Terapi komplementer untuk asma bertujuan untuk memperbaiki sistem tubuh agar dapat menyembuhkan diri, meliputi latihan pernapasan Buteyko, senam asma, akupuntur, akupresur, terapi herbal, nutrisi, dan aroma terapi.
Pengertian Terapi Komplementer
MenurutWHO (World Health Organization),
pengobatan komplementer adalah pengobatan non-
konvensional yang bukan berasal dari negara yang
bersangkutan.
Terapi komplementer (complementary therapies)
adalah semua terapi yang digunakan sebagai tambahan untuk
terapi konvensional yang direkomendasikan oleh
penyelenggaraan pelayanan kesehatan individu (Perry, Potter,
2009).
Tujuan Terapi Komplementer
Terapi komplementer bertujuan untuk memperbaiki
fungsi dari sistem -sistem tubuh, terutama sistem kekebalan
dan pertahanan tubuh agar tubuh dapat menyembuhkan
dirinya sendiri yang sedang sakit.
3.
TERAPI KOMPLEMENTERPADAASMA
Kemajuan di bidang farmakologi dan terapi dalam pengobatan maupun
pencegahan asma, mampu mengurangi angka insidensi. Obat yang digunakan
dalam penatalaksanaan asma adalah jenis bronkodilator dan turunan steroid.
Terapi komplementer untuk asma bronchial diantaranya yaitu:
1. Latihan pernapasan menggunakan metode Buteyko
Metode Buteyko mengajarkan pasien untuk menormalkan pernapasan
mereka dengan membiasakan menghirup dan menghembus napas melalui
hidung, tidur dengan posisi miring ke kiri dan mencegah tidur terlentang
karena dapat menyebabkan hiperventilasi. Sesi latihan yang dilakukan adalah
dengan menghembus napas normal kemudian menahan napas sampai pertama
kali merasa tidak nyaman.
4.
• Teknik pernapasanbuteyko memiliki beberapa teknik:
a. Nose clearing exercise (latihan pembersihan hidung)
b. Relaxed breathing (merelaksasikan hidung)
c. Control pause (mengontrol jeda napas)
d. Extende pause (memanjangkan jeda napas)
e. Reduce breathing (menurunkan aliran napas)
2. Senam Asma
Tujuan senam ini adalah untuk melatih cara bernapas yang benar,
melenturkan dan memperkuat otot pernapasan, melatih ekspektorasi
yang efektif, meningkatkan sirkulasi, mempertahankan asma terkontrol,
serta meningkatkan kualitas hidup.
5.
3. Akupuntur
Merupakan terapidengan menusukkan jarum ketitik-titik tubuh tertentu.
Dalam terapi akupuntur, asma dibagi menjadi dua jenis, yaitu asma
dingin dan asma panas. Asma dingin ini disebabkan oleh faktor eksternal,
seperti suhu udara yang dingin serta angin berlebih yang menyebabkan
gangguan pada paru-paru. Sedangkan, asma panas lebih disebabkan oleh
produksi lendir yang mengumpul di paru-paru dan membuatnya menjadi
lebih lembab.
6.
4. Akupresur
Menggunakan pemijatanbenda tumpul dan keras atau dengan jari
sebagai pengganti jarum. Prinsip sama dengan akupunktur.
5. Terapi Herbal
a. Penggunaan herba untuk menyembuhkan penyakit.
b. Astragalus membranacious
c. Glycyrrhiza glabra ( akar kayu manis)
d. Tanacetum parthenium
6. Terapi Nutrisi
Pemilihan nutrisi atau zat makanan untuk membantu penyembuhan.
a. Vitamin C → Menaikkan imunitas, sebagai antioksidan dan
antiradang.
b. Vitamin E → Sebagai antiokidan dan memperlambat degenarasi
c. Selenium → Meningkatkan fagositik sel darah putih, menghambat
produksi prostaglandin.
7.
7. Terapi Aroma
Minyak atsiri untuk melegakan pernapasan,
merelaksasi, dan melebarkan saluran
pernapasan.
Untuk penderita kronik:
Masing-masing 5 tetes Ravensara aromatica,
Thyme, madu Mertyle, Chamomile Roma,
dengan10 mL ekstrak Echinacea dan 15 mL
air, digosokkan pada leher disekitar
tenggorokan atau di dada.