1
Laporan Kasus Kecil
Otitis Media Supuratif Kronis AS
Pembimbing:
Dr. Santo Pranowo SpTHT-KL
Disusun oleh:
Teo Wijaya
112015293
DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
18 Juli 2016 – 20 Agustus 2016
RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU
2016
2
LAPORAN KASUS
Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher
Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : NN. SU
Umur : 26 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jati Wetan RT 04 RW 02 Kudus
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SMA
II. PEMERIKSAAN SUBJEKTIF
Autoanamnesis dilakukan hari Jumat tanggal 22 Juli 2016 pukul 14.35 WIB di
poliklinik THT Rumah Sakit Mardi Rahayu
Keluhan Utama : Telinga kiri keluar cairan
Riwayat Penyakit Sekarang :
Os berobat ke poliklinik THT dengan keluhan telinga kiri keluar cairan sudah 1
minggu ini. Cairan berwarna kuning, kental, dan berbau tapi tidak menyengat. Keluhan
dirasakan berulang setidaknya 5 kali dalam 6 bulan terakhir. Sembilan hari yang lalu os
batuk pilek dan sakit menelan. Os mengalami batuk pilek dan demam berulang sudah 1
tahun. Os juga sering merasa telinga kiri berdengung dan nyeri serta merasa
pendengaran berkurang setidaknya selama 2 minggu.
Os menyangkal keluhan nyeri dibelakang telinga. Tidak ada kebiasaan
mengorek-ngorek telinga. Tidak ada riwayat kemasukan benda asing dan trauma. Tidak
ada riwayat alergi dan asma.
3
 Riwayat Penyakit Dahulu :
o Riwayat ISPA (+)
o Riwayat alergi (-)
o Riwayat asma (-)
o Riwayat hipertensi (-)
o Riwayat penyakit yang sama (+)
 Riwayat Penyakit Keluarga :
o Riwayat ISPA (-)
o Riwayat alergi (-)
o Riwayat asma (-)
o Riwayat hipertensi (-)
o Riwayat penyakit yang sama (-)
 Riwayat Sosial Ekonomi :
o Os adalah seorang pelajar
o Biaya pengobatan ditanggung orang tua wiraswasta mandiri
o Kesan ekonomi: cukup
III. PEMERIKSAAN OBJEKTIF
Status Presens
Keadaan Umum : baik, tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Berat badan : 54 kg
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/80
Frekuensi napas : 20 kali/menit
Frekuensi nadi : 88 kali/menit
Suhu : 36,5 oC
Kepala dan Leher
Kepala : Normocephal
Wajah : Simetris
Leher anterior : KGB tidak tampak dan tidak teraba membesar
4
Leher posterior : KGB tidak tampak dan tidak teraba membesar
Pemeriksaan Rutin Umum Telinga
Dextra Sinistra
Auricula
Bentuk normal
Nyeri tekan (-)
Benjolan (-)
Lesi kulit (-)
Bentuk normal
Nyeri tekan (-)
Benjolan (-)
Lesi kulit (-)
Preauricula
Tragus pain (-)
Fistula (-)
Abses (-)
Hiperemis (-)
Tragus pain (-)
Fistula (-)
Abses (-)
Hiperemis (-)
Retroauricula
Nyeri tekan (-)
Edema (-)
Hiperemis (-)
Nyeri tekan (-)
Edema (-)
Hiperemis (-)
Mastoid
Nyeri tekan (-)
Edema (-)
Hiperemis (-)
Nyeri tekan (-)
Edema (-)
Hiperemis (-)
CAE
Discharge (-)
Serumen (-)
Hiperemis (-)
Edema (-)
Corpus alienum (-)
Discharge (+) warna kuning,
kental, berbau tapi tidak
menyengat
Serumen (-)
Hiperemis (-)
Edema (-)
Corpus alienum (-)
Membran Timpani
- Perforasi P Intak
(+) Sentral, bulat, tepi rata
dan menebal
- CCone of light (+) ke arah jam 5 (-)
- WWarna Putih keabuan Doff
- BBentuk Cekung (-)
Pemeriksaan Rutin Khusus Telinga
5
 Valsava test : AS (-) AD (+)
Kesan : Fungsi tuba eustachius AS terganggu
 Toynbee test : AS (-) AD (+)
Kesan : Fungsi tuba eustachius AS terganggu
 Politzer test : AS (-) AD (+)
Kesan : Fungsi tuba eustachius AS terganggu
 Tes Penala :
 Tes Rinne : AS (BC > AC), AD (AC > BC)
 Tes Weber : Lateralisasi ke AS
