PENGANTAR ILMU EKONOMI
MIKRO

AISAH

MAI MUNAH

RONI

SUMARSO
A. PERILAKU PENAWARAN DARI
PERUSAHAAN YANG KOMPETITIF


Persaingan sempurna adalah dunia para
price-taker. sebuah perusahaan yang bersaing
sempurna menjual produk yang sifatnya
homogen (produk yang identik dengan produk
yang dijual oleh perusahaan-perusahaan lain
dalam dunia industri). Produk itu sangat kecil
dibandingkan pasarnya sehingga tidak dapat
mempengaruhi harga pasar, sehingga produk
tersebut hanya dapat mengikuti harga yang
berlaku. Perusahaan-perusahaan kompetitif
tidak dapat mempengaruhi harga, maka harga
untuk tiap-tiap unit yang dijual merupakan
pendapatan tambahan yang akan diperoleh
KURVA PERMINTAAN TAMPAK HORIZONTAL BAGI
PESAING SEMPURNA
P

p
D

S
A

d

S

D
Q

Output Industri

d

q
Output Perusahaan

Ciri-ciri persaingan sempurna :
Ada banyak perusahaan kecil yang memproduksi sebuah produk
yang identik dan masing-masing perusahaan terlalu kecil untuk
dapat mempengaruhi harga pasar.
Pesaing sempurna menghadapi sebuah kurva permintaan yang
benar-benar horizontal.
Pendapatan tambahan yang diperoleh dari tiap-tiap unit tambahan
output yang dijual dengan demikian akan sama dengan harga pasar.
Penawaran kompetitif terjadi
bilamana biaya marjinal sama
dengan harga.
Kaidah untuk penawaran dari
sebuah perusahaan dalam
persaingan sempurna :
sebuah perusahaan akan
memaksimumkan keuntungan
apabila ia memroduksi pada tingkat
di mana biaya marjinal sama
dengan harga.
 Titik

penutupan adalah kondisi di
mana kerugian sama persis
dengan biaya tetap.
 Kaidah penutupan : titik penutupan
muncul apabila pendapatan hanya
menutupi biaya-biaya variabel atau
jikalau kerugian sama dengan
biaya-biaya variabel ratarata, perusahaan akan
memaksimumkan keuntungan
(meminimumkan kerugian) dengan
menutup usahanya.
B. PERILAKU PENAWARAN DALAM
INDUSTRI YANG KOMPETITIF
 Menjumlahkan

seluruh kurva
penawaran dari perusahaanperusahaan untuk mendapatkan
penawaran pasar. Kurva
penawaran pasar untuk sebuah
barang diperoleh dengan
menjumlahkan secara horizontal
kurva-kurva penawaran dari
semua produsen industri dari
barang tersebut.
 Alfred

Marshall : dalam jangka
pendek pergeseranpergeseran permintaan
menghasilkan perubahanperubahan harga yang lebih
besar dan perubahanperubahan kuantitas yang
lebih kecil dibanding yang
terjadi dalam jangka panjang.
Ekuilibrium berdasarkan periode waktu
dengan perbedaan kategori biaya
Ekuilibrium jangka pendek, jika
perubahan apapun dalam output
harus dihasilkan dari penggunaan
sejumlah input modal dalam jumlah
tetap.
 Ekuilibrium jangka panjang, jika modal
dan semua input yang berubah-ubah
dan ada kebebasan bagi perusahaanperusahaan untuk keluar dari dan
masuk ke industri yang bersangkutan.

Harga jangka panjang harus menutupi biayabiaya eksplisit seperti tenaga kerja, bahanbahan, peralatan, pajak, dan pengeluaranpengeluaran lain bersama-sama dengan
opportunity cost seperti keuntungan kompetitif
atas modal pemilik yang diinvestasikan itu
berarti harga jangka panjang harus sama
dengan atau di atas biaya rata-rata jangka
panjang.

Ekuilibrium jangka panjang keuntungan-nol
: dalam sebuah industri kompetitif yang dipadati
oleh perusahaan-perusahaan identik yang
bebas keluar-masuk, kondisi ekuilibrium jangka
panjang ialah bahwa harga sama dengan biaya
marjinal sama dengan biaya rata-rata jangka
panjang minimum untuk tiap perusahaan yang
identik.
 P = MC = AC jangka panjang minimum – harga
keuntungan-nol, inilah kondisi keuntungan
C. HAL-HAL KHUSUS MENGENAI PASAR KOMPETITIF

Kaidah-kaidah umum
Kaidah Penawaran :

Kaidah Permintaan:





Pada umumnya suatu
peningkatan akan
sebuah komoditas (kurva
penawaran tidak
berubah) akan
meningkatkan harga
komoditas yang
bersangkutan.
Untuk kebanyakan
komoditas, suatu
peningkatan permintaan
juga akan meningkatkan
kuantitas yang diminta
dan sebaliknya.



