h
Bangsa
dan Negara
Annisa Nur Oktavia Bajuri 1518011066
Ghalib Abdul Nasser 1518011097
Ni Putu Nita Pranita 1518011115
Novi Jayanti 1518011136
Della Inike Putri 1518011166
Ria Wahyu Januarti 1518011175
Asiah Nurul Izzah (NPM belum ada)
M. Andriansah 1818011001
Mahala Ramah Sari 1818011002
Jessica Putri Anumpitan 1818011003
Muhammad Daffa Attila 1818011004
Adli Sultan Pambelo 1818011006
Ahmad Alkautsar 1818011007
Panca Bayu Pamungkas 1818011008
Jaya Firmansyah 1818011010
Athaya Taufiqy 1818011011
M. Ridho Ramadani 1818011012
L. Gita Cyntithia 1818011013
Definisi Bangsa dan NegaraA
1
Unsur-Unsur Terbentuknya Negara
Teori-Teori Terbentuknya Negara
Sifat, Tujuan, Fungsi, dan Unsur NegaraD
B
C
4
Macam-Macam Bentuk NegaraE
Definisi Bangsa
dan Negara
Definisi Bangsa
Menurut Jutmini dkk (2007):
 kelompok manusia yang besar adalah bangsa. Istilah bang-sa
merupakan terjemahan dari kata
 Nation (bahasa Inggris). Kata nation berasal dari bahasa La-tin,
natio , yang artinya sesuatu telah lahir. Kata itu bermakna
keturunan, yaitu kelompok orang yang berada dalam satu garis
keturunan.
 Menurutnya, bangsa dalam arti sosiologis antropologis adalah
persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan tiap-tiap anggota
persekutuan hidup tersebut terikat oleh satu kesatuan ras, ba-hasa,
agama, dan adat istiadat. Bangsa dalam arti sosiologis antropologis
diikat olehikatan-ikatan, seperti kesatuan ras, tradisi, sejarah, adat
istiadat, bahasa, agama atau kepercayaan, dan daerah
Arti politis:
bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu
daerah yang sama dan mereka tunduk kepada
kedaulatan negaranya sebagai suatu ke-
kuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam.
Bangsa dalam arti politik diikat oleh sebuah
organisasi kekuasaan/politik, yaitu negara
beserta pemerintahnya. Mereka diikat oleh
satu kesatuan wilayah nasional, hukum, dan
perundang-undangan yang berlaku.
Definisi Negara
Menurut Budiardjo (2008), Negara merupakan integrasi
dari kekuasaan politik, negara adalah organisasi pokok
dari kekuasaan politik. Negara adalah
alat(agency) dari masyarakat yang mempunyai
kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan
manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-
gejala kekuasaan dalam masyarakat .
Sementera menurut Jutmini dkk (2007), Negara
adalah organisasi pokok darikekuasaan politik. Negara
merupakan bentuk organisasi dari masyarakat atau
kelompok orang yang mempunyai kekuasaan mengatur
hubungan, menyelenggarakan ketertiban dan
menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama.
Selain itu, Jutmini dkk (2007), membagi lagi definisi negara menjadi empat,
yaitu:
1. Suatu organisasi di mana sekelompok atau beberapa kelompok manusia
yang bersama-sama mendiami wilayah tertentu dengan mengakui adanya
suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok
atau beberapa kelompok manusia.
2. Suatu perserikatan yang melaksanakan suatu pemerintahan melalui hukum
yang mengikat masyarakat, dengan kekuasaan untuk memaksa masyarakat
yang berada dalam satu wilayah tertentu dan membedakannya dengan
kondisi masyarakat dunia luar untuk ke-tertiban sosial.
3. Suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat yang
berhasil menuntut warganya dalam ketaatan pada perundingan melalui
penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah.
4. Suatu asosiasi yang menyelenggarakan penertiban dalam suatu masyarakat
atau wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh
suatu pemerintah.
UNSUR - UNSUR
TERBENTUKNYA NEGARA
Terdapat 4 unsur yang membentuk suatu
negara, dimana unsur terbentuknya negara
dibedakan menjadi 2 macam yaitu unsur
konstitutif dan unsur deklaratif.
Unsur konstitutif adalah unsur yang mutlak
harus ada di saat Negara tersebut didirikan.
Unsur deklaratif adalah unsur yang tidak
harus ada di saat Negara tersebut berdiri
tetapi boleh dipenuhi setelah Negara tersebut
berdiri.
 4 unsur-unsur pembentuk suatu negara
yaitu:
 Wilayah (Daerah Kekuasaan)
 Rakyat atau Penduduk
 Pemerintah yang berdaulat
 Pengakuan dari Negara Lain (Unsur
deklaratif)
1. Wilayah (Daerah
Kekuasaan)
Wilayah merupakan daerah yang menjadi
kekuasaan Negara sekaligus menjadi
tempat tinggal bagi rakyat. Wilayah Negara
mencakup wilayah darat, laut, dan udara.
Daratan
Wilayah daratan ada di permukaan bumi dalam batas
batas tertentu dan di dalam tanah di bawah permukaan
bumi. Artinya
semua kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi
dalam batas batas negara adalah hak sepenuhnya negara
memiliki wilayah.
 Batas wilayah dapat berupa:
 Batas alamiah (gunung, hutan, sungai)
 Batas buatan (pos penjagaan, kawat berduri, patok,
pagar tembok).
 Batas secara geografis yaitu batas berdasarkan garis
lintang dan garis bujur.
 Batas perjanjian, batas wilayah ini dapat berupa
konvensi, traktat, misalnya konvensi hukum laut
internasional.
Lautan
Lautan adalah wilayah negara yang terdiri dari
laut teritorial, zona tambahan, ZEE atau Zona
Ekonomi Ekslusif, dan landasan benua.
-Laut teritorial memiliki batas sepanjang 12 mil
dari garis pantai.
-ZEE adalah wilayah lautan sepanjang 200 mil
dari garis pantai.
-Landasan benua adalah lautan berjarak 200 mil
dari garis pantai yang meliputi dasar laut dan
area dibawahnya.
Ada 2 konsep dasar mengenai batas
wilayah lautan, yaitu :
Res nullius, yaitu laut dapat diambil dan
dimiliki oleh setiap Negara.
