Teori
Asam Basa Lewis
Createdby : RetnoTri LidyaNingrum
(4301412040)
G.N. Lewis
Asam Lewis adalah suatu senyawa
yang dapat menerima sepasang
elektron bebas
Basa Lewis adalah suatu senyawa yang
dapat mendonorkan sepasang elektron
bebas
Konsep asam-basa yang dikembangkan
oleh Lewis didasarkan pada ikatan
Kovalen Koordinasi.
Atom atau spesi yang
memberikan
pasangan elektron
dalam membentuk
ikatan kovalen
koordinasi bertindak
sebagai basa.
Atom atau spesi yang
menerima pasangan
elektron dalam
membentuk ikatan
kovalen koordinasi
bertindak sebagai
basa.
 H+ + OH- H2O
asam basa
 Ag+ + 2NH3
asam basa
 Ni + 4CO Ni(CO)4
asam basa
 H+ + CN- HCN
asam basa
Berbagai Contoh Asam-Basa Lewis
[Ag(NH3)2]+
Pengaruh
elektronik
Perubahan struktur
Faktor sterik Pengaruh pelarut
Pengaruh elektronik
Makin tinggi kemampuan suatu zat menerima PE dari
suatu basa maka semakin kuat keasamannya
Makin positif kekuatan parsial atom akseptor maka
semakin efektif atom tersebut menerima PE dari atom
donor
Makin tinggi kemampuan suatu zat memberikan PE pada
suatu asam maka semakin kuat kebasaannya
Makin positif kekuatan parsial atom donor maka semakin
efektif atom tersebut memberikan PE pada atom akseptor
Kimia’09 Mipa
Ada 2 jenis gugus yang mempengaruhi muatan parsial
atom akseptor dan atom donor , yaitu :
Namun ada beberapa spesies asam yang tidak mematuhi
konsep di atas, faktanya :
Atom akseptor Atom donor
Gugus penarik elektron Gugus pemberi elektron
Muatan parsial makin (+) Muatan parsial makin (-)
Asam : BF3 > BH3 > B(CH3)3 Basa : N(CH3)3 > NH3 > NF3
BF3 < BCl3 < BBr3
Menurut aspek elektronik, urutannya kebalikan
dari fakta di atas. Hal ini karena adanya orbitan
kosong atom B & PE pada atom halogen dalam
membentuk ikatan rangkap parsial, dimana BF3
membentuk ikatan rangkap parsial paling kuat
karena ukuran atom F paling kecil sehingga
paling efektif mendonorkan PE nya pada atom B
Perubahan struktur
Contoh :
Perubahan struktur pada BF3 dalam pembentukan
kompleks dengan basa NH3 yaitu dari segitiga planar
menjadi piramidal.
Pembentukan kompleksnya terjadi melalui 2 tahap yaitu :
1. Perubahan bentuk geometri asam BF3 dari segitiga
planar menjadi bentuk piramidal
2. Orbital kosong atom akseptor B mengarah pada PE atom
donor N dalam molekul NH3 & terbentuk ikatan
koordinasi berupa ikatan σ
Faktor Sterik
Contoh :
Reaksi substitusi antara trimetilboron dengan piridin dan
turunannya.
Reaksi antara trimetilboron dengan meta-metil piridin maka rx lebih
eksotermis
Adanya gugus metil pada posisi meta akan meningkatkan efektifitas atom
donor N dalam molekul piridin untuk memberikan PE nya pada atom
akseptor B dalam trimetilboron
Reaksi antara trimetilboron dengan orto-metil piridin
maka rx kurang eksotermis
Adanya efek sterik tinggi antara gugus metil pada trimetilboron
& pada piridin di posisi orto akan mendestabilisasi kompleks
(CH3)3B-NH3
Maka urutan kekuatan basa piridin & turunannya terhadap
trimetilboron yaitu :
m-metil piridin > o-metil piridin ≈ piridin
Pengaruh
Pelarut
Suatu zat dengan muatan tinggi maka cenderung mudah larut
dalam pelarut dengan permitifitas (konstanta dielektrik) tinggi.
Pelarut polar memiliki konstanta dielektrik tinggi misalnya air, alkohol,
eter, amina & dimetilsulfoksida.
Kelompok Asam Lewis
Pelarut bersifat asam misalnya SO2 yang digunakan untuk melarutkan
benzene.
Contoh : SbCl5 + :B  Cl5Sb-B ∆H˚
Nilai (-) ∆H˚ setara dengan bilangan donor pelarut (D.N), makin besar
nilai D.N pelarut maka pelarut tersebut semakin bersifat basa Lewis
kuat, demikian sebaliknya untuk pelarut yang bersifat asam Lewis.