Peningkatan penawaran
suatu komoditas (kurva
permintaan tetap) pada
umumnya akan
menurunkan harga dan
meningkatkan kuantitas
yang dibeli dan dijual.
Dan penurunan
penawaran mempunyai
efek-efek sebaliknya.
Kasus-kasus yang
mempengaruhi bentuk-bentuk
kurva penawaran:biaya yang tetap.
 Penawaran dengan
Biaya yang semakin meningkat dan
penambahan hasil yang semakin
menurun.
 Penawaran tetap dan sewa ekonomis.
 Efek pendapatan dan substitusi yang
menyebabkan kurva penawaran
melengkung ke belakang.
 Pergeseran-pergeseran dalam
penawaran.

D. EFISIENSI DAN KEADILAN
DARI PASAR KOMPETITIF
Menilai Mekanisme Pasar :
 Konsep

efisiensi.
 Efisiensi dari ekuilibrium
persaingan.
 Ekuilibrium dengan banyak
konsumen dan pasar.
 Peran sentral penetapan (harga
sama dengan biaya marjinal).
Konsep efisiensi
 Efisiensi alokatif (efisiensi pareto atau
optimalitas pareto) terjadi apabila tidak
ada kemungkinan reorganisasi produksi
yang dapat membuat seorang dalam
keadaan lebih baik tanpa membuat
seseorang yang lain dalam keadaaan
yang lebih buruk. Dalam kondisi-kondisi
efisiensi alokatif, kepuasaan atau utilitas
seseorang dapat ditingkatkan hanya
dengan menurunkan utilitas seseorang
yang lain.
Efisiensi dari ekuilibrium persaingan
 Surplus ekonomi adalah kesejahteraan
atau utilitas bersih yang dihasilkan dari
produksi dan konsumsi suatu
barang, yang sama dengan surplus
konsumen ditambah dengan surplus
produsen. Surplus ekonomis adalah
jumlah surplus konsumen yang
merupakan bidang diantara kurva
permintaan dan garis harga, surplus
konsumen dapat diartikan konsumsi
barang oleh konsumen. Surplus produsen
mencakup sewa dan keuntungan bagi
perusahaan dan pemilik dari input-input
khusus dalam industri yang bersangkutan
dan menunjukkan kelebihan pendapatandi
Ekuilibrium dengan banyak
konsumen dan pasar
 Banyak barang ekonomi kita
memproduksi bukan hanya makanan
tetapi juga pakaian, film, liburan, dan
banyak komoditas lainnya. Pasar
persaingan sempurna adalah suatu
alat untuk menyatukan kemauan para
konsumen yang memiliki suara dolar
untuk membayar barang-barang
dengan biaya-biaya marjinal dari
barang-barang tersebut sebagaimana
digambarkan oleh penawaran
perusahaan.
Peran sentral penetapan (harga sama
dengan biaya marjinal)
 Peran

paling penting dari biaya
marjinal dalam sebuah ekonomi
pasar ialah hanya apabila hargaharga sama dengan biaya-biaya
marjinal, ekonomi dapat memeras
output dan kepuasan maksimum
dari sumberdaya-sumberdayanya
yang langka (lahan, tenaga
kerja, dan modal).
Negara-negara yang berorientasi pasar
masih mengandalkan campur tangan
pemerintah dalam perekonomiannya
alasannya adalah sebagai berikut :
Efisiensi mungkin sulit dicapai dalam
situasi-situasi di mana terjadi polusi atau
eksternalitas-eksternalitas lainnya, atau
apabila ada persaingan yang tidak
sempurna.
 Distribusi pendapatan dalam pasarpasar kompetitif, bahkan ketika pasarpasar itu efisien, mungkin secara sosial
tidak diinginkan atau tidak dapat

Kegagalan-kegagalan
pasar
 Persaingan

tidak sempurna.
 Eksternalitas-eksternalitas.
 Informasi yang tidak sempurna.
Persaingan tidak sempurna.
 Apabila sebuah perusahaan memiliki kekuatan
pasar dalam sebuah pasar tertentu (misalnya ia
memiliki suatu monopoli karena obat yang
dipatenkan atau suatu waralaba listrik lokal), maka
pasar itu dapat menaikkan harga dari produknya di
atas biaya marjinalnya.
Eksternalitas-eksternalitas.
 Apabila beberapa efek samping dari produksi atau
konsumsi tidak dimasukkan dalam harga pasar.
Informasi yang tidak sempurna.
 Pada dasarnya kita mengasumsikan bahwa semua
penjual dan pembeli mengetahui secara persis apa
yang diperdagangkan, namun pada kenyataannya
tidak demikian, misalnya pada makanan, obatobatan, dan produk kecantikan, selalu ada
beberapa komposisi yang tidak dicantumkan
padabarang tersebut. Dan hal ini tidak jarang dapat

