Pengembangan dan Perancangan Perangkat Lunak
Pertemuan ke-2
Pengembangan PL dan Implementasi
Sistem
Tahap pengembangan PL secara umum:
1. Perancangan PL
2. Pengkodean PL
3. Pengujian PL
4. Pengimplementasian Sistem Plan
Act Do
Check
Menentukan Lingkup Proyek
 Ditentukan berdasarkan keseluruhan aktivitas yang
tersangkut dalam pengembangan perangkat lunak
 Menggambarkan karakteristik yang lebih terperinci
dengan menekankan pada daftar requirements yang
telah ditentukan terlebih dahulu.
Perbedaan Lingkup Proyek
A. Pengembangan Sistem baru
a) Apakah akan mengotomatisasi proses bisnis yang manual
b) Proses bisnis yang mana yang akan dipengaruhi oleh system baru
c) Area bisnis yang mana yang akan dipengaruhi oleh system baru
d) Program Perantara dengan system lama
e) Sistem yang lama akan terpengaruh atau tidak
B. Perubahan system yang telah ada
a) Apakah hanya melakukan koreksi
b) Apakah hanya melakukan proses rekayasa PL secara standar
c) Pengoreksian untuk mengetahui defect dalam rangka perluasan
system
d) Apakah terdapat system yang terpengaruh
e) Adakah resiko atau kemunduran system
Sumber Perangkat Lunak Aplikasi
 Perangkat Lunak Komersial dari Vendor
 Perangkat Lunak Pesanan (customized software)
dikembangkan secara in-house atau oleh kontraktor
pemrograman independent
Perangkat Lunak Komersial dari Vendor
 Paket (off-the-self) yang tersedia bisa diterapkan
dalam berbagai kebutuhan bisnis.
 Beberapa paket bersifat generik dan multifungsional
yang memungkinkan para pemakai memprogram
sofware tersebut untuk kebutuhannya sendiri.
 Paket-paket tersebut mengotomisasi fungsi-fungsi
bisnis dasar yang umumnya tidak terlalu bervariasi
dari satu organisasi dengan organisasi lain.
Keuntungan/kelebihan dari Perangkat Lunak
Komersial :
1. Implementasi yang cepat
Software tersebut bersifat siap, teruji, dan
terdokumentasi. Paket yang dibeli biasanya
pengimplementasiannya jauh lebih cepat dari pada
mengembangkan program yang sama secara in-house atau
menyuruh kontraktor independen untuk mengembangkannya
sehingga secara potensial membantu memecahkan backlog
(penimbunan pekerjaan yang belum selesai).
2. Penghematan Biaya
Satu paket perangkat lunak komersial bisa dijual kepada
banyak organisasi sehingga biaya pengembangan ditanggung
oleh banyak pemakai, dan biaya total suatu paket akan lebih
murah dari pada program pesanan yang sama
Keuntungan/kelebihan dari Perangkat Lunak
Komersial :
3. Estimasi biaya dan waktu
Biaya atau harga paket komersial telah diketahui, dan
tanggal pengimplementasian-nya mudah diestimasi.
Sebaliknya program pesanan biasanya cenderung melampaui
estimasi waktu dan biaya.
4. Reliabilitas
Sebelum diterbitkan di pasaran umum, paket perangkat
lunak komersial pasti telah diuji secara teliti. Melalui
penggunaan yang ekstensif oleh sejumlah organisasi, segala
kesalahan yang dijumpai telah dideteksi dan dikoreksi
sehingga peluang kesalahannya lebih sedikit.
Kerugian/kelemahan :
1. Kesesuaian Rancangan sistem yang tidak baik
Paket software komersial dibuat untuk berbagai organisasi,
dan tidak untuk organisasi tertentu maka paket ini mungkin
mempunyai beberapa fungsi yang tidak diperlukan atau
mungkin tidak mempunyai fungsi yang diperlukan sehingga
paket tersebut harus dimodifikasi. Jika vendor tidak membuat
kode sumber (source code) yang bisa digunakan untuk
penyesuaian dan tidak menyediakan layanan penyesuaian
maka rancangan sistem mungkin harus diubah agar sesuai
dengan paket tersebut. Jika hal ini terjadi sebaiknya
mengembangkan program secara in-house agar programnya
bisa memenuhi spesifikasi rancangan sistem yang tepat.