 Tes Schwabach : AS memanjang, AD sama dengan pemeriksa
Kesan : CHL AS
Pemeriksaan Rutin Umum Hidung
Dextra Sinistra
Bentuk Normal Normal
Sekret Mukoserous Mukoserous
Mukosa Merah muda Merah muda
Konka media Merah muda, pembesaran (-) Merah muda, pembesaran (-)
Konka inferior Merah muda, pembesaran (+) Merah muda, pembesaran (+)
Meatus media Merah muda Merah muda
Meatus inferior Merah muda Merah muda
Septum Deviasi (-) (-)
Massa (-) (-)
Corpus alienum (-) (-)
Pemeriksaan Rutin Khusus Hidung dan Sinus Paranasal
 Tes aplikasi efedrin 1% : (+) konkha inferior nasi sinistra dan dextra tidak
mengecil
Kesan : terdapat hipertrofi konka inferior nasi bilateral
Pemeriksaan Rutin Umum Tenggorok
6
Orofaring
Oral : dapat membuka mulut dengan baik
Mukosa buccal : warna merah muda
Ginggiva : warna merah muda
Gigi geligi : lengkap, caries (-), gangren (-)
Lidah 2/3 anterior : warna merah muda
Palatum durum : warna merah muda
Palatum molle : warna merah muda
Tonsil
Dextra Sinistra
Ukuran T1 T1
Kripta Tidak melebar Tidak melebar
Permukaan Rata Rata
Warna Merah muda Merah muda
Detritus (-) (-)
Fixative (+) (+)
Peritonsil Abses (-) Abses (-)
Pilar anterior Merah muda Merah muda
Arkus faring : simetris, merah muda
Dinding posterior orofaring : merah muda, granulasi (-)
Pemeriksaan Rutin Khusus Tenggorok: Tidak dilakukan
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Audiometri
2. X-foto mastoid
3. Kultur sensitivitas test (bila perlu)
4. Laboratorium darah rutin ( Hb, Ht, Leukosit, Trombosit)
V. RESUME
Pemeriksaan subjektif
1. Keluhan utama : Otore AS
7
2. Riwayat penyakit sekarang :
 Otore AS sekret mukopurulen
 Foeter ex oto (+) AS tidak menyengat
 Hearing loss AS
 Tinitus low frequency AS
 Otalgia ADS
Residivitas : Otore AS 6 bulan
Cough (+), rhinorrhea (+), febris (+)
Trigger factor : Rinorrhea, cough, febris
3. Riwayat penyakit dahulu : ISPA (+), alergi (-), asma (-), hipertensi (-), penyakit
yang sama (+)
4. Riwayat penyakit keluarga : ISPA (-), alergi (-), asma (-), hipertensi (-), penyakit
yang sama (-)
5. Riwayat sosial ekonomi : kesan ekonomi cukup
Pemeriksaan objektif
1. Pemeriksaan rutin umum kepala dan leher dalam batas normal.
2. Pemeriksaan telinga
AS
 Pemeriksaan rutin umum AS
Pada CAE AD terdapat discharge mukopurulen kuning
Pada membran timpani AS terdapat perforasi pars tensa, bulat, dengan tepi rata
dan menebal, warna doff, refleks cahaya (-).
 Pemeriksaan rutin khusus AS
Tes Valsava : AS (-)
Kesan : fungsi tuba eustachius AS terganggu
Tes Toyn Bee : AS (-)
Kesan : fungsi tuba eustachius AS terganggu
Tes Politzer : AS (-)
8
Kesan fungsi tuba eustachius AS terganggu
Tes penala : Kesan CHL pada AS
3. Pemeriksaan hidung
 Pemeriksaan rutin umum hidung : pembesaran konka inferior dextra et
sinistra
 Pemeriksaan rutin khusus hidung :
o Tes aplikasi efedrin 1% ditemukan hipertrofi konka inferior nasi bilateral
4. Pemeriksaan tenggorok
 Pemeriksaan rutin umum tenggorok : dalam batas normal
VI. DIAGNOSIS BANDING
 Otitis media supuratif kronis tipe benigna AS
 Otitis media supuratif kronis tipe maligna AS
VII. DIAGNOSIS SEMENTARA
Otitis media supuratif kronis tipe benigna AS
VIII. DIAGNOSIS PASTI
Belum dapat ditegakkan.
IX. PROGNOSIS
Dubia ad bonam
X. PENATALAKSANAAN
 Nonmedikamentosa :
 Toilet CAE AS
 Medikamentosa :
 Antibiotik sistemik dan lokal adekuat
 Antiinflamasi
 Dekongestan
XI. KOMPLIKASI
 Intratemporal
9
 Mastoiditis
 Labirinitis
 Abses retroaurikular
 Intrakranial
 Meningitis
 Abses otak
 Sistemik
 Sepsis

Case OMSK

  • 1.