Res communis, yaitu laut adalah milik
masyarakat dunia, sehingga tidak dapat
diambil atau dimilliki oleh suatu Negara.
Udara
Wilayah udara suatu negara ada di atas wilayah
daratan dan lautan negara itu. Kekuasaan atas
wilayah udara suatu negara itu pertama kali diatur
dalam Perjanjian Paris pada tahun 1919 (dimuat
dalam Lembaran Negaa Hindia Belanda No.536/1928 d
an No.339/1933). Perjanjian
Havana pada tahun 1928 yang dihadiri 27 negara
menegaskan bahwa setiap negara berkuasa penuh
atas udara di wilayahnya. Hanya seizin dan atau menur
ut perjanjian tertentu, pesawat suatu negara boleh mela
kukan penerbangan di atas negara lain.
Wilayah Ekstrateritorial
Tempat yang menurut hukum internasional diakui
sebagai wilayah kekuasaan suatu negara
meskipun tempat itu berada di wilayah negara lain.
Termasuk di dalamnya adalah tempat bekerja
perwakilan suatu negara, kapal-kapal laut yang
berlayar di laut terbuka di bawah suatu bendera negara
tertentu. Di wilayah itu pengibaran bendera negara yang bersan
gkutan diperbolehkan. Demikian pula pemungutan suara warga
negara yang sedang berada di negara lain untuk pemilu di nega
ra asalnya.
Contoh: di ataskapal (floating island ) berbendera
Indonesia berlaku kekuasaan negara dan undang undang NKRI
2. Rakyat atau Penduduk
 Rakyat adalah semua orang yang secara
nyata berada (tinggal) dalam wilayah suatu
Negara yang tunduk dan patuh terhadap
peraturan di Negara tersebut.
 Penduduk adalah orang yang berdomisili
secara tetap dalam wilayah suatu Negara
dalam jangka waktu yang lama. Penduduk
terdiri dari WNI dan WNA.
Penduduk dibedakan menjadi:
warga Negara dan bukan warga Negara.
 Warga Negara adalah orang yang secara syah
menurut hukum menjadi warga Negara, yaitu
penduduk asli dan WNI keturunan asing.
 Bukan warga Negara adalah orang yang
menurut hukum tidak menjadi warga suatu
Negara atau WNA.
 Bukan penduduk adalah mereka yang tinggal
di wilayah suatu Negara tidak menetap
(tinggal sementara waktu). Contoh: turis asing
yang berlibur di Bali.
Asas kewarganegaraan
1. Ius Soli
Yaitu kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh
tempat/ negara di mana ia lahir
contoh: Richard lahir di negara Australia, maka menurut
asas ius soli, Richard warga negara Australia
2. Ius Sanguinis
Yaitu kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh
kewarganegaraan orang tuanya/keturunan
contoh: Marta lahir di negara India tetapi kedua orang
tuanya warga negara Philipina, maka menurut asas ius
sanguinis, Marta warga negara Philipina
3. Pemerintah yang berdaulat
Yaitu suatu pemerintah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi untuk mengamankan, mempertahankan,
mengatur, dan melancarkan tata cara penyelenggaraan
pemerintahan Negara secara penuh.
Ada 2 macam kedaulatan yaitu
 Berdaulat keluar artinya memiliki kedudukan sederajat
dengan Negara-negara lain, sehingga bebas dari campur
tangan Negara-lain.
 Berdaulat ke dalam artinya berwibawa, berwenang
menentukan dan menegakkan hokum atas warga dan
wilayah negaranya.
Pemerintah dalam arti luas meliputi gabungan semua alat–
alat perlengkapan negara, sedangkan arti sempit nya
hanya Kepala negara saja atau Organ eksekutif.
4. Unsur Deklaratif
(pengakuan dari negara
lain)
Diluar unsur mutlak diatas masih terdapat unsur
deklaratif, dimana unsur ini penting bagi suatu
negara walaupun bukan merupakan unsur
mutlak.
Contoh unsur deklaratif:
 tujuan negara,
 undang-undang dasar,
 pengakuan dari negara lain secara de jure atau
pun secara de facto,
 serta masuknya negara dalam perhimpunan
bangsa-bangsa (PBB).
Terdapat 2 jenis pengakuan yaitu secara:
 De facto adalah pengakuan atas fakta adanya suatu
Negara telah terbentuk berdasarkan adanya rakyat,
wilayah, dan pemerintahan yang berdaulat.
 De jure adalah pengakuan berdasarkan pernyataan
resmi menurut hukum internasional, sehingga suatu
Negara mendapatkan hak-hak dan kewajibannya
sebagai anggota keluarga Bangsa-Bangsa di dunia.
TEORI
TERBENTUKNY
A NEGARA
Teori Asal Mula
Negera
Teori bersifat
Spekulasi
Teori Juridis
Teori Partialchal
Teori Matriachal
Teori Patrimonial
Teori Evolusi
bersifat Historis
Sosiologis
Teori Ketuhanan
 Timbulnya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala
sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya.
 Friederich Julius Stahl (1802-1861) menyatakan bahwa,
 Demikian pada umumnya negara mengakui bahwa selain
merupakan hasil perjuangan atau revolusi, terbentuknya negara
adalah karunia atau kehendak Tuhan.
 Ciri negara yang menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada
UUD berbagai negara yang antara lain mencantumkan frasa:
“Berkat rahmat Tuhan …” atau “By the grace of God”. Doktrin
tentang raja yang bertahta atas kehendak Tuhan (divine right of
king) bertahan hingga abad XVII.
“Negara bukan tumbuh disebabkan berkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan
karena perkembangan dari dalam. Ia tidak tumbuh disebabkan kehendak
manusia, melainkan kehendak Tuhan.”
 Teori ketuhanan (teokrasi) pada prinsipnya
mengandung 3 pokok masalah :
 Negara itu dibentuk dibawah kuasa Tuhan
 Kekuasaan seorang Raja adalah atas pemberian
Tuhan
 Mereka menganggap bahwa tidak ada kedaulatan
selain kedaulatan Tuhan
 Penganut teori Ketuhanan antara lain:
Agustinus, Thomas Aquino, dan Friederich
Julius Stahl.
Teori Kekuasaan
 Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan
kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena
dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap
orang lain sebagaimana disindir oleh Kallikles dan Voltaire: “Raja yang pertama
adalah prajurit yang berhasil”.