2. Ketergantungan Vendor
Jika organisasi memerlukan perubahan paketnya maka
organisasi akan tergantung pada vendor dalam perolehan
dukungannya, dan jika vendor telah tiada maka organisasi
akan kesulitan mencari dukungannya.
3. Biaya tidak langsung dari kerusakan SDLC
Seringkali apa yang ingin dicapai, manajemen tidak
melaksanakan SDLC menyeluruh atau mungkin melewati
tahap SDLC, dan secara langsung menuju ke paket
perangkat lunak komersial Strategi ini seringkali
mengakibatkan paket perangkat lunak komersial tidak
berjalan sesuai yang diharapkan dan masalah sistem serta
organisasional yang terjadi sebelum implementasi paket
tersebut tetap muncul sehingga menimbulkan kesulitan
atau harus dibayar kemudian yaitu adanya peningkatan
biaya implementasi, operasi, dan pemeliharaan.
Perangkat Lunak Pesanan (customized software)
 Jika system yang sedang dikembangkan tidak bisa
didukung oleh paket software maka harus memesan
dari perusahaan jasa/kontraktor independen atau
membangun sendiri perangkat lunak (in-house)
agar sesuai dengan rancangan sistemnya.
 Mengikuti SDLC (Software Development Life Cycle)
 Rancangan (Design)
 Kode (Code)
 Uji (Test)
Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak (Software
Development Life Cycle)
Membangun perangkat lunak mengikuti
tiga tahap SDLC
1. Rancangan (design) :
Alat (tools) rancangan program yang pokok
adalah :
 Bagan terstruktur
 Bahasa Inggris terstruktur
 Tabel Keputusan
 Pohon Keputusan
 Persamaan/mirip bahasa pemrograman
(Pseudocode)
 Kamus data
2. Kode (Code):
 Menulis statemen dalam bahasa pemrograman,
misal 3GL, 4GL, Pemrograman Object
3. Uji(Test)
 Pengujian terhadap semua modul kode untuk
mendeteksi kesalahan,misal White Box, Black
Box
Macam-Macam Perangkat Lunak
Perangkat Lunak Berdasarkan Pemakai
 Generik: Perangkat lunak yang bisa digunakan secara
umum
 Spesifik: Perangkat lunak yang dibuat berdasarkan
pesanan
Perangkat Lunak Berdasarkan Fungsional
 Interfacing
 Operating System
 Perangkat Lunak Aplikasi
 CASE Tools – – – – – –
Mengorganisasi Proyek Pengembangan
perangkat lunak
Perancang dan analis sistem terlibat dalam tim
pengembangan perangkat lunak dan harus
mengetahui bagaimana program ini dikode dan
bagaimana hasil akhirnya.
 Untuk itu diperlukan keterampilan pengorganisasian
dalam tim proyek. Pengorganisasian proyek
pengembangan perangkat lunak memerlukan
komunikasi, integrasi dan koordinasi yang baik.
Pengorganisasian tim pemrograman menggunakan
pendekatan organisasional.
Pendekatan Organisasional
Tiga cara untuk mengorganisasi tim pemrograman,
yaitu :
1. Tim Pengembangan Program ( Program
development team)
2. Tim programmer kepala (chief programmer team)
3. Tim pemrograman bersama (Egoless programming
team)
Tim Pengembangan Program
 tersusun atas 2 perancang, 1 pengkode, 2 penguji. Interface dan
lintasan komunikasi berada antara perancang dan pengkode,
pengkode dan penguji, perancang dan penguji. Interface dan
lintasan komunikasi ke manajer tim hanya memberikan rekapitulasi
dan informasi kinerja karena manajer tidak terlibat langsung dalam
pekerjaan yang sebenarnya. Jadi total interface dan lintasan
komunikasi ada lima, dan satu interface manajemen.
Tim programmer kepala
 terdiri dari lima programmer pendukung mempunyai lima interface
dan lintasan komunikasi, dan lebih mungkin memenuhi deadline
yang ketat
Tim pemrograman bersama
 terdiri dari lima programmer. Jumlah interface dan
lintasan komunikasi = n(n-1)/2= 5(5-1)/2=10
Memproduksi perangkat lunak berkualitas
tinggi
Sasaran akhir pengembangan perangkat lunak adalah
untuk menghasilkan perangkat lunak berkualitas
tinggi pada tingkat produktivitas tinggi yang memberi
nilai tambah kepada perusahaan
Tiga dimensi mengukur kualitas PL
1.Faktor kinerja, dari sudut pandang end user seperti :
a. Kinerja pengoperasian keseluruhan
b. Kemudahan pembelajaran
c. Pengontrolan dan penanganan kesalahan
d. Dukungan dari pembuat dan pemelihara
perangkat lunak.