Kimia’09 Mipa

Teori asam-basa lewis

  • 1.
    Teori Asam Basa Lewis Createdby: RetnoTri LidyaNingrum (4301412040)
  • 3.
  • 5.
    Asam Lewis adalahsuatu senyawa yang dapat menerima sepasang elektron bebas Basa Lewis adalah suatu senyawa yang dapat mendonorkan sepasang elektron bebas
  • 6.
    Konsep asam-basa yangdikembangkan oleh Lewis didasarkan pada ikatan Kovalen Koordinasi. Atom atau spesi yang memberikan pasangan elektron dalam membentuk ikatan kovalen koordinasi bertindak sebagai basa. Atom atau spesi yang menerima pasangan elektron dalam membentuk ikatan kovalen koordinasi bertindak sebagai basa.
  • 8.
     H+ +OH- H2O asam basa  Ag+ + 2NH3 asam basa  Ni + 4CO Ni(CO)4 asam basa  H+ + CN- HCN asam basa Berbagai Contoh Asam-Basa Lewis [Ag(NH3)2]+
  • 9.
  • 10.
    Pengaruh elektronik Makin tinggikemampuan suatu zat menerima PE dari suatu basa maka semakin kuat keasamannya Makin positif kekuatan parsial atom akseptor maka semakin efektif atom tersebut menerima PE dari atom donor Makin tinggi kemampuan suatu zat memberikan PE pada suatu asam maka semakin kuat kebasaannya Makin positif kekuatan parsial atom donor maka semakin efektif atom tersebut memberikan PE pada atom akseptor Kimia’09 Mipa
  • 11.
    Ada 2 jenisgugus yang mempengaruhi muatan parsial atom akseptor dan atom donor , yaitu : Namun ada beberapa spesies asam yang tidak mematuhi konsep di atas, faktanya : Atom akseptor Atom donor Gugus penarik elektron Gugus pemberi elektron Muatan parsial makin (+) Muatan parsial makin (-) Asam : BF3 > BH3 > B(CH3)3 Basa : N(CH3)3 > NH3 > NF3 BF3 < BCl3 < BBr3
  • 12.
    Menurut aspek elektronik,urutannya kebalikan dari fakta di atas. Hal ini karena adanya orbitan kosong atom B & PE pada atom halogen dalam membentuk ikatan rangkap parsial, dimana BF3 membentuk ikatan rangkap parsial paling kuat karena ukuran atom F paling kecil sehingga paling efektif mendonorkan PE nya pada atom B
  • 13.
    Perubahan struktur Contoh : Perubahanstruktur pada BF3 dalam pembentukan kompleks dengan basa NH3 yaitu dari segitiga planar menjadi piramidal. Pembentukan kompleksnya terjadi melalui 2 tahap yaitu : 1. Perubahan bentuk geometri asam BF3 dari segitiga planar menjadi bentuk piramidal 2. Orbital kosong atom akseptor B mengarah pada PE atom donor N dalam molekul NH3 & terbentuk ikatan koordinasi berupa ikatan σ
  • 14.
    Faktor Sterik Contoh : Reaksisubstitusi antara trimetilboron dengan piridin dan turunannya. Reaksi antara trimetilboron dengan meta-metil piridin maka rx lebih eksotermis Adanya gugus metil pada posisi meta akan meningkatkan efektifitas atom donor N dalam molekul piridin untuk memberikan PE nya pada atom akseptor B dalam trimetilboron
  • 15.
    Reaksi antara trimetilborondengan orto-metil piridin maka rx kurang eksotermis Adanya efek sterik tinggi antara gugus metil pada trimetilboron & pada piridin di posisi orto akan mendestabilisasi kompleks (CH3)3B-NH3 Maka urutan kekuatan basa piridin & turunannya terhadap trimetilboron yaitu : m-metil piridin > o-metil piridin ≈ piridin
  • 16.
    Pengaruh Pelarut Suatu zat denganmuatan tinggi maka cenderung mudah larut dalam pelarut dengan permitifitas (konstanta dielektrik) tinggi. Pelarut polar memiliki konstanta dielektrik tinggi misalnya air, alkohol, eter, amina & dimetilsulfoksida. Kelompok Asam Lewis Pelarut bersifat asam misalnya SO2 yang digunakan untuk melarutkan benzene. Contoh : SbCl5 + :B  Cl5Sb-B ∆H˚ Nilai (-) ∆H˚ setara dengan bilangan donor pelarut (D.N), makin besar nilai D.N pelarut maka pelarut tersebut semakin bersifat basa Lewis kuat, demikian sebaliknya untuk pelarut yang bersifat asam Lewis.
  • 17.