TUGAS AKHIR 4 MK TE MIKRO STIE AL-KHAIRIYAH
1. Capital : modal pokok yang diserahkan oleh pemilik (para pemilik) perusahaa...
26. Faktor produksi : semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar
nilai barang/jasa.
27. Avera...
53. Barang homogen : Suatu barang yang memiliki sifat yang seragam, antara satu unit dengan yang
lain.
54. Diferensiasi pr...
81. Elastisitas : istilah yang digunakan luas dalam ekonomi untuk menggambarkan reaksi suatu
variabel terhadap perubahan v...
105. Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yang melukiskan utilitas/kepuasan dari dua konsumen
yang masing-masing diuk...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

TUGAS AKHIR 4 MK TE MIKRO STIE AL-KHAIRIYAH CILEGON

573 views

Published on

Nama : Saiful Bahri
NPM : 2011021160
Jurusan : Management

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

TUGAS AKHIR 4 MK TE MIKRO STIE AL-KHAIRIYAH CILEGON

  1. 1. TUGAS AKHIR 4 MK TE MIKRO STIE AL-KHAIRIYAH 1. Capital : modal pokok yang diserahkan oleh pemilik (para pemilik) perusahaan kepada perusahaan untuk memulai usaha baru. 2. Cost (biaya) : pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Ada beberapa klasifikasi mengenai biaya. 3. Ceiling price : harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk melindungi konsumen. 4. Demand (permintaan) : sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. 5. Elasticity of demand : tingkat kepekaan permintaan terhadap perubahan harga, atas besarnya perubahan permintaan akibat perubahan harga. 6. Elasticity of supply : tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yangdiakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. 7. Equilibrium : keadaan seimbang bila harga barang/jasa dan kuantitas yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta pembeli pada tingkat harga tertentu. 8. Equilibrium price (harga keseimbangan/harga pasar) : tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. 9. Equilibrium quantity : Kuantitas yang ditawarkan dan kuantitas yang diminta ketika harga telah disesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan. 10. Engei’s law (hukum angel) : semakin besar pendapatan seseorang, semakin kecil bagian pendapatannya yang digunakan untuk konsumsi dan sebaliknya. 11. Barang konsumsi : barang yang langsung dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen. 12. Barang modal : barang yang berguna untuk menghasilkan barang lain. 13. Diminishing marginal utility : utilitas marginal yg semakin menurun. 14. Keseimbangan pasar : sutau kondisi dimana ditandai dengan tidak terjadinya kelebihan penawaran krn harga terlalu tinggi atau kelebihan permintaan. 15. Elastisitas silang : ukuran perbandingan antara persentase perubahan jml barang x yg diminta. 16. Barang komplementer : barang yang saling melengkapi. 17. Barang subsitusi : barang yang dapat menggantikan barang yang lainnya. 18. Elestisitas pendapatan : ukuran presntase perubahan jml barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan konsumen sebesar 1%. 19. Ceteris paribus : sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi. 20. Hukum penawaran : pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Hukum permintaan : permintaan suatu barang akan meningkat jika harga barang tsb turun dan permintaan barang akan turun jika harga barang tsb naik. 21. Indipendent variable (variabel bebas) : variabel yang dapat mempengaruhi nilai variabel lain tetapi tidak dapat dipengaruhi variabel lain. 22. Dependent variable (variabel terikat) : variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel lain tetapi tidak dapat mempengaruhi variabel lain. 23. Elastisitas harga dari permintaan : tingkat kepekaan perubahan jumlah barang/jasa yang diminta terhadap perubahan harga. 24. Elastisitas harga dari penawaran : tingkat kepekaan perubahan jumlah yg ditawarkan terhadap perubahan harga. 25. Elastisitas pendapatan : kecendrungan perubahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan masyarakat.
  2. 2. 26. Faktor produksi : semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang/jasa. 27. Average product : jumlah produk yang dihasilkan untuk setiap satuan faktor produksi yang dipakai. 28. Fungsi produksi : persamaan yang menunjukkan hubungan antara input dan output. 29. Law of diminishing return : hukum hasil lebih yang semakin berkurang. 30. Fungsi permintaan : merupakan permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 31. Faktor penawaran : penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 32. Faktor ceterisparibus : faktor-faktor selain harga. 33. Koefisien elestisitas harga permintaan : menunjukkan ukuran besarnya rasio antara presentase perubahan jumlah produk yang diminta dan presentase perubahan harga produk tersebut. 34. Consumers surplus (surplus konsumen) : nilai kerelaan pembeli untuk membayar suatu barang dikurangi harga barang tersebut yang sebenarnya. Surplus konsumen mengukur manfaat yang diterima pembeli dari partisipasinya di suatu pasar. 