Dosen Pembimbing : Neka Erlyani M.Psi
V
Annisa Ariani
Dewi Kartika Hidayati

Iche Tirta hemas
M. Hifsi Maula
Sutan Malik Ibrahim
Pengaruh sosial
(social influence)
adalah usaha yang
dilakukan seseorang
atau lebih untuk
mengubah sikap, belief,
persepsi atau tingkah
• Konformitas (conformity)
adalah suatu jenis
pengaruh sosial di mana
individu mengubah sikap dan
tingkah laku mereka agar
sesuai dengan norma sosial
yang ada. Seseorang
bertingkah laku dengan
• Konformitas ada 2 jenis
yaitu; a) Konformitas publik
(public conformity) yaitu
bila di depan umum
seseorang menampilkan
perilaku yang sama tapi
belum tentu orang tersebut
nyaman dengan
• Penerimaan pribadi
(private acceptance)
yaitu bila seseorang
menampilkan perilaku
sesuai dengan
penerimaan pribadinya
sendiri yang membuatnya
• Kohesivitas (cohesiveness) adalah
derajat ketertarikan yang dirasa
oleh individu terhadap suatu
kelompok. Ketika kohesivitas tinggi
(ketika kita suka/kagum terhadap
suatu kelompok), tekanan untuk
melakukan konformitas bertambah
besar, dan juga sebaliknya. Contoh:
dalam 1 genk yang terdiri dari
sahabat-sahabat yang sangat
akrab yang kompak, ketika yang
satu melakukan rebonding rambut,
yang lainnya juga mengikuti.
• Teori fokus normatif (normative focus
theory), yaitu teori yang mengajukan
bahwa norma akan mempengaruhi
tingkah laku hanya bila norma
tersebut menjadi fokus dari orang
yang terlibat pada saat tingkah laku
tersebut muncul. Dengan kata lain,
orang akan mematuhi norma injungtif
hanya jika mereka memikirkan tentang
norma tersebut dan melihatnya
terkait dengan tindakan mereka.
Norma mempengaruhi tingkah laku
• Kesepakatan (compliance)
suatu bentuk pengaruh
sosial yang meliputi
permintaan langsung dari
seseorang kepada orang
lain yaitu usaha-usaha
untuk membuat orang lain
berkata ya terhadap
• Pertemanan/rasa suka: kita lebih
bersedia untuk memenuhi
permintaan dari teman atau
orang-orang yang kita sukai
daripada permintaan dari orang
asing atau orang yang tidak kita
sukai. Contoh: sahabat kita
sangat suka music country, bisa
jadi nantinya kita juga menyukai

music country.
• Kelangkaan: kita lebih mungkin
untuk memenuhi permintaan yang
berpusat pada kelangkaan
daripada terhadap permintaan
yang sama sekali tidak terkait
dengan isu tersebut. Contoh:
ketika bensin langka, orang lebih
cenderung menjadi tertarik
membeli bensin.
• Timbal balik/resiprositas: kita
lebih bersedia untuk memenuhi
• Validasi sosial: kita lebih
bersedia memenuhi permintaan
untuk melakukan beberapa
tindakan jika tindakan
tersebut konsisten dengan apa
yang kita percaya dilakukan
oleh orang lain yang mirip
dengan kita.
• Kekuasaan: kita lebih bersedia
• Kepatuhan (obedience)
yaitu keadaan di mana
seseorang pada posisi
yang berkuasa cukup
mengatakan atau
memerintahkan orang
lain untuk melakukan
Indoktrinasi intensif (intensive
indoctrination)
• Indoktrinasi intensif
(intensive indoctrination)
adalah suatu proses yang
dilalui individu untuk
menjadi anggota kelompok
ekstrem dan menerima
belief serta aturan dari
kelompok tanpa bertanya-
Mayoritas vs Minoritas
• Dalam kehidupan bermasyarakat,
hampir dimana ada mayoritas, baik
di bidang agama, ekonomi, moral,
politik, dsb, yang minoritas lebih
mudah ditindas dan lebih sering
mengalami penderitaan karena
tekanan oleh pihak mayoritas.