 Karl Marx berpandangan bahwa negara timbul karena kekuasaan.
Menurutnya, sebelum negara ada di dunia ini telah terdapat masyarakat
komunis purba. Buktinya pada masa itu belum dikenal hak milik pribadi. Semua
alat produksi menjadi milik seluruh masyarakat. Adanya hak milik pribadi
memecah masyarakat menjadi dua kelas yang bertentangan, yaitu kelas
masyarakat pemilik alat-alat produksi dan yang bukan pemilik. Kelas yang
pertama tidak merasa aman dengan kelebihan yang dimilikinya dalam bidang
ekonomi.
Mereka memerlukan organisasi paksa yang disebut negara, untuk
mempertahankan pola produksi yang telah memberikan posisi istimewa kepada
mereka dan untuk melanggengkan pemilikan atas alat-alat produksi tersebut.
 H.J. Laski berpendapat bahwa
 Leon Duguit menyatakan bahwa
 Beberapa pandangan dari teori kekuatan negara diantaranya :
 Negara adalah suatu organisasi dari kekuasaan yang kuat untuk
menindak organisasi yang lemah
 Negara adalah alat kaum kapitalis yang menguasai alat-alat produksi
 Negara adalah organisasi pemaksa
 Penganut teori Ketuhanan antara lain: Ludwig Gunplowitz, Karl
Marx, H. J. Laski, dan Machiavelli.
Negara berkewenangan mengatur tingkah laku manusia. Negara menyusun
sejumlah peraturan untuk memaksakan ketaatan kepada negara.
Seseorang dapat memaksakan kehendaknya terhadap orang lain karena ia
memiliki kelebihan atau keistimewaan dalam bentuk lahiriah (fisik), kecerdasan,
ekonomi dan agama.
Teori Perjanjian Masyarakat
 Atau teori kontrak sosial
 Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum
ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-
pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan
peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah
terjadi di mana pun dan kapan pun.
 Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda
dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan
oleh Thomas Hobbes: Homo homini lupus dan Bellum
omnium contra omnes. Teori Perjanjian Masyarakat
diungkapkannya dalam buku Leviathan.
Ketakutan akan kehidupan berciri survival of the fittest itulah yang menyadarkan
manusia akan kebutuhannya: negara yang diperintah oleh seorang raja yang
dapat menghapus rasa takut.
 Perjanjian antarkelompok manusia yang melahirkan
negara dan perjanjian disebut pactum unionis.
Bersamaan dengan itu terjadi pula perjanjian yang
disebut pactum subiectionis, yaitu perjanjian
antarkelompok manusia dengan penguasa yang
diangkat dalam pactum unionis. Isi pactum
subiectionis adalah pernyataan penyerahan hak-
hak alami kepada penguasa dan berjanji akan taat
kepadanya.
 Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain:
Grotius, John Locke, Immanuel Kant, Thomas
Hobbes, dan J.J. Rousseau.
SIFAT, TUJUAN,
FUNGSI,
UNSUR
NEGARA
Sifat sifat negara
Negara mempunyai sifat khusus yang merupaka manifesti dari
kedaulatan yang dimilikinya dan yang hanya terdapat pada negara
saja dan tidak terdapat pada asosiasi atau organisasi lainnya.
Umumnya dianggap bahwa setiap negara mempunyai sifat memaksa,
sifat monopoli, dan sifat mencakup semua.
1. Sifat memaksa.
Agar peraturan perundangan-undangan ditaati dan dengan demikian
dan dengan demikian penertiban dalam masyarakat tercapai serta
timbulnya anarki dicegah, maka negara memiliki sifat memaksa,
dalam arti mempunyai kekuasaan untuk memakai Kekerasan fisik
secara legal. Sarana untuk itu adalah polisi, tentara, dan sebagainya.
Organisasi dan asosiasi yang lain dari negara juga mempunyai
aturan, akan tetapi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh negara lebih
mengikat.Di dalam masyarakat yang bersifat homogen dan ada
konsensus nasional yang kuat mengenai tujuan-tujuan bersama,
biasanya sifat paksaanini tidak begitu menonjol ; akan tetapi di
negara-negara baru yang kebanyakan belum homogen dan
konsensus nasionalnya kurang kuat, sering kali sifat paksaaan ini
akan lebih tampak. Dalam hal demikian di negara demokratis tetap
Negara terdiri atas beberapa unsur yang dapat diperinci sebagai berikut :
1. Wilayah. Setiap negara menduduki tempat tertentu di muka bumi dan mempunyai
perbatasan tertentu. Kekuasaan negara mencakup seluruh wilayah, tidak hanya tanah,
tetapi juga laut disekelilingnya dan angkasa diatasnya. Karena kemajuan teknologi
dewasa ini masalah wilayah lebih rumit daripada di masa lampau. Sebagai contoh, jika pada
masa lampau laut sejauh 3 mil dari pantai (sesuai dengan jarak tembak meriam) dianggap
sebagai perairan teritorial yang dikuasai sepenuhnya oleh negara itu, maka
peluru-peluru missile sekarang membuat 3 mil tidak ada artinya. Oleh karena itu, beberapa
negara (termasuk Indonesia) mengusulkan agar perairan teritorial diperlebar menjadi 12 mil.
Di samping itu kemajuan teknologi yang memungkinkan penambangan minyak serta mineral
lain di lepas pantai, atau yang dinamakan landas benua (continental self) telah mendorong
sejumlah besar negara untuk menuntut penguasaan atas wilayah yang lebih luas. Wilayah
ini diusulkan selebar 200 mil sebagai economic zone agar juga mencakup hak menangkap
ikan dan kegiatan ekonomis lainnya. Dalam mempelajari wilayah suatu negara perlu
diperhatikan beberapa variabel, antara lain besar kecilnya suatu negara. Menurut hukum
internasional, berdasarkan prinsip the sovereign equality of nations, semua negara sama
martabatnya. Tetapi dalam kenyataan sendiri negara kecil sering mengalami kesukaran
untuk mempertahankan kedaulatannya, apalagi kalau tetangganya negara besar. Di lain
pihak, negara yang luas wilayahnya menghadapi bermacam-macam masalah, apalagi kalau
mencakup berbagai suku bangsa, ras, dan agama.
