“ Add your company slogan ”




               LOGO
“ Add your company slogan ”




               LOGO
Psikologi sosial menganggap disiplin ilmunya sbg
usaha mencari pengertian pikiran perasaan &
tingkah laku individu dipengaruhi oleh hadirnya
orang-orang lain baik scr nyata maupun hanya
berupa khayalan adanya orang lain.
Teori bervariasi, tapi tujuan sama : mengorganisir
dan menjelaskan hub, antara bermacam-macam
pengetahuan tentang fenomena sosial.
1.   Proposisi-proposisi teori hrs konsisten & logis
2.   Hrs sesuai dgn fakta dan data
3.   Harus dpt diuji utk menentukan kegunannya
4.   Sederhana, mudah dihubungkan dgn pengamatan
     thd dunia nyata & berguna membangkitkan
     penelitian lbh lanjut
1.   Teori Psikoanalisa
2.   Teori Peran
3.   Teori S – R (Stimulus Respon)
4.   Teori Cognitive
5.   Teori Lapangan (Field Theory)
Dikembangkan oleh Sigmund Freud
Muncul krn adanya pertentangan mendasar antara
pemuasan keinginan & kebutuhan individual &
kesiapan masy dlm memenuhi semua kebutuhan
tsb.
Bhw kepribadian orang dewasa adl hsl/akibat dr
kejadian-kejadian yg dialami semasa anak-anak.
Tahapan menuju kedewasaan : tahap oral, anal,
phalic dan genital.
Mengarah pd pendekatan sosiologi.
Tingkah laku sosialkonsep peran : harapan &
tuntutan peran, kemampuan & keterampilan dlm
membawakan peran serta norma dlm kelompok
sbg acuan individu dlm interaksi sosial.
Peran : serangkaian tingkah laku/fungsi yg
dikaitkan dgn posisi khusus dlm suatu hubungan
sosial tertentu.
Istilah perilaku dlm peran (Bidle & Thomas, 1966) :
(1) Expectation/harapan, (2) Norm/norma, (3)
Performance/wujud perilaku, (4) Evaluation and
Sanction/ evaluasi & sanksi.
Berorientasi ‘reinforcement’ : stimulus yg berfungsi
menimbulkan konsekuensi positif/negatif pd
terbentuknya respon.
Kalau stimulus memberikan akibat positif/reward,
mk respon thd stimulus yg sama akan diulangi pd
kesempatan lain. Sebaliknya kalau respon
memberi akibat negatif/hukuman, mk hub antara
stimulus-respon tsb akan dihindari di lain wkt.
Konsep dlm teori ini : stimulus, respon, dorongan,
reinforcement/faktor penguat.
Gabungan teori kognisi & konsistensi kognisi
Konsep penting : kogninisi & struktur kognisi
Kognisi      :    konsep    yg    digunakan       utk
menggambarkan setiap pengetahuan, pendapat,
keyakinan/perasaan seseorang baik tentang
dirinya sendiri, maupun lingkungannya.
Struktur     kognisi   :   serangkaian     sifat-sifat
terorganisir     yg    digunakan     individu     utk
mengidentifikasi & mendiskriminasi suatu obyek
/peristiwa tertentu.
Konsistensi kognisidinamika kognitif
Dinamika kognitif : interaksi antara kognisi & efek
interaksi tsb thd tingkah laku sosial serta sikap.
Teori konsistensi kognitif berdasar pd proposisi :
kognisi yg tdk saling konsisten akan menimbulkan
perasaan yg tdk menyenangkan shg mendorong
timbulnya tingkah laku yg bertujuan mencapai
suatu konsistensi kembali.
Istilah lain tdk konsisten : imbalance, asymetry,
incongruence, dan disconance.
Tokoh : Kurt Lewin, dipengaruhi aliran Gesalt
6 Ciri penting :
1)   Penggunaan metode konsitruktif
2)   Pendekatan yang dinamis
3)   Penekanan pd proses-proses psikologis
4)   Analisis berdasarkan situasi keseluruhan
5)   Analisis yg lebih bersifat sistematis drpd historis
6)   Penggambaran situasi psikologis scr matematis
TEORI PSIKOLOGI SOSIAL
TEORI PSIKOLOGI SOSIAL
TEORI PSIKOLOGI SOSIAL
TEORI PSIKOLOGI SOSIAL
TEORI PSIKOLOGI SOSIAL