35. Kurva indeferent : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi antara komodoti x dan y yang memberikan tingkat utilitas atau kepuasan yang sama. 36. Barang normal : semua barang yang permintaannya akan bertambah ketika pendapatan masyarakat bertambah (yang juga berarti bahwa barang tersebut memiliki elastisitas permintaan positif. 37. Benda giffen : barang yang apabila harganya turun justru permintaannya ikut turun dan naiknya harga barang giffen justru menaikkan jumlah barang yang diminta. 38. APL (Average Product of Labour) : rata-rata produk yang dihasilkan oleh satu unit input variabel. 39. Kurva isoquan : kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang sama. 40. Kurva isocost : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi pembelian dua input variabel dan modal dengan menggunakan jumlah anggaran yang sama 41. Isoquant : kurva yang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi dua factor produksi guna menghasilkan tingkat produksi yang sama. 42. Isocost : kurva yang menunjukan kedudukan dari titik-titik yang menunjukan kombinasi factor produksi yang dibeli oleh produsen dengan sejumlah anggaran tertentu. 43. Eksplisit : segala biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendapatkan faktor-faktor produksi. 44. implisit : semua biaya taksiran yang dimiliki oleh faktor produksi apabila digunakan. 45. Expense (ongkos) : pengeluaran yang dilakukan untuk manfaat yang telah kita dapat saat ini/yang lalu. 46. Biaya tetap (fixed cost) : biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersifat tetap dalam rangka operasional perusahaan. 47. Biaya berubah (variable cost) : biaya yang dikeluarkan berhubungan dgn banyaknya faktor produksi yg digunakan serta besar kecilnya unit produksi. 48. Biaya total (total cost) : segala biaya baik tetap maupun variabel yang harus dikeluarkan dlm rangka operasional perusahaan. 49. Biaya rata-rata (average cost) : rata-rata biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan baik tetap maupun variabel. 50. Biaya tetap rata-rata (average fixed cost) : rata-rata biaya tetap sehubungan dengan produksi per unit barang oleh perusahaan. 51. Biaya rata-rata jangka panjang : biaya rata-rata jangka pendek yang digabungkan menjadi satu sehingga membentuk amplop. 52. Biaya marginal (marginal cost) : tambahan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya faktor produksi dan dalam rangka menambah unit produksi.
  3. 3. 53. Barang homogen : Suatu barang yang memiliki sifat yang seragam, antara satu unit dengan yang lain. 54. Diferensiasi produk : usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik langsung maupun tidak langsung kpd konsumen 55. Diskriminasi harga : perbedaan harga untuk pasar dan barang yang sama. 56. Ekspektasi : harapan akan suatu perubahan nilai dimasa yang akan datang. 57. Budget line (garis anggaran) : batasan kemampuan konsumen secara umum. 58. Income consumption curve : kombinasi produk yang dikonsumsi untuk memberikan kepuasan maksimum kepada konsumen pada berbagai tingkat pendapatan. 59. comonic profit : besarnya keuntungan yang melebihi normal profit. 60. Break event analyst : analisis yang mempertimbangkan tingkat kuantitas penjualan perusahaan dimana penerimaan sama dengan pengeluaran biayanya. 61. Kurva biaya rata-rata jangka panjang : grafik dari biaya rata-rata minimum untuk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi dengan asumsi tingkat teknologi dan harga-harga masukan diketahui, sedangkan produsen bebas memilih besar optimal pabriknya. 62. Kurva biaya rata-rata jangka pendek : grafik dari biaya rata-rata minimum utk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi, berdasarkan teknologi dan harga masukan dari pabrik yang ada. 63. Breakevent point (titik pilang pokok) : tingkat pendapatan perorangan, keluarga, atau masyarakat dimana seluruhnya habis utk barang-barang konsumsi. 64. Anggaran berimbang : suatu anggaran yang disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan. 65. Defisit anggaran : kelebihan total belanja diatas total penerimaan. 66. Equilibrium kompetitif : penyeimbang penawaran dan permintaan dalam perekonomian atau pasar yang bersaing sempurna karena penjual dan pembeli kompetitif sempurna tidak mempunyai daya untuk mempengaruhi pasar. 67. Kekuasaan konsumen : hasil dari sistem harga atau pasar murni dimana konsumen yang menjadi diktator menentukan jenis dan kuantitas komoditi yang akan dihasilkan. 68. Konsumsi : kegiatan yang mengaitkan total konsumsi dengan tingkat pendapatan. 69. Biaya variabel rata-rata : total biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yang dihasilkan. 70. Biaya minimum : biaya per unit terendah yang mungkin dicapai. 71. Biaya variabel : biaya yang bervariasi menurut tingkat hasil produksi. 