Unsur unsur negara
1. Penduduk.
Setiap negara mempunyai penduduk, dan kekuasaan negara menjangkau
semua penduduk di dalam wilayahnya. Dalam mempelajari soal
penduduk ini, perlu
diperhatikan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, tingkat pembangunan,
tingkat
kecerdasan, homogenitas, dan masalah nasionalisme. Dalam hubungan
antara dua negara yang kira-kira sama tingkat industrinya, negara yang
sedikit penduduknya sering lebih lemah kedudukannya daripada negara yang
banyak penduduknya. (Prancis terhadap Jerman dalam Perang Dunia II).
Sebaliknya, negara yang padat penduduknya (India, China) menghadapi
persoalan bagaimana menyediakan fasilitas yang cukup sehingga rakyatnya
dapat hidup secara layak. Di masa lampau ada negara yang mempunyai
kecerendungan untuk memperluas negaranya melalui ekspansi. Dewasa ini
cara yang dianggap lebih layak adalah meningkatkan produksi atau
menyelenggarakan program keluarga berencana untuk membatasi
pertambahan penduduk. Dalam memecahkan persoalan semacam ini faktor-
faktor seperti tinggi-rendahnya tingkat pendidikan, kebudayaan, dan teknologi
dengan sendirinya memainkan peran yang sangat penting.
2. Pemerintah.
Setiap negara mempunyai organisasi yang berwenang untuk
merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang
mengikat bagi seluruh penduduk di dalam wilayahnya. Keputusan-
keputusan ini antara lain berbentuk undang-undang dan
peraturan-peraturan lain. Dalam hal ini pemerintah bertindak atas
nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan dari negara.
Bermacam-macam kebijaksanaan ke arah tercapainya tujuan-
tujuan lasyarakat dilaksanakannya sambil menertibkan hubungan-
hubungan manusia dalam masyarakat. Negara mencakup semua
penduduk, sedangkan pemerintah hanya mencakup sebagian
kecil daripadanya. Pemerintah sering berubah, sedangkan negara
terus bertahan (kecuali kalau ada pengaruh dari negara lain).
Kekuasaan pemerintah biasanya dibagi atas kekuasaan legislatif,
eksekutif, dan yudikatif.
3. Kedaulatan
Kedaulatan adalah kekuasaan yang tertinggi untuk
membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan
semua cara (termasuk paksaan) yang tersedia. Negara
mempunyai kekuasaan yang tertinggi ini untuk memaksa
semua penduduknya agar menaati undang-undang serta
peraturan-peraturannya (kedaulatan ke dalam-internal
sovereignty). Di samping itu negara mempertahankan
kemerdekaannya terhadap serangan-serangan dari
negara lain dan mempertahankan kedaulatan ke luar
(external sovereignty). Untuk itu negara menuntut loyalitas
yang mutlak dari warga negaranya.
Tujuan negara
Tujuan negara Republik Indonesia sebagai tercantum sebagai di
dalam Undang-Undang Dasar 1945 ialah :
Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang Mahaesa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan, serta
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
(Pancasila).
Fungsi negara
Akan tetapi setiap negara, terlepas dari ideologinya,
menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak, yaitu :
1. Melaksanakan penertiban (law and order). Untuk mencapai tujuan
bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat,
negara harus melaksanakan penertiban. Dapat dikatakan bahwa
negara bertindak sebagai stabilisator.
2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Dewasa
ini fungsi ini sangat pentng, terutama bagi negara-negara baru.
Pandangan di Indonesia tercermin dalam usaha pemerintah untuk
membangun suatu rentetan Repelita.
3. Pertahanan. Hal ini diperlukan untuk menjaga kemungkinan
serangan dari luar. Untuk ini negara dilengkapi dengan alat-alat
pertahanan.
4. Menegakkan keadilan. Hal ini dilaksanakan melalui badan-badan
peradilan.
MACAM MACAM
BENTUK NEGARA
Macam-macam bentuk negara
Hukum internasional mengelompokkan negara
dalam berbagai bentuk:
1. Negara kesatuan
Memberikan kekuasaan penuh terhadap
pemerintahan pusat untuk melaksanakan kegiatan
hubungan luar negri. Suatu negara kesatuan
memberikan otonomi pada provinsi-provinsinya,
namun masalah yang menyangkut hubungan luar
negri merupakan wewenang pemerintah pusat dan
daerah tidak boleh berhubungan langsung dengan
negara luar.
Contoh negara kesatuan: Indonesia dan perancis
2. Negara Federal
Negara federal adalah gabungan sejumlah negara yang
dinamakan negara-negara bagian yang diatur oleh suatu
undang-undang dasar yang membagi wewenang antara
pemerintah federal dan negara-negara bagiannya.
Walaupun negara bagian memiliki konstitusi dan
pemerintahan masing-masing, negara federal lah yang
menjadi subjek hukum internasional dan melakukan
kegiatan luar negri. Hanya pemerintah federal yang
mempunyai wewenang untuk menyatakan perang,
membuat perdamaian, membuat perjanjian politik dan
3. Gabungan Negara-Negara Merdeka
Ada dua macam bentuk yaitu Uni Rill dan Uni
Personil
a. Uni rill
penggabungan dua negara atau lebih melalui
perjanjian internasional dan memiliki kepala
negara yang sama dan melakukan kegiatan
internasional sebagai satu kesatuan. Contoh
negara yang pernah berbentuk uni rill yaitu
austria-hungaria, mesir-syria, libiya tunisia tetapi
semuanya mengalami kegagalan
b. Uni personil
terbentuk bila dua negara yang berdaulat
menggabungkan diri karena mempunyai raja
yang sama tetapi masing-masing negara tetap
merupakan subjek huku, internasional.
Contohnya negara yang dalam kerangkan
british Commonwealth of Nation yang
mengakui ratu elizabeth II sebagai kepala
negaranya yaitu Kanada dan Australia.
4. Konfederasi
Merupakan gabungan dari sejumlah negara
melaui sejumlah perjanjian internasional yang
memberikan wewenang tertentu kepada
konfederasi. Negara-negara anggota
konfederasi masing-masing tetap merupakan
negara yang berdaulat dan subjek hukum
internasional.