TEORI PSIKOLOGI SOSIAL

  • 2.
    “ Add yourcompany slogan ” LOGO
  • 3.
    “ Add yourcompany slogan ” LOGO
  • 4.
    Psikologi sosial menganggapdisiplin ilmunya sbg usaha mencari pengertian pikiran perasaan & tingkah laku individu dipengaruhi oleh hadirnya orang-orang lain baik scr nyata maupun hanya berupa khayalan adanya orang lain. Teori bervariasi, tapi tujuan sama : mengorganisir dan menjelaskan hub, antara bermacam-macam pengetahuan tentang fenomena sosial.
  • 5.
    1. Proposisi-proposisi teori hrs konsisten & logis 2. Hrs sesuai dgn fakta dan data 3. Harus dpt diuji utk menentukan kegunannya 4. Sederhana, mudah dihubungkan dgn pengamatan thd dunia nyata & berguna membangkitkan penelitian lbh lanjut
  • 6.
    1. Teori Psikoanalisa 2. Teori Peran 3. Teori S – R (Stimulus Respon) 4. Teori Cognitive 5. Teori Lapangan (Field Theory)
  • 7.
    Dikembangkan oleh SigmundFreud Muncul krn adanya pertentangan mendasar antara pemuasan keinginan & kebutuhan individual & kesiapan masy dlm memenuhi semua kebutuhan tsb. Bhw kepribadian orang dewasa adl hsl/akibat dr kejadian-kejadian yg dialami semasa anak-anak. Tahapan menuju kedewasaan : tahap oral, anal, phalic dan genital.
  • 10.
    Mengarah pd pendekatansosiologi. Tingkah laku sosialkonsep peran : harapan & tuntutan peran, kemampuan & keterampilan dlm membawakan peran serta norma dlm kelompok sbg acuan individu dlm interaksi sosial. Peran : serangkaian tingkah laku/fungsi yg dikaitkan dgn posisi khusus dlm suatu hubungan sosial tertentu. Istilah perilaku dlm peran (Bidle & Thomas, 1966) : (1) Expectation/harapan, (2) Norm/norma, (3) Performance/wujud perilaku, (4) Evaluation and Sanction/ evaluasi & sanksi.
  • 12.
    Berorientasi ‘reinforcement’ :stimulus yg berfungsi menimbulkan konsekuensi positif/negatif pd terbentuknya respon. Kalau stimulus memberikan akibat positif/reward, mk respon thd stimulus yg sama akan diulangi pd kesempatan lain. Sebaliknya kalau respon memberi akibat negatif/hukuman, mk hub antara stimulus-respon tsb akan dihindari di lain wkt. Konsep dlm teori ini : stimulus, respon, dorongan, reinforcement/faktor penguat.
  • 16.
    Gabungan teori kognisi& konsistensi kognisi Konsep penting : kogninisi & struktur kognisi Kognisi : konsep yg digunakan utk menggambarkan setiap pengetahuan, pendapat, keyakinan/perasaan seseorang baik tentang dirinya sendiri, maupun lingkungannya. Struktur kognisi : serangkaian sifat-sifat terorganisir yg digunakan individu utk mengidentifikasi & mendiskriminasi suatu obyek /peristiwa tertentu. Konsistensi kognisidinamika kognitif
  • 17.
    Dinamika kognitif :interaksi antara kognisi & efek interaksi tsb thd tingkah laku sosial serta sikap. Teori konsistensi kognitif berdasar pd proposisi : kognisi yg tdk saling konsisten akan menimbulkan perasaan yg tdk menyenangkan shg mendorong timbulnya tingkah laku yg bertujuan mencapai suatu konsistensi kembali. Istilah lain tdk konsisten : imbalance, asymetry, incongruence, dan disconance.
  • 21.
    Tokoh : KurtLewin, dipengaruhi aliran Gesalt 6 Ciri penting : 1) Penggunaan metode konsitruktif 2) Pendekatan yang dinamis 3) Penekanan pd proses-proses psikologis 4) Analisis berdasarkan situasi keseluruhan 5) Analisis yg lebih bersifat sistematis drpd historis 6) Penggambaran situasi psikologis scr matematis