Analisis Pasar Persaingan Sempurna-Samuelson Nordhaus

  • 1.
  • 3.
    A. PERILAKU PENAWARANDARI PERUSAHAAN YANG KOMPETITIF  Persaingan sempurna adalah dunia para price-taker. sebuah perusahaan yang bersaing sempurna menjual produk yang sifatnya homogen (produk yang identik dengan produk yang dijual oleh perusahaan-perusahaan lain dalam dunia industri). Produk itu sangat kecil dibandingkan pasarnya sehingga tidak dapat mempengaruhi harga pasar, sehingga produk tersebut hanya dapat mengikuti harga yang berlaku. Perusahaan-perusahaan kompetitif tidak dapat mempengaruhi harga, maka harga untuk tiap-tiap unit yang dijual merupakan pendapatan tambahan yang akan diperoleh
  • 4.
    KURVA PERMINTAAN TAMPAKHORIZONTAL BAGI PESAING SEMPURNA P p D S A d S D Q Output Industri d q Output Perusahaan Ciri-ciri persaingan sempurna : Ada banyak perusahaan kecil yang memproduksi sebuah produk yang identik dan masing-masing perusahaan terlalu kecil untuk dapat mempengaruhi harga pasar. Pesaing sempurna menghadapi sebuah kurva permintaan yang benar-benar horizontal. Pendapatan tambahan yang diperoleh dari tiap-tiap unit tambahan output yang dijual dengan demikian akan sama dengan harga pasar.
  • 5.
    Penawaran kompetitif terjadi bilamanabiaya marjinal sama dengan harga. Kaidah untuk penawaran dari sebuah perusahaan dalam persaingan sempurna : sebuah perusahaan akan memaksimumkan keuntungan apabila ia memroduksi pada tingkat di mana biaya marjinal sama dengan harga.
  • 6.
     Titik penutupan adalahkondisi di mana kerugian sama persis dengan biaya tetap.  Kaidah penutupan : titik penutupan muncul apabila pendapatan hanya menutupi biaya-biaya variabel atau jikalau kerugian sama dengan biaya-biaya variabel ratarata, perusahaan akan memaksimumkan keuntungan (meminimumkan kerugian) dengan menutup usahanya.
  • 7.
    B. PERILAKU PENAWARANDALAM INDUSTRI YANG KOMPETITIF  Menjumlahkan seluruh kurva penawaran dari perusahaanperusahaan untuk mendapatkan penawaran pasar. Kurva penawaran pasar untuk sebuah barang diperoleh dengan menjumlahkan secara horizontal kurva-kurva penawaran dari semua produsen industri dari barang tersebut.
  • 8.
     Alfred Marshall :dalam jangka pendek pergeseranpergeseran permintaan menghasilkan perubahanperubahan harga yang lebih besar dan perubahanperubahan kuantitas yang lebih kecil dibanding yang terjadi dalam jangka panjang.
  • 9.
    Ekuilibrium berdasarkan periodewaktu dengan perbedaan kategori biaya Ekuilibrium jangka pendek, jika perubahan apapun dalam output harus dihasilkan dari penggunaan sejumlah input modal dalam jumlah tetap.  Ekuilibrium jangka panjang, jika modal dan semua input yang berubah-ubah dan ada kebebasan bagi perusahaanperusahaan untuk keluar dari dan masuk ke industri yang bersangkutan. 
  • 10.
    Harga jangka panjangharus menutupi biayabiaya eksplisit seperti tenaga kerja, bahanbahan, peralatan, pajak, dan pengeluaranpengeluaran lain bersama-sama dengan opportunity cost seperti keuntungan kompetitif atas modal pemilik yang diinvestasikan itu berarti harga jangka panjang harus sama dengan atau di atas biaya rata-rata jangka panjang.  Ekuilibrium jangka panjang keuntungan-nol : dalam sebuah industri kompetitif yang dipadati oleh perusahaan-perusahaan identik yang bebas keluar-masuk, kondisi ekuilibrium jangka panjang ialah bahwa harga sama dengan biaya marjinal sama dengan biaya rata-rata jangka panjang minimum untuk tiap perusahaan yang identik.  P = MC = AC jangka panjang minimum – harga keuntungan-nol, inilah kondisi keuntungan
  • 11.
    C. HAL-HAL KHUSUSMENGENAI PASAR KOMPETITIF Kaidah-kaidah umum Kaidah Penawaran : Kaidah Permintaan:   Pada umumnya suatu peningkatan akan sebuah komoditas (kurva penawaran tidak berubah) akan meningkatkan harga komoditas yang bersangkutan. Untuk kebanyakan komoditas, suatu peningkatan permintaan juga akan meningkatkan kuantitas yang diminta dan sebaliknya.  Peningkatan penawaran suatu komoditas (kurva permintaan tetap) pada umumnya akan menurunkan harga dan meningkatkan kuantitas yang dibeli dan dijual. Dan penurunan penawaran mempunyai efek-efek sebaliknya.
