Oleh:   Arinda Zain         E02111015
           Amirudin Iskandar   E02111030
           Andri               E02111023
           Yustina Kurtatik    E021110




Mata kuliah : Geografi Politik
Dosen       : DR. Bakran Suni,M.Si
Negara : adalah suatu organisasi dari
sekelompok atau beberapa kelompok
manusia yg bersama-sama mendiami
suatu wilayah tertentu dan mengakui
adanya satu pemerintahan yg mengurus
tata tertib serta keselamatan sekelompok
atau beberapa kelompok manusia
1)   Teori Ketuhanan
2)   Teori Perjanjian Masyarakat
3)   Teori Kekuasaan
4)   Teori Kenyataan
5)   Teori Hukum Alam
6)   Teori Modern
7)   Teori Hukum Murni
- Bersifat konstitutif. Berarti bahwa dalam
  Negara tsb terdapat wilayah yg meliputi
  udara, darat, dan perairan(dalam hal ini
  unsur perairan tdk mutlak), rakyat atau
  masyarakat dan pemerintahan yg berdaulat.
- Bersifat deklaratif. Sifat ini ditunjukan oleh
  adanya tujuan Negara, UUD, pengakuan
  dari Negara lain baik secara de jure maupun
  de facto dan masuknya Negara dalam
  perhimpunan bangsa2 mis PBB
    sebuah Negara dapat berbentuk Negara kesatuan dan
     Negara serikat
     Bangsa Indonesia beranggapan bahwa terjadinya
     Negara merupakan suatu proses yang
     berkesinambungan. secara ringkas, proses tersebut
     adalah sebagai berikut :

1)    Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
2)    Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan
3)    Keadaan bernegara yg nilai2 dasarnya ialah
      merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur
   Proses integrasi atau penyatuan sosial terjadi
    jika perubahan sosial itu membawa
    unsurunsur yang cocok dengan nilai dan
    norma yang berlaku di masyarakat.
    Penambahan unsurunsur baru di dalam
    proses perubahan itu menyatu di dalam
    kerangka kepentingan struktur sosial yang
    ada.
   Kegagalan suatu masyarakat dalam
    melakukan langkah penyesuaian dapat
    menimbulkan disintegrasi dalam kehidupan
    masyarakat tersebut. Disintegrasi yang
    dimaksud dapat berwujud dalam berbagai
    bentuk, seperti pemberontakan,
    demonstrasi, kriminalitas, kenakalan remaja,
    prostitusi, dan lain sebagainya
Teori terbentuknya negara
Teori terbentuknya negara
Teori terbentuknya negara

Teori terbentuknya negara

  • 1.
    Oleh: Arinda Zain E02111015 Amirudin Iskandar E02111030 Andri E02111023 Yustina Kurtatik E021110 Mata kuliah : Geografi Politik Dosen : DR. Bakran Suni,M.Si
  • 2.
    Negara : adalahsuatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yg bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yg mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia
  • 3.
    1) Teori Ketuhanan 2) Teori Perjanjian Masyarakat 3) Teori Kekuasaan 4) Teori Kenyataan 5) Teori Hukum Alam 6) Teori Modern 7) Teori Hukum Murni
  • 4.
    - Bersifat konstitutif.Berarti bahwa dalam Negara tsb terdapat wilayah yg meliputi udara, darat, dan perairan(dalam hal ini unsur perairan tdk mutlak), rakyat atau masyarakat dan pemerintahan yg berdaulat. - Bersifat deklaratif. Sifat ini ditunjukan oleh adanya tujuan Negara, UUD, pengakuan dari Negara lain baik secara de jure maupun de facto dan masuknya Negara dalam perhimpunan bangsa2 mis PBB
  • 5.
    sebuah Negara dapat berbentuk Negara kesatuan dan Negara serikat Bangsa Indonesia beranggapan bahwa terjadinya Negara merupakan suatu proses yang berkesinambungan. secara ringkas, proses tersebut adalah sebagai berikut : 1) Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia 2) Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan 3) Keadaan bernegara yg nilai2 dasarnya ialah merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur
  • 6.
    Proses integrasi atau penyatuan sosial terjadi jika perubahan sosial itu membawa unsurunsur yang cocok dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Penambahan unsurunsur baru di dalam proses perubahan itu menyatu di dalam kerangka kepentingan struktur sosial yang ada.
  • 7.
    Kegagalan suatu masyarakat dalam melakukan langkah penyesuaian dapat menimbulkan disintegrasi dalam kehidupan masyarakat tersebut. Disintegrasi yang dimaksud dapat berwujud dalam berbagai bentuk, seperti pemberontakan, demonstrasi, kriminalitas, kenakalan remaja, prostitusi, dan lain sebagainya