5. Negara-negara netral
Negara yang membatasi dirinya untuk tidak
melibatkan diri dalam berbagai sengketa yang
terjadi dalam masyarakat internasional. Netralitas
dibedakan menjadi netralitas tetap dan sewaktu-
waktu.
 Netralitas tetap adalah negara yang netralitasnya
dijamin dan dilindungi oleh perjanjian-perjanjian
internasional seperti Swiss dan Austria.
 Netralitas sewaktu-waktu adalah sikap netral yang
hanya berasal dari kehendak negara itu sendiri
(Self imposed) yang sewaktu-waktu dapat
ditanggalkannya. Contohny Swedia yang tiap terjadi
perang menyatakan dirinya netral tidak berpihak
terhadap yang berperang.
Terima
Kasih

Kelompok 1 bangsa dan negara

  • 1.
    h Bangsa dan Negara Annisa NurOktavia Bajuri 1518011066 Ghalib Abdul Nasser 1518011097 Ni Putu Nita Pranita 1518011115 Novi Jayanti 1518011136 Della Inike Putri 1518011166 Ria Wahyu Januarti 1518011175 Asiah Nurul Izzah (NPM belum ada) M. Andriansah 1818011001 Mahala Ramah Sari 1818011002 Jessica Putri Anumpitan 1818011003 Muhammad Daffa Attila 1818011004 Adli Sultan Pambelo 1818011006 Ahmad Alkautsar 1818011007 Panca Bayu Pamungkas 1818011008 Jaya Firmansyah 1818011010 Athaya Taufiqy 1818011011 M. Ridho Ramadani 1818011012 L. Gita Cyntithia 1818011013
  • 2.
    Definisi Bangsa danNegaraA 1 Unsur-Unsur Terbentuknya Negara Teori-Teori Terbentuknya Negara Sifat, Tujuan, Fungsi, dan Unsur NegaraD B C 4 Macam-Macam Bentuk NegaraE
  • 3.
  • 4.
    Definisi Bangsa Menurut Jutminidkk (2007):  kelompok manusia yang besar adalah bangsa. Istilah bang-sa merupakan terjemahan dari kata  Nation (bahasa Inggris). Kata nation berasal dari bahasa La-tin, natio , yang artinya sesuatu telah lahir. Kata itu bermakna keturunan, yaitu kelompok orang yang berada dalam satu garis keturunan.  Menurutnya, bangsa dalam arti sosiologis antropologis adalah persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan tiap-tiap anggota persekutuan hidup tersebut terikat oleh satu kesatuan ras, ba-hasa, agama, dan adat istiadat. Bangsa dalam arti sosiologis antropologis diikat olehikatan-ikatan, seperti kesatuan ras, tradisi, sejarah, adat istiadat, bahasa, agama atau kepercayaan, dan daerah
  • 5.
    Arti politis: bangsa adalahsuatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu ke- kuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Bangsa dalam arti politik diikat oleh sebuah organisasi kekuasaan/politik, yaitu negara beserta pemerintahnya. Mereka diikat oleh satu kesatuan wilayah nasional, hukum, dan perundang-undangan yang berlaku.
  • 6.
    Definisi Negara Menurut Budiardjo(2008), Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik, negara adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik. Negara adalah alat(agency) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala- gejala kekuasaan dalam masyarakat . Sementera menurut Jutmini dkk (2007), Negara adalah organisasi pokok darikekuasaan politik. Negara merupakan bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan mengatur hubungan, menyelenggarakan ketertiban dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama.
  • 7.
    Selain itu, Jutminidkk (2007), membagi lagi definisi negara menjadi empat, yaitu: 1. Suatu organisasi di mana sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia. 2. Suatu perserikatan yang melaksanakan suatu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat, dengan kekuasaan untuk memaksa masyarakat yang berada dalam satu wilayah tertentu dan membedakannya dengan kondisi masyarakat dunia luar untuk ke-tertiban sosial. 3. Suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat yang berhasil menuntut warganya dalam ketaatan pada perundingan melalui penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah. 4. Suatu asosiasi yang menyelenggarakan penertiban dalam suatu masyarakat atau wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah.
  • 8.
  • 9.
    Terdapat 4 unsuryang membentuk suatu negara, dimana unsur terbentuknya negara dibedakan menjadi 2 macam yaitu unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Unsur konstitutif adalah unsur yang mutlak harus ada di saat Negara tersebut didirikan. Unsur deklaratif adalah unsur yang tidak harus ada di saat Negara tersebut berdiri tetapi boleh dipenuhi setelah Negara tersebut berdiri.
  • 10.
     4 unsur-unsurpembentuk suatu negara yaitu:  Wilayah (Daerah Kekuasaan)  Rakyat atau Penduduk  Pemerintah yang berdaulat  Pengakuan dari Negara Lain (Unsur deklaratif)
  • 11.
    1. Wilayah (Daerah Kekuasaan) Wilayahmerupakan daerah yang menjadi kekuasaan Negara sekaligus menjadi tempat tinggal bagi rakyat. Wilayah Negara mencakup wilayah darat, laut, dan udara.
  • 12.
    Daratan Wilayah daratan adadi permukaan bumi dalam batas batas tertentu dan di dalam tanah di bawah permukaan bumi. Artinya semua kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dalam batas batas negara adalah hak sepenuhnya negara memiliki wilayah.  Batas wilayah dapat berupa:  Batas alamiah (gunung, hutan, sungai)  Batas buatan (pos penjagaan, kawat berduri, patok, pagar tembok).  Batas secara geografis yaitu batas berdasarkan garis lintang dan garis bujur.  Batas perjanjian, batas wilayah ini dapat berupa konvensi, traktat, misalnya konvensi hukum laut internasional.
  • 13.
    Lautan Lautan adalah wilayahnegara yang terdiri dari laut teritorial, zona tambahan, ZEE atau Zona Ekonomi Ekslusif, dan landasan benua. -Laut teritorial memiliki batas sepanjang 12 mil dari garis pantai. -ZEE adalah wilayah lautan sepanjang 200 mil dari garis pantai. -Landasan benua adalah lautan berjarak 200 mil dari garis pantai yang meliputi dasar laut dan area dibawahnya.
  • 14.