72. Derived demand (permintaan turunan) : permintaan akan suatu faktor produksi yg disebabkan oleh permintaan akan barang jadi yg dihasilkan faktor tsb. 73. Disequilibrium : keadaan perekonomian yang sekarang tidak berada pada keadaan seimbang. 74. Hukum permintaan dgn kemiringan negatif : ketentuan yang mengatakan bahwa ketika harga barang atau jasa menurun, konsumen akan lebih banyak membeli barang itu, dgn syarat barang lainnya tidak berubah 75. Barang tahan lama : barang industri ataupun konsumsi dengan masa penggunaan lebih lama (biasanya lebih dari tiga tahun) yang tidak habis terpakai serta tidak mengalami pengolahan lebih lanjut oleh pembelinya. 76. Barang ekonomi : barang pemuas kebutuhan yang untuk mendapatkannya membutuhkan sejumlah pengorbanan tertentu. 77. Economic man (manusia ekonomi) : konsepsi tentang seseorang yang benar-benar rasional dimana motifasinya semata-mata berdasarkan pertimbangan ekonomi. 78. Economise of scale (skala ekonomi) : situasi dimana biaya produksi rata-rata menurun dengan bertambahnya besarnya kapasitas pabrik dan hasil produksi. 79. Economies of scope : kehematan ekonomis karena menghasilkan berbagai barang dan jasa. 80. Efisien : pemanfaatan sumber daya ekonomi dengan cara yang paling efektif.
  4. 4. 81. Elastisitas : istilah yang digunakan luas dalam ekonomi untuk menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel lainnya. 82. Equilibrium konsumen : posisi dimana konsumen dapat memeksimalkan nilai gunanya. 83. Equilibriun jangka pendek dan jangka panjang : equilibrium yang tercapai dalam kurun waktu yang berbeda, jangka pendek atau jangka panjang yang juga tergantung pada apakah besaran pabrik dapat menyesuaikan diri dengan baik. 84. Exclusion principel (prinsip eksklusi) : kriteria yang membedakan barang publik dengan barang swasta. 85. Barang jadi : barang yang langsung dikonsumsi dan bukan dipergunakan untuk produksi barang lain. 86. Barang bebas : barang pemuas kebutuhan yang tersedia dalam jumlah banyak (kalau tidak dapat dikatakan tidak terbatas) dialam. 87. Impicit-cost elements (unsur biaya implisit) : biaya yang tidak kelihatan sebagai biaya rupiah yang eksplisit tetapi tetap harus dianggap sebagai biaya. 88. Income (penghasilan) : arus upah, bunga, deviden dan penerimaan lainnya yang menjadi hak seseorang atau suatu bangsa. 89. Efek perubahan harga atas penghasilan : perubahan dalam kuantitas yang diminta dari suatu komoditi karena kenaikan atau penurunan pendapatan riil konsumen yg merupakan akibat dari perubahan harga. 90. Hukum biaya relatif yang meningkat : hukum kelangkaan pada suatu perekonomian dengan kesempatan kerja penuh yang menyatakan bahwa masyarakat yang menginginkan lebih banyak suatu barang harus mau mengorbankan sebagian barang lain. 91. Indifference map (peta indeferen) : kumpulan dari kurve indiferen yang menggambarkan pereferensi seseorang untuk semua kombinasi komoditas. 92. Inelastic demand (permintaan inelastis) : situasi dimana elastisitas dari harga permintaan nilainya berada dibawah. 93. Barang inferior : barang yang jumlah permintaannya akan turun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat. 94. Barang setengah jadi : barang yang dipakai atau masih dalam proses pembuatan, yang belum siap untuk dijual atau dipakai. 95. Least-cost production rule (ketentuan produksi biaya termurah) : ketentuan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu tingkat hasil produksi akan berada dititik minimum bila rasio produk hasil penjualan marginal dari tiap masukan terhadap harga masukan tersebut adalah sama untuk semua masukan. 96. Hasil penjualan marginal (marginal revenue) : tambahan hasil penjualan yang diterima perusahaan dari penjualan tambahan 1 unit hasil produksi. 97. Biaya kesempatan (opportunity cost) : nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya/nilai dari alternatif yang dikorbankan. 98. Analisis ekuilibrium parsial : analisis dgn konsentrasi pada pengaruh perubahan dalam pasar masing-masing, dgn mengasumsikan “yang lain tidak berubah”. 99. Indeks harga : angka indeks yg menggambarkan perubahan rata-rata harga sekelompok barang dalam satu kurun waktu. 100. Indeks harga produsen : indeks harga dari barang grosiran, seperti baja, gandum dll. 101. Fungsi produksi : fungsi matematika yg menyatakan berapa jumlah hasil produksi yang dapat dicapai dengan suatu masukan dalam unit tertentu. 102. Garis batas kemungkinan produksi : grafik yang melukiskan rangkaian barang yang dapat dihasilkan oleh suatu perekonomian. 103. Produktivitas : rasio perbandingan hasil produksi dengan masukkannya. 104. Barang umum : suatu komoditi yang mungkin disediakan bagi semua orang dengan biaya yg sama jika misalnya pun hanya untuk satu orang.
  5. 5. 105. Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yang melukiskan utilitas/kepuasan dari dua konsumen yang masing-masing diukurkan pada tiap sumbu.

×