Tiga dimensi mengukur kualitas PL
2. Faktor rancangan MURRE mencakup :
a. Kemungkinan pemeliharaan (Maintainability)
b. Kemungkinan penggunaan (Usability)
c. Kemungkinan penggunaan ulang (Reusability)
d. Kehandalan (Reliability)
e. Kemungkinan perluasan (Extendability)
Tiga dimensi mengukur kualitas PL
3. Faktor Strategik PDM
a. Meningkatkan produktivitas (Productivity)
b. Menambah keragaman produk dan pelayanan
(Development)
c. Meningkatkan fungsi manajemen (Management)
Merencanakan proyek Siklus Hidup pengembangan
perangkat lunak
 Perangkat yang digunakan adalah teknik tinjauan
dan evaluasi program (PERT)
 PERT : untuk menentukan rangkaian atau urutan
pelaksanaan tugas pengembangan perangkat lunak
dan untuk mengestimasikan lamanya waktu yang
diperlukan dari awal
sampai selesainya pelaksanaan tugas
Langkah menyusun jaringan PERT
 Identifikasi semua tugas
 Mengestimasi waktu
 Menetapkan rangkaian tugas
 Menentukan jalur kritis
Fungsi dalam Pengembangan Perangkat
Lunak
 Software Development Management (terdiri dari banyak fungsi dan
tim), yaitu
1. Software Project Manager:
pertama berhubungan dengan konsumen, menetapkan anggaran dan
jadwal pelaksanaan proyek perangkat lunak.
2. Software Engingeering Analyst
berhubungan dengan konsumen secara lebih rinci; bertugas
mendeskripsikan atau menggali fungsi dan unjuk kerja software yang
akan dibangun.
Designer : bertugas merancang algoritma/prosedur yang tepat
untuk fungsi tersebut disesuaikan dengan hardware atau software
pendukung yang ada.
Programmer : mengimplementasikan algoritma dalam bentuk
kode-kode program menggunakan bahasa pemograman.
3. Software Configuration Management : memantau
fungsi-fungsi/prosedur prosedur yang telah ditentukan,
mencatat konfigurasi pada tahap-tahap/ waktu tertentu
berdasarkan kenyataan yang ada.
System Administrator : bertugas melakukan
pengelolaan terhadap sistem pada saat
diimplementasikan.
4. Software Quality
Software Test Engineer : bertugas melakukan pengujian
sistem.
Software Quality Assurance: bertugas melakukan
pengawasan apakah software yang dibangun telah berjalan
sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya
Dokumen Rencana Pengembangan
Perangkat Lunak (RPPL)
Tahapan Perancangan PL
 Tahapan Rancangan Perangkat Lunak
 2 Pendekatan rancangan perangkat lunak
 Rancangan perangkat lunak terstruktur
 Rancangan perangkat lunak berorientasi objek
Tahap rancangan perangkat lunak :
Perancangan Terstruktur
Orientasi pada Proses dan Data
Alat perancangan perangkat lunak terstuktur :
 Kamus data
 Model data logik
 ERD
 DFD
 STD
 Bagan terstruktur
Rancangan Perangkat Lunak
Berorientasi Obyek
Adalah Strategi perancangan dimana perancang
sistem memikirkan ‘benda’ dan bukan operasi atau
fungsi.
Orientasi pada Obyek
Alat yang digunakan : DFD, ERD, STD,Bagan
Terstruktur, Pseodocode
Tahapan:
 Mendeskripsikan Obyek, Kelas, Atribut dan Daftar
Operasi
 Memodelkan relasi antara Obyek dan Kelas
 Memodelkan Pewarisan
Objek dan kelas objek
Objek
 Memberi identitas kepada orang atau benda
 Merepresentasikan entitas dari aplikasi yang
dirancang
Kelas Objek
 Dibuat untuk menurut definisi kelas objek
 Definisi kelas objek berfungsi sebagai template untuk
membuat objek
Tahapan perancangan berorientasi
objek
 Mendefinisikan Konteks sistem dan model
penggunaan
 Merancang arsitektur sistem
 Mengidentifikasi obyek utama sistem
 Mengembangkan model desain
 Menspesifikasi interface obyek
TERIMA KASIH
Tugas minggu depan

Testing&implementasi 2

  • 1.
