pada
pertambahan usia
 50 % pada usia 75 tahun
MEKANISME
Komponen
Keseimbangan Tubuh :
 Input visual
 Labirin
 Propioseptif
 Batang otak
 Serebelum
Keseimbangan Tubuh
Sistem Vestibuler
 3 kanalis
semisirkularis :
akselerasi anguler
 Utrikulus & sakulus
akselerasi linier
Definisi
 Vertigo berasal dari vertere = memutar =
distorsi yang tidak menyenangkan dari
orientasi gravitasional statik atau persepsi
yang salah dari pergerakan sendiri (self
moation
 Merupakan sindrom: pusing, pucat,
berkeringat dingin, mual, muntah dan
nistagmus pada pemeriksaan.
Klasifikasi
 Vertigo perifer : - telinga dalam /
keseimbangan ( labirin
vestibuler atau kanalis
semisirkuler )
- nervus vestibularis
 Vertigo sentral : lesi SSP : infark /
perdarahan, tumor, infeksi, trauma, dan
multiple sclerosis di serebelum, nuklei
vestibular, atau jaras – jaras ke batang otak.
Berdasarkan lama serangan
Lama Serangan
Pendek 1-2 detik Insufisiensi vaskular
serebral
30 detik – 1 menit BPPV
30 menit-beberapa jam Meniere’s disease
Beberapa hari-minggu Neuronitis vestibular
Etiologi dan Patofisiologi
 Reseptor vestibular 50 % ketidaksesuaian
 Reseptor Visual
 Reseptor propioseptif
Nervus vestibularis
Batang Otak
Serebelum
VERTIGO
Diagnostik
Vertigo Sentral Vertigo Perifer
Keluhan pusing terus
menerus, tidak hebat,
Keluhan pusing>berat,
intermiten, berhubungan
dengan posisi
Nistagmus +/-, vertikal,
multi arah
Nistagmus +, ke satu
arah
Defisit neurologis Gangguan akustik:tuli,
tinitus
Pemeriksaan
 Tekanan darah
 Tes provokasi
 Pemeriksaan spesifik : Dix Hallpike
 Pemeriksaan neurologi
Tes Dix Hallpike
Pemeriksaan Penunjang
 Audiometri
 Neuroimajing: MRI
 MRA
BPPV
 Gangguan klinis yang sering terjadi
dengan karakteristik serangan vertigo
tipe perifer, berulang dan singkat
berkaitan dengan perubahan posisi
Etiologi
1. Idiopatik/primer ; tidak diketahui
penyebabnya.
2. Simptomtik /sekunder
pasca trauma kepala,pasca labirinitis
vitus,penyakit maniere,mifraine, pasca
operasi telingan bagian dalam,
ototiksitas,mastodiditis kronis
Patofisiologi
 Hipotesis kupololitiasis
 Hipotensi kanalitiasis.
Anamnesa
 Vertigo yang timbul mendadak pada
perubahan posisi
 Serangan singkat 10-30 detik
 Mual , muntah dan disequilibrium
Pemeriksaan fisik
 Test Dix-Hallpike
Abnormal : Nystagmus adanya masa
latent ,lamanya kuran dari 30 detik,
disertai vertigo, dan vertigo makan
berkurang setiap anouver diulang.
 Test kalori
Penyakit Maniere
 Gangguan telinga bagian dalam yang
juga dikenal sebagai hidrops
endolimpatik.
 Hidrops endolimfatik mengacu pada
suatu kondisi peningkatan tekanan
hidrolik dalam sistim endolipatik telinga
dalam
 Usia 40-60 tahun
 Wanita lebih sering
Klinis
 Vertigo : rasa berputar,episodik, derajat
ringan sampai berat, rotasional.
 Durasi minimal 20 menit tidak pernal
lebih dari 24 jam
 Pendengaran menurun : yang makain
lama makin bertambah berat.
 Tinitus
 Rasa penuh didalam telinga
Etiologi
 Idiopatik
Patofisiologi : distorsi darimlabiritus
membranaseus yang diakibatkan
Akumalasi berlebihan endolimfe
Terapi
Nonfarmakologi :
- Keseimbangan air dan elektrolit
- Diet tinggi protein, tinggi kalium, rendah
natrium
- Hindari faktor pencetus
Terapi farmokologi
 Terapi antivertio : betahistine 48 mg/hari
 Kombinasi dengan diuresis :
HCT,acetazolamide
 Sterid : predison 80 mg /hari selama 7
hari keudia diturukan bertahap.