  • 12.
    Kasus-kasus yang mempengaruhi bentuk-bentuk kurvapenawaran:biaya yang tetap.  Penawaran dengan Biaya yang semakin meningkat dan penambahan hasil yang semakin menurun.  Penawaran tetap dan sewa ekonomis.  Efek pendapatan dan substitusi yang menyebabkan kurva penawaran melengkung ke belakang.  Pergeseran-pergeseran dalam penawaran. 
  • 13.
    D. EFISIENSI DANKEADILAN DARI PASAR KOMPETITIF Menilai Mekanisme Pasar :  Konsep efisiensi.  Efisiensi dari ekuilibrium persaingan.  Ekuilibrium dengan banyak konsumen dan pasar.  Peran sentral penetapan (harga sama dengan biaya marjinal).
  • 14.
    Konsep efisiensi  Efisiensialokatif (efisiensi pareto atau optimalitas pareto) terjadi apabila tidak ada kemungkinan reorganisasi produksi yang dapat membuat seorang dalam keadaan lebih baik tanpa membuat seseorang yang lain dalam keadaaan yang lebih buruk. Dalam kondisi-kondisi efisiensi alokatif, kepuasaan atau utilitas seseorang dapat ditingkatkan hanya dengan menurunkan utilitas seseorang yang lain.
  • 15.
    Efisiensi dari ekuilibriumpersaingan  Surplus ekonomi adalah kesejahteraan atau utilitas bersih yang dihasilkan dari produksi dan konsumsi suatu barang, yang sama dengan surplus konsumen ditambah dengan surplus produsen. Surplus ekonomis adalah jumlah surplus konsumen yang merupakan bidang diantara kurva permintaan dan garis harga, surplus konsumen dapat diartikan konsumsi barang oleh konsumen. Surplus produsen mencakup sewa dan keuntungan bagi perusahaan dan pemilik dari input-input khusus dalam industri yang bersangkutan dan menunjukkan kelebihan pendapatandi
  • 16.
    Ekuilibrium dengan banyak konsumendan pasar  Banyak barang ekonomi kita memproduksi bukan hanya makanan tetapi juga pakaian, film, liburan, dan banyak komoditas lainnya. Pasar persaingan sempurna adalah suatu alat untuk menyatukan kemauan para konsumen yang memiliki suara dolar untuk membayar barang-barang dengan biaya-biaya marjinal dari barang-barang tersebut sebagaimana digambarkan oleh penawaran perusahaan.
  • 17.
    Peran sentral penetapan(harga sama dengan biaya marjinal)  Peran paling penting dari biaya marjinal dalam sebuah ekonomi pasar ialah hanya apabila hargaharga sama dengan biaya-biaya marjinal, ekonomi dapat memeras output dan kepuasan maksimum dari sumberdaya-sumberdayanya yang langka (lahan, tenaga kerja, dan modal).
  • 18.
    Negara-negara yang berorientasipasar masih mengandalkan campur tangan pemerintah dalam perekonomiannya alasannya adalah sebagai berikut : Efisiensi mungkin sulit dicapai dalam situasi-situasi di mana terjadi polusi atau eksternalitas-eksternalitas lainnya, atau apabila ada persaingan yang tidak sempurna.  Distribusi pendapatan dalam pasarpasar kompetitif, bahkan ketika pasarpasar itu efisien, mungkin secara sosial tidak diinginkan atau tidak dapat 
  • 19.
    Kegagalan-kegagalan pasar  Persaingan tidak sempurna. Eksternalitas-eksternalitas.  Informasi yang tidak sempurna.
  • 20.
    Persaingan tidak sempurna. Apabila sebuah perusahaan memiliki kekuatan pasar dalam sebuah pasar tertentu (misalnya ia memiliki suatu monopoli karena obat yang dipatenkan atau suatu waralaba listrik lokal), maka pasar itu dapat menaikkan harga dari produknya di atas biaya marjinalnya. Eksternalitas-eksternalitas.  Apabila beberapa efek samping dari produksi atau konsumsi tidak dimasukkan dalam harga pasar. Informasi yang tidak sempurna.  Pada dasarnya kita mengasumsikan bahwa semua penjual dan pembeli mengetahui secara persis apa yang diperdagangkan, namun pada kenyataannya tidak demikian, misalnya pada makanan, obatobatan, dan produk kecantikan, selalu ada beberapa komposisi yang tidak dicantumkan padabarang tersebut. Dan hal ini tidak jarang dapat