    Pengembangan dan PerancanganPerangkat Lunak Pertemuan ke-2
  • 2.
    Pengembangan PL danImplementasi Sistem Tahap pengembangan PL secara umum: 1. Perancangan PL 2. Pengkodean PL 3. Pengujian PL 4. Pengimplementasian Sistem Plan Act Do Check
  • 3.
    Menentukan Lingkup Proyek Ditentukan berdasarkan keseluruhan aktivitas yang tersangkut dalam pengembangan perangkat lunak  Menggambarkan karakteristik yang lebih terperinci dengan menekankan pada daftar requirements yang telah ditentukan terlebih dahulu.
  • 4.
    Perbedaan Lingkup Proyek A.Pengembangan Sistem baru a) Apakah akan mengotomatisasi proses bisnis yang manual b) Proses bisnis yang mana yang akan dipengaruhi oleh system baru c) Area bisnis yang mana yang akan dipengaruhi oleh system baru d) Program Perantara dengan system lama e) Sistem yang lama akan terpengaruh atau tidak B. Perubahan system yang telah ada a) Apakah hanya melakukan koreksi b) Apakah hanya melakukan proses rekayasa PL secara standar c) Pengoreksian untuk mengetahui defect dalam rangka perluasan system d) Apakah terdapat system yang terpengaruh e) Adakah resiko atau kemunduran system
  • 5.
    Sumber Perangkat LunakAplikasi  Perangkat Lunak Komersial dari Vendor  Perangkat Lunak Pesanan (customized software) dikembangkan secara in-house atau oleh kontraktor pemrograman independent
  • 6.
    Perangkat Lunak Komersialdari Vendor  Paket (off-the-self) yang tersedia bisa diterapkan dalam berbagai kebutuhan bisnis.  Beberapa paket bersifat generik dan multifungsional yang memungkinkan para pemakai memprogram sofware tersebut untuk kebutuhannya sendiri.  Paket-paket tersebut mengotomisasi fungsi-fungsi bisnis dasar yang umumnya tidak terlalu bervariasi dari satu organisasi dengan organisasi lain.
  • 7.
    Keuntungan/kelebihan dari PerangkatLunak Komersial : 1. Implementasi yang cepat Software tersebut bersifat siap, teruji, dan terdokumentasi. Paket yang dibeli biasanya pengimplementasiannya jauh lebih cepat dari pada mengembangkan program yang sama secara in-house atau menyuruh kontraktor independen untuk mengembangkannya sehingga secara potensial membantu memecahkan backlog (penimbunan pekerjaan yang belum selesai). 2. Penghematan Biaya Satu paket perangkat lunak komersial bisa dijual kepada banyak organisasi sehingga biaya pengembangan ditanggung oleh banyak pemakai, dan biaya total suatu paket akan lebih murah dari pada program pesanan yang sama
  • 8.
    Keuntungan/kelebihan dari PerangkatLunak Komersial : 3. Estimasi biaya dan waktu Biaya atau harga paket komersial telah diketahui, dan tanggal pengimplementasian-nya mudah diestimasi. Sebaliknya program pesanan biasanya cenderung melampaui estimasi waktu dan biaya. 4. Reliabilitas Sebelum diterbitkan di pasaran umum, paket perangkat lunak komersial pasti telah diuji secara teliti. Melalui penggunaan yang ekstensif oleh sejumlah organisasi, segala kesalahan yang dijumpai telah dideteksi dan dikoreksi sehingga peluang kesalahannya lebih sedikit.
  • 9.
    Kerugian/kelemahan : 1. KesesuaianRancangan sistem yang tidak baik Paket software komersial dibuat untuk berbagai organisasi, dan tidak untuk organisasi tertentu maka paket ini mungkin mempunyai beberapa fungsi yang tidak diperlukan atau mungkin tidak mempunyai fungsi yang diperlukan sehingga paket tersebut harus dimodifikasi. Jika vendor tidak membuat kode sumber (source code) yang bisa digunakan untuk penyesuaian dan tidak menyediakan layanan penyesuaian maka rancangan sistem mungkin harus diubah agar sesuai dengan paket tersebut. Jika hal ini terjadi sebaiknya mengembangkan program secara in-house agar programnya bisa memenuhi spesifikasi rancangan sistem yang tepat. 2. Ketergantungan Vendor Jika organisasi memerlukan perubahan paketnya maka organisasi akan tergantung pada vendor dalam perolehan dukungannya, dan jika vendor telah tiada maka organisasi akan kesulitan mencari dukungannya.