    1 Laporan Kasus Kecil OtitisMedia Supuratif Kronis AS Pembimbing: Dr. Santo Pranowo SpTHT-KL Disusun oleh: Teo Wijaya 112015293 DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA 18 Juli 2016 – 20 Agustus 2016 RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU 2016
  • 2.
    2 LAPORAN KASUS Kepaniteraan KlinikBagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus I. IDENTITAS PASIEN Nama : NN. SU Umur : 26 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jati Wetan RT 04 RW 02 Kudus Agama : Islam Pendidikan Terakhir : SMA II. PEMERIKSAAN SUBJEKTIF Autoanamnesis dilakukan hari Jumat tanggal 22 Juli 2016 pukul 14.35 WIB di poliklinik THT Rumah Sakit Mardi Rahayu Keluhan Utama : Telinga kiri keluar cairan Riwayat Penyakit Sekarang : Os berobat ke poliklinik THT dengan keluhan telinga kiri keluar cairan sudah 1 minggu ini. Cairan berwarna kuning, kental, dan berbau tapi tidak menyengat. Keluhan dirasakan berulang setidaknya 5 kali dalam 6 bulan terakhir. Sembilan hari yang lalu os batuk pilek dan sakit menelan. Os mengalami batuk pilek dan demam berulang sudah 1 tahun. Os juga sering merasa telinga kiri berdengung dan nyeri serta merasa pendengaran berkurang setidaknya selama 2 minggu. Os menyangkal keluhan nyeri dibelakang telinga. Tidak ada kebiasaan mengorek-ngorek telinga. Tidak ada riwayat kemasukan benda asing dan trauma. Tidak ada riwayat alergi dan asma.
  • 3.
    3  Riwayat PenyakitDahulu : o Riwayat ISPA (+) o Riwayat alergi (-) o Riwayat asma (-) o Riwayat hipertensi (-) o Riwayat penyakit yang sama (+)  Riwayat Penyakit Keluarga : o Riwayat ISPA (-) o Riwayat alergi (-) o Riwayat asma (-) o Riwayat hipertensi (-) o Riwayat penyakit yang sama (-)  Riwayat Sosial Ekonomi : o Os adalah seorang pelajar o Biaya pengobatan ditanggung orang tua wiraswasta mandiri o Kesan ekonomi: cukup III. PEMERIKSAAN OBJEKTIF Status Presens Keadaan Umum : baik, tampak sakit ringan Kesadaran : compos mentis Berat badan : 54 kg Tanda-tanda vital : Tekanan darah : 110/80 Frekuensi napas : 20 kali/menit Frekuensi nadi : 88 kali/menit Suhu : 36,5 oC Kepala dan Leher Kepala : Normocephal Wajah : Simetris Leher anterior : KGB tidak tampak dan tidak teraba membesar
  • 4.
    4 Leher posterior :KGB tidak tampak dan tidak teraba membesar Pemeriksaan Rutin Umum Telinga Dextra Sinistra Auricula Bentuk normal Nyeri tekan (-) Benjolan (-) Lesi kulit (-) Bentuk normal Nyeri tekan (-) Benjolan (-) Lesi kulit (-) Preauricula Tragus pain (-) Fistula (-) Abses (-) Hiperemis (-) Tragus pain (-) Fistula (-) Abses (-) Hiperemis (-) Retroauricula Nyeri tekan (-) Edema (-) Hiperemis (-) Nyeri tekan (-) Edema (-) Hiperemis (-) Mastoid Nyeri tekan (-) Edema (-) Hiperemis (-) Nyeri tekan (-) Edema (-) Hiperemis (-) CAE Discharge (-) Serumen (-) Hiperemis (-) Edema (-) Corpus alienum (-) Discharge (+) warna kuning, kental, berbau tapi tidak menyengat Serumen (-) Hiperemis (-) Edema (-) Corpus alienum (-) Membran Timpani - Perforasi P Intak (+) Sentral, bulat, tepi rata dan menebal - CCone of light (+) ke arah jam 5 (-) - WWarna Putih keabuan Doff - BBentuk Cekung (-) Pemeriksaan Rutin Khusus Telinga
  • 5.