 Vasodilator
 Antihistami n
Neuritis vestibularis
 Defesit unilateral yang terjadi secara
tiba-tiba padaorgan vestibular perifer
tanpa disertai gangguan pendengaran
dan tanda disfungsi otak
Etiologi
 Tidak diketahui
 Infeksi virus sebelumnya
 iskemia
Klinis
 Vertigo rotatorik dan nause spontan
yang berat, onset dalam beberapa jam,
menatap lebih dari 24 jam.
 Nystagmus horizontal spontan kearah
telingan yang sehat
 Gangguan keseimbangan saat berdiri
jatuhk earah sisi yang sehat
 Pemeriksaan otoskopi normal
 Tidak didapatkan defisit neurologis
Terapi Neuritis vestibularis
 Terapi simptomatik : dimenhidrat 100 mg
 Terapi kausal :
 Kortikostroid : mp : 100 mg per 3 hari
tapperingg off selama 3 minggu
 Antiviral : ?
Penatalaksanaan
 Kausatif
 Simtomatik
 Rehabilitatif
Kausatif
 Berdasarkan lesi :
 Perifer
 Sentral
Simtomatik
 Ditujukan pada 2 gejala utama:
 Pusing berputar
 Gejala otonom: mual, muntah
 Golongan obat-obatan :
 Calcium channel blocker (flunarisin)
 Antihistamin ( dimenhidrinate, prometasin,
sinarisin)
 Antikolinergik ( atropin, scopolamin)
 Monoaminergik ( amfetamin, efedrin),
fenotiazine, benzodiazepin.
Rehabilitatif
 Canalith Repositioning Procedure
(CRP) / Epley maneuver
Pencegahan
 Tetap tenang dan beristirahat jika gejala
timbul.
 Kurangi aktivitas secara bertahap
 Hindari perubahan posisi yang mendadak
 Hindari membaca
 Hindari cahaya terang
KASUS
Tn. J, 42 thn, pasien tetap HD sejak 2 thn
mendadak pusing berputar sehari sblm jadwal HD.
Mual (-), muntah (-), nyeri kepala tdk ada,
kelemahan sisi tubuh sebelah kiri.
PF : CM, TD : 210/140 mmHg
Status neuro : nistagmus tdk ada, hemiparese
sinistra, kekuatan 4+
Diagnosa : Vertigo sentral ec. Suspek vaskular
CT – Scan kepala
dr.Yusmahenry Galindra,Sp. S.  Pusing Berputar.pptx

dr.Yusmahenry Galindra,Sp. S. Pusing Berputar.pptx

  • 2.
     NIH 40%1 x SERANGAN / ORANG  Keluhan no 3  Wanita lebih sering  Meningkat pada pertambahan usia  50 % pada usia 75 tahun
  • 3.
    MEKANISME Komponen Keseimbangan Tubuh : Input visual  Labirin  Propioseptif  Batang otak  Serebelum
  • 4.
  • 5.
    Sistem Vestibuler  3kanalis semisirkularis : akselerasi anguler  Utrikulus & sakulus akselerasi linier
  • 6.
    Definisi  Vertigo berasaldari vertere = memutar = distorsi yang tidak menyenangkan dari orientasi gravitasional statik atau persepsi yang salah dari pergerakan sendiri (self moation  Merupakan sindrom: pusing, pucat, berkeringat dingin, mual, muntah dan nistagmus pada pemeriksaan.
  • 7.
    Klasifikasi  Vertigo perifer: - telinga dalam / keseimbangan ( labirin vestibuler atau kanalis semisirkuler ) - nervus vestibularis  Vertigo sentral : lesi SSP : infark / perdarahan, tumor, infeksi, trauma, dan multiple sclerosis di serebelum, nuklei vestibular, atau jaras – jaras ke batang otak.
  • 8.
    Berdasarkan lama serangan LamaSerangan Pendek 1-2 detik Insufisiensi vaskular serebral 30 detik – 1 menit BPPV 30 menit-beberapa jam Meniere’s disease Beberapa hari-minggu Neuronitis vestibular
  • 9.
    Etiologi dan Patofisiologi Reseptor vestibular 50 % ketidaksesuaian  Reseptor Visual  Reseptor propioseptif Nervus vestibularis Batang Otak Serebelum VERTIGO
  • 10.
    Diagnostik Vertigo Sentral VertigoPerifer Keluhan pusing terus menerus, tidak hebat, Keluhan pusing>berat, intermiten, berhubungan dengan posisi Nistagmus +/-, vertikal, multi arah Nistagmus +, ke satu arah Defisit neurologis Gangguan akustik:tuli, tinitus
  • 11.