  • 10.
    3. Biaya tidaklangsung dari kerusakan SDLC Seringkali apa yang ingin dicapai, manajemen tidak melaksanakan SDLC menyeluruh atau mungkin melewati tahap SDLC, dan secara langsung menuju ke paket perangkat lunak komersial Strategi ini seringkali mengakibatkan paket perangkat lunak komersial tidak berjalan sesuai yang diharapkan dan masalah sistem serta organisasional yang terjadi sebelum implementasi paket tersebut tetap muncul sehingga menimbulkan kesulitan atau harus dibayar kemudian yaitu adanya peningkatan biaya implementasi, operasi, dan pemeliharaan.
  • 11.
    Perangkat Lunak Pesanan(customized software)  Jika system yang sedang dikembangkan tidak bisa didukung oleh paket software maka harus memesan dari perusahaan jasa/kontraktor independen atau membangun sendiri perangkat lunak (in-house) agar sesuai dengan rancangan sistemnya.  Mengikuti SDLC (Software Development Life Cycle)  Rancangan (Design)  Kode (Code)  Uji (Test)
  • 12.
    Siklus Hidup PengembanganPerangkat Lunak (Software Development Life Cycle)
  • 13.
    Membangun perangkat lunakmengikuti tiga tahap SDLC 1. Rancangan (design) : Alat (tools) rancangan program yang pokok adalah :  Bagan terstruktur  Bahasa Inggris terstruktur  Tabel Keputusan  Pohon Keputusan  Persamaan/mirip bahasa pemrograman (Pseudocode)  Kamus data
  • 14.
    2. Kode (Code): Menulis statemen dalam bahasa pemrograman, misal 3GL, 4GL, Pemrograman Object 3. Uji(Test)  Pengujian terhadap semua modul kode untuk mendeteksi kesalahan,misal White Box, Black Box
  • 15.
    Macam-Macam Perangkat Lunak PerangkatLunak Berdasarkan Pemakai  Generik: Perangkat lunak yang bisa digunakan secara umum  Spesifik: Perangkat lunak yang dibuat berdasarkan pesanan Perangkat Lunak Berdasarkan Fungsional  Interfacing  Operating System  Perangkat Lunak Aplikasi  CASE Tools – – – – – –
  • 16.
    Mengorganisasi Proyek Pengembangan perangkatlunak Perancang dan analis sistem terlibat dalam tim pengembangan perangkat lunak dan harus mengetahui bagaimana program ini dikode dan bagaimana hasil akhirnya.  Untuk itu diperlukan keterampilan pengorganisasian dalam tim proyek. Pengorganisasian proyek pengembangan perangkat lunak memerlukan komunikasi, integrasi dan koordinasi yang baik. Pengorganisasian tim pemrograman menggunakan pendekatan organisasional.
  • 17.
    Pendekatan Organisasional Tiga carauntuk mengorganisasi tim pemrograman, yaitu : 1. Tim Pengembangan Program ( Program development team) 2. Tim programmer kepala (chief programmer team) 3. Tim pemrograman bersama (Egoless programming team)
  • 18.
    Tim Pengembangan Program tersusun atas 2 perancang, 1 pengkode, 2 penguji. Interface dan lintasan komunikasi berada antara perancang dan pengkode, pengkode dan penguji, perancang dan penguji. Interface dan lintasan komunikasi ke manajer tim hanya memberikan rekapitulasi dan informasi kinerja karena manajer tidak terlibat langsung dalam pekerjaan yang sebenarnya. Jadi total interface dan lintasan komunikasi ada lima, dan satu interface manajemen.
  • 19.
    Tim programmer kepala terdiri dari lima programmer pendukung mempunyai lima interface dan lintasan komunikasi, dan lebih mungkin memenuhi deadline yang ketat
  • 20.
    Tim pemrograman bersama terdiri dari lima programmer. Jumlah interface dan lintasan komunikasi = n(n-1)/2= 5(5-1)/2=10
  • 21.
    Memproduksi perangkat lunakberkualitas tinggi Sasaran akhir pengembangan perangkat lunak adalah untuk menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi pada tingkat produktivitas tinggi yang memberi nilai tambah kepada perusahaan
  • 22.