    Ada 2 konsepdasar mengenai batas wilayah lautan, yaitu : Res nullius, yaitu laut dapat diambil dan dimiliki oleh setiap Negara. Res communis, yaitu laut adalah milik masyarakat dunia, sehingga tidak dapat diambil atau dimilliki oleh suatu Negara.
  • 15.
    Udara Wilayah udara suatunegara ada di atas wilayah daratan dan lautan negara itu. Kekuasaan atas wilayah udara suatu negara itu pertama kali diatur dalam Perjanjian Paris pada tahun 1919 (dimuat dalam Lembaran Negaa Hindia Belanda No.536/1928 d an No.339/1933). Perjanjian Havana pada tahun 1928 yang dihadiri 27 negara menegaskan bahwa setiap negara berkuasa penuh atas udara di wilayahnya. Hanya seizin dan atau menur ut perjanjian tertentu, pesawat suatu negara boleh mela kukan penerbangan di atas negara lain.
  • 16.
    Wilayah Ekstrateritorial Tempat yangmenurut hukum internasional diakui sebagai wilayah kekuasaan suatu negara meskipun tempat itu berada di wilayah negara lain. Termasuk di dalamnya adalah tempat bekerja perwakilan suatu negara, kapal-kapal laut yang berlayar di laut terbuka di bawah suatu bendera negara tertentu. Di wilayah itu pengibaran bendera negara yang bersan gkutan diperbolehkan. Demikian pula pemungutan suara warga negara yang sedang berada di negara lain untuk pemilu di nega ra asalnya. Contoh: di ataskapal (floating island ) berbendera Indonesia berlaku kekuasaan negara dan undang undang NKRI
  • 17.
    2. Rakyat atauPenduduk  Rakyat adalah semua orang yang secara nyata berada (tinggal) dalam wilayah suatu Negara yang tunduk dan patuh terhadap peraturan di Negara tersebut.  Penduduk adalah orang yang berdomisili secara tetap dalam wilayah suatu Negara dalam jangka waktu yang lama. Penduduk terdiri dari WNI dan WNA. Penduduk dibedakan menjadi: warga Negara dan bukan warga Negara.
  • 18.
     Warga Negaraadalah orang yang secara syah menurut hukum menjadi warga Negara, yaitu penduduk asli dan WNI keturunan asing.  Bukan warga Negara adalah orang yang menurut hukum tidak menjadi warga suatu Negara atau WNA.  Bukan penduduk adalah mereka yang tinggal di wilayah suatu Negara tidak menetap (tinggal sementara waktu). Contoh: turis asing yang berlibur di Bali.
  • 19.
    Asas kewarganegaraan 1. IusSoli Yaitu kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh tempat/ negara di mana ia lahir contoh: Richard lahir di negara Australia, maka menurut asas ius soli, Richard warga negara Australia 2. Ius Sanguinis Yaitu kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh kewarganegaraan orang tuanya/keturunan contoh: Marta lahir di negara India tetapi kedua orang tuanya warga negara Philipina, maka menurut asas ius sanguinis, Marta warga negara Philipina
  • 20.
    3. Pemerintah yangberdaulat Yaitu suatu pemerintah yang mempunyai kekuasaan tertinggi untuk mengamankan, mempertahankan, mengatur, dan melancarkan tata cara penyelenggaraan pemerintahan Negara secara penuh. Ada 2 macam kedaulatan yaitu  Berdaulat keluar artinya memiliki kedudukan sederajat dengan Negara-negara lain, sehingga bebas dari campur tangan Negara-lain.  Berdaulat ke dalam artinya berwibawa, berwenang menentukan dan menegakkan hokum atas warga dan wilayah negaranya. Pemerintah dalam arti luas meliputi gabungan semua alat– alat perlengkapan negara, sedangkan arti sempit nya hanya Kepala negara saja atau Organ eksekutif.
  • 21.
    4. Unsur Deklaratif (pengakuandari negara lain) Diluar unsur mutlak diatas masih terdapat unsur deklaratif, dimana unsur ini penting bagi suatu negara walaupun bukan merupakan unsur mutlak. Contoh unsur deklaratif:  tujuan negara,  undang-undang dasar,  pengakuan dari negara lain secara de jure atau pun secara de facto,  serta masuknya negara dalam perhimpunan bangsa-bangsa (PBB).
  • 22.
    Terdapat 2 jenispengakuan yaitu secara:  De facto adalah pengakuan atas fakta adanya suatu Negara telah terbentuk berdasarkan adanya rakyat, wilayah, dan pemerintahan yang berdaulat.  De jure adalah pengakuan berdasarkan pernyataan resmi menurut hukum internasional, sehingga suatu Negara mendapatkan hak-hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga Bangsa-Bangsa di dunia.
  • 23.
  • 24.
    Teori Asal Mula Negera Teoribersifat Spekulasi Teori Juridis Teori Partialchal Teori Matriachal Teori Patrimonial Teori Evolusi bersifat Historis Sosiologis
  • 25.
    Teori Ketuhanan  Timbulnyanegara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya.  Friederich Julius Stahl (1802-1861) menyatakan bahwa,  Demikian pada umumnya negara mengakui bahwa selain merupakan hasil perjuangan atau revolusi, terbentuknya negara adalah karunia atau kehendak Tuhan.  Ciri negara yang menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada UUD berbagai negara yang antara lain mencantumkan frasa: “Berkat rahmat Tuhan …” atau “By the grace of God”. Doktrin tentang raja yang bertahta atas kehendak Tuhan (divine right of king) bertahan hingga abad XVII. “Negara bukan tumbuh disebabkan berkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena perkembangan dari dalam. Ia tidak tumbuh disebabkan kehendak manusia, melainkan kehendak Tuhan.”
  • 26.
     Teori ketuhanan(teokrasi) pada prinsipnya mengandung 3 pokok masalah :  Negara itu dibentuk dibawah kuasa Tuhan  Kekuasaan seorang Raja adalah atas pemberian Tuhan  Mereka menganggap bahwa tidak ada kedaulatan selain kedaulatan Tuhan  Penganut teori Ketuhanan antara lain: Agustinus, Thomas Aquino, dan Friederich Julius Stahl.
  • 27.