Hubungan antara kaum mayoritasminoritas sering menimbulkan
konflik sosial yang ditandai oleh
• Adapun istilah “dominasi mayoritas”,
dimana pihak mayoritas mendominasi
sehingga pihak minoritas
terkalahkan kepentingannya.
Contohnya yaitu pada suatu negara
dimana penduduk aslinya yang
mayoritas mungkin saja
mengabaikan kepentingan penduduk
pendatang yang jumlahnya jauh
lebih sedikit. Sedangkan di sisi
sebaliknya, istilah yang benar
adalah “tirani minoritas”, di mana
pihak yang sedikit jumlahnya, tapi
• Salah satu faktor dari mayoritas
adalah karena jumlah anggota
grup yang banyak. Seiring dengan
bertambah banyaknya anggota,
maka social influence group
tersebut semakin besar.
Kebanyakan kaum minoritas sering
mengalami kesulitan atau
hambatan saat berhadapan
dengan kaum mayoritas.
• Namun, tidak selalu kaum
• Mayoritas dan minoritas dapat
berdampak negatif bagi
masyarakat baik bagi kaum
minoritas maupun pada kaum
mayoritas itu sendiri. Hal ini
disebabkan adanya perilaku
diskriminatif yang muncul karena
menganggap kelompok lain
sebagai out-group yang
merupakan lawan bagi mereka
• Mayoritas bisa terjadi baik dalam
minoritas maupun mayoritas. Mayoritas
dalam minoritas yaitu dimana kaum
minoritas mempunyai kekuasaan yang
lebih besar dibandingkan dengan kaum
mayoritas. Digambarkan dalam tindakan
penjajahan (expansion). Dimana kaum
minoritas yang lebih tangguh, lebih
depresif, lebih expansif bisa untuk
menundukan kaum mayoritas yang masih
terbelakang dalam hal ilmu, pemikiran,
dan tindakan.Sedangkan, mayoritas
dalam mayoritas adalah dimana kaum
Any
Quest
ions??
?

Mempengaruhi Perubahan Tingkah Laku Orang Lain (Pengaruh Sosial) Psikologi Sosial

  • 1.
    Dosen Pembimbing :Neka Erlyani M.Psi
  • 2.
    V Annisa Ariani Dewi KartikaHidayati Iche Tirta hemas M. Hifsi Maula Sutan Malik Ibrahim
  • 3.
    Pengaruh sosial (social influence) adalahusaha yang dilakukan seseorang atau lebih untuk mengubah sikap, belief, persepsi atau tingkah
  • 5.
    • Konformitas (conformity) adalahsuatu jenis pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada. Seseorang bertingkah laku dengan
  • 6.
    • Konformitas ada2 jenis yaitu; a) Konformitas publik (public conformity) yaitu bila di depan umum seseorang menampilkan perilaku yang sama tapi belum tentu orang tersebut nyaman dengan
  • 7.
    • Penerimaan pribadi (privateacceptance) yaitu bila seseorang menampilkan perilaku sesuai dengan penerimaan pribadinya sendiri yang membuatnya
  • 8.
    • Kohesivitas (cohesiveness)adalah derajat ketertarikan yang dirasa oleh individu terhadap suatu kelompok. Ketika kohesivitas tinggi (ketika kita suka/kagum terhadap suatu kelompok), tekanan untuk melakukan konformitas bertambah besar, dan juga sebaliknya. Contoh: dalam 1 genk yang terdiri dari sahabat-sahabat yang sangat akrab yang kompak, ketika yang satu melakukan rebonding rambut, yang lainnya juga mengikuti.
  • 9.
    • Teori fokusnormatif (normative focus theory), yaitu teori yang mengajukan bahwa norma akan mempengaruhi tingkah laku hanya bila norma tersebut menjadi fokus dari orang yang terlibat pada saat tingkah laku tersebut muncul. Dengan kata lain, orang akan mematuhi norma injungtif hanya jika mereka memikirkan tentang norma tersebut dan melihatnya terkait dengan tindakan mereka. Norma mempengaruhi tingkah laku
  • 10.