    Tiga dimensi mengukurkualitas PL 1.Faktor kinerja, dari sudut pandang end user seperti : a. Kinerja pengoperasian keseluruhan b. Kemudahan pembelajaran c. Pengontrolan dan penanganan kesalahan d. Dukungan dari pembuat dan pemelihara perangkat lunak.
  • 23.
    Tiga dimensi mengukurkualitas PL 2. Faktor rancangan MURRE mencakup : a. Kemungkinan pemeliharaan (Maintainability) b. Kemungkinan penggunaan (Usability) c. Kemungkinan penggunaan ulang (Reusability) d. Kehandalan (Reliability) e. Kemungkinan perluasan (Extendability)
  • 24.
    Tiga dimensi mengukurkualitas PL 3. Faktor Strategik PDM a. Meningkatkan produktivitas (Productivity) b. Menambah keragaman produk dan pelayanan (Development) c. Meningkatkan fungsi manajemen (Management)
  • 25.
    Merencanakan proyek SiklusHidup pengembangan perangkat lunak  Perangkat yang digunakan adalah teknik tinjauan dan evaluasi program (PERT)  PERT : untuk menentukan rangkaian atau urutan pelaksanaan tugas pengembangan perangkat lunak dan untuk mengestimasikan lamanya waktu yang diperlukan dari awal sampai selesainya pelaksanaan tugas
  • 26.
    Langkah menyusun jaringanPERT  Identifikasi semua tugas  Mengestimasi waktu  Menetapkan rangkaian tugas  Menentukan jalur kritis
  • 27.
    Fungsi dalam PengembanganPerangkat Lunak  Software Development Management (terdiri dari banyak fungsi dan tim), yaitu 1. Software Project Manager: pertama berhubungan dengan konsumen, menetapkan anggaran dan jadwal pelaksanaan proyek perangkat lunak. 2. Software Engingeering Analyst berhubungan dengan konsumen secara lebih rinci; bertugas mendeskripsikan atau menggali fungsi dan unjuk kerja software yang akan dibangun. Designer : bertugas merancang algoritma/prosedur yang tepat untuk fungsi tersebut disesuaikan dengan hardware atau software pendukung yang ada. Programmer : mengimplementasikan algoritma dalam bentuk kode-kode program menggunakan bahasa pemograman.
  • 28.
    3. Software ConfigurationManagement : memantau fungsi-fungsi/prosedur prosedur yang telah ditentukan, mencatat konfigurasi pada tahap-tahap/ waktu tertentu berdasarkan kenyataan yang ada. System Administrator : bertugas melakukan pengelolaan terhadap sistem pada saat diimplementasikan. 4. Software Quality Software Test Engineer : bertugas melakukan pengujian sistem. Software Quality Assurance: bertugas melakukan pengawasan apakah software yang dibangun telah berjalan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya
  • 29.
  • 31.
    Tahapan Perancangan PL Tahapan Rancangan Perangkat Lunak  2 Pendekatan rancangan perangkat lunak  Rancangan perangkat lunak terstruktur  Rancangan perangkat lunak berorientasi objek Tahap rancangan perangkat lunak :
  • 32.
    Perancangan Terstruktur Orientasi padaProses dan Data Alat perancangan perangkat lunak terstuktur :  Kamus data  Model data logik  ERD  DFD  STD  Bagan terstruktur
  • 33.
    Rancangan Perangkat Lunak BerorientasiObyek Adalah Strategi perancangan dimana perancang sistem memikirkan ‘benda’ dan bukan operasi atau fungsi. Orientasi pada Obyek Alat yang digunakan : DFD, ERD, STD,Bagan Terstruktur, Pseodocode Tahapan:  Mendeskripsikan Obyek, Kelas, Atribut dan Daftar Operasi  Memodelkan relasi antara Obyek dan Kelas  Memodelkan Pewarisan
  • 34.
    Objek dan kelasobjek Objek  Memberi identitas kepada orang atau benda  Merepresentasikan entitas dari aplikasi yang dirancang Kelas Objek  Dibuat untuk menurut definisi kelas objek  Definisi kelas objek berfungsi sebagai template untuk membuat objek
  • 35.
    Tahapan perancangan berorientasi objek Mendefinisikan Konteks sistem dan model penggunaan  Merancang arsitektur sistem  Mengidentifikasi obyek utama sistem  Mengembangkan model desain  Menspesifikasi interface obyek
  • 36.
  • 37.