    Teori Kekuasaan  TeoriKekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain sebagaimana disindir oleh Kallikles dan Voltaire: “Raja yang pertama adalah prajurit yang berhasil”.  Karl Marx berpandangan bahwa negara timbul karena kekuasaan. Menurutnya, sebelum negara ada di dunia ini telah terdapat masyarakat komunis purba. Buktinya pada masa itu belum dikenal hak milik pribadi. Semua alat produksi menjadi milik seluruh masyarakat. Adanya hak milik pribadi memecah masyarakat menjadi dua kelas yang bertentangan, yaitu kelas masyarakat pemilik alat-alat produksi dan yang bukan pemilik. Kelas yang pertama tidak merasa aman dengan kelebihan yang dimilikinya dalam bidang ekonomi. Mereka memerlukan organisasi paksa yang disebut negara, untuk mempertahankan pola produksi yang telah memberikan posisi istimewa kepada mereka dan untuk melanggengkan pemilikan atas alat-alat produksi tersebut.
  • 28.
     H.J. Laskiberpendapat bahwa  Leon Duguit menyatakan bahwa  Beberapa pandangan dari teori kekuatan negara diantaranya :  Negara adalah suatu organisasi dari kekuasaan yang kuat untuk menindak organisasi yang lemah  Negara adalah alat kaum kapitalis yang menguasai alat-alat produksi  Negara adalah organisasi pemaksa  Penganut teori Ketuhanan antara lain: Ludwig Gunplowitz, Karl Marx, H. J. Laski, dan Machiavelli. Negara berkewenangan mengatur tingkah laku manusia. Negara menyusun sejumlah peraturan untuk memaksakan ketaatan kepada negara. Seseorang dapat memaksakan kehendaknya terhadap orang lain karena ia memiliki kelebihan atau keistimewaan dalam bentuk lahiriah (fisik), kecerdasan, ekonomi dan agama.
  • 29.
    Teori Perjanjian Masyarakat Atau teori kontrak sosial  Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah- pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di mana pun dan kapan pun.  Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh Thomas Hobbes: Homo homini lupus dan Bellum omnium contra omnes. Teori Perjanjian Masyarakat diungkapkannya dalam buku Leviathan. Ketakutan akan kehidupan berciri survival of the fittest itulah yang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: negara yang diperintah oleh seorang raja yang dapat menghapus rasa takut.
  • 30.
     Perjanjian antarkelompokmanusia yang melahirkan negara dan perjanjian disebut pactum unionis. Bersamaan dengan itu terjadi pula perjanjian yang disebut pactum subiectionis, yaitu perjanjian antarkelompok manusia dengan penguasa yang diangkat dalam pactum unionis. Isi pactum subiectionis adalah pernyataan penyerahan hak- hak alami kepada penguasa dan berjanji akan taat kepadanya.  Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain: Grotius, John Locke, Immanuel Kant, Thomas Hobbes, dan J.J. Rousseau.
  • 31.
  • 32.
    Sifat sifat negara Negaramempunyai sifat khusus yang merupaka manifesti dari kedaulatan yang dimilikinya dan yang hanya terdapat pada negara saja dan tidak terdapat pada asosiasi atau organisasi lainnya. Umumnya dianggap bahwa setiap negara mempunyai sifat memaksa, sifat monopoli, dan sifat mencakup semua. 1. Sifat memaksa. Agar peraturan perundangan-undangan ditaati dan dengan demikian dan dengan demikian penertiban dalam masyarakat tercapai serta timbulnya anarki dicegah, maka negara memiliki sifat memaksa, dalam arti mempunyai kekuasaan untuk memakai Kekerasan fisik secara legal. Sarana untuk itu adalah polisi, tentara, dan sebagainya. Organisasi dan asosiasi yang lain dari negara juga mempunyai aturan, akan tetapi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh negara lebih mengikat.Di dalam masyarakat yang bersifat homogen dan ada konsensus nasional yang kuat mengenai tujuan-tujuan bersama, biasanya sifat paksaanini tidak begitu menonjol ; akan tetapi di negara-negara baru yang kebanyakan belum homogen dan konsensus nasionalnya kurang kuat, sering kali sifat paksaaan ini akan lebih tampak. Dalam hal demikian di negara demokratis tetap
  • 33.
    Negara terdiri atasbeberapa unsur yang dapat diperinci sebagai berikut : 1. Wilayah. Setiap negara menduduki tempat tertentu di muka bumi dan mempunyai perbatasan tertentu. Kekuasaan negara mencakup seluruh wilayah, tidak hanya tanah, tetapi juga laut disekelilingnya dan angkasa diatasnya. Karena kemajuan teknologi dewasa ini masalah wilayah lebih rumit daripada di masa lampau. Sebagai contoh, jika pada masa lampau laut sejauh 3 mil dari pantai (sesuai dengan jarak tembak meriam) dianggap sebagai perairan teritorial yang dikuasai sepenuhnya oleh negara itu, maka peluru-peluru missile sekarang membuat 3 mil tidak ada artinya. Oleh karena itu, beberapa negara (termasuk Indonesia) mengusulkan agar perairan teritorial diperlebar menjadi 12 mil. Di samping itu kemajuan teknologi yang memungkinkan penambangan minyak serta mineral lain di lepas pantai, atau yang dinamakan landas benua (continental self) telah mendorong sejumlah besar negara untuk menuntut penguasaan atas wilayah yang lebih luas. Wilayah ini diusulkan selebar 200 mil sebagai economic zone agar juga mencakup hak menangkap ikan dan kegiatan ekonomis lainnya. Dalam mempelajari wilayah suatu negara perlu diperhatikan beberapa variabel, antara lain besar kecilnya suatu negara. Menurut hukum internasional, berdasarkan prinsip the sovereign equality of nations, semua negara sama martabatnya. Tetapi dalam kenyataan sendiri negara kecil sering mengalami kesukaran untuk mempertahankan kedaulatannya, apalagi kalau tetangganya negara besar. Di lain pihak, negara yang luas wilayahnya menghadapi bermacam-macam masalah, apalagi kalau mencakup berbagai suku bangsa, ras, dan agama.
  • 34.