    Pemeriksaan  Tekanan darah Tes provokasi  Pemeriksaan spesifik : Dix Hallpike  Pemeriksaan neurologi
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    BPPV  Gangguan klinisyang sering terjadi dengan karakteristik serangan vertigo tipe perifer, berulang dan singkat berkaitan dengan perubahan posisi
  • 15.
    Etiologi 1. Idiopatik/primer ;tidak diketahui penyebabnya. 2. Simptomtik /sekunder pasca trauma kepala,pasca labirinitis vitus,penyakit maniere,mifraine, pasca operasi telingan bagian dalam, ototiksitas,mastodiditis kronis
  • 16.
  • 17.
    Anamnesa  Vertigo yangtimbul mendadak pada perubahan posisi  Serangan singkat 10-30 detik  Mual , muntah dan disequilibrium
  • 18.
    Pemeriksaan fisik  TestDix-Hallpike Abnormal : Nystagmus adanya masa latent ,lamanya kuran dari 30 detik, disertai vertigo, dan vertigo makan berkurang setiap anouver diulang.  Test kalori
  • 19.
    Penyakit Maniere  Gangguantelinga bagian dalam yang juga dikenal sebagai hidrops endolimpatik.  Hidrops endolimfatik mengacu pada suatu kondisi peningkatan tekanan hidrolik dalam sistim endolipatik telinga dalam  Usia 40-60 tahun  Wanita lebih sering
  • 20.
    Klinis  Vertigo :rasa berputar,episodik, derajat ringan sampai berat, rotasional.  Durasi minimal 20 menit tidak pernal lebih dari 24 jam  Pendengaran menurun : yang makain lama makin bertambah berat.  Tinitus  Rasa penuh didalam telinga
  • 21.
    Etiologi  Idiopatik Patofisiologi :distorsi darimlabiritus membranaseus yang diakibatkan Akumalasi berlebihan endolimfe
  • 22.
    Terapi Nonfarmakologi : - Keseimbanganair dan elektrolit - Diet tinggi protein, tinggi kalium, rendah natrium - Hindari faktor pencetus
  • 23.
    Terapi farmokologi  Terapiantivertio : betahistine 48 mg/hari  Kombinasi dengan diuresis : HCT,acetazolamide  Sterid : predison 80 mg /hari selama 7 hari keudia diturukan bertahap.  Vasodilator  Antihistami n
  • 24.
    Neuritis vestibularis  Defesitunilateral yang terjadi secara tiba-tiba padaorgan vestibular perifer tanpa disertai gangguan pendengaran dan tanda disfungsi otak
  • 25.
    Etiologi  Tidak diketahui Infeksi virus sebelumnya  iskemia
  • 26.
    Klinis  Vertigo rotatorikdan nause spontan yang berat, onset dalam beberapa jam, menatap lebih dari 24 jam.  Nystagmus horizontal spontan kearah telingan yang sehat  Gangguan keseimbangan saat berdiri jatuhk earah sisi yang sehat  Pemeriksaan otoskopi normal  Tidak didapatkan defisit neurologis
  • 27.
    Terapi Neuritis vestibularis Terapi simptomatik : dimenhidrat 100 mg  Terapi kausal :  Kortikostroid : mp : 100 mg per 3 hari tapperingg off selama 3 minggu  Antiviral : ?
  • 28.
  • 29.
    Kausatif  Berdasarkan lesi:  Perifer  Sentral
  • 30.
    Simtomatik  Ditujukan pada2 gejala utama:  Pusing berputar  Gejala otonom: mual, muntah  Golongan obat-obatan :  Calcium channel blocker (flunarisin)  Antihistamin ( dimenhidrinate, prometasin, sinarisin)  Antikolinergik ( atropin, scopolamin)  Monoaminergik ( amfetamin, efedrin), fenotiazine, benzodiazepin.
  • 31.
    Rehabilitatif  Canalith RepositioningProcedure (CRP) / Epley maneuver
  • 34.
    Pencegahan  Tetap tenangdan beristirahat jika gejala timbul.  Kurangi aktivitas secara bertahap  Hindari perubahan posisi yang mendadak  Hindari membaca  Hindari cahaya terang
  • 35.
    KASUS Tn. J, 42thn, pasien tetap HD sejak 2 thn mendadak pusing berputar sehari sblm jadwal HD. Mual (-), muntah (-), nyeri kepala tdk ada, kelemahan sisi tubuh sebelah kiri. PF : CM, TD : 210/140 mmHg Status neuro : nistagmus tdk ada, hemiparese sinistra, kekuatan 4+ Diagnosa : Vertigo sentral ec. Suspek vaskular
  • 36.