    • Kesepakatan (compliance) suatubentuk pengaruh sosial yang meliputi permintaan langsung dari seseorang kepada orang lain yaitu usaha-usaha untuk membuat orang lain berkata ya terhadap
  • 11.
    • Pertemanan/rasa suka:kita lebih bersedia untuk memenuhi permintaan dari teman atau orang-orang yang kita sukai daripada permintaan dari orang asing atau orang yang tidak kita sukai. Contoh: sahabat kita sangat suka music country, bisa jadi nantinya kita juga menyukai music country.
  • 12.
    • Kelangkaan: kitalebih mungkin untuk memenuhi permintaan yang berpusat pada kelangkaan daripada terhadap permintaan yang sama sekali tidak terkait dengan isu tersebut. Contoh: ketika bensin langka, orang lebih cenderung menjadi tertarik membeli bensin. • Timbal balik/resiprositas: kita lebih bersedia untuk memenuhi
  • 13.
    • Validasi sosial:kita lebih bersedia memenuhi permintaan untuk melakukan beberapa tindakan jika tindakan tersebut konsisten dengan apa yang kita percaya dilakukan oleh orang lain yang mirip dengan kita. • Kekuasaan: kita lebih bersedia
  • 14.
    • Kepatuhan (obedience) yaitukeadaan di mana seseorang pada posisi yang berkuasa cukup mengatakan atau memerintahkan orang lain untuk melakukan
  • 15.
    Indoktrinasi intensif (intensive indoctrination) •Indoktrinasi intensif (intensive indoctrination) adalah suatu proses yang dilalui individu untuk menjadi anggota kelompok ekstrem dan menerima belief serta aturan dari kelompok tanpa bertanya-
  • 16.
    Mayoritas vs Minoritas •Dalam kehidupan bermasyarakat, hampir dimana ada mayoritas, baik di bidang agama, ekonomi, moral, politik, dsb, yang minoritas lebih mudah ditindas dan lebih sering mengalami penderitaan karena tekanan oleh pihak mayoritas. Hubungan antara kaum mayoritasminoritas sering menimbulkan konflik sosial yang ditandai oleh
  • 17.
    • Adapun istilah“dominasi mayoritas”, dimana pihak mayoritas mendominasi sehingga pihak minoritas terkalahkan kepentingannya. Contohnya yaitu pada suatu negara dimana penduduk aslinya yang mayoritas mungkin saja mengabaikan kepentingan penduduk pendatang yang jumlahnya jauh lebih sedikit. Sedangkan di sisi sebaliknya, istilah yang benar adalah “tirani minoritas”, di mana pihak yang sedikit jumlahnya, tapi
  • 18.
    • Salah satufaktor dari mayoritas adalah karena jumlah anggota grup yang banyak. Seiring dengan bertambah banyaknya anggota, maka social influence group tersebut semakin besar. Kebanyakan kaum minoritas sering mengalami kesulitan atau hambatan saat berhadapan dengan kaum mayoritas. • Namun, tidak selalu kaum
  • 19.
    • Mayoritas danminoritas dapat berdampak negatif bagi masyarakat baik bagi kaum minoritas maupun pada kaum mayoritas itu sendiri. Hal ini disebabkan adanya perilaku diskriminatif yang muncul karena menganggap kelompok lain sebagai out-group yang merupakan lawan bagi mereka
  • 20.
    • Mayoritas bisaterjadi baik dalam minoritas maupun mayoritas. Mayoritas dalam minoritas yaitu dimana kaum minoritas mempunyai kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan kaum mayoritas. Digambarkan dalam tindakan penjajahan (expansion). Dimana kaum minoritas yang lebih tangguh, lebih depresif, lebih expansif bisa untuk menundukan kaum mayoritas yang masih terbelakang dalam hal ilmu, pemikiran, dan tindakan.Sedangkan, mayoritas dalam mayoritas adalah dimana kaum
  • 21.