    Unsur unsur negara 1.Penduduk. Setiap negara mempunyai penduduk, dan kekuasaan negara menjangkau semua penduduk di dalam wilayahnya. Dalam mempelajari soal penduduk ini, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, tingkat pembangunan, tingkat kecerdasan, homogenitas, dan masalah nasionalisme. Dalam hubungan antara dua negara yang kira-kira sama tingkat industrinya, negara yang sedikit penduduknya sering lebih lemah kedudukannya daripada negara yang banyak penduduknya. (Prancis terhadap Jerman dalam Perang Dunia II). Sebaliknya, negara yang padat penduduknya (India, China) menghadapi persoalan bagaimana menyediakan fasilitas yang cukup sehingga rakyatnya dapat hidup secara layak. Di masa lampau ada negara yang mempunyai kecerendungan untuk memperluas negaranya melalui ekspansi. Dewasa ini cara yang dianggap lebih layak adalah meningkatkan produksi atau menyelenggarakan program keluarga berencana untuk membatasi pertambahan penduduk. Dalam memecahkan persoalan semacam ini faktor- faktor seperti tinggi-rendahnya tingkat pendidikan, kebudayaan, dan teknologi dengan sendirinya memainkan peran yang sangat penting.
  • 35.
    2. Pemerintah. Setiap negaramempunyai organisasi yang berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk di dalam wilayahnya. Keputusan- keputusan ini antara lain berbentuk undang-undang dan peraturan-peraturan lain. Dalam hal ini pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan dari negara. Bermacam-macam kebijaksanaan ke arah tercapainya tujuan- tujuan lasyarakat dilaksanakannya sambil menertibkan hubungan- hubungan manusia dalam masyarakat. Negara mencakup semua penduduk, sedangkan pemerintah hanya mencakup sebagian kecil daripadanya. Pemerintah sering berubah, sedangkan negara terus bertahan (kecuali kalau ada pengaruh dari negara lain). Kekuasaan pemerintah biasanya dibagi atas kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
  • 36.
    3. Kedaulatan Kedaulatan adalahkekuasaan yang tertinggi untuk membuat undang-undang dan melaksanakannya dengan semua cara (termasuk paksaan) yang tersedia. Negara mempunyai kekuasaan yang tertinggi ini untuk memaksa semua penduduknya agar menaati undang-undang serta peraturan-peraturannya (kedaulatan ke dalam-internal sovereignty). Di samping itu negara mempertahankan kemerdekaannya terhadap serangan-serangan dari negara lain dan mempertahankan kedaulatan ke luar (external sovereignty). Untuk itu negara menuntut loyalitas yang mutlak dari warga negaranya.
  • 37.
    Tujuan negara Tujuan negaraRepublik Indonesia sebagai tercantum sebagai di dalam Undang-Undang Dasar 1945 ialah : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan yang Mahaesa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Pancasila).
  • 38.
    Fungsi negara Akan tetapisetiap negara, terlepas dari ideologinya, menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak, yaitu : 1. Melaksanakan penertiban (law and order). Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, negara harus melaksanakan penertiban. Dapat dikatakan bahwa negara bertindak sebagai stabilisator. 2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Dewasa ini fungsi ini sangat pentng, terutama bagi negara-negara baru. Pandangan di Indonesia tercermin dalam usaha pemerintah untuk membangun suatu rentetan Repelita. 3. Pertahanan. Hal ini diperlukan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar. Untuk ini negara dilengkapi dengan alat-alat pertahanan. 4. Menegakkan keadilan. Hal ini dilaksanakan melalui badan-badan peradilan.
  • 39.
  • 40.
    Macam-macam bentuk negara Hukuminternasional mengelompokkan negara dalam berbagai bentuk: 1. Negara kesatuan Memberikan kekuasaan penuh terhadap pemerintahan pusat untuk melaksanakan kegiatan hubungan luar negri. Suatu negara kesatuan memberikan otonomi pada provinsi-provinsinya, namun masalah yang menyangkut hubungan luar negri merupakan wewenang pemerintah pusat dan daerah tidak boleh berhubungan langsung dengan negara luar. Contoh negara kesatuan: Indonesia dan perancis
  • 41.
    2. Negara Federal Negarafederal adalah gabungan sejumlah negara yang dinamakan negara-negara bagian yang diatur oleh suatu undang-undang dasar yang membagi wewenang antara pemerintah federal dan negara-negara bagiannya. Walaupun negara bagian memiliki konstitusi dan pemerintahan masing-masing, negara federal lah yang menjadi subjek hukum internasional dan melakukan kegiatan luar negri. Hanya pemerintah federal yang mempunyai wewenang untuk menyatakan perang, membuat perdamaian, membuat perjanjian politik dan
  • 42.
    3. Gabungan Negara-NegaraMerdeka Ada dua macam bentuk yaitu Uni Rill dan Uni Personil a. Uni rill penggabungan dua negara atau lebih melalui perjanjian internasional dan memiliki kepala negara yang sama dan melakukan kegiatan internasional sebagai satu kesatuan. Contoh negara yang pernah berbentuk uni rill yaitu austria-hungaria, mesir-syria, libiya tunisia tetapi semuanya mengalami kegagalan
  • 43.
    b. Uni personil terbentukbila dua negara yang berdaulat menggabungkan diri karena mempunyai raja yang sama tetapi masing-masing negara tetap merupakan subjek huku, internasional. Contohnya negara yang dalam kerangkan british Commonwealth of Nation yang mengakui ratu elizabeth II sebagai kepala negaranya yaitu Kanada dan Australia.
  • 44.
    4. Konfederasi Merupakan gabungandari sejumlah negara melaui sejumlah perjanjian internasional yang memberikan wewenang tertentu kepada konfederasi. Negara-negara anggota konfederasi masing-masing tetap merupakan negara yang berdaulat dan subjek hukum internasional.
  • 45.
    5. Negara-negara netral Negarayang membatasi dirinya untuk tidak melibatkan diri dalam berbagai sengketa yang terjadi dalam masyarakat internasional. Netralitas dibedakan menjadi netralitas tetap dan sewaktu- waktu.  Netralitas tetap adalah negara yang netralitasnya dijamin dan dilindungi oleh perjanjian-perjanjian internasional seperti Swiss dan Austria.  Netralitas sewaktu-waktu adalah sikap netral yang hanya berasal dari kehendak negara itu sendiri (Self imposed) yang sewaktu-waktu dapat ditanggalkannya. Contohny Swedia yang tiap terjadi perang menyatakan dirinya netral tidak berpihak terhadap yang berperang.
  • 46.