    5  Valsava test: AS (-) AD (+) Kesan : Fungsi tuba eustachius AS terganggu  Toynbee test : AS (-) AD (+) Kesan : Fungsi tuba eustachius AS terganggu  Politzer test : AS (-) AD (+) Kesan : Fungsi tuba eustachius AS terganggu  Tes Penala :  Tes Rinne : AS (BC > AC), AD (AC > BC)  Tes Weber : Lateralisasi ke AS  Tes Schwabach : AS memanjang, AD sama dengan pemeriksa Kesan : CHL AS Pemeriksaan Rutin Umum Hidung Dextra Sinistra Bentuk Normal Normal Sekret Mukoserous Mukoserous Mukosa Merah muda Merah muda Konka media Merah muda, pembesaran (-) Merah muda, pembesaran (-) Konka inferior Merah muda, pembesaran (+) Merah muda, pembesaran (+) Meatus media Merah muda Merah muda Meatus inferior Merah muda Merah muda Septum Deviasi (-) (-) Massa (-) (-) Corpus alienum (-) (-) Pemeriksaan Rutin Khusus Hidung dan Sinus Paranasal  Tes aplikasi efedrin 1% : (+) konkha inferior nasi sinistra dan dextra tidak mengecil Kesan : terdapat hipertrofi konka inferior nasi bilateral Pemeriksaan Rutin Umum Tenggorok
  • 6.
    6 Orofaring Oral : dapatmembuka mulut dengan baik Mukosa buccal : warna merah muda Ginggiva : warna merah muda Gigi geligi : lengkap, caries (-), gangren (-) Lidah 2/3 anterior : warna merah muda Palatum durum : warna merah muda Palatum molle : warna merah muda Tonsil Dextra Sinistra Ukuran T1 T1 Kripta Tidak melebar Tidak melebar Permukaan Rata Rata Warna Merah muda Merah muda Detritus (-) (-) Fixative (+) (+) Peritonsil Abses (-) Abses (-) Pilar anterior Merah muda Merah muda Arkus faring : simetris, merah muda Dinding posterior orofaring : merah muda, granulasi (-) Pemeriksaan Rutin Khusus Tenggorok: Tidak dilakukan IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Audiometri 2. X-foto mastoid 3. Kultur sensitivitas test (bila perlu) 4. Laboratorium darah rutin ( Hb, Ht, Leukosit, Trombosit) V. RESUME Pemeriksaan subjektif 1. Keluhan utama : Otore AS
  • 7.
    7 2. Riwayat penyakitsekarang :  Otore AS sekret mukopurulen  Foeter ex oto (+) AS tidak menyengat  Hearing loss AS  Tinitus low frequency AS  Otalgia ADS Residivitas : Otore AS 6 bulan Cough (+), rhinorrhea (+), febris (+) Trigger factor : Rinorrhea, cough, febris 3. Riwayat penyakit dahulu : ISPA (+), alergi (-), asma (-), hipertensi (-), penyakit yang sama (+) 4. Riwayat penyakit keluarga : ISPA (-), alergi (-), asma (-), hipertensi (-), penyakit yang sama (-) 5. Riwayat sosial ekonomi : kesan ekonomi cukup Pemeriksaan objektif 1. Pemeriksaan rutin umum kepala dan leher dalam batas normal. 2. Pemeriksaan telinga AS  Pemeriksaan rutin umum AS Pada CAE AD terdapat discharge mukopurulen kuning Pada membran timpani AS terdapat perforasi pars tensa, bulat, dengan tepi rata dan menebal, warna doff, refleks cahaya (-).  Pemeriksaan rutin khusus AS Tes Valsava : AS (-) Kesan : fungsi tuba eustachius AS terganggu Tes Toyn Bee : AS (-) Kesan : fungsi tuba eustachius AS terganggu Tes Politzer : AS (-)
  • 8.
    8 Kesan fungsi tubaeustachius AS terganggu Tes penala : Kesan CHL pada AS 3. Pemeriksaan hidung  Pemeriksaan rutin umum hidung : pembesaran konka inferior dextra et sinistra  Pemeriksaan rutin khusus hidung : o Tes aplikasi efedrin 1% ditemukan hipertrofi konka inferior nasi bilateral 4. Pemeriksaan tenggorok  Pemeriksaan rutin umum tenggorok : dalam batas normal VI. DIAGNOSIS BANDING  Otitis media supuratif kronis tipe benigna AS  Otitis media supuratif kronis tipe maligna AS VII. DIAGNOSIS SEMENTARA Otitis media supuratif kronis tipe benigna AS VIII. DIAGNOSIS PASTI Belum dapat ditegakkan. IX. PROGNOSIS Dubia ad bonam X. PENATALAKSANAAN  Nonmedikamentosa :  Toilet CAE AS  Medikamentosa :  Antibiotik sistemik dan lokal adekuat  Antiinflamasi  Dekongestan XI. KOMPLIKASI  Intratemporal
  • 9.
    9  Mastoiditis  Labirinitis Abses retroaurikular  Intrakranial  Meningitis  Abses otak  Sistemik  Sepsis